Title : Master of the Cafe
Crossover : Naruto X High School DxD X dll
Disclaimer : Naruto dan HS DxD bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll
Rate : M (jaga – jaga)
Chapter 2 : My Beautiful Wife
Naruto terbangun dari tidurnya. Dia melakukan sedikit peregangan dan segera melakukan aktivitas pagi, seperti mandi dan sebagainya. Kemudian dia menggunakan pakaiannya dan segera turun ke lantai bawah. Lantai bawah merupakan sebuah kafe. dia segera membuka kunci dan membalik tanda tutup pada pintu, lalu mengeluarkan sebuah papan menu untuk para pelanggan dan menyapu halaman.
Setelah semua itu, Naruto kembali ke dalam dan membersihkan kafe. Setelah membuat semangkuk kari dan menuliskan pesan di sampingnya, dia segera pergi ke kamar mandi untuk melakukan hal yang harus dia lakukan. Namun, tidak seperti biasa, semangkuk kari itu belum tersentuh sama sekali.
Naruto berjalan kembali ke kamar dan melihat istrinya masih tertidur. Sebuah senyum nakal terpatri di wajah Naruto. Dia kembali melepaskan pakaiannya dan hanya tersisa celana pendek saja. Dia kembali naik ke kasur dan mulai memeluk istrinya yang masih terlelap. Dia mulai menggerayangi istrinya yang juga hampir tidak berbusana sepertinya.
" Ah... Naru... "
Mendengar itu, Naruto semakin bersemangat menggoda istrinya.
" Naru... jam berapa ini...? "
Setelah sang istri membuka matanya, Naruto segera membalik posisi badan istrinya dan langsung memberikan ciuman yang dalam kepadanya. Setelah beberapa hampir semenit mereka berciuman, sang istri mulai sadar dari tidurnya.
" Naru, jam berapa ini. "
Naruto hanya diam dan mengarahkan istrinya untuk melihat jam.
" AH, TIDAK! AKU TERLAMBAT!"
Sang istri segera melompat dan pergi ke kamar mandi. Bahkan dia tidak memedulikan dirinya yang setengah telanjang. Lagipula, satu-satunya yang melihat dia saat ini hanyalah suaminya.
Naruto hanya tersenyum dan kembali memakai bajunya. Naruto melihat ada sedikit keringat dari tubuh istrinya yang menempel di tangannya akibat godaan yang dia lakukan. Naruto menjilat sedikit keringat itu.
" Pantas saja banyak doujin atau manga hentai yang membuat adegan menjilat tubuh yang berkeringat. Ternyata rasanya tidak hanya asin saja. Atau mungkin karena ini keringat istriku... Menarik... " Gumam Naruto sambil berjalan kembali ke bawah.
.
Setelah beberapa menit, Naruto kembali menutup papan tanda dan memasukkan kembali papan menu di luar. Naruto membuat sebuah sandwich dengan isian telur dan mayonaise. Naruto memasukkan sandwich itu ke dalam kotak bekal dan membungkusnya. Sang istri turun dari lantai atas dan duduk di kursi dan menikmati sarapan yang telah dibuat Naruto.
" Pelan-pelan, Gabriel. Jangan terburu-buru. " Ucap Naruto
" Kalau Naru tidak berlebihan tadi malam, aku tidak akan kesiangan. " Ucap sang istri alias Gabriel.
" Maaf. Maaf. Tapi kau suka, kan? "
" ... " Gabriel terdiam dengan wajah memerah. " Ih! NAKAL! " Ucapnya sambil memukul-mukul kecil Naruto.
" Maaf. Ini, makan siang. " Ucap Naruto sambil memberikan bekal.
" Terima kasih, Naru. Tapi, tumben kau belum membuka toko. "
" Aku akan mengantarmu. Kalian para guru memang datang lebih dahulu daripada murid, tapi jika kau menggunakan transportasi umum, kau akan terlambat." Ucap Naruto sambil mengambil kunci motor yang ada di dekat kasirnya.
Kemudian mereka pergi menuju Kuoh Academy.
.
Naruto menaiki motor sport miliknya dan mengantarkan Gabriel ke Kuoh Academy. Naruto melesat dengan cepat hingga perjalanan 10 menit dengan transportasi umum dapat ditempuh hanya dalam waktu 5 menit.
" Sampai. " Ucap Naruto setelah mereka sampai di halaman Kuoh Academy. Meskipun Gabriel hampir terlambat, namun hanya ada beberapa murid yang sudah datang.
" Terima kasih, Naru. Kau sampai harus menutup toko untuk mengantarkanku. "
" Tidak masalah. Kau adalah prioritasku yang nomor satu. "
Gabriel hanya bisa tersenyum sambil memerah.
