Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin

Genre: Humor

Rate: T

Disclamer: Warriors Orochi punya koei

Balesan Review :

RosyMiranto18 : cieee bikin fb, sama Author udah di add ko, gercep hehe. #digeplak (KALO UDAH GEDEG SAMA AUTHOR SILAHKAN TABOK AJA)

Kan jarang-jarang bikin Shi kaya babu MWAHAHAAHA! PEMBALASAN, lagi kesel Author sama Shi.

Alhamdulillah masih lucu soalnya beneran semakin lama Author merasa kalo sense humor Author jatuh alias garing krenyes gimana gitu.

Iyaps sama-sama sibuk, anda sibuk dengan kuliah Author dengan demo eskul yang bikin stress dalam sekejap.

Soal album itu udah Author liat ko… karena penasaran

Soal OC… apakah di chap ini OC anda ga OOC bangetkan di sini? Maaf kalo terlalu OOC. #H2C

MOS atau MPLS?

Selamat Membaca

Hari senin hari yang dibenci anak sekolahan dan pada hari ini CN Gakuen kedatangan MurBar dan Gurbar, karena OSIS itu SE-PE-SIAL jadi mereka disuruh dateng nyubuh jam 4 atau 5 pagi, tahun ini bertema Harry Potter jadi nama gugusnya itu mantra-mantra yang di HarPot.

"Urrghh... kenapa gua jadi OSIS ya, males deh ngeMOS MurBar." keluh Sima Shi.

"Terima aja kali udah nasib, idih sekarangkan jadi MPLS bukan MOS..."

"Bukannya.. elu bukan OSIS ye, Pi?"

"Yee, gue OSIS keles."

"Emang elu jadi apa?"

"Tatib." Pi smirk.

"Alah, sok kecakepan lu siapa sih yang jadiin elu tatib."

"Bapa lu lah!"

Shi manyun. "Kaga adil! kenapa gue yang kece ini jadi bingkas!"

"Jangankan jadi bingkas, jadi bingkai foto pun lu bisa hahaha."

Shi ngamuk.

Cao Pi ngabur.

"Ah nyebelin dasar saPI!"

"Etdah elu pagi-pagi dah ngamuk." Zhou Yu heran.

"Si Cao Pi bikin gue naik darah mulu."

"Udeh, yang sabar hoaaam..." Yu nepuk-nepuk bahu Shi. "yang semangat ya jangan ngeluh mulu, eh lu liat si Bō ga?"

Shi angkat alis. "Bō?"

"Maksud ane Taiko Bō alias Taigong Wang."

"Ada di ruang OSIS."

"Okey makasih ya, bro." Yu pergi ke tujuannya.

Mungkin Yu lagi error kali ya? Shi ngeliat Liu Shan lewat. "Oi! anaknya Pa Liu Bei!"

Liu Shan celingak-celinguk, ngeliat Shi terus nunjuk diri sendiri.

"Iya kamu! sini!"

Liu Shan mendekatkan diri pada Tuhan eh Shi. "Ada apa senpai?"

"Kamu kebagian di gugus mana?"

"Ava Kadavra." Liu Shan senyum.

"Yaudah sini temenin senpai di sini, jadi patung eh maksudnya liat MurBar."

Liu Shan nurut aja, daripada ga ada kerjaan.

Jam 6

"Shan."

"Ada apa senpai?"

"Masa MurBarnya cakep semua.. wah parah ada aki-aki jadi murid," Shi ngeliat Wen Yang. "saingan gue dateng."

"Wih senpai liat! ada vampir."

Shi diem.

Ting Tong!

"Buat para MurBar silahkan ke lantai atas dan memasuki kelas yang sudah di sediakan, dan untuk para BINGKAS silahkan me-"

"Tumben bukan Babeh."

"BIMBING GUGUS YANG SUDAH BAPA TENTUKAN UNTUK KA-LI-AN! UNTUK PARA BINGKAS JANGAN BIKIN GUGUS KALIAN DIMARAHIN TATIB TERUS! GUGUS YANG PALING BANYAK KENA MARAH! BINGKASNYA BAPA HUKUM! MWAHAHAHAHA!"

Shi diem.

Shan diem.

2 Bingkas yang laen kocar kacir pada berebutan naik tangga.

"HEH SHI! CEPETAN SONO KE ATAS SEKALIAN TARIK ANAKNYA LIU BEI KALIANKAN SATU GUGUS! BIASA LEMOTNYA KAMBUH TUH!"

"Bentar Beh, Shi masih ngeloading kata-kata Babeh tadi."

"CEPETANNN! JANGAN KETULARAN LEMOT!"

"IYEEE!" Shi langsung ngacir ke lantai atas bersama Liu Shan.

BRAK!

