Tak terasa akhir tahun lagi, sekarang akan saya persembahkan cerita special Tahun Baru, maaf ya kalau cerita kali ini nyerempet ke shounen-ai, pada dasarnya udah bukan shounen-ai lagi tapi BL.
Pagi hari yang cerah di sebuah kota sepasang mahluk sedang berjalan-jalan di sebuah jalan bernama braga, seperti suruhan para penguasa, mereka disuruh nyari kembang api dengan qualitas terbaik di dunia buat tahun baruan.
Kenapa mereka bisa sampe ke jalan braga yang notabene buat nongkrong anak-anak remaja zaman sekarang? Karena dengan kedua tangan istrinya Zhuge Liang ahli membuat alat ajaib, jadi mereka termasuk anak-anak kurang kerjaan bisa jalan-jalan ke manapun mereka mau, nyelinap ke kamar orang juga bisa.
Tapi itu jangan dilakukan. Hanya dilakukan oleh profesional saja.
"Ran, Ran, aku haus~ beli minum yuk." Lu Xun menarik-narik tali merah yang melilit di pinggangg Zhu Ran.
"Di mana?" Lu Xun nunjuk Alphamusou yang bersebrangan dengan tempat mereka berdiri. Zhu Ran ngecek isi dompet. "Xun, tinggal receh semua, lagipula kita dikasihnya buat beli kembang api doang uang jajan sama transport engga dikasih."
Lu Xun menatap Zhu Ran dengan puppy eyes andalannya. "Aku haus Zhu Ran, selagi tokonya deket~."
Hati Zhu Ran pun luluh, Zhu Ran ngelus dada, tidak menyangka tiba-tiba dapet ujian menahan napsu. "Ya ... yaudah, pilih minuman yang kamu mau di sana."
Akhirnya Zhu Ran dan Lu Xun ke Alphamusou sebrang, Lu Xun memasuki Alphamusou dengan bahagia. Zhu Ran menunggu di luar sembari menitikkan air mata saat melihat uang tabungannya habis hanya untuk membelikan kesayangannya minuman.
Saat sedang meratapi isi dompet, tiba-tiba Zhu Ran ditanya oleh seseorang.
"Ran, udah nemu kembang apinya?"
Zhu Ran menggeleng. "Eh, elu pagi-pagi udah maling anak orang aja." Zhu Ran ngelirik Jiang Wei yang sedang menikmati coklat panas.
"Gue kaga maling, minjem."
"Iye-iye, betewe Xun Yu, disekitaran sini udah liat toko kembang api?"
"Disini sih kaga ada toko begituan siapa yang nyuruh lu nyari disini? Adanya tuh di jalan cibadak."
Zhu Ran pasang muka keki, gue ditipu sama aki-aki. "Yaudah Xun, gue masuk dulu ya."
"Iya."
Zhu Ran memasuki Alphamusou, Zhu Ran nengok kiri-kanan mencari manusia yang berhasil memperdayanya tadi.
"Zhu Ran aku disini." Lu Xun dadah-dadah ke Zhu Ran dengan cengiran lebar yang menghiasi wajah polosnya seperti anak kecil.
Zhu Ran berjalan mendekati Lu Xun. "Udah nemu minuman yang kamu mau?"
Lu Xun menggeleng. "Belum, habis di kulkas ini banyak pilihannya jadi bingung deh akhirnya mau beli yang mana hehe." Lu Xun nungging kembali di depan kulkas, sementara Zhu Ran berjalan beberapa langkah ke kanan terus ngeliatin emm ... apa ya? Menurut kalian apa? Masamune yang mau beli minum juga teralihkan pandangannya oleh tindakan bezat seorang Zhu Ran, sebelum ada satpol PP datang Masamune menegur orang itu.
"Ran, Ran, idung lu berdarah tuh." Zhu Ran menyentuh hidungnya, terus keluar Alphamusou cepat.
"Zhu Ran, aku mau beli teh bulet aja," Lu Xun memutar badannya 90 derajat ke kiri. "eh Zhu Ran?" Lu Xun menengok kiri-kanan.
