Kuroo Tetsurou, 26 tahun, seorang koordinator media dan promosi divisi Event & Sponsorship Management di bagian promosi JVA. Hidup biasa sebagai budak korporat, mantan #1 NEKOMA itu tetap saja menyukai bola voli. Mungkin, akan ada hal lain atau orang lain yang disukainya?
Haikyuu! © Haruichi Furudate | Kuroo Tetsurou x OC (Female Reader) | Office Worker, Romance, & Drama | Semi-canon | MA
Warning : TYPO(S), OOC, Broken EYD V, Broken SPOK, etc.
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
Blurred Lines © Saby Whispers
CHAPTER 1 : A Pattern Written in The Universe
Second Person POV
Matahari mulai naik lebih tinggi dan kamu masih sibuk mengangkat kardus-kardus besar ke dalam unit apartemen barumu. Suara langkah kaki menggema di koridor, sesekali terdengar pintu terbuka dan tertutup. Kamu berharap tidak mengganggu siapa pun.
Kamu melepas resleting jaket berwarna kuning pucat yang kamu kenakan, memperlihatkan kaos hitam ketat yang mengikuti lekuk tubuhmu. Keringat yang mulai mengalir di pelipismu menandakan bahwa pekerjaan ini memang cukup melelahkan.
Tepat saat kamu mencoba mengangkat kardus yang lebih besar, suara malas seorang pria terdengar dari samping.
"Oh, butuh bantuan?"
Kamu terkejut dan melirik ke sumber suara. Seorang pria dengan rambut hitam berantakan menyandarkan bahu di kusen pintu apartemen sebelah. Mata keemasannya sedikit mengintimidasi, tetapi ada seulas senyum jahil di wajahnya.
"Eh? Hmmm, kalau tidak merepotkan," jawabmu ragu.
Tanpa banyak bicara, pria itu dengan mudah mengambil kardus dari tanganmu. Kamu akhirnya bisa melihatnya lebih jelas—kaos hitam longgar, celana pendek, dan wajah bantal yang membuatnya terlihat seperti baru bangun tidur. Sepertinya kamu telah mengganggu tidur seseorang.
Dia menatapmu sesaat, matanya seolah meneliti setiap detail wajah dan penampilanmu. Kamu merasa sedikit gugup, apalagi saat dia tiba-tiba meneguk ludah sebelum akhirnya bertanya dengan nada santai.
"Jadi, tetangga baru, ya?" Tanya pria itu.
"Iya, gue (Y/N), baru pindah hari ini."
"Gue Kuroo Tetsurou, Selamat datang di lantai tujuh, (Y/N)."
Ada sesuatu dalam cara Kuroo berbicara—sedikit menggoda, tetapi tidak berlebihan. Entah bagaimana, senyumnya terasa seperti peringatan sekaligus undangan. Kamu hanya mengangguk kecil sebelum kembali fokus untuk membuka kardus-kardus di apartemenmu yang baru.
Dengan bantuan dari tetangga baru, akhirnya seluruh barang pindahan milikmu selesai dibongkar. Kamu memberikan sebotol minuman isotonik pada Kuroo, sebagai ucapan terima kasih.
"Makasih ya, Kuroo."
"Kalau butuh sesuatu, tinggal ketuk pintu gue aja. Gue spesialis membantu tetangga baru kok!" Ucap Kuroo sembari menerima botol tersebut.
"Oh! Atau kita bisa bertukar nomor ponsel untuk memudahkan komunikasi. Gue selalu siap bantuin lo kok."
Ucapan Kuroo terdengar sangat dangdut di telingamu, apalagi caranya meminta nomor kontakmu, kamu mengangguk dan mengulum senyum. Bertukar nomor dengan tetangga sebelahmu adalah hal yang sangat wajar, kan.
"Tentu, jangan sungkan juga kalau lo butuh bantuan gue, ya." Jawabmu, tersenyum ke arah Kuroo.
Setelah bertukar kontak, Kuroo pamit kembali ke apartemennya, meninggalkanmu dengan rasa sedikit geli juga penasaran tentang pria itu.
Kamu terbangun dengan jantung yang berdebar. Matamu langsung terbelalak menyadari cahaya matahari yang sudah menerobos masuk dari celah tirai. Kamu melihat jam pada ponselmu–
08.13
Sial!
