First Contact
Naruto Belong to Masashi Kishimoto
Rated M? Maybe, untuk progress cerita kedepannya ku set jadi M aja
Genre : Romance, Crime, Action, Hurt/Comfort
Warning : Semua karakter kemungkinan besar akan ooc dari yang aslinya. AU. Bahasa campuran.
.
.
Sore hari yang hangat memancar melalui jendela kantor, menerangi wajah Naruko Namikaze yang sedang menatap layar komputer. Hari Jumat itu tampak seperti hari-hari lainnya, monoton dan tanpa kejutan. Pekerjaannya sebagai pegawai kantoran biasa tidak membuatnya memberikan tantangan dalam kesehariannya.
Namun hari ini adalah hari yang special bagi Naruko, dikarenakan hari ini akan ada pengumuman "Employee Of The Year". Sebuah penghargaan bergengsi yang diadakan oleh perusahaannya tiap menjelang akhir tahun. "aku yakin akan mendapatkan penghargaan Employee Of The Year, aku sudah mengerahkan segala kerja kerasku setahun ini. Penghargaan ini merupakan penghargaan yang diperebutkan oleh semua karyawan di perusahaan bukan tanpa alasan. Bagi karyawan yang mendapat penghargaan Employee Of The Year akan mendapatkan kenaikan gaji sebesar 20% secara permanen.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Jika hari biasanya maka Naruko dapat langsung pulang, namun tidak untuk hari ini. Ia membereskan meja kerjanya dan mempersiapkan dirinya untuk mendengarkan pengumuman. Walaupun penghargaan ini sangat bergengsi di perusahaan Naruko, tidak semua orang seantusias Naruko dalam menanti pengumuman tetsebut dan memilih untuk langsung pulang. Tak lama kemudian muncullah direktur Asuma dari kantornya untuk memberikan pengumuman,
"Baiklah terima kasih para pegawaiku atas dedikasi kalian selama 1 tahun ini." Jelas Asuma, para pegawai yang tersisa bertepuk tangan, "Saatnya kita mengumumkan siapa diantara kalian semua yang akan mendapat Employee Of The Year tahun ini." Sambung Asuma sambil menunggu reaksi dari pegawainya.
Para pegawai disana Nampak tidak bersemangat dalam menyambut pengumuman tersebut, mereka seakan sudah mengetahui siapa yang akan mendapat penghargaan tersebut. Melihat keheningan yang terjadi di kantornya, membuat direktur ingin segera menyelesaikan pengumumannya,
"Baiklah sepertinya tidak perlu berlama-lama lagi, pegawai yang berhak menerima gelar Employee Of The Year tahun ini adalah…" Direktur menjeda sejenak kalimatnya untuk mengambil nafas. "Selamat untuk nak Konohamaru, kau mendapat gelar Employee Of The Year tahun ini." Para pegawai hanya tepuk tangan seadanya karena sudah tau hal ini akan terjadi.
Namun berbeda halnya dengan Naruko Namikaze, ia merasa ini tidak adil dan langsung memprotes direktur Asuma di tempat.
"Pak direktur! tunggu sebentar, tidak bisa begitu!" Ucap Naruko dengan lantang.
Para pegawai tampak kaget karena Naruko dengan beraninya memprotes direktur Asuma, bahkan rekan kerja dekatnya menyarankan Naruko untuk diam dan menerima saja.
"Sudahlah Naruko terima saja dan tenangkan dirimu." Ucap Temari sambil berusaha menenangkan Naruko.
"Aku tidak bisa menerimanya Temari! Bagaimana bisa anak yang baru masuk 6 bulan lalu memenangkan Employee Of The Year? Bahkan dia sering bermalas-malasan di kantor."
Plakk!
Tanpa disadari oleh Naruko, direktur Asuma sudah berada di belakangnya. Direktur Asuma menampar pipi Naruko dengan keras hingga suaranya terdengar di seisi kantor.
"Siapa kau berani menentang perintahku hah?! Kau hanya pegawai kecil jangan berlagak di depanku. Pikirkan kata-katamu itu, jika kau mengulanginya lagi aku akan memberikanmu surat peringatan." Setelah mengatakan hal tersebut sang direktur langsung pergi sambil membawa Konohamaru ke ruangannya.
Dengan perasaan marah karena dipermalukan di kantor Naruko langsung mengambil barangnya dan pulang ke rumahnya.
.
.
Naruko menyusuri jalanan kota yang ramai dengan jalan yang gontai. Ia merasa harinya sudah kacau dan ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu. Setelah beberapa lama ia berjalan tanpa arah di tengah ramainya kota, ia akhirnya sampai di bar yang biasa ia kunjungi yaitu bar The Distro. Naruko memasuki bar tersebut dan langsung duduk di meja dekat bartender. Naruko langsung disambut oleh sang bartender, Ayame.
