Kuil Uzumaki

"Ka-kau serius dengan ini?"

Pria bertopeng putih polos tersenyum kecil. Kinpatsu, bahkan Manaci Uzumaki sama sekali tidak dapat membaca apa yang pria itu maksud dengan melakukan ini.

"Yah, bukankah kau juga ingin menunjukkan bakat seorang Uzumaki Naruto, Manaci-san?"

"Khhh..."

Kinpatsu tahu betul apa yang menjadi kegundahan hati Uzumaki tua ini. Melepaskan seekor monster kelas S memanglah pilihan sulit, apa lagi ini bukanlah sembarang monster. Makluk terkenal dalam legenda bersama 8 Beast lain yang dahulu dikendalikan oleh Hagoromo, itu adalah momok hebat yang kini berada di tangan Uzumaki klan.

"Ayo, ucapkan mantra Release." Kinpatsu kembali membuka suaranya, tanpa beralih dari tempatnya bersandar pada salah satu pillar di kuil Uzumaki dia kembali memandang Uzmaki tua itu."Dengan begitu, kau bisa mempercayakan anak emasmu padaku." Pria itu menyambung dengan seringaian dibalik topeng. Manaci mendelik tajam kebelakangnya.

"Aku bahkan tidak tahu apa kau akan menepati janjimu."

"Tenang saja, bukankah kau juga sudah menanamkan curse padaku? Jika aku berkhianat pada janji kita, maka Curse ini akan melahap tubuhku."

Itu benar. Sebelum menyetujui ini, Manaci terlebih dahulu melakukan sebuah kesepakatan yang akan menjamin janji yang dikatakan Kinpatsu. Manaci terdiam beberapa saat ditengah Altar kuil itu,; Wanita tua tersebut mengingat kembali masa lalunya, waktu yang di habiskan untuk melayani Uzumaki.

'Naruto-chan, Naruko-chan. Aku harap, kalian akan menjalani kisah yang indah dengan pengorbananku ini."

Manaci mengambil nafas sejenak, lantas mengangkat sebelah tangannya ke depan dada. "Baiklah, aku percaya padamu."

"Kalau begitu, rapal mantramu."

Keadaan menjadi sunyi... Dan semua berakhir hebat dengan ledakan energi biru dari tubuh Manaci...

"Aku, Manaci Uzumaki. Seorang pelayan Uzumaki yang dipercayakan 4 Kunci gerbang Uzumaki."

Udara berubah dingin, bahkan beberapa benda seperti membeku akibat tekanan asing bercampur dan berpadu diudara, menimbulkan semacam retakan menjalar di permukaan tanah. Area itu bergetar...

"Aku, Manaci Uzumaki. Memanggilmu..."

""Raja dari sembilan Beast, sebuah Etinitas yang dipercayakan padaku. Dengan ini, aku membebaskanmu.""

Kinpatsu tersenyum lebar. Tawa menggelegar setelah altar ditempat itu hancur dengan tubuh tua Manaci yang masih bertahan disana. Angin berhembus hebat, menerbangkan dedaunan kering. Dalam keadaan itu, Manaci membuka matanya, memberikan senyum terakhir di wajah pucat itu...

"Kyuubi... Release."

Ginnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Groaaaar...

.x.

Mask

Semua memiliki penciptanya masing-masing.

Chapter 11

Kyuubi, Release.

.x.

Naruto mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan Azazel yang merupakan mantan Priest dan juga Lord Kerajaan itu. Jadi, rupanya memang dugaannya itu benar adanya bahwa Azazel bukanlah makluk biasa. Itu juga menjelaskan bagaimana Azazel dapat bergerak sangat cepat tadi, dan juga memanipulasi [Mana ] tanpa memunculkan [Line] bukanlah keahlian yang biasa.

"Boleh aku memotong sebentar? Bagaimana anda tahu aku adalah anggota keluarga Phenex, Azazel-san?" Ravel mengintrupsi pembicaraan, perempuan itu sendiri menatap aneh Azazel yang sempat menyinggung tentangnya tadi.

"Oh, mudah saja. Dari [mana] mu saja aku dapat melihat jika kau berasal dari klan Phenex, [mana] kuning cerah dan juga memiliki aura yang kuat, hanya klan Phenex saja yang memilikinya."

Ravel terdiam tidak mengerti. Apa memang [mana] bisa dibedakan menurut warnanya?

Pertanyaan yang sama terlintas dikepala Naruto, pemuda yang sedang menatap Azazel penasaran itu kembali membuka suara. "Apa memang [Mana] bisa dibedakan dengan hal seperti itu?" Tanya Naruto penasaran, karena dia baru mendengar hal ini. Yang dia tahu, [mana] yang selama ini dia ketahui hanya dapat dibedakan dengan tekanan atau kapasitas tubuhnya saja.

Azazel memposisikan jari kanannya di dagu, terlihat jika pria itu tengah sedikit berfikir. "Maa, tidak semua bisa membedakannya sih, hanya wizard dengan tingkat Rank-S saja yang dapat membedakannya."

"Lalu, apa setiap klan memilikinya? Dan apa kau juga dapat melihat warna [mana] milikku?" tanya Naruto kembali dan disambut tawa Azazel.

"Maa, maa, tidak seperti itu juga. Pada standarnya, warna [mana] itu berwarna biru, tapi dalam beberapa kasus seperti nona Phenex ini, dia memiliki [mana] yang khusus seperti halnya Magic [Descent, kau pasti tahu itu kan?"

