Hari kedua MOS ini mungkin bakal chap yang aneh dan gaje karena mungkin ada GOREngan bertebaran serebu satu (bohong), kalian pasti masih inget kan gugus 2 dipimpin sama siapa? Yup, karena itu jangan mempertanyakan ketidakjelasan chapter ini.

Kelas gugus 2.

"Ohayou minna~."

"Ohayou senpai~."

Berasa jadi guru TK gue, batin Shi sambil menghela nafas.

"Udah bawa apa yangsenpaisuruhkan?" tanyanya bak guru TK.

"Ud—"

BRAK!

Tiba-tiba seorang tatib main masuk aja ke dalam kelas dengan cara menendang pintu kelas dengan sopannya, tatib yang masuk itu memiliki rambut keriting dan diikat ekor kuda mirip-mirip Cao Pi.

"BERDIRI SEMUA!" bentaknya sembari memainkan rambutnya dengan jari telunjuk.

Cih ... tatib sok kecakepan dateng, oke sekarang gua kalah sama bocah narsis, batin Shi kesel.

BRAK!

Bocah narsis yang dimaksud oleh Shi adalah Zhong Hui, wajahnya yang songong makin songong setelah mendapat jabatan tatib.

"MAKSUD KALIAN APA BAWA TALI TAMBANG! KALIAN MAU NYULIK ORANG ATAU GIMANA!"

Dia memukul meja paling depan baris tengah tanpa aba-aba.

"Ini bang/kang tatib disuruh sama bingkas," koor murid baru sambil nunjuk Shi.

"Itu ... senpai kemarin Liu Shan yang imut ini udah protes tapi kata Kak Shi 'biarin aja suka-suka gue' gitu," sahut Liu Shan sambil memeratekkan cara bicara Shi.

Zhong Hui menatap tajam Shi, dia senang bisa menindas anak suling Sima Yi satu itu.

"I ... iya?" Shi pura-pura takut.

"PUSH UP 70 kali."

Shi melotot horror. "APHA?!"

"CEPET ATAU GA DITAMBAH 50 KALO NOLAK!"

"I ... iya gue kerjain!"

Zhong Hui ketawa puas dalem hati, setelah senang memberi hukuman pada Shi, Zhong Hui berjalan ke luar tanpa mengatakan apapun.

"Hah ... haaah ... " Shi berdiri sebelum hitungan 70,sebel gue pake acara dimarahin begini, padahal mereka juga bawa senjata, Shi misuh-misuh.

Yang dimaksud Shi adalah sapu yang melayang di belakang Zhong Hui.

"Skor kita 1," celetuk Liu Shan.

"Maksudnya?"

"Kan gugus yang paling banyak kena marah tatib, bingkas yang buat marah tatib bakal dihukum." Liu Shan senyum.

Shi diem. "Oke sekarang di hari kedua ini kita mengadakangames, bawa semua yang kakak yang ganteng ini suruh ke lapangan."

Anak gugus 2 pun ke lapangan, walau barang bawaannya pada abstrak semua, dan ada misuh dikit tentang Shi yang narsis.

Lain lagi sama gugus 1 yang punya bingkas rasa tatib jadi tiga tatib (Ma Chao, Zhong Hui dan Cao Pi) tidak akan masuk ke kelas itu karena udah ada bingkas yang nyeremin.

Gracia walaupun keliatan kaya anak manis, dia seram seperti bapaknya, bisa ngeharakanan orang tanpa pandang bulu.

murid baru di gugus 1 lagi jalan ke lapangan, kepala nunduk tinggal dikasih borgol perorang jadi deh narapidana nyasar.

Sekarang kedua gugus ini berbaris dan di depan mereka ada pemimpin masing-masing.

"Game kali ini adalah tentang popolisian." Hanbei mengangkat alisnya.

Murid baru kicep.

"Siapa yang nentuin ini permainan? Kaga nyambung amat." Shi bingung.

"Mungkin, Babeh lu kali."

"Iya, mungkin ya."

Nobunaga tiba-tiba muncul bak jalangkung sambil bawa pedang kayu yang dikasih lampu tumblr.

"Mohon ketua gugus masing-masing ke depan."

"Lho? Ada Nobu-sensei." Shi kaget.

"Apa lo liat-liat? Ga boleh bapak ngikut?" Nobunaga nge-deathglare Shi.

Shi geleng-geleng.

"Yaudah cepet ketua gugus KE SINI!"

Calon murid kelas SE-PE-SIAL mukanya pucet saling dorong dan saling nyikut.

"Kalo ga ketua gugusnya, salah satu BINGKASNYA KE SINI!"

Reflex murid baru di gugus 1 ngedorong Gracia, kalau gugus 2 tentu saja Shi-mereka sangat kompak menumbalkan Shi.

Kok gue?! Shi panik terus ngeliat anak gugus 2 dengan tampang "apa-salah-gue?"

