Disclaimer

ハイスクール DxD - 石踏 一榮 High School DxD

Ishibumi Ichiei


Lumiel Kleinsterns (3)


.

.

[Underworld – Kota Langit : Agares]

Hal ini terjadi saat Azazel hendak menuju tempat dimana ia akan menjadi pembicara dalam sebuah acara yang saat ini menjadi sangat dinantikan oleh orang-orang dari berbagai golongan berbeda, khususnya di masyarakat iblis. Yaitu, [Rating Game].

"Ini pertama kali kita bertemu—. Senang bisa bertemu dengan anda, Gubernur Jenderal-dono."

"Ahh… yah. Kau tampak luar biasa seperti yang dirumorkan. Melihatmu disini secara langsung membuatku sadar kalau rumor yang tersebar punya banyak kekurangan."

Azazel membalas santai pada pria anggun dan gagah berambut abu-abu bermata abu-abu di depannya. Pria itu tidak lain adalah——

[The Emperor]

[The Champion of the Rating Game]

Diehauser "Emperor" Belial.

Orang yang tidak pernah mengalami kekalahan sejak kemunculan pertamanya dalam [Rating Game].

Si Peringkat Satu.

Pertemuan mereka di koridor ini benar-benar tidak disengaja. Azazel bahkan menyadari hal itu cukup jelas. Namun pemuda berambut abu-abu itu, Diehauser Belial, membuat ekspresi terganggu yang menyebabkan Azazel mengernyit heran.

"Maaf menunjukkan sesuatu yang tidak sopan. Gubernur-dono."

Azazel diam-diam memperhatikan Emperor Belial yang merogoh sesuatu dibalik jubahnya dan…

"Ada seseorang yang menitipkan 'ini' padaku untuk anda."

…Sebuah amplop kecil.

Kerutan di wajah Azazel semakin dalam melihat Emperor Belial menyerahkan amplop tersebut pada dirinya.

Masih jaman kah mengirimi seseorang sebuah surat? Setelah berpikir sebentar, Azazel pun menerimanya. Ia tidak lantas membuka, melainkan memandang sang Emperor dengan seringai tipis.

"Sepertinya dari seseorang yang sangat penting, mengingat siapa yang dia kirim kepadaku hanya untuk mengantar sebuah pesan?"

'Orang macam apa yang bisa-bisanya membuat Champion tak terkalahkan dan begitu dihormati di masyarakat iblis harus melakukan pekerjaan seperti mengantar surat?!'

Azazel mulai berpikir kalau pertemuan mereka bukan tidak disengaja tetapi sudah direncanakan oleh seseorang, seseorang yang berada di belakang Emperor Belial.

Namun…

Diehauser Belial tersenyum dan menggeleng pelan lalu kemudian menyatakan sesuatu dengan nada yang terdengar terganggu,

"Aku hanya diminta seseorang untuk memberikan itu kepada 'orang penting yang pertama kali kau temui di acara ini'—. Tampaknya pertemuan kita sudah diprediksi akan terjadi."

Azazel menyipitkan matanya. Tapi tak ada satu kebohongan pun yang bisa ia temukan dari sang Emperor.

"Jika Gubernur-dono penasaran, orang itu ada di arena sebelah. Orang itu bilang, tontonan di sana kurang perhatian. Kalau begitu, Aku akan pergi ke tempatku dulu."

Dengan demikian, Emperor, Diehauser Belial berjalan melewati Azazel, meninggalkan sang Gubernur Malaikat Jatuh yang termenung dalam pemikiran tidak pasti.

Kecurigaan dan kekhawatiran bercampur menjadi satu—.

Setelah memastikan keadaan sekitar, sepi. Sang Gubernur tersebut segera membuka amplop kecil tersebut.

Benar saja, itu sebuah surat. Sungguh metode yang aneh mengirimi Pemimpin Tertinggi Grigori sebuah pesan yang sangat sederhana.

Namun… begitu Azazel selesai membaca isi pesan yang ditulis pada secarik kertas itu, mendadak dia kehilangan tenaga di tangannya.

.