Descent, tentu saja Naruto tahu mengenai kemampuan magic yang berasal dari garis keturunan itu. Selain pengetahuan dari beberapa buku yang dia baca, Naruto juga pernah bertemu pengguna Descent dari klan Yuuki. Sedikit mengalami konflik juga, tapi itu karena mereka datang diwaktu yang salah.

"Ya, aku juga pernah bertemu dengan pengguna Descent." Naruto sebenarnya juga merasa aneh dengan perempuan yang sempat berseteru dengannya itu, tapi dia tidak terlalu memperbesar masalah, itu juga terlalu merepotkan. Naruto kembali pada Azazel, iris birunya berkerut dengan sorot masih bertanya. "Lalu, tentang pertanyaan apa kau bisa melihat warna [mana]ku juga?"

Azazel tertawa lagi, dia sendiri sebenarnya cukup heran juga... "Aku tidak bisa melihatnya, tentu saja semua karena Murasame yang sepertinya melindungimu dari pandanganku."... Tapi setelah menyadari apa penyebab terhalangnya aura tubuh Naruto, Azazel mengerti akan apa yang terjadi. Mata kuning emas pria itu berkilat, bersama seringai tertarik yang begitu mencurigakan dimata Naruto. "Aku menyimpulkan, Murasame itu merupakan senjata roh dan telah menjalin [link] denganmu."

Tunggu, sehebat itukah kemampuan seorang Azazel sampai bisa membuat kesimpulan yang begitu tepat? Sungguh, Naruto tidak mau mempercayainya. Tapi, mau bagaimanapun dia juga harus berterima kasih pada Murasame karena telah menutupi dirinya hingga Azazel tidak dapat melihat warna [mana] miliknya. Jika Azazel dapat menebak klan Ravel hanya dari melihat warna [mana, bagaimana jika sampai pria itu melihat [mana] nya dan mengetahui dia merupakan anggota klan Uzumaki?

'Huhh, aku berhutang lagi padamu, Murasame,'

Murasame yang berada di alam bawah sadar hanya diam saja. Sebenarnya, bukan karena dia takut jika Azazel tahu bahwa Naruto berasal dari klan Uzumaki. Melainkan... Dia tidak ingin kekuatan terpendam milik tuannya dilihat oleh makluk lain. Selama dia ada ditubuh Naruto, tidak akan pernah Murasame membiarkan kekuatan itu diketahui orang lain. Tidak, sebelum Naruto menyadarinya sendiri.

Beralih ke pada alam nyata. Michael yang melihat sedari tadi Naruto menggunakan kain hitam untuk menutupi tubuhnya mulai mengernyikan alis penasaran. "Naruto-san. Kenapa kau memakai kain itu? Sebelum ini, bukankah kau memakai sebuah armor-set?"

Naruto terdiam, begitu juga Ravel yang memang sudah tahu apa yang terjadi.

"Ano, Michael-san-"

Ravel menghentikan suara ketika Naruto meliriknya dengan iris biru yang seolah mengatakan 'biar aku saja' itu. Memang, harusnya Ravel tidak ikut campur dalam masalah itu, karena sepertinya Naruto terlihat agak sensitif dengan keadaan tubuhnya sendiri.

Di sisi Naruto yang merasa sedikit aneh, dia berhenti menatap Ravel dan beralih pada Michael. Senyum tipis dia sunggingkan, "ya, anda tahu kan. Setiap kekuatan besar itu memang perlu sebuah pengorbanan." sebelah tangannya keluar, menarik tali kecil yang mengikat kain hitam miliknya. "Dan ini adalah-"

Srrrrr!!!!!!!!!

Semua mengalihkan perhatian mereka ke belakang tubuh Naruto saat tiba-tiba cahaya aneh bersinar terang disana. Sesuatu-ah tepatnya seseorang muncul dari sana. Tanpa ada jeda, sosok itu lantas langsung berlari pada Michael dan membungkuk hormat.

"Maaf, maafkan saya Michael-sama! Tapi, ada masalah sekarang."

alis Priest itu berkerut heran melihat salah satu anak buahnya panik seperti ini. Pasti telah terjadi sesuatu, itu yang Michael fikirkan. Dia menegakkan wajahnya tegas, dan memandang pemuda bersurai pirang blonde. "Dulio, jelaskan." titah Michael tegas. Pemuda yang dipanggi Dulio itu mengeraskan rahangnya.

"Telah terjadi sesuatu di Area X diHutan Kematian."

Kini, giliran Naruto yang berkerut heran mendengar pernyataan dari pemuda bernama Dulio itu. Tempat yang sangat familiar untuk Naruto karena ditempat itulah Naruto menghabiskan waktunya. Tapi, menurutnya tidak ada hal aneh ditempat itu, atau memang dia yang memang telah terbiasa.

"Hm, dilihat dari ekspresi dan juga [mana] yang kurasakan ini, sepertinya memang benar. Maa, Beast Rank-S." Azazel memotong dengan mata menutup santai, dia sendiri baru memperluas sensoricnya dan mendapati [mana] besar tidak beraturan yang mengamuk disana. "Tensi [mana] nya, aku tidak terlalu yakin tapi sepertinya Beast-itu tengah dikendalikan."

"Mengendalikan Beast rank-s? Siapa memangnya yang mempunyai kemampuan mengendalikan Beast rank-s?" Ravel bertanya heran, dan itu menimbulkan reaksi pandangan bertanya Dulio yang melewatkan kehadirannya.

