Setelah mendapatkan kesembuhan langsung yang diterima dari sihir Issei, Usagi membuka matanya dan menyentuh perutnya yang sempat berlubang, 'Aku masih hidup? '
"Usagi kau sudah sadar?" tanya sang ibu.
"Mama? Ugh, ini dimana?" gumam pelan Usagi sambil menyentuh kepalanya yang agak berdenyut karena baru sadar dari.
"Kamu di rumah sakit, sebenarnya apa yang terjadi Usa-chan?" tanya sang ayah sambil duduk di samping Usagi.
"Waktu itu …." Usagi mencoba memikirkan bagaimana caranya memberitahu keluarganya, karena sesuatu yang menimpanya bukanlah hal normal yang bisa diterima orang berpemikiran logis seperti ayah dan ibunya.
"Sudahlah kak, aku rasa itu pasti karena ulah Youma yang selalu menyerang manusia seperti sewaktu kita ada di Tokyo waktu itukan," ucap Singo.
"Setelah dipikir-pikir kembali sepertinya itu memang benar, luka yang kau terima terbilang tidak wajar, beruntungnya temanmu Amy bisa memberikan pertolongan pertama dengan baik dan menyerahkanmu pada ambulance di waktu yang tepat," ucap sang ayah bersyukur.
"Heran juga, aku kira setelah pergi dari Tokyo ke kota kecil ini ancaman Youma sudah tidak ada, tapi rupanya malah jauh lebih buruk," ungkap sang ibu sambil duduk dengan wajah pasrah.
Usagi yang mendengar itu hanya tersenyum saja, "Tenanglah, yang penting aku baik-baik saja, dan juga kejadian waktu itu hanya kebetulan," ungkap lembut Usagi.
"Tapi tetap saja hal itu membuat kami cemas, apa sebaiknya kita pindah lagi?" tanya sang Ayah.
"Papa, kita tidak perlu melakukan itu," ungkap pelan Usagi
"Tapi Usa-chan!"
"Papa, lihat aku!" seru Usagi.
Sang ayah pun menatap putri kesayangannya itu, ya meskipun terkenal bodoh karena kebanyakan nilainya hanya 30 poin di hampir semua mata pelajaran kelas dua SMP. Setelah keduanya saling menatap satu sama lain, Usagi hanya tersenyum dan menjawab, "Aku baik-baik saja, dan juga tadi hanya kecelakaan kecil. Ada banyak hal yang aku suka di sinii, dan juga aku yakin Singo juga tidak mau berpindah-pindah sekolah terus," ungkap Usagi dengan nada lembut.
"Ya, aku memang tidak begitu suka untuk terus berpindah-pindah sekolah, jadi sebaiknya jangan pindah dulu, setidaknya sampai satu tahun," ucap Singo menanggapi perkataan Usagi.
"Ya sudah, tapi lain kali hati-hati dan jangan berkeliaran terlalu malam lagi," tegur sang ibu.
Usagi hanya mengangguk, meskipun ia tidak begitu ingin langsung pulang setelah selesai belajar di sekolah, karena waktu dimana dia bisa bermain hanya saat sore hari.
Keesokan harinya.
Seperti biasanya, Usagi kini berangkat ke sekolah. Namun, ia cukup kaget melihat keempat temannya sudah berkumpul di depan rumahnya, keempat orang itu adalah ;
Aino Minako
Kino Makoto
Hino Rei
Mizuno Amy
Usagi terdiam melihat teman-temannya, "Teman-teman kalian datang?" tanya Usagi sambil berjalan mendekati keempat gadis cantik itu.
"Ya tentu saja," tanggap Makoto sambil menepuk bahu Usagi, "Usagi-chan, aku dengar dari Rei dan Amy kau di serang oleh Datenshi, apa itu benar?" tanya Makoto.
"Ya begitulah," tanggap Usagi dengan nada lembut, "Tapi ada apa yah? Bukankah kita sudah biasa di serang makhluk supranatural, yang salah satunya adalah Youma(Setan/Roh jahat)
"Itu benar, tapi kami berharap kau tidak begitu banyak menyembunyikan hal semacam ini pada kita," tanggap Makoto sambil menatap tajam Usagi.
"Tapi … aku hanya tidak ingin mengganggu kehidupan santai kalian," ucap Usagi sambil mengalihkan pandangannya.
"Apa yang kau bicarakan Princess, kita ini bisa hidup bersama berkat dirimu, jika kami kehilangan dirimu hanya karena kami tidak tahu apa yang sebenarnya kita hadapi, kita akan merasa sangat bersalah," ucap seekor kucing putih yang berlambang bulan sabit seperti Luna dan ia adalah Partner dari Minako.
"Artemis-kun," gumam pelan Usagi sambil menunduk, "Baiklah, aku tidak akan menyembunyikan apapun dari kalian, aku janji, mulai sekarang jika aku pergi berburu Youma, kalian akan aku ajak," ungkap pelan Usagi.
"Begitulah harusnya Usagi-chan," ucap Amy sambil tersenyum manis.
Setelahnya mereka berlima berangkat bersama, dan terlihat nampaknya semua teman-teman Usagi pindah ke sekolah yang sama dengan Usagi kecuali Rei, karena Rei sudah SMA. Hal ini dilakukan agar mereka bisa membantu Usagi jika lagi-lagi dia diserang tiba-tiba seperti malam itu.
