Kencan bersama

Setelah sekian lama berjalan bersama, tak disangka Issei dan Usagi malah berjumpa dengan 2 teman dari Issei, yaitu Matsuda dan Motohama.

"I-Issei," gumam Matsuda dan Motohama menunjuk ke arah Issei dan Usagi yang sedang bergandengan tangan.

"Matsuda! Motohama!" seru panik Issei sambil melepaskan genggaman tangannya dari Usagi

"Issei, beraninya kau! B-Bagaimana bisa kau bergandengan tangan dengan wanita!" seru Matsuda dan Motohama.

Usagi dan Issei langsung sweatdrop di tempat mendengarnya, Usagi kemudian melirik ke arah Issei, "S-senpai, j-jangan bilang kalau anda ini ….. seorang Homo?"

Wuuuuuuusssssss

"Aku Normal!" seru Issei, "Dan juga …. memangnya kenapa kalau aku gandengan dengan seseorang?" tanya Issei.

"Cikuso dasar pengkhianat!" seru Motohama dan Matsuda.

Usagi yang mendengar hal itu hanya tersenyum saja dan langsung menggendong Luna, lalu ia pun pamit pada Issei, "Senpai, saya rasa saya akan melanjutkan perjalanan saya ke sekolah, terima kasih kencannya malam itu, itu sangat menyenangkan," ucap Usagi sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Issei yang langsung dikata-katai oleh Matsuda dan Motohama yang tidak terima mengenai Issei yang berkencan dengan gadis SMP yang cantik.

Namun, karena mereka sahabat, pertengkaran itu dapat berakhir dengan mudah, "Hei Matsuda, Motohama, mau sampai kapan kalian menyerangku hanya karena aku punya pacar, kalian salah jika bertindak begini, karena seharusnya yang kalian lakukan bukanlah marah-marah tidak jelas dan mengataiku pengkhianat, melainkan kalian seharusnya kalian bertanya dan meminta saran dariku agar kalian bisa dapat pacar sepertiku," ucap Issei mencoba menenangkan Matsuda dan Motohama.

"Memang gimana caranya?" tanya Matsuda.

"Ya gimana caranya!" seru Motohama ikut-ikutan dan lupa akan kemarahan mereka.

"Udah tenang aja, yang penting kita ke sekolah dulu, aku tidak mau dapat masalah, soalnya jika reputasi kita memburuk hal itu akan semakin memperkecil kesempatan kalian berdua untuk dapat pacar," ucap Issei

'yaa mengingat diri kita sendiri sering mendapatkan hasil seperti ini. Tentu mau tidak mau harus diubah meski kecil' pikir Issei.

"Okeee," tanggap Matsuda.

Setelahnya mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan seperti biasa mereka selalu jadi bahan julid oleh Siswi-siswi disana.

'ughh.. ucapan mereka sadis sekali.' pikir Issei yang berasa mau menahan diri untuk tidak mengamuk karena dia tahu kalau mengamuk tidak akan berakhir baik.

"Aaaah, apa mungkin untuk kita memperbaiki diri di saat seperti ini?" tanya Motohama dengan nada lesu.

"Mungkin masih bisa. Tapi harus perlahan-lahan dulu. Mengingat kelakuan kita dari awal seperti apa" ucap Issei.

"Benar juga," gumam keduanya sambil tersenyum.

"Ne, gadis SMP berambut pirang sebelumnya itu siapa, dia terlihat sangat dekat denganmu, bahkan sampai ngaku kencan denganmu kemarin malam?" ucap Matsuda agak kepo.

"Bener tuh, bikin penasaran aja," tambah Motohama.

"bisa dikatakan kalau dia yaa kenalanku lah." Ucap Issei.

Tentu dia tidak mau memberi tahu karena dia tahu kalau dibeberkan akan jadi kehebohan luar biasa. Apalagi semua orang tahu siapa Issei itu sebenarnya. Jadi pasti kebanyakan kalau gadis seperti Usagi akan disebut kena pelet dan guna-guna oleh Issei mengingat Issei dulunya orang mesum.

"Kenalanmu yah? Cik kuso kamu beruntung sekali," ucap kesal Matsuda.

