Hari ini cuaca lebih terik dari hari sebelum sebelumnya dan bangkelnya dengan ramai ramainya.
1 bulan ini juga Chanyeol di sibukan dengan pekerjaan di bengkelnya yang sudah jauh lebih besar ketimbang dulu. Setelah berhasil membangun dan merenovasi bengkelnya Chanyeol semakin gila bekerja.
Ada beberapa alasan tentunya dan salah satunya untuk putri tersayangnya. Arin akan masuk SD maka dari itu Chanyeol harus semakin kerja keras. Dan soal Irene? Hubungan mereka kembali normal. Setelah pertengkaran mereka 1 bulan yang lalu Irene tidak pernah membahas lagi masalah itu.
Perempuan itu sekarang lebih baik dan bisa mengontrol rasa cemburunya. Chanyeol tahu kata katanya itu memberi efek jera untuk istrinya, dan Chanyeol bersyukur Irene masih bisa menuruti perkataannya.
Bengkel yang di beri nama 'bengkel bang ceye' itu tengah ramai saat memasuki jam jam istirahat. Chanyeol dan 10 pegawainya mulai kesulitan mengontrol, namun dengan sabar Chanyeol memberi pengertian pada pelangan-pelanggannya untuk sabar dan mengantri.
Namun ada yang menganggu pemandangan Sehun beberapa detik setelah dia meregangkan otot otot tubuhnya. Seorang perempuan cantik, kulit putih bersih, juga rambut sepunggung tengah di buat kepanasan seraya mendorong motornya.
Sehun menelan ludah kasar lantas bak pahlawan kesiangan doi cepat cepat bernajak, mendekati perempuan tersebut.
"Motornya kenapa, mba?"
"Oh.. ini, kayanya ada yang salah sama motor saya. Terakhir saya pakai masih bisa, tapi waktu tadi saya nyalain dianya gak mau nyala"
"Biar saya periksa dulu, mba"
Perempuan itu mengangguk, menyingkir membiarkan si montir memeriksa ini dan itu.
"Mesinnya udah jelek ini mba"
"Ahhh"
Sehun tertegun. Perasaan dia apa bagaimana, tapi dia merasa Perempuan itu malah mendesah. Sehun segera menggelengkan kepala.
"Tapi mba tenang aja bengkel bang Chanyeol ini bisa ngatasinnya. Ngomong-ngomong saya baru liat mbanya?"
Dia tersenyum cantik. "Iya, saya baru balik lagi ke desa ini setelah satu bulan di kota"
"Ahh.. begitu"
"Hun, istirahat du--"
"Iya, bang! Kagok nih gue pelanggan terakhir sebelum istirahat. Nah, mba ini bang Chanyeol yang punya bengkel sekalian boss saya"
Perempuan itu hanya tersenyum menatap Chanyeol yang seakan kaget dengan kehadirannya.
Baekhyun?
Setelah 1 bulan tidak melihat janda seksi itu sekarang mereka bertemu lagi. Baekhyun tetap Cantik dengan tubuh sekelnya, dahinya sedikit basah karena cuaca panas yang melanda membuat dia terlihat lebih seksi.
"Bang!"
Seketika Chanyeol tersadar.
"Kenapa?"
"Mesin motornya udah jelek nih bang, harus di service besar besaran. Mba sendiri gapapa kalau motornya kita service?"
"Apapun asal motor saya bisa nyala lagi"
"Tenang itumah mba, bang Chanyeol ahlinya. Ngomong-ngomong saya Sehun, mbanya?" Seraya menyodorkan tangannya.
"Baekhyun"
Tangan Sehun sedikit bergetar kala merasakan sensasi tangan lembut itu.
"Yaudah, Lo makan dulu, hun. Biar gue yang urus"
Sehun mengangguk saja. Berpamitan sebentar kepada Baekhyun sebelum pergi. Sekarang meninggalkan mereka berdua.
Chanyeol maju dan nampak santai seolah tidak pernah kenal dengan Baekhyun. Senyum manis Baekhyun di kacangin Chanyeol, karena lelaki itu langsung fokus pada motornya.
"Mas Chanyeol apa kabar?"
Punggung Chanyeol langsung merinding mendengarnya.
"Baik"
Ada yang berubah dari lelaki itu dan Baekhyun menyadarinya. Sudut bibirnya tertarik, dasar lelaki jika sudah dapat enaknya berlaku seolah mereka tidak pernah kenal.
Namun Baekhyun tidak merasa sakit hati atau bagaimana. Nyatanya dia sudah biasa.
