Disclaimer
ハイスクール DxD - 石踏 一榮 High School DxD
Ishibumi Ichiei
Lumiel Kleinsterns (2)
.
.
Wanita berambut ungu panjang itu berjalan elegan menyusuri koridor.
Ada secercah kekhawatiran di hatinya setiap kali dia mengingat percakapannya dengan Azazel kemarin.
Dia mengkhawatirkan Azazel.
Meski Gubernur itu seorang bajingan sejati tetapi dia tetaplah rekan seperjuangannya. Ia cukup yakin kalau Azazel setidaknya takkan mati begitu saja. Pria itu seratus kali lebih susah mati daripada kecoak. Dia adalah orang yang seperti itu.
Hanya saja…
'Terakhir kali dia bermain-main dan berakhir kehilangan satu lengannya. Aku tidak boleh membiarkan si bodoh bermain-main lagi dan harus kehilangan satu-satunya kepalanya!'
Untuk mencegah hal itu terjadi, tentu saja dia harus mempersiapkan sesuatu dan lain hal, dan yang terpenting dia membutuhkan kekuatan.
Kekuatan yang bisa mendukung Azazel dari kedalaman bayang-bayang.
'Inilah saat-saat yang tepat untuk menyeret gadis itu ke lapangan!'
….Masalah kali ini bisa jadi 'sangat serius'!
Ini menyangkut Aliansi Tiga Fraksi, posisi Grigori di mata publik, dan terakhir tentang keamanan dunia.
Itulah mengapa dia mencari Lumiel—.
Benar.
Penemue sedang mencari Lumiel. Dia dengar kalau gadis yang 'tidak bisa Grigori tangani' itu masih menetap disini sejak kemarin.
Dia membutuhkan kekuatan yang dimiliki seseorang yang dipanggil [Zebel] itu!
Namun…
[![![![![BALANCE BREAKKKK!!!!!!!!!!]!]!]!]!]
[——BRRREEEEAAAAAKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!]
Penemue yang baru saja sampai di dekat tempat dimana Lumiel seharusnya berada, dia langsung disuguhi oleh teriakan-teriakan 'perang' yang bergema dahsyat di depan sana.
"Sepertinya Aku salah membiarkannya lepas dari pandanganku! —Ini bahkan baru sehari!"
Segera setelah itu, Penemue berbalik arah. Ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya yang ingin menyeret Lumiel ke sisi 'bayangan' Azazel. Dia kembali ke ruangan sementara-nya secepat kilat tanpa satu kali pun menengok ke belakang.
Lupakan soal mengkhawatirkan Azazel. Saat ini dia harus mengamankan dirinya sendiri terlebih dulu dan harus mengaktifkan sistem keamanan mutakhir di fasilitas baru ini sesegera mungkin.
Kalau tidak….….
.
—Beberapa saat sebelumnya—
[Pov]——!
.
"Jadi begini. Kamu harus melakukan ini, lalu ini, Itu dan ini—. Mengerti?"
"Aah, a-h?! Ja-Jadi begitu! A-ku mengerti! Terimakasih, Sensei!"
"Hmm. Aku tidak menyangka kalau kamu akan mengerti secepat itu. Baguslah. Kalau begitu, kalian lanjutkan sesuai instruksi."
"""Ba-Baiiiiikkkk!"""
Beginilah Aku—Lumiel di fasilitas baru milik Grigori yang didirikan di suatu pedalaman pegunungan di Jepang.
Aku menghabiskan hariku di tengah-tengah sekumpulan "Nephilim" pemula yang dilihat saja masih kurang dalam berbagai aspek. Mereka didominasi oleh remaja, muda-mudi tanggung dan anak-anak nakal. Jumlah mereka mencapai 47 orang. Jadi Aku sedikit memberikan mereka semacam 'pencerahan' yang sangat ampuh. Ini adalah [Resep Rahasia] milikku dalam menangani polemik yang seringkali dialami oleh pemilik Sacred Gear.
Aku memberikan mereka masing-masing satu rubik lalu memerintahkan mereka untuk memecahkan teka-tekinya dan mereka harus menyelesaikannya dalam waktu singkat di tempat duduk mereka.
Kali ini akan menjadi ronde ketiga.
