Warning: krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD!
Genre: Fiksi menjurus nonfiksi
Rate: T+
Disclaimer: WO punya Koei kalo Punya saya ni game makin miskin cewe
Cao Pi, and Mitsunari goes to Dupan
Cao Pi as Me
Mitsunari as mai pren
Selamat Membaca
Jam setengah 2 subuh. Cao Pi bangun dari tempat tidurnya, masih loading, kebangun…. Pi nyabut casan hapenya. Nyoba tidur lagi, tapi gabisa. Pi memutuskan maen psp go punya Li Dian (yangbelumdoibalikin). Maen sampe jam 3. Abis maen psp doi ngelamun, ngebayangin (harusnya Zhenji) Zhao Yun pake baju bebas, setelah sadar dari lamunannya doi ngecek hapenya, nyalain data buat buka aplikasi Line.
Begonian
Ice_prince: Mit mau ke lapang jamber?
IcebabysitterSW: bentar lagi, mau mandi dulu
Love_Dragon: otw sekarang
Ice_prince: Oke, w baru mau mandi sekarang :v
IcebabysitterSW: INGET PALING DEPAN KEDUA!
Ice_prince: IYA!
Cao Pi melock hapenya trus berdiri, abis mandi nyubuh heulaaaa…
Sehabis mandi, Pi sholat subuh. Terus bawa barang bawaannya ke lapang, biss.. 1-3? Pi tengok kanan kiri mencari bis yamg di tuju.
Cao Pi dateng-dateng ke bis ngos-ngossan, lari dari asrama takut telat.
"Ai kamu kunaon?" tanya Mitsunari ga selo.
"Cape.. lari dari asrama."
"Dari asrama ini." Mitsunari menyingkir dari bangku kanan, "sok masuk ke dalem."
"Iye."
Jadi Cao Pi sama Mitsu tuh sebangku.
"Udah komplit semua?!" Nobunaga dateng ke dalem bis.
"Mang makanan komplit." Mitsunari di deathglare sama Nobunaga. Mitsu nyengir.
"Sekali lagi, udah komplit?!"
"Udah Paaaa~"
"Yak! Langsung otewe yang telat tinggallin! MWAHAHAHA!"
Selama perjalanan Cao Pi sama Mitsunari nyumpelin telinganya pake earphone biar ga dengerin lagu Piterpenggorengan. Terus pejemin mata, tidur. Pas diperjalanan Pi tidur goyang-goyang beda sama Mitsu yang diem. Bayangin aja tiap bis berbelok kepala Pi goyang seiringnya bis belok, kepalanya pindah ke bahu Mitsu terus ujung-ujungnya ke bantal kecil yang ada di paha Mitsu.
"Tes, tes, sekarang kita sudah sampai di rest area."
"Yang mau ke toilet, silahkan, bisi dijalan tumpah-tumpah."
"Pi, mau ikut ga?"
"Ga," Pi senyun sumringah, "eh ikut deh, hehe."
"Bah."
Mereka turun dari bus terus jalan ke tolet di sebelah kiri. Pi narik tangan Mitsu ke kanan.
"Ai kamu mau ke toilet cewe?" Mitsunari balik narik tangan Pi ke kiri.
"Ih tapi itu tandanya…" Cao Pi, plangnya menyesatkan.
Setelah ke wc, Pi en Mitsu kepergok mas mas jaga wc.
"Katanya gratis…" Mitsu natep Pi, "bawa uang ga?"
Pi ngecek kantong baju sama celananya. "Ga ada."
"Yaudah atuh gue balik dulu ke bis." Mitsunari lari ke bis, sementara Cao Pi diem disitu, biar ga disangka aneh-aneh.
Selagi nunggu, Cao Pi ngeliat Shi, dipanggilah Shi sama Cao Pi.
"SHI!"
"WUT?!"
"Punya 2 rebu ga?"
"Kaga, gue aja ga bawa uang." Shi smirk, "cieee kepergok mas mas, ga bayar."
"Diem lu, sana lu, kaga membantu."
"Hii~ jangan marah nanti keriputan lhooo…." Shi kabur.
Beberapa detik kemudian, Mitsunari lari dari arah bis 1-3 berada.