" Baiklah. Waktunya aku kembali. " Ucap Naruto sambil mengambil helm yang sebelumnya digunakan oleh Gabriel.
" Oke. Terima kasih banyak, Naru. "
Naruto tersenyum mendengar itu. Naruto mendekatkan kepalanya ke Gabriel dan mencium kening Gabriel.
" Aku pergi dulu. " Ucap Naruto yang langsung pergi dari sana. Meninggalkan Gabriel yang memerah karena malu dengan tindakan suaminya.
.
.
7-Eleven
Naruto berhenti di 7-Eleven untuk beristirahat. 7-Eleven itu cukup dekat dengan Kuoh Academy. Naruto membeli beberapa sake kalengan untuk stok dan meminum kopi kalengan.
" Kalau tidak salah, Issei bilang dia memarkirkan sepedanya di sini saat dia membolos ke toko. " Ucap Naruto.
Dan benar saja. Tepat ketika Naruto membuang kaleng kopi yang sudah habis ke tempat sampah, tiga manusia dengan sepeda mereka masing-masing berhenti di dekatnya dan memarkirkan sepeda mereka di sana.
" Ah... "
" MASTER!? " Issei dan kedua temannya muncul dan terkejut melihat Naruto ada di sana.
" Yo, para cabul sekalian. " Ucap Naruto kepada Issei dkk.
" Master, mengapa kau ada di sini? " Tanya Matsuda
" Aku baru saja mengantarkan istriku kerja. Lalu aku membeli stok sake dan istirahat sebentar."
" Istrimu, ya... Jam berapa istrimu pulang kerja? " Tanya Issei.
" Jika kalian datang ke kafe hanya untuk melihat istriku, aku akan mengusir kalian dari kafeku selamanya. " Ucap Naruto dengan tatapan dingin.
" MASTER, AKU HANYA BERTANYA! "
" Jam 5. Dia biasa naik transportasi umum, jadi mungkin sekitar jam 5.15. "
" Begitu. Baiklah. Kami pergi dulu. " Ucap Matsuda dan Motohama.
" Master, aku dan teman klubku akan datang ke kafe. Jadi aku ingin reservasi. " Ucap Issei.
" Datang saja. Kafeku bukanlah restoran ramai yang harus sampai reservasi untuk bisa makan di sana. Datang saja langsung. " Ucap Naruto.
" Terima kasih banyak, Master. " Ucap Issei lalu pergi bersama dengan kedua kawannya.
" Teman klub, ya... "
Naruto segera kembali menaiki motornya dan kembali ke rumahnya. Naruto segera memarkirkan motornya di garasi dan membuka kafe dari depan.
" Ah, Naruto-kun. Aku bingung mengapa kafe belum buka, jadi menunggu di sini. Tadinya aku mau pergi jika kau tidak datang dalam 5 menit. " Ucap Sarutobi, salah satu pelanggan setia Naruto.
" Maaf, aku mengantarkan istriku terlebih dahulu. "
" Ah, tidak biasa kau mengantarkan istrimu. "
" Dia bangun Kesiangan. "
" Pasti kalian 'bermain' dengan brutal tadi malam. "
Naruto yang terkejut mendengar kakek tua itu berhasil menebak aktivitas malamnya hanya bisa terdiam. Bahkan tangannya yang sedang membuka kunci ikut terhenti.
" Dulu aku juga seperti itu dengan mendiang istriku waktu kami masih muda. Ah... indahnya masa muda. "
'Dasar kakek cabul.' Batin Naruto sambil kembali membuka kunci.
" Baiklah. Silahkan masuk, Sarutobi-san. "
" Terima kasih, Naruto-kun. "
Sore hari.
Naruto merasa sedikit bosan. Naruto melihat ke arah jam yang menunjukkan jam 4.15 sore. Bisanya Issei dan dua teman cabulnya akan datang sekitar jam 2 untuk membolos, namun semenjak Gabriel datang dan memergoki mereka bertiga membolos di kafenya, mereka tidak pernah datang sebelum jam 4.
" Ah, berita hari ini juga tidak ada yang bagus. Untung saja pemerintah tidak melakukan efisiensi dana atau semacamnya. "
CLING
Lonceng berbunyi tanda pelanggan datang.
" Selamat datang. " Ucap Naruto.
" Yo, Master. Aku datang. "
" Ya, ya, ya. Sekarang kau sudah menjadi pelanggan tetapku. Kau sepertinya ingin menyaingi kakek cabul yang hanya membeli satu cangkir kopi dan menonton TV selama 2 jam. "
" Master, jangan seperti itu. Aku bawa teman-temanku. "
" Oke. Duduklah. "
Issei dan rombongannya segera duduk di meja yang ada di seberang, satu meja dengan 2 kursi panjang.
