Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin

Genre: Humor

Rate: T

Disclamer: Warriors Orochi punya koei

Balesan Review :

RosyMiranto18 : enaknya laptopnya bisa, apa daya Author mau main game IB juga susahnya minta ampum, memori penuh, mau nanya.. kan Author lagi diem di stage dimana Wen Yang dan Deng Ai harus pergi dari istana karena rumor yang dibuat sama Zhong Hui (upa nama stagenya), Author bingung gimana caranya buat dapetin bintang di stage itu.. apa Rosy-san punya saran? Apa yang harus dilakuin buat dapetin bintang di stage itu?

Abis waktu itu lagi mikir soal x-over WO dan ES21 (ga tau bakal jadi atau ga) yaudah Author coba nge x-over-in Cinderella dan Superhero yang biasa suka mejeng di pelem-pelem.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H Mohon Maaf Lahir dan Batin juga, hehe #udah telat ketawa lagi.

Iya… makanya Author lagi sabar nyari gamenya yang ver ps3 (walau ga dapet terus).

Hari Kedua Pensi

Selamat Membaca

Pada hari ini lombanya ngaret pake pisan karena kemarin pada tidur di luar dan keujanan minus yang tidur di panggung dan ajaibnya lagi mereka yang keujanam ga sakit paling cuman sekedar linglung karena masih ngantuk.

Shi ngambil mic. "Ehem di hari.. kedua ini.. kita akan mengadakan lomba ga waras." Shi merem melek.

"Shi kita ngeMCnya bentar lagi, masih ngantuk.." Yun molor lagi di bahu Shi.

Idih gua mandi acai, batin Shi jijik. "Yun bangun Yun, abis keujanan nih.. Hachiw!"

"Bentar lagi.. lagi seru."

"Etdah elu mimpi apa lagi da." Shi frustas. "Pasti mimpi tentang elu jadi kicker?"

"Elu emang pinter Shi."

"Ah elah cepet bangun sebelum kamu ditarik Cao Pi."

"Iye-iye."

"Yuk ah caw, kita mandi."

"Berdua?"

"BerduaMU! ogah gua mandi sama elu + gue kan kaga sekamar sama elu." Shi langsung pergi meninggalkan Yun.

"Yaudah deh, lagian gua sekamar sama.." Yun kaget. "Omigot guakan sekamar sama anak itu!" Yun langsung ngacir ke asrama.

Sementara kedua MC kita ini mandi, kedua strategis bangun.

"Waduh tiangnya belum jadi!" Taigong langsung ngacir ke backstage.

"Tunggu Tai, gua ikut~"

Kita pindah lagi yu ke para pemain Kuntirella.

"Hoaaam!"

Plak!

Zhuge Liang ditampar kipas kesayangan Sima Yi.

"Kaga usah pake nampar juga kali." Zhuge Liang nampar balik Yi pake kipas.

"Elu juga kaga usah bales nampar gue." Yi balik nampar.

"Elu mau ngajak SENSOR lagi?"

"Elu berani ngajak SENSOR gue?"

"Thor! guekan bilangnya berantem!" sembur aki-aki ini ke gue.

"Iya serah kalian!"

Dua makhluk paling tua dan MKKB ini mulai SENSOR (Yi+Zhuge: THOR!) ngelanjutin yang kemaren.

"Zzz... Nggrok!"

Yak ketiga saudara ini kompakan tidur ngorok dan kerennya lagi mimpi mereka nyambung.

"Kak Ce itu serang, bunuh si Lu Bu!" Shangxiang nampar muka kakanya.

"Selow, chaos neh levelnya." Ce noyor pala Shangxiang.

"Itu tinggal satu serang lagi!" Quan ikut ribut.

Daripada kita ngeliatin tuh 3 saudara sarap mending kita balik ke penonton.

"Masukin lagi Yu, kurang dalem."

"Elu juga diem dulu, biar gue konsentrasi."

"Argggghh!" Taigong tiba-tiba teriak. "pelan-pelan Yu!"

"Heh jangan mengotori otak readers!" Yu noyor pala Taigong. "Kita cuman masukin ni tiang ke tanah berhiaskan amplop THR."

"Tapikan belon lebaran."

"Ini juga disuruh Author." Yu manyun.

"Mending cek dulu, coba lu panjat."

"Emoh emang gue monyet." sembur Yu.

"Yaudah suruh dua monyet itu aja."

"Husshh... walau Pa Hideyoshi dipanggil monyet sama Pa Nobu tapi ga gitu juga."

"Yaudah mana si Wukong?" Taigong celingak-celinguk.

"Lagi mandi."

"Cepet tarik tuh manusia monyet."

"Iye dah biar lu puas." Yu meninggalkan Taigong.

Gua bisa memperbudak tuh anak lagi, Taigong senyam senyum sendiri.

Kita nengok dikit yu ke kamar Shi, baru nyampe Author (kameramen gagal) di depan kamar Shi dan seenak jidat masuk dan melihat Shi keluar kamar mandi cuman pake handuk doang dipinggang.