"Nih mas, 2 orang." Mitsunari memberikan uang 5 rebu, dan si emasnya ngasih 2 rebu ke Mitsunari.
Mereka pun kembali lagi ke bis. Bis berjalan lagi. Mereka tidur lagi, dengan earphone yang bertengger di telinga mereka.
Pas nyampe di UNJ, mereka keluar bis, murid-murid pada kipasan, Jakarta bro vanass.
Murid-murid menyebrang jalan untuk masuk ke UNJ, sampe di auditoriumnya, nax WO pada kepanasan, karena AC rusak, dapet botol akia sama brosur. Cao Pi tidur, Mitsunari kipas-kipas, sementara Oichi ngelipet ngelipet brosur ntah buat apa. Jadi mereka bertiga tuh sederet, Cao Pi duduk di tengah, kanan Mitsunari, dan Oichi sebelah kiri.
Cao Pi bangun, ngangkat kepalanya tapi jatoh lagi ke meja, mencoba tidur lagi tapi pas mau jatuhin kepalanya dagunya di topang sama tangan Oichi.
"Jangan tidur, nonton."
"Lama-lama dibanjur sama nih akia."
"Hnggg…" Pi masih setengah tidur.
Mitsunari kesel, akhirnya Mitsu buka tutup botolnya trus ngebasahin tangan pake air akia, terus diciprat cipratin ke muka Cao Pi. Dan mulailah Oichi, dan Mitsunari membuli si ice prince mpe mereka puas, dan si pangeran es komplen karena kesel.
"Oi." Matanya Pi di bikin belo paksa sama Oichi. "kapan selesenya? Vanass." Pi ngeliatin Mitsu yang lagi ngelipet brosur.
"Gabutz."
Pi mengalihkankan pandangannya dari brosur yang lagi dilipet Mitsu ke brosur Oichi yang udah berubah jadi kek mangkuk besar kek buat jajanan telur jaman dulu. Oichi menaruh tuh seni lipatannya di kursi mahasiswa(?) terus ketawa.
"Apa atuh aku mah cuman bisa bikin beginian." Terus ketawa lagi.
Pi ngambil sisa brosur punya Mitsu yang dirobek, terus tuh sobekan berubah jadi kupu-kupu, sementara Mitsu merubah brosur jadi bangau gede, terus dimasukin ke mangkuk.
"Bangaunya beranak kupu-kupu." Oichi ketawa lagi, receh.
Mitsunari sama Cao Pi malah ngikut ketawa. Gabut lagi.
"Pasti udah pada mau lanjut ke destinasi selanjutnya yaa~"
"DUFAANN!"
Sebelum ke Dufan nih guru-guru nyuruh murid-murid foto dulu di tulisan Universitas Jakarta. Fotonya riweuh. Yang pasti pas di foto matanya ngilang semua, silau menn.
Setelah foto, murid-murid langsung bubar, Mitsunari lari, mau cepet-cepet ke bis, Pi ngikut lari. Jalan cepet. Selama perjalan ke dufan juga sama kek tadi subuh. Nyumpelin telinga pake earphone, liat bantal kecil udah di paha Mitsu. Pi langsung jatuhin kepalanya ke situ. Ingin tidur tapi ngikut paha batur. Mereka tidur mpe nyampe di Dufan, sesampainya di Dufan, Nobunaga mulai memberikan vocer makan sama tiket masuk.
"Tes, tes, sekarang Bapa akan memberi kalian voucher makan, dan tiket masuk Dufan."
"Pi, bangun dah nyampe."
"Hng?" Cao Pi mengangkat kepalanya.
"Yang laki-laki kalo udah ganti bajunya turun, gantian sama yang perempuan." Titah Nobunga terus keluar bis.
"Bisa ga Mit?" tanya Cao Pi ke Mitsunari yang mencoba mengganti bajunya.
"Bisa, tapi susah nieh pake celananya." Mitsu mencoba memakai celananya.
Sesudah ganti baju dari seragam sekolah, Pi, dan Mitsu ke mushola untuk sholat dzuhur.
Sehabis sholat, Mitsu en Pi melanjutkan perjalanannya ke Dufan. Udah masuk dufan. Mitsu en Pi bingung mau naik apa, karena bingung mereka naik korsel dulu, biasa menjadi anak kecil dulu bentar. Mereka lanjut tuh nyari permainan kora-kora, dan saat itu juga mereka papasan sama Guo Jia, Jia Xu, Wang Yi, dan Xiahou Ba.
