Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin
Genre: Humor
Rate: T
Disclamer: Warriors Orochi punya koei
Balesan Review :
RosyMiranto18 : makasih ya Rosy-san udah review #bungkuk-bungkuk
dan sebenernya fanfic ini juga untuk meramaikan fandom WO Indo.
Sekali lagi makasih udah review.
Btw, sengakak itukah chapternya? Padahal buat saya itu gaje sangat.
Selama libur sekolah, Author usahakan selalu update setelah selesai bikin chapter lanjutannya, soalnya kalau udah masuk sekolah, udaha rada riweuh cuman bisa buka laptop hari sabtu dan minggu.
Intinya makasih udah review #maaf gaje balesannya.
Pendaftaran Lomba
Selamat Membaca
Pagi yang cerah di asrama para siswa. terlihat siswa-siswi yang lagi kocar kacil sana sini hanya untuk mandi karena di kamar mandi hanya satu yang ada airnya yang laen pompanya masih kosong, biasalah masih ada utang sama PLN(hah?).
TING TONG
semua siswa-siswi beralih pandangan yang tadinya ke pintu kamar mandi jadi ke speaker pojok atas asrama.
"Ehem.. tanggal 2-4 Juli kita akan mengadakan PENSI, kalau mau tau lebih lanjut bisa kalian liat di mading asrama, see you bye, bye, muach."
Semua siswa disitu merinding.
"Yang tadi ngomong guru pengangguran ya? namanya Kojiro Sasaki?" Ma Dai masih merinding.
Ma Chao ngangguk.
"Ih, bukan guru pengangguran, sekarang dia udah jadi guru b. inggris." Zhang He nyaut.
Singgg!
"Hah?! inggris?!"
"Iye, udah sana kalian balik ke kegiatan masing-masing." Zhang He pergi dari situ.
"Tumben tuh anak waras." Cao Pi bengong.
Shi ngelempar handuk basah ke muka Cao Pi. "Hushh, Pi jangan gitu, kualat entar lo."
"Kaga usah pake lempar handuk juga kali, mentang-mentang lo udah mandi." sembur Cao Pi.
"Kalo belum mandi juga," Shi menyibak rambutnya. "gua udah cakep ko."
"Idih kepedean, kemana-mana juga cakep-an gue." Cao Pi kesel udah siap mau lempar sabun batangan tapi langsung ditahan sama Guo Jia.
"Pi, sabun satu-satunya jangan dibuang." Guo Jia masang muka memelas.
Beberapa jam kemudian.
Cklek.
Pintu asrama kebuka.
Siswa yang masih ngantri buat mandi pada ngeliatin pintu.
Terlihat om Sima Yi dan kakek Zhuge Liang sambil membawa kipas dan kertas di tangan masing-masing.
"Mana Zhao Yun?" tanya Kek Zhuge.
"Mana anak gue si Shi(uk)?" tanya om Sima.
Jiang Wei keluar dari kamar mandi. "Lagi di kamar masing-masing, Om, Kek." Jiang Wei nyaut.
Jiang Wei langsung di deathglare sama om dan kakek.
"Ampunn," Jiang Wei langsung ngibrit ke atas eh ketemu Yun dan Shi. "itu kalian berdua panggil sama Kek Zhuge dan om Sima." terus lanjut ngacir ke kamarnya.
"Pa Zhuge, nyari aku?" Zhao Yun nunjuk diri sendiri.
"Iya kamu, yang mau berstatus sama Cao Pi."
"Ada apa beh? nyari aku yang ganteng ini." Shi kibas rambut.
"Ini tentang Pensi tanggal 2 Juli, Shi gantengan juga babeh kemana-mana."
Para siswa muntaber(muntah di ember).
"Ini," Pa Zhuge dan Om Sima ngasih selembar kertas kepada 2 orang yang dipanggil tadi. "data-in anak yang mau ikut lomba nanti pas pensi, di kertas ini udah diketik lomba apa aja yang diadakan pas pensi, kasihin kertas ini tanggal 2 pas buka puasa ke Yi." jelas Pa Zhuge.
"Oke Pa."
Kedua guru itu pun hilang dari permukaan bumi eh bukan maksudnya hilang dari pandangan siswa.
