...
Chapter 12: Pertempuran!
...
(Opening: Twilight-Brutal Legend Opening)
Source :
Music by : OTHOK OTHOK STUDIOS
Vocal by : BurexChannel and Amarynn_ (Youtube Channel)
Lyric : Amarynn_
Instrumental and Mix :haakun16
Music Arrangement : nickravela
(Music Starts: "Twilight – Brutal Legend Opening")
Layar perlahan memudar ke hitam, terdengar samar suara jeritan dan dentingan logam yang saling bertabrakan.
...
[In the darkness, I can't see the light]
[Painful screaming, blood runs down the knife]
Kamera menyorot ke sebuah kota yang hancur, diterangi cahaya bulan merah. Bangunan runtuh, dan bayangan Red Beast yang mengerikan bergerak di antara reruntuhan. Naruto berdiri di tengah-tengah kekacauan, menggenggam Necrocalibur yang bersinar merah, wajahnya penuh tekad.
...
[Echoes burning all throughout the night]
[Fighting for my life]
Kilatan adegan memperlihatkan Mika dan Asihira bertarung melawan gelombang Red Beast. Mika, dengan halo pink yang bercahaya, menghancurkan seekor makhluk raksasa dengan satu pukulan, menghempaskannya ke bangunan yang runtuh.
...
[Close to falling off the edge again]
[All this time we've failed to make amends]
Asihira menebas seekor Red Beast yang besar dengan katana berapi. Wajahnya tegang, namun penuh determinasi. Kamera memperlihatkan kilasan dirinya menatap refleksi di pedangnya, sejenak ragu sebelum kembali menyerang.
...
[What's all this? I wish to understand]
[As we reach the end]
Bayangan kabur [Angra] muncul dari kegelapan, auranya memancar energi gelap yang menakutkan. Kamera beralih ke Naruto, yang memejamkan mata, sementara Roda Rune di belakangnya memancarkan cahaya emas, menyingkirkan kegelapan di sekitarnya.
...
[Growing as we Sloth away, now we can't tell the fake from real]
[Envy, Lust inside their eyes for things they want fulfilled]
Adegan cepat menunjukkan ketiganya menghadapi berbagai bentuk monster: Mika menghantam tanah dengan kepalan tangannya, menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan puluhan musuh; Asihira memotong makhluk menjadi dua dengan tebasan presisi; dan Naruto melompat ke udara dengan Necrocalibur yang menyala semakin terang.
...
[Take away our destiny, oh led by Greed and Gluttony]
[Their Pride still standing tall, and their Wrath will burn it all]
Kamera fokus pada Red Beast humanoid raksasa dengan mata bercahaya, menyerap makhluk lain untuk tumbuh lebih besar. Monster itu meraung dan menghancurkan bangunan dengan satu pukulan. Naruto, Mika, dan Asihira berdiri bersebelahan, bersiap menghadapi musuh yang menakutkan.
...
[So I'll fight with all the sins, drown in emptiness within]
[Now the curtains drop, let the show begin]
Naruto memimpin serangan, Roda Rune-nya berputar cepat di belakang. Mika melompat maju dengan energi pink berkilauan, sementara Asihira mengikuti dengan Totsuka-nya yang terbakar api. Ketiganya menyerbu, layar menjadi putih terang.
...
[Let us roll the dice tonight and dance upon the nightmares]
[Overwhelmed by darkness, faster and faster, hope begins to die]
Tulisan "Tabrakan Dunia" muncul di layar dengan efek api dan asap, diiringi raungan Red Beast dan dentingan pedang yang bergema.
...
...
...
duaarrr
Dinding dan atap perpustakaan dijebol oleh Red Beast dengan berbagai bentuk. Tapi sebelum mereka masuk terlalu dalam, raungan terdengar dari tengah ruangan disertai api yang berkobar dan menyebar kesegala arah.
Setiap benda dan makhluk Red Beast yang tersentuh oleh api segera terevaporasi. Gedung perpustakaan yang tinggi langsung lenyap diselimuti api menjadi asap diudara.