"Jangan katakan lagi, kalian membuatku galau," tanggap Motohama.

Singkat cerita.

Sore hari sepulang sekolah, terlihat Usagi berada di depan gerbang Kouh akademi berdiri tenang melihat Issei yang baru pulang sekolah.

"Yaho! Senpai udah pulang yah!" seru Usagi sambil tersenyum.

"Usagi-san, kamu ngapain di sini?" tanya Issei mendatangi Usagi.

"Ehehe, aku hanya ingin melihat-lihat Sekolah yang akan aku tempati 2 tahun lagi," jawab Usagi sambil tersenyum tipis. Yah Usagi saat ini masih kelas 2 SMP jadi untuk masuk SMA ia butuh bersekolah 2 tahun lagi.

Usagi terlihat tersenyum tipis ke arah Issei, terlihat Matsuda dan Motohama langsung menyikut dada Issei

"bilang saja kau ada suka sama dia" ucap Matsuda yang mengerjai Issei yang membuat Issei memerah.

Bahkan akibat itu Motohama juga mengerjai Issei sehingga wajah Issei makin memerah.

"Benar tuh, kalian juga sempat kencankan, udah langsung aja jadikan pacarmu sebelum dia diambil orang," tambah Motohama.

"K-Kalian ini! Di-dia masih SMP tahu!" seru Issei.

"Yang namanya suka, umur hanyalah angka" ucap Motohama.

"Aku bukan Lolicon!" seru Issei. Namun, bukannya mendengarkan Issei, Matsuda dan Motohama malah usil menggoda Usagi di depan Issei

"Neh Usagi-san aku Matsuda!" seru teman Issei yang plontos botak.

"Kalau Aku Motohama!" seru Motohama sambil menggenggam lengan Usagi.

"A ah, Tsukino Usagi, salam kenal," ucap canggung Usagi.

"Oooh, Usagi-san kamu sangat cantik!" seru Matsuda.

"Benar, jadilah pacarku!" tambah Motohama.

"Koraaa dia pacarku sialan!" seru Issei.

"Heeeeeh, tadi katanya tidak mau," ucap Matsuda dan Motohama.

"Ugh, a-aku hanya…." Issei nampak mencoba kembali menyembunyikan perasaannya.

"Sudahlah, bagaimana jika kita berempat ke game center saja," ajak Usagi.

'Ughh… mereka kalau mengerjaiku tidak ngotak' pikir Issei sedikit mengeluh akan nasibnya.

"Oke dengan senang hati!" seru Matsuda dan Motohama.

"Tapi, Usagi-san, apa kau punya teman yang bisa dikenalkan ke kami, ya siapa tahu bisa cocok," ucap Matsuda dan Motohama.

"Ada kok, mereka sudah menunggu di game center juga," ucap Usagi sambil tersenyum tipis.

Dan tentu saja Matsuda dan Motohama senang jika mereka akan dikenalkan pada teman Usagi

'senangnya ampun dah' pikir Issei tidak habis pikir.

Tapi dia hanya tersenyum saja melihat kelakuan Matsuda dan Motohama yang mulai ceria. Mengingat mereka belum punya pasangan.

"Hei lihat, apa-apaan tuh, bagaimana bisa si mesum itu punya pacar?"

"Tenang, mungkin saja itu adiknyakan, yah palingan juga nanti akan putus kok kalau si cewe tahu seperti apa Ero Hyoudo itu," tanggap yang lain.

"Hem, Benar," tambah siswi lain lagi.

"Ughh sungguh menyakitkan" ucap Issei.

"Senpai ada apa?" tanya Usagi yang melihat wajah merengut Issei.

"Sudah Issei, tak usah pikirkan apa yang mereka katakan," ucap Motohama memberikan semangat pada Issei.

"Eh ah hai" ucap Issei. "Tumben pikiranmu positif?" tanya Matsuda pada Motohama.

"Memang kenapa kalau aku berpikiran positif?" Tanya Issei.

"Ya aneh aja gitu, biasanya kamu selalu ngomong, "Jangan katakan lagi, kamu bikin galau," gitu loh," tanggap Matsuda.

"Entahlah… mungkin spontan saja ngomong gitu" balas Issei.

Sesampainya di Game Center.