"Dia, keluar sebentar ada hal mendadak." Lu Xun ngangguk-ngangguk. "Xun?"
"Iya?"
"Muka lu kenapa sih polos banget."
"Eh?" Lu Xun memiringkan kepalanya. Masamune ngedeket ke Lu Xun.
Masamune mendadak gemas dengan Lu Xun, ingin dia cubit pipi Lu Xun dengan keras.
"WOI! Gue telepon polisi kalo elu apa-apain adek gue!" Zhu Ran yang harusnya masih berdebat dengan Xun Yu hanya karena Zhu Ran minta tisu, langsung ngambil selembar tisu dengan paksa trus langsung masuk kembali ke Alphamusou, hanya karena firasatmya berkata kalau Lu Xun dalam bahaya. Zhu Ran langsung memeluk Lu Xun erat dari belakang. "Hsss..." Zhu Ran mendesis layaknya ular yang hidungnya disumbat sama tisu.
Masamune menaikkan sebelah alisnya. "Adek? Perasaan yang playable duluan itu Lu Xun bukan elu."
"Suka-suka gue."
"Dasar bezat lu."
"Gue kaga bezat, elu yang bezat."
"Tadi gue cuman mau nanya kalo udah bayarnya bareng."
"Alesan lu Mun."
"Yaudah kalo ga percaya, gue mau ke kasir."
Zhu Ran melepaskan pelukannya, lalu mengambil dompetnya. "Itu berapaan?"
"4 ribu."
Zhu Ran diem, terpaksa doi ngitung recehan lima ratusan, pas atau tidak untuk membayar teh bulet yang diinginkan oleh Lu Xun. "Xun ada seribu ga? Ini kurang seribu."
"Ada, kalo ga salah," Tangan kiri Lu Xun mengodok-ngodok saku celananya, lalu mengasihkan dua receh lima ratusan ke Zhu Ran.
Zhu Ran ngecek uang recehannya kembali. "Serebu ... dua rebu ... tiga rebu, empat ribu. Nih," Zhu Ran memberikan uang recehan ke tangan kiri Lu Xun. "Gue tunggu di luar."
Lu Xun membalasnya dengan anggukan ples senyuman yang ngebikin tisu yang masih setengah bersih jadi penuh karena menyerap banyak darah yang keluar dari hidung Zhu Ran.
Sementara Zhu Ran, dan Lu Xun mencari kembang api kualitas terbaik di dunia. Kita tengok yuk anak-anak OSIS yang disuruh segala macem sama dua strategis hobi berantem satu sama lain di balai kota. Balai kota yang didekorasi ulang penuh dengan bendera kerajaan masing-masing dan warna disatu padukan tapi tidak bisa menyatu berkumpul di balai kota.
"ZHONG HUI! NYAPU YANG BENER! JANGAN KIBAS-KIBAS TELAPAK TANGAN KAYA ORANG BAKAR SATE!"
"Iya Pak, iya."
Ngomongnya aja iya, Zhong Hui tetap kibas-kibas tangannya tidak memperbaiki cara dia menyapu taman, memakai kekuatan telekinesisnya lebih cepat dari pada harus pegang gagang sapu.
"SHI! MA CHAO! CEK SOUND!"
"SIAP!"
Zhou Tai dateng menghampiri Sima Yi. "Pa, ini karung buat apa?"
"Buat ngarungin loli-eh maksud bapa buat dimakan-errr ... buat nanti acara. Taruh aja di sini."
Zhou Tai menjatuhkan 4 karung dengan muka datar, lalu kembali berdiri mematung di samping Sima Yi, Zhou Tai kek bodyguard aja deh.
"Shi sebenernya Kakek sama Tante mau bikin acara apa sih tumben di balkot biasanyakan di lapangan sekolah," Ma Chao menaruh speaker gede di deket meja panjang yang sudah ditutupi kain putih, "acara gede begini kaya bakal ada yang mau nikahan."
"Kita OSIS disini cuman jadi babu, kagak ada yang tau isi otak Babeh gue sama Pa Kongming gimana." Shi menojoskan kabel warna-warni ke speaker yang dibawa Ma Chao.
"Tapi sih katanya, bakal ada acara lomba gitu antar kerajaaan."
