Mask

Disclaimer by Masashi Kishimoto n Ichie Ishibumi

AU, Smart!Naru, Oc n Ooc chara, Magic world!, Imajinasi Kitsu dengan beberapa bantuan orang lain!

Let's go_

-Chapter 3-

Sarutobi Danzo sedang memijit pelipisnya membaca sebuah laporan dari divisi yang dia pimpin, mencoba rileks dengan menyenderkan tubuh pada kursi yang tersedia di ruangannya, iris coklat itu lantas menatap langit-langit ruangan. Beberapa saat setelah melakukan hal tersebut, pemimpin divisi pengintaian itu kembali membuka laporan baru yang melaporkan beberapa persoalan yang terjadi pada kerajaan.

Danzo menghentikan kegiatannya sejenak dan menatap ke arah pintu yang telah diketuk oleh seseorang, setelah memerintahkan orang tersebut masuk, dapat dia lihat dua sosok Haku dan Pakura yang langsung membungkung hormat ketika menghadap dirinya.

"Kalian sudah memberikannya?"

Ucapan Danzo direspon anggukan oleh Haku dan Pakura.

"Kami sudah memberikan surat itu pada Uzumaki Naruto, Danzo-sama. Meski mengalami sedikit kontak tapi kami berhasil membujuknya."

Haku dan Pakura menegakkan tubuhnya, mereka menatap Danzo yang menganggukkan kepala mengerti sebelum menyambung kegiatannya lagi. Haku menarik nafas pelan berusaha meminta perhatian dari atasannya, hal itu tentu tidak luput dari Pakura yang juga memanggil nama atasannya. Danzo menumpuk kertas yang telah dia baca dan kembali memandang dua bawahannya.

"Maaf, beberapa dokumen harus kuselesaikan secepatnya-Ah lupakan itu, yang penting, apa kalian menemukan Murasame di tangan anak itu?"

Haku menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan dari Danzo.

"Ha'i, memang benar Murasame ada ditangan Uzumaki Naruto."

"Jadi memang benar, Hiruzen telah melatih anak itu dibelakangku dan memberikan Murasame."

Haku dan Pakura memandang pemimpinnya yang terlihat berfikir. Kedua perempuan yang sama sekali tidak mengerti akan maksud dari Danzo itu menaikkan alis mata mereka tidak mengerti sebelum membuka suara bertanya.

"Maafkan saya sebelumnya, Danzo-sama. Tapi bukannya Murasame itu adalah senjata yang diberikan dari leluhur Sarutobi dan hanya bisa diberikan pada keturunan Sarutobi saja? Tapi, pertanyaan saya mengapa mendiang Hiruzen-sama malah memberikan senjata itu pada orang lain, harusnya Konohamaru-Sama lebih berhak atas senjata itu." Haku berucap heran, begitu juga Pakura yang memang akan menanyakan hal sama. Mereka fikir kejadian ini sangatlah tidak biasa, karena senjata kerajaan seperti Murasame tidak dapat digunakan untuk sembarang orang.

Curse Magic, One Cut Killing adalah kekuatan mutlak yang sangat mematikan dari Murasame dimana hanya dalam satu goresan saja sebuah Curse akan memakan tubuh korban, mengakibatkan sang korban akan mengalami kematian yang pasti terjadi. Bukan hanya itu, dikatakan juga Murasame memiliki kekuatan terlarang yang sangat berbahaya jika bertemu dengan seorang Wizard yang memiliki kemampuan berbeda dari Wizard lain, dimana mereka akan menjalin sebuah Link dan mendapat kekuatan yang tidak dapat diprediksi.

Link sendiri adalah penamaan dari hubungan kontrak antara seseorang dengan Roh maupun senjata khusus seperti Murasame, dikatakan jika ada seseorang yang mampu membangkitkan sebuah link, maka dia akan memiliki kekuatan tidak terprediksi yang berasal dari senjata itu sendiri. Mudahnya, jika si A memiliki senjata berupa batu dan berhasil membangkitkan link maka kekuatan dari batu itu juga dapat digunakan oleh si A, maupun sebaliknya.

Danzo mengurut pangkal hidungnya santai dan menatap keduanya, jika difikirkan memang benar, keturunan dari Hiruzen sendirilah yang pantas menerima katana itu tapi...

