Sailor Moon DxD
Daftar Isi :
Bab 08 : Pertemuan dengan 3 pemimpin Paksi 2
Berbicara dengan Michael. 2
Dragon Slayer Ascalon. 2
Pertemuan dengan pemimpin antar ras. 3
Bawahan baru 5
Keseharian Usagi 10
Bab 08 : Pertemuan dengan 3 pemimpin PaksiBerbicara dengan Michael.
Singkat cerita.
Ketika Issei, Matsuda dan Motohama, berserta Asia pulang bersama, mereka malah bertemu dengan Xenovia dan Irina yang melambaikan tangan ke arah mereka.
"Kalian sudah kembali?" ucap tak percaya Motohama.
"Yah begitulah, lagipula kami sudah mengantar potongan pedang suci," balas Irina.
"Cepat sekali, kalian kemari naik apa?" tanggap Matsuda yang tidak percaya mereka bisa pulang pergi hanya dengan jeda 6 hari.
"Apalagi kalau bukan pakai sihir. Ditambah lagi kami harus buat laporan disana mengingat apa yang menimpa kami." Ucap Xenovia.
"Dan lagi. Kenapa dengan tubuhmu?" Tanya Xenovia melihat keadaan Issei
"Bertarung dengan naga Rathalos 6 hari lalu. Bahkan dia sempat berubah menjadi naga untuk mengalahkan Rathalos." Ucap Matsuda sekenanya.
Yaa mengingat lawannya naga harus dibasmi dengan kekuatan naga
"Sugoi na anata," gumam pelan Xenovia.
"Daripada itu, Issei, Matsuda dan Motohama, ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian, dia sudah menunggu di Gereja tua, selain itu Asia apa tanganmu baik-baik saja?" tanggap Xenovia sambil melirik tangan Asia yang mulai kembali menjadi transparan.
"Umm.. tanganku mulai membaik. Apalagi 6 hari lalu, Usagi-chan datang dan menyembuhkan tanganku." Ucap Asia.
"Ah begitu, tapi tanganmu kembali jadi transparan tuh," ucap Xenovia.
"Ahaha, itu artinya sudah saatnya aku melakukan terapi lagi," ucap Asia.
Yah kita semua ingat kalau tangan kiri Issei ketika dikorbankan pada Draig untuk mengakses balance Breaker, untuk beberapa saat terkadang beberapa kali sekali tangan Issei akan menjadi tangan Naga dan harus dikenyot oleh Akeno agar jadi normal.
"Haaaah… harus latihan lagi." Ucap Asia sedikit depresi.
Sesampainya di Gereja tua.
Terlihat Michael sedang asik berbincang dengan Usagi dan keduanya tampak tersenyum satu sama lain.
Issei nampak terdiam melihat Usagi tersenyum saat ngobrol dengan orang lain selain dirinya.
"Michael-sama, kami telah kembali," ucap Xenovia sambil berlutut di hadapan pria tampan berambut pirang berarmor emas dengan lingkaran halo di atas kepalanya.
Usagi kemudian menatap ke arah Issei, Matsuda, Motohama dan Asia yang baru sampai, "Kalian sudah kembali rupanya," sambut Usagi sambil tersenyum lembut.
"Maaa naa." Balas Issei.
"Yaaa… sampai berita terheboh dimana Issei sempat memakai kekuatan naganya untuk berubah menjadi naga melawan Rathalos." Ucap Motohama.
Usagi kemudian berjalan mendekati Asia dan menyentuh tangan kanan Asia yang mulai transparan seketika tangan itu kembali normal.
"Issei, Matsuda, Motohama, Michael-san bilang kalau dia ingin bicara dengan kalian bertiga," ucap Usagi.
"Benarkah, jadi ada urusan apa tuan Michael ingin menemui kami?" tanya Issei sambil mendekati pemimpin Ras Tenshi itu.
"Pertama masuk dulu, kita akan bicara di dalam," ucap Michael.
"Baiklah," gumam pelan Issei.
Issei, Matsuda dan Motohama berjalan memasuki Gereja. Tak lama setelahnya teman-teman Usagi sampai di Gereja itu dan terlihat mereka melatih fisik dari Asia dengan beberapa latihan ringan, seperti lari keliling halaman, squat dan sit up, lalu push up semampunya, yang artinya latihannya tidak memaksakan tubuh Asia untuk bekerja berlebihan, Usagi hanya memberikan latihan konsisten yang artinya jumlahnya tidak akan dibuat berat tapi Asia tidak akan diizinkan untuk bolos latihan oleh Usagi.
Asia yang punya motivasi untuk jadi kuat, mau tidak mau harus menjalani pelatihan dari Usagi, meskipun dia merasa tersiksa karenanya.
Di dalam Gereja.
"Hyoudo Issei, Matsuda dan Motohama, kalian bertiga pertama-tama aku sangat ingin berterima kasih, karena kalian sudah menyelamatkan Irina dan Xenovia dari kematian," ucap Michael sambil tersenyum.
"Soal itu, itu karena jika mereka kalah maka nasib dunia akan dalam bahaya, oleh sebab itu kami membantu, belum lagi kami sudah dapat amanah untuk melindungi bumi selagi Usagi pergi ke luar angkasa," ucap pelan Issei.
Dragon Slayer Ascalon."Bagiku apa yang kalian lakukan tetaplah suatu kebaikan yang harus aku apresiasi, sebagai balasan aku memberikan hadiah berupa pedang Dragon Slayer yaitu Ascalon," ucap pelan Michael memperlihatkan pedang pembunuh naga kepada mereka bertiga.
"Ah karena Issei memiliki kekuatan naga, pedang ini tidak akan bisa disentuh olehnya, jadi pedang ini untuk salah satu dari kalian berdua saja," ungkap Michael lagi sambil menatap Matsuda dan Motohama.
"Kenapa hanya salah satu dari kami?" tanya Matsuda dan Motohama.
"Ya, itu karena aku tidak punya hal lain yang bisa aku berikan selain pedang itu," ucap pelan Michael.
"Ah begitu yah sayang sekali," gumam pelan Matsuda dan Motohama.
"Yah setidaknya keseimbangan dalam tim kalian bertambah bukan, lagi pula kalau hanya Issei yang kuat itu bukankah agak kurang adil, jadi setidaknya aku ingin memberikan pedang Dragon Slayer yang memiliki kekuatan dalam membunuh Naga pada salah satu dari kalian, agar kalian bisa seimbang dengan Issei," ucap Michael.
"Kalau begitu, berikan saja pedangnya pada Motohama, karena sebenarnya aku tidak begitu pandai dalam menggunakan pedang," ucap Matsuda, yah karena pada dasarnya Matsuda adalah Archer dan Ranger atau orang yang ahli dengan senjata jarak jauh dan jebakan, hal ini membuatnya tidak akan bisa memaksimalkan senjata Dragon Slayer Ascalon yang punya bentuk pedang.
"Baiklah. Aku menerimanya. Tapi bagaimana dengan Matsuda?" Ucap Motohama.
"Soal itu, kalian tak perlu khawatir, karena aku sudah meminta Gabriel dan Sariel untuk membuatkan panah suci khusus untuk Matsuda-san," jawab Michael.
"Tapi ya tentu saja, karena itu adalah senjata suci, maka proses pembuatannya akan sangat lama, jadi maaf tak bisa memberikannya sekarang," ungkap Michael.
"Nggak masalah. Apalagi pembuatannya butuh proses." Ucap Matsuda memaklumi.
"Baguslah, soal Issei sendiri, aku bingung mau memberikan apa, soalnya tanpa pemberianku pun dia sudah sangat kuat," gumam pelan Michael.
"Soal aku, itu tak usah kau pikirkan, jika kau ingin memberikanku sesuatu, yah mungkin informasi mengenai Chaos Brigade dan apa yang mereka rencanakan itu sudah lebih dari cukup," tanggap Issei.
"Kau yakin?" Tanya Michael.
Sebab ini kali pertama dia akan dikasih informasi mengenai organisasi teroris sendiri, Issei yang mendengar pertanyaan itu mengangguk dan menjawab, "Demi teman-temanku."
"Baiklah. Aku dengarkan." Ucap Michael mengenai organisasi ini.
Alhasil mereka berbincang sejenak mengenai organisasi Chaos Brigade yang dikenal organisasi teroris. Dan nampak Michael memberikan alasan terperinci kenapa organisasi Chaos Brigade yang dikenal organisasi teroris ada. Termasuk siapa pemimpin organisasi tersebut.
"Apa itu sudah cukup?" tanya Michael.
"Organisasi yang menginginkan kehancuran, jelas ini benar-benar sangat berbahaya!" seru Matsuda.