Naruto terdiam mencerna ucapan Azazel. Kebetulan juga beberapa hari lalu dia juga melawan pengguna kekuatan Beast rank-s. Hmm,

"Jika bertanya siapa, aku tidak bisa memastikannya. Tapi, dari yang kurasakan ini, sepertinya dia berusaha menekan kekuatan Beast ini... Maa, tunggu, jenis [mana] ini... Mungkinkah..."

Semua berkerut menunggu jawaban Azazel, akan tetapi tidak dengan Naruto yang telah menyambung koneksi dengan Murasame.

"Ky-Ky-Kyuubi katamu?!" di dalam Mindscape, Naruto tergagap tidak percaya.

""Ha'i. Saya dapat merasakannya, [mana] besar ini, memang milik Kyuubi.""

"Itu tidak mungkin!" Naruto mencoba kembali menyanggah. Tangan kanannya mengepal erat bahkan kukunya hampir memutih dengan bunyi bergemelutuk akibat kepalan itu sendiri. "Kyuubi adalah Familiar klan Uzumaki! Dan disegel oleh mendiang Mito-sama karena tidak ada yang mampu merawatnya lagi, dan kunci segel itu sekarang ada di tangan Manaci-san."

Tidak, itu tidak mungkin terjadi kan? Manaci tidak mungkin sebodoh itu untuk melepaskan Beast Uzumaki.

Murasame terdiam sesaat dan menatap tuannya. ""Mungkin saja, dia memang melepasnya. Segel yang menjerat seekor Beast bukanlah segel sembarangan, apalagi itu berasal dari klan Uzumaki. Aku sangat yakin jika segel itu tidak akan dapat dipengaruhi orang lain.""

Memang benar, itu tidaklah salah, Murasame memanglah mengatakan hal yang benar. Tapi masalahnya jika memang benar Manaci melakukan itu maka...

""Aku juga tahu jika Segelnya tidak bisa dilepaskan sembarangan... Maka sebagai gantinya-""

"Nyawa."

Naruto menggeram setelah mengucapkannya, dia tidak tahu apa penyebab Kyuubi bisa lepas tapi, jika itu memang kesengajaan pasti ada alasan yang masuk akal. Tapi tetap saja, kenapa Manaci sampai melakukan itu? Melepas seekor Beast Rank-s tanpa dia tahu alasannya., ataukah Minato yang memerintahkannya?

"Dia, jika memang Minato yang melakukannya, jika memang dia yang menjadi otak dari semua ini maka, aku tidak akan pernah mengampuninya." Mata biru berkilat serius, hanya dengan melihat itu pun Murasame tahu jika tuannya benar-benar akan berbuat sesuatu. Tapi, tekanan yang dirasakan Murasame bukan milik salah satu Lord itu.

Dan juga...

""Goshujin-sama, kau mungkin tidak akan percaya ini, tapi...""

Butuh beberapa detik untuk Naruto mencerna perkataan Murasame, dan ketika dia menyadarinya, decakan kuat dia tunjukkan sebagai ekspresi kekesalannya.

"Apa yang dia lakukan disana!?" Adalah terakhir ia bertanya sebelum kembali ke dunia nyata.

.x.

"Naruto-san?"

Naruto membuka matanya dan lantas berbalik, semua memandang bingung tingkah pemuda itu termasuk Ravel yang sedari tadi diam memperhatikan. Dia menangkap pergelangan tangan Naruto, dan keterkejutan melandanya seketika setelah mengetahui pemuda itu meliriknya datar.

Apa yang terjadi padanya? Pertanyaan itu berhenti dikepalanya saat Naruto melepaskan tangannya dan berlari keluar gereja.

"Apa yang terjadi?" Michael bertanya tidak mengerti, sama seperti yang lain ia juga agak bingung dengan kelakuan aneh Naruto yang datang secara tiba-tiba itu.

"Abaikan saja untuk sementara, dan kau anak buah Michael, jelaskan secara detail."

.Mask.

Sudut lain

Beberapa orang yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi hanya menatap bingung para Wizard. Perintah agar segera mengungsi ke tempat pertahanan kerajaan membuat beberapa penduduk panik. Hal semacam itu bukan rahasia lagi, jika perintah berlindung di dengungkan maka ada hal gawat sedang terjadi.

"Semua tetap tenang! Tetap tenang!"

"Pergi ke Base-Guard 1. Semuanya!"

Selain Wizard, terlihat juga beberapa knight kerajaan mengatur para penduduk. Mereka dengan setelan khusus (Seragam Anbu tanpa topeng) nampak menenangkan beberapa anak yang menangis kencang.

"Kotetsu, sebagian Knight diperintahkan untuk maju ke garis depan melindungi para Wizard." Salah satu Knight berwajah malas dengan surai hitam poni berkata pada patnernya, mereka yang dikenal sebagai pasangan Knight kerajaan itu saling menatap serius.

"Aku mengerti. Tapi, bagaimana dengan para murid disekolahan?" Kotetsu, pria berperban di wajah itu beralih serius ke depan. "Masalah ini sangat serius, jika Kyuubi sampai melepaskan [mana] nya maka aku yakin kerajaan akan rusak parah, walaupun dilindungi kekkai pun itu tidak akan bertahan lama."

"Aku tahu. Juga saat ini, para petinggi sedang ada di luar kerajaan. Senju-sama juga, dan Minato-sama ada beberapa urusan di daerah selatan."

Kotetsu mendecih. Jika begini... Maka akan benar-benar gawat.

