Ini sekedar pengingat aja:

ATK: Attack/serangan.

DEF: Defense/pertahanan.

SPD: Speed/kecepatan.

AGI: Agility/kelincahan.

.

Disclaimer: Characters who's appeared on Naruto and Highschool DxD was not mine.

Genre: Action, Adventure, Fantasy, Gender Swap, Isekai, Josei, Magic.

.

.

Ingat, kalo pengen liat wajah Naruto versi Naruko ada di sampul fic ini, atau lebih jelasnya googling aja dengan kata kunci 'Cayena Hill' yaa~.

'Blablabla', perkataan dalam hati (tanda petik single).

"Blablabla", percakapan langsung (tanda petik double).

[Blablabla] pemberitahuan dari sistem.

.

.

Jika ada pertanyaan "Apa saja hal menyenangkan yang bisa kita lakukan di dalam gim multiplayer online?" , maka "mengeroyok orang" akan menjadi salah satu jawabannya. Bukan hanya sekali atau dua kali Naruko mengalami situasi semacam ini, dan wanita tersebut selalu bisa mengatasi berbagai macam krisis dengan metode panggilan SOS kepada rekan-rekan satu guild-nya maupun mengatasinya dengan kekuatan yang lebih superior, atau kabur sebagai pilihan terakhir.

Yang mana pilihan-pilihan di atas benar-benar tidak memungkinkan di keadaannya saat ini.

Tombak sepanjang dua meter yang mengincar wajah cantiknya berhasil Naruko hindari dengan menggeser kepalanya ke sisi kanan. Akan tetapi, setiap gerakan yang dilakukan wanita itu selalu memberi rasa nyeri di bagian atas perut akibat luka sebelumnya ditambah regenerasi dan ketahanan tubuhnya yang dibilang masih rendah. Tidak sampai dua detik kemudian sebuah kapak besar meluncur dari arah belakang monster kadal di hadapannya, membuat cewek bersurai kuning keemasan ini refleks menjatuhkan tubuh hingga bokongnya menempel pada lantai. Secara naluri Naruko sedikit mengubah posisi tubuhnya, dan kaki kiri seputih kapas itu ia gerakkan secepat mungkin dan mendorong lutut kanan makhluk hijau di hadapannya sekuat yang wanita itu mampu.

Jeritan yang menyerupai lolongan menggema tatkala tulang kering kanan kadal bertitel penjaga bos itu patah total yang membuatnya terjatuh, lalu disambut sabetan belati yang diarahkan langsung ke wajah hingga menyebabkan makhluk tersebut kehilangan setengah kepala lonjongnya.

Kalkulasi yang Naruko butuhkan adalah satu kali kedipan untuk menemukan semua posisi musuhnya, sedikit ada rasa tidak nyaman ketika cewek ini mengetahui bahwa dua pemimpin kadal itu belum lagi membuat gerakan yang berarti. Pemilik ras malaikat tersebut mencoba menekan pikiran buruk yang beberapa saat lalu melintas dengan menggigit bibir bagian bawahnya.

'Bodo amat lah!'

[Ding!]

Naruko membuka kartunya.

[Active Skill: Valkyrie, has been activated! All stat has been raised by 20%! All pain received reduced by 50%! Your health Points will decrease by 100 per minute!]

Naruko memilih memblokir pemulihan luka di tubuhnya, lalu wanita yang kecantikannya mampu menyaingi dewi ini mengulurkan telapak kanannya yang terbuka ke depan, ke salah satu penjaga yang bersiap melompat ke arahnya.

Belati yang sempat keluar kembali Naruko simpan.

[Ding!]

[Active Skill: Flame's Sparks, has been activated!]