Pikirmu panik dan langsung bangkit dari kasur. Semuanya kamu lakukan dengan terburu-buru, membasuh wajah, sikat gigi, bahkan menyisir rambut ala kadarnya. Menggunakan kemeja dan rok yang paling cepat kamu temukan, memasukan segala keperluanmu ke dalam tas, dan langsung bergegas keluar dari apartemen tanpa sarapan.
Berlari dengan sepatu hak menuju stasiun, hingga duduk di dalam kereta. Kamu masih menyempatkan diri untuk memoles make-up tipis di wajah agar terlihat lebih segar di hari pertama kamu bekerja di Japan Volleyball Association (JVA).
Tiba di depan kantor, tak sempat untuk mengagumi betapa megahnya kantormu yang baru. Kamu melihat jam tangan sekali lagi.
08:55
Tersisa lima menit sebelum benar-benar telat. Kamu berlari ke arah lift yang pintunya hampir tertutup, reflek kamu menyelipkan tangan di celah pintu lift.
"Tunggu sebentar!" Kamu berharap seseorang di dalam cukup baik untuk menahannya.
Pintu lift berhenti bergerak, lalu perlahan terbuka kembali. Kamu menghela nafas lega dan memasuki lift tersebut.
"Terima kasih, ma—" Kata-katamu terputus begitu melihat siapa yang berdiri di dalam lift.
Berdiri di sebelahmu dengan setelan kemeja biru navy, celana bahan berwarna coklat muda serta kemeja berwarna senada yang menggantung di lengan kiri. Tangan kirinya di saku celana, sedangkan tangan kanannya menenteng tas kerja. Seseorang yang kemarin baru kamu kenal, Kuroo Tetsurou.
Mata emasnya melirikmu dengan seringai khas.
"Selamat pagi, (Y/N). pagi yang sibuk, ya?" Sapa Kuroo, menatapmu dengan ekspresi penuh hiburan, seolah menikmati keadaan pagimu.
"Pagi. Ya, gue agak kesiangan." Kamu berucap seraya merapikan rambut panjangmu.
"Lantai berapa?" Tanya Kuroo.
"Tiga."
Pintu lift tertutup setelah Kuroo menekan tombol angka tiga dan lima. Suasana sempat hening beberapa saat sebelum Kuroo berbicara lagi.
"Gue baru pertama kali lihat lo di kantor ini. Ada perlu apa?"
"Iya, ini hari pertama gue kerja di sini."
"Heeee, bagian apa?"
"Promosi."
"Menarik sekali."
"Apanya yang— "
DING!
Lift berhenti di lantai tiga. Kamu segera melangkah keluar lift dan melikir Kuroo sekilas.
Kamu menghampiri meja resepsionis di lantai tersebut, mengenalkan diri sebagai karyawan baru di bagian promosi yang akan mulai bekerja hari ini. Setelah menyampaikan maksud dan tujuanmu, seorang pria dengan pakaian formal menghampirimu.
"(Y/N), ya?" Tanyanya menjulurkan tangan.
Kamu mengangguk cepat dan menyambut uluran tangan tersebut.
"Iya, senang bertemu dengan Anda."
"Saya Shun Inuoka, kepala bagian promosi di JVA. Mari ikuti saya."
Kamu pun mengikuti langkah Pak Inuoka, kembali menaiki lift hingga tiba di lantai lima.
"Ah, lantai yang Kuroo naiki." Batinmu.
Pak Inouka sedikit menjelaskan beberapa ruangan di lantai lima tersebut selama perjalanan. Hingga kalian tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu serta dinding kaca semi transparan. Baru saja Pak Inuoka memegang gagang pintu, kamu mendengar suara gaduh dari ruangan tersebut.
"Eh, itu dia datang, ya?."
"Serius karyawan barunya cewek?!"
"Tadi gue sempat lihat di lantai tiga, cantik gila."
"Gue juga sempat lihat, model anjir dia mah."
"Hah? Beneran? Di divisi kita?"
Kamu dan Pak Inuoka masuk ke ruangan tersebut. Beberapa kepala mulai mengintip dari balik kubikel, membuatmu sedikit canggung. Kamu dapat merasakan beberapa pasang menatapmu dengan penuh rasa ingin tahu.
"Oh, ayolah. Jangan heboh begitu." Kata Pak Inuoka sambil berdecak.
"Ini (Y/N), karyawan baru di divisi Event & Sponsorship Management, mulai hari ini dia akan bekerja bersama kita. Jadi, tolong bimbing dia, ya." Kata Pak Inuoka mengenalkan dirimu kepada karyawan lain. Kamu pun membungkukan badan.