Mengamati punggung lebar itu dengan seksama yang tengah mengecek mesin body motornya. Lantas berbalik ke arah Baekhyun. Senyum Baekhyun hadir kembali.
"Jadi bagaimana, mas?"
"Motor kamu harus mendapat service seluruhnya karena mesinnya juga udah jelek. Tapi buat servicenya ngebutuhin waktu yang enggak sebentar, apalagi kita juga lagi banyak kerjaan pelanggan lain. Jadi kalau kamu mau, kamu bisa bawa motor kamu ini ke bengkel yang lain"
"Engga, mas. Lama juga gapapa, saya juga gak butuh-butuh banget motornya. Lagian kan ada mas Chanyeol"
"Gimana?"
"Saya bisa nebeng mas Chanyeol kalau mau pergi pergian"
Kedua alis Chanyeol menyatu. "Maksud kamu?"
"Nanti mas juga tau"
Masih dengan kebingungan yang kentara Chanyeol memberi jarak di antara mereka. Bengkelnya sedang sepi karena para pegawainya tengah istirahat.
"Kalau gitu kamu bisa pulang"
Chanyeol pergi, menaiki motornya yang di simpan di sisi bengkel. Namun belum Chanyeol menyalakan mesin motor Baekhyun lebih dulu menahan lengannya.
"Mas bisa anterin aku dulu?"
"Saya gak--"
"Plis mas. Anak aku pasti lagi nungguin aku pulang. Mas juga liat sendiri gak ada ojek atau angkot di sini. Jarak rumah aku juga jauh. Aku mohon.." Dengan memberi sedikit elusan di lengan kasar itu.
Chanyeol menepisnya. "Naik"
Senyum cerah si cantik terbit. Dengan duduk menyamping Baekhyun, karena Baekhyun mengenakan rok, dia berhasil duduk di jok belakang. Kedua tangannya Tampa ragu memeluk pinggang kekar Chanyeol.
Membuat lelaki itu tersentak. Bukan hanya kelakuan Baekhyun yang mendadak tapi juga susu kenyal perempuan itu yang sangat terasa di balik punggungnya. Terlebih sekarang Chanyeol hanya sedang mengenakan kaos tipis saja.
"Ngapain kamu?"
"Salah aku peluk mas Chanyeol?"
"Saya udah ada istri Baekhyun. Gak enak juga di liatnya"
Dan Baekhyun mengalah melepas pelukannya tapi dengan payudara yang masih menempel di punggung Chanyeol. Astaga!
"Bisa kamu mundur sedikit?"
"Mas mau aku jatoh?"
Bagaimana Chanyeol bilangnya, ya? Susu Baekhyun yang sekel juga memiliki ukuran mantap itu bisa menganggu acara mengemudi Chanyeol.
Maka Tampa bicara apa-apa lagi Chanyeol menyalakan motornya dan melesat pergi. Niatnya Chanyeol ingin pulang ke rumah dulu sebentar karena Irene bilang dia sudah memasak. Benar, Chanyeol berohong pada Sehun. Sebenarnya Chanyeol belum makan apapun.
Cekittttttt
"Ahhhh"
Chanyeol harus mengerem mendadak motornya mendadak saat sebuah kucing melintas. Sudah di bilang dia gak akan fokus jika masih merasakan benda kenyal yang menekan punggungnya di belakang sana.
"Mas Chanyeol kenapa rem mendadak. Susu aku sakit, mas bentur sama punggung mas"
"Maka dari itu kamu bisa mundur sedikit"
"Joknya terlalu pendek mas. Lagian juga.." Baekhyun mengesek gesek payudaranya yang membuat Chanyeol menggeram rendah. "Mas gak kangen jepitan mereka di kontol mas"
"Saya bisa turunin kamu di sini Baekhyun"
Baekhyun malah terkekeh. Akhirnya Baekhyun mengalah untuk mundur sedikit. Dari situ Chanyeol menghela nafas lega dan kembali jalan.
Tibalah di rumah Baekhyun. Perempuan itu turun dengan bantuan pundak Chanyeol.
"Makasih, mas ..."
Chanyeol hanya mengngguk. Belum sempat Chanyeol melesat pergi Baekhyun kembali menahannya.
"Mas mau mampir dulu?"
"Gak usah. Istri saya udah nunggu di rumah"
"Sebentar aja"
"Saya gak--"
"Cuman minum. Saya gak enak, jarak antara bengkel mas sama rumah saya jauh. Jadi mampir dulu buat minum ya mas? Saya juga tau mas Chanyeol haus"
Benar, setelah beres bengkel dirinya tidak sempat makan ataupun minum. Air galon di bengkelnya pun sedang habis.