"Kita pergi ke garis depan." keputusan final dikeluarkan oleh Kotetsu, pria itu menyerahkan penduduk pada bawahannya. Dalam keadaan seperti ini, dia tidak bisa hanya berdiam diri saja. Mata Kotetsu beralih pada patnesnya. "Ayo, Izumo! Kita pergi."

"Osh!"

.x.

Tap!

Akeno terengah setelah menghentikan langkahnya. Violetnya menatap ke depan, dimana ada beberapa Wizard dan Knight yang berdiri disana. "Yuzuru, Kaguya." dua nama itu diucapkan Akeno. Kekhawatiran menyeruak setelah mengingat perkataan Issei.

"Ada seekor Beast Rank-S yang mengamuk di Hutan Kematian! Dari informasi, itu merupakan Kyuubi! Beast terkuat dari 9 Great Beast. D-dan Yuzuru, dia, dia pergi kesana bersama Kaguya."

Bodoh! Untuk apa mereka pergi ke tempat ini?!

"Akeno-senpai! "

Akeno melirik kebelakang dimana Issei berlari menyusulnya. Berbeda dengan Akeno, Issei sama sekali tidak menunjukkan raut wajah kelelahan saat berhenti disampingnya. Ini juga membuktikan bagaimana perbedaan stamina antara Wizard dan Knight. Tapi lupakan itu, saat ini ada hal yang lebih penting lagi! Mereka harus cepat!

"Kita harus menerobos mereka, Issei," Ujar Akeno serius. Wizard-wizard itu pasti tidak akan membiarkan mereka masuk ke wilayah itu, apalagi mereka hanya murid di Sekolah kerajaan.

"Aku tahu, tapi tidak mudah untuk menerobos para Wizard-"

"Killing Fall~"

Creshhh

"A-apa, Tu-tubuhku.."

"Apa itu tadi? T-tubuhku tidak dapat digerakan!"

Akeno juga Issei mengedipkan mata mereka bingung, hanya butuh beberapa detik setelah sebuah bisikan mereka dengar dari arah belakang dan hampir semua Wizard di depan sana diam mematung dengan sebuah tanda aneh ditubuh mereka.

"Kau, apa yang kau lakukan?!"

Akeno kembali beralih menyamping, dan kali ini matanya membulat sempurna!

"N-naruto?"

Di depan itu memang tidak salah lagi, rambut pirang spike dan katana panjang teracung mengancam. Akeno mengenalnya, itu memang Naruto! Tapi, kapan dia kembali?

"Kau!? Jangan kesana! Berbahaya!"

Salah satu Wizard memperingatkan Naruto, namun pemuda itu membisukan suara juga menulikan pendengaran. Terpaksa, wizard itu mengeluarkan satu Line Magic. Naruto menghentikan langkah kakinya, wajah yang tertutupi pony itu bergerak menyamping, memberikan semacam tekanan batin yang membuat wizard tadi bergetar ketakutan. Naruto tanpa memperdulikan itu kembali berlari, masuk ke dalam hutan kematian lebih jauh lagi.

"Naruto tunggu!"

"Kita ikuti dia, Senpai. Aku merasa ada hal aneh." Ucap Issei. Dia sendiri berharap jika apa yang dia lihat tadi hanya sebatas kesalahannya saja. 'Tapi, mata itu..'

.x.

"Jadi begitu, Sebuah penghalang." Azazel menatap jauh berfikir, "jadi, siapa yang bisa menciptakan penghalang sekuat itu dan untuk apa melakukannya?"

Michael serta Dulio sendiri tidak tahu akan menjawab apa, mereka sendiri sedang mencari siapa yang ada dibalik ini. Disatu sisi, Ravel hanyut dalam fikirannya, bertanya-tanya mengapa Naruto bisa sepanik dan seaneh itu.

"Ini keadaan yang aneh, kudengar juga Raja pergi untuk beberapa waktu ke daerah konflik. Kepala klan Uzumaki sebagai pemilik Beast ini juga sedang menjalankan tugas Diplomasi. Jadi kesimpulannya, kejadian ini pasti sudah direncanakan, tapi untuk apa? Jika memang ingin kerajaan hancur, kenapa dia juga menciptakan penghalang Absolute itu? Tidak, ini pasti lebih dari sekedar menghancurkan kerajaan." Azazel menyentuh kepalanya berfikir. Ada beberapa pertanyaan yang berputar dikepalanya sekarang.

"Tapi kufikir, kita juga harus cepat pergi. Ini keadaan gawat karena Irina-san juga terjebak di dalam area itu." Dulio menyela. Nama yang dia sebutkan berhasil mengubah raut wajah Michael.

"Pantas saja, Naruto bersikap seperti itu. Sebagai orang yang dia kenal, pasti dia sangat khawatir tentang keadaan Irina." Michael berucap demikian karena dia tahu dua orang itu memiliki hubungan yang begitu erat. Michael ingat benar bagaimana Irina selalu bercerita mengenai pemuda penuh semangat yang membuat gadis itu ingin mengikuti jejaknya. "Kita harus cepat." Sambung Michael serius, dia sendiri juga khawatir akan keselamatan Irina, dan dengan berdiam diri seperti ini dan menunggu pihak atas bertindak, itu hanya akan memperbesar jatuhnya korban.

Dulio mengangguk membenarkan, "aku bisa menteleport kita, tapi itu hanya berlaku di luar perlindung karena ada energi yang mengacak sistem [mana]ku." Saat dia mengetahui ini, Dulio sempat menuju ke tempat kejadiaan dengan sihir telerportasi, namun seolah ada yang mengganggu [mana] nya dan mengacak tempat yang dia tuju sampai dia berakhir berpindah di tempat lain.

