Warning: krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD!

Genre: Parody, dan Humor gagal

Rate: T+

Disclaimer: WO punya Koei kalo Punya saya ni game makin miskin cewe

Balesan review:

RosyMiranto18:

Pi: makasih udah bikinin ya Ponakan sarap Pa Yi, aku bakal pake tuh liang lahat kalo udah waktunya saya dikubur, jadi baybay gua mau ngajak Mitsu maen ps. *ngabur*

JC: kenapa gue jadi mau ikut dikubur? Gue kaga salah apa-apa?! *ngambil ancang buat tarung* gue udah pucet gini jangan bikin gue gentayangan(makin ngaco). Soal jus itu, tadi ada acara sulapnya Pa Yi terus gue dikasih 2 kotak jus apel basi punya Xiahou Ba, karena haus gue minum, terus satu lagi gue kasih ke Huasi biar dapet pahala. *nyengir*

Di chap kali ini tangga terkutuk itu bakal mbalek lagi kek semula.

Go! Go! Pawer Renjers!

Selamat Membaca

"Tuan Cao Cao, liat Nagamasa ga?"

"Tadi lagi dihukum bareng Kanetsugu, dan Ma Chao."

"JUSTICE! Eh?" cepat-cepat Oichi menutup mulutnya.

Cao Cao geleng-geleng, sinetron yang dibintangi 3 pawer renjes berslogan justice menyakiti otak Oichi sekarang.

"Dihukum dimana ya, Pa?"

"Tadi lagi disuruh syuting buat 2 episode sekaligus, dilapangan."

"Katanya dihukum."

"Iya itu hukumannya."

"ASLI? YEAAAHH!" Oichi berlari ke lapangan sekolah.

Dasar anak jaman sekarang.

.

"Nagamasa-sama!"

"Ichiii!"

"Nagamasa-sama!"

"Ichi!"

Ma Chao berdiri di antara Nagamasa, dan Oichi. "STOPP! JANGAN JADI KEK PELEM INDIA NAPA?!"

"Bilang aja lu iri!" sembur Nagamasa.

"K-kaga kok." Ma Chao geleng-geleng.

"MA CHAOOO! BALIKIN TAS GUE YANG ELU PINJEM!" tiba-tiba Wang Yi dateng sambil ngacungin garpu yang penuh dengan saus tomat.

"Hah?" Ma Chao kaget, lalu mengambil ancang-ancang untuk lari, "gua kaga pernah minjem tas elu!"

"Mungkin maksudnya tas slempang pink norak lope-lope yang elu pake buat syuting ni ftv abal." Bisik Kanetsugu.

DOR!

Ma Chao lari setelah mendengar suara tembakan pistol dari Masamune yang latihan menembak dekat situ.

"KANETSUGU HELEP MI!"

Bukannya nolongin Kanetsugu malah megang dadanya sesak, terus jongkok. "Aku jeles sama mereka…"

Nobunaga yang melihat kejadian aneh didepannya cuman geleng-geleng, sejak kapan si Kanet jadi kek si Guo Jia.

"Kembar beda ibu, dan Bapa!"

"Iya Pa Nobu, ada apa?" Xun Yu yang terpanggil oleh Nobunaga berjalan menghampiri si pemanggil.

"Kalian berdua main ya?"

"Main?"

"Iya, main di drama gagal ini."

"Jadi?"

"Penjahat kembar tak terkalahkan."

"Norak, kaga." Tolak Jiang Wei cepat.

"Ayo dong," Nobu menggunakan muka memelas yang terlihat seperti Orochi menahan boker, "yayaya, nanti Bapa gaji deh kalian."

Xun Yu ngangguk-ngangguk begitu mendengar kata 'gaji'.

Jiang Wei geleng-geleng. "Saya tidak terima sogokan, hidupku sudah damai walaupun ada 2 psycopath klan Jin yang nyasar."

"Gajinya berapa?"

"10 rebu per episode."

Xun Yu geleng-geleng. "Saya tidak mau era romusha ada lagi, Pa."

"1 Miliyar."

"Lho? Katanya kamu ga mau ikut Wei?"

"Kamu gatau ya Yu, kamu tuch mau dijadiin stunman."

"Katanya penjahat."

"Lu kaga bisa baca ya tulisan yang dikumisnya Pa Nobu?" Bisik Jiang Wei.

"Kaga."

Dia kaga ngarti apa gue maksud, Jiang Wei tepok jidat. "Dan tadi itu cuman jebakan."

Xun Yu ngangguk-ngangguk. "Hmmm.. emang stunman buat ngegantin siapa?"

"Kanet si jomblo, buat syuting scene tangga terkutuk di lantai dua."

"Emang apa seremnya tuh tangga apa kan itu cuman es-"

Wei ngebekep mulut Yu. "Jangan bikin spoiler, tuh tanggakan dikutuk Si Kimyor gegara bikin doi kepeleset."