Shi celingak celinguk terus benerin wibawa. "Ehem.. saya Sima Shi yang kece dan ganteng ini, bingkas di gugus ini."

Manusia berinisial KK angkat tangan.

"Iya, apa kamu yang pake camat"

"Anda bingkas ya?"

"Iya."

"Ko bingkas narsisnya selangit?"

"Karena tuntutan naskah, camat."

"Ka, nama saya bukan camat tapi SENSOR disingkat KatJur."

"Hoo~ aku tau kamu, majikan lu suka cerita sama aku."

Perasaan Masamune-senpai sama Shi-senpai beda kelas, batin Liu Shan bingung.

"Mending kita perkenalan dulu yu, dari kamu yang berbuntut." nunjuk anak berinisial TT

"Ini bukan buntut ka."

"Terus ape?"

"Jambul."

"Ntu bukan jambul, klo jambul ntu kaya si Masnor alias Masanori."

"Kumaha kaka aja."

"Oke, nama lu siapa?"

"Nama aku SENSOR disingkat TaTo."

"Kalo ga salah elu temennya Pa Yoshitsugu ya?"

"Iya ka."

"Lanjut sebelahnya."

"Nama SENSOR inisial MuNa."

"Suaminya Bu Ginchiyo ya?" tanya Liu Shan.

"Saya belum nikah ko."

"Kirain udah."

"Lan- bentar-bentar kayaknya gue kenal kamu deh, lo ponakan Babeh guekan?" nunjuk remaja perempuan yang duduk di belakang manusia berinisial MT tadi.

"Iya, emang kenapa?"

"Jadi elo ya yang nyuri baozi dari meja makan di rumah kemaren?!"

"Enak aja saya sendiri baru nyampe di dunia ajaib ini baru tadi pagi bersama adiku yang manis." perempuan itu berdiri terus ngeluarin peti mati

"Jadi elu nantang gue?" Shi ngeluarin rapiernya.

"Sesama baozi fans jangan berantem," Shan mencoba untuk melerai eh malah di deathglare sama dua manusia penyuka baozi. "Hieee... maksud Liu Shan Shi-senpai jangan berantem nanti kelas ancur, kepala senpai nanti buntung sama Pa Cao."

Shi mendengus, kesel ga bisa bunuh sepupu. "Iye gue tau, lu Sima Huasikan? OC Author berinisial RM."

Perempuan itu cuman ngangguk-ngangguk doang.

"Dan pasti yang disebelah lu adik lu yang bernama Sima Zhunei."

"Iya."

"Lanjut..." Shi bengong, Aduhh ada aki-aki sagala ieu.

"Senpai?"

"Maaf tadi senpaimu yang cakep ini ngeblank ngeliat aki-aki demen warna hitam sama putih."

"Anoo... Bapa namanya siapa ya?"

"Saya SENSOR biasa disingkat MatHi."

"Errr... oke selanjutnya."

"Nama saya SENSOR tapi kadang nama saya suka dijadikan kata sambung seperti aya naon, ayam goreng, dll."

"Oke, kita sudah perkenalan."

"Saya akan menulis apa saja yang harus dibawa besok."

Bingkas kelas ini rada sarap dikit tapi Liu Shan ga sarap soalnya walau udah protes tetep harus ngikut apa kata senpainyah, liat aja Shi harusnya nulis yang udah ada di kertas eh malah diganti dengan seenak jidat jadi gugus Ava Kadavdra ini disuruh nyari barang-barang yang kelewat ajaib seperti kapur bagus, sapu lidi, tali tambang, senjata masing-masing dan baju item putih.

Ini mau Mos, drama, apa mau nyiksa orang? hanya Shi dan Tuhan yang tau.

Kita intip yu Gugus 1 alias Gugus Wingardium Leviosa.

Di Gugus ini bingkasnya waras beda sama yang tadi, mau tau bingkasnya yok chocodot eh cekidot.

"Saya Gracia."

"Dan saya Hanbei."

"Kami bingkas di gugus ini, salam kenal." Gracia dan Hanbei bungkuk.

"Perkenalan dulu yu, dimulai dari kamu yang paling depan."

"Nama saya SENSOR suka disingkat JC tapi kepanjangannya bukan Japanese Club lho, dan saya itu orang cina bukan jepang."

"Kamu vampir dari DW ngapaen kemari nyari stock darah?"

"Engga hanya mendapat undangan ini." JC memperlihatkan undangan warna tosca dan penuh bling-bling.

Hanbei ngambil undangan dari tangan JC. "Hah? jadi murid selamanya? jadi kaga bakal lulus dong."

"Kalian juga ko kalo udah ga akan naik kelas ataupun lulus walau udah dikasih rapot."

"Apha?!"

