Chapter 13 : Pertempuran

...

(Opening: Twilight-Brutal Legend Opening)

Source :

Music by : OTHOK OTHOK STUDIOS

Vocal by : BurexChannel and Amarynn_ (Youtube Channel)

Lyric : Amarynn_

Instrumental and Mix :haakun16

Music Arrangement : nickravela

(Music Starts: "Twilight – Brutal Legend Opening")

Layar perlahan memudar ke hitam, terdengar samar suara jeritan dan dentingan logam yang saling bertabrakan.

...

[In the darkness, I can't see the light]

[Painful screaming, blood runs down the knife]

Kamera menyorot ke sebuah kota yang hancur, diterangi cahaya bulan merah. Bangunan runtuh, dan bayangan Red Beast yang mengerikan bergerak di antara reruntuhan. Naruto berdiri di tengah-tengah kekacauan, menggenggam Necrocalibur yang bersinar merah, wajahnya penuh tekad.

...

[Echoes burning all throughout the night]

[Fighting for my life]

Kilatan adegan memperlihatkan Mika dan Asihira bertarung melawan gelombang Red Beast. Mika, dengan halo pink yang bercahaya, menghancurkan seekor makhluk raksasa dengan satu pukulan, menghempaskannya ke bangunan yang runtuh.

...

[Close to falling off the edge again]

[All this time we've failed to make amends]

Asihira menebas seekor Red Beast yang besar dengan katana berapi. Wajahnya tegang, namun penuh determinasi. Kamera memperlihatkan kilasan dirinya menatap refleksi di pedangnya, sejenak ragu sebelum kembali menyerang.

...

[What's all this? I wish to understand]

[As we reach the end]

Bayangan kabur [Angra] muncul dari kegelapan, auranya memancar energi gelap yang menakutkan. Kamera beralih ke Naruto, yang memejamkan mata, sementara Roda Rune di belakangnya memancarkan cahaya emas, menyingkirkan kegelapan di sekitarnya.

...

[Growing as we Sloth away, now we can't tell the fake from real]

[Envy, Lust inside their eyes for things they want fulfilled]

Adegan cepat menunjukkan ketiganya menghadapi berbagai bentuk monster: Mika menghantam tanah dengan kepalan tangannya, menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan puluhan musuh; Asihira memotong makhluk menjadi dua dengan tebasan presisi; dan Naruto melompat ke udara dengan Necrocalibur yang menyala semakin terang.

...

[Take away our destiny, oh led by Greed and Gluttony]

[Their Pride still standing tall, and their Wrath will burn it all]

Kamera fokus pada Red Beast humanoid raksasa dengan mata bercahaya, menyerap makhluk lain untuk tumbuh lebih besar. Monster itu meraung dan menghancurkan bangunan dengan satu pukulan. Naruto, Mika, dan Asihira berdiri bersebelahan, bersiap menghadapi musuh yang menakutkan.

...

[So I'll fight with all the sins, drown in emptiness within]

[Now the curtains drop, let the show begin]

Naruto memimpin serangan, Roda Rune-nya berputar cepat di belakang. Mika melompat maju dengan energi pink berkilauan, sementara Asihira mengikuti dengan Totsuka-nya yang terbakar api. Ketiganya menyerbu, layar menjadi putih terang.

...

[Let us roll the dice tonight and dance upon the nightmares]

[Overwhelmed by darkness, faster and faster, hope begins to die]

Tulisan "Tabrakan Dunia" muncul di layar dengan efek api dan asap, diiringi raungan Red Beast dan dentingan pedang yang bergema.

...

...

...

"Mika, kau bisa berhenti sekarang. Dia sudah tidak memperhatikan kita lagi."

Mika, yang sebelumnya terbaring di bawah reruntuhan dengan ekspresi kesakitan dan darah di ujung bibirnya, segera berubah ceria. Sementara itu, Asihira terlihat menghapus sisa air mata palsu di sudut matanya.