"Ah Amy-chan Rei-chan aku datang!" seru Usagi sambil berlari ke arah gadis berambut gelap panjang dengan seragam SMA dan gadis berambut biru pendek berkacamata dengan seragam SMP yang sama dengan Usagi.

"Usagi-chan!" seru keduanya.

Kedua gadis itu tersenyum dan menatap ke arah Issei dan dua temannya.

"Maaf sudah membuat kalian menunggu!" seru Usagi memeluk kedua teman perempuannya.

"Em, tak apa ko. Tapi siapa mereka bertiga?" tanya Rei sambil menatap tajam ke arah Issei, Matsuda dan Motohama, terutama ke arah Issei, karena Rei adalah orang yang paling sensitif dengan keberadaan sosok supranatural, apalagi dia adalah gadis kuil.

"Mereka teman-temanku. Kebetulan aku bertemu sama mereka di sore hari tadi" Balas Usagi.

'itu kenapa aura orang itu sangat kuat seperti sesosok naga' pikir Rei melihat tajam ke arah Issei mengingat dia gadis kuil.

"Hmm… apa ada sesuatu yang aneh padaku?" Tanya Issei memperhatikan Rei menatap tajam ke dirinya.

"Kalian tidak punya niat jahat pada Putri cengeng dan manja kami ini kan?" tanya Rei.

"Rei-chan!" seru Usagi yang tak senang dianggap cengeng oleh Rei.

"Ahahaha, apapun itu sebaiknya kita masuk saja dan bersenang-senang," tanggap Amy sambil tersenyum tipis.

"Benar juga inikan hari perayaan nilai 90 dari Usagi dalam pelajaran Matematika bukan," ledek Rei lagi.

"Rei, Amy Moo! Kenapa kalian membongkar aibku!" seru Usagi.

Sekedar informasi, saking seringnya nilai Usagi Anjlok dalam pelajaran, jadi jika sekali saja Usagi dapat nilai tinggi kedua temannya itu akan merayakannya.

'buset. Nilainya emang berapa dah?' tanya Issei cengo didalam hati.

"Sudah-sudah, coba perkenalkan mereka," ucap Rei.

"Hehe, yang ini namanya Issei Hyoudo, yang ini Matsuda dan yang ini Motohama!" seru Usagi dengan tenang memperkenalkan Issei, dua temannya

Rei yang melihat senyuman dari Usagi yang sangat manis itu membuat Rei jadi ikut tersenyum, ia pun mempersilahkan Issei dan dua temannya untuk ikut bermain bersama mereka, Amy si gadis jenius diam-diam memeriksa Issei dan dua temannya menggunakan kacamatanya yang memiliki teknologi AR(Augmented Reality).

'Kekuatan pemuda itu sangat besar, siapa sebenarnya dia?' batin Amy penasaran.

Namun, meski demikian mereka berenam bersenang-senang bersama, Rei dan Amy bahkan tidak memikirkan kalau ketiga pemuda yang Usagi bawa adalah orang asing, karena mereka bersenang-senang dengan baik, dimana mereka mulai bertukar kontak satu sama lain. Motohama terlihat dekat dengan Amy meskipun Motohama bukanlah pria jenius yang membuatnya tidak bisa disetarakan dengan Amy. Namun Amy jauh lebih sering tersenyum ketika berbicara dengan Motohama.

Sementara Rei ia juga terlihat dekat dengan Matsuda, hal ini karena model rambut Matsuda mirip dengan ayahnya yang sama-sama plontos, selain itu Matsuda juga menjelaskan kalau ia kesulitan untuk mengurangi sifat mesumnya, Rei tentunya memberikan saran terbaik yang bisa ia berikan agar Matsuda bisa mengurangi sifat mesumnya atau menjadi sedikit lebih baik.

Bishoujo Senshi vs Datenshi

Ketika hari sudah gelap, Matsuda, Motohama dan Issei, memisahkan diri dari Usagi dan dua temannya. Setelah melambaikan tangan dan berpisah, karena arah jalan pulang mereka yang berbeda, Usagi, Rei dan Amy, mereka jalan kaki melewati indahnya suasana malam kota Kouh.