"Lihat siapa yang datang, ternyata si manis Naruko" ucap sang bartender bernama Ayame dengan lembut sambil mengelap gelas-gelas dengan kain lap.
"Syukurlah hari ini shiftmu Ayame, kukira aku akan bertemu si pak tua Teuchi di hari burukku."
"Jangan gitu, Teuchi termasuk orang yang baik, bahkan ia pernah mengantarmu yang mabuk berat pulang ke apartemenmu."
"Aahhh sudah jangan membicarakan hal itu." Nampak wajah Naruko memerah malu mengingat ketika kejadian tersebut.
"Ahahaha kau lucu sekali ketika sedang malu, jadi apa yang bisa kubantu?"
"berikan aku sebotol whiskey."
"sepertinya harimu sangat berat, sini mari kutemani." Ucap Ayame sembari membawakan Naruko sebotol whiskey dan gelas berisi es batu.
Naruko bercerita banyak dengan Ayame mengenai apa yang terjadi hari ini di kantornya dan hal-hal sepele yang mengganggu hari harinya seperti para cowok yang suka menggodanya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.20, Nampak Naruko masih bisa menahan tubuhnya untuk tidak sepenuhnya mabuk. Ia sedang merenung sendirian karena Ayame harus melayani pelanggan lain.
Dan disaat yang sama bar kedatangan tamu yang tak biasa. Terlihat seorang pria dengan setelan formal lengkap dengan sarung tangan hitam dan jaket bulunya memasuki bar The Distro sendirian. Ia langsung memesan tequila dan mengambil tempat duduk tak jauh dari Naruko berada. Nampak pria tersebut sedang memperhatikan Naruko yang sedang melamun. Dengan percaya diri sang pria menghampiri Naruko dan mencoba untuk beramah tamah.
"Halo nona manis, aku boleh gabung?." Ucap sang pria dengan senyuman ramah.
Naruko tidak senang dengan keberadaan orang asing yang tiba-tiba sok asik dengannya memilih untuk mengabaikannya.
"Maaf sepertinya aku kurang sopan karena tidak mengenalkan diriku, perkenalkan namaku Sasuke 'Il Diavolo' Uchiha."
Seketika seisi bar terkejut mendengar nama Sasuke 'Il Diavolo' Uchiha terkecuali Naruko, ia nampak tidak peduli.
"Segala nambahin julukan di tengah namamu, kau pikir ini permainan mafia-mafiaan?" Ucap Naruko acuh tak acuh.
"Sepertinya aku mengganggu waktu santaimu nona manis." Sasuke mengambil posisi duduk disamping Naruko.
Brakkk!
"Udah tau ganggu kenapa malah duduk disampingku hah?!" Naruko menggebrak meja di depannya dengan tangan kanannya.
"Tunggu, dengarkan aku, aku cuma ingin ngobrol sebentar. Bagaimana jika aku mentraktirmu minuman? Atau makanan barangkali? Aku tau, stres itu bikin gila ya?" Sasuke mengatakan kalimat tersebut sambil menatap wajah Naruko, ingin tau lebih lanjut mengenai Naruko.
Naruko menatap Sasuke tajam. "Diamlah bedebah tidak usah ikut campur!" Naruko mengambil botol whiskeynya dan pergi mencari meja lain yang sedang kosong.
Sasuke merasa kesal karena ia seperti dibuang begitu saja. ia bangkit dari kursi dan menyusuri meja untuk mengejar Naruko.
"Tunggu nona manis, kita baru mulai ngobrol." Sasuke berdiri di depan Naruko dan menatapnya dengan ekspresi serius.
"Biar kuperkenalkan sekali lagi, aku adalah Sasuke 'Il Diavolo' Uchiha, pemimpin keluarga Uchiha, mafia terbesar di kota ini. Kita dapat menjadi teman yang baik bukan?" Sasuke mengulurkan tangannya untuk bersalaman, namun pandangan matanya masih tetap fokus pada wajah cantik Naruko.
Naruko tersenyum sedikit mengejek ketika mendengar ada yang mengaku menjadi boss Mafia. "Heh! Hari gini masih main jadi bos mafia mafiaan." Naruko kembali meneguk whiskeynya sekali lagi. "Lagipula jika itu memang benar, enyahlah! Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan mafia." Ucap Naruko datar tanpa menatap ke arah Sasuke.
Sasuke juga tersenyum, tapi ternyata bukan karena lawakan Naruko. "Ah, kamu jadi itu masalahmu?" Sasuke membalas Naruko dengan santai, namun terdapat nada ancaman di balik kata-kata itu.