" Baiklah. Apa pesanan kalian? " Tanya Naruto.
" Aku ingin teh. " Ucap perempuan berambut merah.
" Aku ingin Ice Long Black. " Ucap perempuan berambut hitam.
" Aku mau susu hangat. " Ucap perempuan berambut putih.
" Aku mau teh sama seperti Buchou. " Ucap perempuan berambut pirang panjang.
" Aku mau cappucino. " Ucap pemuda berambut pirang.
" Aku mau soda seperti biasa. " Ucap Issei.
" Oke. "
Naruto segera membuat semua pesanan itu. Sementara itu, Issei dan teman klubnya memuai pembicaraan mereka seputar klub. Dengan segera, Naruto menyelesaikan pesanan dan menyajikannya ke meja.
" Silahkan dinikmati. "
" Cepat, ya. " Ucap perempuan berambut merah.
" Terima kasih banyak... anu... "
" Panggil saja aku Master. Begitulah para pelanggan memanggilku. " Ucap Naruto
" Terima kasih, Master. " Ucap perempuan berambut hitam.
" Tidak masalah. "
" Master, kalau tidak salah, kau bilang kau membuat sandwich dengan kari. " Ucap Issei
" Benar. " Balas Naruto.
" Aku mau pesan. "
" Oke. "
" Kami juga. " Ucap perempuan berambut merah.
Naruto segera membuat sandwich dengan isian chicken katsu dengan kari sebagai saus di mangkok kecil. Naruto menyajikan itu di meja.
" Silahkan. "
Issei memakan satu dan menikmatinya.
" Master, masakanmu selalu enak. " Ucap Issei.
" Kau benar Issei-san, ini enak sekali. "
" Terima kasih banyak. Tapi pujian tidak akan membuatmu mendapatkan diskon, Issei. " Ucap Naruto.
" Aku tahu itu, Master. " Ucap Issei.
" Lalu, aku sempat dengar sedikit tentang pembicaraan kalian. Klub apa kalian ini? " Tanya Naruto
" Klub Penelitian Ilmu Gaib. " Ucap perempuan berambut merah.
" Hah... Ilmu gaib... "
" benar, ilmu gaib. "
" ... "
" ... "
" ... "
" Hey, Issei. Apa bijimu diambil nenek turbo dan kalian bertarung melawan alien? " Tanya Naruto.
" APA MAKSUDNYA ITU, MASTER! " Ucap Issei.
" Ya... kalian bilang kalian peneliti ilmu gaib. "
" Tapi bukan seperti itu juga. Ini bukan manga! " Ucap Issei kesal.
" Ya... Ya, maaf. " Ucap Naruto dengan wajah tanpa dosa.
" Master, bisnismu lumayan juga, ya. " Ucap perempuan berambut merah.
" Lumayan. "
" Apa kau tidak rugi. Harga yang kau berikan itu lumayan murah dibandingkan kafe lainnya. "
" Justru itu. Aku ingin kafe ini menjadi tempat orang-orang berkumpul, bukan hanya tempat orang makan. "
" Begitu, ya... "
" Siapa namamu, Master? "
" Naruto. Itu namaku. "
" Begitu, ya. Aku Rias Gremory. Putri dari Gremory Group. Mungkin aku bisa membantu mempromosikan kafe ini. "
" Tidak. Tidak perlu. Jika terlalu ramai, esensi yang kukatakan tadi akan menghilang. Akan lebih baik jika tempat ini tidak terlalu ramai. " Ucap Naruto.
" Begitu, ya. Biasanya orang tidak akan langsung menerima tawaran ini. " Ucap Rias.
" Ya, aku punya alasanku sendiri. " Ucap Naruto.
'Selain itu... Gremory, ya... Bagaimana kabarnya?' Batin Naruto
CLING
Gabriel masuk ke dalam toko. Naruto sendiri secara refleks melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 5.
" Gabriel-sensei! " Ucap Rias memanggil Gabriel.
" Halo, minna. Lalu... apa kau membolos lagi, Hyodou-kun! "
" TIDAK! AKU TIDAK MEMBOLOS! " Ucap Issei panik.
" Tenanglah. Semenjak kau menangkapnya tempo hari, mereka tidak pernah membolos ke sini. " Ucap Naruto.
" Master! Kau penyelamatku! " Ucap Issei.
" Tapi aku tidak tahu apakah dia membolos ke tempat lain. "
" MASTER! " Ucap Issei kesal. Rasanya seperti dipuji setinggi langit lalu dijatuhkan hingga ke inti bumi.