'Aku bahkan tidak bisa menggunakan Murasame, senjata ini selalu menolakku,'

...Jawaban dari pertanyaannya yang selalu dia tanyakan pada sang kakak itu membuat dirinya kembali berfikir. Bahkan sang Sarutobi Hiruzen yang mampu menjinakkan Familiar Monkey King Enma, tidak sanggup untuk menarik keluar bilah Murasame dari sarungnya? Sungguh, dari semua pengetahuannya akan senjata yang dimilikinya, dia sama sekali tidak memahami kinerja dari pedang itu. Murasame itu sangat tidak dapat diprediksi.

"Murasame adalah pedang yang misterius, ada alasan tersendiri mengapa Hiruzen tidak bisa menggunakan katana itu dan memilih memberikan pada Uzumaki Naruto. Aku memang tidak mengerti akan jalan pemikiran saudaraku itu tapi tidak dapat dipungkiri juga setiap tindakannya memiliki alasan tertentu." Ujar Danzo pelan, lelaki itu sedikit terkejut melihat sebuah ekspresi cukup aneh yang diberikan Haku padanya.

"Tidak dapat menggunakan? Apa maksud anda, Danzo-sama? Kulihat Uzumaki Naruto biasa saja ketika menggunakan Murasame, bahkan dia terlihat seperti menggunakan pedang biasa. Awalnya aku tidak terkejut, namun setelah anda mengucapkan hal itu barusan aku mulai menyadari jika perasaanku tadi memang terbukti benar."

"Perasaanmu? Maksudnya kau merasakan hal lain tentang Uzumaki?" sahut Danzo yang mengerti maksud dari Haku.

"Ha'i, Seperti yang kuketahui dari perdebatan singkat kami bersama pemuda itu yang mengakibatkan pertarungan kecil, aku merasakan beberapa hal janggal dari pemuda Uzumaki itu. Pertama, aku dapat melihat sendiri jika Uzumaki Naruto telah terlatih dengan baik, walau tanpa mana dia berhasil sedikit melawan kami yang memang telah berada di peringkat 6 dari total 9 peringkat dari Wizard dan Knight. Semua reflek dan berbagai gerak-gerik emosinya dalam pertempuran terlatih dengan baik walaupun aku melihat sedikit kesedihan dimatanya ketika kami membahas Hiruzen-sama tapi dia berhasil menutupnya dengan cepat."

Haku menarik nafas singkat dan kembali melanjutkan. "Penekanan emosi ini seperti yang anda lakukan pada kami, Danzo-sama."

"Kau terlalu melebih-lebihkan dia, Haku. Kulihat dia masih sangat naif yang bahkan ingin menghancurkan golongan Satan sendirian." Suara berkosonan datar keluar dari bibir Pakura, sebuah pandangan ia berikan pada Haku yang menurutnya terlalu mendewakan sosok Naruto. Sebuah lelucon aneh jika memang Haku menggambarkan Uzumaki itu sangatlah berbahaya, dia sendiri tidak dapat menerima itu karena apa? Tentu saja karena telah terbukti jika Uzumaki itu sangat jauh dari pandangan Haku, begitu sangat jauh.

Haku yang mendengar ucapan Pakura mengangguk menerima tanggapan itu, karena memang tidak salah apa yang dikatakan Pakura. Seorang Uzumaki yang tidak dapat menggunakan Mana dan terlihat sangat lemah, tentu saja mereka akan berfikir sama tentang sosok Uzumaki itu ketika pertama kali melihat, karena dia awalnya juga menyangka hal yang serupa seperti Pakura.

Namun, semua tergantung bagaimana mendefinisikan arti dari terlihat disini, karena dalam divisi pengintaian hanya Haku yang memiliki cara pandang berbeda dalam melihat orang lain setelah merasakan sedikit sesuatu dari orang itu. Jika para Wizard diajarkan paham bahwa Wizard tanpa mana adalah sampah yang mencoreng nama klan maupun kelompok, maka Haku memiliki pengartian sendiri. Walau kadang egonya lebih besar sih~

Hidup tanpa orang tua yang telah meninggalkan dirinya di usia muda membuat Haku hidup menggelandang kesana-kemari tanpa arah tujuan, berbagai lembar kenangan mengenai lika-liku kehidupan dan berbagai sifat manusia telah dia lihat dalam rangka mempertahankan kehidupannya. Jahat dan baik, hanyalah kata karena tidak ada batasan untuk dua kata itu, yang jahat bisa menjadi baik dan yang baik bahkan bisa menjadi sangat jahat.

