Chapter 2. Membuat Familiar

Keterkejutan yang Louise perlihatkan di wajahnya setelah menekan tulisan melayang itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Suatu saat dia ditinggalkan sendirian di lapangan pemanggilan, saat berikutnya dia menemukan dirinya melayang sendirian di hamparan Padang rumput luas dengan bola cahaya kecil tak terhitung jumlahnya melayang di sekitarnya.

"Salam petualang!"

Sebelum Louise sempat menyuarakan kebingungannya, sebuah suara yang sepertinya dikeluarkan oleh tempat itu sendiri memanggilnya.

"Saat ini kamu sedang berada di tanah kelahiran" Suara itu menjelaskan.

"Disinilah semua jiwa para pendamping para petualang seperti dirimu menunggu kelahiran mereka"

"..." Louise tidak bisa berkata-kata, melihat dunia disekitarnya dengan kekaguman berpikir suara yang ia dengar adalah familiarnya dan mendengarkan meski suara itu terdengar sangat berbeda dari yang dia ingat.

"Biasanya jiwa para pendamping akan dipilih secara acak, dan baru setelah itu kamu bisa menyesuaikan kelas, panampilan, dan statistik mereka sesuai keinginan dengan membayar sejumlah data"

Louise yang masih belum bisa memahami sebagian besar penjelasan tersebut memilih untuk diam dan mendengarkan.

"Tapi di sini kamu di izinkan untuk memilih sendiri dengan menjangkau jiwa dari ras pilihanmu dengan biaya 25 poin data, atau kamu bisa langsung mendapatkan ras pilihanmu dengan biaya..." Penjelasan terus berlanjut saat Louise mulai merenung.

Apa dia ingin aku menciptakan tubuh untuknya? Pikir Louise, mulai menebak-nebak apa yang coba disampaikan familiarnya.

Dia mengalihkan pandangannya pada layar dihadapannya.

"Aku memiliki 10.000 poin data" gumam Louise.

Dalam pandangannya, Louise dapat melihat dua pilihan.

"Humanoid atau Heteromorphic?"

Ia memutuskan untuk mengabaikan pilihan pertama dan mengklik pilihan kedua.

Biasa

Slime : 100

Goblin: 100

Skeleton: 100

Lizardman: 100

...

Ia terus menggeser kebawah tidak tertarik dengan pilihan dilihatnya.

Tidak biasa

King Slime : 200

Hob goblin : 200

Troll: 200

Orc : 200

...

Ia terus menggeser, tidak mengenali sebagian besar pilihan yang tersedia.

Langka

Goblin king

Lich: 500

Dead knight: 500

...

Ia terus menggeser sampai akhirnya tersenyum saat menemukan ras yang di inginkannya.

"Naga!" Ucapnya bersemangat hanya untuk cemberut setelah melihat harga yang harus ia bayar.

"Seribu poin! Itu mahal sekali!" Serunya tidak senang.

Ia tahu bahwa ia masih akan memiliki 9000 poin tersisa setelahnya. Namun ia masih memerlukan poin untuk membentuk familiarnya, menetapkan statistiknya, memberinya keterampilan, dan mungkin beberapa perlengkapan tambahan lainnya jika masih memiliki sisa.

Meski ia tidak bisa memahami bagaimana dia akan melakukannya, Louise adalah siswa yang cerdas, dan ia setidaknya bisa memahami bahwa-

"Aku tidak bisa membuang poin untuk ini" ucapnya, perlahan mengalihkan padangan ke sekelilingnya, memperhatikan bola cahaya yang beterbangan di sekitar.

Beberapa terbang cepat hingga hampir tidak terlihat, yang lain terbang dengan tingkat kecepatan mereka sendiri. Beberapa cukup lambat, bagi Louise untuk memperhatikan beberapa detail.

Sebuah bola cahaya berwarna hijau dengan label /manusia(biasa)/ melayang di atasnya.

"Apa maksudnya?" Louise bergumam.

Dan seolah menjawab, sebuah layar bertuliskan bantuan pemain, muncul di pandangannya.

"Hijau adalah biasa, biru adalah tidak biasa, ungu adalah langka, oranye..." ucap Louise, mencoba membaca layar yang melayang di pandangannya.

Ia kembali melihat sekelilingnya, tidak gagal memperhatikan bahwa jiwa dengan tingkat yang lebih tinggi terbang lebih cepat dari jiwa dengan tingkat yang lebih rendah.

"Itu dia" serunya, menemukan jiwa yang diinginkannya.

Bola cahaya berwarna oranye dengan label /Naga(Super langka)/ melayang diatasnya.

Ia dengan cepat mencoba menggapainya dengan melompat, hanya untuk tangannya melewati jiwa yang diinginkannya dan malah menangkap sesuatu yang lain kebetulan melesat langsung ke tangannya.

Bloa cahaya warna-warni seperti pelangi dan berkerlap-kerlip seperti bintang.

Jiwa Ultra langka.