"Aduh idung gue bocor neh." Author meraba-raba idungnya.

"Heh! Author sarap! ngapain kesini?!"

"Gue mau nyuruh elo ngelanjutin acara."

"Gua kaga percaya, elu pasti mau ngeliat badan gue yang seksi inikan?"

Author muntaber. "Idih pede amat lo sama badan kerempeng gitu, udeh cepetan jemput si Zhao Yun, kelarin nih acara sarap."

"Iye dah." pas Shi mau keluar dari kamar dihadang sama Author.

"Katanya disuruh jemput Yun."

"Pake baju dulu gih."

"Oh," Shi ngeliat ke bawah. "Yaudah lu diem di luar gua mau pake baju."

Blam!

"Huh! ga bisa cuci mata."

Cklek.

"Dah elu diem gausah banyak bacot."

Auhor ngangguk-ngangguk aja.

tok tok tok

.

.

.

"Yun elu kaga molor lagikan?"

tok tok tok

cklek

Shi kaget. "Eh ada mas Cao Pi, Zhao Yunnya ada?"

"Ngapaen elu nyariin temen gue?"

"Yaaa~ mau lanjutin ni acara gaje."

"Bentar, gua panggilin."

Blam!

"Jadi Zhao Yun sekamar sama Cao Pi?"

"Iya, cuma Cao Pi punya kamar sendiri di lantai 5."

Shi cuman ngangguk-ngangguk.

Cklek

"Shi, elu harus sabar ngomong sama Yun, baru bangun dia."

"Oke makasih atas sarannya."

Shi pun menyeret Yun ke panggung, sampai di panggung tuh duaan karokean gaje dulu buat manggil para penghuni CN gakuen.

Hoho berhasil ternyata, batin Shi. "Yak, sekarang waktunya lomba ga waras!" Shi mencoba untuk senang tapi gagal.

"Yak kita lomba makan karung!"

Peserta melotot.

Shi noyor pala Yun. "Heh! baca yang bener!"

"Ini gue baca yang bener." Yun namplokin kertasnya ke muka Shi.

Shi melotot. "Ape? ini acara debus atau pensi seh?!"

"Tau deh ah." Yun geleng-geleng. Kasian Shangxiang disuruh makan karung, batin Yun.

"Silahkan para peserta ke karung masing-masing."

Dengan berat hati para peserta maju ke depan dan berdiri di belakang karung masing-masing.

"Judulnya kita makan karung neh?" Sun Ce ngangkat karung yang didepannya.

"Kalo anda waras ga mungkin anda makan tuh karung." timpal Shi

"Ayo pada berdiri, bersiap-siap."

1

.

2

.

3

MULAI!

Dag!

Dag!

Dag!

Bisa di bayangkan pemirsa aki-aki kembar loncat-loncat dengan semangat melewati 3 saudara sarap.

Kraus!

"Hah?!" Shi celingak-celinguk. "beneran ada yang makan tuh karung?!"

Kraus!

Shi geliat Zhao nyeret karung cadangan. "Zhao! kamu mau debus atau apa? ga boleh makan karung! kandungan gizinya buruk!"

Zhao pasang muka melas.

"Kamu ga puasa?!"

"Kaga, kan di waktu Author aja udah lebaran."

"Hehnya! simpen tuh karung pake SEKARANG!"

"I-i-iya kak." Zhao ngabur.

"Oke kita lanjut lagi pemirsah ke perlombaan."

"Bisa dilihat permirsah Pa Nobu dan Pa Cao lagi kebut-kebuttan."

"Lu kate Moto GP." Shi noyor pala Yun.

Terlihat Nobunaga dan Cao Cao lagi loncat-loncat super cepat, saling susul menyusul.

Gua kaga boleh kalah dari si cinCao itu, klo gua kalah kumis kebanggaan gue ilang ditelan sama silet, batin Nobunaga.

Kalo kalah dari Nobugoreng, kumis kebanggaan gue yang jadi taruhan, batin Cao Cao.

Dan sementara 3 saudara sarap lagi istirahat, cape katanya.

"Kak Ce, Shangxiang cape, panas lagi." Shangxiang kipas-kipas pake tangannya."

"Kalo cape tinggal tidur."

"Yaudah yak aku tidur lagi." Shangxiang selimutan pake karung dan tidur di situ (sarapkan?).

"Quan, mending lanjut lagi yu, dek Shangxiang lagi kambuh."

"Yaudah yu."

Kedua manusia ini pun lanjut loncat.

"Huwooo! bisa diimajinasikan permisah jalur perlombaan sepanjang 5 m berhasil di tempuh selama 2 menit oleh Pa Nobunaga dan Pa Cao, 2 menit permisah 2 MENIT." Shi heboh sendiri.

"Yak kedua aki ini berhasil mencapai finish sementara Ka Quan dan Ka Ce masih loncat kek pocong menuju garis finish."