"Huf, huf," Serika bersimpuh ditanah dengan kaki berbentuk W terbalik dengan ekspresi kelelahan. Di punggungnya terlihat roda cahaya yang terbuat dari Rune yang tak terhitung jumlahnya.
"Kerja bagus. Sisanya serahkan pada kami." Naruto memuji Serika dan dibalas dengan dengusan kesal seperti biasa.
Mereka semua menatap kearah sekeliling dan sejauh mata memandang, Red Beast mengepung mereka hingga menimbulkan kabut abu-abu pekat.
"Aku tidak butuh pujianmu. Kembali dengan selamat. Yuuka belum menciummu kan?"
"Eh?" Yuuka, Mika, dan Asihira terkejut mendengar ucapan Serika. Sementara itu, wajah Yuuka memerah dengan cepat ketika mengingat apa yang dikatakannya saat mereka berpisah.
"Hahaha! Aku menunggu itu." Naruto tertawa keras dan segera melompat pergi disertai dengan teriakan Yuuka yang malu. Sementara itu, Mika dan Asihira dengan cepat mengikuti Naruto.
Setiap orb dari Red Beast yang mati terlihat terbang menuju Naruto dan segera menyatu dengannya. Roda Rune yang berada di belakang Serika juga terbang dan melayang ke belakang punggung Naruto.
Roda Rune bersinar dengan cemerlang membuat Naruto terlihat seperti dewa yang turun kebumi.
"Minggir!"
Tubuh Asihira mengeluarkan percikan api merah yang berkobar dahsyat dan semua tersalurkan kedalam pedang Totsuka. Dengan cepat, Asihira menegaskan Katana nya.
Swoshh
Gelombang petir dan api keluar dari tebasan Asihira, menelan puluhan Red Beast menjadi abu menyisakan orb yang segera diserap oleh Naruto.
Mika tidak tinggal diam, halo pink miliknya muncul diatas kepala dan segera menerjang kedepan seperti badak yang mengamuk. Semua Red Beast yang bersenggolan dengan Mika langsung terpental dan musnah dibakar oleh aura Mika.
Didepan kekuatan monster Mika, Red Beast sama rapuhnya seperti istana pasir yang bisa dihancurkan dengan sedikit sentuhan.
Pada saat mereka bertiga menerobos pengepungan, Yuuka dan Serika terlihat diserang oleh Red Beast dari segala arah. Tapi sebelum serangan mengenai mereka, [Binah] dengan tubuh raksasa menelan mereka berdua dari bawah dan segera menyelam kedalam tanah.
Para Red Beast yang kehilangan targetnya segera mengejar Naruto DKK.
...
Diluar sekolah
...
"Dimana tempatnya?" Naruto duduk bersila diudara dan untaian Roda Rune dibelakangnya memancarkan cahaya emas kesegala arah. Setiap Red Beast yang menyentuhnya segera berubah menjadi asap abu-abu dan orb yang segera diserap oleh Naruto.
"10 Km dari sini! Arah Jam 6!"
Naruto dan Asihira: "10 Km!"
Naruto dan Asihira yang mendengar jawaban Mika berteriak secara spontan. Bersamaan dengan itu, dikejauhan puluhan Red Beast berubah menjadi kabut abu-abu dan bergabung menjadi satu.
Roaarrr!
Segera sosok humanoid dengan kepala buaya dan ekor harimau setinggi 5 meter muncul dari penggabungan puluhan Red Beast.
Red Beast raksasa itu segera berlari kearah Naruto dkk dan menabrak apapun yang menghalanginya. Setiap Red Beast lain yang bertabrakan dengannya akan hancur dan diserap sehingga Red Beast raksasa menjadi semakin tinggi dan kuat.
"Kumpulkan!"
Asihira memasang kuda-kuda menebas [Kirioroshi]. Salah satu disiplin ilmu pertarungan pedang [Battojutsu]. Teknik yang mengandalkan tebasan berkecepatan tinggi yang mampu membelah manusia menjadi dua.
Pada saat Asihira belum [Awakening, tebasan nya sudah sanggup memotong 7 lapis bambu dan manekin manusia yang terbuat dari karet. Sekarang, dengan kekuatan yang tidak manusiawi ditambah dengan pedang Totsuka, Asihira benar-benar tidak terhentikan.