"Lomba begimana?"
"Gue bingung ngejelasinnya gimana, liat nanti aja."
"HANBEI BANGUN! JANGAN MOLOR MULU!" Sima Yi mukul-mukul pantat Hanbei yang enak molor di balkot.
"5 menit lagi pa, lagi nikmat nih." Hanbei pindah tempat dengan cara menggeliat seperti ulet, punggungnya naik turun.
"Shi, guru-guru mana?" tanya Ma Chao.
"Paling jam segini masih ada yang molor, buka usaha di kolong jembatan, make up, luluran, macem-macemlah." Shi jawab asbun.
"Tes tes," Zhou Yu mengetuk-ngetuk mic, "KEDENGARAN?!"
Shi sama Ma Chao yang tepat di depan speaker menutup telinganya. "NJEEERR YU! KALO MAU NGOMONG BILANG DONG!" seru keduanya kesal.
Zhou Yu nyengir setelah mendengar teriakan Shi dari ujung kanan balkot.
"Mangap Shi, gue kagak ngeliat lu berdua yang di ujung sana."
"Pa, ini sketbrod ... skateboard taruh di mana?" Kali ini Benkei, bawa-bawa skateboard ke hadapan Sima Yi.
"Taruh sini aja barengin sama karungnya."
Benkei menaruh 4 skateboard dengan lemah lembut.
"Pa, ini kudanya mau diapain ya?" Taishi Ci ngedatengin Zhuge Liang sambil bawa 4 kuda yang SANGAT kotor.
"Ikat saja, di sini."
"Baik pa."
"PA SIMA YI! BAOZINYA UDAH SELESAI DIBUAT~!"
"Kalau gitu kalian cewe-cewe jaga baozi tetap hangat, jangan sampe anak-anak makan sebelum waktunya."
"BAIK."
Kembali lagi ke Zhu Ran sama Lu Xun yang masih berjalan-jalan di cibadak mencari kembang api. Setelah 3 jam mereka mendaki gunung lewati lembah akhirnya mereka menemukan tokonya, walau agak mencurigakan, di dinding toko dalemnya ada tulisan "Sedia jasa pengeboman", siapa yang ga curiga coba kalo di dalem toko ada tulisan begituan kecuali orang polos menjurus bego.
"Zhu Ran akhirnya kita menemukannya!" teriak Lu Xun pada Zhu Ran dengan mata berbinar.
"Iya, tapi agak mencurigakan Xun."
"Engga kok, ayo masuk." Lu Xun menarik tangan Zhu Ran. Zhu Ran pasrah ditarik masuk ke toko tersebut.
Si Mas-mas berbadan besar berjanggut lebat, membelakangi Zhu Ran, dan Lu Xun.
"Mas, saya mau 2 bungkus kembang api sparkler yang panjang, 5 yang jenisnya strobe, dan 10 yang peony."
Si mas-masnya ngangguk-ngangguk, dan masih membelakangi Zhu Ran. "Bentar ya nak, nanti sama anak saya dibawain kesini."
Zhu Ran nyikut Lu Xun. "Xun, lu merasa familiar ga sama suara mas-masnya?"
"Nih kembang api yang anda minta tadi." Anaknya Mas-mas tadi keluar dari sebuah ruangan sambil membawa barang-barang yang Zhu Ran minta tadi.
"Engga tuh, aahh ...," ucapan Lu Xun berhenti saat melihat sang anaknya Mas-mas. "Lu Bu ..."
Nyali Zhu Ran menciut saat itu juga saat mas-mas berbadan besar membalikkan badannya ternyata Dong Zhuo. "Jadi semuanya berapa?"
"Semuanya 200 ribu." seorang perempuan yang diidentifikasi adalah Diaochan, menjawab pertanyaan Zhu Ran.
Zhu Ran mengeluarkan uang 100 ribuan 2 dari dompetnya, lalu mengasihkan uang itu ke Diaochan. Zhu Ran langsung ngambil kantong kresek gede dari tangan Lu Bu terus manggul Lu Xun, cepat-cepat Zhu Ran keluar dari toko itu.