Yun membaca kertas punya Shi. "Lomba gombal? Lomba bikin takjil? Lomba balap karung? panjat pinang?" Yun ngangkat alis.
"Buseett, kita mau ngadain pensi, 17 Agustussan, bukber atau nerbangin cewe?" Shi ngikut bingung.
"Ya kan sekolah ini ajaib." tiba-tiba Sun Ce nongol.
"Nama Pensinya aja norak dan kagak kereaktip." Sun Quan ngikut eksis.
"Mang paan namanya?" Yun dan Shi penasaran.
"Bukan Pensi Biasa." Sun Shangxiang nongol diantara kedua kakaknya.
"Emang kaga kereaktip." sembur Yun dan Shi.
"Itu kita bertiga mau ikut lomba."
"Lomba paan?" tanya Shi dengan muka nyolot. "Oh ya klo mau ikut lomba yang waras ke Zhao Yun, klo yang ga waras ke aku."
"Bedanya yang waras sama engga waras apa?" tanya Sun Shangxiang.
"Yang waras ntu lomba yang biasa ada di pensi, kalau yang kaga waras-"
"Lomba yang ga pernah ada di pensi." potong Sun Quan.
"Yak, kalian udah tau apa bedanya terus kalian ikut yang mana?" Yun kepo.
"Yang ga waras." Sun Shangxiang nyengir.
"Paan dah cepet" Shi usah siap nulis.
"Lomba balap karung." kata Ce, Quan, dan Shangxiang bareng terus nyengir inosen.
"Kalian emang 3 bersaudara yang paling sarap di sekolah ini," Shi geleng-geleng sambil nulis nama mereka dan lomba yang akan diikuti. " dah ditulis."
"Em.. Shi gua balek ke kamar ya? nanti aku balik lagi ko."
"Silahkan Yun."
Setelah mencatat ketiga saudara Wu itu Shi menulis sesuatu di karton gede trus dia tempel di mading asrama bertuliskan "Mau daftar lomba? silahkan ke meja dekat mading atau sms ke 0812333445." Setelah menempelkan kertas itu Shi langsung duduk di bangku yang udah dia siapkan untuk dirinya dan Yun, ada kertas bertuliskan "Pendaftaran Lomba WARAS" di meja Zhao Yun dan "Pendaftaran Lomba GA WARAS" di meja Shi.
plok plok plok
'Selesai deh tinggal tunggu.' Shi senyam-senyum sendiri terus duduk.
"Maaf lama Shi, hehe" Zhao Yu duduk di bangku yang sudah disiapkan Shi tadi.
.
Krik krik
.
Brak!
"Yang ikut lomba mana?!" Shi murka.
"Sabar Shi." Yun mencoba menenangkan Shi.
kucluk kucluk kucluk
Tiba-tiba dateng Zhao dkk.
"Ka Yun, aku mau ikut lomba cover sing."
"Yang solo, duet atau band Zhao?"
"Yang band kak."
"Zhao emang siapa yang mau kamu ajak?" Shi kepo ples kagak percaya adeknya bisa ngeband kalo ngaben(1) udah sering liat dia, tapi bukan manusia loh tapi ngabenin sampah.
Zhao nunjuk Ba, Hui, Chosokabe, Ping, Suo dan nunjuk dia sendiri.
Zhao Yun langsung nulis peserta cover sing.
"Ceilah shota sama banci lu bawa." Shi masih kaga percaya.
"Gapapa dong kak, kan sekolah kita ajaib."
"Ape hubungannya?"
"Ada lah, sekolahnya ajaib ya muridnya juga ajaiblah."
"Yaudah sana latihan gih."
"O-key ka~ bye." Zhao dadah ke kakanya.
'Syuuuhh pergi menjauh dari gue yang ganteng ini.' batin Shi narsis ples ngusir.
"Wessaa ada Taigong Wang, mau ikut lomba apa?" Tanya Shi dengan raut muka bosen.
"Cover sing, band."
"Anggotanya siapa aja mas?" Yun nanya kek mbak-mbak.
"Para strategis era 3 kerajaan + era sengoku."
"Set dah! elu juga mau bawa shota ke panggung?" sembur Shi.
"Mang napa?" Taigong Wang pasang muka nyolot.
"Tolong disebutkan anggotanya." Yun mencoba mengalihkan pembicaraan
"Aku, Hanbei, Zhou Yu, Lu Xun, Jiang Wei."
