Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin

Genre: Humor/Parody

Rate: T

Disclamer: Warriors Orochi punya koei

Balesan Review :

RosyMiranto18 : Sima Shi: Gua kagak ngelantur kok, gua masih suka sama cewe -3-

Apa? Udah main yang empire (belum kesampean), gara-gara ps ga kuat jadi udah jarang main DW sama WO, jadi ya sekarang maen Tales of Zestria sampe butek sendiri.

Kek Huai cari kesempatan dalam kesempitan, psst.. mencoba memperbudak Deng Ai.

Iya cctvnya invisible hasil karya Bu Yueying, kan sekalian bisa aja nonton apa gitu, btw itu setiap kamar lho dipasang mau kamar cewe mau kamar cowo dipasang (Cao Cao bejat).

Iya sih mas Kanbe rada mirip gitu sama vampire hoho tinggal dikasih taring, dan entah kenapa Author baru nyadar kek Huai dan mas Kanbe mirip atau ga kek Huai itu Kanbe versi old?

Makasih ya udah review dan jadi pembaca setia fanfic NGS ini.

Drama Gaje Hasil Karya Bu Yueying

Selamat Membaca

Setelah pada buka para siswa dan guru ngumpul ditengah dan menghadap panggung sambil makan takjil.

"Yak setelah ini akan ada drama yang ngaco dari cerita aslinya hasil karya Bu Yueying."

"Silahkan Bu Yueying dipersilahkan naik ke atas panggung."

"Hoho ga usah Yun, langsung aja dramanya gausah banyak bacot."

"O-oke Bu."

"Yak kami akan tampilkan drama Kuntirella yang di sutradarai oleh Bu Yueying!"

.

.

Pada suatu hari di sebuah rumah hantu tinggallah Kuntirella bersama Ibu tiri beserta 3 kaka tirinya yang rada miring persis kaya posisi rumahnya, oh iya disini Kuntirella jadi pembantu di rumah hantu ini semenjak ayahnya beristirahat dengan tenang.

"KUNTIRELLA! HANDUK GUE MANA!"

"KUNTIRELLA! PEL SELURUH RUMAH INI PAKE SEKARANG!"

"KUNTIRELLA! BAJU SEPIDERMENKU KEMANA?!"

"KUNTIRELLA INI YANG PALING PENTING! MATIIN KOMPOR SEKARANG NANTI RUMAH INI MELEDUK LAGI!"

Kuntirella narik nafas. "KAK QUAN ALIAS BETMEN KW 1000 HANDUK KAKA ADA DI LEHER KAKA SENDIRI!"

"YAELAH WALAU NAMA GUE GANTI JADI KUNTIRELLA TAPI GUE KAGA RELA NGEPEL NIH RUMAH! MENDING KAK CE AJA YANG NGEPEL!"

"KA SHANGXIANG KAGA USAH TERIAK KAKA ADA DI RUANGAN YANG SAMA KAYA AKU! Dan soal baju tinggal cek di lemari."

"MAK! DISINI ENGGAK ADA KOMPOR! UDAH MELEDUK TAHUN LALU."

"YAUDAH KALAU GITU KAMU TURUTIN KATA KAKAMU SI SUPERMEN PAKE SEKARANG!"

Sementara itu di kuburan angker.

"Sayangku~ kenapa anak (kakek) kita belum juga menikah." Pocong menerawang ke langit melihat bintang.

"Udahlah mungkin anak (kakek) kita ini serelanya jelek." timpal Cat Woman.

"Ano ratu.. hiks hiks.. saya punya saran untuk itu."

"Udahlah Hui jangan nangis, aku juga sedih ko dapet peran kaya gini." curhat Cat Woman.

"Nanti saya malah ikut nangis, karena peran ini." Pocong nahan nangis.

"Ehem.. bek tu topik, apa saranmu itu?"

"Bagaimana kalau kita adakan pesta saja di kuburan dan mengundang semua rakyat perkuburan ini termasuk rumah hantu di pojokan?"

"Saya terima saranmu, asalkan ini drama cepet berakhir."

"Tolong sebarkan undangannya sebelum malam tiba."

"Ano mas eh Raja sekarang udah malem jam 7."

"Yaudah sebarkan undangan sebelum tengah malam."

"Siap raja." Jia Chong kw 2 itu pun pergi sambil berurai air mata, lebay.

.

.

Tok tok tok

"Kuntirella buka pintu noh ada yang ngetuk."

"Iya, Ka sepidermen." Kuntirella lari kearah pintu reyot.

Pas ditendang pintunya terlihat Jia Chong kw 2 alias Zhong Hui mengasihkan surat keriting(abis dimasukin ke air trus dikeringin) ke Kuntirella

Kuntirella nahan tawa. "Hi..Hi.. anda siapa ya kenapa kasih surat ke rumah ini?"

"Saya? anda tidak perlu tau, yang penting saya hanya disuruh mengasih undangan ini, saya pergi dulu ya bye~" JC kw 2 pergi dari situ mbalek ke kuburan.

"MWAHAHAHAHA! eh salah setting ketawa, hahaahahahihihihihihi..." Kuntirella ngakak ditempat.

"Kuntirella kenapa kamu ketawa? sehat?" Wonderwoman menghampiri Kuntirella.

"Itu abis ada JC kw 2 mak tadi, oh iya mak ini ada surat."