"Kalian mundur."

Naruto dan Asihira langsung bergerak menjauh, memberi ruang bagi Mika untuk menggunakan kekuatannya.

Duar!

Mika melompat dari tumpukan reruntuhan dengan ledakan energi yang menyapu debu dan kotoran dari tubuhnya. Rambut panjangnya berkibar, dan gaunnya—sebagian terkoyak di bagian lengan dan rok—untungnya masih bisa untuk menutupi bagian sensitif.

"Aku tahu ada yang aneh sejak aku bisa menebas monster itu dengan mudah, tapi kau justru kesulitan melukainya. Apa sebenarnya rencanamu?"

Asihira menatap tajam ke arah Naruto dan Mika. Dia merasa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan darinya. Naruto dan Mika saling melirik sejenak sebelum Mika tersenyum kecil.

"Setelah pedangku berubah, aku terlalu bersemangat dan mengeluarkan kekuatan berlebihan. Itu akan membuat [Angra] semakin waspada dan sulit didekati. Untungnya, aku sadar di detik terakhir dan berpura-pura lupa mantranya," ujar Mika sambil mengangkat bahu. "Tapi itu saja tidak cukup. Ada kemungkinan [Angra] masih mencurigai kita."

Asihira mengangguk perlahan, mulai memahami maksud Mika.

"Untungnya, makhluk abu-abu itu berevolusi dan fokus pada pertahanan. Jadi, aku pura-pura tidak bisa menembusnya dan sengaja terkena serangan."

Mata Asihira membelalak. Selama ini dia selalu menganggap Mika hanyalah gadis ceroboh yang suka bercanda, tapi kenyataan ini membuktikan sebaliknya. Mika ternyata mampu berpikir jauh lebih tajam dari yang dia kira.

"Dengan ini, [Angra] akan salah paham. Dia pasti mengira aku seperti seorang petarung kuat dengan tubuh rapuh. Sedangkan kau," Mika menatap Asihira, "akan dianggap hanya mampu bertarung jarak dekat tanpa serangan jarak jauh. Dan Naruto..."

Dia berbalik menatap Naruto, senyum lebar terukir di wajahnya.

"...akan terlihat seperti otak strategi kita, sekaligus yang terlemah."

Naruto tertawa kecil mendengar itu. "Rencana yang cerdik, Mika. Kau benar-benar jenius."

Tangan Naruto secara refleks mengelus kepala Mika. Gadis itu langsung menggoyangkan kepalanya seperti kucing, menikmati perhatian darinya.

"Sangat jenius dan... menakutkan," tambah Asihira dengan nada takjub. "Rencana ini akan membuat [Angra] berpikir evolusi makhluk abu-abu miliknya berhasil menahan seranganmu."

Mika membusungkan dadanya dengan bangga, senyumnya semakin lebar mendengar pujian itu. Tapi Naruto dengan cepat kembali ke sikap serius.

"Cukup, sekarang kita punya lebih banyak ruang gerak. Dengan informasi ini, kita bisa mengatur ulang strategi. Ada saran?"

Mika dan Asihira segera memasang wajah serius.

"[Angra] pasti akan mencoba memisahkan kita," kata Mika. "Kemampuan evolusi makhluk abu-abu itu memungkinkan mereka untuk dilatih menjadi 'Counter' bagi setiap kelemahan kita. Mereka pasti kan mengepung kita setelah berhasil membuat kita berpisah."

"Benar," tambah Asihira. "Kita jangan lengah. Jika [Angra] cukup cerdas, dia pasti juga menyiapkan rencana cadangan untuk menjebak kita."

Naruto mengangguk setuju. "Kalau begitu, apakah kita membiarkan diri kita masuk perangkapnya untuk mengulur waktu bagi yang lain, atau kita menyerang lebih dulu?"