Tidak semua kehidupan ini harus dipandang segaris, dalam arti sama karena setiap sisi memiliki perbedaan walau sedikit. Yang lemah, tidak harus dipandang lemah dan yang kuat tidak harus dipandang kuat, terkadang hanya perlu menyamakan pandangan kita agar dapat mengerti penderitaan orang lain. Dan Haku telah melakukan hal itu pada Naruto.

Haku tersenyum tipis.

"Pakura, kurasa kau lupa akan sebuah Magic terlarang yang mana kekuatannya tidak dapat diprediksi, semacam Magic yang memiliki potensi besar untuk menjadikan pemiliknya Wizard terkuat atau sebaliknya, menjadikan pemiliknya seorang Wizard terlemah. Kau luput dalam menganalisis Uzumaki itu karena kau sibuk mengomentari kesalahannya. Walau aku juga melakukan hal sama, namun aku mulai sadar saat Uzumaki itu meninggalkan hutan distrik 7."

"Apa maksudmu Haku?" Tanya Danzo menatap Haku bingung. "Magic terlarang? Apa maksudmu…"

Haku mengangguk sebagai jawaban atas perkiraan Danzo, membuat mata orang itu sedikit membulat sebelum akhirnya tersenyum tipis. Sedangkan Pakura yang juga mengerti akan maksud Haku membuang nafasnya.

"Itu hanya dugaan Haku, karena tidak mungkin Uzumaki itu memilikinya, kau tahu sendiri jika Magic itu hanya dimiliki oleh dia'kan?"

Haku mengendikkan bahu tidak tahu, lagipula dia juga menyimpulkan setelah dia merasakan sendiri energi berat di area itu. Klan Yuki bukanlah klan yang hanya memiliki sebuah Magic descent : Ice Element yang diwariskan dari generasi ke generasi seperti Parsial Chain milik Uzumaki, tidak-bukan hanya itu, klan Yuuki juga dianugerahkan memiliki sebuah kepekaan luar biasa terhadap mana. Jadi, kecil kemungkinan Haku akan keliru mengenai Uzumaki tadi.

Yah, tapi mau apapun itu memang benar apa kata Pakura, ini hanya dugaan Haku saja. Haku beralih atensi pada pimpinannya yang terlihat berfikir.

"Walau hanya dugaan, tapi indera perasa klan Yuuki juga tidak bisa diremehkan. Hahhh~" Danzo menghela nafas sebelum membuka mata dan memandang keduanya, tangannya meraih sebuah map berwarna dalam lacinya. "Sebelumnya aku memikirkan hal ini, karena kufikir akan terlalu merepotkan hanya untuk mengurus satu orang jadi aku menjeda rencanaku. Tapi, setelah Haku mengatakan kemungkinan bahwa Uzumaki Naruto dapat membangkitkan Magic itu, kurasa... Ini tidak masalah."

Haku menerima benda yang disodorkan padanya, sedikit mengernyit dan menatap Danzo bertanya sebelum membuka map setelah Danzo memberi kode untuk membuka. Beberapa tulisan serta data masuk dalam mata Haku, menciptakan sebuah ketekejutan bagi perempuan tersebut. Sementara disampingnya, Pakura memandang rekannya tidak mengerti.

"Da-danzo-sama?"

"Kau tidak salah baca, itulah misi yang kuberikan pada kalian."

-Scene Break-

Sebuah kamar cukup besar menjadi saksi akan kebingungan dari pemuda pirang yang tengah duduk pada kursi dan memangku kepalanya diatas meja belajar, sesekali juga iris matanya melirik ke arah samping tepatnya ke arah kasurnya dimana disana sendiri ada sosok gadis cantik yang sedang duduk bersila. Naruto mengembalikan arah pandangnya.

"Goshujin-sama? Apa ada hal yang mengganggu anda?"

Serius?

Gadis itu menanyakan itu? Tidakkah dia sadar jikalau yang membuat dirinya bingung adalah gadis itu sendiri? Berawal dari sebuah katana dan berubah menjadi seorang gadis cantik berambut panjang yang terus memanggilnya Goshujin-sama? Ini hal yang baru untuknya, apalagi dia juga tidak tahu jika Murasame adalah senjata roh yang dapat merubah fisiknya.

Oke, Naruto tidak terkejut, namun lebih condong ke arah bingung karena menurut apa yang dia tahu, senjata roh itu juga memerlukan sebuah kontrak dari pengguna untuk dapat digunakan, dan dari yang dia tahu dia tidak melakukan hal hal yang dapat dikatakan sebagai bentuk kontrak dengan Murasame. Lagipula, senjata roh itu adalah senjata yang pemilih, dimana tidak semua orang bisa menggunakan senjata itu.

