Familiar...
Makhluk yang dipanggil sebagai teman seumur hidup bagi setiap penyihir.
Mereka dapat hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mulai dari binatang magis kecil yang lucu dan menggemaskan hingga monster buas besar yang menakutkan dan mengintimidasi.
Tidak ada yang aneh dari mereka tidak peduli makhluk apapun itu yang bisa dipanggil oleh para penyihir. Tidak ada, tidak sampa hari ini.
Sebuah pemanggilan yang aneh yang belum pernah disaksikan oleh siapapun sebelumnya. Atau setidaknya, bahkan Colbert, seorang guru yang seharusnya sudah sangat berpengalaman dan pastinya telah melihat berbagai makhluk panggilan yang dipanggil oleh setiap muridnya dari tahun ke tahun, belum pernah sekalipun melihat sebuah cincin sebagai makhluk panggilan.
Untuk situasi yang sangat aneh ini Colbert hanya bisa mengawasi muridnya, seorang gadis berambut merah muda, yang saat ini sedang meneriaki yang Colbert asumsikan sebagai familiar gadis tersebut.
"Tunggu! apa yang kamu bicarakan? Jawab aku sekarang juga.. familiar!!"
Louise berteriak menatap cincin ditangan kirinya dengan marah dan menjadi semakin marah setelah ia nampaknya diabaikan.
Melihat ini sebagai kesempatan, Colbert melangkah kedepan untuk bertanya pada gadis itu.
"Nona Valliere, apa yang sedang terjadi?"
Seakan baru saja tersadar dengan keadaan sekitar dan seolah barusaja menunjukan keadaannya yang memalukan, Louise buru-buru berbalik untuk meminta maaf pada gurunya dan dengan gugup berusaha menjelaskan situasinya padanya.
"Ah, maaf Tuan Colbert, aku... itu familiarku, dia baru saja berkata bahwa ia harus pergi untuk memasang pengisi daya atau seuatu dan setelah itu dia memberiku uh, maksudku memunculkan staf ini entah dari mana lalu..."
Colbert dengan sabar mendengarkan sambil memikirkan informasi baru dari muridnya.
jadi begitu, sepertinya familiar itu benar-benar adalah yang memunculkan staf.
Colbert berpikir, dia telah mendengarkan pertukaran antara Louise dan familiarnya. Meskipun itu hanya satu arah karena sepertinya hanya Louise yang bisa memahami bahasa aneh yang di ucapkan familiarnya.
Namun setidaknya Colbert bisa memahami bahwa muridnya telah memanggil sebuah cincin atau mungkin makhluk tidak terlihat, karena bagi Colbert suara itu tidak terasa seperti terdengar dari cincin namun seperti dari sesuatu yang lain yang tidak bisa ia lihat.
Namun, bukan itu yang terpenting saat ini. Colbert melihat muridnya yang baru saja menyelesaikan penjelasannya. Dia memilah informasi yang informasi yang baru ia dapat dari muridnya dan segera berbicara untuk menenangkan gadis itu yang sepertinya hendak meneriaki familiarnya sekali lagi.
"Nona Valliere.." Sela Colbert.
Louise medongak, sekali lagi mengalihkan perhatiannya padanya.
"..Sepertinya familiar anda hanya sedang kelelahan dan membutuhkan sedikit istirahat. Saya ingat mendengar anda berteriak bahwa familiar anda telah menolak panggilan anda sebelumnya dan sepertinya itu mungkin sangat melelahkan baginya" Jelas Colbert.
Louise hanya mengangguk agak malu mengetahui teriakannya didengar oleh semua orang. Dia bisa mendengar ejekan dari Kirche "kalian dengar itu, Zero ditolak oleh familiarnya", yang lain tertawa mendengarnya, lalu dia melanjutkan "mungkin bahkan familiar itu hanya menerimanya dengan terpaksa, dia pastinya merasa terganggu dengan panggilan yang terus-menerus" sekali lagi, yang lain tertawa, kali ini lebih keras. Louise hanya menunduk malu, karena dia tahu itu benar.
Louise kemudian memperhatikan profesor Colbert mengalihkan pandangannya ke staf di tangan kanannya.
"Mungkin dia meninggalkan staf itu sebagai simbol penerimaan, saya tidak yakin apa itu 'guild master' tapi itu mungkin bahwa ia telah menerima anda sebagai tuannya.." lanjutnya, hendak menyelesaikan penjelasan. Namun dia teringat hal yang belum dilakukan muridnya dan segera mengingatkan.
"..Tapi untuk berjaga-jaga, anda harus tetap menyelesaikan kontrak dengan familiar anda terlebih dahulu"
Mengingat bahwa ia memang belum melakukannya, Louise tidak mengatakan apa-apa lagi dan segera berbalik dan mengucapkan mantra.