"Kata Ayah juga jangan buka toko petasan, toko jual mayat aja, muka kita ga cocok buat jualan beginian."
"Iye deh yah, abis semua petasan ini habis, kita buka toko mayat aja."
"Zhu Ran turunin aku!" Zhu Ran ngerem, berhenti di depan toko emas, terus nurunin Lu Xun.
"Maaf, abis takutnya elu kagak kebawa tadi jadi gue panggul kek beras."
"Btw, Ran, mau langsung pulang?"
Zhu Ran menggangguk. "Langsung pulang aja, kita siapin nih kembang api buat nanti malem."
Pulanglah Zhu Ran sama Lu Xun menggunakan alat ajaib sejenis pintu kemana sajanya doramenyon. Sampai balkot mereka berdua saling bertanya naruh kembang apinya di mana enaknya.
Siswa-siswa sudah pada berdatangan memasuki balai kota, saya juga akan masuk untuk memberitahu keadaan balkot sekarang ini.
Ehem, saya Naomasa Ii ganteng akan jadi reporter di cerita kali ini.
Keadaan balkot sekarang super aneh, warnanya sangat tidak bisa bersatu, jadigeuleuhsendiri pas masuk balkot.
Saat kalian memasuki balkot kalian akan menemukan lambang kerajaan Shu, qinglong hijau yang terbentuk dari lampu tumblr, dan dihiasi bendera kecil berwarna hijau, bisa dibilang ini teritori anak Shu.
Berjalan beberapa langkah ke kiri kalian bakal bertemu dengan lambang kerajaan Jin, qilin biru muda yang terbentuk dari lampu tumblr, bedanya kalau bendera kerajaan mereka menempel di tiang lampu taman.
Berjalan lurus, kalian akan menemukan patung harimau cisewu yang dibuat dadakan sama ketiga anak Sun Jian, bendera kerajaan mereka tanam di tanah mengelilingi patung harimau.
Yang terakhir kerajaan Wei yang sebelahan sama kerajaan Jin, jadi kalau mau ke teritori anak Wei harus melewati Wu, Nobunaga atau Jin, yang pasti kalau kalian masuk teritori ini kalian bakal ketemu peliharaan merak kesayangan Pak Cao Cao yang dikeluarin dari kandangnya, bernama phoenix sementara bendera kerajaan Wei berkibar di samping kandang phoenix dengan ukuran 2 kali lipat dari yang asli.
Untuk kembaran jauhnya aka Pak Nobunaga teritori doi di tengah-tengah di antara 4 kerajaan, dan teritori paling banyak makan tempat selain Wei, dan teritori anak-anak mistik yang paling kecil, di teritori mereka tidak ada yang aneh, bisa dibilang polos, cuman dikasih satu petak 10x10cm (sama aja bohong) di situ cuman ada tempat duduk buat Orochi, jadi mereka ngikut di 4 kerajaan.
Ah kalau kalian pusing saya Oichi, akan memberikan denahnya.
Jin - Wei
NOBUNAGA - coretMysticcoret
Pintu Masuk - Shu - Wu
Kebayangkan gimana luasnya balkot kek gimana. Sekarang sudah jam 2 siang, kata anak-anak sekarang bakal ada lomba antar kerajaan. Aku dikasih daftar nama yang akan mewakili ke-4 kerajaan.
Shu:
Liu Bei
Zhao Yun
Jiang Wei
Liu Shan
Wei:
Cao Cao
Cao Pi
Xun Yu
Zhang He
Jin:
Sima Yi
Sima Zhao
Sima Shi
Wen Yang
Wu:
Sun Jian
Sun Ce
Zhou Yu
Gan Ning
SW:
Nobunaga Oda
Mitsunari Ishida
Yukimura Sanada
Azai Nagamasa
Mystic:
Fu Xi
Nu Wa
Da Ji
Taigong Wang
Priiitt!
"Untuk peserta yang mewakili kerajaan masing-masing yang mengikuti lomba makan KARUNG eh bukan MENGAMBIL BARANG YANG COCOK BUAT (sensor) DAN DIMASUKKAN KE KARUNG YANG PALING BANYAK YANG MENANG!"