[Azazel.—tidak. Haruskah ku panggil "Paman" saja? Setelah urusan kamu selesai, mari bertemu. Jangan sembunyi-sembunyi lagi. Aku tahu kalau kamu akhir-akhir ini menghindariku. Aku hanya ingin bicara sedikit…

[Princess of the Crows]—.]

.

Kertas itu terlepas dari tangan Azazel. Namun sebelum itu jatuh menyentuh lantai, itu berubah menjadi cahaya yang mengambil bentuk seperti seekor burung kecil dan menguap kemudian.

Azazel berdiri di sana dengan wajah blank.

Dari penyampaian kata-katanya yang lugas dan tanpa basa-basi serta tampak tidak berperasaan, tidak salah lagi kalau pesan itu memang berasal dari gadis itu! Tidak ada di antara orang-orang Grigori yang berani menggunakan kode; [Princess of the Crows] kecuali yang asli.

Siapa lagi kalau bukan ‹Lumiel›!

Azazel mendesah dalam. Aku sudah tidak bisa lari lagi, pikirnya pasrah.

Sepertinya, sudah waktunya untuk menarik garis di antara mereka dan memperjelas situasinya. Dia tidak bisa terus-terusan menghindarinya. Ada tanggung jawab besar yang diembannya, sebagai Pemimpin para idiot.

Sambil berjalan menuju ruang VIP–nya sendiri, Azazel memikirkan bagaimana caranya menghadapi gadis itu nanti.

Secara pribadi, Azazel menganggap kalau Lumiel itu… menyeramkan. —seperti [Bug] pada sistem. Selain keberadaannya yang tidak terduga, sangat sulit untuk mem-"fix"-nya. Gadis itu bisa menjadi sumber pengaruh positif atau malah sebaliknya dengan cara yang aneh. Sementara orang-orang akan sangat kesulitan untuk dapat mempengaruhi maupun untuk mengerti jalan pikirannya.

Bahkan bagi Azazel, dekat-dekat dengan Lumiel hanya akan menyebabkan dirinya terjatuh dalam keadaan yang tidak pasti. Meskipun Azazel bisa saja mempersiapkan beberapa pencegahan untuk menghadapi Lumiel, akan tetapi…

Kalau dipikir-pikir lagi…. Seandainya dia dan Lumiel berada di sisi berlawanan, misalnya si gadis menjadi bagian organisasi teroris Khaos Brigade, dapat dipastikan kalau Azazel lah orang pertama yang akan diincar Lumiel.

Bukannya Azazel narsis atau apa tapi memang begitulah si Penyihir «Zebel» yang terkenal itu akan memperlakukannya—!

Sebagaimana Lumiel sering mengatakan kepada Azazel, gadis itu memandang Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh sebagai "Ancaman yang pertama harus dihapuskan!" kalau-kalau mereka menjadi musuh.

Azazel sama sekali tidak ingin menjadikannya musuhnya!

Sungguh!

Kalau mereka bertarung, sekalipun dirinya adalah Pemimpin Grigori, kecil kemungkinannya untuk menang melawan Lumiel satu lawan satu. Tidak. Bahkan jika Azazel menyiapkan berbagai macam kartu rahasia dan strategi terbaiknya, persentase kemenangan melawan Lumiel paling tinggi hanya akan mencapai angka lima puluh.

Selain itu, Lumiel juga menyimpan terlalu banyak hal yang tidak pasti di balik lengan bajunya.

Seseorang yang sejak awal menganggap Azazel sebagai orang yang harus diwaspadai, bukankah setidaknya dia pastinya akan atau sudah mempersiapkan berbagai hal menakutkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk?

Karena itulah, sekali lagi, Azazel sama sekali tidak ingin menjadikan Lumiel sebagai musuhnya! Dia lebih baik harus melawan Dragon-God ketimbang melawan Lumiel! Karena Dragon-God-sama pasti akan lebih berbaik hati padaku, pikirnya, kalau dibandingkan Lumiel!

Lumiel memiliki pikiran yang tajam. Azazel tidak bisa lengah di dekatnya. Saking tajamnya, orang lain, khususnya rekan seperjuangannya, seringkali menuduh kalau sebenarnya Lumiel adalah putrinya.