Sebuah lingkaran sihir berdiameter 30 cm berwarna jingga bersinar cerah di depan telapak tangan Naruko, yang segera memuntahkan lima buah bola berwarna kuning kemerahan seukuran bola bisbol dan meluncur dengan lintasan lengkung layaknya rudal. Lizard Guardian yang melihat itu secara naluri melindungi wajahnya dengan kedua tangannya yang kosong, karena secara kebetulan dirinya tidak memegang apapun setelah melemparkan kapaknya beberapa saat sebelumnya. Hanya saja sangat disayangkan, kadal tersebut hanya mampu memblokir satu bola beresensi api yang dilemparkan wanita di hadapannya, dan empat bola lainnya yang memiliki kebebasan penuh menghantam dada, perut, paha kanan, dan bahkan selangkangannya dengan suara berdebum yang mirip suara balon berisi air yang pecah saat menabrak sesuatu.

"EEEEEKKK!"

Mengabaikan suara jeritan putus asa dari lawannya, mata biru Naruko yang berkilat-kilat karena efek bunga api yang melompat-lompat ke segala arah setelah tabrakan barusan sedikit menyipit puas karena menyaksikan bagaimana skillnya dengan leluasa memercik ke beberapa target lainnya, yang tidak berselang lama kemudian pupilnya menegang dan mengecil. Wanita itu melotot, wajahnya mengeras segera setelah merasakan bulu-bulu di punggungnya berdiri akibat aktivitas Mana tidak biasa di ruangan tersebut, dan dengan kecepatan yang luar biasa pandangannya langsung terkunci pada si ratu dungeon, Manhack, yang mengangkat tongkat sihirnya setinggi dada.

'Tidak boleh!'

Tangan kiri Naruko yang bebas terangkat.

[Ding!]

[Active Spell: Silence, has been activated!]

Teriakan frustasi keluar dari mulut sang ratu karena kumpulan Mana yang ia tarik dari udara kembali tercerai-berai saat telapak tangan manusia di depannya itu terarah padanya.

[Ding!]

[Pelafalan mantra lawan berhasil dipatahkan!]

Naruko belum tegak berdiri saat rasa dingin lagi-lagi menggerayangi leher belakangnya, membuatnya cepat-cepat membatalkan mantra dan segera digantikan percikan listrik biru di tangan kanannya. Belati yang bahkan belum terwujud secara sempuna tersebut terpaksa Naruko pindahkan ke depan lehernya.

"K-Kggh!"

Percikan api disertai denting dua logam yang beradu membuat Naruko menyadari bahwa dia akan kalah dalam adu kekuatan secara langsung, hingga ia kemudian menggerakkan tangan satunya untuk menahan sisi tumpul senjata miliknya yang kini telah keluar sepenuhnya dari penyimpanan.

Wanita itu meringis dengan beberapa peluh yang menetes dari dagunya, matanya mengernyit menandakan seberapa besar upayanya dalam menahan hantaman pedang jagal dari serangan dadakan yang dilancarkan si raja kadal yang kini sudah ada di hadapannya. Sedikit demi sedikit Naruko terdorong ke belakang, lututnya mulai melipat, dan rasa nyeri di tulang rusuknya semakin menyengat. Sial, rasa sakit ini mengingatkannya saat dirinya ditabrak truk sewaktu masih SMP.

Naruko meringis, "Heh, sialan..." ia memaksakan senyum dan balas menatap kadal berukuran empat kali lebih besar dari manusia di depannya tanpa kehilangan ketenangan di raut wajahnya yang ayu. "Tidak sabaran sekali ya kau ini?" Perlahan darah merembes dari sela-sela giginya dan mulai menetes membasahi lantai tempatnya berpijak, membuktikan dampak dari tumbukan kekuatan yang dirinya terima tidak ringan.

Monster ini.. tidak lagi bisa disebut monster rank A.

Belum sempat wanita berambut panjang keemasan ini menyusun skenario untuk membuatnya terhindar dari tekanan si raja kadal yang berada di fase 'Rampage', gelombang Mana disekitarnya terlebih dulu berfluktuasi.

[Ding!]

[Queen Lizard, Manhack, enchanting debuff skill: Poem of Lethargy!]

[Ding!]

[Peringatan! Anda terkena debuff: Poem of Lethargy! ATK dan DEF -30% selama 90 detik!]