"Sensei, kenapa cuma punyaku saja yang semakin banyak kotaknya? I-Ini tidak adil."
"Apanya yang tidak adil? Semuanya adil dalam cinta dan perang. Itu hanyalah rubik 64x64 tapi kamu sudah mengeluh begitu saja sebelum berusaha? Lakukan saja."
"Ma-Maafkan aku! Baik!"
Gadis kuning yang kulihat segera melakukan sesuai perintahku. Wajahnya tampak menyedihkan. Aku yakin dia pasti sangat kacau setelah terseret ke tempat orang-orang mesum dan aneh dari Grigori bermarkas. Gadis ini paling mahir menyelesaikan rubik diantara yang lainnya, oleh karena itu Aku memberikannya rubik extra.
"Seperti yang…. mungkin, sudah dijelaskan oleh seseorang? Hal pertama yang paling diperlukan untuk untuk mengakses kekuatan Sacred Gear adalah—"
"Uang yang banyak!"
"Kau benar, kepala hijau. Sekarang ambil rubik 32x32 dan selesaikan dalam waktu dua menit."
"Eeeeeeeeeehhh?!!!!"
"Siapa yang menyuruhmu menjawab, dasar anak nakal. Aku sedang menjelaskan."
Bocah yang tampak di usia anak SMP itu pun dengan lesu mengambil rubik yang tersedia di sisi aula.
"Dengar. Hal pertama yang diperlukan untuk dapat mengakses kekuatan Sacred Gear a—"
"Sensei! Aku sudah menyelesaikannya! Yay!"
Bruh—!
"""(ꏿ….….….….….ꏿ;)"""
Gadis berkepala kuning ini sungguh sesuatu. Dia bisa menyelesaikan rubik 64x64 dalam waktu kurang dari tiga menit.
"Hm, kamu cukup hebat. Sekarang lakukan skuat 50x."
"(ꏿ﹏ꏿ;)?"
Aku tidak peduli apakah kamu dan yang lainnya bingung, atau tidak senang karena tidak bisa melakukan protes—.
"Apa yang kau tunggu? Cepat lakukan skuat."
Dan, kemudian gadis itu melakukan apa yang disuruh di sisi aula sementara yang lainnya melihat dengan tatapan mengejek dan terlihat hendak tertawa, namun mereka pun akhirnya sadar kalau mereka juga tidak bisa mengeluarkan suara mereka.
Rasakan 'Sihir Pembungkam Mulut'-ku itu!
Hmph!
"Dengar. Hal pertama adalah bakat. Kedua kreativitas. Ketiga imajinasi. Keempat keinginan. Kelima tekad. Keenam kerja keras."
Pertama-tama, Aku menuliskan keenam kata tersebut di papan tulis di belakangku menggunakan sihir.
Yang pertama [Talent]. Aku menulisnya pada titik dimana arah Jam 1. Kedua, [Creativity] di posisi Jam 3. Ketiga, [Imagination] di posisi Jam 5. Keempat, [Desire] di arah Jam 7. [Willpower] di titik Jam 9. Terakhir yang Keenam, [Struggle] terletak di posisi dimana Jam 11 berada.
Aku lingkari Keenam [Kata] tersebut dimana akan tampak seperti sudut hexagon. Terakhir aku membuat sebuah lingkaran di tengah-tengah Keenam [Kata] tersebut dan dengan sengaja Aku biarkan kosong tanpa kata.
.
(Struggle) — (Talent)
(Willpower) — (.….….) — (Creativity)
(Desire) — (Imagination)
.
#[Mizkevna: Fu*ck illustration!! *Nangis!]
.
Semua orang memperhatikan dalam diam, melihat ke arah papan tulis dengan baik-baik dimana terlihatlah wajah-wajah penasaran mereka.
Bagus.
Aku pun melanjutkan,
"Seorang pemilik Sacred Gear yang berbakat cenderung lebih cepat berkembang daripada mereka yang tidak memiliki bakat tertentu. Akan tetapi, menjadi terlalu berbakat tidak selalu berarti baik."
Aku membuat garis dari [Talent] kemudian menghubungkannya ke [Desire].
