Memang tidak sia sia Eunhyuk mengeluarkan nominal uang sebesar 60 juta rupiah jika kenikmatan hakiki seperti ini yang akan dia dapatkan.

Terhitung sudah 2 jam lekaki tua itu menghabiskan waktu di ranjang bersama di janda hot itu.

Bagaimana tubuh molek Baekhyun yang terlihat naik turun di atas tubuhnya dengan sangat lincah. Pinggul yang setia bergoyang, membuatnya pria yang sudah memiliki cucu itu mabuk kepayang.

Belum lagi payudaranya yang montok yang tidak pernah absen untuk Eunhyuk remas beserta puting bulat merah mudanya yang lelaki itu sesap nikmat.

Setelah sekian lama dia menantikan akhirnya waktu ini datang juga. Kontolnya di pijat pijat nikmat oleh lubang memek tembeb si janda cantik hingga muncrat berkali kali.

"Ahhh AKHHHH... Nenggg.. mantep banget ahhh.."

Baekhyun menegakan tubuhnya seraya menyisir rambutnya kebelakang, dan semakin bergerak cepat membuat lelaki di bawahnya menyerah.

Dadanya membusung membuat Eunhyuk kepayahan untuk menggapainya dengan mulutnya lagi. Dan seolah Baekhyun tidak menginginkannya, perempuan itu sengaja menambah genjotannya hingga Eunhyuk menyerang nikmat dan kembali merem melek.

"Ahhh" Baekhyun mendesah manja seolah dia juga ikut menikmati kegiatan ini. Tapi kenyataannya Baekhyun biasa saja, milik Eunhyuk yang menjadi alasan utamanya.

Terlalu kecil menurut Baekhyun dan Baekhyun tidak terlalu menikmatinya. Apalagi selama 2 jam ini dirinya yang lebih sering menjadi dominan karena apa yang di harapkan dari aki aki yang umurnya nyaris menginjak 60 tahun itu.

Namun karena Baekhyun butuh uangnya jadi dia lakoni saja.

"Ahhh... Ga-gak kuat... M-mau k-keluar neng Baekhh"

Merasa penis itu mengembung kembali Baekhyun membuat gerakan memutar. Lantas Eunhyuk kembali keluar.

Lelaki tua itu terengah kepayahan. Tubuhnya lemas bukan main setelah berhasil melakukan pelepasan hebatnya berkali kali. Sementara Baekhyun hanya 1 kali saja itupun biasa saja.

Melihat partner yang terkulai lemas bahkan tidak bergerak sedikit pun membuat Baekhyun beranjak. Baekhyun melepas balon yang melingkari penisnya yang terisi sperma. Menalinya dan membuangnya bergabung dengan balon balon yang sudah terpakai lainnya.

Baekhyun sempat takut karena tidak ada pergerakan dari juragan sawah tersebut. Sepertinya beliau pingsan?

Namun setelah memastikan degupan jantungnya masih bekerja, Baekhyun menghela lega.

Iya, pria tua itu pingsan setelah ngewe hebat dengan si hot janda kembang.

...

Baekhyun tersenyum lembut. Asik mengamati sesosok lelaki mungil yang tengah terlelap dengan damai. Jackson, anak yang dia lahirkan dan urusi seorang diri selama ini.

Darah dagingnya dengan mendiang suaminya dulu.

Wanita cantik itu tidak mengerti jelas tentang apa yang terjadi pada masa lalunya. Namun yang dia tahu dia anak yatim yang tidak memiliki sanak saudara.

Setelah ibunya meninggal karena sakit dirinya hidup dengan ayahnya yang hanya kerja serabutan. Kemudian tumbuh dewasa dia jatuh cinta pada Kaka kelas semasa SMA-nya-- Hanbin. Kemudian mereka pacaran.

Namun menginjak 2 tahun hubungannya, ayah Baekhyun meninggal karena sakit juga. Di waktu hubungan menginjak 5 tahun dan Hanbin sudah memiliki cukup tabungan mereka menikah.

Baekhyun tahu orang tua Hanbin begitupun saudara saudaranya tidak menerima Baekhyun sepenuhnya. Hingga saat Hanbin meninggal karena kecelakaan hebat yang dia alami, sanak saudara Hanbin tidak lagi menganggapnya juga Jackson.

Baekhyun terbiasa hidup mandiri.

Baekhyun menemukan kostan murah ini dari salah satu kenakalannya. Biaya sewanya terbilang murah jika di banding dengan kost lainnya, namun jarak kostan Baekhyun jauh dari mana-mana.

Tapi bukannya itu yang membuatnya memilih jalan ini? Kostan nya yang jauh dari rumah warga membuat Baekhyun bebas melakukan apa saja.

Termasuk menyediakan jasa service kontol bagi laki laki yang haus belaian di luaran sana.

Tapi selain itu Baekhyun juga kerja freelance. Kebetulan teman Baekhyun yang baik itu memiliki usaha online dan dia ingin Baekhyun yang mengurusnya. Awalnya Baekhyun tidak yakin karena dia memiliki Jackson yang harus dia urusi, namun karena terlampau baik temannya Baekhyun memberi ijin Baekhyun untuk bekerja di rumah saja.