"Ne Usagi, kau bilang Youma di tempat ini sedikit berbeda dari Youma yang dikirim para Pasukan Dark Kingdom dan musuh-musuh yang pernah kita hadapi sebelumnya?" tanya Rei pada Usagi, "Apa bisa kau memperjelasnya, meskipun Luna sudah menjelaskan apa yang dia ketahui, aku tetap ingin tahu dari dalam sudut pandangmu Usagi-chan," ungkap Rei.
Usagi yang mendengar itu langsung melirik ke arah Rei, Amy, Makoto dan Minako, lalu Artemis dan Luna, "Apakah kalian tidak menyadarinya, kalau dunia ini memiliki aliran energi yang aneh? Bahkan terkesan kacau dan tidak beraturan," tanggap Usagi.
"Itu memang benar, bahkan kedua gagak di kuilku Fobos dan Demos juga merasakan sesuatu yang janggal dengan tempat ini, terutama saat aku bicara dengan teman barumu yang bernama Hyoudo Issei itu," ucap pelan Rei.
"Dunia ini Youma dan makhluk supranatural lainnya bisa makan makanan manusia, mereka tidak bisa memakan energi seperti di dunia kita, oleh sebab itu musuh kita kali ini tidak mengincar Kristal perak berkilau milikku. Melainkan sesuatu yang lain, dan untuk bertahan hidup di dunia ini Youma memakan daging manusia dan makhluk lain yang mereka temui," jelas Usagi dengan tatapan serius, "Semakin banyak mereka memakan manusia maka semakin besar kekuatannya. Namun, konsekuensinya adalah, sifat liar mereka semakin tidak terkendali dan wujudnya semakin jauh dari manusia," ungkap Usagi, "Tapi Rei, bukankah Issei itu manusia biasa, aku merasa seharusnya dia tidak mengetahui perihal Youma atau makhluk jahat lainnya, karena mereka pandai bersembunyi dan tidak beraksi di keramaian?" tanya Usagi penasaran.
"Bukankah musuh kita kali ini jauh lebih berbahaya?" tanggap Minako yang kaget kalau Youma kali ini bukan hanya memakan energi tapi memakan fisik mangsanya.
"Yah, jika kau melihat dari segi sadisnya mungkin Youma di sini lebih berbahaya, tapi jika kau menilai dari segi pengaruh dan korbannya, Youma dari Dark Kingdom jauh lebih berbahaya," ucap pelan Usagi.
"Ya juga yah," gumam Makoto mengingat, kalau para Youma dari Dark Kingdom bisa mengendalikan semua manusia di satu kota besar serta menyerap energi hidup mereka.
"Oh ya.. tadi aku ketemu sama kenalanmu" ucap Amy.
"Bukannya kau memang sudah bertemu dengannya satu kali di game center saat aku membawa dia dan temannya," ucap Usagi
"Ahh… mungkin aku lupa aaahahahaha" ucap Amy ketawa masam.
"Lalu apa yang dia katakan pada kalian?" Tanya Usagi penasaran.
Sebab tidak mungkin kalau Issei yang merupakan kenalannya itu tidak mengatakan hal ceplas ceplos yaa meski dia memiliki watak mesum.
"Kami hanya menanyakan soal makhluk yang menyerangmu malam itu, tidak lebih," tanggap Rei.
"Yaaa meski kau menanyakan siapa dirinya saat itu" ucap Amy.
Pembicaraan lelakiSementara itu di suatu sudut yang lain, terlihat Issei kini berjalan santai bersama Matsuda dan Motohama, mereka bertiga asik membicarakan betapa menyenangkannya bisa berinteraksi dengan teman-temannya Usagi.
"Kalau saja para gadis di sekolah kita seperti mereka, kita sudah pasti punya pacar," ucap Matsuda.
"Masalahnya mereka beda 2 tahun dengan kita. Kalau udah sekelas dengan kita, aku mau minta pacaran sama mereka" balas Motohama.
"Ya tapi meskipun ada yang juga sudah SMA seperti Rei-chan, tapi dia tidak bersekolah di sini, hik jadi nggak bisa ngobrol banyak," ucap Matsuda lagi.
"Yaa mau gimana lagi. Itu yang harus menimpa kita bertiga" ucap Motohama.
Sementara Issei, dia nampak mengimajinasikan senjata yang dia lihat dari game yang dia mainkan dulu yang bernama Monster Hunter. Salah satu game yang membuat siapa saja ketakutan dan deg-degan mengingat misinya berbahaya dan gila bagi orang yang lemah sama makhluk raksasa.
Walau begitu, Issei melakukan hal demikian apabila lawannya adalah sekelas raksasa yang ukurannya hampir mencapai 20 meter. Sangat gila ukurannya yang bahkan membuat Issei berkata 'mustahil'
(Jujur saja, aku heran samamu yang malah scan semua senjata dari game itu) Ucap naga yang didalam diri Issei yang bernama Ddraig
'setidaknya anggap saja itu pertahanan diri jika lawannya keras seperti naga' balas Issei kepada Ddraig.
"Hei Issei, kenapa sejak tadi kau diam? Apa yang kau pikirkan?" tanya Matsuda.
"Entahlah. Mungkin aku lagi berpikiran akan ada suatu yang buruk yang akan menimpa seluruh Akademi Kuoh. Tapi aku tidak tahu apa itu" balas Issei mengenai pertanyaan Matsuda.
