Disclaimer : Dynasty Warriors belongs to KOEI. The canon characters belong to God. I only own the OC and the story. Happy reading.
Chapter 7 : A Broken Trust
Di chapter ini dengan latar tahun 208, umur tiap-tiap karakter adalah sbb (yang tentu saja tidak sesuai sejarah!) :
Sun Shang Xiang : 19
Zhu Ran: 22
Lu Xun : 21
Gan Ning : 23
Sun Quan : 22
Hope it helps!
Sungguh cerita yang sangat konyol! Ternyata Mama dijodohkan dengan ayah dari Kaisar Shu, Liu Shan. Berjuta pertanyaan muncul di benakku. Apakah mereka jadi menikah? Sepertinya tidak. Bagaimana Mama bisa berakhir dengan Papa kalau begitu? Atau jangan-jangan, aku anak Liu Bei? Tidak mungkin! Ini pemikiran yang tidak masuk akal.
"Pa, apakah Liu Bei benar-benar menikahi Mama?"
Tidak menjawab pertanyaanku barusan, Papa melanjutkan ceritanya. Kini ia sudah lebih tenang.
"Hei! Caramu memegang tombak kurang kuat. Eratkan pegangan, atau musuh akan dengan mudah mengalahkanmu!" sentak Gan Ning pada salah satu prajuritnya. Para prajurit di bawah naungan Gan Ning memang saat ini tengah berlatih guna mempersiapkan pertarungan di Chi Bi.
"Jangan terlalu kasar padanya." Seseorang menepuk pundak Gan Ning. Hampir saja mantan bajak laut itu menyemprot siapapun yang berani menginterupsinya, namun tidak jadi tatkala melihat bahwa orang yang menegurnya adalah sahabatnya yang suka membuat ulah, Sang Putri.
"Shang Xiang!" sambutnya semangat. "Aku sedang melatih para prajuritku. Bukankah kegiatan membosankan seperti ini bukan tontonan yang cocok untuk Tuan Putri?"
"Jangan meledekku, Xingba." Wajah Sun Shang Xiang yang tadinya ceria kini kembali tertekuk. "Segala hal berbau Kerajaan membuatku marah."
Tentu saja Gan Ning tahu maksud kalimat Putri kecil ini. Semua orang tahu apa yang terjadi di aula semalam.
"Satu jam lagi aku selesai. Bagaimana kalau kita memancing?" Gan Ning berniat menghiburnya. Salah satu kegiatan yang disukai Sun Shang Xiang adalah memancing. Sebenarnya Gan Ning ingin beristirahat setelah ini, tapi sepertinya salah satu teman dekatnya sedang butuh hiburan.
"Ide bagus! Aku akan mengajak Zhu Ran dan Lu Xun juga!" mata Sun Shang Xiang berseri. Gan Ning terdiam, sebetulnya ia tidak begitu menyukai usulan itu. Tetapi ia tetap mengangguk setuju.
"Baiklah. Sampai jumpa nanti."
Sore itu ternyata berjalan tak semestinya.
Pada awalnya, semua memang berjalan lancar. Zhu Ran, Lu Xun, Sun Shang Xiang dan Gan Ning memang sedang memancing, menikmati hari. Tapi segalanya menjadi berantakan ketika Sun Quan datang.
Hanya untuk mengatakan sesuatu yang membuat Sun Shang Xiang nyaris pingsan.
"Dalam beberapa bulan, pernikahanmu dengan Liu Bei akan diselenggarakan."
Jeda sejenak, Sun Shang Xiang butuh beberapa detik untuk mencerna informasi ini.
"Kau sudah gila kan?! Kau bahkan tidak meminta persetujuanku dahulu!" sentak Sun Shang Xiang, tidak menyadari pipinya mulai basah oleh air mata.
"Ini demi masa depan Wu. Sebagai Putri, kau harus melaksanakan tugasmu. Tidak bisakah kau tidak egois?"
"Kau bilang aku egois? Kaulah yang egois, Sun Quan! Seandainya Sun Ce tidak pergi terlalu cepat, hal ini pasti tidak akan terjadi! Kau tidak lebih baik darinya, tidak akan pernah. Ayah atau Sun Ce tidak akan mengorbankanku untuk hal sampah seperti ini!"
Gan Ning mencekal tangan Tuan Putri, berusaha mengingatkannya untuk berhati-hati dalam bicara.
Sun Quan bisa merasakan hatinya tersayat amat dalam berkat kalimat dari sang adik. Dulu, ia amat terpukul ketika Sun Jian meninggal, kemudian hampir gila saat kematian Sun Ce. Di saat-saat itulah, Sun Shang Xiang selalu ada baginya. Menguatkan dan selalu berkata bahwa Sun Quan bisa memimpin Wu lebih baik dari mereka.