Anak gugus 2 bales pasang ekspresi "elu-yang-ngebuat-kita-dimarahin-tatib"

"Oke diantara kalian yang udah kena marah tatib siapa?"

Shi sama Gracia saling tunjuk.

"YANG BENERRR!"

"Gugus 2 pa." Sang cucu tercinta bersabda.

"Mau bohong juga bapak tau kok, di kelas kaliankan udah bapak pasang sisitipi, kalo gitu yang jadi narapidana nyasar gugus 2 dan yang jadi polisi gugus 1."

Nobunaga bertepuk tangan. "Sana pada ganti." Nobunaga melotot serem ke Shi. "Kamu juga." Nobunaga nendang Shi ke toilet.

Pas Shi keluar dari toilet, Shi memakai baju polkadot hitam putih dan kedua kaki dan tanganya diborgol.

"Kenapa gue beda sendiri?!"

"Karena elu bingkasnya."

"Tapi kenapa Liu Shan engga?"

"Karena Liu Shan ntu baek jadi dia ga ngikut maen, ga kaya kamu suka menjerumuskan!"

"Dan kenapa kaki aku juga ikut diborgol?"

"Biar kamu kapok sama apa yang kamu perbuat."

Shi loncat-loncat karen akalau jalan cuman bisa langkah kecil alias irit.

Brukh!

Shi jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Shi pun meratapi nasibnya yang sial itu.

PRIITTT!

Anak gugus 1 langsung pada baris.

"WOIIII TOLONGIN JANGAN DIEM AJA! TOLONGIN BINGKAS ELU!" Shi panik kaya kecoa yang terbalik.

"BANGKIT SENDIRI! Bapa ada kuncinya nih, tapi cuman buat buka borgol kaki," Nobunaga menggoyangkan kunci borgol yang ditangannya, "kunci borgol buat yang ditangan ada di salah satu kotak di dalem lapangan ini.

"WHATTT?!" Shi melotot.

"Jadi permainannya kalian gugus 2 jadi penjahat dan kalian harus membebaskan Shi dari jeratan borgol kalo kalian berhasil kalian jadi pemenangnya." Nobunaga lempar kunci keluar lapangan dan ditangkap oleh Ma Chao

Ma Chao langsung kabur dan terdengarlah BGM (teriakan Shi) sangat merdu di telinga Nobunaga.

"Nah sementara gugus 1 jadi polisi, tugas kalian adalah menangkap para penjahat alias gugus 2, kalau kalian berhasil menangkap semua penjahat kalian yang menang," jelas Nobunaga Panjang kali lebar.

"Udah ngerti semua kan?"

"Udah bapack guru."

"Kalo gitu kita mulai, 1, 2, 3!"

"OH IYA GUGUS 2 BOLEH MEMBUNUH MANTAN KAMERAMEN ABAL (baca: aruji) YANG SUKA NONGOL KEK JELANGKUNG! KALO UDAH KETANGKEP LANGSUNG POTONG LEHERNYA BUAT PENGGANTI SAPI! BIAR NI FENFIK END!"

Suruhan Pa Nobunaga dan Pa Cao Cao itu absolut, pikir anak gugus 2 ya walau mereka belum pernah diajar oleh dua raja dangdut—maksudnya Demon King dan Hero of Chaos ini mereka tau kalo mereka nolak nasib mereka bakal kaya gimana.

Mau nolak juga pas Nobunaga teriak mukanya berubah jadi antagonis minta ditabok. Cius banget pokoknyalah.

Liu Shan mengeluarkan mic. "Bersama saya kembali lagi di acara MOS atau MPLS?!"

Liu Shan nyamperin Shi. "Gimana rasanya diborgol atas bawah Kak Shi? Enak?"

"Enak pala lu gue jitak, ya kaga enak cuman bisa ngerangkak kek bayi atau ga kaya ulet jal-WOIII!" Shi ngeliat kembaran Jiang Wei terus ngesot mendekati Yang Maha Kuasa eh orang yang dipanggil. "WOIII! ELU XUN YU KAN?!"

Xun Yu nengok ke bawah. "Iya, saya Xun Yu ada apa ya?"

"Ah elah elu kaya emas-emas aja, bukannya elu murid baru juga ya?"

"Iya, tapi karena pada ngira aku Jiang Wei termasuk aruji jadinya ga ikut MOS, langsung belajar ngegantiin Jiang Wei yang lagi sakit." Xun Yu menggendikam bahu.

"Ah elah enak banget lu, sana ganti pake baju polisi, kita lagi game."

"Dengan hormat saya minta mangap, saya disuruh ngambil buku, permisi." Xun Yu pergi sambil dadah inosen ke Shi.

"ARRGHHHH! LAMA-LAMA GUE KELUAR DARI OSIS!" Shi ngamuk.

