Saya tidak memiliki FoZ maupun Overlord
Prolog
"Dive Massively Multiplayer Online Role Playing Game," atau singkatnya DMMORPG, adalah game yang memungkinkan pemain memasuki dunia virtual dan merasa seolah-olah semuanya nyata.
Dirilis pada tahun 2126,
Yggdrasil berhasil menjadi salah satu gim DMMORPG yang paling bersinar dimasanya, menawarkan petualangan yang tidak terbatas untuk di jelajahi.
Dengan sembilan dunia, kelas-kelas yang tidak terhitung jumlahnya dan visual yang bisa di sesuaikan sepenuhnya membuat gim ini disamakan dengan istilah DMMORPG itu dendiri.
Namun sekarang...
Tahun 2138
Seorang pemain, pemimpin dari salah satu Guild yang paling terkenal di Yggdrasil -- memutuskan untuk menunggu sampai akhir penutupan gim -- duduk diatas singgahsana, dia, Momongga menatap melalui beberapa NPC yang sedang berlutut dihadapannya.
Dia mengankat tangannya dengan jarinya menunjuk bendera- bendera yang menggantung di atap.
"Aku, Touch Me, Shi-juuten Suzaku,... " dia mengucapkan dengan lembut, nama dari teman temannya yang mewakili bendera-bendera yang ia tunjuk.
"Herohero, peroroncino,..."
Ada 41 bendera disana, namun Momongga dengan mudah meyebutkan nama pemilik dari masing-masing bendera sampai diiterupsi oleh sebuah suara yang tidak diharapkannya sama sekali.
Ping*
Sedikit penasaran dengan suara pemberitahuan yang tidak terduga, ia memutuskan untuk melihat layar pemberitahuan yang membuatnya menjadi semakin terkejut saat melihatnya.
"Eh!?"
Nama seorang pemain pemula LV 1 terpam-pang jelas di layar.
Namun, bukan itu yang membuat Momongga terkejut.
Apa yang mengejutkannya adalah untuk apa nama itu di sana.
"Sebuah permintaan untuk bergabung dengan guild?" pikirnya, masih menatap layar dengan tidak percaya.
22:50*
Momongga melihat jam hologram di tangan kanannya.
"Apa yang orang ini pikirkan dengan memulai permainan tepat di hari penutupan dengan hanya satu jam lagi tersisa?" renung Momongga, sambil menolak permintaan tersebut.
Maaf kawan, tapi aku tidak bisa begitu saja menerima anda sebagai anggota guild tanpa persetujuan anggota yang lain.
Momongga ingat kenangan lama dengan teman-temannya ketika seorang pemain menjadi anggota guild hanya untuk mencuri beberapa informasi, dan menyebarkannya di beberapa situs. Setelah diselidiki, diketahui bahwa ia berasal dari guild yang anggotanya sering keluar-masuk guild lain untuk mencuri informasi. Hal ini tentu saja membuat marah banyak pemain yang berakhir dengan PK besar-besaran yang dilakukan setiap pemain yang marah setiap kali mereka melihat para anggota guild tersebut, menunggu di titik spawn dan mem-PK mereka lagi, terus menerus sampai memuat sebagian dari mereka bahkan berhenti dari permainan.
Sejak saat itu, Momongga dan teman-temannya setuju untuk tidak merekrut anggota lagi setidaknya tidak tanpa persetujuan sekurang-kurangnya setengah dari anggota guild saat ini.
Meski sekarang hanya ada tiga pemain termasuk Momongga yang masih tetdaftar sebagai anggota di Ainz Ooal Gown dan Momongga masih menghormati keputusan itu sampai saat ini. Sebagian alasan dari itu adalah karena Momongga masih berharap setidaknya Herohero akan Onlien disaat-saat terakhir sebelum penutupan.
Momongga(Suzuki Satoru) telah mengirimkan email kepada mantan teman-temannya untuk berkupul sekali lagi di hari terakhir sebelum penutupan Yggdrasil. Meski sebagian besar dari mereka mengatakan tidak bisa datang karena banyak kesibukan, beberapa bahkan tidak menjawab email darinya, namun Herohero telah menjawab bahwa dia akan berusaha untuk hadir meski tidak bisa menjajikannya.
Oleh karena itu Momongga menun...