Seolah-olah kadal betina tersebut tidak mengizinkannya untuk merespon, pemberitahuan kembali muncul di depan Naruko.

[Ding!]

[Queen Lizard, Manhack, enchanting debuff skill: Poem of Gravity!]

[Peringatan! Anda terkena debuff: Poem of Gravity! SPD dan AGI -80% selama 30 detik!]

Belum cukup untuk memamerkan gelarnya, sang Archmage tersebut terus merapal mantra.

[Ding!]

[Ratu Kadal, Manhack, merapalkan buff ke arah sang Raja Kadal, Rubborth: Hymn of Resilience! DEF +20%!]

[Ding!]

[Ratu Kadal, Manhack, merapalkan buff ke arah sang Raja Kadal, Rubborth: Hymn of Persistence! ATK +20%!]

[Ding!]

[Ratu Kadal, Manhack, merapalkan buff ke arah sang Raja Kadal, Rubborth: Hymn of Truth! SPD +30%!]

[Ding!]

[Ratu Kadal, Manhack, merapalkan buff ke arah sang Raja Kadal, Rubborth: Hymn of Joy! AGI +50%!]

[Ding!]

Naruko terpaku kehabisan kata-kata melihat banyaknya spell yang dirapal dalam satu waktu. Bajingan, archmage ini benar-benar sinting.

[Queen Lizard, Manhack, enchanting Spell: Thorn Field! Setiap 10 serangan yang berhasil menyentuh tubuh target akan memberikan tambahan PEN sebesar 20%!]

Butuh waktu kurang dari sedetik untuk dapat melihat efek dari notifikasi tadi, saat tiba-tiba tanah di sekitar Naruko berkontraksi dan menerjang tiap inci tubuhnya tanpa ampun.

Sesungguhnya damage area itu memberikan kerusakan yang lebih lemah jika dibandingkan damage target tunggal. Masalahnya, duri-duri tanah yang menyerupai bulu landak ini berjumlah ratusan, dengan keadaan Naruko yang tidak mampu menghindar sedikitpun.

Bahkan dengan DEF yang lebih dari 400, ditambah skill Dragon's Territory dan bahkan skill Valkyrie, Health Points wanita pemilik ras malaikat ini masih saja terjun bebas hingga tersisa kurang dari 700.

Rasa sakit yang amat sangat membuat Naruko menggigil, dia menahan diri untuk berteriak namun air matanya meluncur bebas tak terbendung. Ini adalah siksaan fisik terberat yang pernah dialami cewek ini selama hidupnya.

'Bug bajingan!' umpatnya.

Ukuran setiap duri yang ada paling kecil adalah setengah dari lebar badannya, dan Naruko meyakini sedikitnya ada lebih dari 20 dari mereka terbenam dalam tubuhnya. Pakaian putih yang wanita ini kenakan berubah menjadi merah dalam sekejap, dan darah berlomba-lomba keluar dari tubuhnya dengan semangat yang tinggi.

Pandangan wanita itu memburam, mata birunya yang berkilau layaknya safir yang mulai kehilangan sinarnya hanya bisa berkedip lemah saat menyaksikan kaki hijau besar nan berotot milik Rubborth yang kehilangan setengah kewarasannya itu terangkat, menghancurkan duri-duri tanah yang memisahkan mereka, dan menghantam ulu hati Naruko.

Wanita berambut emas itu terlempar ke samping. Tidak ada hal yang lain yang ia rasakan kecuali perasaan mati rasa yang mendera sekujur tubuhnya yang penuh lubang layaknya bantalan jarum. Kekurangan darah membuatnya mengantuk, dan satu-satunya hal yang menahan kesadarannya saat ini adalah Silica's Ring yang terpasang di jari manisnya. 50 poin yang Naruko dapatkan dari menaikkan level beberapa saat lalu tidak bisa digunakan akibat aturan gim yang berbunyi [Menaikkan statistik dalam pertarungan tidak dapat dilakukan] melintas di benak cewek cantik ini.