"Dan bukan hanya itu saja. Selain mengusir Great Red. Mereka ingin kehancuran dunia. Apa mereka itu masih waras dengan ambisi kelas 6 itu?" Tanya Motohama yang sedikit sarkas.
Yaa mau gimana lagi. Musuh mereka adalah orang yang bisa sihir dan tentunya itu harus sekelas penyihir yang bisa melawannya belum lagi sekelas Issei nantinya.
"Ya hal itu bukanlah hal mustahil untuk mereka, karena pemimpin mereka saat ini adalah Ouroboros Dragon, kita bisa bersyukur karena saat ini setiap anggota masih belum punya koneksi atau hubungan yang baik, jadi kemungkinan mereka akan bekerja sama itu masih kecil," jelas Michael.
"Apa Usagi dan yang lain sudah diberitahu?" tanya Issei.
Michael hanya menggelengkan kepalanya, "Kita tidak perlu membebani pikiran orang seperti Usagi dengan perkara semacam ini," ungkap pelan Michael.
"Begitu. Apalagi Usagi ada beban tersendiri sebagai Sailor." Ucap Matsuda.
"Ah iya aku menemui kalian juga karena suatu alasan, yaitu, kita tiga fraksi telah diundang dalam pertemuan sekolah, dan kali ini aku sudah mengundang Usagi untuk ikut bergabung dalam rapat sebagai perwakilan manusia," ucap Michael yang pergi dalam cahaya emas dan menghilang begitu saja.
"Buset… langsung menghilang." Ucap Motohama melihat Michael langsung menghilang dari sana.
'Jadi sudah dimulai,' batin Issei sambil mengingat soal pertemuan 3 Fraksi. Namun, kali ini ada Fraksi tambahan yaitu manusia yang diwakili oleh Usagi dan mereka bertiga, 'Apa-apaan perubahan event ini, bukankah harusnya Usagi tidak terlibat,' batin kesal Issei.
Sementara itu di luar Gereja
"Ayo-ayo kak Asia berjuang, tinggal tiga kali lagi!" seru Usagi memberikan semangat pada Asia yang sedang melakukan pull up di atas cabang pohon yang tinggi.
"Tu-tujuh belas! De-Delapan Belas! S-Sembilan Belas! Huaaaa!" Asia yang tak kuat akhirnya ia tak mampu mencengkeram ranting pohon lagi dan jatuh.
Usagi dengan cepat melompat dan menangkap tubuh Asia, "Kau baik-baik saja, Asia?" tanya Usagi yang terbang di udara dengan sayap putih di punggungnya dan setelah itu mereka terlihat turun melayang secara perlahan ke tanah.
"Begitulah." Balas Asia.
"Kerja bagus Asia, kau sudah lumayan meningkat dari sebelumnya," ucap Makoto sambil mengacungkan jempol.
"Tapi itu masih belum memuaskan, karena Matsuda dan Motohama-san bisa sampai seratus kali baru jatuh," ucap Asia sedikit kecewa karena hanya mampu sampai 19 kali saja.
"Karena mereka laki-laki dan tentunya latihan mereka latihan neraka. Apalagi kami pernah pakai sihir untuk membuat sesosok monster agar latihan mereka benar-benar terasa." Ucap Makoto.
Jujur, dia teringat dimana dia juga membuat sihir yang mana dia buat hewan dinosaurus seukuran velociraptor dan membuat mereka bertiga (Matsuda, Motohama, dan Issei) harus melawan tanpa pamrih.
'Halu dari mana itu?' batin Usagi, karena seingatnya para Sailor ini hanya punya sihir manipulasi elemen, bukan menciptakan makhluk hidup.
Namun, meskipun Usagi menatap Makoto dengan tatapan aneh, Makoto tetap menceritakan kebohongannya pada Asia. Karena sebenarnya yang Matsuda, Issei dan Motohama hadapi adalah mereka berempat dalam latihan dan karena kekuatan mereka saat bersatu setara monster raksasa, Motohama sampai berkata menahan tinju dari Makoto itu sama saja seperti menahan serudukan seratus banteng.
Lalu saat menghadapi Minako, rasanya seperti melawan seekor Harimau dengan tubuh humanoid karena senjata Sailor Venus yang merupakan bumerang bulan sabit punya bentuk dan ketajaman yang sama seperti cakar Harimau.
Saat menghadapi Rei si Sailor Mars, tiga pemuda itu merasa seperti menghadapi seekor Naga karena dibombardir oleh elemen api yang bisa membakar apapun.
Untuk Amy sendiri dia tidak mengajari mereka dalam pertarungan, karena Amy spesialis Strategi dan otak para Sailor, jadi jelas dia tidak akan mengajari mereka hal-hal berbahaya seperti bertahan hidup dari berbagai serangan, melainkan ia mengajari ketiga orang itu cara membongkar kelemahan musuh sambil bertarung dan memanfaatkannya.
Pertemuan dengan pemimpin antar ras.Singkat cerita.
Di malam hari itu, akhirnya, Usagi dan yang lain hadir bersama dengan Issei dan Michael.
Irina dan Xenovia datang sebagai perwakilan sekaligus sebagai pengawal dari Michael, sementara, Usagi datang sebagai perwakilan dan pemimpin dari manusia dalam rapat, lalu Issei dan Sailor Venus atau yang bisa dibilang Aino Minako datang sebagai pengawal dari Usagi. Kenapa hanya berdua, hal ini karena yang lain harus mengawasi pelatihan dari Asia Argento.
"Michael, siapa yang kau bawa itu?" tanya Azazel pada Michal sambil melirik ke arah Usagi dan Minako yang datang bersama Michael
"Mereka adalah perwakilan dari manusia," jawab Michael sambil menunjuk ke arah Usagi sambil tersenyum manis ke arah Usagi dan dua pengawalnya.
"Hoooh, bisa-bisanya kalian memimpin atau mewakili manusia, apakah kalian yakin bisa bersanding seimbang dengan kami,?" tanya Vali yang merasa tak ada satupun manusia yang cukup kuat untuk bersanding dengan mereka.
Usagi yang mendengar itu langsung tersenyum dan memberikan tanggapan yang sangat-sangat menohok.
"Aku tidak mau mendengar hal itu dari orang yang menerima kehadiran iblis yang sangat bergantung pada kami manusia dalam membangun kekuatan," tanggap Usagi sambil melirik ke arah Vali dan para iblis dengan tatapan merendahkan.
"Wahahahahaha... Kena ulti." Ucap Issei tertawa lepas setelah melihat wajah jengkel Vali atas ucapan menohok dari Usagi
Mendengar hal itu, Vali sangat kesal, bahkan ia sangat ingin menghajar Usagi yang menurutnya sangat lancang. Namun, dihalangi oleh Azazel.
'Sialan.' pikir Vali yang dihalangi oleh Azazel
"Lagi pula tanpa adanya manusia kalian tidak akan bisa hidup enak, tanpa kami manusia, kalian tidak akan bisa dapat bawahan dengan kekuatan sacred gear. Jadi masih mau meremehkan kami?" tanya Usagi lagi.
"Usa-chan, sudah, lihatlah, wajahnya memerah tuh," ucap pelan Minako yang melihat hampir semua makhluk di ruangan itu sangat tidak menyukai sikap Usagi yang dinilai menyebalkan, oleh para sosok di dalam ruangan yang sama, dan terlihat, hanya Michael yang bisa tertawa dengan sikap Usagi yang ceplas-ceplos.
"Usagi, sebaiknya kau tahan kata-katamu, karena ada banyak orang yang tak menyukainya," ucap Michael yang ingin menenangkan keadaan, karena jujur meskipun ia menyukai apa yang Usagi katakan, tapi pada saat yang sama ia tidak ingin Usagi mendapatkan banyak masalah.
"Akan aku coba," ungkap Usagi dengan tenang.
"Dari aura yang terpancar dari salah satu pengawalmu, apakah dia adalah pemegang sacred gear Welsh Dragon, sekiryuutei, apa benar begitu, nona manusia?" tanya Azazel.
Mendengar pertanyaan dari sang pemimpin Datenshi Usagi hanya meliriknya dan berkata, "Ya dia memang pemegang Sekiryuutei. Namun, hal itu sama sekali tidak ada urusannya dengan orang seperti dirimu." tanggap Usagi, lalu Usagi melirik ke arah Vali, "Dan bawahanmu juga sangat unik, karena aku bisa merasakan aura iblis agung dan manusia bercampur di dalam dirinya, selain itu, dia juga pemegang Vanishing Dragon, Hakuryuukou!" tambah Usagi lagi sambil menatap datar ke arah Azazel dan Vali
Semua orang langsung kaget dengan apa yang Usagi katakan, karena mendeteksi manusia separuh iblis itu cukup sulit dilakukan, apalagi ditambah kenyataan kalau Vali ini punya sacred gear, hal yang benar-benar sangat langka bisa terjadi.