Dia sedikit bingung dengan keadaan familiarnya tapi tetap melanjutkan mendekatkan cincin ke bibir dan kemudian menciumnya.
Dia mengankat kepalanya dan menunggu sebentar, namun dia segera kecewa karena tidak terjadi apa-apa.
Kemudian Profesor Colbert mendekat untuk melihat rune dan setelah tidak menemukan ia segera bicara.
Di Nazarick
Setiap NPC tidak terkecuali para monster yang respawn otomatis. Tiba-tiba merasakan perih di tangan kiri mereka dan apa yang nampaknya adalah sebuah rune terbentuk diatasnya.
Dan dalam sekejap, seluruh informasi baru tentang tuan yang baru mengalir di kepala mereka.
"Anda bisa menyelsaikan kontrak itu sendiri nanti setelah familiar anda terbangun. tapi anda harus memperlihatkan rune familiar anda besok pagi"
Louise hanya mengangguk, masih kecewa dengan kegagalannya.
Melihat itu, Colbert berbalik dan membubarkan kelas.
Louise ditinggalkan sendirian.
Dia menatap cincin ditangannya sambil mengingat ketika ia pertamakali melakukan pemanggilan. Ia mengingat suara yang ia dengar di kepalanya setelah ledakan.
'Guild Master, Momongga menolak permintaan anda'
Louise mengingat ejekan Kirche.
Dia Benar. Pikirnya.
Suara itu terdengar setiap kali ia mengulangi pamanggilan dan itu hanya berubah menjadi 'Guild Master, Momongga telah menerima permintaan anda' setelah familiarnya merasa sangat terganggu dan terpaksa menerimanya.
Louise menunduk, dia mencengkram cincin dan staf di masing-masing tangannya gemetar diambang tangis.
Tapi dia menahannya, melihat staf di tangan kanannya. Mengingat kembali suara lain di kepalanya. 'Momongga mengalihkan posisinya sebagai Guild Master', diikuti dengan 'Anda telah menjadi Guild Master' dan kemudian staf ini muncul.
Setelah itu, suara lain terdengar tidak lama setelah itu.
dan itu adalah...
'Momongga menggunakan Item Cash, satu NPC baru bisa ditambahkan'
Lalu, sebuah tulisan aneh muncul melayang di pandangannya.
[Apakah anda ingin membuat NPC?]
[Ya] [Tidak]
Tulisan itu masih melayang mengikuti pandangannya sampai saat ini, karena dia tidak tahu bagaimana menyingkirkannya.
Lalu, seakan mendapatkan sebuah pencerahan. Louise kemudian mengangkat tangannya.
Dia mungkin tidak tahu apa itu NPC tapi, jika itu diberikan kepadanya oleh familiarnya, tidak ada salahnya mencoba.
ada dua pilihan di sana dan Louise tanpa ragu mendekatkan tangannya ke... [Ya]
catatan : Untuk yang bertanya-tanya, Jika ada.
kenapa Momongga begitu royal pada teman barunya(Louise)?
jawabannya adalah tidak, dia tidak. disini saya mengasumsikan Momongga sebagai diri saya sendiri ketika saya mulai bosan dengan permainan dan memutuskan untuk berhenti.
setiap saya akan berhenti, sebelumnya saya akan membuat screenshoot untuk setiap pemborosan yang saya lakukan sebagai kenang-kenangan, contohnya seperti memaksimalkan item-item/karakter lemah yang tidak terpakai, menjual item-item tingkat tinggi di toko dengan harga termurah yang bisa dijual dan bahkan, jika itu adalah mmorpg, saya mungkin akan memberikan akun game saya secara geratis pada pasangan saya dalam permainan. tentu saja jika itu tidak terhubung dengan email utama saya.
Nah, itu saja untuk saat ini.
sebenarnya saya merasa catatan ini sebenarnya tidak diperlukan, karena saya yakin bahwa munkin sebagian besar dari orang yang pernah bermain game dan memutuskan untuk berhenti selamanya( bukan vakum ) mungkin telah melakukan hal yang sama (meski mungkin tidak membuat screenshoot untuk kenang-kenangn). tapi saya akhirnya memutuskan untuk tetap menaruh catatan di sini setelah melihat bahwa chapter ini hanya 866 kata. kurang sedikit lagi dari ketetapan minimum saya untuk setiap chapternya.
jadi saya melakukan ini hanya untuk menambah jumlah kata, bahkan tulisan ini, ini juga, dan yang ini, lalu yang ini. ya ampun sebuah paradox... ah sudahlah...