Slash!
Tebasan sempurna tanpa tambahan energi apapun membelah Red Beast raksasa menjadi 2 dari atas kepala sampai selangkangan.
"Omoshiro! Hahahaha!"
Mika tertawa terbahak-bahak dan segera meninju Red Beast raksasa dengan kepalan tangannya yang diselimuti energi kehancuran berwarna pink.
Duar
Tubuh Red Beast raksasa meledak menjadi kabut abu-abu dan menyisakan orb sebesar kepalan tangan yang melayang di udara. Orb itu segera ditarik oleh Naruto dan melayang diatas kepalanya.
Roda Rune dibelakang Naruto berputar berlawanan arah jarum jam dan segera Orb Red Beast raksasa berubah menjadi energi murni yang masuk kedalam tubuh Asihira dan Muka, memulihkan energi dan tenaga mereka sampai puncak kembali.
"Hahaha hebat!"
Asihira tertawa dan kemudian disambut dengan teriakan mengerikan dari belakang.
Di belakang, bekas perpustakaan, raksasa berbentuk ular sepanjang 16 meter meraung dengan raungan yang seharusnya tidak dimiliki oleh ular. Ini adalah Red Beast yang tercipta dari semua Red Beast yang tersisa!
"Biar aku yang urus!"
Roda Rune di belakang Naruto berputar searah jarum jam dengan kecepatan gila. Tubuhnya yang melayang di udara jatuh ke tanah dan aura menguar dari tubuhnya membentuk siluet aneh di udara.
"Tahan! Kamu punya tugas yang penting. Simpan energimu dan serahkan serangan pada kami!"
Mika dengan suara heroik yang tidak biasa maju kedepan dan menghalangi Naruto.
"Itu benar, Senpai. Tugasmu yang paling penting dan kamu tidak boleh menyia-nyiakan energimu sekarang. Perjalanan masih panjang dan musuh kita tidak diketahui seberapa kuatnya."
Asihira maju kedepan bersama Mika.
"Serahkan ini kepada kami"
Suara Asihira dan Mika tumpang tindih. Bersamaan dengan itu, Red Beast Ular menerjang kedepan.
Naruto terlihat menekan kembali energinya, membuat siluet di atasnya menghilang. "Kalau begitu mohon bantuannya."
Mika tersenyum dan segera menerjang kedepan. Sementara itu, Asihira berlari kesamping untuk menunggu kesempatan memberikan 1 serangan fatal.
Dikejauhan, Red Beast secara tak terduga mengeluarkan peserta dari mulutnya kearah Mika dan mengenai Mika secara telak!
Duar
Asihira yang melihatnya terlihat terkejut, tapi Naruto tetap diam dan mengamati situasi. Naruto tahu bahwa Mika sangat kuat. Bahkan jika dia dibiarkan sendirian, mengalahkan Red Beast ini hanya masalah waktu baginya.
'Tapi yang kita kurangi sekarang adalah waktu.' batin Naruto sambil menatap debu ledakan yang menghilang oleh raungan energi berbentuk naga barat.
Mika yang diselimuti selubung energi berbentuk naga memegang pedang [Necrocalibur] dan menebasnya kedepan. Energi pink berbentuk naga yang menyelimutinya pecah dan berubah menjadi gelombang energi berbentuk bulan sabit.
Slash! Slash! Slash!
Tebasan berbentuk bulan sabit membentuk alur dalam ditanah dan melibas habis apa saja yang menghalangi jalannya.
Tapi sayangnya, 7 tebasan beruntun yang memotong Red Beast tak berdampak apapun karena langsung sembuh kembali. Sementara itu, Mika yang melihatnya menyimpitkan matanya dan memikirkan sesuatu.
Kedua tangannya kemudian memegang [Necrocalibur] didepan dada dan memejamkan mata. Asihira yang melihat tindakan Mika langsung maju kedepan untuk mengukur waktu.
Apapun yang akan dilakukan oleh Mika sekarang, Asihira harus melindunginya.
Roaarrr!
