Warning: Humor garing krenyes, Romance abal, OOC, romance, Gaje, abstrak, TYPO!

Rate: T+

Disclamer: Warriors Orochi + Yoshitsugu SW punya koei

Main Pairing: YoshiMitsu

Tangga Jodoh : Korban Pertama

Selamat membaca

Pagi yang cerah tapi berisik di depan gerbang, terlihat 2 siswa sedang berlari menuju gerbang yang mau di tutup oleh satpam sekul Orochi.
"PA OROCHI! JANGAN DI TUTUP DULU GERBANGNYA!" teriak seorang siswa dikuncir kuda yang masih pdkt sama Zhao Yun.
"PA OROCHIII!" teriak siswa berambut coklat sambil nunjuk gerbang sekolah dengan kipas.
HIYAAAAAA!
2 siswa itu pun meloncati gerbang sekolah.
Syuuuttt!
Brak!
Mereka mendarat dengan tidak muluss.
Mereka bangun lanjut lagi lari ke dalem sekolah.
Syuuutt!
STOPPPPHHH!
Deg!
"Kalian berdua!" teriak guru kembar fujo
"Karena telat ikut kami, bantu mencari album photo di gudang!"
"Apha?!"

Yak akhirnya kedua siswa itu yang bernama Cao Pi dan Ishida Mitsunari digeret sama guru kembar ke depan gudang yang gedenya lebih gede dari rumah Author.
"Ayo masuk, cover photo albumnya unik o-key."
"Makasih Cao Pi~ Mitsu~"
"Ayo mari kita mulai."
Grasak
Grusuk
Plak!
"Cao Pi! jangan nampol gue!"
"Makanya jangan megang-megang tangan gue."
"Idih gue kaga megang tangan lo, kan tangan gue beda kardus sama elu Pi."
"Trus ini tangan siapa nih, dingin."
"Tau deh." Mitsunari pindah spot jadi ngoprak-ngoprek lemari berdebu.
Cao Pi ngikut pindah spot juga dengan muka datar tapi dalem hati dia merinding, dan masih penasaran apa yang megang tangan dia.
"Akhirnya nemuuu~" Daqiao ngacungin album photo bercover tempelan hasil jadi paparazi selama di sekolah.
"Cao Pi~ Mitsu~ Xiao-nee juga, ayo keluar."
Yang dipanggil otomatis ngikut Daqiao keluar dari gudang.
"Eh-eh liat deh Xiao-nee inget ga waktu kita moto korban pertama tangga jodoh."
"Iya-iya."
Sementara itu dengan kedua siswa yang telat langsung mabur ke kelas, kan hari ini ada pelajaran sejarah cina bro, gurunya killer telat dikit kepala buntung atau ga bakal jadi babu guru yang mau nyewa mereka selama 5 hari.
Xiaoqiao berflashback ria.

Flashback
Di sebuah tempat persembunyian yang dibuat oleh guru fujo dekat lab kimia.
"Xiao-nee liat deh itu."
"Paan?"
"Itu ada Mitsu."
"Ya terus klo ada Mitsu mang napa?"
"Ya masa Xiao-nee lupa sih sama isi diarynya Yoshitsugu."
"Seinget aku sebelum kita sempet baca tuh diary kita udah di tendang sama yang empunya."
"Issshh.. Kita sempet tau."
"Mang apaan isinya?"
"Itu.. soal Mitsunari."
"Boong."

"Woi."
"Bentar Xiao-nee, lagi serius nih."
"Liatin apaan seh."
Mari kita lihat yang apa dilihat oleh Daqiao, Mitsunari yang lagi bawa alat-alat dari lab kimia sambil misuh-misuh ga jelas ke kelasnya.
"Kenapa harus aku apalagi ini masih ada isinya.. hnnggg." gumam Mitsunari
Huwaaa!
Pranggg!
Mitsunari jatuh permirsah.
"Huwaaaa! Mitsu~ kamu gapapa?!" Daqiao langsung sprint menuju Mitsunari.
"Gapapa ko sensei."
"He?" Daqiao langsung shock.
"Hm?" Mitsunari bingung, terus ngeliat ke bawah.

"TIDAAAAKKKKK! GUAAAAA JADI PEREMPUAANNNN!"

Dibalik teriakan dashyat Mitsunari ada yang tertawa senang atas rencananya berhasil.

