Chapter 16 : Pertarungan, Kebenaran, dan Permulaan Bagian 2-Pecahan Kaca dan Konflik Jiwa
...
Cuplikan
...
Kegelapan membentang sejauh mata memandang, hanya keheningan yang menemaninya hingga akhirnya suara retakkan kaca terdengar disertai munculnya secercah cahaya.
Sebuah tangan mungil terulur menuju cahaya dan ingin menggapainya. Sayup-sayub terdengar percakapan yang tidak bisa dia pahami, tapi naluri nya menyuruhnya untuk menuju suara itu dan menggapai cahaya yang muncul.
Srink
Sepasang tangan diselimuti sarung tangan meraihnya dan pandangannya segera melihat wajah aneh seorang perempuan yang menatapnya dengan penuh kasih sayang.
Tangan mungilnya meraih wajah sosok itu dan mata besarnya melebar untuk melihat setiap detail wajah perempuan tersebut.
"Tenang saja. Kamu aman, teman kecil."
Perempuan tersebut mengeluarkan suara yang tidak dia pahami dan terus tersenyum kearahnya, membuatnya tertawa dan menggerakkan kedua tangan dan kaki mungilnya.
Perempuan itu seketika merasa hangat di hatinya melihat ini. Dia memeluk bayi didepannya dan membawa keluar dari ruangan laboratorium yang dipenuhi tabung berisi tubuh bayi tanpa nyawa dan mayat yang bergelimpangan.
"Namamu sekarang adalah Hayase Yuuka. Ingat itu, teman kecil."
"Hahaaha! Huagwaaa!"
Terdengar tawa dan ocehan bayi yang lucu ditengah kekacauan dan bau darah di ruangan ini.
...
Cuplikan selesai
...
Dinding kristal tebal muncul dari tanah dan sebuah telapak tangan mungil menghantam nya dengan keras hingga menimbulkan retakan. Energi peledak menyebar ke seluruh permukaan kristal sebelum akhirnya meledak dengan dentuman keras.
Yuuka, sekarang kita panggil saja Athares, keluar dari asap ledakan dan disambut oleh semburan api dari samping. Athares memunculkan dinding kristal kembali di sampingnya dan menahan semburan api.
Srink
"Huh?!" Athares merasakan energi abnormal di bawah dan benar saja, Athares melihat bahwa tanah pijakan nya sudah dipenuhi dengan energi peledak yang terlihat seperti retakan berwarna merah cerah.
Srink
Duaarr
Asap dan debu beterbangan disertai kilauan pecahan kristal diudara. Ditengah ledakan, terlihat beberapa pecahan kristal yang terlihat membentuk tubuh manusia, walau sudah sangat hancur.
"Mereka lebih merepotkan dari yang diduga. Sial! Jika saja kekuatanku tidak dibatasi untuk menahan jiwa Yuuka."
Athares berdiri dibalik bongkahan batu yang dulunya adalah pilar pendukung ruang bawah tanah. Dia baik-baik saja karena bertukar tempat dengan boneka kristal yang dia ciptakan.
Dia menciptakan boneka ini total ada 3 karena keterbatasan waktu. Bagaimanapun dia menguasai tubuh Yuuka hanya beberapa puluh menit. Dapat membuat hal semacam ini saat dalam pengejaran adalah hal yang luar biasa.
"Jangan melamun!"
Serika muncul dan mengayunkan kakinya kearah wajah Athares. Kaki panjang itu terlihat seolah dilapisi emas karena diperkuat menggunakan elemen logam. Sekarang kaki itu tidak hanya kuat, tapi juga memiliki 'tajam' karena energi logam.
'gawat! Dia juga mempunyai kekuatan logam?!'
SSlas
Boneka kristal kembali menggantikan Athares untuk menerima serangan dan langsung terbelah layaknya ditebas oleh pedang tajam. Serika yang melihatnya menggeram karena merasa kesal.
"Kekuatan yang merepotkan."
Serika mengangkat tangannya dan energi disekitar mulai membentuk puluhan pusaran energi kecil yang kemudian memadat menjadi bola-bola energi berwarna merah darah.
"Terbakar lah!"
Swushhh
Bola-bola energi berputar diatas Serika hingga terlihat seperti lingkaran cahaya merah darah, angin disekitar terlihat terpengaruh dan meniup rambut Serika hingga acak-acakan.