"Kau ini pasti kebanyakan nonton anime," ucap Motohama yang merasa kalau Issei mulai membangkitkan jiwa chounibyo.
Tapi, mereka berdua tidak akan menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Issei akan ada benarnya. Dan itu tidak diketahui kapan itu tiba. Entah besok, lusa, atau bulan depan. Karena ramalan Issei pasti akan terjadi.
'Yaaa pasti itu anggapan mereka. Toh nanti akan terjadi nggak tahu kapan.' pikir Issei karena dia bukan tipe pemaksa agar seseorang percaya dengan ucapannya.
"Tapi jika kau bertanya lagi. Aku mungkin sempat kepikiran, kalau Usagi dan teman-temannya akan lebih baik jika mereka tidak berada di satu sekolah dengan kita," ucap Issei.
"Lah kenapa?" tanya Motohama dan Matsuda.
"Ya jika dia berada satu sekolah dengan kita, dia tidak akan mungkin mau bicara dengan kita bukan," jawab Issei.
"Apalagi kalian tahu kalau Usagi orang yang jarang bicara dan hanya bicara yang penting saja" ucap Issei menambahkan.
"Tapi waktu itu dia sangat aktif dan banyak bicara, bahkan mau memperkenalkan kita dengan dua temannya," ungkap Motohama.
"Karena baru pertama kali kenal. Lalu bagaimana seandainya jika dia dan temannya tahu seperti apa sifat asli kita? Bukan mau memperburuk. Tapi pastinya kita akan diceramahi sama mereka nantinya" ucap Issei menjelaskan
Sebab dia pernah kena ceramah sama Usagi mengenai sifatnya. Tapi Usagi selalu berkata dengan lembut yang membuat dia luluh dan entah kenapa mau berubah.
"Mah, benar juga, tapi kita hanya perlu berubah jadi lebih baik bukan?" tanya Matsuda.
"Hem, kau ketinggalan Matsuda, aku sudah melakukan perubahan kecil lebih awal, karena aku sudah membuang semua koleksi eroku," ucap Motohama dengan bangganya.
"Wah itu sebuah keberanian yang besar," gumam pelan Issei yang tak percaya dengan apa yang dicapai oleh Motohama.
"Iya dong, aku tidak mau dijauhi Amy-chan makannya aku ingin memperbaiki diri," ucap bangga Motohama.
"Nice tuh. Alasanmu. Yang penting kita mau merubah diri kita sendiri. Dan tentunya gadis-gadis akan datang menghampiri kita dengan perubahan itu" ucap Issei.
"Kau sendiri bagaimana Issei?" tanya Matsuda tiba-tiba, "Apa kau sudah menyatakan perasaanmu pada Usagi?" tanya Matsuda lagi.
"Benar, waktu di game center, kalian terlihat serasi sekali, terutama saat main game dance-dance revolution," tambah Motohama.
"Ahahaha, sayangnya belum, aku … aku merasa masih kurang pantas untuk Usagi," gumam pelan Issei.
"Ehh… kenapa? Padahal aku lihat baik kamu sama Usagi-chan kelihatan serasi" ucap Matsuda.
"Gimana bilangnya yah, dia itu orangnya terlalu baik dan … ah sudahlah, menurutku ada lebih banyak orang yang lebih baik untuknya dari pada aku," tanggap Issei.
"Kau bicara seolah-olah baru diputusin pacar" ucap Motohama mendengar apa yang dikatakan oleh Issei sendiri.
Biasanya laki-laki menurut Motohama langsung gas saja mengingat dia dapat pasangan yang baik apalagi pasangannya yang serasi.
"Aku merasa orang tuanya menyeramkan," jawab Issei, ya meskipun sebenarnya wajah dari orang tuanya Usagi itu sangat biasa saja. Namun, yang namanya anak muda jika bertemu ayah dari teman perempuannya pasti akan gugup,
'Meskipun wajahnya kaya om-om pada umumnya, tapi pas pertama kali bertemu, auranya menakutkan, apalagi ketika dia menanyakan hubunganku dengan anaknya' pikir Issei.
"Yang benar? Anaknya secantik itu, masa bapaknya menyeramkan," ucap tak percaya Matsuda.
"Iya nih, kamunya aja yang parnoan, lagian mana mungkin kau pernah bertemu orang tuanya," ucap Motohama membenarkan pendapat Matsuda yang menganggap kalau Issei itu rada aneh.
"Aku pernah bertemu bapaknya saat Usagi lagi terkena kecelakaan atau serangan dari orang yang tidak dikenal. Bapaknya sangar saat menanyai hubunganku sama Usagi sendiri" ucap Issei menjelaskan seperti apa yang dia lalui saat bertemu orang tua Usagi di saat Usagi terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit.
"Jangan bilang kamu trauma dan nggak mau maju ke tingkat selanjutnya dalam membuat hubungan?" tanya Matsuda.
"Ya meskipun aku bisa mewajarkan rasa takutmu sih. Namun, kamu nggak langsung menyerahkan?" tambah Motohama sambil membenarkan kacamatanya.
"Ya mau bagaimana lagi, tapi tentu saja aku tidak akan menyerah, mana mungkin aku melepaskan gadis cantik seperti Tsukino Usagi," ucap pelan Issei.