Ping*
Sekali lagi Momongga teralihkan dari pikirannya oleh suara pemberitahuan yang sama seperti sebelumnya.
Dan sekali lagi Momongga memeriksa layar pemberitahuan hanya untuk menampilkan nama yang sama seperti sebelumnya, nama yang sangat panjang yang membuatnya malas bahkan untuk sekedar mengingat, namun dia yakin bahwa itu adalah orang yang sama yang telah ia tolak sebelumnya.
Momongga segera menolak permintaan tersebut, namun beberapa saat kemudian itu muncul lagi dan Momongga langsung menolaknya lagi.
Itu terus berulang sampai Momongga menjadi sedikit kesal karenanya.
Mengapa lagi sih orang ini masih mebuat permintaan menjadi anggota? Apakah dia tidak tahu kalau aku sudah menolaknya beberapa kali sebelumnya? Ataukah dia tahu tapi masih ngotot? Tapi... Kenapa?
Momongga tidak bisa tidak bertanya-tanya kenapa ada seseorang yang sangat ngotot ingin masuk menjadi anggota guild di jam terakhir permainan sebelum akhirnya ditutup.
Mungkinkah orang ini hanya mencoba bermain-main denganku, ataukah ada alasan lainnya? Apa aku bahkan mengenalnya?
Momongga kembali melihat nama itu untuk yang kesekian kalinya.
Louise Françoise le Blanc de la Vallière
Momongga menekan 'terima'
Murni karena penasaran, Momongga memutuskan untuk menerimanya di guild kemudian bertanya untuk apa dia memulai permainan di hari penutupan dan bahkan memaksa masuk di guildnya.
Setelah permitaan diterima, momongga segera menggunakan 'guild voice chat' untuk menghubungi teman barunya.
Setelah yakin mereka telah terhubung Momongga berbicara.
"Halo, selamat datang di Ainz Ooal Gown"
Sempat hening sejenak, berpikir bahwa teman barunya mungkin saja masih marah karena dia telah menolaknya berkali-kali, Momongga mememutuskan untuk mencoba meminta maaf dengan gugup.
"aku... Eh, uh... Minta maaf karena menolak permintaanmu beberapa kali sebelumnya, aku hanya tidak mengharapkannya..."
Setelah sekali lagi hening sejenak sebuah balasan pun akhirnya terdengar.
/APA!!/
Itu adalah suara seorang gadis yang berteriak keras, jelas sangat marah.
"eh, uh..."
Momongga terkejut, jelas sangat bingung tidak tahu harus berkata apa. Namun, gadis itu bahkan tidak memberinya kesempatan untuk membalas dan terus berteriak.
/APKAH KAMU TIDAK TAHU SUDAH BERAPA LAMA AKU TELAH MENUNGGU KESEMPATAN INI DAN KAU HANYA MENOLAKKU BEGITU SAJA!!/
Momongga menjadi semakin bingung, mengapa gadis ini menjadi sangat marah dengat sangat berlebihan hanya karena ditolak sebelumnya. Momongga hendak mengatakan sesuatu untuk membalasnya, namun gadis itu sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk itu.
/BAHKAN TANPA MEMPERTIMBANGKAN UNTUK MELIHAT APAKAH AKU PANTAS!!/
Momongga terdiam mendengarkan, karena teriakan marah sebelumya perlahan berubah sehingga terdengar seperti sebuah tangisan.
/Apakah aku... Apakah aku benar-benar seburuk itu sehingga bahkan calon familiarku.. terus menolakku../
Tidak salah lagi, dia benar-benar menagis dan dia terdengar benar-benar sangat putus asa. Apa yang terjadi? Apakah ini salahku? Apa yang harus aku lakukan?
Momongga menjadi panik sendiri, mencoba memikirkan cara mengibur gadis yang sedang menagis ini.
Tunggu!! Apa 'familiar' ini yang barusan dia bicarakan? Apakah ini istilah untuk kata 'teman' darimana dia berasal?
Sementara itu di Helkeginia
Louise baru saja menangis menatap objek di tangannya dengan tidak percaya.
Benda itu, sebuah cincin yang dia pikir adalah familiarnya, yang telah meminta maaf dan mengklaim bahwa dia telah menolak permintaannya beberapa kali sebelumnya.