Setelah Mitsunari beres-beres dengan alat-alat lab kimia yang pecah dan dibantu sama Xiaoqiao sementara Daqiao masih shock.
"Dada gue... kalah sama... dada cowo jejadian..."Daqiao gumam begitu terus.
"Mitsu kenapa kamu bisa jadi perempuan?" penyakit kepo Xiaoqiao kambuh.
"Ini gara-gara disuruh bawa alat-alat ini ke kelas sama No-sensei."
'Jangan-jangan sudah direncanakan lagi.' Xiaoqiao khawatir.
"Yaudah sensei saya mau ijin dulu ke piket buat pulang."
"Eittss jangan pulang Mitsu,klo ga salah kamu telat datengkan sama Cao Pi, hmhmhm."
Glek!
"Pakai ini!" Xiaoqiao ngelempar seragam sekolah cewe.
"Kenapa sensei?!" Mitsunari protes ala sinetron.
"Hukuman." Xiaoqiao ngedeathglare Mitsunari.
"Urrrghh..."
Mitsunari pun langsung sprint ke toilet perempuan
"Dasar cowo jejadian menyebalkan... grrrr.."
"Woi! Da-chan kamu gapapakan?"
"Eh?" Daqiao ngeliat mukanya kakanya dengan khawatir. "Gapapa ko haha."

Pas Mitsunari keluar dari toilet, Qiao twins cuman bisa takjub.
'Sizenya B ya? pantes Da-chan shock begitu.' Xiaoqiao ngangguk-ngangguk.
Daqiao bengong.
Mitsunari ngerasa risih dibengongin sama Daqiao.
"Daqiao-sensei jangan bengong."
'Tingginya juga turun jadi se Nene.' Xiaoqiao ngangguk-ngangguk lagi.

Tap
Tap
Tap

Xiaoqiao langsung balik badan liat Yoshitsugu lagi turun tangga. "Pssst... Da-chan tarik Mitsu ke sini."
Daqiao sadar dari bengongnya terus langsung tarik Mitsunari ke Xiaoqiao.
"Nih Mitsunya." Daqiao ngasih Mitsunari ke Xiaoqiao kek barang.
"Thank you, Da-chan."
Setelah melihat situasi kembali Xiaoqiao dengan tidak sopan mendorong Mitsunari ke tangga trus langsung ngacir gitu aja bersama adiknya tercintah.
BRAKK!
"Ittai..." rintih Mitsunari sambil memegangi kepalanya.
"Mitsunari bisakah kau berdiri, badanku sakit."
"He?" Mitsunari langsung berdiri.
"Dan kenapa kau memakai seragam perempuan?"
"INI! karena guru kembar itu." Mitsunari nunjuk ke bawah.
Yoshitsugu ngeliat apa yang ditunjuk Mitsunari "Ga ada siapa-siapa." Yoshitsugu ngeliat Mitsunari dari atas sampe bawah. "Dan sejak kapan kau mempunyai itu." Yoshitsugu nunjuk dada Mitsunari.
Reflex Mitsunari langsung memeluk dirinya sendiri dengan muka yang memerah.
"INI GARA-GARA!... No-sensei.."
"Hmm.." Yoshitsugu mendekatkan wajahnya ke Mitsunari.
"Ada sesuatu yang aneh diwajahku sensei?" Mitsunari udah doki-doki on the spot.

Disuatu persembunyian terlihatlah guru kembar yang sedang fangirlingan.

Ckrek
Ckrek
Ckrek

"Hiyaaa akhirnya di sekolah kita nambah lagi pair straight (sementara)." Xiaoqiao bahagia mpe jingkrak-jingkrak.
"Gue doain Mitsu cepet balik ke wujud semula.." Daqiao misuh-misuh.

Balik lagi ke tempat YoshiMitsu.

TENG TERENG SEDENG GELENG!
bel istirahat berbunyi.

"Emm.. itu udah bel istirahat.. aku duluan ya mau nyimpen tas dulu di kelas." Mitsunari masih doki-doki on the spot dengan muka merah ga karuan.