Duar
Kepala Red Beast bertabrakan dengan Totsuka dan membuat Asihira mau tidak mau harus terseret kebelakang karena beban yang diterima dari tabrakan keduanya. Jika Asihira bukan seorang [Awakening] tipe [Full Body, Asihira akan hancur menjadi pai daging sekarang.
"Ughh, perbedaan beratnya menjengkelkan! Jika beratnya sama, aku akan menghancurkanmu dengan tangan kosong!" Asihira meraung untuk mengerahkan lebih banyak energi.
Lantai beton dibawah kaki Asihira amblas dan hancur karena menerima beban yang diluar batas yang bisa ditanggung nya. Di belakang, Mika membuka matanya dan memperlihatkan corak crimson yang memenuhi bagian putih matanya. Pedang [Necrocalibur] yang tadinya berwarna merah berubah menjadi berwarna keemasan.
Badan pedang yang tadinya terbuat dari energi memadat menjadi material nyata dan terlihat dipenuhi oleh Rune berbentuk sayap yang unik. Ketika mereka berkumpul, seolah-olah matahari bersinar di kedalam pedang.
Naruto yang melihat perubahan [Necrocalibur] mengubah ekspresinya menjadi kaget. Hal yang sama juga terjadi pada Arona ketika melihat perubahan [Necrocalibur]
{Ini adalah [Divine Construction]! Tapi bagaimana bisa dia mengubah pedang sekelas [Necrocalibur] menjadi [Divine Construction] miliknya?}
[Divine Construction] adalah senjata yang dibuat dari manifestasi eksternal kekuatan para makhluk Ras Dewa. [Divine Construction] mewakili tekad, kemauan, harapan, dan kekuatan dari makhluk ras Dewa itu sendiri.
[Divine Construction] ditempa dengan berbagai bahan eksternal dan dilebur menggunakan kekuatan dan tekad makhluk ras Dewa. Menjadikannya senjata yang unik, dimana tidak bisa dihancurkan selama pemiliknya masih hidup.
Senjata ini juga sangat kuat karena cocok dengan penggunaan. Persyaratan bahan untuk membuat [Divine Construction] juga sangat ketat. Tapi seberapapun kuat dan langkanya bahan pembuatan itu, seharusnya Mika tidak bisa membuat [Necrocalibur] menjadi [Divine Construction] miliknya.
Hal ini karena [Necrocalibur] adalah senjata pemusnah bintang!
Kalaupun bisa, kekuatan Mika saat ini seharusnya tidak cukup untuk melakukannya.
Tapi, Mika berhasil melakukannya!
"[Aurelith]."
Bisik Mika pelan. Seketika pedang [Necrocalibur] bersinar dengan cahaya emas yang kuat dan wujudnya benar-benar berubah total. Dibelakang Mika terlihat bayangan 12 pasang sayap cahaya yang mekar dengan kekuatan tak tertandingi.
Dzink
Mika menghilang dalam satu langkah dan muncul di samping Red Beast. Tanpa mengatakan apa-apa, Mika menebas [Aurelith] hingga kepala Red Beast terputus.
Asihira yang melihat ini segera menyentakkan Totsuka sehingga kepala Red Beast yang terputus terpental keatas belasan meter ke udara!
Ini menunjukkan berapa kuatnya Asihira.
Naruto yang melihat ini bersiap dengan Roda Rune miliknya. Tapi harus berhenti ketika Mika tiba-tiba menghunus kan [Aurelith] keatas dengan satu tangan.
"Tataplah sinar yang tak terhalang."
Suara lembut keluar dari mulut Mika dan menyebar jauh kesegala arah.
"Kilau keemasan yang mengantarkan ajal."
Cahaya pink serta emas-hitam melayang dalam jumlah besar disekitar layaknya kunang-kunang.
"Ketika siang dan malam bersatu padu."
Semua cahaya itu menyatu menuju [Aurelith] dan seketika membuat [Aurelith] kehilangan cahayanya. Menahan energi cahaya agar bisa dilepaskan dalam sekali hempasan untuk menghancurkan segalanya.
Mata Naruto menyimpit merasakan energi besar yang terkandung dalam [Aurelith]. Jika itu dihempaskan, kota Suo akan terbelah menjadi dua!