Azazel menyeringai kecil, dari hal ini dia agaknya sudah tahu siapa dalang dibalik kejadian ini. Membuat pelindung absolute, mengacak sistem [mana] dan mengendalikan Kyuubi. Dari semua musuh yang pernah dia hadapi, hanya satu wizard yang dia fikir mampu untuk melakukan ini semua. 'Tidak kusangka dia akan muncul. Maa, maa, kali ini, apa yang dia incar?' Azazel berjalan tenang ke depan, pria itu menghentakkan sebelah kakinya ke permukaan lantai memicu sebuah lingkaran sihir bercahaya yang cukup besar.

"Aku akan menembus pelindung itu, tapi setelahnya itu akan menyerap hampir separuh kekuatanku. Tugas kalian adalah melindungiku dari serangan apapun yang datang selama 1 menit untuk aku memulihkan tenagaku." Ujar Azazel ringan seolah kehilangan separuh tenaga itu adalah hal ringan, yah tapi itu semua wajar jika mengingat gelar yang pernah dia sandang. Sementara Dulio beralih menatap Michael, pemuda itu meminta penjelasan pada pemimpinnya sebelum masuk ke lingkaran setelah Michael menganggukkan kepalanya.

"Dan kau nona Phenex, ada baiknya kau tetap disini dan tidak perlu menyusul, disana akan sangat berbahaya untukmu."

Sedikit terdengar merendahkan akan tetdpi Ravel membenarkan hal itu, lagipula dia juga hanya akan memberikan beban pada yang lainnya jika dia ikut. Walaupun dia juga penasaran akan sosok Irina yang dimaksum Michael tadi, dan juga dadanya yang seolah merasa sesak akan kenyataan jika Naruto memiliki seseorang yang berharga, Ravel tetap tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri.

Sedikit tersenyum, Ravel menggelengkan kepala memberi kode bahwa dia baik-baik saja dengan itu. "Tidak apa." Selesai mengucapkan itu, Ravel melihat tiga orang tadi lenyap seketika. Ravel mendesah pelan, ia jalankan kakinya keluar gereja. Tujuannya sudah jelas, dia harus menemui kerabatnya yang ada disini.

-Naruto Side-

Naruto berhenti ketika tiga wizard menghalangi jalan yang akan dia lewati.

"Kau, pergi dari sini. Area ini berbahaya."

Naruto sama sekali tidak merespon ucapan salah satu dari mereka, dilihat dari emblem yang mereka pakai Naruto tahu jika tiga wizard itu mungkin berada di Rank-A, dan itu sangat tidak menguntungkan. Tapi,

"Kembalilah."

Dia tidak bisa melakukannya!

Stap!!!!!

Gerakan yang Naruto lakukan cukup cepat, dia memaksakan untuk menerobos tiga wizard itu karena Naruto tahu kelebihan dan kelemahan Wizard. Jika mereka memiliki kelebihan dalam hal sihir maka... Knight memiliki kelebihan dalam hal gerakan reflek. Naruto melompat, berputar di udara sebelum kembali menapak dibelakang tiga wizard tadi dan kembali memasuki hutan.

"Oy! Kau..."

"Biarkan saja, dia tetap tidak akan dapat masuk setelah menemui penghalang."

Kembali pada Naruto yang terus menerobos hutan, udara yang semakin menyesakkan dada dan juga tekanan yang dia rasakan, tidak salah lagi, dia semakin dekat dengan Kyuubi. "Bertahanlah, Irina. Kumohon." Pemuda itu beberapa kali melompat ke salah satu dahan pohon sebelum kembali mengudara, mengingat dia adalah Knight, maka tidak terlalu mengherankan jika dia dapat melakukan itu dengan mudah.

Terus berlari, Naruto sedikit terhenyak setelah dia merasakan telah menerobos selubung berwarna ungu gelap. Berhenti sesaat dan menatap keselilingnya, hal aneh ia dapati ketika area hutan yang dia tapaki saat ini sangatlah sunyi. Dia tidak mengerti sama sekali tapi...

""ARAH JAM 10, GOSHUJIN-SAMA!""

Naruto bertindak cepat dengan menggulingkan tubuhnya kesamping menghindari terjangan seseorang. Cepat, itu yang ada dibenak Naruto, dia sama sekali tidak menyadari kehadiran sosok itu, semua hawanya terasa hilang. Segera setelah itu, Naruto menormalkan tubuhnya dan mencabut Murasame dari balik punggungnya. "Kau," Naruto bermonolog mendapati sosok bertopeng putih tengah berdiri tenang sembari menatapnya dengan mata kuning emas. "Siapa kau?!" Tanya Naruto menyiagakan tubuhnya, dia tahu sosok itu bukanlah kawan, itu terbukti setelah dia menghindari serangan yang dilancarkan sosok bertopeng itu.

"Siapa aku? Hmm, panggil saja Kinpatsu, ah~tapi terserah kau saja." Kinpatsu menjawab itu sambil terkekeh pelan, matanya melirik kebelakang tubuh Naruto, tepatnya apa yang ada dibelakang Naruto. "Sebaiknya, kau lebih khawatir pada apa yang ada dibelakangmu."

Boooom!!!!!!!!!

