Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin
Genre: Humor
Rate: T
Disclamer: Warriors Orochi punya koei
Balesan Review :
RosyMiranto18 : UNESA? Jurusan apa? #keponya kambuh
Sebenernya itu OC Author yang berwujud grim reaper yang tersesat di dinasti Han :v
Ga enak… kaki sakit tapi cuman sebelah.. terus pas mau tidur kepala sakit kejeduk terus, alhamdullilah ga kena apa-apa, paling cuman insomnia mendadak selama diperjalanan.
Sima Zhao: hmm… mungkin nanti kalo ada lomba nyanyi, bakal aku nyanyi- AUW!
Sima Yi: udah jangan nyanyi dangdut pindah profesi sana, jadi kuli bangunan kek apa gitu yang waras dikit. #lempar Zhao kemana tau.
Setelah membaca review, Author jadinya ngelanjutin penguntitan dan mungkin soal MOS bakal Author kopipaste dari sekolah Author aja, jadi bakal agak lama, mungkin MuBarnya sebagian OC sebagian lagi dari DW dan SW.
SEMANGAT! Author doain sukses, sibuk? Ngurusin kuliah ya? jaga kesehatan jangan dipaksain klo udah cape.
Menguntit Kedua Strategis
Selamat Membaca
Di suatu kota kita sebut saja kota x-over terdapat 4 stalker dan sepasang korban di kota itu, jujur gaje banget pembukaannya mending kita langsung ke 4 stalkernya aja yuk.
"Kembali di acara Katakan Stalker bersama saya Sima Shi." Shi mengambil wujud presenter tipi (tumben normal kaga pake narsis).
"Dan saya Zhao Yun."
"Hmm.. kalian lagi ngekopas acara tv katakan putus ya?"
"Bisa dibilang begitu Xiao-sensei."
"Tapi kenapa nama acaranya katakan Stalker?" Daqiao kepo.
"Karena tujuan kita bakal nguntit kedua strategis."
Daqiao ngangguk.
"Oke permirsah kita akan balik lagi menyorot korban." Shi menyorot 2 strategis dengan handycam.
"Shi mukanya cius banget."
Yun diem. "Shi lagi kambuh penyakitnya, kebanyakan makan baozi buatan ayahnya."
"Pantes, biasanyakan dia narsis klo pembukaan."
"Tapi kerennya lagi, Shi ga sakit perut sama sekali ataupun trauma."
"Trauma?"
"Iya, Om Yi kan lagi merencanakan sesuatu ke Shi, jadi pas Om Yi lagi buat baozi, tuh baozi mengandung formalin, boraks + minumannya dikasih kopi sianida."
"Itu perencanaan pembunuhan ata-"
"Sssttt.. korban lagi memasuki toko kipas." Shi mengikuti korban masuk ke toko.
Kenapa ikut masuk?! 3 orang yang masih sembunyi di semak-semak melotot.
Terpaksa 3 orang ini masuk ke toko itu tetapi sebelum masuk mereka nyamar dulu alias masuk ke toko baju yang sebelahan sama toko kipas.
"Hooohohoho." Daqiao menyamar jadi Santa Clause.
"Emm... Da-chan sekarang masih musim ujan." Xiaoqiao sweatdrop.
"Kalo gitu aku nyari baju lain."
Grasak
Grusuk
"Mending gue jadi ini aja ya?" Yun nyamar jadi Wen Yang.
"Plis Yun, muka kamu sama Wen Yang tuh jauh sejauh Bandung ke Jepang, dan jangan nyamar yang harus pake wig." Xiaoqiao tepok jidat.
"Terus aku jadi siapa dong?" Yun pasang muka polos minta ditabok.
Ting!
Keluar lilin di atas kepala Xiaoqiao. "Aha! elu jadi Liu Shan aja tampang elu polos tapi dalem asli bego persis kek aslinya, udah sana cepet ganti."
"Tapi..."
"CEPETAN, kalo ga," Xiaoqiao ngeluarin kipasnya. "sensei terbangin ke sekolah lagi."
"I-iya." Yun langsung ngacir ganti baju.
"Xiao-nee, Da-chan udah dapet baju buat nyamar." Daqiao ngeliatin kostum doramenyon.
Xiaoqiao tepok jidat. Walau sebenernya elu kaka gue tapi disini gue jadi kaka lu, lama-lama gue ingin lu cere sama Sun Ce, ketularan bego klo elu lama-lama jadi istri Sun Ce, Xiaoqiao ngelus dada. "Mending pake ini aja deh lebih normal pakeannya." Xiaoqiao nyodorin baju hijab sekaligus kerudungnya.
"Hmm.. oke Da-chan bakal pake ini." Daqiao ngacir ke ruang ganti baju.
"Nah gue alias ketua disini jadi orang terkenal aja." Xiaoqiao menyamar sebagai Sherlock Holmes.
Setelah selesai nyamar mereka masuk toko kipas, mereka ga tau klo Sima Yi dan Zhuge Liang udah keluar dari toko diikuti Shi.
"Korbannya mana ya?"
"Bukannya tadi udah keluar ya?"
"Hmm.. yaudah ayo kita cari Shi."
Mereka pun keluar dari toko mencari Shi.
"Itu Shi!" Yun nunjuk Shi yang lagi ngikut masuk ke kafe.
Mereka langsung lari ke kafe itu dan langsung menarik Shi keluar dari toko dan ngegebukin Shi.
Plak!
"Adaw!"