Athares terlihat muncul dari bawah tanah dan memperlihatkan setengah badannya. Ekspresinya terlihat tidak terlalu bagus karena dalam konfrontasi singkat dia sudah kehilangan 2 boneka.
"Kekuatan mereka diluar dugaan. Energi peledak, elemen logam, dan elemen api itu."
Athares mengingat semua serangan yang ditunjukkan padanya dan membuat kekuatan kristal yang selama ini dia banggakan hancur seperti istana pasir yang diterpa ombak.
"Dunia macam apa ini? Setiap kekuatan yang muncul memiliki kualitas diatasku. Mereka bukan manusia sama sekali! Apakah mereka dari ras Pantheon? Atau..."
Belum sempat Athares mengucapkan apa yang dia pikirkan, sebuah cahaya melesat kearahnya dengan intensitas energi yang menakutkan. Athares dengan sigap membuat tanah disekitarnya menjadi kristal dan seketika dinding kristal berlapis-lapis muncul disekelilingnya.
Bammm
Cahaya energi menabrak dinding kristal dan menciptakan ledakan api merah darah yang langsung meng evaporasi setengah lapisan dinding kristal.
Swushhh
Tanpa memberi waktu Athares untuk bernafas, beberapa cahaya merah kembali muncul dari kejauhan dan bermanuver menyerang Athares.
"What the F!"
Duarrr
Ledakan hebat disertai kobaran api menghanguskan dan meng evaporasi tanah dan udara sekitar, bahkan dinding kristal yang sangat keras pun lenyap tanpa sisa.
Tanah terlihat berlubang dan membentuk kawah setengah lingkaran yang sempurna layaknya sebuah karya seni.
"Sial!"
Athares yang baru saja berpindah menggunakan boneka kristal pengganti menatap kearah telapak tangan penuh energi peledak yang beberapa inci lagi mengenai wajahnya. Kristal berwarna pink mulai tumbuh dari kulitnya dan seketika membungkus seluruh tubuhnya layaknya kepompong.
Duaarr
Ledakan kembali terdengar dan tubuh Yuuka yang diselimuti kristal terpental dari pusat ledakan, memantul beberapa kali sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak batu dan terkubur kedalamnya.
"Hebat! Pertarungan yang rapi."
Haruka mengibaskan telapak tangannya yang mengeluarkan asap dan memuji Serika yang baru saja tiba. Serika yang mendengarnya memegang salah satu matanya yang tertutup.
Di belakang punggungnya, roda Rune berputar pelan dan terus menyerap energi sekitar untuk mengisi ulang energi yang tadi dihabiskan oleh Serika dalam pertarungan.
"Mendapat sedikit bantuan dari teman." Jawab singkat Serika tanpa merinci nya. Haruka yang mendengarnya tentu merasa penasaran, tapi tetap menahan diri. Selama dia bisa bersama Serika, pertanyaannya bisa terjawab.
Keduanya segera menuju tempat tubuh Yuuka dan mengeluarkannya dari tumpukan batu dan tanah. Serika menatap Yuuka dengan pandangan rumit dan menghela nafas.
'Dunia ini sangat berbahaya. Kalau saja Naruto tidak membantu...'
Serika tidak melanjutkan pikirannya dan mengingat kembali pada saat dia membangkitkan kekuatan warisan garis keturunan. Pada saat itu, dia dengan jelas merasakan semacam pesan yang ada di dalam senjata [Celestial Pantheon] yang diberikan oleh Naruto.
Setelah kesadaran Serika menyentuhnya, pandangan Serika berubah seketika. Dia bisa memprediksi gerakan musuh, bahkan melihat berbagai kemungkinan dalam pertarungan. Lebih mengerikan lagi, dia bisa melihat secara singkat asal-usul Athares yang sedang menguasai tubuh Yuuka.
Alasan kenapa pertarungan ini begitu rapi tak lain karena ini. Kekuatan yang di tinggalkan Naruto untuk membantunya.
'Apakah ini yang dia lihat selama ini?! Dia bisa melihat masa depan, masa lalu, masa sekarang, dan bahkan sekilas asal usul segala sesuatu. Lalu apa yang sebenarnya kamu lakukan selama ini?'
Serika seketika merasakan berbagai kejanggalan akan tingkah Naruto selama ini. Dengan kekuatan sekuat ini, beberapa reaksinya dalam menghadapi berbagai hal terasa tidak masuk akal. Seolah dia sedang berakting dan mempersiapkan rencana besar.