Padahal bukan—.

Namun, karena itulah dia bisa menyandang julukan [Tuan Putri Gagak].

'Omong-omong… Aku penasaran hubungan apa yang dia miliki dengan si Champion itu?'

Azazel menebak satu atau dua hal. Namun kalau dia ingin mengetahuinya, tidak ada jalan lain kecuali harus menanyakannya sendiri.

'Penyihir dan Iblis, ya? Haaaaaah….'

Azazel mendesah panjang.

Dia sedikit gugup membayangkan akan jadi seperti apa pertemuannya dengan Lumiel nanti. Selain itu, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Mempererat Aliansi dan mempertahankannya. Memperhatikan dan memperbaiki hubungan antar berbagai golongan. Merencanakan sesuatu. Menyiapkan berbagai hal. Menghadang gerakan organisasi teroris Khaos Brigade. Dan… anak asuhnya yang merepotkan yang entah berkeliaran dimana.

'Vali——. Haaaaaah.'

Lagi. Azazel mendesah lebih panjang.

Yang terakhir benar-benar mengkhawatirkan bagi Azazel. Dia tahu kalau anak asuhnya yang kabur dari Grigori itu, dan bergabung dengan organisasi teroris Khaos Brigade hanya akal-akalannya untuk mengelabui semua orang.

Bocah nakal itu pasti sudah mengetahui sesuatu yang tidak pernah dibayangkan. ——Dia pastilah ketakutan dan merasakan perasaan bersalah.

'Sebaiknya kamu tidak muncul sebelum aku berbicara dengan Lumiel sampai situasinya dan kemunculannya yang tiba-tiba menjadi jelas.'

Saat ini, Azazel harus menghadiri pertandingan Rating Game antara kelompok dua bangsawan iblis muda yang disebut Rookie Four.

[Tim Rias Gremory VS Tim Sairaorg Bael]

Dibalik semua itu, ini akan menjadi pertempuran proxy antara [Faksi Maou] vs [Faksi Great-King] yang melibatkan anak-anak muda.

Untuk terakhir kalinya, Azazel mendesah pelan. Sungguh iblis memang sesuatu, pikirnya heran, anak-anak saja libatkan dalam permainan politik.

.

.

.

(Ps: Setelah dari sini adalah [Skip] ke waktu setelah Rating Game Tim Rias Gremory -VS- Tim Sairaorg Bael seperti di LN Jilid 10, atau Season 4 di animenya.

Pemenang: Tim Rias Gremory yang diperkuat oleh Sekiryuutei! Hyoudou Issei!)

.

.

.

Pertandingan Rating Game di arena lain antara Tim Sitri melawan Tim Agares awalnya berjalan cukup normal—.

Peraturan permainannya adalah memperebutkan dan mengumpulkan bendera. Tim yang memiliki bendera terbanyak lah yang menang. Permainan juga bisa berakhir kalau [King] tim lawan dikalahkan.

Keduanya sama-sama memainkan strategi yang tepat, dan sesuai dengan peran masing-masing kemampuan anggota timnya.

Tim Sitri sedikit lebih unggul dalam hitungan jumlah bendera. Tim Agares unggul di jumlah anggota yang tersisa.

"Ini berjalan cukup menegangkan. Menurutmu tim mana yang akan menang?"

"[King] dari Arcduke agak asal-asalan. Sedangkan [King] adik Maou terlalu kaku. Meskipun kedua tim sama-sama ingin memenangkan Game, kalau begitu, mereka harus membalikkan papannya."

"Ufufu, dengan kata lain, pada akhirnya akan berakhir seperti itu. —Itu artinya…?"

"Pemenang ditentukan berdasarkan pengalaman nyata."

Itu adalah percakapan singkat yang terjadi di antara dua orang yang menonton dari tempat VIP—.

Game terus berlanjut.

Lalu, sebuah gebrakan baru mulai dilakukan oleh Tim Agares. [Queen] dari Tim Agares, tiba-tiba berubah menjadi seekor monster bertubuh panjang dengan sepasang sayap serta sisik hijau gelap memenuhi sekujur tubuhnya. [Queen] Tim Agares ternyata adalah seekor naga.