"Rasain ini!"
Jdak!
Setelah selesai menggebuki Shi, Xiaoqiao masukin kertas kecil ke kantung celana Shi, lalu 3 orang itu langsung melempar Shi ke toko baju tadi.
"Ayo kita masuk, sekalian makan siang."
Jadilah mereka pada beli makanan dan ngopi-ngopi.
"Yun pasang kuping baek-baek, korban kita duduk tepat di belakang kamu."
"I-iya."
Pindah dulu yuk ke meja korban.
"Enaknya nanti malem makan apa ya?"
"Ayam? ikan? sapi?"
"Daging lagi mahal."
"Yaudah sayuran aja."
"Hmm... boleh deh sama makan telur+nasi, trus buat cemilannya apa ya enaknya."
"Kue?"
"Enaknya kue apa?"
"Daripada makin bingung bikin aja tuh orgor alias oreo goreng."
"Boleh tuh, mau bantu ga?"
"Kagak."
"Idih cuman bantu gorengnya doang."
"Iya! dan hentikan puppy eyes milikmu, mengerikan."
"Oke kalo gitu, ayo anterin aku ke supermarket."
"Moh, berasa jadi ibu-ibu gue."
Zhuge sweatdrop. "Tapi elu dengan pakean yang sekarang asli kaya ibu-ibu."
"Serah lu! oke gue anter elu ke supermarket."
Mereka pun berdiri dan pergi dari situ.
Balik lagi ke meja stalker.
"Yun apa katanya?"
Yun ngeliat Shi di deket kursi yang diduduki Daqiao. "Eh Shi dah mbalek."
"Kamu nyamar apa mau ke acara pernikahan?" Xiaoqiao melihat Shi dari atas sampe bawah.
"Nyamar jadi tamu di pernikahan deket sini."
"Iye dah," Xiaoqiao pasrah. "mending kita lanjut ngikutin mereka."
"Yun mereka mau kemana?"
"Ke supermarket."
"AYO KITA IKUTI MEREKA!"
Mereka pun mengikuti korban dan sesampainya di supermarket, mereka cuman ketawa super ngakak gara-gara liat Zhuge Liang diperbudak sama Sima Yi buat ngangkatin belanjaan.
"HAAHHAHAhaha... udah kita balik ke sekolah aja yu."
"Hahaha... tapi sensei kayaknya makin seru liat deh.. pffftt."
"Mending balik daripada ketauan sama babeh... HAAHHAHAHAH!" Shi guling-guling di lantai.
"Pffftt.. udah ayo balik ke HAHAHAHA!"
Tep
"HYAAAA! BABEH MAAFKAN AKU, AKU GA BAKAL NGUNTIT LAGI!"
"Lah Shi kamu kenapa? ini aku Jiang Wei."
"Lho? anak angkat Pa Zhuge?" Shi kebenerin keOOC-annya. harga diri gue ancur di depan ni anak
"Kalian ngapaen disini, mau belanja?"
"Emm... i-iya, sabun mandi abis." Shi nyengir.
"Mau beli cemilan!" Qiao twins nyengir.
"Cuman disuruh ngikut." Yun pasang muka sepolos mungkin.
"Eh kalian ngapaen ngumpul dimari?"
"A-ada Babeh," Shi keringetan.
"Dalam hitungan ke tiga kita lari."
1
2
3
"LARI!"
Keempat stalker itu lari dari supermarket di komado oleh Sherlock kw 5.
"Kenapa pada lari?" Sima Yi bingung.
"Tau dah, ayo pulang berat nih belanjaan."
Jiang Wei ngeliat kedua strategis dari atas kebawah. "Tumben ayah mau diperbudak sama Om Sima, persis deh suami yang diperbudak sama istri." Jiang Wei nyengir terus ngabur.
Kedua strategis diem dan selang berapa menit ni dua orang saling dupak lagi satu sama lain, saling menyalahkan sampe menjelang sore.
Di depan gerbang sekolah.
"Haaa...haaa... cape~ Yun penutupan..."
"Masih cape Shi..." Yun ngedubrak.
"Yun... urrghhh..." Shu ngikut ngedubrak.
Beda lagi sama Qiao twins, pas mereka mau pingsan, mereka ditangkep sama suami masing-masing.
Yang udah nikah mah beda... batin Shi iri. "Itu... tolong penutupannya..." nada bicara Shi kaya orang sekarat.
"Kita nih yang nutup?" Sun Ce nunjuk diri sendiri.
Daqiao ngangguk.
"Oke, sekian cerita dari chapter ini."
"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh."
"Ce... lu begonya lagi kumat ya?"
Ce geleng pala.
"Yang bener tuh Wa'alaikumusalam."
"Yang bener tuh Assalamualaikum.
"Wa'alaikumusalam!"
"Ah udah udah kalian ini, malah berantem." Qiao twins sweatdrop.
Xiaoqiao berdiri. "Oke, aku aja menutup," Xiaoqiao senyum. "terima kasih sudah membaca cerita ini~" Xiaoqiai dadah ke kamera.
Daqiao berdiri. "see you next chapter~"
TBC
Karena Author lagi stuck di ff ToZ jadilah Author ngelanjut fanfic ini… huff kebayang dah kalo chara di ff ini nambah makin butek oe (lagi linglung kurang tidur) daripada Author curhatnya makin jadi mending kita potong saja dengan tanda baca.
Terima kasih sudah membaca cerita ini~
See you next chapter~