"Serika!"
"Huh?" lamunan Serika terhenti karena teriakan Haruka.
Serika melihat wajah Haruka yang menatapnya dengan ekspresi yang Kebingungan.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Yuuka?" Tanya Haruka. Dia bukanlah orang bodoh, setelah beberapa waktu, Haruka mengerti bahwa ada sesuatu yang lain mengendalikan Yuuka.
Benar-benar seperti anime di TV. Tapi mengingat sekarang, dunia berubah seperti ini, rasanya ini masih dirasa normal.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan. Sekarang kita hanya bisa menunggu kemenangan Yuuka di dalam. Dia saat ini sedang dikuasai pemilik asli senjata ini, [Thalos : Nemesis]. Salah satu dari 12 Pilar Ras Bahemoth."
...
Athares menatap marah 2 sosok yang memaksanya membekukan diri dalam kristal perlindungan dengan begitu rapi hingga sulit dipercaya.
Mereka tiba-tiba tahu timing penyerangan, lokasi boneka kristal, dan terlihat bahwa mereka tahu bahwa dia akan membekukan diri dalam kristal jika dalam keadaan terdesak. Athares merasa khawatir bahwa keduanya akan bisa menggunakan cara aneh untuk membantu Yuuka melawannya dalam tingkat kesadaran.
'Sekarang satu-satunya cara untuk mengatasi situasi ini adalah menelan Yuuka, menguasai tubuhnya, kemudian aku bisa menggunakan semua kekuatanku untuk menghabisi mereka semua.'
Kesadaran jiwa Athares tenggelam kedalam ruang jiwa ditubuh Yuuka. Didalam ruang jiwa, terdapat ruang kosong hitam tanpa warna, di sini terlihat wujud jiwa Athares yang bukan manusia tetapi lumba-lumba berwarna hijau Giok yang indah.
Athares terus bergerak di ruang jiwa yang gelap dan akhirnya melihat jiwa yang sama persis seperti dirinya sedang ditekan dan dilahap sedikit-sedikit oleh jiwa Yuuka.
'Apa-apaan ini?!'
Athares menatap ngeri kejadian ini. Dia dengan sengaja membelah dirinya menjadi dua. Satu bagian untuk mengendalikan tubuh dan melawan Serika dan Haruka, satunya lagi menekan dan mencoba melahap jiwa Yuuka.
Jelas-jelas saat ini dia merasakan jiwanya yang menekan dan melahap jiwa Yuuka, tapi didepannya setengah jiwanya yang sedang di asimilasi oleh Yuuka!
'Tidak akan kubiarkan!'
Athares langsung melesat dan menyatu dengan setengah jiwanya yang hampir di asimilasi. Dia tidak punya pilihan lain, ini adalah satu-satunya cara. Dalam pertarungan jiwa yang telah terjadi, hanya ada dua kemungkinan, kamu mati atau aku mati.
Jiwa Athares bergabung dan kemudian pandangan Athares langsung berubah total. Ruang jiwa yang gelap berubah menjadi sebuah dimensi putih dengan tak terhitung jumlahnya lorong ruang-waktu seperti cermin kristal belah ketupat yang menghubungkan ke berbagai dunia.
Athares melayang diruang putih ini dengan ekspresi kosong dan putus asa.
"Makhluk apa yang sedang coba ku lawan?!"
Krack
Ruangan putih seketika retak seperti cermin sebelum akhirnya pecah berkeping-keping dan menunjukkan lingkungan yang berbeda.
Athares sekarang berada di sebuah kota futuristik yang hancur dengan genangan air di mana-mana. Di balik awan, bayangan raksasa berenang layaknya ikan di air. Athares melihat bayangan itu dan merasakan semua keberaniannya menghilang. Ini adalah sosok sakral yang yang dipuja oleh ras miliknya dan sudah menjadi legenda yang telah banyak dilupakan.
Athares sebelumnya tidak akan percaya bahwa ini ada karena cerita tentang leluhurnya ini terlalu berlebihan dan menakutkan. Tapi sekarang, Athares mempercayainya. Percaya bahwa leluhurnya memang ada dan sepertinya dia saat ini sedang sial.
"I-ini Greater Bahemot : Leviathan!"
