Warning: Makin krenyes, OOC tu de maks, Genre berbeda tiap chapter..kayaknya. IMAJINASI HARUS TINGGI DAN LUAS KEK RUMUS! DAN JANGAN LUPA DENGAN WARNING YANG BIKIN KERJA OTAK MAKIN KERAS! TYPO!
Genre: Humor gagal
Rate: T+
Disclamer: WO punya Koei
Balesan review:
RosyMiranto18: soal kata 'pedo' itu… soalnya nthor suka di ejek gitu sama temen nthor.
Well soal pernikahan mingkin ditunda ada iklan bentar aka belum kepikiran lanjutannya(udah lama gaditerusin)
Three Words Story or Santet?
Selamat Membaca
"Hei hei hei, Zhu." Panggil seorang shota cungkring dari Wei.
"Apa Xun?" tanya seorang ikemen yang dipanggil shota cungkring itu.
"Main three words story yuk!"
"Jangan ah Xun nanti ceritanya jadi kenyataan." Tolak ikemen itu.
"Zhu ran jahat, Lu Xun panggilin mbah Lu Meng tau rasa!"
"Eit, jangan Xun. Gua ga mau petasan gua disita lagi, okelah, ayo main."
"Yeay! Dimulai dari aku yaaa."
Zhu Ran ngangguk males, iyain aja dah.
"Suatu hari di."
"Sekolah ada seorang."
"Pangeran es bermain."
"Sepak bola di."
"Asrama sekolah CN."
Prangg!
"WOIII CAO PI! JANGAN MENCAHIN JENDELA ASRAMA!"
"HAHHH?! AENGGG GA MECAHIN KACA! PASTI ADA YANG NYANTET AENGG!
Kedua manusia penyuka api ini menengok ke gedung asrama, dan melihat sebuah bola futsal terbang melewati jendela kaca.
Melihat kejadian itu Lu Xun nyengir tanpa dosa, "Lanjut yuk."
Muka males Zhu Ran berubah menjadi muka sok pinter. "Mbah Lu Meng dan."
"Zhou Yu membeli."
"Dua bungkus petasan."
"Di Daddy Jian!"
Tiba-tiba di depan teras sekolah Lu Meng dan Zhou Yu ngelabrak Sun Jian yang lagi bawa dua bungkus petasan. Lu Xun, dan Zhu Ran hanya bisa menonton.
"Daddy Jian~" Zhou Yu jalan-jalan bak banci ke arah Jian.
"Yu, aku tau kok elu bawahan gue yang paling cantik, tapi gausah ketularan anak-anak gue."
"Om, itu petasan buat apa?"
"Dibuang."
Kedua manusia yang mendengar ucapan Daddy Jian dari teras sekolah. Shock.
"Setelah Zhou Yu."
"Dan Lu Meng."
"Membeli petasan dari."
"Daddy Jian, mereka."
"Memberikan petasan itu."
"Kepada Xun! dan."
"Dan Ran, Yeahhh!"
"Daddy Jian~ Yu, sama Meng beli ya petasannya."
"Berhenti manggil gue Daddy!" Jian nge dupak-dupak Zhou Yu pake bungkus petasan, "kalo lu mau beli ni petasan. 100 rebu."
"50 rebu ajalah." Tawar Lu Meng.
"70."
Sun Jian pasang muka sok mikir. "Oke, kalo gitu."
Zhou Yu memberikan selembar 50 ribu, dan 20 ribu kepada Sun Jian.
"Makasih," Zhou Yu langsung mencomot dua bungkus petasan dari tangan Sun Jian.
Yu berjalan ke arah teras sekolah.
"Ran Ran Ran." Lu Xun nyikut pinggang Zhu Ran.
"Lu nyuruh gua lari?"
Lu Xun menggeleng. "Zhou Yu, jalan kesini."
"Hei kalian ini ada petasan buat kalian."
"Tengkyu, tante Yu."