"Jadi kalian terima ga tawarannya?"

"Kalo dibayar 1 M kaga ngapa."

"Isshh, yang ada Bapa bangkrut main di fic ini aja digaji kalo tuh nthor inget, yaudeh 900 rebu dah."

"1 juta."

"Yaudah 999 rebu dah."

"Oke, deal."

"Ma Chao! Sini."

Ma Chao berhenti lari, membuat Wang Yi menubruk punggung Ma Chao dan pingsan. Ma Chao berjalan menuju Nobunaga.

"Heh! Naga blonde berhenti adegan pelem indianya, SINI!"

Nagamasa yang lagi kejar kejaran berhenti.

"Kanet to the sugu sini jangan galau mulu si Kenshin Jomblo tuh."

Bukannya menghampiri ke Nobunaga tapi malah gugulingan di lapangan. "GUA KAGA HUMU!"

"Kalo lu kaga humu, tangkep ini." Nobunaga ngelempar sebuah dahan pohon ke arah Kanetsugu.

"Kanetsugu malah makin kenceng gugulingannya. "GUA BUKAN ANJING DARI KLAN JIN!"

Woof!

Tiba-tiba seekor anjing menghampiri Nobunaga dan dimulutnya ada tangkai yang tadi dilempar Nobu.

"Pinter, Dan emang anjing pinter." Nobu ngelus kepalanya anjing itu.

"Itu beneran saudaranya Pa Liang?" bisik Yu ke Wei.

"Hmm.. yang aku tau Bapa gue kaga punya anjing Yu."

"Tapi itu spesies anjing, dan dipanggil Dan."

"Itulah akibat terpeleset di tangga terkutuk di lantai 2." bisik Jiang Wei asbun.

"PA NOBU!" Shi tiba-tiba menghampiri Nobunaga.

Nobunaga berdiri. "Ada apa Shi?"

"Liat Pa Zhuge Dan kaga? Dicariin sama Zhao soalnya tadi."

"Itu bukan?" Nobunaga menunjuk seekor anjing berbulu klimis.

Shi cengo. "Lah inimah beneran anjing Pa."

"Kalo ga percaya liat nametag di kalungnya gih."

JW, XY, dan SS langsung jongkok ngeliat nametag di kalung anjing itu.

"Zhuge.. Dan?"

Krik.. krik..

"Sekarang percaya?"

"Emm.. yaudah pa, saya balik dulu nyari Zhao, Dan ayo!"

"Woof!

"Emm.. yang tadi itu paan?" Ma Chao masih kaga konek sama kejadian tadi.

"Kutukan numpang lewat, Chao."

"Eh Kanet lu udah sembuh."

"Belum, ini kloningan diri gue yang asli."

"Bilang aje Shikigami biar cepet."

"Dah semuakan? Kalo gitu yuk kita caw ke lantai 2, oh iya Wei kamu yang akan merekam pake ni handycam butut." Nabunaga melempar ke Jiang Wei tanpa melihat.

"Dibayar kaga?"

"100 rebu."

Jiang Wei manyun.

Setelah sampai di tangga depan tangga terkutuk itu.

"Nah kalian bertiga harus menghilangkan kutukan tangga ini."

"Kita bertiga bukan paranormal."

"Intinya bikin ni tangga kaga jalan lagi."

"Emang ga jalan tangganya, Pa."

"Intinya jangan bikin ni tangga berubin gerak macam es to the kalator, dan bikin korban berjatuhan, terakhir Cao Cao kepeleset ni tangga, dan berakhir kumis kebanggaannya ilang."

"Bagus dong Pa, Pa Cao sama Cao Pi jadi kaya yang kembar."

"Yah itu mah Pa, harus nego dulu ke Pa Kimyor." Ma Chao pasang muka melas.

"Pa Kimyornya lagi ngamuk di gunung belakang sekolah." Kanetsugu pasang muka malas.

"Ma Chao, Kanetsugu AYO KITA BUAT PA KIMYOR MENGHILANGKAN KUTUKAN INI!"

"Tapi Mas susah lho, rasanya kaya Lu Bu level chaos, gue aja ampe masuk UKS." Tolak Ma Chao.

"Tenang saja, KITA SATUKAN KEKUATAN KITA UNTUK MENGALAHKANNYA!" Nagamasa menarik Ma Chao, dan Kanetsugu.

"Bagus, sesuai rencana." Nobunaga ngelus kumisnya.

"Mulai hari ini, denger ya Yu jangan percaya lagi sama tuh guru, hoax semua perkataannya."

"Engga juga, kemarin saya lihat Pa Cao tanpa kumis."

"…" Jiang Wei tambah bete. "Yaudahlah ayo kita ikutin mereka aja."