"Bagi mereka yang terlalu berbakat biasanya akan mengalami kebuntuan parah ketika tidak tahu apa lagi yang harus mereka perbuat. Kenapa? Karena [Talent] mereka, mereka menjadi terlalu mudah menggapai [Desire]. Seringkali, orang-orang yang terlalu berbakat tidak sadar kalau mereka memiliki tingkat [Creativity] yang tinggi dan [Imagination] yang kuat sehingga cenderung mengabaikan dua hal tersebut dan tidak tahu cara memaksimalkan potensinya sendiri. —Sebagai catatan, ini hanya berlaku pada orang-orang berbakat yang ceroboh."
Aku buatkan garis dari [Struggle] ke [Imagination] lalu [Willpower] kemudian ke [Creativity] dan mengakhirinya di [Desire] sebagai titik perhentian.
"Adakah dari kalian yang mengerti?"
Aku bertanya dan mengangkat tangan, lalu seseorang mengikuti isyarat yang ku berikan dengan mengangkat tangannya.
"Yup, kau lagi. Rambut hijau yang kepalanya mirip nanas, coba jelaskan."
Snap!!
Aku melepaskan sihir pembungkam padanya agar ia bisa mengatakan apa yang dipahami. Dan bocah berkepala hijau itu pun dengan kikuk berkata,
"A-pa itu artinya, yang tidak punya uang harus mati-matian untuk mencari makan?"
'Damn!'
"….….Terdengar seperti suara orang miskin. Tapi analogi si kepala hijau cukup akurat."
"(ꏿ﹏ꏿ;)"
Setelah acara ini selesai, sepertinya Aku harus memberi anak nakal itu sepeser uang.
"Sementara mereka yang tidak mempunyai [Talent] yang tinggi, kalian terlalu banyak berkhayal saat menginginkan sesuatu. Dasar orang-orang tidak berguna."
"….….….….….….…."
'….….Kenapa jadi kami yang kena omel?'
"Lalu bagaimana cara mengatasi kesenjangan di antara mereka dengan yang 'berbakat'? Benar, [Struggle]. Jangan cuma [Imagination] oke? Tetapi harus diimbangi [Willpower] agar dapat mengembangkan [Creativity] untuk menggapai [Desire]."
Snap!!
"….….….….….….….!?"
Kupikir mereka lebih baik diam seperti tadi. Jadi, Aku pun menjelaskan lebih jauh,
"Untuk menggapai [Desire]— seseorang yang mempunyai bakat biasa-biasa saja akan harus bekerja lebih keras. Kalau hanya bisa berkhayal, maka levelmu jauh sekali di bawah mereka yang mempunyai 'mental illness'. Bila diibaratkan, mereka seperti seorang "Kaisar"! Imajinasi mereka diluar nalar! Mereka 'hidup' di dalam imajinasi itu sendiri!"
Aku buat garis lainnya dari [Desire] ke [Talent] kemudian membuat ujung garisnya seperti anak panah pada 'Lingkaran Kosong' yang ada di tengah.
"Imajinasi adalah suatu keinginan terpendam yang dimiliki setiap orang. Itu bisa mengalir begitu saja kemudian dilupakan, atau dengan [Struggle] dan [Willpower] yang seimbang akan menciptakan kemungkinan luar biasa untuk menggapai [Desire] dimana kamu akan menggunakan segala kemampuan serta daya pikirmu, sehingga merangsang dirimu untuk mengembangkan [Creativity] milikmu untuk mewujudkan sebuah [Imagination] menjadi kenyataan."
Saat itulah, Aku akhirnya mengisi 'Lingkaran Kosong' tersebut dengan menuliskan Tiga Kata:
[Kegilaan] [Keajaiban] [Fenomena]
"Bagi mereka yang tidak mempunyai [Talent] luar biasa, sebenarnya adalah: 'Bakat' mereka terpecah menjadi [Struggle] [Imagination] [Willpower] [Creativity]."
Clap! Clap! Clap!
Aku bertepuk tangan untuk menarik atensi mereka, pada saat yang juga melepaskan sihir yang membungkam mulut mereka.
"Dengar! Jika kalian merekap keempat hal tersebut, bukan cuma akan berhasil untuk menggapai keinginan, bahkan mengalahkan orang yang berbakat akan menjadi sepele. Belum lagi kalian akan bisa memukul balik para bajingan yang telah membully kalian selama disini!"