"Sama. Aku juga merasakannya. Meski kecil." Ucap Issei setelah memakai sihir pendeteksi aura miliknya.
Dan tentu saja dia mengenali aura yang dipancarkan oleh Vali meski itu kecil
"Kalian membicarakan hal yang tidak penting," ucap Vali mulai kesal.
"Ya setidak penting kakekmu yang membunuh ibumu dan menyiksa hidupmu," balas Usagi meledek Vali
Dan seketika itu juga, Vali mengeluarkan auranya akibat disinggung mengenai kakeknya yang membunuh ibunya
"Hanya segitu saja?" tanya Usagi memprovokasi Vali
"Bangsat! Kau benar-benar mencari perkara denganku?" tanya Vali.
Usagi hanya tersenyum saja dan seketika tubuhnya mengeluarkan luapan energi yang sangat besar bahkan membuat aura yang Vali pancarkan sebelumnya terasa sangat lemah
"Jika kau ingin mengancamku, setidaknya kau harus setara Sailor Galaxia terlebih dahulu," ucap Usagi sambil menatap datar Vali.
Minako hanya terdiam karena ini pertama kalinya ia melihat Usagi mengancam orang lain.
Mendengar hal itu semua pemimpin paksi di sana nampak terdiam, mereka semua tidak bisa mengukur kekuatan dari Usagi.
'Anak ini benar-benar berbahaya bila menjadikan dia musuh.' pikir Azazel
"Princess, tenanglah, ini tidak seperti dirimu," tegur Minako.
"Ahh baiklah." Ucap Usagi yang menuruti keinginan Minako.
Memang disini ada fraksi lain. Dan dia harus jaga etika meski kelakuannya cukup bar-bar
"Jadi mulai dari masalah kelakuan Kokabiel, apa kau bisa menjelaskan mengenai kelalaianmu dalam mengatur anak buahmu," tuntut Michael karena masalah pedang suci terjadi karena ulah bawahan Azazel.
"Yaa... Bisa dikatakan dia tidak puas hasil dari great war 1 yang menyisakan seperempat populasi datenshi saat itu." Ucap Azazel
"Kami tahu. Apalagi aku sering mendengar kalau kinerja mu cukup buruk akibat suka keluyuran." Ucap Sirzech
"Heh. Tapi setidaknya apa yang dilakukannya sudah ditangani bawahanku, bukan?" Tanya Azazel menunjuk ke Arah Vali
"Yang menanganinya adalah kesatriaku," balas Usagi, yah yang mati-matian melawan Kokabiel sampai membunuh Kokabiel adalah Issei, Matsuda dan Motohama
"Aku bahkan tidak melihat kedatangan bawahanmu itu saat kami melawan Kokabiel," tambah Minako
Dan itu diberikan anggukan setuju oleh Rias dan Sona yang merupakan saksi dalam kejadian itu.
Usagi kemudian melirik ke arah Azazel, "Dan juga bukankah sudah terlalu terlambat dengan mengatakan akan menghentikan Kokabiel, semntara kerusakan yang anak buahmu lakukan itu sudah terlalu besar," ucap Usagi dengan lirikan dingin, "Jangan harap aku akan langsung memaafkan perbuatanmu hanya karena hal-hal baik yang kau janjikan, kami manusia adalah orang yang pendendam dan kami akan sangat sulit memaafkan seseorang ketika dikhianati," ucap Usagi dengan nada dingin.
"Waduh Ojou-chan, jangan seperti itu, aku jadi sedih mendengarnya," ucap Azazel sambil mengusap matanya
"Dasar menyebalkan!" gumam pelan Usagi dengan nada dingin.
"Masalahnya, kelakuan bawahanmu itu sudah memakan korban jiwa dari pihak manusia," balas Minako yang mulai sebal dengan ketidak seriusan Azazel dalam menanggapi kasus yang melibatkan dirinya, "Jangan pernah berpikir kalau sesuatu yang tidak kau kerjakan secara langsung bisa membuatmu lepas dari tanggung jawabnya," uap kesal Minako.
"Intinya Minako-chan mengatakan kalau kau tak bisa melepaskan tanggung jawab atas tindakan bawahanmu, hanya karena kau tidak terlibat secara langsung, hal ini karena kau terindekasi sudah gagal sebagai seorang pemimpin," tambah Usagi.
Mendengar apa yang Usagi katakan membuat Azazel dan yang lain terdiam, hal ini karena mereka secara tidak sengaja disinggung oleh Usagi sebagai pemimpin yang gagal, karena tak bisa bertanggung jawab dan melepaskan segala macam tanggung jawab pada bawahan yang melakukan tugas secara langsung.
"Memangnya apa tuntutan dan juga memangnya kau pemimpin yang lebih baik dariku?" tanya Sirzech yang merasa kalau Usagi hanya bisa menyalahkan orang lain saja.
"Aku memang bukan pemimpin yang sempurna. Namun, aku selalu bisa menyatukan perasaan kepada semua teman-temanku, aku bisa menyatukan hati semua bawahanku dan membuat mereka semua tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan orang lain tanpa seizin dariku," balas Usagi menanggapi pertanyaan dari Sirzech Lucifer.
"Selain itu, apakah kau meragukan kemampuanku dalam menilai bawahanku, ketika aku membantumu dengan hanya mengirim dua bawahanku untuk menangani masalahmu?" tambah Usagi mengingat jasanya pada Sirzech, yang dimana ia meminjamkan Issei dan Rei untuk membantu Sirzech dalam membebaskan Rias dari pertunangannya dengan Riser Phenex, beberapa minggu lalu?" tanya Usagi dengan wajah tenang, tanda kalau dia memang mengakui jika dia bukan pemimpin yang sempurna. Namun setidaknya dia bisa mengenali bawahannya dan tahu bagaimana cara menangani masalah yang dihasilkan oleh bawahannya, yang artinya dia lebih baik dari Azazel.
Azazel yang kena semprot oleh Usagi dan Minako dengan berbagi fakta hanya diam saja dan menjawab, "Memimpin satu ras dengan memimpin satu kelompok kecil itu jelas berbeda sekali," balas Azazel menyangkal kata-kata nyelekit dari Usagi.
"Itu bukan sesuatu yang bisa dijadikan alasan dalam membenarkan kelalaian. yang sudah kau lakukan. Karena kau pastinya atau harusnya sudah tahu kalau bawahanmu melakukan sesuatu yang mencurigakan dan kau harusnya melakukan penyelidikan dan menangkap bawahanmu sebelum dia berbuat lebih jauh. Atau mungkin kau ini tipikal pemimpin yang aji mumpung?" tanggap kesal Usagi mengenai cara Azazel bersikap atau menanggapi masalah yang menyangkut bawahannya, seolah-olah jika itu bukan perintah ataupun perbuatannya, maka ia tidak akan atau tidak seharusnya terkena masalahnya.
Michael, Sirzech dan Serafall menatap tajam ke arah Azazel menuntut jawaban dari gubernur Datenshi itu, yah mereka semua jadi terbawa suasana dan sependapat dengan Usagi saat itu juga. Azazel merasa kalau dia sedang dipojokkan gadis remaja 14 tahun langsung merasa agak kesal dengan apa yang terjadi.
'sepertinya dia habis kena ranjau.' pikir Issei jika Azazel terpojok karena dia secara tidak langsung belum bisa membina rasnya.
Azazel kemudian berkata, "Iya-iya terima kasih masukannya, lain kali aku akan menindak bawahanku sebelum mereka beraksi," ucap Azazel.
"Itu bagus, sekarang yang harus kau lakukan, adalah memberikan jaminan atau meminta maaf dengan tulus pada kami semua!" seru Usagi.
"Jaminannya jangan yang absurd." Ucap Usagi.
"Aku tidak tahu mau memberikan apa, apa kau tertarik dengan sacred gear buatan?" tawar Azazel.
Usagi yang teringat sempat menjanjikan untuk memberikan sesuatu yang setara dengan kekuatan yang Issei miliki pada Matsuda dan Motohama langsung tersenyum.
"Kalau bisa berikan dua padaku, dua dari kesatriaku ingin punya kekuatan naga," ungkap Usagi dengan nada lembut sambil tersenyum.
"Baiklah, akan aku siapkan," ucap Azazel.
"Sekarang apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Serafall.
"Apalagi kalau bukan membahas mengenai kelanjutan perjanjian damai kita, apakah dibiarkan seperti ini saja, atau harus diperjelas lagi?" tanggap Azazel.