"Ne Usagi, menurutmu apa tempat ini benar-benar damai?" tanya Rei.

"Hem, aku juga mempertanyakannya, saat aku diam-diam menggunakan alat pengukur energi milikku, salah satu dari pemuda yang datang bersamamu membawa kekuatan misterius di tubuhnya," ucap Amy yang nampaknya juga mempertanyakan hal yang sama pada Usagi mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Usagi yang mendengar itu langsung menatap ke arah Rei dan Amy, "Rei, Amy, sebaiknya kalian tak usah memikirkan itu, karena aku sudah lebih dari cukup mengatasi Youma(Setan) di dunia ini," ucap pelan Usagi sambil tersenyum.

"Usagi-chan," gumam pelan Amy.

"Usagi, jadi dunia ini juga ada Youma yah," gumam pelan Rei.

"Ya, tapi kalian tidak perlu membantuku, karena aku bisa bertarung sendiri jadi kalian tak perlu mengorbankan waktu dan kehidupan normal kalian untuk membantuku," ungkap lembut Usagi, lagipula Youma di dunia ini tidak begitu kuat, Meskipun dari segi eksekusinya Youma di dunia ini jauh lebih mengerikan," tambah Usagi lagi.

"Maksudmu?" tanya Rei.

"Di dunia kita sebelumnya, Youma sangat hebat menyamar jadi manusia dan mengambil energi kehidupan secara diam-diam bahkan sampai mempengaruhi semua perilaku manusia, tapi di tempat ini, mereka tampaknya tak bisa menyamar menjadi manusia dan bersembunyi di tempat-tempat kosong. Namun, disaat ada kesempatan mereka akan membunuh manusia dan memakan mayatnya," ucap Luna memberikan kesimpulan dari bau darah yang ada di gedung tua tempat Usagi beraksi sebagai Sailor Moon.

"Bukankah itu berbahaya, menurutku kita harus bertarung bersama seperti dulu, dan ada baiknya jika kita memanggil Minako-chan dan Makoto-chan kemari, Sebagai Sailor Planetaria sudah kewajiban kita untuk membantu dan melindungi anda sebagai Moon Princess," ucap Amy merasa keberatan kalau Usagi ingin beraksi sendirian.

Usagi terdiam, mendengar pendapat si jenius di kelompoknya, Usagi hanya melirik Amy dan berkata, "Amy, Rei, aku minta maaf," gumam pelan Usagi yang merasa bersalah karena menyembunyikan fakta kalau dunia mereka yang karang tidak sedamai itu.

"Usagi, kami akan selalu menemanimu, mau seberat apapun tantangan yang akan kita hadapi," ucap Rei sambil tersenyum tipis.

Tak lama setelahnya, secara tiba-tiba Usagi melirik ke suatu arah dan mendorong tubuh Rei dan Amy hingga terjatuh di trotoar.

"Arrgh!"

"Usagi a… USAGI!" seru kaget Rei yang melihat perut Usagi yang berlubang ditembus oleh tombak cahaya.

Setelahnya Usagi terjatuh ke jalan dengan tatapan kosong.

"Usagi-chan!" Amy juga ikut kaget dan menghampiri Usagi yang terbaring di aspal.

"Usagi!" Luna juga sama kagetnya.

"Oi Usagi!" seru Rei yang mulai khawatir.

"Usagi, jangan mati, aku akan memanggil bantuan!" seru Amy sambil mengeluarkan ponselnya untuk memanggil nomor 555 yang tidak lain nomor darurat di jepang untuk meminta bantuan Ambulance.

"Amy, cepat bawa Usagi ke tempat aman, orang itu akan datang," ucap Rei sambil melirik ke satu arah dan mengambil sebuah pen khusus dengan tutup pen yang berbentuk unik.

Amy yang paham langsung mengangguk dan menggendong tubuh Usagi dan membawanya pergi dengan cara berlari.

"Jangan hanya sembunyi tampakkan dirimu bajingan! Berani sekali kau melukai Tuan Putri kami!" seru Rei yang kini menatap tajam ke arah langit, 'Jadi itu maumu,' batin Rei, "Mars Power Make Up!"