"Huwooo!" Shi dan Yun heboh.

Kedua MC sarap ini pun berlari ke arah garis finish.

"Bagaimana perasaan anda telah menjadi juara satu di lomba balap karung ini?" Shi nyodorin mic ke Nobunaga.

"Seneng banget karena," Nobunaga berdiri. "KUMIS GUA KAGA DICUKUR!" Nobunaga bahagia terus keliling sekolah.

"KUMIS KEBANGGAAN GUAAAA!" Cao Cao frustasi + depresi = kumis dicukur(?).

Shi sweatdrop.

Yun diem.

"Mari kita beralih aja yuk, ke lomba panjat pinang." Shi narik Yun dari track lari.

Byuurr

"TAI gong maksud lo apa?! nyiram gua pake ni cat coklat?!" Shi ngamuk.

"Mangap! tadi gua mau nyiram para peserta.." Taigong nyumput di belakang Zhou Yu.

"Tak ada mangap untukmu!" Shi ngeluarin rapier trus ngedeketin Taigong yang lagi nyumput.

"Huwaaa! Pa Sima Yi! penyakit anak anda kambuh!" Taigong ngabur meninggalkan Zhou Yu yang lagi bawa kaleng cat.

"WOI! TUNGGU LO! KETOS SARAP!" Shi ngejar Taigong

Byuurr

Zhou Yu membanjur para peserta dengan muka innocent, walau udah diteriakin sama para peserta, Yu diem aja trus pergi nyari Taigong.

Karena kaga ada lumpur, cat pun jadi, batin Yu.

Zhao Yun diem. "Eh?" Yun konek. "Ehem, kembali dengan saya Zhao Yun, di Bukan Pensi Biasa, Bisa di imajinasikan terlihat 3 monyet jejadian lagi manjat buat ngambil voucher bolos mau pun THR."

"Ambil yang kiri Ning! tebel amplopnya!" teriak Sun Ce

"Ambil yang paling atas Tong ! itu 2 voucher buat bolos pelajaran sejarah!" teriak Sun Quan (keliatan dah ingin bolos -_-).

Syuut!

"FUUUUMMMAAAA! TURUN LO DARI SITU!" om Sima teriak menggelegar sambil nunjuk Fuuma yang di atas tiang lagi berdiri.

"Ada gaji gua disini." Fuuma meraba-raba amplop disitu.

"Eh, Tong lo merasa ni tiang goyang ga?"

"Iya nih kaya ada yang ngegoyangin dari bawah."

Tiang mulai miring.

"Ning! TIANGNYA MIRING!"

Sun Wukong liat kebawah. "GOEMON! JANGAN GOYANGIN NIH TIANGGG!"

"HUWAAA! MAMA GUA JATUHHH!" Ganning teriak gaje.

Syuut!

Brak!

"Ittai.. gilaa itu si Goemon disuruh sama siapa sih." Lingtong Lingtong pucet. "ARGGHHH! CUMAN DAPET 5 REBUUU!"

"Sakit juga jatuh sama tiang." Ganning cuman ngusap kepalanya yang benjol. "YEAHHH! DAPET VOUCHER BOLOS PELAJARAN MATIMATIAN!" Ganning seneng trus lari keliling sekolah.

Sun Wukong mendarat dengan amplop. "YEEEAAHHH! DAPET THR 500 REBU MAYANLAH WOOOHOOO!" Sun Wukong mengukuti jejak Ganning, Lari keliling sekolah.

"Gaji gua udah mbalek, bulan ini gua cuman dapet 600 rebu? Gapapalah." Fuuma melukkin amplop gajinya.

.

"YUNNN TUNGGU PENUTUPANNYA BARENG!" Shi sprint menuju Yun sambil bawa mic.

"Jorok lu Shi, belum mandi masih berlumuran cat gitu."

"Gapapa gua jorok yang penting," Shi nyibakin rambutnya. "gua tetep cakep TITIK!"

"Iyadah serah lu."

"Yak, chapter depan ada lomba bikin takjil, kayaknya rame nih."

"Makanan aja lu semangat."

"Ya gapapa dong, inget ya klo udah bosen makan itu tandanya, tuh orang udah males hidup kek orang yang ngetik di panggung itu." Shi nunjuk Author yang lagi ngetik chap ini.

"Serah, udah cepet penutupan."

"Sekian terima THR." Shi langsung ngabur ke Bapanya, minta THR katanya tapi klo diliat mah kaya anak yang lagi malak ke Bapanya.

"Yee ngabur, Terima kasih sudah membaca cerita ini~" Yun pun langsung ngabur ke Liu Bei, mau minta THR (malak) katanya.

TBC

Akhirnya ni chapter di update gilaaa selama lebaran mau ngalanjutin fanfic susah banget.. makanya baru sekarang dah di update…

Terima kasih sudah membaca fanfic NGS ini~ bubye~

See you next chapter~