"Tentunya, jika bisa aku ingin kedamaian terus terjaga selamanya," ucap pelan Michael.
"Baiklah. Tapi aku mau mendengar pendapat dari operator pembawa 2 naga langit." Ucap Azazel
"Kalau aku, asalkan ada orang kuat yang bisa aku tantang, aku tidak akan masalah dengan perdamaian," ucap Vali.
'Dasar maniac memangnya ada orang yang mau menerima tantanganmu jika dunia sudah damai?' batin Usagi.
Bawahan baru"Lalu bagaimana denganmu, nak?" Tanya Azazel pada Issei.
"Aku memilih perdamaian. Dengan itu, aku bisa menghabiskan waktuku dengan orang yang kucintai." Ucap Issei.
"Oho, tapi mengingat kau adalah pemimpin dari ras manusia yang dimana kau adalah pemimpin baru dalam aliansi ini, jadi bisakah kau perkenalkan dirimu dan apa yang ingin kau sampaikan pada kami berempat(Azazel, Michael, Serafall dan Sirzech?" tanya Azazel sambil melirik ke arah Usagi
Usagi pun berdiri dan memperkenalkan dirinya, "Namaku Tsukino Usagi, kekuatanku berasal dari leluhurku yaitu manusia bulan, terutama aku adalah putri dari kerajaan Silver Millenium, hal yang ingin aku sampaikan hanyalah, apapun yang terjadi berikutnya jangan sekalipun kalian memandang rendah manusia di depan maupun belakang ku," jawab Usagi dengan nada tenang.
"Karena kami tidak suka ras manusia dianggap sebagai ras terlemah." Ucap Usagi menambahkan.
"Bagaimana denganmu nona?" tanya Sirzech penasaran akan pendapat Minako yang hanya diam sebagai pengawal Usagi.
"Sebagai Sailor Guardian, aku hanya akan mengikuti keinginan Princess," ucap pelan Minako
"Baiklah. Dengan ini perdamaian dinyatakan dibentuk." Ucap Azazel.
Seketika waktu terhenti dan hanya beberapa orang yang bisa bergerak dalam aliran waktu yang berhenti dan itu adalah Minako, Issei, Michael, Irina dan Xenovia, lalu Kiba yang entah bagaimana berhasil membangkitkan pedang suci miliknya sendiri, Serafall, Sirzech dan Grayfia, serta Azazel dan Vali.
"Apa yang sudah terjadi?" tanya Minako yang melihat sekitarnya berhenti, bahkan jarum jam juga tidak berjalan.
"Sepertinya itu disebabkan oleh pengguna forbidden balor of view." ucap Azazel.
"Apa disini ada yang tahu siapa orangnya?" Tanya Azazel
"Iya. Dia adalah uskup adikku." Ucap Sirzech. Sebab dia tahu Rias ada sebuah uskup miliknya yang ditahan karena belum bisa mengendalikan Sacred Gearnya
"Hem, sepertinya pemimpin kalian tidak bisa bergerak dalam aliran waktu yang berhenti," ucap Vali yang melihat Usagi membeku bersama yang lain.
"Aneh, padahal aku tidak terpengaruh kekuatan dan langsung masuk dalam mode Sailor, tapi kenapa Usa-chan tetap dalam mode manusia dan terkena efek waktu?." Ucap Minako yang kaget saat melirik Usagi yang tidak bergerak, padahal harusnya Usagi lebih kuat darinya..
"Jadi. Siapa yang harus menyelamatkan nyawa uskup itu?" Tanya Azazel.
Obsesinya pada Sacred Gear memang sudah tidak tertolong karena sering membuat berbagai macam jenis Sacred Gear buatannya.
"Masalahnya kita tidak tahu lokasinya, mencarinya secara manual bukanlah solusi, aku juga tidak mau meninggalkan Princess dalam keadaan membeku seperti ini," ucap Minako.
"Kalau gitu. Bagaimana dengan aku saja? Kebetulan naga memiliki indra penciuman dan perasa yang sensitif." Ucap Issei yang menawarkan bantuan.
"Kita tidak punya kewajiban untuk itu," tanggap Minako.
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Issei.
Sebab hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan semua orang yang membeku dari waktu. Ditambah lagi jika dibiarkan terlalu lama, maka semua orang akan membeku.
"Tak usah khawatir soal itu, yang perlu kita lakukan adalah menunggu kehadiran pemimpin mereka kemari, lalu mengalahkannya," ucap Minako.
Tak lama setelahnya, Usagi yang semula diam langsung membuka mata dan berkata, "Dia datang sambil melirik ke satu arah, dan benar saja lingkaran sihir muncul di arah pandangan Usagi.
"Bagaimana bisa?!" Kaget Vali melihat Usagi tiba-tiba saja bisa bergerak di aliran waktu yang berhenti.
Tak lama setelahnya seorang gadis berkulit coklat muncul dengan membawa tongkat sihir.
"Venus!" seru Usagi.
Minako sang Sailor Venus langsung mengeluarkan rantai hati cahaya dan mengeluarkan sihirnya, "Venus Lovely chain!" seru Minako dan seketika rantai hati milik Sailor Venus menjerat tubuh dari Katerea Leviathan.
"Oke… apa yang harus kita lakukan padanya?" Tanya Issei melihat ada iblis yang memakai wujud seorang janda atau lebih tepatnya wanita paruh baya umur 30 an mau melawan pemimpin fraksi.
Usagi sambil berdiri dan berjalan setelahnya mendekati Katerea, "Gadis cantik berkulit coklat, keturunan Maou Leviathan" ucap Usagi sambil menyentuh dagu perempuan itu, "Apa alasanmu membuat kekacauan?" tanya Usagi sambil melirik ke arah jendela sekolah yang dimana ada puluhan dan ratusan penyihir menyerang
"Issei. Aku serahkan para penyihir itu padamu." Ucap Usagi dan diangguk sama Issei yang menggemeletukkan jari-jari tangannya pertanda ada tidak baik untuk penyihir yang menjadi teroris.
"Hoho… akhirnya ada yang mau dibasmi dan dipanggang." Ucap Issei yang tersenyum setan dan sadis.
"Venus, tunjukan kekuatanmu, lalu Issei, bantu Venus dengan pergi mencari lokasi pengguna sacred gear yang menghentikan waktu.
"Oke." Ucap Issei yang menerima perintah dari Usagi.
Alhasil Issei memakai kemampuan mendeteksinya dengan mata naganya dimana mata Issei yang warnanya kuning emas berubah menjadi hijau zamrud layaknya mata Ddraig dan memeriksa setiap bangunan sekolah di tempat dia berada.
Dan nampak Issei melihat dari jarak yang jauh ada 4 orang berjaga di sebuah ruangan dimana dia pernah berbincang dengan tim ORC sendiri dan disana ada 2 orang yang nampak diikat.
"Aku menemukannya. Tempatnya itu dimana kita pernah berbincang dengan klub ORC." Ucap Issei.
Sementara itu Minako sang Sailor Venus terbang di udara menatap para penyihir yang menyerang para Malaikat yang membeku di dalam aliran waktu, "Crescent Beam Shower" seru Minako sambil menunjuk ke arah para penyihir dan seketika cahaya bintang Kejora atau Venus yang berwarna kuning keemasan keluar dari jari Minako dan mengeluarkan laser yang sangat kuat, tak hanya itu laser itu menyebar dan menembus semua penyihir yang keluar dari lingkaran sihir dan membunuh mereka semua.
"Huaaaaaaaa!" teriak mereka semua
Sementara itu dengan Usagi, ia nampak menatap mengambil tongkat dari Katerea dan menghancurkannya dengan satu kali cengkraman tangan.
"Si-siapa kau?" tanya Katerea Leviathan yang kaget akan kekuatan dari Usagi.
"Putri Bulan Serenity," jawab Usagi yang langsung berubah ke dalam wujud super Sailormoon dengan tongkat sihir panjang di tangannya.
Hal itu tentu membuat Serafall kaget dan terkagum-kagum akan penampilan Usagi, ya tahulah Serafall itu punya selera tersendiri pada sesuatu yang berbau Mahou Shoujo
"Sekarang, katakan, apa tujuanmu dan siapa yang menyuruhmu membuat kekacauan?" tanya Usagi.
Tentu saja Katerea takut mengingat aura membunuh dan kekuatan yang dipancarkan oleh Usagi sangatlah besar melebihi dirinya yang merupakan seorang iblis dengan darah Maou lama.
Apalagi Katerea tahu nyawa dia tidak akan selamat nantinya.
