Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin
Genre: Humor
Rate: T
Disclamer: Warriors Orochi punya koei
Balesan Review :
RosyMiranto18 : Hoho sebelum pensi pendaftaran lombanya dulu dikelarin.
Soal Shi jadi Father complex sih.. Author hanya iseng soalnya di Jin cewenya dikit + Shi lebih keturunan bapaknya daripada ibunya jadi.. ajaib aja gitu
Orochi jadi satpam bermuka pokerpes ngelakuin kegiatan kalau emang disuruh doang.
Hmhm.. disini ga ada yang namanya kepsek dan wakepsek yang berkuasa disekolah adalah para guru jadi ya siswa yang telat dihukum sesuai keinginan guru yang menemukan mereka yang telat
SSTI? Itu apa ya? tolong beritahu saya T-T #nyengir #lemot dan kudet, harap maklum.
Pendaftaran Lomba Part 2
Selamat membaca
Hari kedua pendaftaran lomba, emang tenang dan sepi kecuali Shi dan Yun yang lagi puasa(kagak kaya kemaren) dikit-dikit tidur dikit-dikit ngeces, Zhao Yun aja udah tepar di mejanya ngeces-in kertas.
"Shi," panggil Oichi.
Shi ngangkat palanya. "Oichi? mau ikut lomba apa?"
"Lomba bikin takjil."
"Oke-oke."
.
"Yun," panggil Bu Lianshi sambil nepuk-nepuk pundak.
"Maaf bu, Shinya lagi molor," Yun masih setegah ngantuk belom konek. "eh ada bu Lianshi," Yun konek terus kucek-kucek mata. "Mau ikut lomba apa?"
"cover sing, band."
"Anggotanya?"
"Saya, Yueying, Nene, Da Ji, Sun Shangxiang, dan Oichi."
"Oke bu,sudah saya tulis."
.
Brak!
Shi sama Yun barengan bangun terus langsung melotot mendapati dua sosok manusia (iblis) menggebrak meja.
"Pa Nobu sama Pa Cao," Shi keringet dingin. "mau ikut lomba apa?" Shi nyikut Yun
"Lomba cover sing, duet." Cao Cao pasang muka mengintimidasi
"Dan lomba balap karung." Nobunaga meneruskan kata-kata Cao Cao.
Kaga nyangka serem-serem gini, ngikut lomba balap karung, batin Shi sambil nulis.
Setelah aki Nobu dan aki Cao menghilang, Yun dan Shi molor lagi, gitu terus sampe ada orang yang mau daftar lomba lagi.
Puk
"Ka Shi!" teriak Himiko.
Shi kaget trus celingak-celinguk takut ada guru killer lagi. "Eh ada Himi-chan, mau ikut lomba apa?"
"Lomba bikin takjil!" teriak Himiko riang.
"Oke-oke."
Puk
Shi ngangkat pala. "Sanzang? Okuni?"
"Hmhm.. kami mau ikut lomba ngegombal."
Shi melotot. "Sanzang mau ngegombalin siapa?"
"Sun Wukong."
Shi diem pikirannya ngeblank.
"Ka Okuni mau ikut lomba apa?"
"Bikin takjil."
"Nih udah aku tulis."
.
.
"Udah ga ada yang daftar lagi keknya." Shi ngegoyangin badan Yun. "Yun bangun ngumpulin ini kertas yuk."
"Kan nanti pas buka puasa."
"Baelah, kaga kuat gua disini ngeces tidur ngeces tidur ngeces tidur mulu."
"Yaudah yuk, gua juga bosen cuman tidur mulu mending gua main monopoli sama Liu Shan."
Panjang umur, Liu Shan dan Liu Bei dateng trus menghampiri mereka.
"Yun, Aku sama babeh mau ikut lomba cover sing, duet."
Zhao Yun takjub. "Widih bapak ama anak mau duet." terus nulis nama bapak-anak di kertas.
"Mau nyanyi lagu apa Shan?"
Liu Shan senyum dan bikin matanya makin kagak keliatan. "Butiran debu / Bunda." trus pergi dari situ.
