Soldier in Another World
Genre : Action, and Military.
Disclaimer
Naruto by Masashi Kishimoto.
Seishun Buta Yarou by Hajime Kamoshida
Main Charater :
Nishimura Naruto (Uzumaki Naruto).
Sakurajima Mai.
Rate : T
Warning : Banyak Typo harap maklum,
OOC,
Kemungkinan akan ada Romance.
-Prolog-
Di jalanan padang rumput tampak sebuah mobil SUV berwarna hijau army melaju dengan kecepatan sedang. Didalamnya seorang pria yang mengenakan seragam doreng hijau lengkap dengan rompi dan helm tempur bewarna biru dengan tulisan "UN" dibagian depannya, yang sedang mengemudikan Land Cruiser tersebut. Disebelahnya, nampak seorang wanita berambut hitam panjang yang mengenakan jas putih kedokteran duduk termenung memandangi hamparan padang rumput.
Letnan Satu Nishimura Naruto, merupakan seorang perwira muda dari Pasukan Darat dan Beladiri Jepang, JGSDF. Dirinya merupakan prajurit berbakat dari kesatuannya, ia sudah berpangkat Letnan Satu disaat usianya masih tergolong muda yaitu 28 tahun. Kini ia berada dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, dan sedang ditugaskan untuk mengatasi konflik antar negara di Afrika. Dalam pasukannya, Naruto bertugas sebagai Polisi Militer.
Sedangkan wanita disebelahnya adalah Sakurajima Mai, seorang dokter yang menjadi relawan di PBB. Mai merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran dari salah satu Universitas Nasional di Tokyo. Ia mengajukan diri sebgai relawan saat ada pemberangkatan Pasukan Penjaga Perdamaian dari Jepang, Dan akhirnya disetujui oleh petinggi JSDF.
Mereka baru saja kembali setelah selesai menjalankan tugas yang diberikan.Yaitu untuk mengecek dan memeriksa kesehatan para penduduk sebuah desa yang terletak dekat dengan perbatasan, dimana itu tugas Mai dan Naruto ditunjuk sebagai pengawas dan pendamping Mai selama berada di Afrika.
Naruto melambatkan mobil ketika ia melihat sebuah mobil sipil berhenti ditepi jalan yang seperti sedang bermasalah. Dirinya sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian merasa tak bisa mengabaikan warga sipil yang tengah dalam masalah. Naruto menghentikan mobilnya beberapa meter dibelakang mobil warga sipil itu.
Naruto mengambil sebuah pistol Minebea P9 dan memasukan sebuah magazine untuk berjaga-jaga, walaupun yang dihadapinya adalah warga sipil dirinya tak bisa lengah begitu saja. Ia menyimpan pistol itu kedalam sarung yang dipasang di ikat pinggang seragamnya.
"Kau yakin dengan itu Nishimura-san?" Tanya Mai yang melihat Naruto sudah meraih handle pintu.
"Aku tak bisa mengabai warga sipil begitu saja, jika kau takut kau bisa tetap dimobil." Naruto meberikan senyuman dan kemudian keluar dari mobil.
"Hey Kalian, semuanya baik-baik saja?" Ujar Naruto menghampiri seorang pria yang tengah berdiri dibagian depan mobilnya.
Pria Afrika itu terkejut melihat seorang berseragam tentara PBB dengan ciri khas helm biru itu menghampirinya, dirinya tak menyadari sebuah mobil SUV dari militer menepi dibelakang mobilnya.
"Apa yang terjadi tuan, apakah ada masalah" tanya tentara PBB itu, dirinya merasa senang ketika ada orang yang akan membantunya, terlebih ia berada ditempat terpencil seperti ini.
"Aku dan Istriku hendak menuju ibukota, namun tiba-tiba mesinnya mati dan tidak mau menyala." Jelas pria Afrika itu.
Naruto melihat kedalam mobil dan dikejutkan bahwa seorang wanita hamil yang duduk di kursi depan.
"Apakah kau mau ke ibukota karena istrimu sedang hamil?" Tanya Naruto.
"Ya benar begitu, Istriku sedang mengandung anak pertamaku, dan kini usia kandungan sudah 8 bulan, aku dengar fasilitas kesehatan disana sangat baik dan lengkap. Jadi aku harus mengantarkannya kesana." Pria Afrika yang bernama Abrafo itu menjelaskan dengan sesekali menatap istrinya yang ada didalam mobil.