Karenanya, anggota Tim Sitri yang tereliminasi pun bertambah. Dengan cepat situasi berbalik ke Tim Agares yang lebih diunggulkan.

Namun…

Salah satu [Pawn] dari keanggotaan Tim Sitri tiba-tiba berubah menjadi seekor ular naga hitam yang mengamuk.

Api hitam berkobar secara acak.

Tidak hanya membuat report Tim Agares, [Pawn] yang berubah menjadi naga hitam itu juga mengacaukan strategi Tim Sitri.

Pertandingan [Scramble Flag Game] yang awalnya penuh taktik dan strategi yang baik berujung menjadi pertempuran habis-habisan antara kedua Tim.

Penonton yang semula menikmati pertandingan santai dengan wajah lurus berubah menjadi heboh. Sorak-sorai seketika memenuhi tribun penonton yang cukup sepi.

"Ini baru yang namanya pertempuran!"

"Majuu! Hajar mereka! Dragon King!!!"

"Hei! Itu hanya Dragon King yang ngamuk nggak jelas! Pasti nona Muda kami lah yang akan menang!"

"Itu bener!"

"Tim Sitri! Kalian jangan kalah!"

"Ya! Benar! Ayo menanglah nona Muda! Seekvaira-sama!"

"Kami mendukungmu! Seekvaira-sama!"

Karena Rating Game ini berlangsung di Pulau Terbang milik Agares, tentu saja, meskipun tidak begitu ramai, kebanyakan penonton yang hadir adalah pendukung Tim Agares! Meski begitu, sebagian kecil penonton tampaknya ada juga yang mendukung Tim Sitri. Sebagian yang lainnya lagi adalah orang-orang yang menikmati pertarungan habis-habisan semacam ini.

"Keseruannya sedikit telat."

"Ufufu, Aku kehabisan kata-kata."

Salah satunya adalah, —Lumiel.

Dan seseorang yang duduk tidak jauh di sebelahnya tersenyum. Ia melirik ke arah Lumiel yang matanya tampak memancarkan sinar keemasan redup. 'Apa dia melakukan sesuatu?' pikirnya skeptis.

Dia tersentak saat tiba-tiba saja Lumiel menoleh ke arahnya kemudian berbicara pelan.

"Kuharap, kau tidak melupakan itu."

'Itu sebuah peringatan, huh?' Dia pun tersenyum seraya berkata,

"Aku tidak mau kehilangan sumber informasi terbesarku, bagaimanapun. Tentu saja. Aku akan melakukan yang terbaik. Ini harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan informasi yang selalu kamu berikan."

Lumiel—mengangguk kecil. Dia memandang wanita iblis di sebelahnya tanpa ekspresi. Berpikir dalam diam. Tak lama kemudian pandangannya kembali menatap ke layar monitor besar yang menayangkan secara langsung pertandingan Tim Sitri vs Tim Agares.

"ꏿ﹏ꏿ?"

Pertandingan sudah mendekati akhirnya.

"Kamu sudah mau pergi?"

"Yeah."

Wanita iblis itu bertanya, bertanya-tanya akan perubahan sikap Lumiel yang tiba-tiba. Setelah memberikannya tatapan hening, Lumiel menjadi diam dan tidak lama kemudian—sekarang berdiri dari tempat duduknya.

Tapi…

"Baiklah. Kuharap kita bisa terus bekerjasama. Benar 'kan?"

"Itu tergantung bagaimana performa yang kau berikan padaku. Jika tidak memuaskan, mungkin ini akan menjadi yang terakhir kalinya."

"Ufufu. Bukankah sudah kubilang? Aku akan melakukan yang terbaik. Tapi, kalau orang yang kamu cari adalah pria muda yang imut, mungkin saja loh, Aku akan menyimpannya untuk diriku sendiri? Tidakkah kamu khawatir?"

Lumiel menoleh, menatap wanita iblis tersebut mencemooh. Sedangkan iblis tersebut membalas dengan seringai main-main.