"Ditunggu ya~ perpomnya." Yun dadah-dadah ke Shan.
"Yang vener itu perform, Yun."
"Kamu juga Shi, ngomong aja masih typo."
"Yaudah yuk ah kita nyari babeh."
Jadilah mereka berpetualang mencari babeh Yi, untung aja Shi matanya babehnya lagi berantem sama kek Zhuge biasalah om dan kakek satu ini kagak bisa dipisahin buktinya aja meja klo di ruang guru trus emang, klo udah jodoh ga bakal kemana (lupakan makin ngaco).
"Beh! nih Shi mau ngumpulin ini." Shi nyodorin kertas daftar lomba ke babehnya.
Om Yi dan kek Zhuge berenti berantem.
Babeh Yi nerima kertas itu ga niat. "Makasih ya~ udah bantu ngedata dan kalian jugakan OSIS tolong ikut bapa ke ruang OSIS." Babeh Yi smirk.
Mereka bengong dan ngebatin, Ah gue kena jadi panitia pensi taun ini.
"Heh! kumis lele tolong kasih tau OSIS yang laen." titah Yi dengan sangat sopan. "Yuk mari kita ke ruang OSIS duluan." nada bicara Yi berubah jadi kaya banci.
Sementara di asrama siswa.
Ting Tong
Semua siswa-siswi yang ada di kamar langsung meratiin speaker yang ada di kamar masing-masing.
"Untuk para OSIS berharap berkumpul di ruang OSIS segera pake SEKARANG kalau ga kumpul bapa gorok satu-satu buat nanti makan malem."
Yak siswa-siswi yang merasa jadi OSIS langsung kocar kacir, takut digorok pake kipas(?) atau disewain untuk menjadi pelayan pribadi guru selama seminggu.
Gruduk!
Gruduk!
Gruduk!
Para OSIS langsung keluar dari asrama dan langsung ngevut ke ruang OSIS.
Di ruang OSIS.
"Hoho untung saja, kalian ga telat." Yi ngeliat anak OSIS yang keringetan abis lari marathon ke ruang OSIS.
Yun sama Shi molor di meja.
Enak banget si Shi(uk) sama Yun(i Parah) molor disini, batin anak OSIS yang cowo.
"Yun, Shi bangun kalian udah pada ngumpul neh." Yi ngegetokin pala Yun sama Shi pake kipas.
"Hngggg.." Shi sama Yun masih setengah ngantuk.
"Silahkan duduk semuanya~" kata Yi masih dengan nada banci.
Sima Yi jalan ke deket whiteboard berasa meeting kantor.
"Ketua panitia dan wakil panitianya itu, Bapa dan Pa Zhuge Liang jadi klo ada apa-apa bilang ke Bapa atau Pa Zhuge." cerocos Yi.
Yang ngedenger cerocosan Sima Yi cuman ngangguk terus dubrak di meja, yang ngomongnya mah bomat.
"Nah nanti yang bakal jadi MC dan asisten saat pensi itu Shin sama Yun."
Yang merasa namanya disebut melotot.
"Yang bakal jadi motret-motret selama pensi bapa lupa namanya apa, Kunoichi, Ma Chao, dan Da Ji." ketauan Sima Yi kudet kek Author.
Kunoichi cuman muter-muterin kunainya, bosen.
Ma Chao ngangguk-ngangguk ngeces.
Da Ji setengah tidur.
"Divisi dekorasi + panggung, Ma Dai, Lu Xun, Kaguya, dan Gracia."
Ma Dai nyorat-nyoret meja.
Lu Xun molor.
Kaguya diem ga tau mikirin apa.
Gracia senyam-senyum sendiri.
"Divisi acara, Taigong Wang, Hanbei, dan Zhou Yu."
Taigong Wang mikir, ga tau dah mikirin apaan.
Hanbei molor pake bantal buatan mbak Yueying.
Zhou Yu mukul-mukul palanya biar kagak ngantuk, katanya.