.

"Kita sudah sampai ceman-ceman."

"HENSHIN!" Nagamasa celingak celinguk. "hape gue buat berubah mana?"

"Kalo ga salah ada di dalem saku celana, ga dimasuki ke tempat biasa kamu simpen."

Nagamasa ngodok-ngodok saku celananya. "Iya! HENSHIN!"

Poof

"AYO KITA SERANG!" kata renjers biru sambil ngacungin senjatanya.

"PA KIMYOR KEMBALIKAN TANGGA LANTAI DUAAA!" renjers hijau melesat ke arah Pa Kiyomori yang udah berubah menjadi raksasa.

"TUNGGU MA CHAO! NANTI KAMU KEBADUK TASBIH YANG SELALU DI BAWA PA KIMYOR!" teriak renjers putih dari jauh.

"Kanetsugu, elu kaga maju ngikut dua manusia sarap itu?" tanya Xun Yu.

"Gue masih sayang nyawa bro." Kanetsugu nyengir.

"Elukan shikigami ntu manusia jomblo."

"Shikigami juga punya nyawa."

"Serah dah, nih Yu hape buat henshin jadi renjers."

Xun Yu menerima hape itu. "HENSHIN!"

Poof

"Wihhh! Saya jadi renjers ungu."

"Nih tongkatmu."

"39, Wei."

"SEMANGAT YU!" Jiang Wei merekam kelakuan pawer renjers abal.

Tep

"Lho? Kanetsugu dah sembuh?"

"Iya."

"Lu kaga henshin?"

"Hape guekan dipake sama shikigami gue."

"Kalo gitu ambil gih biar selesai ini."

"Oke, heh balik jadi kertas."

"Oke tuan."

Poof

Kanetsugu mengambil hapenya. "Hmm.. kartnya mana ya?"

"Pake kartu master gem aja."

"Manabisa?"

"Lagipula setau gue, yang berubah pake kartu itu cure cantik."

"Ohh, yang hapenya bisa berubah jadi mahluk lucu itu ya?"

"Iye, mending coba dulu deh pake tuh kartu."

"Oke," Kanetsugu menggesek kartu master gem, dan pakaian yang dikenakan Kanetsugu berubah menjadi pakaian dress putih sepaha berenda, ditengah bajunya ada hati berwarna biru. "aku adalah cure cantik! Eh?"

"Jahahahaha! Beneran kaya anim lawas ntu HAHAHAHA!" Jiang Wei ngakak. "U-udah cepetan kalahin itu si Kimyor.. HAHAHA!"

"NAGAMASA! MA CHAO! AYO KITA GABUNGKAN KEKUATAN KITA!"

"BWAHAHAHA! COSPLAY KANET?!"

"UDAH CEPETAN!"

"O-OKE! RASAKAN INI SEMBURAN AIR SELOKAN NAGA BIRU!"

"KIMYOR BALIKIN TANGGA LANTAI DUA! ANGIN BERBAU DARI NAGA HIJAU!"

"DEMI GAJI 999 REBU! KERANGKENG SERIBU KAWAT!"

"DAN! PETIR PUTIH DARIKU! HYAAAA!"

Ko gayanya kek ultramilkman ngeluarin jurus ye?

"ARGGHHH!"

4 serangan absurd membuat Kimyor berubah menjadi keukuran semula.

"MURID SIALAN! YANG KALIAN INGINKAN DARI SATPAM TUA INI APA?!"

"HILANGKAN KUTUKAN DARI TANGGA LANTAI 2!"

"KAGA TUH TANGGA UDAH BIKIN BAPA KEPELESET!"

"SIAPA SURUH TURUN TANGGA GA SABARAN!"

"UDAH TAU TUH TANGGA!"

"HABIS DI PEL SAMA FUUMA!" teriak 3 renjers abal.

"Oke, oke bapa angkat kutukannya, lepasih nih kerangkeng."

"Siap."

Mereka dengan damai kembali ke lantai 2 dengan selamat.

"Silahkan Pa, angkat kutukannya."

"HA! Dah tuh tangga udah ga kaya eskalator lagi."

"SEKARANG WAKTUNYA KITA TERIAK DENGAN SLOGAN KITA!"

"1,"

"2,"

"3,"

"JUSTICE!"

Jiang Wei menutup handycam nya, lalu melemparnya ke Ma Chao. "Tuh dah direkam sama ane, bilang ke Pa Nobu jangan lupa gaji kite berdua, Ayo Yu kita makan di steak di asrama."

"Oke."

"Hmm, udahan ya?"

"Iya, tutup gih."

"Terima kasih sudah membaca chapter ini."

"see you next chapter~" Nagamasa dadah dadah.

End

2 CHAPTER LAGI SEMANGATTTTT! YEAAAAHHHH!