Zhao Yun ngangguk-ngangguk terus nulis.
"Babeh gue sama kumis lele ga diikutin?"
"Kaga, taulah nanti kamu alesannya kenapa aku ga masukin mereka berdua."
Shi ngangkat alis.
"Eh ada Pa Zhuge sama babeh, ada apa kesini? mau daftar lomba?"
"Iya." Zhuge ngangguk.
"Lomba paan?"
Shi sama Yun yang emang kaga puasa nyeruput air putih dingin.
"Lomba cover sing, Shi."
Bruuusshhh!
'Jadi ini alesannya?!'
Shi dan Yun langsung melotot.
"Ciusan babeh mau cover sing?" penyakit alay Shi kambuh.
"Cius." babeh Yi ngikut alay.
"Mi apah?!"
"Minta dilempar obat minta-minta baru percaya lo! udah cepetan tulis." titah Zhuge Liang kesel.
"Duet?" Yun masih kaga percaya.
Kompakan om dan kakek ini ngangguk.
'Kaga kuat gua nanggung malu buat nanti.' Shi tepar.
Yun nulis, sesudah nulis tepar dengan damai.
Kakek dan om itu pun balik ke alamnya.
Setelah Shi dan Yun sadar dari teparnya.
Zhao Yun bangun tapi kepala masih miring kesana kemari alias linglung. "Shi itu tadi mimpi ya.."
Shi juga baru sadar. "Sayangnya Yun, itu tadi bukan mimpi."
"Urrghhh.." Yun tepar lagi.
"Yun jangan tepar lagi!" Shi panik.
"Shi, gue mau ikut lomba gombal." Cao Pi nongol depan.
"Hah? lu mau ngegombalin siapa?"
"Tuh, yang lagi kecapean di samping kamu." Cao Pi nunjuk Zhao Yun yang masih tepar dengan posisi murid tidur di kelas.
"Hah?! lu mau ngegombalin cowo?!" Shi kaget "bukannya elu udah punya istri?!"
"Sssttt.. jangan ribut nanti ketauan," Pi nampol Shi. "lagian sama tuh Author sedeng si Zhenji dijadiin jadi guru dan gue jadi homo."
"Ngaku juga lo, kalo lo homo."
"Gua homo klo lagi main di fic ini!" Pi mencak-mencak ga jelas.
"Iye-iye," Shi nulis nama Cao Pi di kertas itu. "dah di tulis neh, gue tunggu ya penampilan lo nanti."
Colek colek
"Hm?" Mata Shi yang tadinya sipit makin sipit tanda baru bangun. "Ada Sun Wukong, mau ikut lomba apa?"
"Lomba pajat pinang."
"O-key."
Oh iye gue sendiri belon ikut, batin Shi yang lagi nulis namanya di kertasnya di kolom lomba bikin takjil sama lomba cover sing solo di kertas yang udah kena eces Zhao Yun.
Puk puk
Zhao Yun bangun. "Hngg? ada apa Shi?"
"Itu kamu ga ikut lomba?"
"Mau ko."
"Ikut apa?"
"Bikin takjil, Shi gua laper."
"Tenang buka puasa bentar lagi."
"Yaudah gua catet ya." Shi nulis nama Zhao Yun di kertasnya.
Zhao Yun ngangguk-ngangguk trus tidur lagi.
"Mas, gue sama Ling Tong mau ikut lomba panjat pinang."
"Gue? siapa?" Shi sipit-sipit ngeliat Ganning.
"Ganning, bajak laut cakep seantero CN gakuen."
"Iye dah seterah lu," Shi nulis setengah ngantuk. "dah ditulis, syuuhh pegi gua mau tidur lagi."
"Zzz.. nggrrok" Shi ngorok tidurnya.
Nagamasa lewat. Dih cakep-cakep ngorok, oh ya aku mau daftar lomba.
Puk puk
Shi ngangkat palanya. "Hngg? cepetan situ nama siapa mau lomba apa? udah malem neh gua mau lanjut tidur."
"Nama Nagamasa Azai si blonde keren, lomba ngegombal, sekarang belum malem mas, masih jam set 6."