"Yauda"
Baekhyun kembali tersenyum.
...
Di dalam rumah Baekhyun langsung di sambut sesosok bocah laki laki bernama Jackson.
"Mommy dia siapa?"
"Om Chanyeol teman mommy, salam dulu Jack"
Dengan riang anak gemas itu menyelami lengan Chanyeol. Chanyeol sempat tertegun melihat Jackson. Dia tampan dan begitu menggemaskan terlebih Chanyeol dari lama memang mendambakan anak laki-laki.
Chanyeol tersenyum lembut, mengacak puncak kepalanya sebelum bertumpu kaki di depan Jackson. "Siapa nama kamu jagoan?"
Baekhyun menggeleng kecil sebelum pergi menuju dapur.
"Jackson. Om tau ga kalau Jackson baru aja pulang" Anak itu berbicara aktif.
"Pulang?"
Jackson mengangguk. Tiba-tiba anak itu mengangkat bajunya. "Jackson baru aja di operasi om!"
Chanyeol melihat luka memanjak di sana. Hatinya teriris melihatnya. "O-oprasi?"
Lagi lagi anak itu mengangguk. "Dan operasi Jack berhasil. Mom bilang Paru-paru Jack sakit tapi sekarang udah sembuh Meksi kata mom Jack harus sering sering periksa ke dokter"
Jadi apa Baekhyun rela menjual tubuhnya untuk ini? Untuk anak semata wayangnya ini?
Chanyeol tiba-tiba memeluknya. Sementara Jack tampak nyaman di pelukan Chanyeol.
"Sakit?"
Dengan polos Jackson mengangguk. "Sakit sekali. Tapi sekarang Jack udah sembuh dan Mom jadi jarang nangis lagi sekarang"
Chanyeol melepas melukannya dan tersenyum lembut. "Tentu, Jack anak hebat yang punya mom hebat juga"
"Makan dulu"
Baekhyun datang dari arah dapur dengan nampan di tangannya. Chanyeol lantas menggendong Jackson dan membawanya ke sofa, sekalian mendudukan ya di pangkuannya.
Anak itu riang saat mendapat makanannya. Berbalik dengan Chanyeol yang kebingungan saat Baekhyun menyediakan air dan sepiring nasi untuknya.
"Kalau mas pulang pasti kan bakalan tambah waktu juga, jadi sekalian aja mas Makan di sini, ya?"
Jackson mengangguk. "Masakan mom enak sekali, om harus coba"
Chanyeol mengangguk. Dia minum lebih dulu sebelum mencoba masakan Baekhyun. Benar, masakan Baekhyun enak. Pas di lidahnya.
Setelah beres makan siang. Baekhyun menyuruh Jack untuk memasuki kamarnya untuk tidur siang.
"Dari kapan?"
"Kenapa, mas?"
"Pengakit Jackson"
Baekhyun menghela nafas lebih dulu. "Sedari lahir. Paru paru Jackson bocor dan dia sering merasa kesakitan. Tapi dia udah dapat penanganan berupa operasi meski dokter bilang, Jackson harus banyak banyak beristirahat dan check up"
"Tapi kenapa saat saya--khem- ke sini saya gak liat Jackson"
"Oh, itu.. dia lagi nginep di ontynya"
Chanyeol mengangguk. "Kalau begitu saya harus ke bengkel lagi"
"Mas.. gak butuh sesuatu?"
"Saya udah kenyang. Saya rasa gak ada lagi--"
"Perut mas emang udah kenyang tapi kebutuhan mas yang lain?"
"Maksud kamu?"
"Sebenarnya aku udah berniat berhenti dari jasa service kontol, karena alasan aku juga sudah terpenuhi. Tapi buat mas Chanyeol pengecualian.."
"Jangan gila kamu"
"Aku serius--"
"Tapi saya gak mau. Saya udah baik baik saja sama istri saya sekarang. Saya permisi"
Baekhyun lebih dulu memeluknya dari belakang. "Gapapa kalau mas gak mau sekarang, mungkin lain kali mas berubah pikiran dan datang sama aku lagi"
"Baek--"
"Dan kalau itu terjadi aku siap mas. Kapanpun mas butuh jasa aku, aku siap layanin mas.."
Kali ini Chanyeol benar benar melepas pelukan Baekhyun dan pergi dari sana tanpa menoleh kembali.
Tampa tau Baekhyun menyeringai di belakang sana. "Aku tau mas Chanyeol pasti bakalan balik lagi. Penolakan mas Chanyeol semakin buat aku sange"
TBC.