Athares menatap kosong kearah kepala ungu raksasa yang mulai menonjol dari awan dan menunjukkan wajahnya. Itu terlihat layaknya kepala naga barat dengan insang dan tanduk layaknya mahkota. Energi biru mengelilinginya dalam bentuk partikel-partikel cahaya kecil.
Athares melihat partikel itu dan segera melihat bahwa partikel cahaya biru itu sebenarnya adalah samudra seluas tata surya yang dikompres dengan kekuatan luar biasa.
"Kenapa ini? Siapa sebenarnya Yuuka?"
Athares kebingungan dan bahkan mulai berasumsi bahwa Yuuka sebenarnya adalah leluhurnya, Greater Bahemoth : Leviathan. Athares menatap Leviathan dan merasakan perasaan mendidih didalam jiwanya. Dia bisa merasakan semacam kekuatan terbangun.
Tapi belum sempat Athares bahagia, sebuah kilatan cahaya putih datang dari ujung barat. Cahaya itu membelah ruang lapis demi lapis dengan kekuatan tak terhentikan. Ruang di langit yang dilewati langsung hancur dan memperlihatkan [Void, ruang tanpa materi, yang mampu membunuh makhluk fana apapun.
Dashhh
Tubuh Leviathan terbelah, dan kilatan cahaya terus melaju secara tak terhentikan dan menghilang dari pandangan. Meninggalkan tubuh Leviathan yang meledakkan energinya kesegala arah karena kesadaran Leviathan telah lenyap.
Athares menatap kosong kejadian ini, dia hanya bisa melihat sosok leluhurnya, dengan kekuatan dan legenda yang hebat, berubah menjadi mayat dalam sekejab. Energi sisa ditubuh Leviathan mulai kehilangan kendali pemiliknya yang sudah mati dan menyebar kesegala arah dengan momentum yang menghancurkan.
Kilatan cahaya mulai datang kembali dalam warna emas. Apapun yang dilewatinya membeku termasuk amukan energi Leviathan. Semua hal membeku layaknya waktu telah di 'pause', hanya membiarkan Athares yang masih bisa bergerak tapi terpaku karena keterkejutan.
Secara tiba-tiba, di atas kepala Leviathan yang berhenti Di udara, muncul sosok yang asing tapi familiar yang membuat Athares merasa gila.
Hayase Yuuka.
"Hayase Yuuka! Makhluk apa kamu ini?"
Yuuka terlihat berdiri menginjak kepala Leviathan dengan tenang. Di belakangnya, sebuah lingkaran logam dengan mekanisme rumit bergerak dan mengeluarkan pancaran cahaya putih bening. Sementara itu, diatas kepalanya terdapat sebuah halo hitam tanpa motif apapun.
Yuuka terlihat memiliki penampilan dewasa dengan rambut tergerai, pakaian jas lab, dan sebuah alat aneh ditangan kanannya. Disekeliling tubuhnya, rumus-rumus yang mengandung kebenaran dunia melayang mengelilinginya.
Yuuka menjentikkan jarinya dan segera kilatan cahaya biru menyebar kesegala arah. Kerusuhan energi menghilang, kota yang hancur kembali seperti semula, retakan ruang yang membuat Void terekspose langsung diperbaiki seperti semula.
Athares merasa badannya lemas. Dia tahu bahwa dia kalah. Satu-satunya pikirannya saat ini hanyalah pasrah dengan keadaan.
'Pada akhirnya aku tidak lolos dari kematian.'
Itu adalah pikiran terakhir Athares sebelum diterpa cahaya emas dan lenyap sepenuhnya.
Dzink
Yuuka muncul ditempat Athares lenyap dan terlihat ekspresinya yang rumit. Berbagai emosi terlihat di kedalaman mata dan ekspresi wajah Yuuka.
Krack
Seluruh ruang retak kembali dan hancur layaknya cermin. Ruangan berubah dari yang semula adalah kota menjadi sebuah istana kristal yang megah, hanya saja di depan Yuuka, sebuah tubuh raksasa yang persis sama sepertinya duduk tak bernyawa diatas singgasana kristal.
Krack
Ruang kembali hancur, memperlihatkan adegan sebuah medan perang yang kacau. Diatas medan perang, sebuah bola energi raksasa berwarna crimson jatuh ditengah medan perang dan meledak dengan cahaya menyilaukan.
Crakck
Ruang kembali berubah. Kali ini, Yuuka ada di sebuah kamar dengan tembok yang dicat serba putih dan sedikit perabotan yang terlihat.