Shi ngangguk-ngangguk dan gobloknya lagi Shi beneran nulis nama Nagamasa sesuai dengan apa yang Nagamasa ucapin. "Hah?! setengah 5?!" teriak Shi sampe muncrat.
"Iya." kata Nagamasa woles. "Oh ya nanti kumpul di lapang mau pada bukber."
Brak!
Nagamasa langsung lari dari situ.
"Yun! bangun Yun! ga baek tidur sampe sore!" Shi langsung goyang-goyangin badan Zhao Yun.
"Bentar lagi Shi, lagi rame mimpinya."
"Emang lo mimpi apa?"
"SENSOR sama Cao Pi."
"Tor diakan bilangnya cuman main kartu remi di kasur napa di sensor?" Shi protes.
"Ye lu kaga tau ya maksud si Yun entuh yang kalah main kartu di SENSOR."
Shi sweatdrop. "Elah Yun bangun mimpi bejat lo bilang rame, bangun klo dilanjut puasa lo batal tau rasa lo!" semprot Shi.
Zhao langsung berdiri. "Iye-iye nih gue bangun puas lu!" sembur Zhao Yun. "Lu inget kaga, kita tuh kaga puasa! Karena telat bangun."
"Baelah, kita ngumpul di lapangan bentar lagi buka." Shi narik tangan Yun.
Mereka pun ke lapangan terus tiba-tba Cao Pi nongol terus narik Zhao Yun dan meluk erat Yun kek anak kecil yang ga mau kehilangan maenannya.
"Pi gua kagak akan nyuri Yun dari elo," Shi tanpa sadar meluk babehnya. "gua udah punya ini."
"Lu suka sama babeh sendiri Shi? HAHAAHHAHA!" Cao Pi ngakak sementara Yun yang dipelukannya molor lagi.
"Babeh?" Shi liat apa yang dia peluk. Sima Yi nyengir. Shi langsung ngelepas pelukannya. "arrghh! kenapa babeh bukanya tadi ada.. Ba." Shi panik sambil nunjuk tempat tadi dia ngeliat Xiahou Ba.
"Xiahou Ba.. udah sama Jiang Wei tuh." babehnya nunjuk Ba yang lagi lovey dovey-an sama Jiang Wei terus ada orang ketiga yaitu Zhong Hui dalam yandere mode dan di sekeliling mereka ada guru kembar yang motret sana sini.
Shi ngelus dada.
"Kek tolong baca kertas ini kek." Author ngasih kertas ke Zhuge Liang.
"Ehem.." Zhuge Liang berdehem, sok kecakepan tuh kakek.
Pada akhirnya gue, Zhuge Liang jadi narator. Sore ini semua termasuk yang jadi-jadian kaya Orochi ikut berbuka puasa di lapangan, bisa dilihat ada yang pacaran, berantem dan SENSOR.
"Sebenernya itu kaga bisa dibaca kalimatnya makanya di sensor." timpal uke gue.
"Paan uke?! gue seme kumis lele!" semprot rival gue.
"Heh ganti sama rival dengan tuan."
"Emoh!" tolak gue.
"Ko jadi POV elu sih kumis lele?!" uke gue noyor pala gue.
"Suka-suka gue dong!"
"Jadi narator yang waras dikit napa?!"
"Elu mau gue SENSOR!"
"Sini kalo elu berani!"
Mari kita sensor, tuh om sama kakek ga begituan kok cuman berantem aja.
Kertas yang dipegang Zhuge terbang ke tangan anak angkatnya Jiang Wei.
"Kertas apa ini?" Jiang Wei memiringkan kepalanya (Kawaii!).
"Jiang nii-san jadi narator!"
Pada akhirnya semuanya pun senang makan-makan dengan damai kecuali yang dibelakang saia, Zhong Hui. Yaudah saya mau lanjut buka ya cendolnya enak nih.
Sekian terima kasih sudah membaca fanfic NGS ini~
Jiang Wei dan Xiahou Ba dadah dadah ke kamera.
End
Upacara pembakaran mayat di bali.
Yak makasih udah baca minna-sama, entah kenapa Author bikin Zhong Hui jadi yandere.. pokoknya mah terima kasih udah baca fanfic ini~
Dan tadinya bukan mau pensi loh malah porak tetapi karena porak Author bingung harus olahraga apa jadi mending pensi aja.
See you next chapter~