Tapi, Naruto tak menghentikannya. Lagipula,
Mika menundukkan kepalanya.
"Aku lupa mantranya!"
Mika berteriak keras sambil mengangkat kepalanya. Pedang [Aurelith] kembali menyebarkan energi yang terkandung didalamnya.
Asihira yang sudah berlari menjauh agar tidak terkena dampak ledakan langsung tersadung dan jatuh menggelinding.
Naruto terlihat menghela nafas dan roda Rune dibelakangnya memancarkan cahaya redup seolah kecewa karena tidak melihat kekuatan penghancur dilepaskan.
"Dia memang kurang tanggap dan mengikuti emosi sesaat. Tapi dengan ini, rencananya akan lebih lancar." gumam Naruto sambil tersenyum kecil.
Aroma yang mendengarnya terlihat bingung.
{Apa maksudmu, Master?}
"Mika tadi memang bisa melepaskan serangan itu. Hanya saja, dia menyadari di saat terakhir jika dia melakukannya maka akan membuat proses penyelamatan kali ini menjadi sulit. Hal ini karena [Angga] pasti akan bersembunyi karena takut dengan serangan itu."
{Jadi begitu! Maksud Master, Mika tadi terbawa suasana karena senjatanya dan ingin melepaskan kekuatan tadi, tapi disaat terakhir dia menyadari konsekuensinya sehingga melakukan ini. Tapi apakah [Angra] akan dibodohi dengan ini? Apakah dia akan percaya?}
Naruto tersenyum. "Itu tergantung akting Mika." Tertawa pelan, Naruto melihat kearah Mika dan merasa ingin memakan popcorn saat ini juga.
'Ini adalah situasi serius. Tapi entah kenapa? Kehadiran Mika selalu membuat suasana ini terasa konyol dan menyenangkan.'
"Mika! Seriuslah!"
Asihira berteriak setelah keluar dari puing-puing tembok bangunan yang runtuh akibat tertabrak olehnya. Rambut dikepalanya terlihat berantakan dan dipenuhi debu, tapi bukannya membuat wajahnya jelek, itu malah membuat Asihira tambah cantik dan penuh dengan aura heroic pejuang yang sedang bertempur.
"Aku serius!"
Mika balas berteriak dan pada momen ini, kepala dan tubuh Red Beast yang terpisah berubah menjadi asap abu-abu dan mulai menjadi satu lagi. Kali ini Red Beast berubah menjadi kura-kura raksasa dengan kepala naga.
Drttt
Tanah bergetar ketika tubuh raksasa dengan bobot tidak main-main itu berjalan menuju Mika dan Asihira.
Naruto :...
Mika :...
Asihira :...
Ketiganya terdiam melihat kura-kura raksasa yang melangkah dengan mantap sehingga menimbulkan getaran kecil ditanah. Mereka terdiam bukan karena takut, tapi karena gerakannya sangat lambat!
Atau begitulah menurut mereka bertiga.
Mika dan Asihira segera mundur ke sisi Naruto dengan wajah penuh keraguan.
"Apa yang terjadi? Kenapa dia malah berubah menjadi kura-kura lambat itu? Aku bisa makan ayam goreng 1 dus disini untuk menunggunya sampai didepanku?"
Mika bertanya dengan heran. Naruto memegang dagunya dan berpikir sejenak.
"Mungkinkah makhluk abu-abu ini beradaptasi dengan kondisi eksternal dan berubah menjadi seperti ini?"
Tebak Naruto dan membuat Asihira berbinar karena menangkap apa yang dimaksud oleh Naruto.
"Maksud senpai, kekuatan Mika yang luar biasa terakhir kali membuat Red Beast merubah struktur tubuhnya untuk menahan dampak serangan? Bahkan jika serangan tadi tidak dilepaskan. Energinya sudah membuat Red Beast berevolusi untuk menaruh semua kemampuannya pada pertahanan. Begitu?"
Muka yang mendengarnya memiliki kilauan sinar di matanya. "Kekuatan makhluk ini tidak seberapa. Mungkinkah makhluk ini hanya pancingan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan kita sehingga [Angra] itu bisa mengatur pertahanan untuk melenyapkan kita?"