Di pojok ruangan, sosok Yuuka kecil dengan pakaian pasien rumah sakit duduk sambil memainkan sempoa dengan serius. Yuuka kecil terlihat sangat menyukainya.
"Jadi ini masa laluku sekarang."
Yuuka dewasa melihat kearah sosok Yuuka kecil yang bermain. Ekspresinya masih terlihat kalem dan tanpa emosi berlebih.
Klak
Pintu ruangan terbuka dan segera mengalihkan perhatian kedua Yuuka tersebut. Mereka mengalihkan perhatiannya pada pintu dan melihat sosok perempuan berambut hitam berpakaian kantor dengan body WOW.
Yuuka kecil terlihat bahagia melihatnya dan segera berlari menghampiri perempuan tersebut. Yuuka kecil berlari dan menembus tubuh Yuuka dewasa sebelum akhirnya di tangkap oleh perempuan berambut hitam.
Perempuan berambut hitam itu menggendong Yuuka dan bercanda dengannya. Sayangnya Yuuka dewasa tidak bisa mendengar suara mereka.
Yuuka dewasa menatap perempuan itu dengan emosi yang sedikit campur aduk, tapi sesaat kemudian emosinya kembali tenang dan Yuuka dewasa hanya bisa menghela nafas.
"Huftt, menjengkelkan. Bagaimana bisa menjadi seperti ini?" gumam Yuuka tidak puas melihat pemandangan didepannya, entah apa yang membuatnya tidak puas.
Tangan Yuuka dewasa bergerak dan melakukan gerakan menggeser, menyebabkan ruangan tiba-tiba berubah kembali. Kali ini Yuuka dewasa berada di sebuah ruangan penuh tabung berisi bayi berbagai jenis kelamin.
Yuuka dewasa berjalan kesalahan satu tabung dengan tulisan [Subjek 098].
"Ini awal mula aku bereinkarnasi? Biar ku tebak. Menjadi eksperimen ilegal dan kemudian diselamatkan."
Dorr doorr
Suara tembakan terdengar dengan jelas, tidak seperti sebelumnya yang tidak ada suara. Yuuka dewasa yang mendengar ini menyimpulkan sesuatu dan sedikit menghela nafas, dia bisa menebak sesuatu dari ini.
"Kenangan bagus mudah dilupakan. Kenangan menyakitkan sulit dilupakan bahkan jika kau kehilangan ingatan."
Adegan kembali berubah, memperlihatkan ruangan yang sudah berantakan dengan beberapa tabung sudah pecah dan mengeluarkan isinya. Beberapa mayat bergelimpangan dan diantara semua itu, sosok perempuan berpakaian militer berjalan keluar sambil membawa Yuuka bayi di gendongannya.
Yuuka dewasa melihat ini dengan pandangan 'sudah aku duga.' Dan kemudian adegan kembali berubah dengan kecepatan tinggi.
Ruangan sekitar terus berubah menunjukkan peristiwa awal Yuuka dilahirkan sebagai anak buangan yang kemudian diadopsi sebuah badan militer rahasia pemberontak untuk melakukan eksperimen manusia. Eksperimen untuk membuka potensi penuh manusia dan Yuuka dipilih untuk eksperimen pada bagian otaknya.
Badan militer rahasia ini kemudian diketahui keberadaannya dan dimusnahkan. Yuuka diselamatkan oleh perempuan bernama [Tsukatsuki Rio].
Yuuka dibawa ke fasilitas tersembunyi pemerintah dan terus dipantau karena kemampuan perhitungannya, sesekali Rio juga mengunjungi Yuuka. Kemudian entah kenapa, Yuuka bisa dibawa keluar oleh Rio dan hidup sebagai ibu-anak, Yuuka terlihat melupakan masa kecilnya dan benar-benar menganggap Rio sebagai ibunya.
Bahkan kemampuan perhitungan miliknya entah bagaimana mulai menurun tajam.
Adegan terus berubah hingga akhirnya, Yuuka dewasa menghentikannya saat adegan berada di sebuah lapangan sekolah. Yuuka melihat orang yang sangat familiar dan tidak akan pernah dia lupakan selama 3 kehidupan.
"O*."
Gumam Yuuka dewasa melihat Naruto yang sedang dijewer oleh Serika. Yuuka dewasa berjalan kearah bayangan ingatan Naruto dan mencoba menyentuhnya, tapi tangannya langsung menembus dan tak bisa menggapainya.
