Warning: Humor garing krenyes, OOC, Gaje, abstrak, TYPO! Genre berbeda tiap chapter, mungkin, chapter pelampiasan.
Genre: Bingung.
Rate: T
Disclamer: Warriors Orochi punya koei
Balesan Review :
RosyMiranto18 : Hoho sebenernya Author ga tau lho soal itu hoho #geplak aja gapapa. dan karena Zhou Yu juga masih ngantuk jadi ngelantur gitu.
Ga curang ko Author juga ngeliat wikia dulu takut salah soalnya, yip yap benar semua tebakannya, oke jadi semua anak Guan Yu udah ngumpulkan?
Malahan Author suka sama review yang rame, kaya cerita ini rame (rame apanya?).
Takutnya OOCnya sama kaya Shi kelewat OOC pake pisan, karena Author demen mengOOCkan chara sampe OOCnya berlebihan seperti contoh di chap ini.
MOS atau MPLS? Part 2
Selamat Membaca
Hari kedua MOS ini mungkin bakal chap yang aneh dan gaje karena mungkin ada GOREngan bertebaran serebu satu (lupakan bohong), karena gugus yang dipimpin Shi kelewat sarap.
Kelas Gugus 2.
"Ohayou minna~"
"Ohayou senpai~"
Berasa jadi guru TK gue, Shi menghela nafas.
"Udah bawa apa yang senpai suruhkan?"
"Ud-"
BRAK!
"BERDIRI SEMUA!"
Cih... tatib sok kecakepan dateng, oke sekarang gua kalah sama banci ikal, batin Shi kesel.
BRAK!
"MAKSUD KALIAN APA BAWA TALI TAMBANG! KALIAN MAU NYULIK ORANG ATAU GIMANA!"
"Ini bang/kang tatib disuruh sama bingkas." MurBar nunjuk Shi.
"Ano... senpai kemarin Shan dah protes tapi kata Shi-senpai biarin aja suka-suka gue, gitu."
"SHI!" Zhong Hui nunjuk Shi sambil smirk, akhirnya bisa nindas kaka kelas.
"I-iya?" Shi pura-pura takut.
"PUSH UP 70x."
"APHA?!"
"CEPET ATAU GA DITAMBAH 50 KALO NOLAK!"
"I-i-iye gue kerjain!"
MWAHAHAHAHA! Zhong Hui ketawa puas dalem hati.
"Hui, Chao! ayo keluar."
BLAM!
"Hosh... hosh..." Shi berdiri padahal belum 70x. sebel gue pake acara dimarahin begini, padahal mereka juga bawa senjata, Shi manyun.
"Skor kita 1."
"Maksudnya?"
"Kan gugus yang paling banyak kena marah tatib, bingkas pembuat marah tatib di hukum." Liu Shan nyengir.
Shi diem. "Oke sekarang di hari kedua ini kita mengadakan games, bawa semua yang saya suruh ke lapangan."
Anak gugus 2 pun ke lapangan yaa walau barang bawaannya pada abstrak semua
Lain lagi sama gugus 1 yang punya bingkas rasa tatib jadi tiga tatib yang tadi ga masuk ke kelas gugus 1 karena ya itu udah ada bingkas yang nyeremin, MurBar di gugus 1 lagi jalan ke lapangan, kepala nunduk tinggal dikasih borgol per orang jadi deh narapidana nyasar.
Sekarang kedua gugus ini berbaris dan di depan mereka ada pemimpin masing-masing.
"Game kali ini adalah tentang popolisian." Hanbei mengangkat alisnya. "Maksud?"
MurBar bengong.
"Siapa yang nentuin ni permainan? kaga nyambung amat." Shi bingung.
"Mungkin, Babeh lu kali."
"Iya, mungkin ya."
Nobunaga tiba-tiba ada "Mohon ketua gugus masing masing ke depan."
"Lho? ada Nobu-sensei."
"Apa lo liat-liat? ga boleh gua ngikut." Nobunaga ngedeathglare Shi.
"I-iya boleh." Shi nunduk.
"Yaudah cepet ketua gugus KESINI!"
Calon murid kelas SE-PE-SIAL mukanya pucet saling dorong dan saling nyikut.
"Kalo ga ketua gugusnya, salah satu BINGKASNYA KESINI!"
Reflex MurBar di gugus 1 ngedorong Gracia, kalau gugus 2.. yaa itu masa ga tau sih bingkas sarap dan narsis itu, iya itu~ (digaplok).