"Dari?"

"Ga tau."

Wonderwoman membaca surat itu. "Apha tengah malam nanti ada pesta di kuburan angker di sebrang?"

"Apha bakal ada pesta mak?!" Supermen menghampiri emaknya.

"Apha bentar lagi drama gaje ini selesai?!" Betmen sujud syukur.

"Enaknya pake kostum yang mana ya?" Sepidermen lari ke kamarnya.

"Etto mak, apakah aku boleh ikut ke pesta itu?"

Bisa jadi ini kesempatan gua buat ngejek tuh strategis, batin Wonderwoman licik. "Kagak pake boleh alias kagak boleh, kamu ga punya gaun, muka tua, rambut jarang disisir, kalo malem di asrama guru kamu suka dandan kaya sekarang."

Itukan kaga ada di naskah, pake ngomong kenyataan dan buka aib lagi, Kuntirella kesel aibnya dibuka. "Tapikan itu siapa saja boleh ke pesta itu." Kuntirella pasang muka memelas.

"Pokoknya kaga boleh."

Kuntirella sedih, akhirnya Kutirella pun rela ngemadesu di taman belakang rumahnya.

"KUNTIRELLA! JAGA RUMAH BAIK-BAIK YA~ KITA PERGI DULU BYE!"

"IYA MAK!"

"Hiks.. kenapa aku ga boleh ikut? aku ga rela."

"Kuntirella jangan bersedih."

"Siapa kamu?"

"Aku? aku Oichi si peri baik hati."

"Apakah kau bisa membantuku?"

"Kaga sih.. tapi klo sesuai di naskah bisa!"

Kuntirella sweatdrop.

"Tinggal tolong bawakan batu nisan kepadaku."

Kuntirella pun langsung ngebut ke kuburannya untuk membawa batu nisannya ke Peri itu.

"Hosh.. hosh.. nih batu nisannya Ibu peri."

"Disini tertulis, telah meninggalnya Sima Yi binti Sulaeman bin Kuraesih dan dia berakhir menjadi Kuntirella yang enggak rela sama batu nisannya yang ditulis kaya begini." Oichi bengong.

"Hoax ntu batu nisan, cepetan haus nih."

"Eh iya, Papiroku raruku rariori poppun jadilah batu nisan ini jadi skateboard."

"Ko skatebord sih?"

"Sesuai yang ada di naskah."

"Seterah lu, trus ini daster gue?"

"Bentar, sabar napa sensi banget jadi aki-aki."

"Hei!"

"Iya! papiroku raruku rariori poppun ubahlah daster buluk itu jadi gaun putih polos bersih cling-cling kaya baru dicuci."

.

.

krik krik

.

"Ya silahkan ke pesta menggunakan skateboard itu, ba bye."

POOF!

Oichi menghilang.

Sesampainya di kuburan, Kuntirella langsung masuk ke ntu kuburan sambil bawa-bawa skateboard.

Tiba-tiba pangeran di kuburan gaje ini mendekati Kuntirella dan

Plak!

Kuntirella di gaplok sama kipas.

"Lu lama banget sih!"

"Ngapain elu ngegaplok gue pake ntu kipas!"

"Karena elu lama, gua merasa panas dengan drama ini!"

"Gua juga kaga kuat ngegerai rambut gua yang panjang sehalus sutra ini!"

Plak!

Vampir cina di tampar sama skateboard.

"Heh! Yi sakit tau ntu skateboard asli!"

"Iye maap kaga sengaja."

"Maap-maap kaga ada maaf bagimu!"

"Jadi elu mau ngajak gua SENSOR!" Kuntirella udah ngambil ancang-ancang mau bertarung sambil membawa kipas tercintanya. "Heh thor gue cuman bilang berantem doang di sensor, maksudnya apa sih?"

"Kaga ada maksud ko, silahkan lanjut SENSORnya!"

"Thor!"

"Hiyaaa!" Author mabur dari panggung.

Akhirnya Kuntirella pun hidup sengsara selamanya bersama pangeran gaje (soale SENSOR mulu kerjaannya).

"Tapi mereka hanya berantem!" protes ketiga saudara sarap barengan.

Author balik lagi ke panggung. "Diem kalian bertiga, seterah gue mau di sensor apa kaga."

Drama gaje ini pun tamat dengan gaje.

plok plok plok

Cuma Bu Yueying dan emak Chunhua yang tepuk tangan.

Penonton pada molor kecuali yang emang menikmati dramanya seperti Emak Chunhua, Shi, dan Bu Yueying tentunya.

"Yak karena udah pada molor gue mau ngikut molor juga.. mengikuti temen gua yang udah ngacai di bahu gue, see you babay."

Shi pun molor di kepala Zhao Yun.

Akhirnya semuanya pun molor ditempat walau ujan disitu kaga bangun termasuk pemain Kuntirella yang udah tidur di properti panggung maupun baring di panggung langsung.

TBC

Yak akhirnya selesai dah hari pertama… rada gaje yes huft apalagi jaringannya gelo, wipi-chan lagi sakit(sakit? Ga salah tuh?), Author lagi bingung mau curhat apa tapi pokoknya INGIN MAIN WO3 ULTIMATE TITIK GA PAKE KOMA! #gaje

Makasih sudah membaca fanfic NGS ini~

See you next chapter~