"Kita harus proaktif," jawab Mika dengan tegas. "Serang dengan keras tanpa menahan diri. Tapi sebelum itu, kita harus memancing [Angra] keluar. Jika tidak, rencana mereka akan lebih sulit diantisipasi."

...

Rumah Sakit Cahaya

...

Di atas gedung tertinggi Rumah Sakit Cahaya, sosok yang diselimuti bayangan gelap menatap ke arah stadion yang dikelilingi kabut abu-abu di kejauhan.

Di belakangnya, Igusa Haruka berdiri, menatap sosok itu dengan pandangan takut namun penuh harap.

"Pergilah ke sana. Kau akan menemukan adikmu."

Mata Haruka berbinar mendengar itu. Tanpa ragu, dia melompat dari gedung, melesat menuju stadion yang penuh kabut.

Sosok gelap itu memandang Haruka yang menjauh. Di bawah cahaya bulan merah, bayangan yang menyelimutinya perlahan memudar, memperlihatkan sosok gadis kecil dengan mata merah menyala.

"Pasien dalam penyembuhan, Igusa Haruka. Rencana penyembuhan dimulai. Apakah berhasil atau gagal... itu tergantung pada mereka."

Suaranya terdengar acuh, sebelum akhirnya sosok itu menghilang.

...

Tengah Kota

...

Naruto, Asihira, dan Mika bergerak cepat di antara gedung-gedung kosong. Di bawah cahaya bulan merah, suasana kota yang sepi terasa semakin mencekam.

Duar!

Ledakan beruntun terjadi hingga meruntuhkan gedung disekitar, memaksa mereka berhenti disalah satu gedung lantai 4. Dari empat arah, Red Beast raksasa berbentuk humanoid muncul, mengayunkan tangan mereka untuk menghancurkan Naruto dan kawan-kawan.

Dzink!

Roda Rune di belakang Naruto berputar dengan gila hingga menimbulkan suara berdengung. Bayangan emas terbentuk di belakangnya dan membentuk sepasang tangan yang memegang tombak bermata 3 layaknya milik Poseidon di mitologi sebalah.

(Seperti milik Suyou mlbb, Cuma ini hanya tangannya saja. Untuk lebih jelas. Tangannya seperti Celestial Pantheon Blue Archive tapi jari 5. )

"Kita mulai!" seru Naruto.

Asihira menundukkan badannya dan dalam satu gerakan memutar, dia mengayunkan tebasan 360 derajat. Serangan itu menciptakan gelombang energi petir dan api yang melahap empat Red Beast sekaligus.

Roaarrr

Raungan 4 Red Beast terdengar sebelum akhirnya berubah menjadi tumpukan abu dan orb yang langsung diserap oleh Naruto.

Krik!

Lantai beton retak dan kemudian gedung tempat mereka bertiga meledak!

Duar

"Ugh."

Ledakan ini membuat mereka bertiga harus menghindar kearah yang berbeda. Pada saat mereka ingin berkumpul kembali, kabut abu-abu muncul secara tiba-tiba dan menutup segala jenis indra. Bahkan [Mata Kebenaran] Naruto tidak bisa menembusnya.

Ekspresi Naruto sedikit berubah merasakan ini. Tapi tanpa menunggu Naruto bereaksi lebih jauh dengan kondisi yang tiba-tiba berubah, Red Beast muncul dari sisi belakang dengan sepasang cakar tajam.

Red Beast ini memiliki bentuk Alien seperti makhluk yang dulu pernah Naruto hadapi di awal. Tapi tubuhnya lebih besar, sekitar ukuran anak 14 tahun, tangannya yang berbentuk sabit berkilau dengan cahaya dingin, menunjukkan betapa tajamnya.

Naruto segera mengayunkan salah satu tangannya dan membuat gerakkan menghentakkan tongkat ketanah. Siluet tangan energi yang melayang di atas punggung Naruto segera mengikuti gerakan tersebut.