Louise tentu saja sangat marah mendengarnya dan telah meneriaki familiarnya yang tidak bisa berkata-kata.
Louise adalah seorang bangsawan, dia seorang penyihir. Namun setiap matra yang ia rapalkan, tak perduli mantra apa atau afinitas apa semuanya berakhir dengan kegagalan ledakan. Dia telah berusaha keras, belajar dengan giat, lebih dari kebanyakan siswa lain dikelasnya.
Namun semua usahanya sia-sia, dia tetap tidak pernah berhasil dan semua mantranya tetap selalu berakhir dengan ledakan.
Dia telah menunggu hari ini, berharap sesuatu akan berbeda. Dan dia baru saja diberitahu bahwa familiarnya telah menolaknya, meski ia telah menerimanya baru saja tapi itu tidak menghapus kenyataan bahwa ia telah ditolak berkali-kali sebelumnya.
Memangnya apa salahku, mengapa dia tidak langsung menerima panggilanku saja.
Louise baru saja hendak bertanya pada familiarnya namun...
Kembali ke Nazarick
Momongga masih duduk diatas singgahsananya, mencoba merangkai kata-kata untuk menghibur gadis yang sedang menangis (meski dia tidak tahu apa masalahnya).
Ping*
PERINGTAN DAYA RENDAH*
Daya baterai tersisa : 5%*
Tiba-tiba diinterupsi oleh hud pemberitahuan daya.
Oh, benar, aku lupa memasang pengisi daya sebelum mulai bermain. Yah, apa boleh buat, kurasa aku harus logout sekarang. Pikir Momongga, sambil mengangkat lengannya ke dekat wajah, sekali lagi memeriksa waktu.
22:58*
Masih ada sekitar satu jam lagi tersisa, Momongga merenung sejenak, lalu mulai berbicara melalu 'Guild voice chat'.
"Yah, um, sekali lagi aku minta maaf kerena tidak langsung menerima permintaanmu sebelumnya. Tapi, seperti yang aku jelaskan sebelumnya bahwa itu bukan karena aku..."
Ping*
PERINGATAN DAYA RENDAH*
Daya baterai tersisa : 1 %*
Sekali lagi ia diinterupsi oleh hud peringatan daya rendah.
"Uh.. Maaf, kurasa aku harus logout sekarang...". Kata Momongga dengan tergesa-gesa.
"...Aku hanya harus memasang pengisi daya sebentar, dan aku mungkin akan kembali nanti sebelum penutupan game... Jadi.."
Momongga dengan terburu-buru membuka hud pengaturan Guild...
Lalu...
Dengan Louise
Louise sedang menunggu, mendengarkan permintaan maaf yang tulus dari familiarnya namun.
/...Uh.. Maaf, kurasa aku harus logout sekarang ... Aku hanya harus memasang pengisi daya sebentar, dan aku mungkin akan kembali nanti sebelum penutupan game... Jadi../
Mendegar familiarnya tiba-tiba berbicara dengan tergesa-gesa, yang dia yakin adalah kata-kata perpisahan sementara (meski dia sebagian besar tidak mengeri dikarenakan istilah-istilah aneh seperti 'logout' dan 'penutupan game') Louise tiba-tiba ingat bahwa dia belum menyelesaikan ritual kontrak familiar.
"Tunggu.."
Dia hendak mengatakan sesuatu, namun dihentikan oleh kemunculan tiba-tiba sebuah staf emas yang indah, berbentuk seperti 7 ekor ular yang saling melilit satu sama lainnya dengan masing-masing ular memiliki sebuah permata di mulutnya yang masing-masing memiliki warna yang berbeda-beda.
Staf tersebut melayang di atas tanah tepat didepannya, membuat Louise secara naluriah mengulurkan tangannya untuk menggapai staff tersebut.
Louise tiba-tiba merasakan peningkatan luar biasa yang tidak dapat di jelaskan setelah ia meraih staf tersebut.
Louise terdiam bingung, berusaha memahami peningkatan aneh yang ia rasakan sebelumnya, lalu...
/Selamat bersenang-senang Guild Master baru, dan sampai jumpa../
Itu adalah kalimat terakhir yang Louise dengar dari apa yang dia kira adalah familiarnya.