Ko gue?! Shi panic terus ngeliat anak gugus 2 dengan tampang apa-salah-gue?
Anak gugus 2 bales pasang muka elu-yang-ngebuat-kita-dimarahin-tatib.
"Oke diantara kalian yang udah kena marah tatib?"
Shi sama Gracia saling tunjuk.
"YANG BENERRR!"
"Gugus 2, Pa."
"Hooo~ mau bohong juga Bapa tau ko, di kelas kaliankan udah Bapa pasang cctv, oke, yang jadi narapidana nyasar gugus 2 dan yang jadi polisi gugus 1."
"Oke, kalian pada bawa baju tv jadul?"
"Bawa..."
"Udah sana pada ganti."
"Kamu juga!" Nobunaga nendang Shi ke toilet.
Pas Shi keluar dari toilet, Shi memakai baju polkadot hitam putih dan kedua kaki dan tanganya di borgol.
"Kenapa gue beda sendiri?!"
"Karena elu bingkasnya."
"Tapi kenapa Liu Shan engga?"
"Karena Liu Shan ntu baek jadi dia ga ngikut maen, ga kaya kamu suka menjerumuskan!"
"Dan kenapa kaki aku juga ikut diborgol?"
"Biar kamu kapok sama apa yang kamu perbuat."
Shi loncat-loncat, berasa pocong nyasar.
Brakk!
Shi jatuh.
Dibalik tembok ada yang cengar-cengir penuh kemenangan.
PRIITTT!
Anak gugus 1 langsung pada baris.
"WOIIII TOLONGIN JANGAN DIEM AJA! TOLONGIN BINGKAS ELU!" Shi panik kaya kecoa yang tebalik.
"BANGKIT SENDIRI! Bapa ada kuncinya nih, tapi cuman buat yang kaki," Nobunaga menggoyangkan kunci borgol yang ditangannya. "kunci borgol buat yang ditangan ada di salah satu kotak di dalem lapangan ini.
"APE?!" Shi melotot.
"Jadi permainannya kalian gugus 2 jadi penjahat dan kalian harus membebaskan Shi dari jeratan borgol kalo kalian berhasil kalian pemenangnya." Nobunaga lempar kunci keluar lapangan dan ditangkap oleh Ma Chao, Ma Chao langsung kabur dan terdengarlah BGM (teriakan Shi) sangat merdu di telinga Nobunaga. "Nah sementara gugus 1 jadi polisi, tugas kalian adalah menangkap para penjahat alias gugus 2, kalau kalian berhasil menangkap semua penjahat kalian yang menang." jelas Nobunaga Panjang x lebar.
"Udah ngerti semuakan?"
"Udah senpai."
"Kalo gitu kita mulai, 1,2,3!"
"OH IYA GUGUS 2 BOLEH MEMBUNUH MANTAN KAMERAMEN ABAL DI GUGUS 1! KALO UDAH KETANGKEP LANGSUNG POTONG LEHERNYA BUAT PENGGANTI SAPII! DAN BIAR NI FENFIK END!"
Suruhan Pa Nobunaga dan Pa Cao Cao itu absolut, pikir anak gugus 2 ya walau mereka belum pernah diajar oleh kedua iblis ini mereka tau kalo mereka nolak nasib mereka kaya gimana... gimana mau nolak pas teriak Nobunaga mukanya berubah jadi antagonis (mukanya cius cius datar gimana gitu) minta ditabok.
Liu Shan mengeluarkan mic. "Bersama saya kembali lagi di acara MOS atau MPLS?!" Liu Shan nyamperin Shi. "Gimana rasanya di borgol atas bawah senpai?"
"Enak pala lu gue jitak, ya kaga enak cuman bisa ngerangkak kek bayi atau ga kaya ulet jal- WOIII!" Shi ngeliat kembaran JW terus ngesot mendekati yang Maha Kuasa eh orang yang dipanggil. "WOIII! ELU XUN YUKAN?!"
Xun Yu nengok ke bawah. "Iya, saya Xun Yu ada apa ya?"
"Ah elah elu kaya emas-emas aja, bukannya elu MurBar juga ya?"
"Iya, tapi karena pada ngira aku Jiang Wei termasuk Author jadinya ga ikut MOS jadi langsung belajar ngegantiin JW yang lagi sakit." Xun Yu senyum.
"Ah elah enak banget lu, sana ganti pake baju polisi, kita lagi game."
"Maaf senpai, saya disuruh ngambil buku, permisi dadah senpai." Xun Yu pergi sambil dadah inosen ke Shi dan dadahin balik.