Semua pasang mata langsung nge-deathglare Kai.
"APA?! Gue cuman bilang-eh kenapa disensor siapa yang sensor?"
"Lu bilang buat naena," sahut Fuuma.
"SIAPA BILANG GITU?! GUE PECUT! Gue kan bilangnya buat bikin anu."
"Lu bilang apa? Tadi? Turun lu jangan jadi MC!" Ini yang protes Bapak Sima Yi.
"GUE KAN BILANGNYA BUAT BIKIN KUE! PLISS! KALIAN JANGAN MIKIR MESOM! GUE KAGAK BILANG BUAT BIKIN ANAK! JADI STOP NGELIATIN GUE KEK GITU!" Kai menarik nafasnya lalu mengeluarkannya pelan. "Silahkan peserta pertama, ke posisi masing-masing, lomba pertama memasukkan barang yang menurut kalian masuk akal untuk bikin kue."
Zhao Yun - Cao Pi - Sima Zhao - Sun Ce - Mitsunari - Taigong Wang
"SIAP SEDIA!MULAI!"
DOR!
"Zhao Yun mulai berlari permisa, memasukan barang apapun ke dalam karungnya mau itu yang aneh sampe cetakan kue Zhao Yun masukin ke karung!" komen Shi takjub.
"Kayaknya Cao Pi menemukan sesuatu deh ..." Kai mendekat ke Cao Pi, melihat apa yang di genggam Cao Pi. Muka Kai pucet, barang itu sudah membeku.
CRASH!
"KYAAA! VIBRASDFGHJ BERBENTUK CINCIN PUNYA SI ANU ITU!" teriakan tidak berfaedah Kai, membuat Liu Bei menutup kedua kuping anaknya yang inosen sementara Jiang Wei menutup kedua mata Liu Shan.
Shi menepuk pundak Kai. "Siapa yang naruh barang begetuan di sini ...?"
"SUMVEH BUKAN GUE! GUE WAKTU ITU AJA GA SENGAJA LIAT SI ANU NGEGUNAIN ITU KE ANU!"
"Kai gue kagak nyangka lu sebejat itu."
"GUE BILANG KAGAK SENGAJA! DAN GUE KIRA SI CAO PI BAKAL NYAKUIN ITU BARANG SYIALAN!"
"KALIAN CEPET BALIK MC!"
"B-BAIK BEH/PA!"
"Adek gue ngumpulin majalah ..." Muka Shi berubah setelah liat kaver majalah itu. "ZHAOO! ELU TERNYATA!"
"Hah?" Zhao melihat Kakaknya denga tatapan bego.
"Kenapa elu ngumpulin majalah dewasa?"
"Abis dari barang yang bergelatakan di kolam karet gini lebih keliatan majalah mencrang ini, lagipula gue kagak tau kalo itu majalah dewasa, kavernya gitu, gue kira majalah taunan sekolah, dan biasanyakan di majalah suka ada resep bikin kue." Zhao memperlihatkan majalah yang dia temukan.
"NJIRRRR KENAPA BABEH GUE LAGI YANG MUNCUL DI KAVER?! GUE KAGAK PERCAYA KALO BABEH GUE MANTAN KAVER BOY!" Shi bulak-balik tuh majalah. "Eh bukan ketang ini majalah taunan sekolah." Shi ngeliat kaver belakangnya, loading bentaran terus membelah dua majalah itu penuh nafsu.
"Majalah taunan sekolahkan? Bukan yang aneh-aneh. Kak majalahnya kok ..." Zhao menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kenapa sih Babeh eksis dimana mana?" Zhao ngelirik kakaknya, anaknya juga ga jauh dari kaya bapaknya, yang pengen eksis di depan kamera.
Zhao, kamu lupa kamu juga anaknya Babeh Sima Yi.
"SUN CE!"
"WA!"
"Kenapa kok kaget gitu? Kek kepergok nemu sesuatu," Kai ngintip barang yang dipegang Ce. "Cincin nikah sapa tuh? Kayaknya itu bukan cincin deh kok mencurigakan ..." Muka Kai pucet lagi karena melihat barang itu di bakar. "OMEEGAATT! PROPERTI SEKOLAH ITU!"