"Divisi pengangkutan galon dan makanan buat buka puasa dll alias logistic alias babu selama pensi, Zhou Tai, Zhong Hui, Benkei, dan Taishi Ci."
"Lah Pa kenapa saya ikut jadi logistik?"
"Karena kamu bisa nerbangin pedang, mungkin aja tuh barang-barang nanti buat di panggung bisa kamu terbangin trus ditata sama divisi dekorasi."
"Kumaha Bapa aja." Hui pasrah.
"Yang lain jadi anggota, pilih dah tuh kalian mau masuk divisi mana." Sima Yi langsung pergi dari situ.
Akhirnya mereka pun pada molor kecuali 2 strategis kita yang cakep-cakep.
"Udahlah Yu, gausah diatur acaranya toh yang dateng juga keluarga kita sendiri."
"Lah? jadi live aja kaga pake kertas-kertas gitu, rencana ini itu?"
"Hellow, yang tinggal di kota ini kan cuman para chara WO." Taigong alaynya kambuh.
"Iyadah kumaha ente." Yu langsung cabut dari situ mau bikin takjil, katanya.
"Yu mau kemana?"
"Bikin takjil Gong."
"Gong-gong emang gua anjing apa. mending panggil gue Tai, kek anak-anak mystic laen atau ga Ta-kun kaya si Author ntu." Taigong sewot.
"Iyadah, gua mau bikin takjil buat bukber Tai."
"Gue ikut~"
Kedua strategis ini pun otw dapur asrama.
.
Shi bangun masih kucek-kucek mata. "Yun sekarang jam berapa?"
"Jam kulit kurang panjang." Yun ngelindur.
Shi ngeliat jam dinding terus melotot. "Whot?! jam 6?!"
Gara-gara teriakan Shi yang pada molor jadi bangun terus lari sana-sini buat ke lapangan, sementara Shi sendiri masih diem disitu ditemani Cao Pi yang lagi gendong Yun yang masih enak molor ke lapangan.
"Pi jangan tinggalin aku~"
"Bawa si Hanbei, cian tuh kurcaci molor mulu kerjaan."
"Iye dah." Shi pun membawa Hanbei ke lapangan.
Sesampainya di lapangan Sima Yi udah bawa kertas keknya mau pengumuman dan Shi seenak jidat naruh Hanbei.
"Pa Kanbei itu tolong urus peliharaan anda." Shi nunjuk Hanbei trus ngabur.
.
"Sekarang Bapa ingin ngasih pengumuman untuk pensi."
"Cepetan Beh, Zhao ngantuk."
"Besok jadwalnya Pembukaan pensi dan dilanjut dengan lomba waras."
Xingcai angkat tangan. "Pa bakal break ga?"
"Ada ko abis lomba waras, biar bisa pada sholat + istirahat, setelah beberapa menit setelah itu ada penampilan dari para guru disini."
.
.
krik krik
.
.
Gubrak!
Para guru dan siswa serempak langsung pada molor.
Sima Yi membaca kertas yang dipegangnya.
Pada akhirnya para guru dan siswa molor di tikar, lebih tepat bisa saya bilang tenda super gede, akhirnya saya Sima Yi mau ngikut molor sama mereka see you babye, Makasih sudah membaca fanfic ini, itu kata kertas ini.
Sima Yi selaku narator jejadian tidur disamping kanan kedua anak sarapnya trus meluk kedua anaknya itu bagai ortu waras yang sayang anaknya.
TBC dengan gajenya.
Yak selesai~ satu kata buat chap ini gaje titik ga pake koma, btw soal divisi kalau misalnya itu ga lengkap maafkan saja karena Author belum nulis lagi siapa yang jadi anak-anak OSIS jadi cuman dikit divisinya + Author ga ngikut jadi panitia pensi di sekolah yang bakal diadain nanti tahun depan(masih lama~) dan makanya Author rada bingung pas mau bikin chapter ini sampai pensi selesai.
Pengetikan Author akhir-akhir ini berubah cuman gara-gara di ketik di hp… sudahlah lupakan. #malahcurhat
Makasih sudah membaca fanfic ini~
See you next chapter