Naruto yang segera mengerti hanya bisa diam. Kemudian ia beranjak ke bagian depan tepatnya bagian kap mesin.
"Bisakah kau buka kap mesinnya." Pinta Naruto. Dengan segera Abrafo menekan tombol untuk melepaskan kunci kap mesin.
Naruto membuka kap mesin itu, hal yang pertama ia temukan adalah bahwa mesin mobil yang sedang keadaan panas dan mengeluarkan asap putih. Dugaan yang bisa pikirkan bahwa mesin mobil mengalami over heat.
Sementara itu Mai yang penasaran segera keluar dari mobil dan menghampiri pintu sisi penumpang, dirinya merasa terkejut menemukan seorang wanita dengan perut yang membesar. Ia menyapa wanita hamil itu.
"Apa kau punya keluhan dengan tubuhmu nyonya." Tanya Mai setelah menyapa wanita itu.
Sangat wanita memberikan senyumannya kepada Mai. "Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit merasa haus."
Mai mengambil botol air minum miliknya, dan menberikannya ke wanita hamil itu. "Ini minumlah nyonya, kau tak boleh dehidrasi saat mengandung nyonya."
Wanita hamil itu menerima botol itu dan meminumnya, setelahnya mereka larut dalam berbincangan yang cukup hangat. Wanita itu juga memperkenal diri bahwa namanya adalah Neema.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Naruto berani membuka penutup radiator mobil, saat dibuka radiator mengeluarkan hawa panas sesaat. Dirinya menemukan bahwa air radiator sudah kosong.
Naruto kembali ke mobil nya dan mengambil sebuah dirigen berisi air yang ada dibelakang mobilnya. Naruto menuangkan air kedalam radiator, setelah radiator penuh ia kembali mengecek setiap bagian mesin mobil.
Setelah mesin kembali dingin, ia meminta Abrafo untuk menghidupkan mobilnya. Setelah dicoba beberapa kali akhirnya mobil kembali menyala. Raut wajah senang tercetak diwajah keduanya, Abrafo mengucapkan banyak terimakasih.
Abrafo berpamitan kepada Naruto untuk melajutkan perjalanan, disisi lain Neema juga berterimakasih kepada Mai karena telah menghiburnya serta memberikan rekomendasi kesehatan. Mobil Abrafo berjalan meninggalkan kedua orang itu yang memasang senyuman ramah.
Naruto yang melihat mobil Abrafo sudah pergi menghembuskan nafas lelah, dia melirik ke arah Mai. "Bagaimana menurut tentang hal itu, Sakurajima-san, bahwa yang dibutuhkan disini sekarang bukan senjata tapi..." Naruto mengantungkan kalimatnya menatap jauh kedepan.
Mai menatap Naruto. "Setidaknya ada beberapa orang seperti aku dan dirimu yang masih peduli dengan mereka." Ujar Mai merapikan jas dokternya.
"Kurasa kau benar, ayo pergi kita harus sampai di pangkalan sebelum petang." Naruto dan Mai melangkah mendekati mobil mereka.
Tanpa disadari oleh keduanya, dari kejauhan terdapat seorang memperhatikan mereka mengunakan teropong. Orang itu memberikan sebuah kode tangan kepada temannya yang ada dibelakang saat mobil yang dikemudikan Naruto mulai bergerak. Temannya yang sedang membawa sebuah senjata RPG sudah bersiap menembak proyektilnya.
Naruto mengemudikan mobilnya dengan santai dengan Mai yang sedang melihat pemandangan padang rumput. Namun saat melirik jendela, ia menemukan sesuatu.
"Apa.." belum selesai perkataannya tiba tiba sesuatu itu menghantam mobilnya. Saat itu juga mobil Land cruiser itu meledek seketika dan membuat kobaran api yang cukup besar dan menghanguskan seluruh badan mobil.
Orang yang tadi mengintai mengunakan teropong menyeringai senang melihat kobaran api dari mobil Naruto. Setelah cukup puas, kemudian ia meminta temannya untuk segera meninggalkan lokasi tak lupa membereskan jejak mereka.
-Soldier in Another World-
"Dimana ini?"
Naruto kebingungan saat menemukan dirinya di tengah hamparan rumput yang cukup luas. Ia bertanya-tanya bukankah ia seharusnya mati saat mobil nya meledak dihantam sesuatu yang ia sendiri entah tak tau apa itu.