Pas mau Mitsunari mau lari ngibrit ke atas eh tangannya ditarik sama Yoshitsugu.
"Nanti tolong panggilkan Guo Jia, dan Cao Pi termasuk kamu yang sekarang jadi korban telat masuk sekolah, sensei tunggu di ruang guru nanti."
"I-i-i-iya sensei." Mitsunari langsung ngabur gitu aja. 'Urrrghh.. dalam wujud begini tambah sensitif gua sama tuh guru satu.. urrrghh!'
Dap dap dap!
Mitsunari jalan ke kelasnya ga woles.
Brak!
Sesampainya di kelas 2-2, Mitsunari diliatin sama anak kelas.
"Pi, Jia di panggil Yoshitsugu-sensei.. ditunggu di ruang guru."
Blam!
"Tadi itu siapa ya? anak baru?" tanya Sima Shi.
"Kayaknya bukan deh, aku kenal sama penampilan + suaranya." timpal Cao Pi. "Ji, ayo keruang guru." Cao Pi langsung keluar kelas.
"Tunggu Pi, jangan tinggalin gue." Guo Jia langsung ngikut mabur.

Di depan ruang guru
"Lama lu Pi."
"Lah? elu ternyata Mitsunari!" Cao Pi kaget.
'Sizenya B.. hmhm' Guo Jia ngangguk-ngangguk sambil ngeliatin dada Mitsunari.
"Kenapa elu bisa jadi cewe Mit?"
"Ceritanya panjang Pi."
Cklek
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumusalam."
"Sensei ini aku bawa korbannya."
"Biar cepat kalian berdua sebagai hukuman bantu sensei bikin ramuan di lab kimia."
"Tapi sensei," Guo Jia keringet dingin.
"Kita di kimia nilainya jeblok." sambung Cao Pi. 'Ples kita kan pernah bikin lab meledak..'
"Gapapa, kali ini kita hanya menyampurkan bahan-bahan yang udah sensei siapkan."
"Ya-yaudah deh."
"Ayo ikut sensei."

Yoshitsugu pun keluar dari ruang guru diikuti kedua korban persis kek anak bebek ngikut ibu bebek.

Sementara itu di ruang terlihat Mitsunari yang pasang muka sebel udah dikacangin sama guru kesayangannya.

"Gua dikacangin.. ah gua balik lagi deh ke kelas."
Pas mau keluar ruang guru, Mitsunari dicegat sama Pa Sima Yi.
"Mitsu lu mau kemana, sini."
"Ada apa sensei?"
"Mau ga jadi istri Bapa yang kedua."
"HAH?!"
"Engga canda Mit, ini nilai ulangan harian fisika kamu jemblok, mau tugas tambahan?"
"Iya boleh deh Pa, biar bisa naik kelas."
"Tugasnya tolong kirim ni surat ke si kumis lele."
"Kumis lele?"
"Itu rival Bapa, yang suka bawa-bawa kipas."
Mitsunari ngangguk-ngangguk. 'Ngaca Pa, Bapa juga suka bawa kipas kek cewe.'
"Nih suratnya." Sima Yi ngasih amplop putih ke Mitsunari.
"Pa bukannya tinggal taro dimeja Pa Zhuge aja?" Mitsunari heran. 'Helloww mejanya sebelahan sama Bapa.'
"Harus langsung ke orangnya."
Mitsunari keki. "Yaudah deh Pa, Mitsu kasih surat ini ke Pa Zhuge."
"Yaudah sana, syuhh." Sima Yi ngusir Mitsunari.

Sementara Mitsunari berpetualang mencari Zhuge Liang beda lagi sama yang di lab kimia.
"Pi, ini berapa tetes sih?"
"Jiaaaa! itu spirtus, pinter banget mau balikin Mitsu atau mau membunuh?" Cao Pi langsung sewot.
"Akukan ga tau! udah tau kimia aku jeblok!" Guo Jia makin nyolot.
Yoshitsugu yang masih fokus dengan ramuannya itu cuman bisa sweatdrop.
"Kamu ko jadi sewot gitu sih, suka sama Mitsu ya?"
"Enak aja gue udah punya istri tapi berkat ni fanfic NGS gue jadi suka sama Zhao Yun!"
"Selo aja kali." Guo Jia ngambil pipet yang masih berisikan spirtus
"Udah ah lanjut." Cao Pi ngeliat Guo Jia mau netesin spirtus ke ramuan gagal mereka. "ITU SPIRTUS BEGOO! BERSIHIN DULU PIPETNYA! JANGAN BIKIN UANG KAS KITA LUDES LAGI!"
Yoshitsugu cuman bisa geleng-geleng. 'Udah nih ramuannya.'
"Jiaa! jangan ditetesin!"
Yoshitsugu langsung berlindung di balik meja.
Tetesan itu pun masuk kedalam ramuan mereka.
DUAARRRR!
Cao Pi cuman bisa kedap-kedip mata.
Guo Jia nyengir.
Lab kimia ancur + item.
Keadaan Cao Pi dan Guo Jia jadi item berkat ramuan mereka yang emang udah gagal.
Yang selamet ya cuman Yoshitsugu aja.
"GUO JIAAAAA!" Cao Pi langsung ngedeathglare Guo Jia.
Guo Jia nyengir inosen.
"UANG KAS KITA LUDES LAGI! DASAR PLAYBOY CAP MERAK!" Cao Pi langsung keluar lab kimia dan diikuti Guo Jia.
"Tinggal kasihin ke Mitsu." Yoshitsugu senyum.