Lantas, apa yang membuat Murasame memilih dia sebagai pemilik?

Cup~

"Hua~"

Fikiran Naruto buyar setelah merasakan benda kenyal, hangat dan manis mengontak bibirnya. Keterkejutan membawa pemuda itu terjengkang kebelakang saking kagetnya. Naruto mengusap kepalanya yang berdenyut, lantas memandang kesal sosok Murasame.

"Bisakah kau hentikan itu?"

"Ara~Tapi kenapa? Bukankah Goshujin-sama juga suka melakukan itu padaku?"

"Kapan aku melakukannya padamu?"

Murasame sedikit berfikir dan menyentuhkan telunjuk dengan bibirnya.

"Hmm~Semenjak Goshujin-sama memilikiku, aku juga ingat Goshujin-sama selalu menciumku sesaat sebelum berlatih." Murasame bersuara sambil memanggut-manggutkan kepalanya, wajah cantik berkerut sebelum berubah ekspresi menjadi senyum kecil dan memandang Naruto. "Ah-aku juga ingat dulu Goshujin-sama pernah mengelus tempat yang sekarang berubah menjadi bagian in~mphhh."

Menyumpalkan tangan untuk menutup mulut Murasame yang akan mengatakan hal aneh dan itu pasti, wajah Naruto yang sedikit memerah bersungut kesal sebelum menarik tangannya. Naruto membuang nafas, mencoba sedikit tenang dalam menghadapi hal ini. Setelah beberapa saat ia diam, matanya kini mulai beralih pada Murasame.

"Baiklah, jadi mengapa kau bisa muncul dalam bentuk manusia? Aku tahu kau adalah senjata roh jadi tidak perlu kutanyakan, tapi dalam sepengetahuanku senjata sepertimu juga memiliki sifat pemilih, dan tidak mungkin kan jika kau bangkit tanpa sebab?"

Ucapan Naruto membuat alis mata Murasame menekuk tajam, dan itu membentuk guratan tidak mengerti di wajah Naruto. Murasame mendekatkan wajahnya mengabaikan tingkah Naruto sebelum mendesah pelan.

"Jadi Goshujin-sama tidak tahu tentang kekuatan tersembunyi dari tubuh Goshujin-sama sendiri ya." Ucap Murasame.

"Kekuatan tersembunyi? Apa maksudmu, aku ini memiliki tingkat mana yang rendah tidak mungkin juga memiliki kekuatan apalah itu."

"Tidak, bukan mana, tapi kekuatan Goshujin-sama yang mampu membangkitkan sebuah Link denganku. Asalkan Goshujin-sama tahu, aku ini sudah terkurung dalam senjata itu selama kurang lebih 200 tahun dan menunggu seseorang yang mampu membangkitkan link denganku, sebenarnya banyak dari klan Sarutobi yang sudah mencoba membuat link tapi karena aku tidak tertarik, yah kutolak saja."

Naruto terdiam memikirkan perkataan Murasame mengenai link. Naruto juga tahu apa itu link, dia tidak bodoh untuk memahami sebuah kekuatan kontrak itu, tapi yang menjadi pertanyaannya ini adalah. Setaunya membangkitkan link memerlukan sebuah ritual khusus, dan harusnya dia juga membuat perjanjian tersendiri menggunakan Line magic, tapi didalam hal ini Murasame muncul begitu saja tanpa ia harus melakukan hal itu.

Naruto menatap Murasame bertanya.

"Lalu, bagaimana kau bisa keluar? Kau tau aku tidak pernah melakukan kontrak denganmu."

"Apa Goshujin-sama tidak ingat perasaan Goshujin-sama ketika aku disentuh oleh saudari Goshujin-sama?"

"Perasaan, jangan-jangan kau muncul karena aku tidak suka ketika kau disentuh Naruko?"

Murasame mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban.

"Ha'i, perasaan kuat Goshujin-sama lah yang membuatku tertarik, selama ini aku tidak pernah melihat seseorang begitu marah ketika aku disentuh orang lain, muuuu~mengingat Goshujin-sama berteriak tadi membuatku bersemangat, ne!"

Bletakkkk

"Itte~muuu apa yang Goshujin-sama lakukan? Kenapa memukul kepalaku?" Murasame mengelus kepala hitamnya yang terasa berdenyut, ia memandang Naruto kesal dan hanya dibalas dengan wajah Innocent.

"Berhenti bercanda, aku serius."