Terbakar! Terbakar! Terbakar!
Semua orang tiba-tiba berdiri dengan mata mereka yang tampak menyala terbakar! Itu, agak membuatku senang.
Momentumnya sudah bagus, tinggal sedikit memberi sentuhan akhir agar mereka bisa melesat bagaikan rudal—.
"Be-Benarkah itu?!"
"Apa itu artinya Aku bisa membalas mereka juga!?"
Aku mengangguk, "Kalian benar."
"Begitu ya! Jadi Aku bisa menampar wajah mereka menggunakan uang setelah Aku berhasil merampok mereka!"
——?!
"Aku! Aku juga! Akan kuikat mereka dan melakukan ini dan itu dan itu seperti yang telah mereka lakukan padaku! Khuhihihiiiii!!"
"Rebus! Rebus! Rebus! Aku harus merebus sesuatu! Benar! Ini giliran mereka! Akan kurebus kaliaaaannnn! Hukyahahahahaha!!!!!"
—Ini mulai gawat.
Semua orang mulai bergumam sesuatu seperti sedang menyusun rencana yang terdengar sangat berbahaya! Mereka tak segan-segan mulai menunjukkan perasaan frustrasi terpendam mereka ke permukaan!
Padahal Aku belum selesai menjelaskan [Resep Rahasia]-ku untuk mengatasi polemik mereka mengenai Sacred Gear. Antusiasme mereka sudah melebihi harapanku!
Aku bahkan tidak perlu menggunakan kekuatan ‹Itu› untuk merangsang mereka?
—Tidak buruk!
Siapa sangka kalau sekumpulan Nephilim bak kentang goreng kecil ini sebenarnya adalah sekelompok jenius! Mereka jenius karena mereka cepat tanggap terhadap 'pencerahan' yang Aku paparkan!
Clap! Clap! Clap!
Karena aula ini mulai dipenuhi aura-aura yang terasa 'gawat' dan abnormal, sekali lagi Aku bertepuk tangan untuk menarik atensi mereka.
"Semuanya! Dengarkan kata-kataku! Ingat ini baik-baik! Ulangi setelahku!"
""""""Yeah!!! Sensei!!!""""""
Terbakar! Terbakar! Terbakar!
"Bakat tidak perlu! Struggle adalah gayaku—"
"Uang nomor satu!"
"——Benar. Tambahkan itu juga! Ayo ulangi!"
Lalu,
"BAKAT TIDAK PERLU! STRUGGLE ADALAH GAYAKU! UANG NOMOR SATU!!"
"Lagi!"
"BAKAT TIDAK PERLU! STRUGGLE ADALAH GAYAKU! UANG NOMOR SATU!!"
"Sekali lagi!"
""BAKAT TIDAK PERLU! STRUGGLE ADALAH GAYAKU! UANG NOMOR SAATUUU!!!""
"——SAATUUUUUUUU!!!!!!!!!"
"Mulai saat ini kalian adalah orang-orang [Grigori Sejati]! Bagus! Katakan apa yang ada dalam diri kalian saat ini secara bersamaan! Inilah saatnya bagi kalian membalas para pembully! Menggila lah! —Sekarang!!"
[![![![BALANCE BREAKKKK!!!!!!!!!!]!]!]!]
[——BRRRREEEEEEEAAAAKKK!!!!!!!!!]
[UUOOOOOOOOOOOOHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! SEEEERRRBUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!]
.
Pada hari itu, fasilitas Grigori yang baru dibuka belum genap seminggu, tenggelam dalam kekacauan!
45 pengguna Sacred Gear yang baru mampu mengaktifkan mode "Balance Breaker"-nya tiba-tiba mengamuk di berbagai sisi fasilitas tersebut sambil meneriakkan kalimat "[Bakat tidak perlu! Struggle adalah gayaku! Uang nomor satu!]" seolah-olah telah kehilangan akalnya!
Kabarnya, mereka frustrasi karena tidak bisa menyelesaikan sebuah permainan teka-teki yang bernama [Rubik].
Ajaibnya, tidak ada korban jiwa! Namun korban luka tidak dapat dihindari.