Namun kalimat Sun Shang Xiang barusan benar-benar membuatnya kembali merasa tidak berguna. Tidak lebih baik dari Sun Ce? Tentu Sun Quan sadar akan hal itu. Sun Ce yang berkarisma, ceria dan baik hati berhasil membuat Wu menjadi Kerajaan yang penuh kehangatan. Lantas apa yang bisa Sun Quan lakukan? Membuat hubungannya dekat sang adik retak? Pencapaian yang mengagumkan.
Sun Quan terlalu terpaku sampai tidak bisa membalas lagi. Sun Shang Xiang menepis tangan Gan Ning dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.
Sebelum benar-benar pergi, ia meninggalkan satu kalimat yang membuat Sun Quan sampai tidak makan seharian setelahnya.
"Jangan pernah bicara denganku lagi, kau bukan keluargaku!"
Kalau aku jadi Mama, aku pasti melakukan hal yang sama! Kaisar terasa begitu jahat disini. Menjadikan anggota keluarga sebagai tumbal adalah hal yang paling keji.
Kejadian ini berlangsung 7 tahun sebelum aku lahir. Aku yakin sekali cerita ini masih panjang dan semoga saja tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.
"Kacau sekali," komentarku.
"Benar, tapi semua ini hanyalah permulaan. Yang terjadi selanjutnya akan lebih kacau."
Malamnya, Zhu Ran mendapati Sun Shang Xiang sedang menangis sendirian di koridor istana yang tidak jauh dari kediamannya. Sang Putri bahkan tidak ikut makan malam, membuat kakaknya hanya termenung dan tidak memakan makanannya.
"Shang—"
"Ah, Zhu Ran!" ketika melihat Zhu Ran datang, buru-buru Sun Shang Xiang menghapus air matanya.
"Hei, aku pasti terlihat lemah bagimu. Sial, kenapa kau harus datang?" Shang Xiang memaksa untuk tertawa.
"Tenanglah. Menangis itu hal yang wajar dan kau sama sekali tidak lemah. Kau bisa menangis sekencang mungkin sekarang, tidak usah malu."
"Sun Quan adalah orang yang sangat kupercaya sejak aku kecil." Shang Xiang memulai ceritanya. "Orang-orang selalu menganggapku lebih dekat dengan Ce, padahal sebenarnya tidak selalu. Quan-lah yang menjadi tempatku berkeluh kesah saat sedang sedih."
Setelah mengucapkan itu, Shang Xiang makin terisak dan hampir tidak sanggup melanjutkan ceritanya.
"Aku sangat percaya dia bisa memimpin Wu dengan baik setelah Ce meninggal, namun ke…kenapa akhirnya menjadi seperti ini!" raungnya, dicengkramnya pundak Zhu Ran sambil menumpahkan segala kesedihannya.
"Kalaupun aku ingin menikah, itu atas dasar cinta! Tidak atas pemaksaan seperti ini!"
"Kami akan sesekali mengunjungimu ke wilayah Barat nanti. Jadi, kau tidak akan kesepian. Dengan Shu sebagai 'teman' kita, aku bisa mengunjungimu dengan aman."
"Aku sangat senang mendengarnya. Tapi, aku masih tidak siap untuk semua ini." Sun Shang Xiang menggenggam tangan kanan Zhu Ran.
"Kau adalah sahabatku yang terbaik Zhu Ran. Jangan tinggalkan aku, ya?"
"Tidak akan, bahkan sampai aku mati." Zhu Ran mengucapkan kalimat itu dengan sungguh-sungguh, sebenarnya. Putri yang berada di hadapannya ini memiliki tempat spesial di hatinya.
Ah, bisakah kau bayangkan rasanya ketika seseorang yang amat berarti bagimu hendak menikah dengan orang lain yang sama sekali tidak dicintainya? Tidak hanya Sun Shang Xiang yang merasa terpukul atas kenyataan ini, begitupun Zhu Ran.
Hanya saja, kalau Shang Xiang terang-terangan menangis, Zhu Ran menangis dalam hatinya.
Itulah malam-malam terakhir yang bisa Zhu Ran habiskan bersama Sun Shang Xiang sebelum segalanya akan berubah. Patah hati yang dialami Zhu Ran malam ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang akan terjadi beberapa tahun kedepan.
Begitulah akhirnya hari itu berakhir, dengan Sun Shang Xiang yang menangis dipelukan sahabatnya.
Terima kasih sudah membaca. Jika berkenan, tinggalkanlah review berupa komentar, kritik atau saran ^^