"Itu baru Issei yang kami kenal," tanggap Matsuda sambil tersenyum.
Sailor Senshi vs Naga penghancurAlhasil mereka pulang ke kediaman masing-masing. Dan saat Issei melihat berita di TV, berita anehnya muncul disana dimana akan datang seekor monster berwujud naga yang entah darimana munculnya dan terbang ke arah Jepang.
Bahkan pembawa berita itu mengatakan bahwa itu akan tiba dalam waktu 1 bulan 10 hari lagi yang tentu Issei kaget mendengarnya.
'yang benar saja, cuk. Monsternya tiba pas saat pertemuan antara orang tua dan wali murid?!' tanya Issei kaget dalam hati.
Sementara itu di SMP Kouh, Usagi, Makoto, Minako, dan Amy nampak terdiam mendengar berita yang sama. Sedangkan di SMA yang berbeda.
'Aku merasakan hal yang buruk,' batin Rei sambil melirik ke satu arah.
"Jadi apa yang kita harus lakukan jika naga itu tiba?" Tanya Amy.
Mengingat dia belum pernah berhadapan langsung dengan naga. Ditambah naga yang dilawan adalah naga yang kuat.
"Apalagi kau tahukan supernatural dan hal gaib harus dirahasiakan" ucap Amy menambahkan.
Sebab kekuatan gaib mereka harus tersembunyi dan tidak boleh dibocorkan begitu saja. Mengingat di dunia ini manusia tidak percaya dengan sihir ataupun supernatural.
"Haaah, teman-teman, kita akan berkumpul di lokasi," ajak Usagi menggunakan gelang komunikasi yang membuat semua anggotanya mendengar perintah dari Usagi si Sailor Moon, Leader dari Inter Sailor Planetaria.
"Kau yakin Usagi-chan, lawan kita adalah naga?" tanya Makoto.
"Tenang saja, bukankah kita sudah pernah melawan planet hidup sebelumnya?" tanggap Usagi.
"Yang benar saja, Usagi. Kekuatan kita harus dirahasiakan karena tidak mau membuat semua orang tahu mengenai sihir kita. Apalagi sihir dianggap mitos" ucap Makoto
Sebab manusia di zaman sekarang ini, mereka tidak percaya dengan hal gaib dan supernatural. Sehingga tentu itu akan membuat siapapun pada heboh.
"Dengarkan aku Sailor Tachi, kita adalah Bishoujo Senshi(Prajurit Cantik), kita tidak pernah sembunyi, ingat sebelumnya kita selalu beraksi di depan umum dan ini bukan lagi hal yang bisa disembunyikan!" seru Usagi yang kini sudah berubah ke dalam wujud Sailor Modenya.
"Baiklah jika itu maumu, kita akan menuruti ucapanmu." Ucap Makoto dan diangguk sama Sailor lain.
Selanjutnya mereka bergerak dengan menyerukan mantra perubahan mereka.
"Jupiter Planet Power, Make Up!" seru Makoto dan seketika ia masuk ke wujud Sailor Jupiter dengan pakaian Sailor krah hijau dan rok mini hijau dan aura badai petir yang sangat ganas menyelimuti tubuhnya.
"Mars Planet Power, Make Up!" seru Rei yang setelah keluar dari sekolahnya dengan izin ke toilet, seketika tubuhnya diselimuti api dan setelah apinya hilang ia mengenakan seragam Sailor dengan kerah merah dan rok mini merah juga.
"Mercury Planet Power, Make up!" seru Amy gadis berambut biru yang seketika tubuhnya diselimuti air dan seketika pakaiannya berubah menjadi Seragam Sailor dengan krah dan pita biru dengan rok mini biru juga.
"Venus Planet Power, Make Up!" seru Minako sembari tubuhnya diselimuti rantai cahaya berbentuk hati, hingga akhirnya pakaiannya berubah menjadi baju Sailor dengan warna kerah dan rok mini berwarna kuning.
Alhasil semua Sailor berhasil berubah wujud dan berniat mengalahkan Rathalos yang dikenal sebagai naga terkuat. Apalagi ini pertarungan pertama mereka melawan seekor naga.
Sementara Issei, dia membuat senjatanya untuk melawan monster itu, dimana dia membuat pedang besar dan pelindung tangan dan kaki saja mengingat dia mahir memakai senjata kelas berat.
'Sialan. Tidak aku sangka monster itu malah datang ke sini. Apalagi di pertemuan antara orang tua dengan wali murid pula' pikir Issei.
"Moon Tiara Action!" seru seseorang dari belakang dan seketika ada cakram cahaya yang melesat dengan kecepatan tinggi dan hal itu langsung menghancurkan satu sisik dari si Naga dan membuat Naga itu kesakitan, meskipun lukanya kecil.
"Ukurannya cukup besar juga yah," gumam pelan Sailor Moon yang baru sampai ke sana bersama 4 anggota Sailor yang lain.
"Begitulah." Ucap Sailor Mars
"Tapi apa yang harus kita lakukan jika sampai dikota monster naga ini?" Tanya Amy
"Iya.. kita sudah pakai berbagai macam sihir. Tapi monster ini sangat tangguh" ucap Minako yang pakai sihir cahayanya tapi dielak pakai ekor Rathalos dan berakhir serangannya batal dan membuat Minako hampir kena semburan api Rathalos.