Iitu menjadi sejarah baru di 'Grigori' dimana puluhan pemilik Sacred Gear secara serentak mampu mengaktifkan mode Balance Breaker mereka untuk pertama kalinya. Menjadikannya kabar baik sekaligus buruk bagi Grigori.
Karena insiden itu akhirnya mereka disebut sebagai [Generasi «Anjing-Gila»]!
.
——[POV End]!!!
.
.
.
.
.
Malam Hari Kemudian—
.
Ada lingkaran hitam di mata Penemue. Ia menatap punggung kecil di balik jas lab putih di depannya dengan wajah lelah.
"Lumiel. Kamu sudah mau pergi lagi?"
Berbalik.
"Aku harus pulang. Entah ke mana."
—Syukurlah!
Pada saat yang sama dia juga merasa sedikit menyesal karena tidak bisa membujuk gadis bermata kuning keemasan itu untuk tetap tinggal.
Kalau boleh jujur, Penemue tidak ingin gadis itu tinggal disini lebih lama lagi ketika dirinya yang sedang bertugas disini.
Bayangkan! Baru dua hari—! Baru dua hari di fasilitas ini saja Lumiel sudah mengacaukan tempat ini secara signifikan menggunakan 'pasukan' dadakan yang dikumpulkannya di sela-sela kegabutannya!
Untung saja ada rekan Penemue yang lain disini.
Berkat si idiot Armaros yang melakukan 'lure' kepada semua peserta yang mengamuk, dia berhasil mengumpulkan «Anjing Gila» dalam satu perangkap hingga, entah bagaimana, itu berhasil untuk menjatuhkan mereka semua, sekaligus.
Sayangnya mereka tidak dibiarkan bernafas lega secepat itu.
Karena…
Para pemilik Sacred Gear lain yang melihat aksi «Anjing Gila» tiba-tiba termotivasi untuk melakukan hal serupa. —Akhirnya kekacauan meluas kemana-mana.
Butuh seharian untuk menghentikan semua kekacauan yang terjadi!
Sialan!
Memang tidak ada korban jiwa. «Anjing Gila» dan pemilik Sacred Gear lainnya tampaknya tidak memiliki keinginan untuk melakukan pertempuran berdarah-darah. Mereka hanya merusak beberapa fasilitas yang sebelumnya telah digunakan terhadap mereka, dan juga mereka menangkap para peneliti yang telah menggunakan mereka, pemilik Sacred Gear, sebagai subjek penelitian, untuk melakukan pembalasan dendam!
Sebagian peneliti pun mengalami trauma. Sementara yang lainnya malah menyambut dan bersemangat, mereka bersenang-senang di dalam kekacauan itu.
Salah satunya adalah —Sahariel.
Beruntunglah semua itu bisa diselesaikan dengan baik. Walaupun Penemue harus merasakan lelah secara mental.
Jadi, disinilah dirinya saat ini, beradu tatap dengan sang pelaku utama dibalik insiden amukan «Anjing Gila» dan pemilik Sacred Gear lainnya.
.
"Hei, Lumiel. Apakah ada yang ingin kamu tanyakan kepada Azazel?"
"Yah, kamu tahu—"
Perasaan Penemue tiba-tiba tidak nyaman melihat ketenangan pada iris keemasan itu.
"Beberapa tahun ini Aku mulai berpikir kalau kehidupan normal sangat cocok untukku. Itu cukup menyenangkan. Ketika orang-orang yang tidak kukenal menjadi begitu bahagia setelah diberikan pertolongan kecil, fufufu."
Lumiel tertawa kecil, tawa yang benar-benar mengandung kebahagiaan, sama seperti apa yang diungkapkannya.
Namun…
"….Mereka, tiba-tiba lenyap."
Stare!!
—!! Jantung Penemue berdegup.
Ekspresi Lumiel seketika berubah menjadi datar, iris kuning keemasannya menatap hampa dan kosong.
Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena sedetik kemudian, ekspresi Lumiel telah kembali seperti sebelumnya.
"Kupikir itu akan ada hubungannya dengan Grigori, entah bagaimana, seperti waktu itu…? Ternyata tidak. Jadi aku harus mencari petunjuk di tempat lain."