Tepat setelah Kinpatsu mengatakan itu, sebuah ledakan yang diakibatkan tepakan tangan dari makluk besar terjadi. Cakar tajam dengan bulu orange tebal, mata putih juga iris merah vertikal mengerikan. Sembilan ekor melambai di udara, dan itu menambah kesan monster pada makluk itu. Mata merah yang menatap pada satu arah yaitu ke tempat dimana Naruto berada tadi, kini berubah setelah mengetahui kehadiran Naruto pada tempat lain. Kinpatsu menyeringai dibalik topeng itu.

"Itukah, Kyuubi." Naruto bertanya pelan, beruntung dia memiliki reflek cukup bagus hingga dapat menghindari serangan dari Beast itu. Dia sendiri baru pertama kali melihat wujud dari Beast rank-s seperti Kyuubi, dan tekanan [mana] kuat ini, tch!.., kali ini Naruto memandang ke arah Kinpatsu dengan sebelah matanya yang berubah hitam.

""Goshujin-sama, berhentilah untuk sesaat dalam menggunakan [Curse] milikku."" Murasame mengucapkan hal itu setelah melihat perubahan pada Naruto yang disebabkan oleh terlalu seringnya Naruto menggunakan [mana] miliknya, dan jika itu dibiarkan terus menerus maka Murasame takut jika pada akhirnya kutukan itu akan menelan tubuh tuannya sendiri. ""Goshujin-sama terlalu banyak menggunakan [curse] melebih batas normal,""

Namun bukannya menuruti ucapan Murasame, Naruto semakin memperkuat [curse] yang dia gunakan. Sebelah mata yang berwarna merah itu berputar pelan, bersama sklera yang mulai menghitam sepenuhnya dan garis kanji kutukan yang mulai menjalar memenuhi tubuhnya.

""Goshujin-sama hen-""

"Aku tidak bisa, saat ini..." Naruto bergerak cepat, menuju sosok kinpatsu yang dia duga sebagai otak dari kejadiaan ini. "... Aku harus segera menemukan Irina!" Menyiapkan satu tebasan, namun dia lantas menghentikan gerakannya dan melompat ke belakang akibat kibasan ekor Kyuubi yang kembali menghalangi.

Pemuda itu sedikit mengumpat kesal, dengan keberadaan Kyuubi yang melindungi Kinpatsu, maka dia tidak akan pernah mungkin bisa menang! Apa yang harus dia lakukan? Apa?!

"Semangatmu cukup bagus." Kinpatsu muncul di atas kepala Kyuubi dan duduk santai seolah tengah berada diatas singgasananya, Kyuubi sendiri terlihat tenang dengan hal itu.

"Sebenarnya, kau ini siapa? Dan apa tujuanmu?"

Kinpatsu menyentuh dagunya berfikir mengenai pertanyaan yang diajukan padanya. "Mauku? Anggap saja aku hanya ingin mencoba sesuatu." Jawabnya ringan, dia sendiri memang tengah mencoba memancing apa yang ada di dalam tubuh Naruto, jadi dalam hal ini dia tidak berbohong.

"Tidak mungkin." Naruto menyanggah dengan mata merah menyalak tajam, "orang sepertimu, pasti menginginkan hal yang lebih besar!" ujar Naruto memastikan, karena dia sendiri yakin jika apa yang diinginkan Kinpatsu bukan hanya sekedar main-main.

"Kau, pasti salah satu anggota Satan." Tuding Naruto tanpa menurunkan penjagaan, dia sudah menebak hal ini, semua keributan yang dibuat Kinpatsu dengan melepaskan Kyuubi, pasti bukan hal yang sepele.

Kinpatsu terdiam beberapa saat, sebelum pria itu tertawa lepas di atas kepala sang Beast. "Kau dengar itu, Kyuubi-chan? Dia mengira aku anggota dari kelompok gila itu? Ahahaha, lucu sekali,"

"Jangan tertawa seolah pertanyaanku tadi adalah lelucon!" Ini benar-benar keterlaluan, dia harus menyelamatkan Irina dan mengetahui keadaan gadis itu segera. "Dan katakan! Dimana Irina berada!" dan kemungkinan besar Kinpatsu tahu dimana gadis itu berada.

Berbeda dengan respon yang Naruto kira, bukannya menjawab, Kinpatsu mulai menegakkan tubuhnya. Mata emas memandang datar ke bawah sebelum melompat ke bawah dan berhadapan dengan Naruto. "Irina? Maksudmu, gadis berambut coklat? Hmm, kukira dia gadis yang tidak beruntung karena telah masuk ke dalam perut Kyuubi."

Deg!

"Ti-tidak mungkin! JANGAN BERCANDA PADAKU!" Naruto kembali bergerak, melompat ke udara dan langsung berhenti bergerak sesaat setelah Kinpatsu menggerakkan tangannya. "T-tubuhku..," Naruto mencoba menggerakkan tangannya, akan tetapi semua hasilnya nihil karena dia dapat merasakan semua anggota tubuhnya terkunci. Hanya sebuah gerakan tangan dari Kinpatsu, Naruto terdorong kebelakang dan terseret ke atas permukaan tanah.

"Hoo.., apa dia orang yang berharga untukmu?" Kinpatsu mencoba memprovokasi, sedikit menyeringai senang melihat Naruto kembali bangkit. "Ah, kau tidak melihat bagaimana dia menjerit ketika Kyuubi mengoyaknya."

"Hentikan."

"Kenapa? Apa kau takut akan kenyataan? Kenyataan jika dia memang sudah mati" Kinpatsu mengeluarkan sebuah benda dari dalam sakunya, dan itu cukup untuk membuat mata Naruto melebar sempurna.