Seketika itu juga tubuh Hino Rei dilapisi api dan pakaiannya berubah menjadi Pakaian pelaut dengan kerah merah dan rok mini merah sekaligus sepatu berwarna merah, dengan tiara emas di dahinya, lalu dia juga menggunakan anting berbentuk bintang berwarna merah.

"Mars Flame Sniper!" seru Sailor Mars menciptakan busur dan anak panah dari api yang langsung ditembakkan ke arah sesuatu yang sedang bersembunyi setelah menyerang Usagi.

Dan dalam sekali tembak, seseorang kena. Dan itu rupanya datenshi yang tidak sempat mengelak akibat serangan tiba-tiba dari sailor Mars.

Namun Raynare yang terkena serangan kini menampakkan diri, "Onore!" seru Datenshi itu sambil mengepakkan sayapnya dan menghempaskan api yang membakar tubuhnya.

Raynare pun membalas dengan menembakkan tombak cahaya ke arah Sailor Mars.

Dan tentu Sailor Mars menghindar cepat mengingat dia memiliki insting yang kuat. Meski begitu, serangan Raynare mengiris kulit tangannya dan membuat Sailor Mars terkejut.

'sial. Sepertinya serangannya tadi sangat kuat' pikir Sailor Mars.

"Akuryuu Taisan!" seru Sailor Mars sambil melemparkan kertas jimat yang berubah menjadi burung api yang melesat mengejar targetnya.

"Cih apa hubunganmu dengan perempuan itu hah!: seru marah Raynare sambil melemparkan tombaknya untuk menahan burung api barusan.

Namun tiba-tiba "Mercury Aqua Rhapsody!" seru seorang Sailor Senshi berambut biru sambil memainkan lira dan seketika air bertekanan tinggi melesat menghantam Raynare dan menenggelamkannya.

"Guhaaagh" ucap Raynare yang mengeluarkan seteguk darah akibat kena serangan tiba-tiba itu.

"Itu sebagai hukuman karena sudah menyerang Princess Serenity!" seru Sailor Mercury yang tidak lain adalah Amy.

"Mercury, apa Usagi baik-baik saja?" tanya Sailor Mars.

"Aku sudah menitipkannya pada petugas ambulance, aku harap Usagi bisa bertahan," ucap Mercury sambil melirik Datenshi yang nampaknya masih hidup meski dalam keadaan lemas karena sempat tenggelam dan dan menghantam segala macam puing-puing.

'ternyata kuat juga tuh orang. Padahal itu sudah kena serang sama air dengan tekanan cukup tinggi' pikir Sailor Mercury atau Amy.

"Siapa sebenarnya kalian?" tanya Raynare.

"Harusnya kami yang bertanya, mengenai siapa dan kenapa kau menyerang tuan putri kami," ucap Mars sambil mengumpulkan api di telapak tangannya.

"Cih, suatu saat aku akan membalas perbuatan kalian," ucap Raynare yang seketika menghilang tanpa jejak.

"Dia melarikan diri, Mercury, apa kau tahu kemana dia?" tanya Mars.

"Mars, lupakan saja, sebaiknya kita pergi saja, kita harus memastikan Usagi baik-baik saja," ungkap Mercury.

"Kau benar. Keselamatan dia lebih utama" balas Mars.

Sementara itu di Gereja tua.

Terlihat Issei berhadapan langsung dengan Raynare.

"Kau … bagaimana bisa kau ada di sini?" ucap tak percaya Raynare.

Issei hanya diam dan melempar karung yang isinya kepala bawahan Raynare, mulai dari Dohnaseek, Kalawarna dan satu bocah rambut pirang bernama, Mittelt.

"Hmm… apa kau kira aku tidak tahu kalau kau mengincar senjataku?" Tanya Issei yang tahu niat Raynare. apalagi dia tahu kalau mereka mengincar senjata sacred Gearnya yang merupakan Longinus.

"Sialan, bagaimana bisa manusia sepertimu membunuh kami para Datenshi!" seru tak percaya Raynare yang mulai melompat bersiap melemparkan tombak cahaya.

"Accel," gumam Issei menyebutkan nama sihirnya, lalu seketika itu juga Issei menghilang dan kepala Raynare langsung lepas dari badannya.