Kyungsoo namanya. Baekhyun tidak akan pernah lupa semua kebaikan teman semasa SMP-nya itu. Bahkan setelah Baekhyun tidak memiliki siapa siapa wanita bermata owl itu yang bersedia menampungnya dan ikut mengurusi Jackson.

Jika di tanya apa Kyung-soo tahu pekerjaan sampingannya sebagai penyervice kontol? Dia tidak tahu. Ini murni karena keingiinan Baekhyun. Dan Kyung-soo juga tidak tahu jika Jackson yang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri memiliki penyakit paru paru yang langka.

Baekhyun tidak ingin menyusahkan Kyung-soo lebih. Jadi biarkan saja seperti ini.. entah sampai kapan.

"Mamih sayang sama kamu Jack"

...

Lagi lagi Chanyeol di buat keheranan saat melihat beberapa menu makanan tersaji di meja makan. Irene tidak biasanya masak niat seperti ini. Sejatinya tidak hari ini saja tapi sudah beberapa hari kebelakang Irene selalu masak banyak.

Hubungan mereka sudah membaik dan Chanyeol bersyukur. Paling tidak dia tidak mendengar teriakan dan barang pecah lagi.

"Arin udah berangkat?"

"Dari tadi. Dia masuk pagi"

"Kenapa gak bangunin mas? Mas bisa anter Arin dulu"

"Mas keliatan cape banget. Jadi aku sengaja gak bangunin. Bengkel rame banget, ya mas?"

Chanyeol mengangguk dan mulai melahap makanannya. Keningnya mengerut saat rasa asin mendominasi makananya. Kamarin pahit karena Irene salah memasukan bumbu, sekarang asin. Tapi toh masih mending dari pada pahit.

"Mas gak niat buat gedein lagi bengkelnya gitu?"

"Ada. Mas udah ngomongin ini dan setuju buat renovasi sekalian nambah bangunannya"

Irene mengangguk. "Hmm ... Mas"

Chanyeol menoleh.

"Mas.. pernah dapet pelanggan cewek ga?"

"Sering"

"Bukan itu maksud aku.."

Irene jarang sekali seperti ini. Perempuan itu terbiasa bicara keras Tampa perhitungan kepadanya.

"Mas pernah dapet pelanggan janda?"

Sekarang Chanyeol semakin di buat bingung. "Mas gak nanyain satu persatu dan mastiin dia janda atau engganya"

Irene mendengus. Menahan supaya tidak meluap-luap. "Mas tau kalau desa sebelah kedatangan warga baru dan dia janda"

Seketika Chanyeol terhenti dari kegiatannya. Kembali menoleh pada Irene. "Kenapa?"

"Namanya Baekhyun, dia janda punya anak satu.. kalau dia datang ke bengkel mas jangan di ladenin"

Chanyeol selesai dengan makannya karena lidahnya sudah tidak kuat menampung rasa asin. Mengambil alih gelas dan meneguk isiannya.

"Ngaco"

Entah karena masakan Irene yang terlalu asin atau nama seseorang yang baru saja istrinya sebutkan itu hingga membuat tenggorokan nya kering.

"Aku serius mas! Kalau bisa kamu buat plang atau spanduk aja gitu, tulisannya gak terima janda. Kan beres"

"Ren? Kamu kenapa?"

"Aku gak mau mas ketemu sama dia!!" Bentak Irene.

"Kamu berlebihan ren"

"Emang salah kalau aku minta itu? Atau mas emang beneran udah ketemu dia?!" Irene semakin meradang.

Baru segitu saja sudah marah apalagi tahu jika Chanyeol pernah memakai jasa Baekhyun menyervice kontolnya.

"Mas pergi dulu"

Irene menahan lengannya. "Mas!!"

"Cukup Rene!! Mas gak mau ribut lagi! Apa yang salah sama kamu sampe kamu selalu siksa mas sama kecemburuan kamu ini? Mas cape, Rene!"

Irene terdiam. Jika suaminya itu sudah berani memanggilnya Rene maka amarahnya sedang di ujung tanduk. Dan jika Irene semakin marah maka itu tidak baik untuk keberlangsungan rumah tangga dan perabotan rumah.

"Mas cape kerja dan sekarang kamu minta permintaan konyol kaya begitu? Sampe kapan kamu mau dewasa? Sampe kita cerai?"

Bibir Irene bergetar. Air mata membasahi kedua pipinya.

"Aku sayang sama mas" lirihnya.

"Sayang bukan kaya gini ren. Itu namanya obsesi. Harus berapa lama lagi mas tahan sama sikap kamu? Mas udah sabar selama ini, mas juga yang selalu selesaian masalah kamu. Dan tolong, mas tolong banget sama kamu.. jangan campuri kerjaan mas juga"

"Mas ..."

"Kalau kamu masih kekeh campuri kerjaan mas. Mas gak segan segan buat talak kamu"

TBC