"ARRGHHHH! LAMA-LAMA GUE KELUAR DARI OSIS!" Shi ngamuk.
"Tapi senpai kan ada peraturan no 1998 berbunyi 'siapa yang berani keluar dari OSIS akan di suruh debus, jadi babu sekolah selama setahun, dan nyawa di taruh di pancungan, sekian wassalam' gitu."
"Serah lu Sh- MA CHAAOOOOO! SINIIN KUNCI BORGOL!" teriak Shi menggelegar.
Ma Chao yang merasakan hawa seram lebih seram dari suster ngesot mendekatinya langsung lari keluar sekolah.
"WOIIII!" Shi ngejar Ma Chao dengan cara mengesotkan diri.
Liu Shan takjub, WIHHH! keren padahal ga pake obat pel lho, hanya sekali senpai ngesot ni lantai lansung transparan.
"LIUUU SHAAAN! SINI IKUT SENPAIMU INI JANGAN TAKJUB!"
"IYA SENPAI LIUU SHAN YANG POLOS INI KESANA!" Liu Shan langsung lari otw ke tempat Shi berada.
Balik lagi ke lapangan.
Keadaan dua gugus ini sekarang tragis pake pisan, gugus 2 berhasil mendapatkan kuncinya sementara Shi lagi ngesot ngejar Ma Chao, Aya ngilang katanya mau beli ayam goreng, Fengzhang dan Zhunei duduk di bawah bareng Nobunaga sambil kipas-kipas, Huasi udah ngiket mantan kameramen dan udah siap dikurbanin buat makan siang, sisanya kejar-kejaran saling gantian pegang kunci borgol dan...
BRAKK!
Anak gugus 2 ngedubrak barengan karena vampir dari gugus 1.
"JIA XUUU! THANKS YA BUAT SENJATANYAA!"
"SAMA-SAMA CHONG!" Jia Xu ngacungin jempol ke JC.
"ARRGHHH!" Takatora mulai error.
"Heh! MuNa Maya! bawa nih kunci ke Shi!"
"Gue bukan artis indo, nama gue Muneshige Tachibana, dan gue ini COWO."
"Ah! serah nama lu siapa pokoknya elu cepet lepasin diri lu dan bawa ni kunci ke bingkas kita yang narsisnya selangit itu!" Takatora ngelempar kunci borgol ke MuNa Maya eh Muneshige.
"O-key."
Wusshh~
Muneshige langsung lari keluar sekolah mencari suster ngesot versi CN Gakuen.
Nobunaga berdiri. "Yak kalian para polisi tangkep tuh! sebelum mereka bisa membebaskan Shi!" Nobunaga nunjuk Huasi. "Kamu ponakan Sima, kurbanin tuh si meramen abal itu!"
baru kegores dikit lehernya Hikari teriak. "ARGGHHH!"
"Hmhmhmhm…" Huasi senyam-senyum.
ZRASSSH!
Kepala Hikari lepas dari badan.
Nobunaga senyam-senyum.
Huasi ngelap senjatanya.
Matanya Zhunei ditutup sama Fengzhang.
"Wow! ini Authornya yang lagi kumat apa emang udah tercantum di naskah?"
"Author lagi kumat Pa."
"Tau dari mana?"
"Dari itu." Fengzhang nyengir dan nunjuk tv jadul yang nangkring di lapang buat senam.
Nobunaga sweatdrop.
"WOII! DASARR SEPUPU ANGKAT KURANG DIAJARRR SAKIT TAU!"
Huasi kaget.
Nobunaga ketawa, seneng dia ngeliat kejadian di anime parutan eps 70-an jadi nyata.
"NEE-CHAN/HUASI SULAAPP!" 2 manusia korban OOC tepuk tangan (ketularan Shi).
Huasi mendekati manusia yang ketularan Shi.
Tak!
"Nee-chan/Huasi nyeri tau, kaga usah pake jitak sagala."
"Biar kalian bisa sembuh dari penyakit menular Shi."
"Huasi, kalo penyakit Shi udah menular susah buat disembuhin." Nobunaga senyam-senyum.
"WOIII! JANGAN KACANG MAHALIN AKU!"
"HA! HA! Woii tandu mana tandu?!" Nobunaga celingak-celinguk.
Brak!
Tandu jatuh dari atas.
"Oke, makasih siapapun itu." Nobunaga ngacungin jempol ke atas dan kepala ke bawah. "Heh! Chong Pocong!"