'Eh? …. Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa melihat tubuhku sendiri,' batin Raynare bertanya-tanya dan tak lama penglihatannya semakin memudar dan darah mulai memuncrat dari leher Raynare yang sudah tidak terhubung lagi dengan kepalanya.

Alhasil Issei melihat ke wajah Raynare yang tidak ada rona hidup itu lagi. Lalu, Issei meninggalkannya di sana dan pergi dari gereja terbengkalai.

Setelahnya Issei dapat SMS dari nomor tak dikenal

Ini aku Mizuno Amy, sahabat dari Usagi. Tadi di perjalanan pulang Usagi mengalami kecelakaan, dan sekarang dia ada di rumah sakit.

"Eh…?" Issei nampak kaget dan langsung mengirim pesan balasan pada Amy menanyakan lokasi rumah sakitnya.

Alhasil Amy memberikan lokasi tempatnya dan langsung saja Issei bergegas ke rumah sakit dan membeli buah-buahan jika dia sadar. Meski yang dibeli Issei hanya apel, jeruk, dan buah pir.

Kedua orang tua Usagi kaget melihat Issei, "Ano kamu siapanya putri kami?" tanya sang ibu penasaran.

"Em tumben sekali ada anak lelaki yang mengunjungi Baka Usagi," ucap Tsukino Singo, adik dari Usagi.

"Yaaa… bisa dikatakan saya temannya" ucap Issei

'meski aku berpura-pura menjadi pacarnya. Tapi aku tidak mau buat suasana runyam' pikir Issei dalam hati.

"Tapi dari pakaianmu, sepertinya kau anak SMA," ucap ayahnya Usagi.

"Ahahaha, begitulah, aku dan Usagi cuman teman curhat yang ketemuannya pas pulang sekolah aja," ucap Issei agak canggung.

"Begitu rupanya" ucap ayah Usagi.

"Terima kasih sudah mau datang menjenguk," ucap lembut mamanya Usagi.

"Aku kira kau pacarnya," tambah Singo asal Nyeletuk lagi.

Amy dan Rei hanya tertawa canggung. "Ehem, kami pergi pamit," ucap Rei sambil pergi bersama Amy. Amy nampak mengangguk paham dan bertekad untuk menyelidiki siapa musuh mereka, sekaligus memanggil 2 Anggota Sailor utama yang punya tugas yang sama dengan mereka.

Sementara itu Issei ia diam-diam menggunakan sihir penyembuhan dengan unsur cahaya untuk memulihkan perut Usagi yang berlubang.

'Kuharap ini bisa membantunya pulih' pikir Issei.

Yaaa selain dikenal orang mesum, Issei dikenal orang yang gampang marah jika temannya disakiti. Bahkan kalau dia mau, dia akan pakai senjata dari game monster Hunter untuk membasmi orang jahat.

Issei pun berlari sambil memanggil Amy dan Rei, "Hei Amy-san, Rei-san bisakah kalian diam sebentar, ada hal yang ingin aku tanyakan!" seru Issei.

Rei dan Amy pun berhenti, "Tanyakanlah," ucap Rei.

"Siapa pelakunya, aku bisa merasakan adanya bekas sihir di luka Usagi?" tanya Issei.

"Seperti yang aku duga, kau bukan orang biasa," gumam Rei.

"Aku yakin karena aku merasakan kau memiliki aura sihir juga tapi entah kecil atau besar. Bahkan kurasakan adalah itu kategori naga" ucap Rei menambahkan.

"Ya begitulah," tanggap Issei sambil memperlihatkan Gauntlet nya atau sacred gearnya.

"Apa sebenarnya kau ini?" tanya Amy yang tak menyangka ada manusia lain selain para Sailor yang punya kekuatan magis.

"Lebih tepatnya, di pihak mana kau berada?" tambah Rei

"Aku di pihak netral untuk saat ini. Karena aku tidak mau melibatkan orang lain ke hal supernatural" ucap Issei.

"Jika kamu menanyakan sebenarnya aku siapa.. bisa dikatakan kalau aku adalah manusia biasa yang kebetulan mendapatkan berkah sacred gear" ucap Issei menambahkan.

"Sacred Gear?" gumam pelan Rei.

Bersambung