R.I.P uang kas kelas 2-2.
R.I.P lab kimia.

Sementara itu Mitsunari yang masih berpetualang mencari Zhuge Liang.
'Pa Zhuge kemana seh.' Mitsunari melihat Pa Zhuge dengan anak angkatnya atau bisa dibilang murid kesayangannya Pa Zhuge, Jiang Wei.
"Pa Zhuge, ada surat dari uke Bapa eh maksud saya Pa Sima Yi." Mitsunari nyerahin amplop putih ke Zhuge Liang.
Zhuge Liang menerima amplop putih dari tangan Mitsunari. "Kamu Mitsu ya? ternyata kamu cewe."

"Pa saya cowo tulen, ini gara-gara ramuan No-sensei."
"Tapikan senpai, No-sensei guru biologi."
"Pokoknya saya cowo tulen titik, udah ya mau lapor ke Pa Sima Yi."
Pas mau jalan balik ke ruang guru, langsung dicegat sama Yoshitsugu, Mitsunari langsung di tarik ke lab biologi.

Sesampainya di lab biologi.
"Ada apa ya sampe menarik saya kemari?" niatnya sih Mitsu mau ngomong baku dan sopan tapi gagal.
"Ini sensei udah bikin penawarnya." Yoshitsugu memperlihatkan sebuah botol kecil.

Tiba-tiba.
"Eitss, sebelum Mitsu balik ke semula sensei ingin kalian berdua SENSOR." ucap No yang tiba-tiba ada di lab biologi dan mengambil botol kecil yang dipegang Yoshitsugu.
"Tapi No-sensei ini deket bulan Ramadhan."
"Ga ada tawar menawar, sensei lagi bosen, gara-gara Nobunaga-sama dan Cao Cao-sama udah jarang bareng, jadi saya bosen." curhat No.
"Tapi kalo Mitsu jadi hamil gimana." ucap Yoshitsugu datar.
"HEI!"
"Tenang kok ramuan yang buat ga sampe ngebikin dia jadi cewe tulen dan bisa hamil, hoho."
"Yasudah kalau begitu."
"Hoho, Xiaoqiao jangan lupa rekam ya."
"Siap, sensei."
"MWAHAHAHAHAHA!" No ketawa ala Sima Yi.

Yak karena saya alias Author bikin ni fanfic pas Ramadhan dan saya puasa, jadi saya ga bisa bikin adegan itunya YoshiMitsu jadi mari kita skip.

Sesudah begituan di lab biologi.
Mitsunari tepar dan ajaib men, abis begituan Mitsunari balik lagi ke semula alias jadi laki-laki tulen.
"Hidung sensei bocor aduhh..." No nyumpel idungnya lagi dengan tissue.
Tes
Tes
"Hidung Xiao juga bocor neh." Xiaoqiao masih merekam dengan tissue di Hidungnya.
Yoshitsugu makein Mitsunari seragam trus mengangkatnya ala bridal style. "Aku mau membawanya ke UKS."
"Iya, sok." ucap No dan Xiaoqiao barengan.

Flashback End

"Xiao-nee, sadar." Daqiao mengguncang-guncang badan kakanya.
"Eh-eh," Xiaoqiao sadar terus megang hidungnya. "aku nosebleed?"
"Xiao-nee kenapa?" Daqiao khawatir.
"Xiao-nee gapapa kok tadi ada ke error-an sedikit."
"Yaudah kalau gitu."
"Ayo balik ke ruang guru." Xiaoqiao ngelap hidungnya dengan tissue.

OWARI

Yak tamat juga ni maaf yak arena lagi puasa + Author juga puasa jadi ga bisa bikin adegan ituuuu~ maaf kalau ada kesalahan dan rada nyerempet dikitlah dan ke-OOC-an yang mantap

Makasih udah baca bu bye

See you next chapter~