"Bisa saja aku menunjukkan powerku sebagai bos mafia." Sasuke menarik tubuh Naruko agar lebih dekat dengannya. Sasuke mendekatkan bibirnya hingga hampir menyentuh telinga Naruko. "Ikutlah denganku, maka kau akan mendapat kebahagiaan tiada tara."
Naruko merasa begitu marah saat Sasuke tiba-tiba menyentuh tubuhnya tanpa izin dan mendekat ke arah telinganya.
Plakkk!
Dengan tanpa aba-aba Naruko langsung menampar Sasuke dengan keras.
"Dimana sopan santun mu hah?!" Ucap Naruko sembari membersihkan bagian tubuh dimana tangan Sasuke menyentuhnya. "Semua yang kualami hari ini sudah sangat melelahkan, aku tidak ingin terlibat dengan omong kosongmu itu!" Ucap Naruko sambil menekan jari telunjuknya ke dada Sasuke.
Sasuke nampak terkejut oleh tamparan yang dilayangkan oleh Naruko di pipinya, namun Sasuke tidak menunjukkan rasa sakit ataupun kecewa. Sebaliknya, Sasuke malah tersenyum lebih lebar dan mengangkat bahu.
"Jadi kau berani ya denganku?" Kalimat Sasuke terdengar santai, tapi masih ada ancaman dibaliknya.
"Aku sangat muak dengan orang yang suka bermain-main dengan power seperti dirimu!" Naruko memperkeras tekanan pada jarinya.
"Kalau begitu, mari kita lihat apakah kamu benar-benar memiliki keberanian untuk itu." Sasuke memegang tangan Naruko yang menekan dadanya dan menariknya agar badan Naruko mendekat padanya. "Kita akan main permainan yang lebih serius. Apa kamu siap untuk itu?"
Pyarrr!
Melihat Sasuke yang menjadi semakin lancang membuat kemarahan Naruko memuncak. "Tidakkah kau mengerti jika kau begitu tak sopan!" Dengan tangannya yang lain Naruko memukulkan botol whiskey yang ada di meja ke kepala Sasuke hingga botolnya pecah, dan melepaskan cengkraman tangan Sasuke padanya.
"Malamku jadi tidak asik karenamu, dasar brengsek!" Dengan segera Naruko meninggalkan Tip di meja bartender dan melenggang pergi dari bar tersebut. "Ayame aku taruh uangnya di meja, terima kasih."
Sasuke hanya melihat Naruko pergi dan tidak bereaksi sama sekali. Terlihat ada seringai tipis di bibirnya. Sasuke merasa sedikit linglung setelah dihantam botol whiskey oleh Naruko, ia berdiam diri beberapa detik hingga ia sudah pulih kembali Sasuke meneguk minumannya yang ada di meja dan menghabiskannya dengan cepat.
"Ahahaha! Ini baru menarik!" Ucap Sasuke sambil terkekeh di kursinya.
Beberapa menit kemudian, Sasuke berdiri dan pergi meninggalkan bar, tak lupa ia meninggalkan uang di atas meja untuk bayar minumannya. Di luar bar, Sasuke berjalan menuju mobil pribadinya yang diparkir di samping bar. Sasuke masuk mobil setelah dibukakan pintu oleh ajudan pribadinya. "Suigetsu, kau lihat tadi perempuan berambut pirang yang keluar dari bar? Cari tahu semua tentang dia." Suigetsu hanya mengangguk sambil mengarahkan mobilnya langsung menuju mansion Sasuke.
.
.
Setelah berjalan beberapa lama, Naruko telah sampai di apartemen kecilnya. Naruko memasuki kamar apartemennya yang terlihat berantakan terdapat beberapa sampah yang belum ia bereskan.
"Hahh hari ini sangat melelahkan sepertinya ku bereskan besok pagi saja." Naruko langsung merebahkan dirinya di kasur tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu.
"Besok libur sebaiknya aku tidur, besok akan menjadi hari yang panjang." Naruko langsung terlelap tanpa mematikan lampu kamarnya.
.
.
Di pagi hari alarm berbunyi sangat keras di unit apartemen Naruko, dengan lembut Naruko mematikan alarmnya.
"Baiklah saatnya membersihkan kandang ini." Ucap Naruko dengan sangat bersemangat. Naruko memulai harinya dengan mandi dan sarapan roti panggang mentega. Setelah melayani tubuhnya, Naruko mengambil sapu dan pel untuk bersiap membersihkan unit kamarnya. Selama 1 jam Naruko berkutat dengan kamarnya, ia berhasil membersihkan sampah-sampah yang berserakan dan menyapu setiap sudut ruangan. Disaat Naruko akan mulai mengepel, tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu.
"Tumben ada yang bertamu." Sambil membawa pel, Naruko pergi membukakan pintu apartemennya.