Keduanya tetap seperti itu untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya, Lumiel mengelus-elus pelan tanduk yang menonjol di kepala wanita iblis itu—

Plak!

"Ufufu….Apa-apaan?"

Ia masih mempertahankan seringai main-main di wajahnya setelah menepis tangan Lumiel. Yang saat ini memberikan seulas senyuman mengejek padanya.

Lalu…

"Kalau hal itu terjadi, ufufu… menghabisi Iblis yang memiliki kekuatan 'setara' Maou sepertinya akan menyenangkan."

"Ufufu. Itu tidak akan mudah, kamu tahu?"

Wajah keduanya memerah, mata mereka dipenuhi akan kesenangan dan kegembiraan. —Memanas! Situasi di salah satu ruangan VIP itu mendadak menjadi panas!

"Aku akan menantikannya dan melihat bagaimana kau akan melakukannya. Sampai jumpa nanti. B-E-L-chan~."

"Ufufufu~."

Iblis itu mempertahankan ekspresinya. Namun, ketika Lumiel berbalik dan pergi meninggalkan ruangan VIP… setelah beberapa saat, wajahnya mengeras! Tangannya terkepal erat!

.

.

.

.

.

Suatu tempat di Kota Langit Agares…

Lumiel membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. Ia bisa merasakan sensasi seperti menembus dinding gelembung ketika melewati ambang pintu.

Ruangan itu megah.

Di sana, sudah ada seorang pria berambut hitam dengan poni pirang tengah duduk di sebuah sofa mewah sambil bersandar. Di depannya ada satu lagi sofa yang serupa yang sengaja dibiarkan kosong.

Lumiel mengambil tempat duduk disana dengan kaki menyilang dan meletakkan kedua tangannya diatas paha.

"Azazel-sama. Bagaimana kabarmu?"

Dia langsung menyapa pria itu. Sekadar basa-basi menanyakan kabar Pemimpin Tertinggi Grigori.

.

Gubernur Jenderal—Azazel, tersenyum kecut melihat 'sikap defensif' sang gadis bermata kuning keemasan tersebut. Dia dapat mengasumsikan bahwa momen di tempat ini akan menjadi agak serius.

"Aku sehat seperti yang kamu lihat. Tapi sayangnya, belakangan ini banyak sekali hal yang harus diurus dan tidak bisa aku tinggalkan."

Lumiel mengangguk mengerti. Melihat hal itu, Azazel pun bertanya dengan seringai tipis di wajahnya.

"Aku tebak. Kamu ingin membicarakan perihal [itu] denganku, kan? Bagaimana kalau kamu memulainya dari melaporkan perkembangannya dulu?"

Azazel hanya main-main, setengah bercanda, untuk menenangkan situasi sejak di awal agar tidak berujung menjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dan Lumiel menatap dalam diam, menyadari maksud Azazel.

Keduanya pun tersenyum kecil.

"Yang dapat kusampaikan adalah, kamu bisa menganggap [itu] sebagai salah satu Longinus baru. Meskipun kemampuannya tidak secara langsung."

"Ohh? Terdengar kurang meyakinkan. Tapi karena itu berasal dari kamu, kupikir bisa dipercaya."

"Mau bagaimana lagi? Aku kekurangan 'subjek' untuk mencoba skala penuhnya."

"Hmm. —itu agak keterlaluan. Bisakah Aku asumsikan kalau satu yang tersisa dari 'Kelima'-nya juga berpotensi menjadi Longinus?"

"Kupikir kamu sudah menebaknya dengan benar, Azazel-sama."

Azazel mengangguk pasti.

[Itu] yang dimaksud adalah salah satu dari [Lima Pusaka Suci] legendaris, yang mana tiga diantaranya adalah termasuk kedalam "Tiga Belas Longinus" resmi.

Dan…

Apa yang ada di tangan Lumiel adalah sesuatu yang sudah Azazel prediksi dari jauh-jauh hari akan menjadi "Longinus" dengan pasti. Semenjak dia mengetahui bahwa gadis itu telah mencuri [itu] dari Perwakilan Surga, tidak ada alasan bagi Azazel untuk tidak percaya kalau [itu] tidak akan menjadi Longinus.