"Tapikan ada peraturan no 1998 berbunyi 'siapa yang berani keluar dari OSIS akan disuruh debus, jadi babu sekolah selama setahun, dan nyawa ditaruh di pancungan, sekian wassalam' gitu."

"Serah lu-MA CHAAOOOOO! SINIIN KUNCI BORGOL!" teriak Shi menggelegar.

Ma Chao yang merasakan hawa seram-lebih seram dari suster ngesot mendekatinya langsung lari ke luar sekolah.

"WOIIII!" Shi ngejar Ma Chao dengan cara mengesotkan diri.

Liu Shan takjub,WIHHH! keren padahal ga pake obat pel lho, hanya sekali senpai ngesot ni lantai lansung transparan.

"LIUUU SHAAAN! SINI IKUTSENPAI-MU INI JANGAN TAKJUB!"

"SIYAP! LIUU SHAN YANG POLOS INI KESANA!" Liu Shan langsung lari menghampiri ke tempat Shi berada.

Balik lagi ke lapangan.

Keadaan dua gugus ini sekarang tragis pake pisan, gugus 2 berhasil mendapatkan kuncinya sementara Shi lagi ngesot ngejar Ma Chao, Aya ngilang katanya mau beli ayam goreng.

BRUKH!

Anak gugus 2 ngedubrak barengan karena vampir dari gugus 1.

"JIA XUUU!THANKSYA BUAT SENJATANYAA!"

"SAMA-SAMA CHONG!" Jia Xu ngacungin jempol ke Jia Chong.

"ARRGHHH!" Jiwa Elsa yang terpendam dalam diri Takatora kambuh. "Heh! MuNa Maya! bawa nih kunci ke Shi!"

"Gue bukan artis indo, nama gue Muneshige Tachibana, dan gue ini COWO."

"Ah! Serah nama lu siapa pokoknya elu cepet lepasin diri lu dan bawa ni kunci ke bingkas kita yang narsisnya selangit itu!" Takatora ngelempar kunci borgol ke MuNa Maya aka Muneshige.

"Okey."

Muneshige lari ke luar sekolah mencari suster ngesot versi CN Gakuen.

Nobunaga berdiri. "Kalian para polisi tangkep tuh! Sebelum mereka bisa membebaskan Shi!"

Kembali ke permainan popolisian yang sangat tragis ini, Ma Chao masih berlari kencang bak kuda kesayangan Lu Bu dan tangannya masih memegang kunci kedua untuk membebaskan Shi dari borgol di tangan.

"MAAAA CHAAAOO!"

Sret, sret, sret

"KAK SHI JANGAN NGESOT NANTI BAJUNYA RUSAKK!"

"PERSETAN DENGAN BAJU RUSAK! GUE MAU KUNCI BORGOL!"

Sret, sret, sret

"MA CHAAAOOO!"

"KAK SHI!"

"WOIII!"

Sret, sret, sret

"AAA ADA NARAPIDANA NGESOT!"

"KAK SHI BERHENTI NGESOOTT!"

"BERISIK KALIAN BERDUAA!"

Sret, sret, sret

"MAAA CHAAAOO!"

"UDEHH BERHENTI NGEJAR ANEEE!"

"KALO MAU GUE BERHENTI! LU KASIH KUNCI BORGOL ITU!"

"KATA CAO PI ENGGAK BOLEH DIKASIH KE ELU!"

"JADI INI KERJAANNYA CAO PI?!"

"MAYBE YES,MAYBE NO! HAHA!" Ma Chao makin cepet larinya.

"MAA CHAAOOO!" Shi berhenti ngesot, pahanya merah dan berdarah dikit.

Muneshige masih berlari ke arah Shi.

"KAK SHI YANG PALING ganteng (jelek) SE-CN UNIVERSE INI KUNCI BORGOLNYA~" Muneshige melempar kunci borgol.

"HAHA! GUA DAPET KUNCINYA!" Zhong Hui menangkap kunci yang dilempar Muneshige. "Selamat mengesot, dadah."

"DASAR BABU NYEBELIN GUE PECAT TAU RASA LU!"

"GUA KAGA PEDULI MAU DIPECAT MAU ENGGA! YANG PENTING HEPI! HAHAHA!"

"ZHONG HUIII—OHOK!"

Muneshige memasang wajah sedih, perihatin sama kondisi bingkas gugusnya.

"ARRGHHH! LEPASIN BORGOL INI DARI GUEEE!"

Shi pun nangis dan mengOOCkan dirinya yang udah OOC pake banget di bawah pohon sakura sampai malam, nangis ditemani kuntilanak yang mendiami pohon sakura ... yang satu ketawa ga ngenah, yang satu nangis minta digetok, yang satu pake daster, yang satu pake baju polkadot tambah celana bolong kebakar (akibat kebanyakan ngesot), yan-udah kita potong kasian Shi beneran kaya penunggu pohon duren yang abis ditolak cintanya terus bunuh diri (lupakan ngaco).