"Itu..." Dia tahu, Naruto tahu betul apa yang sedang ditunjukan Kinpatsu karena memang itu adalah sebuah benda yang berasal darinya. Benda khusus yang telah dia berikan pada Irina sebagai tanda persahabatan. "Tidak mungkin..."

Tapi memang itu kenyataannya.

Apapun hal yang dia sanggah, dia tidak akan mampu menolak kenyataan.

Sementara sosok Kinpatsu yang telah berhasil menggoyahkan mental Naruto menyeringai kecil. 'Kita lihat, apa kau mampu menyadarinya.' Kinpatsu menyentuh kepala Kyuubi, hanya memerlukan tindakan itu untuk membuat familiar klan Uzumaki mengaum ganas dan menyemburkan luapan api dalam jumlah gila. 'Maaf Manaci, aku akan mengambil resiko ini.'

Serangan semakin mendekat dan itu hampir menghanguskan tubuh Naruto jika tidak ada sebuah penghalang yang melindunginya. Melihat itu, Kinpatsu dengusan kecil merasakan pancaran energi yang muncul dari lingkaran sihir. 'Dasar tikus pengganggu.'

"Yare, Yare. Lama tidak bertemu, tuan Kinpatsu." Azazel yang muncul mulai maju ke depan bersama Michael dan Dulio berada disampingnya. "Terakhir, bukankah kau mengincar Menma Uzumaki? Dan sekarang, apa lagi yang kau inginkan?" Sambung Azazel kembali.

Kinpatsu terkekeh senang akan kehadiran Azazel bersama yang lainnya. 'Perkiraanku meleset, aku tidak memperkirakan kehadiran Azazel disini. Kukira, dia sedang berada di kota Timur bersama ular pedofil itu.' Batin Kinpatsu cukup terkejut, bisa dibilang ini bukanlah bagian dari rencananya, atau dapat dikatakan semua diluar rencana yang dia buat. 'Azazel memang cukup merepotkan, dan juga, hm Michael? Aku terkejut dia ikut terjun kemari, apa karena Irina? Tapi, tunggu, ini cukup bagus, meski Azazel kuat tapi dia cukup bodoh untuk memahami rencanaku. Baiklah, itu bisa dimulai sekarang.'

"Seperti rencana, kalian lindungi aku untuk sementara." bisik Azazel dan disambut anggukan paham oleh Dulio juga Michael yang mulai berjalan ke depan.

Sementara Kinpatsu, walaupun dia berada agak jauh dari Azazel namun telinga tajamnya masih dapat mendengar apa yang wizard itu katakan. 'Aku sudah menduga hal itu Azazel, pelindung yang kubuat ini merupakan pelindung terkuat milikku dan bahkan mampu menahan [Bijudama] yang merupakan penghancur terkuat para Beast. Kau pasti tidak dapat menembusnya dengan mudah, kan? Dan kau berfikir jika kau akan terlindungi dengan mengandalkan mereka? Maka, kau salah, Azazel.' Kinpatsu menghentakkan sebelah kakinya dikepala Kyuubi, butuh waktu beberapa detik sebelum beberapa lingkaran hitam terbentuk dan memunculkan siulet bentuk manusia.

"Itu," Mata hijau Dulio menyipit melihat jejeran 10 pasukan hitam bercahaya berbaris rapi di hadapan Kyuubi.

"Mungkinkah, Senjata Tuhan? (Sacred Gear)?" Michael bertindak siaga dengan menciptakan lima [line] di hadapannya. "Berhati-hatilah, Dulio. Mereka berbeda dengan sihir bayangan."

"Aku mengerti, Michael-sama." Dulio mengambil sebuah pedang dari lingkaran sihir yang muncul disampingnya, semua berada dalam keadaan siaga, tidak terkecuali Azazel yang telah kehilangan separuh kekuatannya.

Sedikit melirik kebelakang dimana Naruto masih mematung dengan wajah tertutup bayangan rambut. Azazel sendiri belum mengerti benar dengan apa yang terjadi, dia masih memperkirakan kemungkinan apa yang direncanakan oleh musuh. 'Pelindung yang tidak dapat kutembus dengan mudah, bahkan harus merelakan sebagian [mana] milikku. Tapi kenapa dia bisa masuk kesini? Bahkan tanpa mempengaruhi tubuhnya?' Pertanyaan itu sedikit melintas di kepalanya, beberapa detik dia berfikir dan mulai menyadari apa yang direncanakan Kinpatsu. Azazel mencoba menghampiri Naruto, dan dia terpaksa menghentikan langkah kakinya ketika hawa gelap berputar di sekeliling pemuda pirang itu.

"Murasame, apa kau akan selalu mendukungku? Apapun pilihanku, apa kau akan tetap mendukungku?" Naruto mengatakan hal tersebut dengan nada kosong, dia sendiri berjalan pelan melewati Azazel serta Michael yang terkejut akan dirinya. Beberapa detik hanya terdengar geraman dari bayangan hitam milik Kinpatsu, dan semua berubah mengejutkan setelah katana Murasame mulai mengeluarkan hawa [curse] berat yang seolah menelan semua kesadaran Naruto.

""Aku bangkit karena Goshujin-sama, dan akan tertidur juga karena Goshujin-sama."" Suara lembut, namun juga menunjukkan kehampaan dapat didengar semuanya, bahkan oleh Kinpatsu yang tertawa di atas kepala Kyuubi.

"Bo-bocah itu, kenapa dia?" Dulio menatap bergetar sosok Naruto dihadapannya, pemuda itu tetap berdiri walaupun tekanan dari Naruto memaksanya untuk tunduk.