Jia Chong masih fokus sama permainan.
"Vampir cina berasa eropa!"
Jia Chong masih fokus.
"WOII! JIA CHONGG!"
Jia Chong ngeliat Nobunaga terus nunjuk diri sendiri. "Bapa manggil aku?"
"IYEE SINI!"
JC mendekati Nobunaga, Nobunaga membisikan sesuatu ke JC.
"Yang, saYang sini dong." panggil JC ke Wen Yang.
"Idih kalo manggil kaga usah pake huruf S dan A disatuin sama nama gue," Wen Yang menyibakkan rambutnya. "gue bukan pacar elu, SATU LAGI GUE OGAH PACARAN SAMA LU GUE MASIH WARAS."
"Iye gue tau ko elu bukan pacar gue dan gue juga masih waras hanya mengikuti naskah saja saia mah," Jia Chong nyengir. "makanya sini."
Wen Yang ngedeket ke JC.
Nobunaga smirk. "Bawa nih meramen abal pake tandu, SEMUANYA dan kalo bisa pssst buang aja ke tong sampah terdekat."
"Iya, sensei..."
Wen Yang dan Jia Chong pergi membawa mantan kameramen menggunakan tandu.
"Awas kepalanya jatuh, heh thor sorot Shi yang lagi ngesot sana disini mah udah mau bubaran."
"Okey."
POOF
"MAAAA CHAAAOO!"
Sret
Sret
Sret
"SENPAAI JANGAN NGESOT NANTI BAJU SENPAI RUSAKK!"
"PERSETAN DENGAN BAJU RUSAK! GUE MAU KUNCI BORGOL!"
Sret
Sret
Sret
"MA CHAAAOOO!"
"SENPAAAIII!"
"WOIII!"
Sret
Sret
Sret
"SENPAAII! AKU UDAH DAPET KUNCINYAA!"
"SENPAAII BERHENTI NGESOOTT!"
"BERISIK KALIAN BERDUAA!"
Sret
Sret
Sret
"MAAA CHAAAOO!"
"UDEHH BERHENTI NGEJAR ANEEE!"
"KALO MAU GUE BERHENTI! LU KASIH KUNCI BORGOL ITU!"
"KATA CAO PI ENGGAK BOLEH DIKASIH KE KAMU!"
"JADI INI KERJAANNYA CAO PI?!"
"MAYBE YES, MAYBE NO! HAHA!" Ma Chao makin cepet sprintnya.
"MAAAA CHAAOOO!" Shi berhenti ngesot, pahanya merah dan berdarah dikit.
Liu Shan lagi loading.
Muneshige masih berlari ke arah Shi.
"SENPAAAII INI KUNCI BORGOLNYA~" Muneshige melempar kunci borgol.
"HAHA! GUA DAPET KUNCINYA!" Zhong Hui menangkap kunci yang dilempar Muneshige. "selamat mengesot senpai~ dadah."
"DASAR BABU NYEBELIN GUE PECAT TAU RASA LU!"
"GUA KAGA PEDULI MAU DI PECAT MAU ENGGA! YANG PENTING HEPI! MWAHAHAHA!"
"ZHONG HUIII! OHOK!"
"Senpai, jangan teriak terus."
"ARRGHHH! LEPASIN BORGOL INI DARI GUEEE!" Shi pun nangis dan mengOOCkan diri di bawah pohon sakura sampai malam, nangis ditemani kuntilanak yang mendiami pohon sakura... yang satu ketawa ga ngenah, yang satu nangis minta digetok, yang satu pake daster, yang satu pake baju polkadot + celana bolong kebakar (akibat kebanyakan ngesot), yan- udah kita potong kasian Shi beneran kaya penunggu pohon duren yang abis ditolak cintanya terus bunuh diri (lupakan ngaco).
Akhirnya cerita ini ditutup dengan tangisan Shi yang penuh derita kaya cewe yang abis ditolak errr... maaf Author lagi error jadi lupakan ending gaje ini sekian terima guide.
TBC
AARRRGHHH! Inilah chapter pelampiasan author karena demo eskul dan ga bisa ngelanjut lagi gara-gara bintang sialan di stage ituu! Enak juga ngelampiasinnya ke cowo cakep macam Shi MWAHAHAHA! Yak Bahasa Author jadi begini deh sebenernya Author anak baek baek tapi kalo udah 'penyakitnya' kumat Bahasa jadi campur… lupakan dengan Bahasa jadi intinya
Terima kasih sudah membaca cerita ini.
See you next chapter~