Setelah berkenalan singkat, Pak Inuoka memanggil seorang wanita dewasa yang ada di ruangan tersebut untuk membantumu. Ia lalu berpamitan dan meninggalkanmu di ruang tersebut.
"Saya Hirugami Rika, kepala divisi Event & Sponsorship Management. Senang rasanya menambah perempuan lain di divisi ini. Seperti yang kamu lihat, mayoritas di sini adalah laki-laki."
"Mohon bimbingannya, Bu Hirugami."
"Tak perlu terlalu formal, panggil saja Rika. Anggota bagian promosi cukup dekat satu dengan yang lain."
Bu Rika mengarahkanmu ke meja kerja yang akan kamu gunakan. Meja itu masih kosong, hanya ada sebuah laptop kantor yang sudah disiapkan sebelumnya. Ia memberikanmu dokumen berisi daftar tugas dan tanggung jawab di bidang promosi.
"Sebagai bagian promosi, divisi kita bertugas untuk mengatur dan mempromosikan turnamen lokal maupun internasional. Selain itu, kita juga mencari dan menjalin kerjasama dengan pihak sponsor." Jelas Bu Rika sambil menunjuk layar laptopmu.
"Nah, untuk awal, kamu akan lebih banyak membantu dalam penyusunan administrasi dengan pihak sponsor. Kamu bisa koordinasi dengan tim desain untuk materi promosi."
Kamu mengangguk, berusaha memahami informasi yang diberikan Bu Rika.
"Jangan khawatir, nanti kamu juga akan ikut meeting dengan beberapa divisi lain untuk memahami ritme kerja di sini. Namun, untuk sekarang coba baca-baca dokumen ini dulu." Bu Rika mengklik dokumen berjudul 'Panduan Promosi JVA'.
Bu Rika meninggalkanmu setelah ia memberikan penjelasan kerja singkat. Kamu mulai membaca isi dokumen tersebut dengan serius. Namun, konsentrasimu sedikit teralihkan ketika seseorang tiba-tiba meletakan sekaleng kopi dan sebungkus roti di mejamu.
"Yo! Anak baru."
Kamu mendongkak dan menemukan Kuroo berdiri di samping mejamu. Otakmu langsung memproses kehadiran Kuroo di ruangan tersebut.
"Kuroo? Lo ngapain ke— wait, jangan bilang lo juga anggota divisi ini?"
"Bing Bong! Tepat sekali! Kita akan semakin bertemu ya, (Y/N)." Ucap Kuroo dengan senyum jahil di wajahnya.
"Ini gue kasih sarapan kecil buat lo, itung-itung hadiah penyambutan."
Lagi-lagi, kamu merasakan perkataan Kuroo sedikit dangdut. Kamu tersenyum ke arah Kuroo dan mengucapkan terima kasih. Tepat sesaat Kuroo ingin menggodamu lagi, Bu Rika datang dengan membawa beberapa lembar kertas.
"(Y/N), ini jadwal meeting divisi kita minggu ini." Kata Bu Rika sembari memberikan kertas jadwal tersebut kepadamu.
"Oh, dan Kuroo, tolong bantu bimbing (Y/N) untuk tugas-tugas awalnya, ya. Dia akan mulai menangani beberapa administrasi event dan sponsorship minggu depan."
"Siap, bos!" Ujar Kuroo dengan semangat.
Bu Rika kembali ke meja kerjanya, meninggalkanmu berdua dengan Kuroo.
"Ini kita jodoh gak sih?" Masih dengan senyum yang sama, Kuroo melipat kedua tangannya di depan dada.
"Iya, di dunia kerja." Kamu mendengus.
"Tenang aja, gue mentor yang baik kok. Lo samper aja ke meja gue yang di sana." Tunjuk Kuroo ke meja kerjanya yang berjarak beberapa kubikel dari mejamu.
"Atau bisa japri ke gue sih hehe." Sambung Kuroo lalu balik ke meja kerjanya.
"Iya, iyaaa. Terima kasih banyak ya, senior yang baik."
Dunia sepertinya sengaja membuatmu untuk bertemu sesering mungkin dengan Kuroo. Mulai dari menjadikan kalian tetangga satu apartemen, satu kantor yang sama, satu bidang yang sama, satu divisi yang sama, hingga Bu Rika yang meminta Kuroo membantumu.
Kamu hanya menggelengkan kepala dengan mengulum senyum, merasa lucu akan semua kebetulan yang dunia buat untukmu.
.
.
to be continued~
07 April 2025, Sable_Whis