Lu Xun, dan Zhu Ran langsung lari dari teras sekolah.
.
.
Yu ngebuka dompetnya, "Uang 50 rebu aeng. KEMANA?!"
Sementara, itu Zhu Ran, dan Lu Xun hanya tertawa.
Mereka berdua lari sampai taman belakang, disitu mereka duduk bersandar di pohon Sakura paling gede.
"Ran, Ran ayo main lagi."
"Oke, Sima Huasi membawa."
"Sekotak brownies, sambil."
"Memakai pakaian renang."
Fire Lovers cekikikan.
"Heh! Ponakan gua yang paling sarap! BROWNIES GANJA GUE MAU LU KEMANAIN?!" Yi mengerenyit, kapan ponakan gua berenang, perasaan tadi ponakan gua lagi berpakaian normal.
"BAGI-BAGI BEH EH OM!"
Yi geleng-geleng. "PONAKAN SARAP BALIK LU!"
Tep.
"Itu namanya karma instan, beh."
Muka Yi pucet.
"Bentar lagi puasa beh."
"I-iya mih, Babeh tobat buat brownies ganjanya."
"Bagus," Mak Chunhua pergi dari sisi Babeh Yi, "OOOHOHOHOHO!"
"PONAKAN GUA YANG SARAP BALIKIN BROWNIES GANJA GUAA!" Sima Yi berlari ngikutin ponakannya.
.-.
"Xun! Ran! Mau brownies ga?"
"Wih mantep, Ka Huasi tau aja." Lu Xun terpesona sama badan Huasi yang kek botol fanta, ga nyangka si Shi punya ponakan sarap berbentuk botol fanta.
Setelah memberi sekotak brownies ke Lu Xun.
Ting!
"Xun? Itu brownies darimana?"
"Dari kamu."
"He?" Huasi bengong terus meneliti kotak tupperware, "itukan kotak isi brownies ganja punya.. OM YI?!
Zhu Ran, dan Lu Xun bengong, mulut mereka udah belepotan sama brownies.
"Untung kalian cuman makan dua."
"PONAKANKU YANG CANTIK BALIKIN BROWNIES GANJA GUAAaa…" Yi melotot melihat Xun yang linglung, dan Ran menggoyang badan Xun cepat.
"OM! HUASI GATAU TIBA-TIBA HUASI NGASIHIN TUH BROWNIES SARAP!"
"BERARTI TADI ADA YANG NYANTET KAMU!" Sima Yi menjenggut rambutnya sendiri. Frustasi, "GUA HARUS BILANG APA KALAU FUCKIN' JIAN NANYA ANAK BUAHNYA?! GUA HARUS JAWAB APPPPAAA?!" Sima Yi kalap.
"Tenang, tenang, Om Yi salah yang nyantet."
Tidak terlalu jauh dari TKP, ada 4 orang pemuda sedang tertawa bahagia, dan salah satu dari mereka memegang sebuah boneka.
"Berhasil, rasain lu BEH!" Shi ketawa diatas derita Babehnya.
"Ka, jangan ketawa keras-keras."
"Iye Shi, nanti ketauan." Hui mainin rambut ikalnya.
"Zhao, mending bekep Kakak lu pake topengnya." Taigong Wang menunjuk topeng setengah jadinya Shi. Kenapa cowo cakep, pinter, segala perfect semacam Tai mau mau aja main cogan kurang asupan perhatian dari ortu? Jawabannya ada di akhir cerita.
"JADI ELU YANG NYANTET GUE?!" Cao Pi megap-megap sambil nunjuk Shi yang ketawa.
"Bukann, bukan kami kok."
"Trus itu boneka paan?"
Zhao melihat boneka yang ditangannya sekilas. "Hadiah dari Yuanji." Zhao nyengir sok polos.
"Kalo gitu, gue ikut dong. Nyantet orang, gua mau nyantet si Mitsu."