Mata Yuuka dewasa mengeluarkan sedikit tetesan air mata bening. "Dasar bodoh." Bisik Yuuka dewasa sebelum akhirnya kembali menggeser adegan demi adegan.
Dia harus cepat mencerna ingatannya di kehidupannya kali ini dan menghentikan apa yang sedang Naruto lakukan sekarang.
...
Di sebuah batu besar dengan bagian atas yang terlihat di buat rata, 3 gadis SMA dan sebuah senjata Scythe dengan berbagai kondisi sedang berkumpul bersama. Tentunya dengan salah satu dari mereka diselimuti kristal layaknya kepompong.
"Apakah kita hanya akan duduk saja disini?" Haruka memakan keripik kentang yang diberikan oleh Serika dan bertanya dengan mulut penuh Keripik.
Serika yang melihat tingkah Haruka tersenyum geli. Jelas-jelas dia lebih dewasa dari dia, tapi tingkahnya seperti anak kecil saat makan. Walaupun Serika tahu ini karena Haruka pasti belum makan apapun.
"Tenang saja. Kita tunggu saja. Tidak akan lama. Setelah itu kita akan ke permukaan."
Haruka menelan keripik yang sudah dikunyah halus di mulutnya dan kemudian menatap kearah tubuh Yuuka yang masih diselimuti kristal.
"Apakah kamu sudah tahu cara bagaimana keluar? Kelihatannya ruang bawah tanah ini sudah berubah."
Serika mengangguk mendengar pertanyaan Haruka. Serika kemudian menyentuh sebelah matanya yang masih berwarna emas dengan pupil vertikal. Ini adalah kemampuan Naruto yang dia dapat dari senjata yang dia berikan.
Entah bagaimana ini bisa dipindahkan sementara kepadanya. Tapi dengan mata ini, Serika bisa melihat masa lalu, masa sekarang, sekilas masa depan dan asal usul segala sesuatu.
"Kunci kita bisa keluar dari sini adalah Yuuka. Selama dia bangun, kita bisa keluar dari sini."
Serika tidak tahu bagaimana Yuuka akan mengeluarkan mereka. Tapi kemampuan mata ini memberitahunya sekilas pandangan dimana Yuuka membawa mereka keluar entah bagaimana.
Haruka jelas masih bingung mendengar jawaban Serika yang bukan seperti jawaban. Tapi Haruka memutuskan tidak bertanya lebih jauh, bagaimanapun mereka masih belum lama ini bertemu, setiap orang memiliki rahasia.
"Bagaimana menurutmu cara mengatasi senjata aneh ini? Senjata ini terlihat cantik tapi menakutkan. Hingga bisa meagambil alih kesadaran seseorang.
Serika menatap kearah senjata [Athares] yang melayang disamping tubuh Yuuka yang mengkristal. Mata emasnya bersinar sesaat dan berbagai informasi dan adegan singkat muncul dikepalanya.
'Sangat over power.' Gumam Serika ketika kembali merasakan kekuatan yang mampu menjelajahi asal usul segala sesuatu ini. Hal ini juga membuat Serika semakin meragukan semua tindakan Naruto selama ini.
"Tidak masalah. Senjata ini sudah kehilangan jiwanya karena jiwa didalamnya ada di tubuh Yuuka. Selama Yuuka menang, senjata ini bisa kita gunakan. Selama cocok."
Serika kembali menutup sebelah matanya, entah kenapa kekuatan ini terasa mudah dan dia bahkan tidak merasakan konsumsi apapun. Tapi firasatnya mengatakan jika dia terus menggunakannya secara sembarangan akan mengakibatkan sesuatu yang buruk.
"Kamu tahu segalanya. Apakah itu kemampuan mata milikmu. Sangat hebat, jika aku mempunyainya. Aku bisa mencari adikku dengan mudah."
Setelah melihat perubahan Serika dan berbagai penjelasannya, Haruka jelas dapat langsung menyimpulkan bahwa Serika memiliki semacam kemampuan identifikasi atau semacam itu. Haruka merasa iri karena jika dia memiliki kemampuan itu, dia pasti akan lebih mudah menemukan adiknya.
Tidak seperti sekarang. Hanya bergantung pada instruksi sosok yang bahkan dia tidak ingat apapun tentangnya.