Ia berfikir keras hingga ia merasakan pening di kepalanya yang membuatnya jatuh terduduk menyenderkan badannya pada sebuah pohon.
"Nishimura Naruto!" Sebuah suara memanggil dirinya, ia menegok kesegala arah mencoba mencari asal suara.
"Aku dibawah sini."
"Eh..." Naruto menegok kebawah dan menemukan sebuah kucing putih tengah menatap dirinya. Naruto memiringkan kepalanya, "apa kucing ini yang tadi bicara... Tidak mungkin." Batin Naruto.
"Ku ucapkan selamat datang Nishimura Naruto." Kucing itu kembali bicara.
"Eh... Kau bi-bisa bi-bi-bicara..." Naruto yang diliputi keterkejutan perlahan mundur.
"Hahahaha." Terdengar suara helak tawa dari kucing putih itu, namun kucing masih diam saja menatap Naruto. "Tak usah kau takut padaku, Perkenalkan aku adalah 'kami-sama'."
"Kami-sama?"
"Benar aku adalah kami-sama, aku meminjam tubuh kucing ini sebagai perantara agar aku bisa berbicara denganmu."
"Oh begitu..." Naruto yang tadi raut wajah dipenuhi keterkejutan mulai menormalkan ekspresi. "Jadi, apakah aku sudah mati?"
"Bisa dibilang kau sudah mati, dan sekarang kita berada di alam yang menjadi perbatasan antara kehidupan dan kematian."
"Lalu, kenapa aku ada disini, jika aku sudah mati, Kami-sama."
"Singkatnya aku akan mengirimmu ke dunia baru, disana kau kuberi tugas untuk menciptakan perdamaian di seluruh negeri. Dan dunia tersebut bernama Elemental Magical World."
"Elemental Magical World.?"
"Akan kubagikan kepadamu semua ingatan yang mungkin beguna untuk di duniamu yang baru."
Sebuah titik cahaya muncul dari ketiadaan, titik cahaya itu terbang di atas kepala Naruto kemudian masuk melalui keningnya. Rasa pusing menyerang kepalanya saat sebuah ingatan baru masuk kedalam otaknya.
"Bagaimana Naruto, mau mengemban tugas yang aku berikan." Tanya kami-sama.
"Jika seperti itu baiklah aku mau." Naruto menjawab dengan nada pelan seraya memegang keningnya.
"Baiklah sebelum ku masukan di dunia mu yang baru. Aku akan memberi bekal yang berguna disana."
"Apa itu."
"Pertama aku akan memberikan kekuatan sihir langka yang dapat memunculkan benda apapun yang ada diduniamu sebelumnya, kedua kau dapat menguasai teknik dasar dari lima elemen sihir utama. Dan juga kau mendapatkan rekan dari duniamu sebelumnya."
Naruto hanya mengangguk mendengarkan penjelasan kami-sama.
"Baik jika kau sudah mengerti, selamat datang di Elemental Magical World."
Setelah kami-sama menuntaskan kalimatnya, muncul cahaya putih amat menyilaukan. Naruto bahkan harus mengunakan kedua tangannya untuk menutupi cahaya yang amat terang masuk ke matanya.
Ketika membuka matanya, Naruto mengetahui bahwa dirinya sudah berada di sebuah hutan pinggir sungai. Ia mengamati sekeliling dan menemukan mobil Land Cruiser berwarna hijau lengkap dengan aksesori tambahan bumper hitam dan lampu rotator di atapnya, persis yang ia kendarai sebelumnya. Ia berfikir mungkin ini lah salah satu contoh kekuatan langka yang diberi oleh Kami-sama.
"Nishimura-san."
Suara yang Naruto kenali memanggil namanya. Ia segera menengok kebelakang untuk mencari tahu asal suara. Naruto sedikit terkejut bahwa Mai juga dikirim ke dunia Elemental Magical World.
"Nishimura-san, kau juga ada disini." Tanya Mai saat sudah berada di depan Naruto.
"Ya seperti yang kau lihat, 'kami-sama' mengirim ku ke kesini untuk membantu seluruh negeri menemukan kedamaiannya." Jawab sekenanya dari Naruto. Tiba-tiba sebuah pikiran masuk di kepala Naruto.
"Jangan-jangan, anda juga sama sepertiku, Sakurajima-san.?" Naruto mengutarakan pertanyaan
"Sepertinya begitu..."
To Be Continued.