"Aku juga serius, Goshujin-sama!"

Naruto menepuk kepalanya sendiri, memilih berjalan ke arah kasur dan mendudukkan tubuh ditepi tempat tidur. Cukup banyak masalah yang dia alami beberapa waktu belakangan ini, mulai masalah di sekolah, masalah dengan tubuhnya dan masalah dengan keluarganya. Naruto bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dia meninggalkan tempat itu dan memilih tinggal di Asrama sekolah.

Untuk masalah klan ia tidak terlalu peduli, begitu juga sekolah yang mengancam akan mengeluarkan dirinya jika tidak ada peningkatan sama sekali. Sebenarnya keluar dari sekolah pun dia tidak masalah, jika diharuskan keluar dia akan tetap keluar jika memang diharuskan, asalkan masih dapat mengawasi orang itu, dia tidak masalah.

Tentang tubuhnya... Naruto harus lebih keras dalam memikirkan hal ini, setelah mengevaluasi kemampuan yang dia miliki, sungguh dia tidak puas akan hasil yang telah dia raih selama 4 tahun terakhir. Walau di memiliki beberapa skill unik yang berhasil dia ciptakan, dan juga ketahanan tubuh yang cukup untuk melawan Wizard satu atau dua tingkat di atasnya, namun rasanya itu masih belum cukup.

Sekarang ini dia seperti kura-kura yang menginginkan sebuah sayap.

"Goshujin-sama?"

Naruto mengadah dan menatap Murasame, matanya sedikit menelisik sosok gadis itu lebih dalam. Benar juga, ia hampir melupakan Murasame karena memikirkan hal-hal tadi.

"Goshujin-sama memikirkan sesuatu?" Tanya Murasame khawatir.

"Tidak, hanya sedikit memikirkan perkembangan kekuatanku yang begitu lambat."

Ucapan Naruto yang begitu lemah membuat sedikit raut wajah Murasame berubah kesal, roh dari pedang kutukan itu meraih tangan Naruto yang membuat pemuda itu sedikit terkejut.

"Goshujin-sama no baka! Kau kan sudah memiliki aku!"

Naruto terkekeh melihat ekspresi Murasame yang begitu lucu, ia menarik tangannya dan menepuk pucuk kepala gadis itu pelan.

"Kau adalah kau Murasame, dan aku adalah aku, kekuatanmu tidak bisa kumiliki, begitupun sebaliknya, kan?" Ucap Naruto pelan. Murasame yang mendengar itu lantas menyeringai kecil.

"Goshujin-sama belum mengerti konsep link, ya? Link itu memiliki keistimewaan tersendiri, setelah manusia dan senjata memiliki link, maka mereka akan menjadi satu, yang artinya semua milik Goshujin-sama akan menjadi milikku begitupun sebaliknya. Jadi, sekarang ini Goshujin-sama bisa menggunakan kekuatanku yaitu sebuah curse magic!"

"Be-benarkah?"

"Ha'i! Tapi itu juga tergantung kemampuan Goshujin-sama sendiri, karena senjata sepertiku mengikuti perkembangan dari masternya, jadi semakin kuat Goshujin-sama, semakin kuat juga Curse magic milikku."

Mendengar perkataan gadis itu membuat Naruto kembali mendesah pelan, jika mengenai kekuatan tentu Naruto tidak perlu memperdebatkan karena Curse magic itu juga memerlukan sebuah Mana yang besar, sedangkan dia ini hanya memiliki tingkat mana rendah. Jadi, secara otomatis Naruto tidak dapat menggunakan kekuatan dari Murasame.

Naruto membaringkan tubuh, memandang langit-langit kamarnya.

"Mungkin kau belum tahu, tapi aku ini memiliki kecacatan dalam hal mana."

"Tidak, menurutku Goshujin-sama tidak cacat, hanya saja Goshujin-sama belum tahu akan rahasia tubuh Goshujin-sama sendiri."

Naruto mengernyit mendengar ucapan Murasame. "Rahasia tubuhku?"

"Tidak, lupakan... Tapi, jika Goshujin-sama ingin memiliki meningkatkan mana, mungkin aku bisa memberitahu caranya." Ucap Murasame. Naruto sontak menegakkan tubuhnya dan menatap Murasame serius.

"Kau serius?!"

"Tentu saja, mana mungkin aku membohongi Goshujin-sama!"

"Kalau begitu, katakan padaku, kumohon katakan padaku, Murasame!"