"Dia dalam keadaan tidak sadar, dapat kukatakan dia dalam masa [Lost]." Ujar Michael serius dengan tetap mempertahankan posisinya.

"Lost?"

"Ya, [Lost] keadaan dimana pengguna Link terlalu banyak menyerap kekuatan senjatanya, dalam hal ini Naruto terlalu banyak menyerap [Curse] Murasame." Jelas Azazel yang berdiri di samping Dulio, "ini pertama kali aku melihat pengguna Murasame mengalami [Lost.]"

Tap!

"Hm?"

Dua orang baru datang ke area hutan terlarang, itu adalah Akeno dan Issei. Keadaan dimana Issei terengah dengan wajah pucat membuat semua mengernyit heran mengapa pemuda yang seperti sedang dalam keadaan sakit itu masuk ke dalam tempat berbahaya ini. Terlebih lagi, kenapa mereka bisa masuk ke dalam pelindung ini?

"Naruto? Naruto?!" Akeno tanpa memperdulikan yang lainnya berlari, berniat menghampiri Naruto yang semakin mendekat pada Kyuubi namun ditahan oleh Azazel yang menarik sebelah tangannya.

"Jangan mendekat, nona. Naruto saat ini sedang dalam keadaan [Lost]"

Mendengar ucapan dari Azazel membuat Akeno menyipitkan mata menatap mantap priest itu. "Lepaskan aku!"

"Hah, hah, Senpai-"

Brukk!

"Issei?!"

"Aku kelelahan~hah, payah."

Issei jatuh terduduk dengan nafas tersengal, kekuatannya benar-benar terkuras kali ini. 'Kuso!'

Sementara Naruto berhenti di hadapan Kyuubi, tidak ada rasa takut sedikitpun pada dirinya saat mata merah tajam Kyuubi menatap dirinya. "[Curse Lost]"

Ginnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Semua menatap terkejut Naruto yang telah berubah secara fisik. Kedua matanya menghitam dengan semacam garis hitam memenuhi tubuhnya. Murasame dalam bentuk katana yang terangkat diudara juga menunjukkan taringnya sendiri dengan mana gelap menyelimutinya.

"[Murasame Curse : Release]"

Segera setelah Naruto menancapkan Murasame kepermukaan tanah, semua dalam area hutan kematian diselimuti oleh [line magic]. Semua tanpa terkecuali, bahkan Azazel, Akeno serta lainnya tidak dapat bergerak dengan tanda kutukan menjalari tubuh mereka.

"He-hebat, dia bisa menggunakan Curse dalam cakupan seluas ini." Azazel tertawa dalam pesakitan, dia yang memiliki kekuatan pun tidak dapat berkutik setelah terkena curse Murasame.

"Ja-jangan mengaguminya, ki-kita harus bebas dari ini." Dulio menanggapinya kesal dan itu dijawab dengan sebuah kekehan dari Azazel.

"Kau belum mengerti ya, anak muda. Dari sekian senjata kerajaan, aku paling kagum dengan Murasame. Selain penggunaannya yang simple untuk bertarung jarak dekat, dia juga memiliki keistimewaan..."

"Musnahlah, matilah, hancurlah."

Azazel tersenyum masam mendengar suara putus asa milik Naruto. "... Kutukan dari Murasame adalah kutukan yang mutlak."

-Cut-

Uumuuu... Ini telat update lagi. Tapi beneran, beberapa hari ini males banget buat nulis. Aku udah usaha, tapi, saat menatap layar moodku langsung drop. Entahlah mungkin karena lagi malas aja kali ya, atau mungkin juga kelelahan sih :3. Maaf kalo Kitsu gak bisa nepatin update.

Curse Lost : Kemampuan Naruto yang dikombinasikan dengan curse Murasame, dengan ini Naruto mampu menciptakan semacam Area khusus untuk memberikan Curse.

Murasame Curse : Release : setelah menciptakan area Khusus, Naruto dapat menanamkan curse pada semua makluk yang terjebak area itu.

-QaA-

Thor tangan naruto bakalan buntung sampai tamat ya.? Perasaan udah kujawab di chap 9 deh.

kebanyakan romatis dan drama dan ituh membosankan : Drama? Drama apa ya? Aku bahkan tidak memasukkan dramanya, dan lagi Romance? Ayolah kak, apakah ada Scene Romance? Antara siapa? NaruRavel? Kurasa enggak deh, kemarin juga cuma melihat sosok Naruto dari sudut pandang Ravel.

kitsu-chan kpan up..?

ktanya seminggu skali..?

yah itu saja yng ingin sya katakan

(truslah berkarya agar dunia fanfic makin rame)

(tpi jngan yng lemon lemon) : Maaf, Kitsu kadang diserang Wb :3

Thor mau saran, gimana kalo naruto dijadiin pengguna dua pedang, naruto kan diketahui orang orang cacat mana, kalo tiba tiba terlalu op mananya bakal keliatan maksa thor, jadiin aja naruto pengguna dua pedang yg cuman bisa ngelakuin sihir sihir dasar tapi dilakuinnya dengan maksimal : Makasih Sarannya, ini berguna banget.., aku akan mencobanya tapi tentang cacat mana akan ada penjelasannya sendiri nanti.

Mau nanya kekuatan holy grail cuma itu saja? : Tidak, Maybe.

-End-

Itu dulu mungkin_selebihnya akan saya jawab di Pm. Oh, untuk nasib Yamai Sister dan Irina, akan ada di next chapter. Jadi sabar aja.

-Kitsu Out-