"Suprime Thunder!" seru Makoto yang menembakkan petir bertegangan tinggi dalam bentuk Naga yang mengigit leher Rathalos.
Tapi karena kecerdikan Rathalos, dia menebas petir itu dengan cakarnya dan membuat petir itu hilang entah kemana
Groaaaaaaaaaar
Pekik Rathalos yang kini menyerang para Sailor dengan brutal. Apalagi Rathalos sangat gesit dipertarungan udara.
"Cresect Beam Shower!" seru Sailor Venus atau Minako sambil menembakkan ratusan laser cahaya yang meledakkan sisik Naga itu.
"Burning Mandala!" seru Sailor Mars dan seketika puluhan bola api super panas melesat dan membakar Rathalos.
Goaaarrrrrrrrr!
Rathalos yang marah mulai menembakkan bola api ke arah mereka berlima, tapi Amy dengan cepat menembakan sihir air miliknya, "Mercury Aqua Misto!" seru Sailor Mercury dan seketika kabut tebal menyelimuti mereka yang akhirnya membuat serangan si naga meleset.
Alhasil Naga itu mulai menyerang dengan ekornya karena indra penglihatan naga sangat tajam dan membuat 5 sailor itu kena serangan dadakan dan membuat mereka mendarat keras di tanah.
Blaaar blaaar blaaar blaaar blaaar blaaar
Alhasil para Sailor itu mendapatkan luka fatal disekujur tubuh mereka dan membuat Amy berusaha untuk berdiri tapi langsung pingsan bersama para sailor lain.
"Moon Healing Escalation!" seru Sailor Moon atau Usagi yang mengayunkan moon stick dan akhirnya energi dari sinar bulan yang menyembuhkan para Sailor dan manusia lain dimana luka-luka mereka langsung pulih.
"baguslah. Setidaknya mereka sudah pulih." Ucap Usagi yang melihat para Sailor itu dan manusia lain mulai pulih dan akan bangun.
Tapi, naga Rathalos langsung pergi dari sana dna dan terbang lagi menuju ke Akademi Kuoh
"Venus-chan tahan gerakan naga itu!" seru Sailor Moon sambil berlari mencari lokasi yang cukup tinggi.
"Dimengerti!" seru Venus sambil mengeluarkan lantar cahaya berbentuk hati, "Venus Lovely Chains!" seketika rantai hati itu dicambukkan ke kaki Rathalos dan akhirnya, "Makoto-chan!" seru Venus memanggil Sailor Jupiter yang punya kekuatan fisik paling tinggi.
"Dimengerti!" seru Makoto yang membantu Venus menarik kaki Rathalos. Hingga akhirnya Naga itu tersungkur ke tanah.
Booooom.
"Mercury Aqua Cuter!" seru Sailor Mercury yang mengeluarkan tebasan air berkecepatan tinggi yang memotong satu sayap Rathalos.
"Rin jo jountai kai shin sen tai sen! Akuryu Taisan!" seru Sailor Mars yang seketika melemparkan ratusan jimat api yang membakar Rathalos membuat sang Naga tak berkutik karena pergerakkannya dikunci.
"Wahai pedang suci yang melindungi keluarga kerajaan bulan! Datang dan tebas musuhku!" seru Usagi dan seketika pedang suci yang terbuat dari batu bulan yang berwarna perak cerah berkilau yang bisa membelah semua musuh.
Namun, sayangnya sebelum Usagi berhasil memenggal leher dari Naga purba itu Naga itu tiba-tiba menghilang entah kemana. Hal itu membuat, "Dimana dia?" tanya kaget Makoto dan Minako yang kaget karena rantai mereka tak bisa mengekang sang naga.
"Mercury, apa kau bisa melacaknya?" tanya Sailor Moon kepada Sailor Mercury.
"Sayangnya tidak, dan sebelum kabut ini hilang, sebaiknya kita kembali ke kelas," tanggap Mercury.
"Itu benar, sekaligus menjaga identitas kita," ucap Sailor Jupiter.
"Em, selain itu para guru juga akan curiga jika kita keluar kelas terlalu lama hanya untuk buang air kecil," tambah Mars. Sailor Moon akhirnya mengangguk dan bergenggaman tangan pada Sailor lainnya, ia juga dengan cepat mengalirkan energi miliknya pada teman-temannya.
Setelahnya mereka pun melesat dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke kelas mereka, toh mereka bisa berpindah dari bumi ke bulan dalam beberapa detik saja, jadi tentu kalau hanya menuju ke kelas itu bukanlah perkara sulit.
Tawaran untuk menjadi iblisLalu berita sang Naga tiba-tiba menghilang ketika dikeroyok oleh sekumpulan Gadis berpakaian Pelaut yang menembakkan sihir. Sayangnya karena kabut tebal, para Reporter tak bisa menangkap gambar atau wajah para Sailor mengatasi Naga besar itu.
Para penduduk jepang, sebagian percaya dengan berita itu karena mengalaminya sendiri. Namun, sebagian lagi hanya menganggap itu bagian promosi film Mahou Shoujo terbaru yang bermusuhan dengan Kaiju.
Namun, berbeda dengan Issei yang dimana ia sudah punya firasat akan itu, "Sailorkah" gumam pelan Issei sambil melihat tayangan berita di TV umum yang ada di kantin.
Sementara itu, Rias dan Sona yang melihat berita dari kantor OSIS.