Gadis itu terdiam terkejut karena Naruto sedikit mencengkram kedua bahunya, Murasame dapat melihat sebuah harapan dari mata biru itu. Murasame mendesah pelan, 'Apa yang terjadi jika aku mengatakan kekuatan dari Goshujin-sama yang sebenarnya? Ah-tidak, mungkin ini bukan waktu yang tepat.'

Gadis itu membuka matanya setelah terpejam beberapa saat, irisnya menatap Naruto dan berucap.

"Mungkin., Goshujin-sama sudah tahu akan sebuah legenda mengenai sebuah cawan?"

-Skip-

Naruto memangku kepalanya, memandang langsung ke arah jendela kelas yang menampilkan langsung pemandangan luar kelas. Fikiran Naruto melayang ke malam tadi, dimana perkataan Murasame yang terus terngian di kepalanya.

Holy Grail, sebuah cawan mistis yang memiliki kemampuan meningkatkan mana dalam sekejap, benda keramat yang telah ada di jaman Hagoromo dan belum pernah ditemukan oleh siapapun. Banyak legenda mengatakan jika benda ini begitu banyak diincar para Wizard karena kekuatannya yang begitu menggiuarkan. Tapi, masalahnya bukan itu namun bahkan setelah ratusan Wizard mencarinya, tidak ada yang berhasil menemukannya, bahkan petunjuk keberadaannya sama sekali tidak terendus.

"Bagaimana aku menemukannya, bahkan Murasame sendiri tidak tahu keberadaannya."

Naruto menggelengkan kepalanya, membuang segala pesimis yang ia rasakan dan mengepalkan tangannya erat. "Tidak! Aku harus berusaha, karena kekuatan besar juga membutuhkan pengorbanan besar!" Bisiknya meyakinkan diri. Namun semua hal itu ia kesampingkan dan melihat ke arah jendela dimana dia dapat mendengar beberapa ucapan dari murid dikelas yang fokus ke arah luar.

Dan ketika iris matanya mengedar, dia menyipitkan mata melihat dua sosok yang berjalan ke arah kelasnya.

"Mau apa mereka disini?"

-Cut-

Uaaaaa~maaf maaf!!! #bungkuk_bungkuk

Sedikit penyesalan saya ungkapkan pada Readers-san karena mungkin tulisan yang menjadi agak semrawut? Entahlah, saya sendiri tidak begitu memperhatikan. Tapi, mau bagaimana lagi, karena saya sendiri sedang mengalami kondisi Drop dengan flu, kepala pusing juga tubuh meriang~uu

Saya juga sudah mencek tulisan dan melihat beberapa kesalahan, tapi mungkin juga akan banyak yang luput juga sih, jadi harap sedikit maklum yah readers-san. Juga saya begitu berterima kasih pada Senpai PATIH ALAM yang sudah menuliskan saran panjang pada saya, saya berterima kasih~

Oh, dan mengenai benda terakhir yang dapat meningkatkan mana, itu adalah sebuah legenda milik kepercayaan ya itu, kalian juga pasti sudah tahu juga, Holy Grail, sebuah piala cangkir? Cawan suci? Untuk lebih jelasnya search aja di kakek Google ya minna,.

Mengenai kekuatan Naruto sendiri, memang masih saya samarkan, tapi dari scene Murasame dan Naruto tadi juga sudah saya kasih sedikit petunjuk.

"Ha'i! Tapi itu juga tergantung kemampuan Goshujin-sama sendiri, karena senjata sepertiku mengikuti perkembangan dari masternya, jadi semakin kuat Goshujin-sama, semakin kuat juga Curse magic milikku."

Sudah mengerti? Oke, jika belum mari kita gabungkan dengan Scene dimana aura hitam menyelimuti tubuh Naruko di chapter kemarin. Disana saya perlihatkan aura itu dapat membuat Naruko jatuh pingsan tidak sadarkan diri yang penyebabnya masih saya rahasiakan karena ini juga menyangkut kekuatan Naruto. Tapi yang jelas, seperti yang dikatakan Murasame-chan kalau semakin kuat pemiliknya, semakin kuat juga senjatanya, maka sudah bisa disimpulkan bagaimana kekuatan Naruto dari Naruto sendiri, kan? Karena Murasame saya buat sebagai senjata yang mengikuti kemampuan pemiliknya.

Huhhh~Mungkin itu saja dulu, mengenai pair akan saya bahas di chapter depan sampai kondisi saya pulih. Terima kasih atas semuanya!

Sankyuu~

Kitsu-chan Out...