Serika yang mendengar perkataan Haruka terlihat diam sesaat dan memikirkan sesuatu. Hingga setelah beberapa saat kemudian, Serika memutuskan memberikan beberapa informasi.
"Ini bukan kekuatanku. Seorang teman meminjamkannya sementara. Jika kita bisa ke permukaan, aku akan bisa memintanya untuk membantu mencari adikmu."
"Benarkah?! Terimakasih banyak!"
Haruka yang mendengarnya merasa senang dan matanya terlihat berbinar. Dia langsung melompat seperti katak dan menubruk kearah Serika. Jelas Serika bisa menghindar, tapi dia tidak menghindarinya.
"Huaaa Terimakasih, Serika-chan."
Serika dan Haruka berguling beberapa kali ditanah, menimbulkan asap dan debu di udara.
"Eiii, iya, sama-sama."
Memiliki satu teman di situasi sulit adalah hal yang bagus. Serika telah melihat tingkah dan kecerdasan Haruka dalam mengambil tindakan dan mengambil keputusan.
Menurut Serika, Haruka layak untuk diajak ke dalam rombongan mereka untuk menambah kekuatan tempur dan bertahan didunia yang semakin gila ini.
Crackkk
Suara retakan terdengar dan membuat keduanya langsung berhenti bermain-main dan menoleh secara bersamaan kearah tubuh Yuuka yang diselimuti kristal layaknya kepompong.
Di mulai dari kepala, retakan menjalar kebawah dan akhirnya.
Pyar
Kepompong kristal pecah.
...
"Permainan menuju akhir. Siapa yang akan menang?"
Di atas rumah sakit, 2 makhluk berdiri bangga disinari cahaya bulan di langit. Salah seorang memiliki tubuh pendek dengan rambut tergerai melebihi kakinya sendiri. Sedangkan yang lain memiliki tinggi 172 cm dengan rambut kuning tergerai indah dan mata berwarna kuning keemasan, sebuah halo berbentuk mahkota melayang diatas kepalanya, memberikan aura elegan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan.
"Kita hanya bisa mematuhi perintah. Apakah kamu yakin akan diam saja?"
Perempuan tinggi bertanya kepada rekan yang ada disampingnya. Perempuan pendek yang mendengarnya terlihat menatap kearah pusat kota dengan pandangan datar, dia bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi disana.
"Itu adalah pertanyaan yang bodoh."
Mendengar balasan itu, perempuan tinggi tidak marah dan hanya tertawa. Dia mengibaskan lengannya didepan wajah seolah ingin mengusir sesuatu.
"Jangan marah begitu. Aku hanya bertanya. Tapi apa kau yakin hanya dengan ini kamu bisa melakukannya? Sedikit saja kesalahan dan kita akan tamat."
Mendengar itu, perempuan pendek terlihat mengalihkan pandangannya ke langit malam. Matanya terlihat tidak fokus sesaat karena mengingat kejadian dimasa lalu yang sangat jauh.
"Semua sepadan dengan harganya. Aku tidak ingin dia sekali lagi melakukan hal bodoh. Dia pantas mendapat sesuatu yang lebih baik. Lebih dari itu, kenapa kamu kesini? Apa O* menyuruhmu untuk 'menjagaku'?"
Perempuan pendek mengalihkan pandangannya dan menatap kearah perempuan tinggi, kedua pandangan bertemu. Sesaat ruang disekitar terasa membeku dan aura membunuh menembus ke berbagai lapisan realitas.
"Iya dan tidak." Perempuan tinggi menjawab dengan aneh dan mengalihkan pandangannya. Aura membunuh mmengerikan tiba-tiba menghilang seolah tak pernah terjadi apapun sebelumnya.
Perempuan pendek memalingkan mukanya dan kembali menatap kearah pusat kota.
"Aku beritahu kamu sesuatu. Jika kau menghalangiku, aku akan melenyapkanmu, [Malkuth]."
"Uuuu, takutnya. Si cebol ingin melenyapkanku yang tinggi, cantik, dan pemberani."
Perempuan pendek : "..."
TBC
Bagaimana kabarnya, Kawan? semoga sehat selalu. jarang-jarang langsung upload ya hahahaha.
Cuma mau mengabarkan bahwa mungkin kedepannya akan agak lama karena persiapan arc diluar Suo City akan dimulai. Udah direvisi beberapa kali karena kurang srek menurut saya. itu saja, selamat menikmati dan semoga terhibur.
Sehat selalu kawan.