'Sial,' Naruko yang perlahan terpejam tersenyum kecil mengingatnya, bahkan dirinya sudah kehilangan niat untuk marah dan mengutuk developer seperti yang biasa wanita ini lakukan. Akan tetapi, dalam celah waktu yang sempit dan kritis seperti itu, cincin Silica yang selalu merangsang ketenangan Naruko mampu menunjukkan tajinya.

[Ding!]

Mata biru yang hampir sepenuhnya terpejam tersebut tiba-tiba terbuka, dan sayap kokoh yang ternoda debu dan darah wanita itu mengembang selebar-lebarnya.

[Exclusive Active Skill: Feather's Blades! Has been activated!]

Menggunakan momentum sambil tubuh Naruko yang terbang akibat tendangan Rubborth, sayap mirip merpati di punggung wanita itu berayun ke depan dan memuntahkan ratusan bulu-bulunya yang langsung melesat layaknya roket, bersamaan dengan tubuh rampingnya yang menabrak dinding aula dungeon yang terbuat dari tanah.

Suara berdebum seakan sedang terjadi perang meriam menciptakan banyak teriakan bersahutan. Walaupun tidak bisa melihat secara langsung akibat asap debu dan pecahan tanah berserakan di udara, setidaknya Naruko yang kini setengah tubuhnya tertanam di dinding ruangan meyakini pendengarannya bahwa skillnya memakan korban.

[Ding!]

[Anda Naik Level!]

[Ding!]

Itu adalah skill area dengan daya serang 1800 true damage, hal apa yang perlu ia dustakan?

[Level Up!]

Melihat wajah-wajah terkejut para keluarga kadal sepersekian detik sebelum asap menghalangi bidang penglihatannya membuat Naruko tersenyum lemah. Bahkan darah yang kini tidak hanya menodai dagunya, melainkan seluruh wajahnya, masih tidak mampu menyembunyikan wajah rupawan malaikat tersebut.

"Itu mereka! Naikkan perisai!"

[Ding!]

Suara pria yang terdengar ramai bercampur dengan sistem, hingga sulit bagi Naruko yang sekarat untuk memastikan sesuatu. Matanya nampak sayu, ditambah debu yang masih melayang-layang menyulitkan bidang pandangnya.

"Tombak! Maju!"

[Peringatan! HP Anda berada di bawah 5%! Kesadaran Anda akan dinonaktifkan untuk sementara!]

Wanita ini bahkan tidak memikirkan bagaimana HP-nya bisa menyisakan angka 40 hanya dari satu tendangan si raja kadal beberapa saat lalu.

"Priest! Tolong bersiap!"

Oh, suara siapa itu? Naruko berusaha memikirkannya, namun rasa kantuk yang kuat menyerangnya. Suara keras dari banyaknya zirah besi yang bergesekan ketika orang-orang itu berlari tidak mampu membuat wanita ini terjaga, malah terdengar seperti lullaby baginya.

"SERAAAANG!"

[Ding!]

[Skill Aktif: Valkyrie! Dinonaktifkan dikarenakan HP Anda berada di bawah garis yang bisa ditoleransi!]

[Ding!]

Satu ledakan yang mampu mengejutkan seseorang disertai teriakan yang luar biasa mengganggu menyatu di udara, waktu yang serupa ketika Naruko benar-benar menyembunyikan mata safirnya yang indah dari dunia.

[Anda diistirahatkan.]

Naruko tidak akan pernah tahu jika kalimat pendek yang sistem ucapkan di atas sedang tidak menggunakan tanda seru.

TBC.

.

Name: Naruko.

Title: Sanctuary's Guardian.

Race: Angel.

Job: Closed(Due unique race's type).

Level: 7.

Experience: 167.084/2.499.999 (To next level).

Health Points: 1.120.

Mana Points: 1.580.

Attack: Physic: 660, Magic: 735.

Defense: Physic: 415, Magic: 420.

Speed: 560.

Agility: 570.

Intelligent: 610.

HP Regen: 100/min.

Mana Regen: 550/min.

Free Points: 180.