"Aku disuruh oleh Rizevim Livan Lucifer untuk membasmi dan menggulingkan maou yang memimpin saat ini dan memakai kekuatan dari ophis untuk melengserkan mereka karena yang berhak untuk memakai gelar itu adalah kami yang merupakan Maou Terdahulu." Ucap Katerea.
"Ne, apa kau mau membelot dan berada ke sisiku? Jika kau mau aku akan mengampuni nyawamu, tapi jika tidak kau akan membayarnya dalam penderitaan," ucap Usagi sambil mengarahkan tongkat sihirnya, "Pilihan ada ditanganmu, mati dengan kesetiaan, atau hidup sebagai pelayanku."
"Aku… akan memikirkannya dulu." Ucap Katerea.
Sebab dia belum tentu membalas apa yang ditawarkan oleh Usagi. Memang tawaran Usagi menggiurkan. Tapi, dia belum bisa membalasnya karena tahu pasti itu jebakan. Apalagi dirinya sudah hidup selama ratusan tahun. Sehingga, dia tahu apa yang terjadi.
"Moon Healing Escalation!" seru Usagi sambil mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi dan seketika semua pengaruh sihir waktu menghilang dan area sekolah sudah lepas dari pengaruh sacred gearnya Gasper hanya dengan satu mantra dari Usagi, cahaya bulan yang berwarna perak terpancar menyinari semua orang dan memulihkan kondisi semua orang dengan hati murni dan melukai jiwa siapa saja yang punya niat jahat atau tersembunyi.
"Gyaaaaaaaaa!" terlihat para penyihir berjatuhan dari atas langit hal itu karena mereka kehilangan kekuatan sihir mereka ketika terkena sinar dari tongkat Usagi yang membuat semua penyihir diluar kehilangan kekuatan sihir mereka dikarenakan niat mereka dalam memakai sihir itu buruk.
"Dan mereka berjatuhan seperti nyamuk yang kena Baygon." Ucap Issei melihat para penyihir jatuh seperti nyamuk yang kena semprot baygon.
Selain itu energi asing yang diberikan Ophis Ouroboros Dragon juga keluar dari tubuh Katerea ketika terkena cahaya sihir Usagi, membuat Katerea menjadi semakin lemah.
"Kau beruntung karena yang kau hadapi adalah aku, bukan Saturn ataupun Pluto, " gumam pelan Usagi, setelahnya Usagi berjalan mundur, "Karena kau sepertinya sudah kehilangan niat bertarung, aku akan melupakanmu, pergilah," ucap Usagi melepaskan rantai Venus pada tubuh Katerea.
"Venus, bagaimana keadaan di luar?" tanya Usagi.
"Aman, yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu Issei kembali!" seru Minako
Setelah beberapa menit. Akhirnya Issei tiba dan membawa 2 orang dengan cara dibawa seperti karung beras.
"Yoo… aku sudah kembali." Ucap Issei yang membawa 2 orang iblis yang dibawa seperti menjinjing 2 karung beras ukuran besar.
"Meski merepotkan. Aku sudah membuat para penyihir di gedung ORC pada pingsan dan diikat." Ucap Issei sekenanya.
"Gasper! Apa yang terjadi?" tanya Rias yang heran akan situasinya, karena dia baru saja lepas dari pengaruh waktu.
"Bisa dikatakan dia terkena penggunaan paksa Sacred Gear oleh penyihir tadi. Dan membuat dia terus menjerit kesakitan akibat serangan itu. Bahkan kawannya juga diikat cukup kuat agar tidak bisa kabur atau membebaskan uskupmu itu." Ucap Issei menjelaskan.
"Terima kasih atas kebaikanmu Issei, Gasper apa kau baik-baik saja?" tanya Rias sambil memeluk gadis itu atau itulah yang dipikirkan beberapa orang yang nggak tahu kalau Gasper itu lelaki.
Melihat Katerea masih belum pergi Usagi kembali bertanya, "Apakah kau ingin jadi bawahanku atau melawan salah satu dari kami dan mati terhormat?" tanya Usagi pada Katerea karena dia masih belum pergi, itu artinya dia tidak ingin lari dari pertempuran.
"Baiklah. Aku akan menerima tawaranmu. Aku akan menjadi bawahanmu. Asal kamu mau membantuku dan menghilangkan pengaruh dan sisi jahatku." Ucap Katerea.
"Pengaruh sisi jahat? Apakah orang-orang dengan darah Maou lama punya kecenderungan kepribadian ganda?" tanya Usagi pada Sirzech dan Serafall.
"Mungkin maksudnya. Dia tidak mau ada sifat jahat didalam dirinya. Karena tahu konsekuensinya seperti apa." Ucap Issei
"Ditambah lagi.. apa yang harus mereka berdua lakukan mengenai wanita ini, Usagi? Mengingat mereka tahu kalau wanita ini adalah anggota organisasi teroris." Ucap Issei menambahkan.
"Aku tidak begitu mengerti, tapi bukankah sifat jahat itu bisa dibina dengan terus belajar berbuat baik?" tanya heran Usagi.
"Nggak semudah itu, Usagi-san. Difraksi kami para iblis. Biasanya yang melakukan kejahatan dan masuk organisasi teroris biasanya dipenjara seumur hidup atau dikenakan hukuman mati akibat membelot atau mengkhianati golongan maou baru yang menduduki tahta mereka." Ucap Sirzech.
Sebab untuk mendapatkan ampunan bisa dikatakan cukup mustahil karena hukuman bagi yang membelot atau mengkhianati maou baru biasanya dipenjara seumur hidup atau dikenakan hukuman mati. Dimana hukuman matinya adalah dibunuh di tempat eksekusi dan disaksikan oleh banyak orang.
"Lalu apa yang terjadi kalau dia tiba-tiba berubah jadi manusia, apakah iblis masih harus turun tangan untuk menghukumnya ketika dia sudah bukan iblis?" tanya Usagi.
"Biasanya sih berupa dipantau saja sih jika orang itu berubah menjadi sisi manusia. Sebab fraksi kami masih beranggapan kalau fraksi manusia adalah fraksi terlemah. Meski aku dan Sirzech masih memiliki pikiran kalau manusia bisa lebih kuat dari kami." Ucap Serafall.
"Tapi apa mungkin mengubah iblis menjadi manusia? Kalau hal sebaliknya itu memang bisa karena ada alatnya, tapi bagaimana caranya kau mengubah makhluk yang murni iblis menjadi manusia?" tanya Azazel penasaran.
"Katerea, apa kau setuju menjadi manusia, jika kau meninggalkan genetik iblismu kau mungkin akan kehilangan sebagian besar kekuatan sihirmu, jadi pikirkan baik-baik," ucap Usagi.
"Aku tidak mau keputusan yang kamu berikan berakhir malapetaka buatmu jika menjadi sisi manusia. Apalagi, kamu adalah iblis dulunya." Ucap Usagi.
Sebab dia harus mempertimbangkan keputusan dari orang yang bersangkutan. Jika orang yang bersangkutan menyatakan ingin di sisinya, dia harus menerima sisi manusianya dan jika tidak, dia akan mati secara terhormat.
"Apa aku akan seratus persen kehilangan kekuatan sihir?" tanya Katerea.
"Jika kau menjadi manusia, memang kau masih bisa menggunakan sihir. Namun, sihir manusia dan iblis punya konsep yang berbeda, oleh karena itu kau tak bisa menggunakan pengetahuan sihirmu yang dulu untuk memakai sihir," jawab Usagi.
"Lebih tepatnya. Kamu harus mulai dari nol lagi jika berada di sisi manusia dan masih memiliki sihir manusia nantinya." Ucap Issei
"Aku dan yang lain bersedia mengajarimu sebagai senior," ucap Minako sambil tersenyum. Ya Minako adalah perwujudan Dewi Venus dari Romawi yang merupakan adaptasi dari Aphrodite dari Yunani oleh sebab itu senyumannya terasa sangat manis dan menawan hati siapa saja yang melihatnya.
"dan tentunya kau bisa mendapatkan teman baru nantinya." Ucap Minako.
"Aku akan mencobanya, menjadi manusia juga tidak ada salahnya," gumam lembut Katerea.
Usagi pun mengeluarkan serpihan kristal perak dari dadanya, Kristal itu bersinar dan yang awalnya hanya berbentuk seperti kristal kecil mulai berubah menjadi seperti bunga mekar.
"Rasanya mungkin akan sakit," ucap pelan Usagi dan dengan cepat Usagi memasukkan kristal itu ke tubuh Katerea.
"Ahhhhhh gyaaaaa!" Teriak Katerea karena dirinya akan berubah menjadi manusia.