" Aku bicara fakta, kan? "
" SIALAN. AKU INGIN MEMBANTAHNYA, TAPI DIA TIDAK SALAH! " Ucap Issei kesal sambil memukul meja.
" Ayolah, jangan goda dia. " Ucap Gabriel sambil duduk di hadapan Naruto.
" Oke. Oke. Ini untukmu. " Ucap Naruto sambil menyajikan semangkuk kari dengan nasi untuk Gabriel.
" Terima kasih. " Ucap Gabriel.
" Jadi, bagaimana pekerjaanmu hari ini. "
" Untung saja aku tidak terlambat. Dan juga, hari ini sama seperti biasa. "
" Baguslah. Lalu, mumpung besok hari Sabtu, ayo kita pergi malam ini. "
" Aku mengerti. Aku akan bersiap-siap. " Ucap Naruto.
" Master, Gabriel-sensei, kalau tidak salah kalian sudah menikah, kan? Apa kalian... selingkuh...? " Tanya Issei ketika melihat Naruto dan Gabriel.
" Ah, aku belum memperkenalkannya, ya. Namaku Namikaze Naruto. Dan ini... "
" Namikaze Gabriel. Aku adalah istri dari Naru... maksudnya, Naruto-kun. "
" ... "
" ... "
" HAH!? "
" Jadi, istri yang kau maksud itu, Gabriel-sensei!? " Ucap Issei.
" Aku pernah dengar kalau Gabriel-sensei itu sudah menikah, tapi aku terkejut kalau ternyata pemilik kafe ini adalah suaminya. " Ucap pria berambut pirang.
" Kalian berdua pasangan yang serasi. " Ucap perempuan berambut pirang.
" Aku jadi penasaran kisah cinta kalian. " Ucap perempuan berambut hitam.
" Itu benar. Ceritalah Master. " Ucap Rias.
" Ya, ada cerita tentang itu. " Balas Naruto
" Itu berarti... kalian... "
" Gabriel, naiklah ke atas. Aku yakin kau butuh istirahat. " Ucap Naruto.
" Oke. Aku akan berendam. " Ucap Gabriel lalu naik ke atas.
" Jadi, Master... seperti apa rasanya memegang oppai Gabriel-sen- "
PLAK
Sebelum Issei selesai dengan ucapannya, Naruto sudah muncul di samping Issei dan memukulnya dengan kipas kertas yang muncul entah dari mana.
" APA-APAAN ITU! " Ucap Issei
" KAU YANG APA-APAAN, BOCAH SIALAN! " Balas Naruto.
" AKU HANYA PENASARAN! "
" PENASARANMU ITU SUDAH KURANG AJAR! "
" TAPI AKU BENAR-BENAR PENASARAN! "
" CARI PACAR, LALU RASAKAN SENDIRI SENSASINYA! "
" TAPI- "
" Dengar ini, Issei. Hal semacam ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kau harus merasakannya sendiri dengan telapak tanganmu. Sensasi senikmat itu... kau harus merasakannya sendiri, bukan melalui penjelasan orang lain. "
" MASTER, TERIMA KASIH UNTUK PENCERAHANNYA! "
Rias dan yang lainnya hanya bisa sweatdrop mendengar pembicaraan kedua orang itu.
.
Malam harinya, jam 7 malam. Naruto sudah menutup kafenya. Issei dan yang lainnya juga sudah pulang.
" Baiklah. Ayo, Gabriel. " Ucap Naruto bersiap dengan motornya.
" Oke. " Ucap Gabriel sambil duduk di jok belakang.
" Aku sedikit pegal. Tolong pijat. "
Gabriel segera memberikan pijatan di bahu Naruto.
" Ah, nikmat~ " Ucap Naruto.
" Bagaimana? Pijatanku semakin bagus, kan? " Tanya Gabriel
" Benar. Nanti malam mau kupijat? "
" Kalau Naru yang pijat, nanti tanganmu ke mana-mana. Bukannya hilang rasa pegalnya, nanti malah semakin pegal. "
" Tapi lebih enak, kan? "
" Iya... sih... " Ucap Gabriel dengan wajah memerah.
Naruto membalikkan badannya dan melihat ke arah Gabriel. Dia segera mencium Gabriel dengan lembut dan menggunakan helmnya.
" Oke. Ayo berangkat. "
" Dimengerti. " Ucap Gabriel sambil menggunakan helm dan memeluk Naruto dengan erat.
.
.
.
To be continue
Yo
bagaimana kabarnya.
.
ya, di sini lanjut chapter 2. Di sini Naruto dan Gabriel mengungkapkan hubungan mereka sebagai pasutri kepada Issei.
.
Baiklah.
Sekian chapter 2
sampai jumpa chapter depan
bye bye