Di mata Azazel, —Lumiel adalah orang aneh yang menakutkan.

Gadis itu seperti 'alat pengukur' yang bisa mengukur hal-hal dengan tingkat akurasi yang sangat menakutkan.

Dia juga bisa menumbuhkan hal-hal atau mengembangkan hal-hal, dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang seringkali akan sulit dipercaya.

Dia adalah 'Developer' terhebat Grigori yang pernah ada!

Sang Revolusioner!

Saking hebatnya kemampuannya dalam melakukan hal itu, sampai-sampai Grigori pun dibuat cemas. Grigori khawatir kalau "revolusi" yang dibawakan Lumiel dapat membawa kekacauan bahkan kehancuran pada dunia.

Bukan tanpa alasan Azazel dan petinggi Grigori berpikir demikian.

Sudah banyak kejadian yang disebabkan "revolusi", yang awalnya telah dibawakan oleh Lumiel, justru menyebabkan banyak masalah. Karenanya… dengan berat hati, dengan keputusan bersama yang diambil oleh Petinggi Grigori (yang masih waras), dan sebagai Pemimpin Tertinggi mereka, Azazel melarang "revolusi" itu. Lebih jauh lagi, Grigori pun 'mengasingkan' Lumiel.

Jadi, tidak heran sebenarnya kalau gadis itu menyimpan dendam terhadap Grigori. Dan… jika dia melakukannya, maka orang pertama yang akan menjadi targetnya tidak lain adalah Pemimpin Tertinggi Grigori itu sendiri.

'Itu artinya, Akulah orangnya.' —Azazel merinding ngeri.

Dia tidak ingin membayangkan itu terjadi, meskipun ada banyak sekali alasan kuat dimana dia bisa dijadikan 'terdakwa' oleh Lumiel dan harus menerima hukumannya.

Untuk mencegah pemikiran itu tumbuh, Azazel sekali lagi bertanya kepada gadis di depannya, tanpa berani menatapnya langsung.

"Jadi jumlah Longinus baru yang muncul yang sudah bisa dipastikan adalah lima, benar?"

"Ya. Yang lain masihlah belum terbangun."

"Begitu, huh. Selain yang ada padamu, ada empat lainnya."

Azazel merenung, wajahnya tampak serius.

Empat Longinus "Baru"—.

Dia sudah menerima informasi mengenai kemunculan beberapa Longinus baru dari rekannya, Penemue yang dibawakan oleh Lumiel. Memang awalnya dia sudah cukup yakin, namun masih ada sedikit keraguan. Tetapi setelah mendengar langsung dari sumber informasinya, Lumiel, sekarang dia jadi benar-benar yakin kalau informasi itu benar adanya.

Satu diantara keempatnya saat ini berada di bawah pengawasannya. Tiga lainnya masih belum bisa Azazel temukan. Untuk memastikan kebenarannya akan lumayan sulit.

Sementara satu lagi ada di tangan gadis di depannya. Untuk yang satu itu, Azazel membuat pengecualian. Dia ragu apakah itu bisa disebut 'Baru'?

Ini akan dijadikan informasi rahasia yang hanya akan dibagikan dan dibahas dengan para petinggi Aliansi Tiga Fraksi.

Namun sebelum dia bisa menyampaikan informasi ini, ada hal-hal yang dia harus selesaikan terlebih dahulu dengan gadis di depannya.

"Lumiel. Apa yang sebenarnya ingin kamu bicarakan denganku? Kalau kamu memiliki pertanyaan, tanyakan padaku, semuanya."

Ini tidak sesantai yang dia ucapkan. Azazel bahkan harus mempersiapkan diri dengan 'persiapan' di balik lengan bajunya—guna mengantisipasi terhadap terjadinya situasi yang tidak diharapkan.

Lumiel tersenyum tipis. Matanya menyipit dan tampak bersinar redup.

'Ini akan menjadi serius, kan?!' sementara Azazel berpikir demikian, Lumiel akhirnya memulainya dengan….