Sayap Katerea mulai muncul dan tiba-tiba hancur menjadi debu bersamaan dengan aura iblisnya yang menguap keluar, Katerea terus meraung kesakitan karena prosesnya sama seperti mandi air suci secara langsung.
Setelah beberapa menit, proses tersebut selesai dan terlihat Katerea pingsan di tempat karena menjadi manusia.
"Kore de owari da (dengan begini sudah selesai)." Ucap Usagi yang menyeka keringatnya karena berhasil membuat Katerea menjadi manusia meski menyakitkan bagi iblis yang akan berpindah haluan menjadi manusia.
"Dengan energi dari Maboroshi Genjushu(Kristal perak berkilau) dia akan mendapatkan kekuatan Sailor. Luna," panggil Usagi dan seketika kucing hitam dengan lambang bulan sabit di kepalanya muncul.
"Ada apa Usagi?" Tanya Luna.
"Berikan dia akses kekuatan Sailor, suatu saat dia akan sangat membantu," ucap Usagi dengan santai.
"Baiklah. Aku menuruti keinginanmu." Ucap Luna si kucing hitam.
Luna pun menyentuh dahi dari Katerea dan di dahinya muncul simbol Leviathan, "Aku tak pernah melihat simbol ini, dan menurut bros yang aku berikan kekuatannya berdasarkan nama penguasa laut," ucap pelan Luna.
"Apa nama Sailornya?" tanya Usagi.
"Sailor Leviathan," jawab Luna.
"Ah begitu, baiklah, aku akan pulang sekarang," ucap Usagi sambil menggendong Katerea
"Aku baru pertama kali melihat ada Sailor Leviathan selain kami semua." Ucap Minako dengan sebutir keringat turun saat mendengar ada Sailor Leviathan selain Sailor Moon, Venus dan beberapa Sailor lain.
"Mungkin karena dia berasal dari iblis, jadi nama Sailornya diambil dari klannya," tanggap Usagi.
'Pada akhirnya kami tidak tahu apa-apa mengenai kemampuannya,' batin para pemimpin paksi lain yang merasa kalau kekuatan Usagi benar-benar misterius, apalagi dia bisa mengubah iblis murni menjadi manusia.
(Partner, tahan serangan tiba-tiba) Ucap Ddraig.
Duoosh
Blaar
Alhasil Issei berhasil memakai gauntletnya tepat waktu dan menebas sihir itu yang membuat Usagi selamat meski tangan Issei sedikit terbakar.
"Haaaah. Untung sempat." Ucap Issei.
"Siapa sih orang yang seenak jidatnya memberi serangan tiba-tiba?" Tanya Issei kesal.
"Aku." Balas sosok yang pakai armor putih.
"Ahh… si telat dan tersesat dijalan yang bernama kehidupan." ucap Issei yang tahu siapa itu.
Ya siapa lagi kalau bukan Vali. Orang yang seenak jidatnya menyerang orang lain secara tiba-tiba dan di perjanjian damai.
"Issei kau tak apa-apa?" tanya Minako merasa khawatir pada salah satu muridnya sekaligus ksatria bulan terkuat.
"aku tidak apa-apa sensei. Aku sudah belajar memakai sihir penyembuhan." Ucap Issei yang memperlihatkan tangannya yang terbakar berangsur-angsur pulih akibat sihir naga yang dia pakai. Apalagi dia memakai sedikit kekuatan gauntlet agar tidak menimbulkan kekacauan.
"Issei, jaga Katerea, biar aku yang memberikannya pelajaran," ucap Usagi yang kini maju dan masuk ke mode Super Sailor Moon miliknya, lalu di punggungnya ada sayap malaikat yang terbuka lebar.
{Apa kau yakin melawan naga sepertiku yang dikenal naga surgawi?} Tanya Albion yang meragukan ucapan Usagi.
(Dia cari mati.) Pikir Ddraig pada apa yang dikatakan oleh Albion
"Jangankan naga, Penyihir dengan kekuatan setara Galaksi pun aku lawan," ucap Usagi yang tiba-tiba muncul di hadapan Vali lalu dengan satu gerakan Vali yang dalam mode Armor itu terlempar jatuh ke tanah dan armornya pecah dalam sekali tinju.
Jduaaaaaarrrr
Prank
"Guh!" ringis Vali ketika ia terhempas ke tanah bahkan ia sampai muntah darah ketika armornya hancur dalam sekejap
"Wuiih.. sekali hajar tumbang." Ucap Issei melihat kejadian tersebut sambil menggendong Katerea.
Maklum tenaga besar layaknya badak bukan apa-apa bagi Issei mengingat dia begitu maskulin setelah latihan neraka yang dipakai oleh para sailor. Sehingga ini bukan apa-apa baginya.
"Sialan, Rasakan ini!" seru Vali yang mengeluarkan lingkaran sihir yang sangat besar untuk menembakkan sihir kuat.
"Kristal perak berkilau, berikan aku kekuatan," gumam pelan Usagi dan seketika Usagi bersiap dengan tongkat sihirnya.
"Oh sihir apa kali ini yang akan keluar, aku tidak sabar menyaksikannya, waku-waku!" seru Serafall mulai kaya bocah nonton acara mingguan.
'serius dah… apa benar dia Maou bergelar Leviathan? Tapi.. kelakuan seperti anak kecil.' tanya Issei dalam hati.
(Harap mewajarkannya, partner. Orang yang baru selesai melaksanakan perang besar itu memang bertingkah demikian) Ucap Ddraig pada Issei melalui telepati
"Moon Spiral heart ache!" seru Usagi dan seketika laser dengan partikel hati melesat beradu dengan Dragon buster milik Vali.
Dan seketika serangan Vali musnah dan membuat serangan Usagi melesat dan mengenai armornya sekali lagi.
"Arrrghhh.." pekik Vali dan jatuh dengan keras.
Setelahnya Usagi dengan cepat menangkap tubuh Vali dan perlahan membawanya turun ke bawah, ketika melihat Vali pingsan, Usagi mengelus kepala Vali dan berkata, "Mimpi indah Vali Lucifer, jadilah anak baik," gumam pelan Usagi dan tanpa usagi sadari kata-kata Usagi membangkitkan energi dari kristal perak yang mengira kata-kata Usagi adalah do'a dan energi dari kristal itu langsung memasuki tubuh Vali dan mulai mengubah perilaku Vali dari hatinya. Namun, hal itu seratus persen tak disadari oleh siapapun termasuk Usagi yang merasa kata-katanya hanyalah hal biasa dan tidak spesial.
"Haaaah… aku minta maaf selaku orang yang menjadi wali Vali. Muridku memang orang yang suka berkelahi dan maniak bertarung dengan lawan yang kuat." Ucap Azazel.
"Tak apa, aku mengerti," ucap Usagi yang langsung pergi.
"Woho! Keren aku sudah menghafalnya di ingatanku, Ne Sona mau tidak kamu lihat latihan kakak nanti?" tanya Serafall
"Tolong jagalah image bangsawanmu, Onee-sama. Ada banyak orang disini." ucap Sona yang malu dengan apa yang dilakukan oleh Serafall
"Aku tidak peduli, aku akan menjadi Maho Shoujo sejati jika aku bisa menggunakan sihir tadi hem!" seru Serafall yang terinspirasi untuk membuat tiruannya dalam versi sihir iblis.
'Sumpah. Kelakuan kakakku buat aku malu dan stres.' pikir Sona.
Meski dia mewajarkan nya jika kakaknya suka Mahou Shoujo. Tapi dia tidak suka jika kakaknya terlalu fanatik dan bahkan berakhir membeli 1 set peralatan Mahou Shoujo setelah dia (Serafall) dilantik menjadi Maou baru bergelar Leviathan setelah perang besar itu.
"Nee Usagi-san! Boleh aku datang ke tempatmu, aku ingin belajar lebih banyak lagi!" seru Serafall
"Onee-sama!" seru Sona yang langsung menjewer telinga kakaknya.
Usagi agak sweatdrop melihatnya. Namun, setelahnya Usagi tersenyum dan berkata, "Jika kau dapat izin dan waktu libur kau boleh datang," jawab Usagi.
"Kau serius?" Tanya Serafall senang
"Em, aku tidak masalah, selama kau tidak membuat masalah denganku," balas Usagi
"Baiklah. Lusa atau besok aku akan menemuimu." Ucap Serafall senang dan pergi ke Mansion
"Ughh… maaf jika kelakuan onee-sama membuatmu repot." Ucap Sona minta maaf pada Usagi.