"Mana ada properti sekolah nista begetu."
"Eh Mas Taigong Wang, bukannya itu cincin normal ya?"
"Itu cincin nikah punya Liu Bei," Taigong Wang nyeruput sirop di tangannya. "Ketidakrelaan keluarga itu ga bisa diganggu gugat."
Kai sweatdrop. "Ente udah ngambil apa aja?"
"Ngambil segala jenis pancingan, kan gratis mayan, paling sama beberapa cetakan kue."
"Mitsunari ke mana?"
"Itu, lagi di garis awal, udah penghitungan barang dia." Taigong nunjuk Mitsunari yang lagi ngodok-ngodok karungnya di garis start.
"Bukannya bakal ada peluit baru penghitungan?"
Taigong mengangkat bahunya. "Tau deh, gue duluan ya, mau penghitungan juga."
"Ce? Ga ngikut tuh perhitungan."
Tidak ada respon dari anak sulung bapak harimau Wu.
"Mungkin ... dia masih syok menemukan barang itu disini." Kai berjalan ke garis awal.
"MITSU!"
"Ape?"
"Ini apa Mit?" Kai mengambil sesuatu dari karung Mitsunari. "Remot TV? Kok bentuknya lucu sih." Kai pencet salah satu tombol, iseng.
Drrt ... drrrt ...
"Hape siapa yang geter?" Mitsunari ngeliat Kai.
"Ape?"
"Itu bukan remot TV Kai."
Kai diem, loading bentar, terus ngelempar tuh remot ke muka Mitsunari penuh dendam.
"WADAW! SAKIT BUEGO!"
Drrt ... drrtt ...
Kai senyum polos. "Itu hape siapa?"
Klik
"Halo? Oh iya-iya gue otw nyari tepung. Kalian, Bapak beli tepung dulu ya, bye."
"Hape punya Pa Zhuge Liang toh." Kai ngangguk-ngangguk.
"PEMENANGNYA ADALAH SUN CE! SATU POIN UNTUK WU!"
"KOK UDAH PENGHITUNGANNYA SIH?!" Kai cemberut sok imut.
"Lomba kedua, balapskateboardyang bisa mengelilingi balkot dengan cepat dialah pemenangnya! Silahkan peserta kedua ke posisi masing-masing~."
Jiang Wei - Zhang He - Wen Yang - Gan Ning - Yukimura - Nu Wa
"Siap bersedia ... MULAI!"
"WUIH BISA DIBAYANGKAN PERSIMAH! Zhang He paling depan, lalu dibelakangnya ada Nu Wa, Wen Yang berseluncur ala penyihir di atas sapunya! Bedanya dia pake tombak panjangnya itu."
Shi melihat Jiang Wei, dan Gan Ning saling susul. "WUIHHH PERSIMAH JIANG WEI SAMA GAN NING SALING SUSUL MENYUSUL! KAYUH TIADA HENTI!"
"HUWWWOOO! SANADA YUKIMURA BERUSAHA MENYUSUL BANCI DARI PEREMPATAN WEI!"
Kamera menyorot Kai, yang lagi deket bangku 'penonton'.
"Kai pinjem mic-nya," Kai memberikan micnya pada Cao Cao. "ZHANG HE KALO ELU KALAH DARI BABUNYA NOBUNAGA, ELU KAGA BAKAL GUE KASIH MASKER MUKA PALING MUJARAB!"
Nobunaga nyuri mic dari tangan Cao Cao. "YUKIMURA KALO ELU KAGAK MENANG GUE GANTI LAMBANG KELUARGA LU JADI RECEH CEPEAN BIAR MAKIN MURAH HARGA DIRI LU!" Nobunaga ngasih mic-nya kembali ke Kai.
Kai maju mendekati kamera. "Emang lambang keluarga bisa ya diganti gitu aja? Kalo misalnya kerajaan Wei lambangnya berubah jadi banci perempatan, kan ga sreg ya," bisik Kai pada kamera. Kameranya ngangguk-ngangguk doang.