"«Azazel»"

….Menyebutkan nama Sang Gubernur dengan suara yang terdengar dingin, tanpa gelar kehormatan, sangat dalam, penuh penekanan.

Azazel seketika merasakan kedinginan! bulu kuduknya berdiri kaku! Seolah-olah ada sesuatu yang menggerogoti jiwanya!

"Aku—Lumiel «Zebel» Kleinsterns, akan meringkasnya menjadi tiga pertanyaan. Jawablah satu-satu. Pertama: Apa kau, sengaja membiarkan semua itu terjadi?"

"Itu… sebagian besar.—benar."

Lumiel mengangguk.

"Azazel-sama seorang pemimpin yang berdedikasi dan sangat amat memikirkan rakyatnya. —sungguh mulia. Aku paham. Orang-orang yang tak berguna dan selalu menyebabkan kekacauan seperti pak tua, Ayahku, kau dengan berat hati membuang rekanmu. —kisah yang mengharukan. Aku mengerti. Setuju. Itulah yang seharusnya seorang pemimpin lakukan."

….….….…Azazel tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan yang mengandung sindiran dan cemoohan itu.

"Mempunyai 'bakat' yang menakjubkan tetapi tanpa dukungan, sungguh, rasanya tidak begitu menyenangkan—. Anak nakal itu mengingatkan pada diriku di masa lalu. Walaupun aku belum pernah memilikinya, tapi aku tak akan ragu untuk mengangkat seorang anak iblis sebagai putraku sendiri. Untuk pertanyaanku yang kedua."

Lumiel menyilang jari jemari tangannya diatas lutut. Matanya tak berkedip satu kali pun, menatap Azazel tanpa ekspresi.

Azazel mulai cemas. Dia mengerti kemana arahnya. Dia sadar apa yang selanjutnya akan ditanyakan oleh Lumiel. Namun dia tidak tahu, kalau itu benar-benar dijadikan pertanyaan, bagaimana dia menjawabnya.

"Apa kau, sengaja membuat "putraku" untuk melakukan pekerjaan kotor seperti menangkap Ayahku sedangkan anak nakal itu tidak mengetahui apa-apa?"

Hening…

Tak ada jawaban yang keluar dari Azazel.

Lumiel, sekali lagi, mengangguk.

"Pasti sulit untukmu untuk mengatakan jawabannya. Baiklah… akan aku anggap kalau diammu adalah "Tidak!" sebagai jawabanmu. Pertanyaan ketiga."

….….….….….….….…!!

"Aku tidak pernah meluapkan amarahku sekalipun sudah kehilangan banyak hal. Setelah kehilangan semua itu, aku terus berpikir kalau itu tidak masalah dan 'Ah, hanya kentang goreng kecil'—. Mungkin satu-satunya hal yang akan membuatku tersinggung adalah, 'permintaanku yang tidak dibalas'?"

Lumiel berdiri, memasukkan kedua tangan ke dalam saku jas putihnya. Memandangi Azazel yang bergeming seolah mengakar di tempat duduknya.

"Untuk pertanyaan yang ketiga, akan aku tanyakan dilain waktu."

Dia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar. Saat pintu sudah terbuka, Lumiel tiba-tiba berhenti di sana dan berbalik.

"Oh… benar. Sepertinya Penemue-sama ingin agar aku mendukung Azazel-sama dari belakang. Yoroshiku onegai itashimasu."

Setelahnya, Lumiel melakukan Ojigi lalu berjalan keluar meninggalkan Azazel yang termenung masih di tempat duduknya, memikirkan dan mereka ulang setiap kata-kata yang telah diutarakan oleh Lumiel….…

.

.

TBC


.

[Lumiel «Zebel» Kleinsterns]

Penampilan:

Lumiel adalah seorang wanita muda cantik berambut hitam panjang agak curly bermata kuning keemasan yang memiliki penampilan tampak diakhir masa remaja.

Dia mempunyai tubuh yang terbilang tinggi dimana ukurannya adalah;

[B92-W60-H91 cm] [B36-W24-H35 in];

Height 174cm [5 feet 7 inches]