"Aku mengerti ada beberapa orang yang tidak ingin dewasa dalam waktu cepat," ungkap Usagi sambil tersenyum ke arah Sona, "Pasti sulit bagimu punya saudari yang tak sesuai harapan. Namun, dia tetaplah kakakmu, meskipun sikapnya agak aneh tapi … dia tetap keluargamu, jadi jangan membencinya," ungkap Usagi sambil berbalik dan pergi.
"Aku juga ingin berterima kasih karena sudah meminjamkan bawahanmu dalam membantuku waktu itu," ucap Sirzech.
Usagi hanya melirik ke arah Sirzech, "Tidak masalah, jika kau masih membutuhkan bantuan, aku akan membantumu selama kau tidak macam-macam dengan orang-orang ku," ungkap pelan Usagi
"Ayo Minako-chan, Issei-san. Kita pulang." Ucap Usagi dan diangguk sama mereka berdua.
Alhasil Issei, Minako, dan Usagi pergi ke kediaman masing-masing.
Keseharian UsagiHari berikutnya Serafall benar-benar datang dan melihat pelatihan yang dijalani oleh Katerea bersama Amy, hal ini karena Amy memiliki elemen yang sama dengan Katerea yaitu air.
Dan juga dia terpukau melihat pelatihan neraka yang dilakukan oleh Issei dan kawan-kawannya yang bahkan juga dipantau oleh tim OSIS. Sementara ketuanya atau Usagi ia sama sekali tidak berlatih dan asik baca Manga. Ya Usagi adalah tipikal orang pemalas yang tidak mau berlatih jika nggak penting-penting amat.
Selain baca Manga Usagi juga kedapatan main game di markasnya, dia terlihat hanya mengawasi pelatihan dikala bosan saja itupun cuman untuk liat-liat doang dan nggak membantu pelatihan sama sekali, paling-paling dia hanya mengucapkan yel-yel penyemangat untuk Katerea dan Asia, lalu untuk Matsuda, Motohama dan Issei dia hanya datang dan menonton saja, karena semua pelatihan dari tiga orang itu sudah dijalankan dengan baik oleh 4 temannya. Singkatnya Usagi menganggur di markas.
"Oiiii… Usagi-chan." Ucap Serafall yang datang bersama tim OSIS.
"Oh Sera-chan ada apa?" tanya Usagi yang melihat kedatangan Serafall.
"Mau mampir kesini dan kebetulan melihatmu baca manga dan temanmu melatih Issei-san dan yang lainnya." Ucap Serafall.
"Ahahaha, aku jadi malu karena hanya aku yang tidak bekerja," ucap Usagi agak canggung dengan suasananya.
"Horyaaaa." Teriak Issei yang latihan bagai kerasukan setan yang bahkan membuat tim OSIS antara takut dan kagum melihat latihan gila dimana Issei diserang bertubi-tubi dengan sihir serangan tipe api, es, air, dan elemen lainnya.
"Heh, rasakan ini, Mercury Aqua Rhapsody!" seru Amy yang seketika menembakan air bah ke arah Issei dan dua temannya.
"Dragon Slayer, Ascalon!" seru Motohama sambil menebas air yang menerjang mereka hingga membuat air bertekanan tinggi itu terbelah oleh tebasan Motohama.
Amy dengan cepat terbang ke arah lain menghindari gelombang kejut dari tebasan Motohama dan terlihat pepohonan di belakang Amy hancur berantakan karena serangan Motohama.
"Light Moon Sniper!" seru Matsuda sambil menembakan panah cahaya dari tangannya yah jurus yang Matsuda keluarkan terinspirasi dari jurus sang pacar sendiri Sailor Mars Rei Hino.
"Fire Bullet Dragon." teriak Issei yang mengeluarkan api naga dalam bentuk peluru dengan kecepatan tinggi dan berhasil dihindari oleh Amy meski sedikit terluka di lengannya karena menghindari beberapa peluru api dari serangan Issei.
Amy langsung mengeluarkan kabut tebal dan setelahnya Motohama berteriak kesakitan dilanjutkan dengan teriakan Matsuda dan terakhir Issei menjerit. dan Saat kabut menipis terlihat ketiga remaja itu terbaring di tanah sambil guling-guling menyentuh selangkangan mereka yang sepertinya kena tendang oleh Amy atau Mercury saat kabut tebal menutupi pandangan mereka.
"Kejam, aku tidak menyangka kau menyerang bagian sensitif bagi kami!" seru Motohama menangis.
"Maaf, tapi aku tidak memakai tenaga penuh jadi harusnya masih berfungsi kok," ucap Amy.
"Sial Motohama, pacarmu itu Sikopat!" tambah Matsuda.
"Uhh… itu sakit sekali!" Ucap Saji melihat apa yang menimpa Matsuda, Motohama, dan Issei.
"Asia berjuanglah masih ada 100 putaran lagi!" seru Makoto yang berlari bersama Asia yang sudah keringatan.
"Ha-hai!" seru Asia dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Asia, kau tak perlu menjawab, fokus berlari sambil mengatur pernafasan mu, jika kau berlari sambil bicara tenagamu akan cepat habis," tegur Makoto.
"Aku jadi kasihan dengan anggotamu," ucap Serafall mengomentari apa yang baru saja terjadi.
Usagi hanya tersenyum memandangi pelatihan teman-temannya, Terutama Katerea yang kini berlatih bersama Minako dan Rei.
"Ya berkat kekai yang aku punya semua ledakan yang keluar di sini tidak akan disadari orang luar," gumam pelan Usagi, "Lalu pelatihan ini juga harus mereka jalani jika ingin bertarung di dekatku, dan aku juga tidak memaksa mereka untuk ikut denganku, jika mereka merasa tidak tahan, mereka bisa berhenti kapan saja," ucap pelan Usagi sambil tersenyum tipis.
"Oh ya. Katerea-san udah tinggal sama siapa saat ini? Mengingat dia sudah diubah menjadi manusia olehmu." tanya Serafall.
"Dia … untuk saat ini dia tinggal bersama Sailor Neptune di planet Neptunus," jawab Usagi dengan nada datar.
Sailor Neptune
"Kau bercandakan?" tanya Sona yang kaget kalau Katerea malah ditempatkan di planet lain.
Usagi hanya tersenyum tipis saja, "Ya aku sedikit bercanda, Katerea memang masih tinggal di bumi. Namun soal dia tinggal bersama Sailor Neptune itu tidak salah," ucap pelan Usagi.
'karena kalau ditempatkan sama Issei, akan lain ceritanya.' pikir Usagi.
Sebab dia tidak mau ada persaingan yang hebat di kediaman Issei. Apalagi membuat Issei harus kerepotan mengurus 2 wanita.
"Dari yang aku lihat kau ada rasa pada Issei, apa kalian tidak punya hubungan spesial?" tanya Sona.
Usagi terdiam, ia memang sedikit memperhatikan Issei lebih spesial tapi di satu sisi lain ia tidak pernah menganggap serius hubungannya dengan Issei bahkan Issei sendiri tidak pernah memandangnya sebagai gadis yang spesial di hatinya.
"Aku dan Issei tidak punya hubungan apapun, dia juga tidak pernah melihatku sebagai wanita yang spesial di hatinya, jadi aku tidak mungkin berharap padanya," ungkap Usagi.
"Kau yakin baik-baik saja dengan mendiamkan hal ini?" tanya Serafall
"Tak apa, aku tidak ingin merusak hubungan baik kami hanya karena keegoisanku yang ingin memilikinya lebih dari yang lain, jadi aku akan menahan perasaan ini dan membiarkannya bahagia bersama orang yang dia cintai," ungkap Usagi sambil memandangi Issei yang tengah beristirahat bersama Matsuda dan Motohama dan didatangi seorang perempuan yang mantan iblis liar.
Terlihat gadis mantan iblis liar itu mengajak Issei makan bareng, melihat itu Usagi hanya mengalihkan wajah sambil membaca manga.
'ughh… entah kenapa aku sedikit cemburu.' pikir Usagi.
"Usagi-san?" Momo memanggil Usagi yang melamun melihat Issei sedang bermesraan dengan gadis lain. Anehnya meskipun dari tatapannya Usagi terlihat cemburu, tapi aura yang dipancarkannya sama sekali bukan aura membunuh, melainkan hanya aura kesedihan dan dan khawatir.
"Ah maaf apa aku terlihat tidak fokus?" tanya Usagi pada Momo Hanakai yang tadi bertanya padanya.
"Bukan.. aku merasa kau terlihat sedih dan khawatir pada Hyoudou-san." Ucap Momo
"Itu tidak benar, aku baik-baik saja, aku hanya bosan karena tidak melakukan apapun," ucap Usagi
"kau yakin?" Tanya Momo memastikan
"Iya," balas Usagi sambil berdiri dan menatap Momo Hanakai dengan tajam dan serius mengalihkan pikirannya dari Issei.