"Bagaimana menurutmu Sona?" tanya Rias.
"Itu cukup menarik, tapi aku tidak akan merekrut mereka," ucap pelan Sona.
"Kenapa?" tanya Rias.
"Kau tahu seberapa besar obsesi kakak ku pada sesuatu yang berbau Mahou Shoujo, jika sampai dia tahu soal mereka, dia pasti akan menjadi tidak terkendali," ucap pelan Sona.
"Iya juga. Mengingat kakakmu sangat terobsesi dengan Mahou Shoujou" balas Rias .
"Ne Issei, menurutmu itu promosi film atau benaran kejadian?" tanya Matsuda agak khawatir, apalagi kejadiannya berdekatan dengan rumahnya.
"Bagaimana kalau aku menjawabnya itu kenyataan?" tanya Issei
"Kalau itu kenyataan aku harus bagaimana, rumahku mungkin hancur saat Naga itu terhempas ke tanah atau mengamuk tidak jelas ketika ada kabut," balas Matsuda rada pasrah
"Dan kabarnya dia akan kesini" ucap Motohama saat ada berita jika Rathalos akan datang ke kota ini.
"Bukannya tadi berita hanya bilang kalau Naga itu menghilang tiba-tiba saat gadis berambut odango membawa pedang perak berkilau itu mencoba menebasnya, dan tidak dikatakan tuh naga menghilang ke mana," ucap Issei. Yah soalnya jika memang Naga itu mendekat ke Kouh akademi, Draig yang ada di dalam dirinya pasti sudah mendeteksinya.
"Aku tidak tahu. Tapi bersiap saja jika kemungkinan terburuknya tiba" ucap Motohama
Tak lama gadis berambut merah mendatangi Issei dan ia meminta Issei untuk datang ke tempatnya dan orang itu adalah Rias Gremory. Issei akhirnya hanya diam untuk beberapa saat, sepertinya dia memikirkan ini itunya terlebih dahulu hingga akhirnya ia bisa menjawab.
"Baiklah aku akan datang," ucap Issei pada Rias sambil berdiri dan bersiap pergi
"Oi Issei, apa ini, masaka owaki(Selingkuh)?" tanya iseng Matsuda
"Mau aku tampar pakai ini?" tanya Issei yang menunjukkan buku cetaknya dan siap untuk dihantam ke Kepala Matsuda
"Kejamnya, ya sudah pergi sana, palingan nanti Usagi akan menatapmu dengan tatapan kecewa," ucap Motohama ikut-ikutan
"Ngiii... Itu dikatakan oleh orang-orang yang baru keluar dari hal pornonya" ucap Issei yang langsung pergi dari sana dan menuju Klub ilmu gaib
"Kok dia agak sensitif yah?" tanya Matsuda heran
"Mungkin kena ambien," tanggap Motohama sambil ngakak.
"Piff temanmu itu benar-benar dah," tanggap Draig dari pikiran Isse
'Yaa memang gitulah kalau kamu punya teman sengklek Ddraig' balas Issei ke Ddraig
Sesampainya di markas Penelitian Ilmu Gaib, di sini Rias tanpa basa basi mulai meminta Issei bergabung dengan kelompoknya
"boleh aku tahu alasannya?" tanya Issei memastikan
"Aku merasakan adanya kekuatan besar di dirimu, jadi aku rasa kekuatanmu sangat aku butuhkan, selain itu, kau juga mendapatkan beberapa keuntungan jika sudah menjadi iblis tingkat atas," jawab Rias dan disana terlihat para bawahan Rias berkumpul memandangi Issei termasuk Yuto Kiba.
'Gimana menurutmu Ddraig?' tanya Issei kepada Ddraig melalui telepati
"Jika kau menerimanya, Usagi dan teman-temannya akan benar-benar kecewa padamu," tanggap Draig yang tahu kalau Usagi bukan orang biasa, jadi pasti Usagi tahu jika ada perubahan dalam diri Issei
'Kenapa kau berpikir dia akan kecewa padaku?" tanya Issei.
"Karena aku merasakan energi yang terpancar dari tubuh Usagi sama dengan energi dari lima orang yang melawan Rathalos di tv tadi," tanggap Draig, "Yang artinya orang seperti Usagi itu tidak akan menyukai orang yang menjual jiwanya pada iblis," ucap Draig memberikan kesimpulan.
"Baiklah untuk diriku. Mungkin aku tidak mau menjadi iblis untuk saat ini. Karena aku harus membereskan masalah tadi" ucap Issei mengenai kedatangan Rathalos
"Kau yakin, kau bisa menjadi sangat kaya dan terpandang, bahkan bisa mendapatkan banyak wanita untuk dirimu sendiriloh," tanggap Rias membujuk Issei
"Aku tidak akan terjebak dengan hal itu, lagi pula gadis impianku tidak menyukai iblis, jadi aku tidak akan menjual jiwaku padamu," ucap Issei sambil berjalan pergi.
'Ditambah lagi musuhnya aku yakini bukan hanya Rathalos saja yang kesini' pikir Issei.