Namun wajahnya langsung menjadi masam karena ia kedatangan tamu yang sama sekali tak diduganya. Dengan senyuman penuh kebanggan Sasuke berdiri di depan pintu apartemen mengenakan kemeja biru dan celana hitam.
"Selamat pagi manis, ternyata kamu orang yang rajin. Kurasa kamu bisa cocok denganku." Sasuke mengulurkan tangannya pada Naruko dengan elegan.
"Bukankah sudah kubilang! Aku tidak tertarik denganmu! Enyahlah bedebah!" Naruko menatap Sasuke dengan tatapan tajam dan mengabaikan uluran tangan dari Sasuke.
"Bagaimana kau tau alamatku?" Mata Naruko memincing dan menodongkan pel yang ia pegang pada Sasuke.
"Hei, kenapa reaksimu begitu keras padaku? Aku hanya ingin berbicara denganmu." Sasuke menghela napas, tetap menjaga jarak dari pel Naruko. "Ahh soal alamatmu itu hal mudah nona manis. Aku punya sumber daya yang mumpuni untuk itu." Sasuke berusaha menyombongkan jaringan informasinya
Namun bukannya kagum, Naruko malah menjadi kesal. "Enyahlah! Aku tidak ingin berurusan denganmu." Naruko mengayunkan pelnya untuk membuat Sasuke mundur. Dengan cepat Naruko langsung menutup dan mengunci pintu unit apartemennya.
"Tunggu saja nona manis, aku pasti akan mendapatkan mu." Sasuke memukul pintu apartemen Naruko dan berjalan pergi dari sana.
"Sialan!" Naruko merasa kesal dengan kelakuan Sasuke yang seenaknya. Naruko juga ada sedikit kekhawatiran karena tempat tinggalnya sudah tidak aman. "Aku harus siap ketika dia kembali." Ucap Naruko sambil menatap tongkat bisbol yang nampak sudah usang dipojokan kamar.
Naruko tidak ingin terlalu memikirkannya dan melanjutkan agenda bersih-bersihnya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, nampak Naruko kelelahan dan merebahkan dirinya di atas kasur.
"Tak kusangka membersihkan kamar semelelahkan ini." Naruko menatap langit-langit kamarnya, ia memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. "Masih ada waktu sebelum joging sore, apa yang sebaiknya kulakukan?" Naruko menatap sekitar kamarnya melihat apa yang bisa ia lakukan di sela waktunya dan Naruko terfokus pada laptopnya yang tampak menganggur diatas meja. "Apa nonton film aja ya? Atau series drama?" Naruko tersenyum lebar seakan menemukan apa yang akan dia lakukan di sela waktunya.
.
.
Beberapa waktu telah berlalu dan jam telah menunjukkan pukul 3 sore. Biasanya Naruko melakukan olahraga ringan saat weekend di pagi atau sore hari. Naruko membawa botol minuman dan roti sebagai camilan. Tak lupa Naruko menguncir rambutnya hingga berbentuk telinga kucing. Sebelum berangkat Naruko menatap tongkat bisbolnya sejenak.
"Atau aku bawa aja? Setidaknya aku harus berjaga-jaga." Naruko segera mengambil tongkatnya dan berjalan menuju pintu kamar apartemen.
Tak lupa Naruko mengunci unit apartemen sebelum meninggalkannya. Naruko berjalan dari apartemennya menuju taman terdekat. Tanpa Naruko sadari ada orang yang mengikutinya dari kejauhan. Tak memerlukan waktu lama, Naruko telah sampai di taman dan langsung melakukan kardio. Setelah sekitar 1 jam melalukan kardio, Naruko duduk sejenak dan minum air di botolnya. Naruko mengamati situasi taman yang terbilang cukup sepi daripada biasanya.
"Tumben, hari ini terasa lebih sepi." Saat sedang menikmati waktu istirahat dan angin sore yang sejuk, Naruko menatap seseorang yang sepertinya sedang berjalan menuju ke arahnya. Seseorang tersebut terus mendekat dan membuat Naruko bersiaga menggunakan tongkatnya.
Bersambung~
Fyuhhh akhirnya keupload juga. Min Neko baru mulai nulis fanfic nihhh. Jadi mon maap yak jika masih banyak kurangnya.
Fanfic ini latarnya di zaman modern dan bukan di Konoha tentu saja. Yapp disini Teuchi dan Ayame membuka sebuah bar. Oiya akan ada banyak karakter yang di animenya punya ikatan tertentu, di fic ini akan jauh berbeda.
Klo ada yang dibingungkan, ingin ngasih saran/kritik, atau apapun itu langsung ke kolom review aja yaa. Nanti akan dibalas di next chap. Happy reading, see yaa~