Kamera kembali menyorot Shi yang lagi heboh berkomentar. "PERSIMAH! ZHANG HE SAMA YUKIMURA KEBUT-KEBUTAN! SEMENTARA DI BELAKANG TERJADI AKSI SALING DUPAK SAMPE PINGSAN! HUWWWOO JIANG WEI MEMPEREBUTKAN JUARA TIGA DENGAN KEMBARAN NAOMASA!"
Dari bangku penonton terdengar teriakan-teriakan. "MANUSIA RECEH ELU PASTI BISA NGALAHIN SI BANCI PEREMPATAN WEI!"
"ZHANG HE ELU KUDU MENANG DEMI MASKER MUJARAB GRATIS!"
"Kalian sebenernya mau nyemangatin atau ngejek sih?"
"DUA-DUANYA!" sembur para penonton ke Kai.
"1 METER LAGI SEBELUM GARISFINISH! HE LU KUDU MENANG!"
"YUKIMURA! SEMANGAT!"
Kai sama Shi saling liat.
"ZHANG HE YANG KUDU MENANG!"
"YUKIMURA!"
Kai sama Shi melotot ke garisfinish.Skateboardyang dinaikin Zhang He lebih dulu melewati garisfinish. Shi loncat-loncat bahagia.
"MASKER GERATIS AEM KOMING!"
"NUOOO GUE TURUN PANGKAT JADI UANG RECEHAN INDONESIA!"
"TUAN LIU BEI! SAYA BERHASIL JUARA TIGA!"
"Bye-bye, vocer makan baozi."
"Nu Wa sama Gan Ning mane?"
"Pingsan," jawab Jiang Wei, dan Huasi barengan.
"Lomba ketiga adalah ngebersihin kuda, silahkan peserta ketiga ke posisi masing-masing, saya Kai yang akan menjadi full MC di perlombaan ini." Kai kedip-kedip ke kamera. "Dan kalian bakal dapet kuda secara rendem, jadi ada yang dapet betina, ada yang dapet jantan."
Liu Shan - Xun Yu - Sima Shi - Zhou Yu - Nagamasa - Da Ji
"Kali ini kalian bakal mandiin kuda, yang paling bersih yang menang, ga mungkin kan kalo nyuruhnya mengotorkan kuda."
"MULAI!"
Liu Shan sudah mulai mencampurkan sabun dengan air di ember.
Xun Yu pendekatan dulu dengan kudanya.
Sima Shi ngajak ngobrol dulu sama kuda. "Ternyata elu Chong, Sima Shi CHOP!" Sima Shi mukul kepala kudanya pelan, baru mulai mengguyur kudanya dengan air.
"Hieegh (nyeri ai sia, dan berhenti panggil gue Chong)."
Sima Shi bales. "Hieegh (nama elukan A Chong daripada gue kasih elu nama Chong Ean)."
"Hieeghh! (jadi majikan pinter napa, ngasih nama yang bener)."
"Hieeghh (suka-suka guelah, elu kuda diem aja)."
"Hieggh (ganti nama kagak?)."
"Hieeegh (kagak)." Shi geleng-geleng.
Nagamasa dapet kuda betina, doi ajak ngomong dulu, karena Nagamasa ga tau nama kudanya, Nagamasa pake nama istrinya. "Ichi hari ini elu mandi ya."
"Hieegh (masa gue diajak ngomong, sarap ni manusia)."
Da Ji langsung mandiin tuh kuda tanpa diajak ngobrol. "Kalau dingin, terima nasib aja ye."
"Hieegh (Sarap gue dimandiin sama air es)."
"Satu kata buat lomba ini, NGILANI," ucap Kai kepada kamera.
Pundak Kai di colek sama Naomasa.
"Woi beruang, ini lombanya langsung dibarengin sama yang terakhir, di bagian SW lagi pada lomba makan 100 baozi."
"Kalo gitu kita ke sana aja yu, di sini mah bakal ngikut gila."
"BISA DIBAYANGKAN PERSIMAH LIU BEI, CAO CAO, NOBUNAGA, SAMA SIMA YI MAKAN BAOZI SAMPE MULUT MEREKA KAYA HAMSTER!" Kai mendekat ke panggung terus nyodorin mic ke Sima Yi. "Pa, gimana rasanya mulutnys dijejelin baozi?"