Markas Rahasia.Sementara itu Matsuda dan Motohama mulai mencari kegiatan positive di sekolah, mereka bahkan bergabung dalam klub Base Ball biar bisa terkenal dan diketahui sudah berubah ke arah yang lebih positif. Yah meskipun ujung-ujungnya enggak diizinkan main karena mereka hanya dijadikan pemain tambahan atau pengganti. Akan tetapi tentu saja mereka berdua dilatih langsung oleh pelatihnya agar kalau udah mengganti pemain lapangan nanti nggak kikuk-kikuk amat, meskipun jarang terpakai dalam pertandingan Matsuda dan Motohama tetap berlatih, selain karena tuntutan tim atau pelatih, mereka juga ingin melupakan hal-hal ero melalui kegiatan baru mereka.
Sore hari kemudian.
Issei, Matsuda dan Motohama, akhirnya pergi ke luar gerbang sekolah dan mereka bertiga nampaknya diikuti oleh gadis kecil berambut perak yang tidak lain adalah Koneko Toujo gadis bawahan Rias.
Setelahnya Usagi dan keempat temannya terlihat datang menghampiri Issei, Matsuda dan Motohama, lalu menyapa mereka.
"Yo Issei senpai! Matsuda senpai! Motohama sentai!" sapa Usagi sambil tersenyum ke arah Issei.
"Ah Usagi, dan teman-temannya, selamat Sore," tanggap Issei sambil tersenyum tipis.
"Hoooh, jadi ini yang namanya Issei, kenalkan Kino Makoto," ucap gadis berambut coklat dengan tinggi 168 cm dengan mata berwarna hijau.
"Salam kenal" ucap Issei gugup.
"Aino Minako," ucap gadis berambut pirang panjang tergerai dengan mata berwarna biru ikut menyapa.
"Em aku Hyoudo Issei dan dua temanku, Matsuda dan Motohama," ucap Issei yang juga memperkenalkan dua temannya.
"Ini kucingku namanya Luna," ucap Usagi memperkenalkan kucing betina berbulu hitam.
"Kalau ini kucingku namanya Artemis," tanggap Minako sambil mengangkat kucing jantan berbulu putih.
"kayak nama Dewi kebijaksanaan"ucap Issei
"Ahahahahaha," terlihat Minako tertawa canggung mendengarnya.
Akhirnya mereka berdelapan berjalan bersama menuju game center lagi, karena memang hanya di sana mereka bisa bersantai dan berbicara ini itu.
Dan Koneko tetap mengintai dari belakang, setelahnya Rei mendekati Usagi yang sedang asik berbicara denggan Issei.
"Hei Usagi, aku merasa ada seseorang yang mengikuti kita dan ia sepertinya sengaja mengikuti dan mengintai kita, karena ia menyembunyikan hawa keberadaannya setipis mungkin," bisik Rei di telinga Usagi
"Hawa keberadaan yang tipis yah…. dia pasti bukan manusia," balas Usagi dengan nada sangat pelan.
"Hem Ada apa?" tanya Matsuda dan Motohama melihat Rei dan Usagi saling berbisik satu sama lain.
"Usagi, Rei, apa ada masalah?" tanya Minako dan Amy yang melirik Usagi dan Rei.
"Tidak ada," jawab Usagi dengan spontan.
"Benarkah, tadi aku sempat lihat kalau kau sempat memasang wajah khawatir tadi?" tanya Issei penasaran.
"Itu hanya perasaanmu saja Senpai, Aku baik-baik saja kok," tanggap Usagi sambil tersenyum.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri begitu hah? Kau ini udah bikin orang khawatir tau," ucap Makoto sambil merangkul Usagi dan mendekatkan telinganya ke mulut Usagi, seolah memberi kode kalau ia ingin tahu apa yang sebenarnya Usagi dan Rei bicarakan tadi.
"Kita diikuti oleh seseorang yang hawa keberadaannya sangat tipis," jawab Usagi yang paham maksud Makoto.
Seketika tatapan Kino Makoto jadi sangat tajam dan diarahkan ke belakang, lalu ia melihat gadis kecil berambut perak yang dengan cepat bersembunyi.
"Haruskah aku memergokinya?" tanya Makoto dengan bisikan.
"Ahhahahaha! Mako-chan apa yang kau katakan? Bukankah kita hanya bermain bersama di Game Center, t-tak mungkin aku menjalin kasih dengan pemuda yang baru aku temui i-itu mustahil!" seru Usagi.
"Ahhahahahahaha! B-benar juga yah," tanggap Makoto yang paham maksud Usagi untuk tetap bersama dan jangan memisahkan diri.
"Minako kemudian menghampiri Makoto dan berbisik padanya dan tentu saja menanyakan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, bahkan Amy juga diberitahu dengan cara berbisik.
"Ano, kalian tidak membiacarakan kami kan?" tanya Matsuda rada khawatir kalau teman-teman Usagi sebenarnya tidak nyaman bersama mereka.
"Ah tidak, kami hanya memikirkan game apa yang bisa dimainkan dan dinikmati semua orang," tanggap Amy dengan tenang dan tersenyum tipis.
"Aku sebenarnya tidak begitu menyukai video game. Akan tetapi, aku menyukai suasana yang tercipta saat bermain game bersama orang lain saja," ucap Rei yang menyatakan kalau ia tidak suka bermain game jika dia hanya sendirian.
"Mah aku juga begitu," tanggap Amy yang memang lebih suka menghabiskan waktunya untuk belajar ketimbang bermain game.
"Oh ya. Apa kalian ada dengar berita itu?" Tanya Amy mengenai naga Rathalos. Yaa maklum lah namanya cewek pasti buka berita itu.