Zhao, dan Hui bengong, belum konek sama yang dikatakan Cao Pi.
Akhirnya Mereka duduk melingkar di belakang pohon mangga.
Shi nunjuk diri sendiri. "Aku dulu, Mitsunari berjalan ke Taman."
"Ditemani Zhao Yun."
"Lalu disana mereka."
"Bermain american football."
"Dan bolanya nyasar."
"Mengenai kepala salah."
"Satu dari kita."
"Dan.. akan amnesia.."
.
"AWASSS PI ADA BOLA NYASAR!" Mitsu teriak ga woles.
JDAKK!
"Mantap rasanya Pi?"
"Mantap pala lu! Tendangan pacar gua keras gini."
"Pacar? Kapan lu punya pacar? Lu kan dah beristri!" sembur Shi. Iri.
"Oh.. gua udah punya istri?"
"psst.. Si Cao Pi lagi disantet ya? Ko amnesia?" bisik Zhao ke Hui.
"Yang ada juga kejeduk sesuatu."
"Kalian tadi denger ga?"
"Denger paan Tai?"
"Tadi ada yang nambahin 3 kata."
"Hah?" Shi menatap Tai ga percaya, "ga mungkin, lagipula disinikan ga ada penunggunya."
Taigong pasang muka cius. "Jangan-jangan lu belum tau ya, di pohon mangga ini ada penunggunya."
Shi ngibasin tangannya. "Halah paling si Nthorkan, ntu manusiakan cinta sama mangga."
"Bukan! Segila gilanya Nthor sama mangga, ga mungkin diem di atas pohon," Muka Tai makin cius, "Ni pohon kan tingginya sama kaya gedung asrama."
Pas Tai lagi serius ngomong, tiba-tiba Zhao tertawa kecil.
"Zhao napa lu?" tanya Hui dengan muka kebingungan.
"Ini kaya ada yang bikin geli leher ana."
Karena penasaran, Shi, Hui, Zhao, Taigong, dan Pi ngeliat keatas pohon. muka mereka pucet barengan.
"SETANNNNN!" teriak mereka bareng terus lari kocar kacir, ngabrukin pohon satu satu saking larinya ga ngeliat jalan.
"Dasar anak-anak kurang diajar, guru sendiri dibilang setan, yang setan mah tuh si Yi setan sipit." Kata Zhuge Liang ga ngaca.
"Heh, setan penunggu pohon mangga!"
"Apa Setan bakpao?!"
"Ngapain lu diatas situ."
"Nyari mangga, buat nyogok."
"Bagi bagi ye kalo nemu banyak!"
"Ogah mending aye bikin jadi menu buka puasa besok."
Yi ngedengus kesel. "Huasi! Bantu Om buat angkat, anak buahnya si Sun Jian."
"O-oke Om."
.-.
"Hah… hah…"
"Cape yak."
"GILEEE! INIKAN MASIH SIANG!" Shi sewot.
"Pake acara keluar siang bolong begini."
Brak!
"Kak.. Tai pingsan."
"Biarin nanti juga bangun."
Taigong Wang mengerjapkan matanya, ia memegangi jidatnya yang sakit. "Ughhh… gua kenapa?"
"Lu dah sadar ketos ganteng?" tanya Shi rada nyindir.
"Bukannya tadi aku lagi di kamar ya?"
"Gatau deh, tadi siang lu tiba-tiba nyamperin kite-kite di dapur asrama."
Krik.. Krik..
"Jangan-jangan elu… di.. di…" Shi pasang muka shock.
"Di?"
"SANNNTTEEEEETTT!" teriak 4 manusia tak terdefinisi ke Tai sambil pasang muka horror.
END
Akhirnya ada niat ngelanjutin juga, sesuai janji ni cerita sarap bakal end di chap 30, soalnya ntah otak gila nthor beneran ke imaji DW sama ES21 di x-overin :v
Bye-bye see you next chapter~