'pokoknya harus dialihkan.' pikir Usagi karena tidak mau pikirannya penuh dengan Issei. Apalagi dia adalah sailor moon penjaga bumi dari kegelapan
"Ne Usagi, lihat ini!" seru Serafall mengeluarkan tongkat sihirnya, "Miruru mirururu Moon Spiral heart Ache!" seru Serafall sambil mengayunkan tongkatnya ke depan meniru gerakan Usagi waktu melawan Vali dan seketika itu sinar energi sihir yang melesat seperti cahaya sihir milik Usagi dari bentuk partikel hati.
Akhirnya sihir Serafall meledak, secara visual mirip, tapi fungsi dan komposisinya berbeda.
Dhuaar
Alhasil terlihat wajah Serafall gosong dan membuat fokus Matsuda dan Motohama buyar yang berakhir kena serangan Amy dan Minako
"Arrrghhh." Pekik Matsuda dan Motohama
"Aaaaah, maaf sepertinya aku terlalu percaya diri, aku akan menyempurnakan sihirnya nanti," gumam pelan Serafall.
"Ah, begitu. Sera-chan secara pose dan gerakan kau memang sempurna. Namun, aku sudah bilang, cara kerja sihir kita berbeda, jadi aku tidak bisa mengajarimu, maaf yah," ucap Usagi.
"Ahh nggak apa." Ucap Serafall.
'Kuharap onee-sama tidak mempermalukan dirinya sendiri lagi.' pikir Sona
"Tapi aku terkesan akan niatmu meniru sihirku, aku yakin suatu saat nanti kau bisa membuat untuk versimu sendiri, tak perlu semirip mungkin, selama kau menyukainya lakukan saja," ungkap Usagi sambil tersenyum.
"Umm.. aku akan berusaha untuk membuat versiku sendiri." Ucap Serafall.
Usagi kemudian memperlihatkan kemampuannya dalam membentuk lingkaran sihir dan lingkaran sihir itu langsung pecah, "Karena sihirku tipikal mantra, maka aku tidak bisa menggunakan sihir yang memerlukan lingkaran sihir," ucap Usagi dengan tenang.
"Jadi konsep sihirmu hanya memerlukan lingkaran sihir. Tentu saja sihir yang kamu buat untuk terlihat sama persis denganku menolak dan menyebabkan ledakan barusan."
"Ditambah lagi sihir manusia hanya pelafalan mantra." Ucap Usagi
"Ahh.. itu membuatku teringat saat aku berubah menjadi naga di pertemuan antara orang tua dan wali murid." Ucap Issei yang teringat dimana dia berubah menjadi sesosok naga saat melawan Rathalos yang dikenal Volcanic Wyvern.
Usagi langsung melirik ke arah Issei lalu setelah itu Usagi bertanya, "Bukankah kau harusnya bersenang-senang dengan pacarmu?" tanya Usagi sambil melirik ke arah Issei.
'dia kakak angkatku.' pikir Issei. Meski dia suka , dia belum tentu bisa berharap banyak karena takut dia salah langkah.
"Huh, dari yang aku lihat hubungan kalian lebih dari adik kakak," balas Usagi sambil menyembunyikan wajahnya dengan buku komik.
"Apa kelihatan jelas samamu, Usagi-chan?" Tanya Viser.
"Sangat jelas." Ucap Usagi.
Usagi kemudian melirik ke arah Issei, "Aku bukan tipe orang yang suka mengganggu hubungan orang lain, karena aku Rasa Issei sudah lebih dari cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri, Issei bisa dengan bebas pergi dan keluar dari team Sailor kapanpun dia mau," ucap pelan Usagi.
"Aku mendengarnya. Dan aku tidak mau keluar dari tim ini." Ucap Issei.
"Bukankah kau sudah cukup kuat untuk melindungi diri sendiri dan juga, pada awalnya kau bergabung denganku karena kau ingin menghilangkan sifat mesum mu dan itu juga sudah berhasil jadi kali ini apa lagi yang membuatmu masih mau bertahan di sini?" tanya Usagi menurunkan bukunya dan menatap langsung wajah Issei.
'Apapun jawabannya, aku yakin dia tidak akan mengatakan sesuatu yang memalukan seperti karenamu atau semacamnya kan?' batin Usagi bertanya-tanya.
"Aku ingin menjaga keluarga dan kawan-kawanku seperti kalian. Apalagi, tidak ada seorang gadis yang mau merubah aku maupun 2 temanku menjadi saat ini. Meski kuat, aku ingin tetap di tim ini agar aku tidak mau melupakan apa kenangan indah disini." Ucap Issei menjelaskan.
"Dan bukan itu saja. Aku merasa aku pertama kali bisa seperti biasa dan mudah ceria berkat kalian, para sailor. Jadi aku tidak mau keluar dari tim ini." Ucap Issei menambahkan.
"Tapi rasanya sudah tidak ada yang bisa kami semua ajarkan padamu, bahkan aku merasa kalau kau sudah lebih kuat dariku, jadi menurutku jika kau tetap di sini itu hanya akan menghambat potensimu, belajar dengan orang yang lebih lemah tidak akan meningkatkan apapun," ungkap Usagi.
"Kenapa kau bertingkah seolah ingin mengusirku?" tanya Issei.
"Kata siapa, pada kenyataannya kau memang sudah tidak membutuhkan kelas dari kami kok," balas Usagi sambil mengalihkan wajahnya.
"Issei, sebenarnya," tiba-tiba Momo membisikkan sesuatu ke telinga Issei dan itu adalah, 'Usagi sebenarnya cemburu padamu tapi dia merasa dia kurang pantas untukmu, makannya dari pada terus merasa sakit hati dia lebih memilih mengusirmu, itulah yang aku pikirkan,' bisik Momo Hanakai.
'kau berpikiran seperti itu?' tanya Issei pada Momo melalui bisikan dan diangguk sama Momo.
"Kalian membicarakan apa?" tanya Usagi menatap curiga ke arah mereka
"Ahahahaha. Usagi-san, ini mengenai acara perkumpulan seluruh aliansi perdamaian yang akan diadakan di Meikai 3 minggu lagi!" seru Serafall yang tidak ingin Usagi menginterogasi Momo Hanakai.
"Begitu. Tapi, apa kami yang ras manusia boleh ikut? Sebab kau tahukan pandangan makhluk gaib pada ras manusia." Ucap Usagi.
"Aku tinggal bilang kalau yang datang adalah Mahou Shoujo Sailor Senshi bukan," ucap pelan Serafall.
"Begitu, pada akhirnya aku dipandang berbeda dari manusia lainnya," gumam pelan Usagi.
"J-jadi kamu lebih suka diundang sebagai manusia yah, oke, tenang saja tidak akan ada yang memandang buruk kelompokmu kok," ucap Serafall.
"Kakak benar, meskipun dia agak kekanak-kanakan. Namun aku yakin tidak ada iblis bodoh yang berani macam-macam pada anggota dari aliansi damai," ucap Sona membenarkan perkataan Kakaknya.
"Apalagi kalian punya prajurit kuat seperti Issei dan dua temannya belum lagi Katerea Leviathan." Ucap Sona menambahkan.
"Kau benar, aku harus menyiapkan diri untuk berangkat dan aku juga harus memberikan alasan yang bagus agar ayah dan ibuku mengijinkanku pergi keluar," ucap Usagi.
Sementara itu Issei menganalisa apakah benar Usagi cemburu kepadanya, mengingat Usagi ini tidak kaya cewe kebanyakan yang cerewet dan marah-marah ketika cemburu.
'apa benar. Dia orang yang gampang cemburu?' tanya Issei dalam hati
(Itu bisa kau lihat dari perilakunya.) Balas Ddraig
"Perilakunya yang mana?" tanya Issei yang memang nggak pekaan pada perasaan cewek yang terlalu dekat dengannya. Yah itu memang sifat murni manusia, dimana ketika seseorang sudah terlalu dekat dengan orang lain, ia akan sulit menyadari apakah tingkah atau kasih sayang dari orang itu merupakan kasih sayang orang yang jatuh cinta padanya atau hanya antar seorang sahabat saja.
(Dude, seriously. Dia tidak tahu kalau gadis itu suka sama Issei!) pikir Ddraig jika Issei bisa jadi orang yang tidak peka.
"Draig aku serius bertanya padamu," ucap Issei lagi
'[Perhatikan sendiri, dan cari tahu sendiri, kau tak akan pernah paham jika mengetahuinya dari orang lain!)" tanggap Draig.
"Ahh baiklah." Ucap Issei mengenai ucapan Ddraig.
Bersambung.