"Apa yang… sebenarnya terjadi?" Penemue, bertanya dengan nada bingung. Dia melihat ada setitik kesedihan di dalam iris keemasan itu.
Lumiel menggeleng pelan, lalu berkata singkat,
"Ini urusanku."
—Grigori tidak ada hubungannya dengan menghilangnya Rumah Sakit itu. Dia sudah memastikannya.
Tentu saja dia tidak akan mengatakan hal tersebut kepada mantan atasannya.
Penemue mengangguk. Dia mengerti kalau Lumiel tidak akan memberitahukan apapun padanya, sekalipun dia memaksa, Penemue takkan pernah mendapatkan jawabannya.
Setidaknya…
"Kalau kamu mencari Azazel, dia biasanya ada di Kota Kuoh akhir-akhir ini."
Entah masalah apa yang sedang Lumiel hadapi, untuk kali ini, biarkan Penemue membantunya. Walaupun hanya secuil informasi.
"Wilayah yang sebelumnya dipegang Iblis dari Kebangsawanan Belial? Ah… benar."
Lumiel mengangguk, dia ingat.
Kota Kuoh adalah tempat dimana pertama kali terbentuknya Aliansi Tiga Fraksi. Tempat dimana sebelumnya dikuasai oleh Iblis dari Keluarga Belial. Tempat dimana Kokabiel—, menyerang penguasa Kota Kuoh saat ini, yang mana itu adalah adik perempuan Maou Lucifer.
"Baiklah. Aku akan berkunjung, kalau masih sempat."
"Huh, apa yang kamu bicarakan? Bagaimana mungkin tidak sempat kalau kamu bisa hidup sangat lama."
"——Yup, kamu benar."
Sebuah lingkaran sihir putih bersinar di bawah kakinya. Lumiel memberikan seringai mengejek kepada Penemue, sesaat kemudian dia hilang ditelan cahaya transportasi.
Penemue yang tinggal di dalam ruangannya, menarik nafas panjang, lalu membuangnya sekaligus dengan perasaan lega.
"Syukurlah dia pergi."
Meski demikian ada sedikit keraguan dalam diri Penemue ketika melihat suasana Lumiel samar-samar sedikit berubah setelah nama Kota Kuoh disebutkan. Lokasi dimana Aliansi Tiga Fraksi bermula….….….
"….…."
Baru pada saat itulah Penemue sadar akan sesuatu. Dia pun menutup wajahnya dengan tangan diiringi perasaan bersalah dan lelah…
"Bisa-bisanya Aku melupakan hal yang begitu mendasar begitu. Ya Tuhan—ouch!"
Perlu diingat; Malaikat Jatuh, bahkan yang setingkat Penemue sekalipun, tidak diizinkan untuk menyebutkan nama Sang Pencipta-Nya begitu saja atau kepalamu akan terasa seperti disengat listrik.
.
.
.
.
.
.
—Meanwhile—
.
[——Ini mengejutkan. Hm, sudah lama, ya?]
"Yup. Bagaimana menurutmu?"
[Aku sebenarnya cukup terkejut—. Orang yang sudah lama tidak terdengar tiba-tiba saja menghubungiku. Bagaimanapun kontrak kita sudah putus. Tapi kalau kamu mau membuat kontrak denganku yang sekarang, pasti… Hm, Aku bicara terlalu jauh.]
"Kau benar. Sekarang kau menjadi sangat populer—. Omong-omong, kudengar sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi di sisimu? Aku memang tidak begitu mengerti. Tapi, kupikir saat ini Aku mengalami hal yang agak mirip sekarang."
[….….….Itu salam yang buruk.]
"Begitukah?"
[Lupakan saja. Adakah yang bisa kubantu? Anggaplah saja ini sebagai balas budiku.]
"Aku tidak bisa membantumu saat "itu". Kau tidak perlu melakukan sesuatu yang manusia biasanya akan lakukan. Dasar 'Iblis'."
[Hahaha, hanya karena diriku 'Iblis' bukan berarti Aku tidak tahu melakukan balas budi. Bukankah benar begitu, Nona Penyihir yang terhormat?]
"Sudah kuduga, kau memang Iblis dengan bakat yang aneh."