DDuarr

Aspal hancur berkeping-keping bersama dengan tubuh Red Beast ketika dihantam oleh gagang tombak/Trident dengan kuat.

Tapi serangan tidak sampai disitu saja, dari segala arah mulai muncul Red Beast berbagai bentuk dan kemampuan khusus yang menyerang Naruto.

Naruto mengatupkan tangannya didepan dada. Tangan energi di belakangnya juga menghilangkan Trident dan mengikuti gerakan Naruto. Seketika Roda Rune berputar lebih cepat, sepasang tangan kembali tumbuh dan memegang 2 pedang panjang.

Sreettt

Slaasshhh

Dua pasang tangan energi menyilang dan menebas kesegala arah. Menimbulkan gelombang energi berbentuk bulan sabit yang menghancurkan apapun yang ada disekitarnya.

Orb terbang dari segala arah dan langsung diserap oleh Naruto. Membuat Naruto bisa terus mengisi ulang energi sekaligus memerkuat dirinya sendiri.

Duar

Aspal disisi kiri dan kanan Naruto hancur dan mengeluarkan 2 telapak tangan raksasa. Naruto segera memunculkan sepasang pedang di tangan energi yang masih mengatup dan mencoba menebas 2 tangan itu sampai hancur.

Tapi sayangnya tebasan nya tak berpengaruh sama sekali dan ketika Naruto akan benar-benar digenggam oleh tangan raksasa itu, ke empat tangan energi membentuk segel tangan khusus dan perisai energi menyelimuti Naruto seperti telur.

Seketika pandangan Naruto menjadi gelap.

"ini bukan tangan makhluk hidup. Ini teknik khusus. [Angra] itu turun tangan."

Naruto bergumam ketika tangan yang menggenggamnya tidak menimbulkan kerusakan dan dampak apapun pada pertahanannya. Tangan ini hanya mengurungnya dan terbentuk dari kekuatan khusus, ini alasan kenapa serangannya tadi tidak bisa melukai tangan ini.

Tiba-tiba Naruto merasakan perasan tidak berbobot dan ketika pandangannya pulih, dia sudah berada di udara dan terus melesat jauh keatas. Tangan tadi melemparkannya menjauh keatas.

"Dia benar-benar memisahkan kami."

Naruto menyeringai dan tidak merasa panik sama sekali dengan kejadian yang menimpa dirinya dan teman-temannya.

Kekhh

Suara memekakkan telinga terdengar, dari kejauhan ratusan monster burung Red Beast menerjang kearah Naruto yang terlempar ke udara.

Dor

Suara tembakkan bergema dan sebuah rantai cahaya menembus tubuh 3 red Beast sekaligus. Rantai cahaya itu terhubung dengan mocong pistol Naruto. Naruto jelas ingin menggunakan mereka untuk melakukan manuver diudara.

'Berat ku yang bertambah akibat [Penguatan : Celestial Pantheon] hanya akan membuatku dalam masalah.' Batin Naruto ketika merasakan daya tarik yang ditimbulkan oleh rantai tidak sanggup menghentikan dirinya untuk terus terlempar ke udara.

Siluet energi berbentuk tangan dibelakang Naruto menghilang dan membuat berat tubuhnya menjadi ringan. Tapi 3 Red Beast yang tubuhnya tertembus tidak bisa lagi digunakan dan membuat Naruto terpaksa mencoba membidik yang lain.

Khekkhh!

Swosh

"Sialan!" Naruto berteriak ketika tiba-tiba Red Beast di kerumunan yang memiliki badan ramping tiba-tiba melakukan akselerasi dan menabraknya dengan keras.

Fuagh!

Tubuh Naruto dihantam oleh Red Beast berkecepatan tinggi dan membuatnya terus terpental semakin keatas. Sementara itu, Red Beast yang menabraknya hancur dan berubah menjadi kabut abu-abu.