"Iya aku dengar. Katanya seekor naga datang kesini. Dan entah kenapa bisa hilang begitu saja" ucap Motohama yang juga mendengar berita itu.
"Mungkin itu promosi film," ucap Usagi sambil tersenyum tipis.
"Promosi film? Tapi aku mendengarnya itu nyata lho" ucap Motohama.
Usagi hanya tersenyum saja, "Hem … entahlah," ucap Usagi dengan senyum tipis.
Mereka kemudian masuk ke game center dan Usagi kemudian tersenyum ke arah mereka.
"Ayo aku mendapatkan mesin game yang bagus!" seru Usagi sambil menggenggam lengan Issei dan setelahnya menarik lengan Issei
"Hehey… bersenang-senanglah sama dia, kawan" ucap Matsuda.
"Kaliaaan!" Seru Issei sedikit kesal karena digoda Matsuda.
"Kalian berdua juga," ucap Rei sambil menarik tangan Matsuda, lalu Amy yang menarik tangan dari Motohama.
Dan itu membuat Matsuda dan Motohama merona juga karena mereka juga diseret oleh teman Usagi sendiri.
"Are, Rei-chan, Amy-chan, kalian udah punya doi nih," ucap Makoto dan Minako.
Rei hanya diam dan tak menjawab. Namun, meski demikian pipinya sedikit merona merah.
"Mako-chan, itu tidak lucu! K-kami hanya teman!" seru kikuk si Amy.
"I-itu benar apa yang dikatakan oleh Amy-chan tahu" ucap Rei yang juga merona dikatakan demikian oleh Makoto.
"Heeeeeh, benarkah?" tanya Minako sambil tersenyum tipis.
Akhirnya mereka sampai di sebuah mesin Arcade yang dimana Usagi mengalirkan energinya ke mesin Arcade.
"Minako-chan, bisakah kamu membuat barier khusus yang menipu penglihatan orang diluar Barier?" pinta Usagi.
"Barier?" tanya Matsuda dan Motohama yang tidak mengerti.
Minako hanya mengangguk dan membelakangi Usagi dan yang lain, lalu energi cahaya keluar dari tubuh Minako dan seketika barier khusus yang diminta Usagi tercipta.
"Barier selesai, jadi apa yang kau ingin lakukan?" tanya penasaran Minako.
Usagi hanya tersenyum dan menggerakkan joy stick dan menekan tombol-tombol arcade dengan sangat cepat hingga akhirnya, Mesin Arcade terbuka dan menampakkan tangga turun menuju ke dimensi lain.
"Semuanya ayo masuk," ajak Usagi yang kini berjalan masuk menuruni anak tangga.
"Oke" balas Mereka yang kini masuk ke dalam ruangan itu.
Dan nampak Matsuda dan Motohama terpukau melihat anak tangga saat mereka masuk. Sangat indah dan elegan. Bahkan Issei juga ikut terpukau melihatnya.
"Tempat ini," gumam pelan Amy yang teringat akan masa lalu.
"Ini adalah tempat rahasia dimana kita akan membicarakan banyak hal sekaligus menyelidiki segala hal," ucap Luna si kucing hitam yang melihat Komputer besar di hadapan mereka.
"Ahahahaha, Luna, mengenai hal itu, aku minta maaf, karena sebenarnya…. " Usagi kemudian menunduk dan memainkan jari-jarinya, "Aku hanya merekonstruksi ulang dunia digital dengan sihirku dan karena aku tidak mengerti teknologi, Komputer itu tidak bisa digunakan karena tidak ada mesinnya," ungkap Usagi yang hanya bisa membentuk ulang bentuk markas mereka bukan mesin di dalamnya.
"Besar sekali ruangannya" ucap Matsuda yang diangguk sama Motohama.
"Soal itu, aku mungkin bisa merakit ulang komputernya, hanya saja, kita butuh uang," ucap Amy yang membuka kerangka mesin komputernya yang ternyata memang hanya wadah kosong tanpa mesin.
"Wadahnya kosong sekali" ucap Luna setelah memeriksa.
"Memang berapa biaya yang dibutuhkan untuk merakit komputer ini?" Tanya Luna kepada Amy. Sebab untuk menjadikan komputer ini bekerja optimal, butuh biaya yang besar.
"Yah jika kau ingin komputer yang bisa mengakses semua informasi dan menyimpan banyak data, maka sudah dipastikan kira-kira akan menghabiskan dana sebesar triliunan Yen, karena komputer di markas ini bukanlah komputer biasa melainkan super Komputer," ucap Artemis menjelaskan.
"Maaf, kalau saja aku cukup pintar dalam teknologi, aku juga pasti bisa membuat Super Komputernya berfungsi, sayangnya aku hanya bisa membuat casingnya saja," ucap Usagi.
Tentu Matsuda, Motohama, dan Issei terpana mendengar apa yang dikatakan oleh Amy dan lainnya jika membutuhkan banyak data dan akses yang bagus butuh Triliun yen.
'njir. Uang sebanyak itu bisa buat hidup mewah' pikir Issei.
Sementara itu di luar mesin Arcade.
Terlihat Koneko, bawahan dari Rias kebingungan karena tak bisa menemukan jejak dari Issei dan yang lain.
'Mereka menghilang? Sepertinya aku harus melaporkan hal ini pada ketua,' batin Koneko.
Bersambung