"Jadi kalian naik kelas cuman sekali selanjutnya akan selamanya kalian kelas itu, sebelum kalian masuk sekolah ini bukannya dikasih buku peraturan setebel kamus bahasa indonesia? dibaca ga bukunya?"

"Di baca ko."

"Terus kenapa ga tau."

"Cuman baca halaman satunya doang alias daftar isi." Hanbei senyum lima jari.

JC cuman memutar kedua matanya.

"Oke, selanjutnya."

"Nama saya SENSOR bisa disingkat WY," WY nyibakkin rambutnya. "cowo paling cakep di kelas ini."

Kayaknya MurBar satu ini punya sifat narsis kek Shi, Hanbei sweatdrop. "Lanjut."

"Nama SENSOR disingkat GuXi."

"Lanjut."

"Nama SENSOR disingkat WangI."

"Lanjut."

"Na-"

"Lanjut,"

"Lanjut,"

"Lanjut."

"Anoo... Hanbei-san"

"Apa?"

"Itu..."

Brak!

"HUWOIIII! jahat banget sih ngelewatin kita berdua."

Manusia yang duduk disebelah manusia yang protes ngangguk-ngangguk."

"Hanbei udah tau kalian makanya Hanbei lewat."

"Alah ngomong jangan kaya Tobi dari fandom mainstream napa? kata gue atau aku gitu kaga usah pake nama ndiri."

"Iye serah lu ini juga elu yang ngetik, MANTAN kameramen abal."

"Lu minta di siksa sama iron maidenku?!"

"Udah-udah, jangan berantem.. DURASI WOII!"

.

krik krik

.

"Nah gitu dong diem." Gracia senyum.

Cantik-cantik sifat kek Bapanya, serem, batin Hanbei.

"Sudahkan perkenalannya?" Gracia senyum manis tapi auranya ga enak.

"Sudah kak."

"Oke, sekarang aku akan menulis apa yang harus kalian bawa besok."

Mungkin keadaan gugus ini juga rada ajaib ya, karena ada Gracia si artis iklan obat kulit manggis, ya kali ini yang nulisnya manusia normal jadi yang dibawa MurBar buat besok normal ga kaya gugus yang dipimpin sama Shi.

Beda lagi sama yang lagi ngeMOS GurBar di ruang guru, yang ngeMOS sudah pasti Qiao twins, Cao Cao dan Nobunaga, sebenernya daripada MOS bisa dibilang wawancara kelewat gaje.

Shennong turn.

"Kamu!"

"Ada apa Daqiao-sensei?"

"Gimana sama boneka santet buatanku?"

"Lucu ko."

"Yak lulus dari wawancara monggo ke meja Pa Cao upupupupu."

.

"Kenapa anda ingin menjadi guru disini?"

"Karena tuntutan naskah."

Brak!

"Yang bener!" mata Pa Cao melotot.

"Karena~ dapet undangan dari Author waktu itu."

"Oke, silahkan tunggu diluar nanti saya akan kasih tau anda hasilnya."

Shennong pun keluar ruang guru.

Shuuten Doji turn.

"Eh Ten, tujuan elo kemari ngapaen?"

"Disuruh."

Xiaoqiao tepok jidat. "Engga ada jawaban laen."

Shuuten geleng-geleng.

"Yak kamu lulus, silahkan ke meja Pa Nobu."

.

"Kenapa anda ingin menjadi guru?"

"Karena disuruh sama Author."

"Ada jawaban lain?"

Shuuten geleng-geleng.

"Yaudah sana keluar, nanti saya akan suruh kamu masuk lagi klo udah diskusinya."

Shuuten Doji keluar dari ruang guru.

"Gimana hasih wawancaranya?"

"Yang nanyanya pada pokerface semua."

Balik lagi ke ruang guru.

Keempat guru nista ini berkumpul kaya diskusi tapi kalau didenger omongannya malah tambah gaje.

"Eh eh gimana wawancaranya?"

"Gaje, bosen gue denger Shuuten Doji ngomong karena disuruh."

"Emang lu doang." Nobunaga pasang muka you-don't-say.

"Yaudah kita lulusin aja tuh 2 (bukan) manusia ga usah sesuai naskah."

"Oke."

"Deal." mereka saling sabat tangan.

"Daqiao kamu kasih tau gih."

"Siap Pa Cao."

"Kalian berdua penutupan gih."

"Iye, sekian dari chapter kali ini tentang MOS kelewat Gaje."

"See you next chapter!"

TBC

Akhirnya selesai juga part 1 nya~ karena Author udah butek sendiri kalau 3 kelas sepesial jadinya Author bikin 2 kelas aja, berabe entar makin berabe lagi klo bener kopas dari sekolah kelas SE-PE-SIAL bakal 8 gugus ! Kan ngeri makanya Author bikin 2 gugus ja dah.

Terima kasih sudah membaca cerita ini.

See you next chapter~