Wajah Naruto menjadi suram, angin menderu di telinganya dan di atas Naruto sekarang terlihat lapisan distorsi ruang dan waktu. [Angra] jelas ingin menggunakan distorsi ruang dan waktu untuk membunuh Naruto.

"Makhluk ini sangat cerdas." Mata Naruto tetap tenang walau emosinya bergejolak. Di bawahnya, puluhan Red Beast melesat mengejarnya dan beberapa terlihat melakukan akselerasi kecepatan. Mereka ingin menabrakkan diri mereka ke tubuh Naruto sehingga dapat mendorong Naruto dan membuatnya menabrak lapisan distorsi ruang dan waktu!

...

Disuatu ruangan yang tidak diketahui dengan pencahayaan minim. Terdapat sosok hitam duduk di sofa merah. Disampingnya terdapat sebuah wadah kaca dengan puluhan organ jantung mengambang.

Sosok hitam terlihat menatap kosong kedepan, di kedalaman matanya terpantul kondisi Naruto yang melayang di udara dan ditabrak oleh Red Beast hingga menghantam dinding distorsi ruang dan waktu.

"Satu tereliminasi. Tinggal sisanya."

Pandangan sosok hitam itu kembali normal dan tertawa kecil. Dia mengambil sebuah jantung dari tabung disampingnya dan memakannya bulat-bulat tanpa mengunyah nya.

"Organ dalam Monster memang yang terbaik. Sayangnya bulan merah ini mengubah mereka menjadi makhluk aneh. Jadi hanya bisa mendapatkannya sebanyak ini."

Sosok hitam itu menghela nafas ketika melihat organ jantung di dalam wadah tabung setinggi 3 meter disampingnya. Ini semua adalah organ jantung hewan bumi yang bermutasi.

"Tapi di balik bencana pasti ada berkah yang bisa dituai. Jika bukan karena bulan merah, aku tidak akan bisa melakukan transformasi begitu cepat!"

Sosok hitam itu berdiri dan menunjukkan tingginya yang mencapai 8 meter lebih. Tangan kanannya terangkat kedepan dan kemudian mengepal dengan erat.

"Dengan darah manusia untuk membentuk tubuh dan kekuatan ajaib dari orb makhluk abu-abu untuk memberikan tubuh baru spiritualitas, aku bisa hidup tanpa harus bergantung pada [Athares]."

Ruangan segera menjadi terang dan menunjukkan sebuah altar raksasa yang dibangun dengan darah. Altar sihir berbentuk lingkaran itu memiliki 8 pilar yang di masing-masing pilar terikat 1 manusia dengan kekuatan khusus.

"Dasar Iblis! Kau tidak akan lolos dari ini!"

Di salah satu pilar, seorang wanita terlihat berteriak dengan keras tanpa rasa takut ke sosok hitam. Tapi sayangnya provokasi itu tidak berpengaruh sama sekali.

"Kamu, manusia lemah, tunggu giliranmu. Saksikan saja kaummu menjadi satu untuk kebangkitan ku. Hahahahahaha!"

Sosok hitam itu tertawa keras dan membuat ruangan bergetar keras. Di tengah altar, terlihat barisan manusia yang duduk membentuk formasi melingkar. Darah terus keluar dari kulit mereka sedikit demi sedikit dan menyatu dengan genangan darah di tengah altar.

Wanita itu terlihat menggerakkan giginya dan berteriak keras kearah sosok hitam. Kilatan petir menyambar dari tubuhnya dan mencoba menghancurkan kekangan, tapi semuanya sia-sia saja.

Sosok hitam juga berbalik dan pergi tanpa memperdulikan teriakan wanita itu.

Wanita yang bisa kita panggil, [Nanagami Rin].

TBC

Yoo, singkat saja pada chapter kali ini. Chapter pembuka pertempuran di kota Suo.

Cihuy.

Saya tidak akan banyak berbicara agar nanti tidak sob iler. Nantikan aja kelanjutannya dan semoga kalian terhibur.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.