[Tidak tidak tidak, kamu salah. Kebanyakan Iblis dari masa sekarang kemungkinan akan sama sepertiku. Jadi "Aku normal." Begitulah.]
"Kau menginspirasi Iblis iblis muda, akan jadi aneh kalau menyebutmu 'normal', lagipula—. Yah, aku tidak peduli sih."
[Hmm…. Sayang sekali semua [Piece] yang ku milikku sudah terpakai. Aku masih berharap kamu mau masuk ke Kebangsawanan-ku.]
"Aku akan tetap menolaknya, kau tahu kan?"
[——Benar. Tapi tidak ada salahnya mencoba peruntungan. Ya. Maukah kamu berkunjung sebagai Tamu Kehormatan ke kediamanku? Akan ada pertandingan yang menarik besok. Apalagi Aku diundang sebagai komentator.]
"Terdengar mencurigakan."
[Oh, ayolah. Sigh. Sudah lama aku tidak bisa berbicara sesantai ini. —Akhir-akhir ini semua orang terlalu sulit untuk dihadapi.]
"….… Kau terdengar putus asa."
[Aku seorang selebriti.]
"Iyuuh~. Baiklah. Aku akan berkunjung sebagai orang baru. Tidak apa-apa kan?"
[Tidak masalah! Selama kita bisa mengobrol. Jadi bagaimana atau "nama" apa yang harus Aku pesan untukmu?]
"Aku tidak yakin, tapi pakai saja [Minami]."
[Hahaha, apa akhir-akhir ini budaya Jepang begitu menarik? Bahkan kamu menggunakan nama seperti orang Jepang. Kupikir kamu akan menggunakan sinonim dari namamu, 'Magician «Zebel»' itu.]
"Heei. Aku sudah cukup lama disini. Apa salahnya memanfaatkan keadaan?"
[Huh, serius?! Jadi, kamu masih di tempat itu sejak saat "itu"?]
"Tidak. —Tidak terlalu jauh."
[————Sekarang Aku mulai mengerti kenapa kamu tiba-tiba menghubungiku. Kamu terlalu mengerikan, Nona Lumiel.]
"Cukup. Kirim saja 'surat izin masuk' ke rumah jelekmu ini."
[?! Maaf kalau rumahku jelek. Akan ku kirim orang-ku segera. Sialan. Mendadak sekali—]
.
Lumiel mendengus geli.
Lingkaran sihir komunikasi itu diputus dari sisi lain.
Dia tidak menyangka kalau seorang Iblis terkenal sekaligus mantan kontraktor-nya yang sudah cukup lama tidak saling sapa masih begitu 'ramah' kepadanya.
Ia memandang 'perkotaan' di bawah sana dengan iris kuning keemasannya yang bersinar redup dengan tatapan agak tertarik.
"Ini sedikit berubah dari terakhir kali. Tapi masih sedikit tertinggal dari yang lain."
Apa yang tampak di depan matanya adalah wilayah pusat milik Iblis bangsawan dari [72 Pillars].
Benar—.
Saat ini Lumiel berada di Underworld lebih tepatnya di wilayah Dunia Iblis. Tentu saja, setiap perjalanan antar wilayah biasanya akan dijaga ketat. Tapi dia masuk ke wilayah Iblis secara rahasia dan tanpa seizin penguasa setempat melalui 'jalur tikus' di sekitar sini.
Tak berselang lama,
Sebuah sihir transportasi muncul di dekat Lumiel.
Dari lambangnya, dari warnanya, dan siapa pria berambut abu-abu yang muncul di depannya, membuat Lumiel mengangkat alis, lalu berkata,
"Siapa sangka kalau Kepala Keluarga sendiri yang datang. Bukannya kau bilang akan mengirim orang-mu?"
Pria gagah bermata abu-abu itu tersenyum acuh mendengar ejekan Lumiel, kemudian membalas dengan santai,
"Ini juga menyangkut popularitas. Jadi, Aku berubah pikiran. Kuharap kamu tidak tersinggung."
"Aku bahkan tidak peduli."
"Aku tahu kamu akan mengatakan itu, bagaimanapun. Silakan."
Lumiel mengangguk dan mendekati pria itu dalam diam, lalu— keduanya pun menghilang dari sana ditelan cahaya transportasi.
.
.
—TBC—