Naruto dan Asihira terdiam mendengar ucapan Mika. Kekuatan makhluk ini cukup membuat manusia manapun putus asa, tapi di mulut Mika disebut sebagai makhluk dengan 'kekuatan tak seberapa'.
Naruto menatap pedang Mika dan berkata dengan pelan. "Pedang itu, kamu berhutang padaku."
"Hah! Kamu tidak memberikannya padaku? Ummm. Kenapa kamu tega sekali."
Mika memasang wajah ingin menangis mendengar perkataan Naruto dan membuat wajah Naruto dipenuhi garis-garis hitam.
Melihat ini, Mika tahu bahwa rengekannya tidak berhasil dan mengubah strateginya.
"Hahaha, anggap saja ini sebagai mahar melamar ku. Ok, ok, ok?"
"Melamar?!"
Dibawah teriakan terkejut Asihira, Mika menggaet lengan Naruto dan memeluknya erat. Asihira yang melihat benturan 2 gunung menghimpit batang pohon langsung memerah dan tergagap-gagap.
"Jangan aneh-aneh! Situasi kita genting."
Mika menjulurkan lidahnya dan melepaskan tangan Naruto dari himpitan 2 gunung.
Roaarrr
Naruto dkk segera melompat menjauh dan seketika kaki raksasa Red Beast menghantam tempat mereka berpijak. Membuat lantai beton amblas ke tanah dan membuat retakan di sekelilingnya.
"Langsung hajar saja."
Naruto memberikan perintah dan dibalas anggukan oleh keduanya.
Segera, Mika menerjang kedepan dan mengayunkan pedang [Aurelith] hingga mengenai kepala Red Beast. Tapi serangannya hanya menimbulkan percikan api disertai suara benturan besi yang memekakkan telinga.
Roaarrr
Red Beast langsung mengayunkan kepalanya dan membuat Mika terpental hingga meruntuhkan sebuah gedung lantai 2.
"Mika!"
Asihira yang melihatnya langsung marah. Totsuka ditangannya berkobar dengan api merah dan langsung menebas kearah Red Beast, tanpa bisa menghindar karena ukuran dan kecepatannya, Red Beast terpenggal dengan mudah.
Sangat mudah sehingga Asihira merasa heran. Tapi dia segera tersadar kembali dan segera mengaktifkan kekuatan khusus pedang Totsuka.
Segel!
Rune hitam segera memenuhi bekas tebasan dan terus meluas kesegala bagian tubuh Red Beast. Setelah menutup seluruh tubuhnya, tubuh Red Beast tertarik kedalam pedang Totsuka dan tersegel sepenuhnya.
Sebenarnya ini tidak boleh dilakukan karena dengan ini orb yang bisa dijadikan bahan tenaga pemurnian juga akan ikut tersegel. Tapi keadaan Mika membuat Asihira segera membuat keputusan cepat untuk menyegelnya agar bisa segera menyelamatkan Mika.
"Mika!"
Naruto berteriak dan segera berlari menuju reruntuhan yang mengubur Mika. Asihira juga segera berlari menuju kesana.
...
Di suatu tempat
...
Sosok bayangan gelap melihat layar di depannya yang memperlihatkan Naruto dan Asihira yang menggali reruntuhan bangunan.
"Kemampuan Gadis Pink itu menakutkan. Tapi sepertinya dia tidak bisa mengeluarkannya. Tubuhnya juga terlihat rapuh. Sedangkan gadis merah yang satunya itu mudah di tangani. Selama aku menjaga jarak, aku akan aman. Tapi manusia yang lain,"
Bayangan gelap itu menatap kearah Naruto.
"Hahahahaha! Apapun kekuatannya, tekanan energinya lebih lemah bahkan dari pada gadis merah itu. Dia sepertinya adalah otak mereka."
Bayangan gelap itu terlihat berpikir sejenak dan kemudian melangkah pergi.
"Seharusnya dengan begini cukup."
Gumam bayangan gelap itu sambil melenggang pergi.
TBC
Cihuy