"Saya sufah viafa."
Kai menarik mic-nya. "Oh iye gue lupa, baozi di keluarga kaliankan bagaikan makanan pokok." Kai ngecek jam tangannya. "EH EH EH! SEKARANG UDAH JAM 12 KURANG!"
"Ga kerasa ya, udah tahun baru aja."
"Berarti kita syuting udah setaun dong?"
"Bisa dibilang begitu."
"Dan gue masih jomblo aja."
"Tenang ya Kai, nanti pasti kamu bakal dapet yang tepat."
"Iya Masa, makasih ya." Kai menitikkan air mata buaya.
Lu Xun tiba-tiba dateng. "Hei hei, bentar berhenti dulu lombanya, LIAT KE ATAS!" Pasanga mata yang berada di situ mengikuti jari telunjuk Lu Xun yang terangkat ke atas.
Pet
DUAR DUAR!
Kita melihat kembang api mekar meledak dalam cahaya
Pastinya musim panas ini belum berakhir
Dan telah membuka hati kita yang tidak pasti, dan mengikatnya
Aku mau malam ini terus berlanjut
"Kalian berdua hebat dari kembang api itu bisa ngebuat muka mereka yang horror," ucap Kai sambil nunujuk-nunjuk 4 orang di panggung
Lu Xun menggaruk kepalanya. "Hehe, kami juga penuh perjuangan membuat ini."
Pets
DUAR DUAR DUAR!
Kembang api dalam cahaya
Mekar di malam itu
Mereka mekar di malam itu
Dan menghilang diam-diam
Jangan lepaskan (jangan pergi)
Hanya sebentar saja
Hanya sebentar saja
Biarkan kami seperti ini
Laki-laki yang sudah punya istri nempel sama istri masing-masing kecuali yang masih lomba, istrinya yang ngedeket.
"AYO-AYO SEME-UKE BERDEKATAN!" Kai memulai aksi bejatnya. "Kalo emang yang udah kaya Shi biarin aja biarkan menjomblo di sana~!"
"Ente juga jomblo mbak."
"Udah engga dong~." Kai seenak jidat meluk tangan laki-laki terdekat.
"Kai, kamu diam-diam, sukanya sama om-om bermuka horror."
Kai ngeliat agak ke atas, yang dipeluknya Zhuge Dan. Kai senyum aja. "Gapapa, yang penting serius menjalani hubungan."
"Aiissh, mantap." Naomasa memberikan jempol ke Kai.
Pets
DUAR DUAR!
Jiang Wei dateng mendekati Xun Yu sambil bawa Xiahou Ba. "Pah, ini anak kita."
Xun Yu langsung memukul kepala Jiang Wei agak keras. "XUN YU CHOP!"
"AW! Kenapa aku ada di sini? Tadi aku masih ngobrol sama Mbak Okuni."
"Kayaknya elu kena hipnotis tadi, merinding gua."
"Xiahou Ba~." Jiang Wei meluk-meluk Xiahou Ba kek boneka beruang.
Punggung Xun Yu ditepuk. "Mas, kalo mau cemburu jangan di sini, ke pojok kanan yang ada plang bertuliskan 'Khusus Jomblo', temenin Shi tuh kasian sendirian doi."
"Ga, terima kasih Hui gue kaga sengenes kek orang itu."
"Udah 3.500 kata ya?"
"Panjang~."
Empatan manusia yang lagi di bagian Wu dadah-dadah ke kamera.
"Terima kasih sudah setia membaca cerita ini." Xun Yu.
"Semoga kalian ga bosen baca cerita ini." Zhong Hui.
"Walau bentar lagi sekolah, cerita ini akan tetap berlanjut selama aruji kaga pindah fendem, dan selama aruji masih status 'ALIVE'." Jiang Wei.
"Dan jangan eneg kalau udah nyerempet sho-ai, yaoi." Xiahou Ba.
"Kami mengucapkan terima kasih, see you at next story~."
Note:
lirik yang ada di fanfic ini lirik terjemahan uchiage hanabi