Cao Pi diem bentar, terpesona sama Guo Jia.
"Naha disini? Pulang," ucap Wang Yi dengan nada ngusir.
"Iya, udah sana pulang." Xiahou Ba ikut-ikuttan.
"Ngapain disini? Pulang gih." Kata-kata Jia Xu menyadarkan Cao Pi. Mitsunari yang kipas-kipas kepanasan memukul mereka dengan kipasnya. Siapa yang ga kesel digituin coba?
Setelah memukul mereka, Pi, dan Mitsu melanjutkan perjalanannya ke permainan kora-kora, disitu mereka ketemu Oichi en de geng. Mereka ngantri tuh, pas udah gilirannya mereka naik, dan udah terisi penuh. Permainan dimulai!
"Aku ga akan teriak! Tapi ketawa," ucap Oichi ke Pi, dan Mitsu.
Ayunan awal-awal belum terasa apa-apa, nah pas agak kenceng. Mitsu mulai ngucap mantra, merem.
"MAAKKK! ANJING GOBLOK ASTAGFIRULLOH!"
Cao Pi bukannya teriak tapi ketawa sampe matanya berair, perutnya sakit, ngeliat Oichi yang beneran ketawa bukan teriak.
"YA ALLAH AENG JATUH! GOBLOK! AAAA!"
"Mit udah Mit, istighfar, bentar lagi selesai."
"ANJING ASTAGFIRULLOH!"
Lama kelamaan ayunannya mempelan, makin pelan, dan akhirnya permainan selesai.
"Udah Mit, udah…" Cao Pi mengelap air matanya yang keluar abis ketawa tadi.
"Sekarang mau naik apa?"
"Hysteria penuh."
"Kalian mau kemana?"
"Conjuring house yuk."
Setelah mendengar itu Cao Pi, dan Mitsunari berniat untuk memisahkan diri. Mereka memisahkan diri tanpa sepengetahuan yang lain.
"Daripada itu mending makan aja dulu."
"Bisi kebawa mimpi, nonton anime horror aja udah kebawa mimpi."
"Iya makanya."
"Jadi mau ngapain?"
"Makan dulu aja."
Mereka pun menukar voucher makan di stand CumulusNimbus.
Selesai makan, mereka jalan lagi mencari permainan yang akan dinaikkin.
"Kita naik Poci Poci aja yuk."
"Ga akan muntah?"
"Bismillah aja."
Akhirnya mereka naik poci poci. Sebelum permainan dimulai, Mitsunari sibuk dengan tongsis dan hapenya, sementara Cao Pi mencoba memutar cangkirnya.
"Ughh.. berat."
Putar, putar, putar.
"Jangan diputerin." Mitsunari mencoba untuk memberhentikan cangkirnya. Cao Pi nyengir.
Permainan dimulai!
Cangkir mulai muter, Cao Pi, dan Mitsunari nyoba selfie pake tongsis.
"Video ajalah." Mitsunari mencoba mengganti setingannya.
"Ini teh udah di pencet?"
"Udah."
Mereka ngevlog sambil diputer. Maksa.
"Balik lagi dengan saya Mitsunari."
"Dan saya Cao Pi, kita lagi naik wahana poci poci."
Mereka diem, ketawa.
"Kenapa kita cuman berdua?"
"Karena kita ga sendiri."
"Tadinya mau ikut sama nax kelas, tapi nax kelas maunya ke rumah hantu."
"Karena kita gamau jadilah memisahkan diri."
"Habis naik ni wahana kite mau cari halilintar."
"Tapi bukan, halilintar yang suka muncul pas ujan gede yaks, tapi roller coster yang dinamakan halilintar."
Cao Pi ngangguk-ngangguk.
"Dah, dah ah." Mitsunari menstop rekamannya.
Permainan selesai. Mulailah dua sejoli ini keliling dufan buat nyari halilintar.
"Kita liat peta lagi weh di jembatan itu."
"Si bisa ihhh baca peta."
Mereka jalan cepat ke sana, sampe sana mereka melototin tuh peta.
"Mana halilintar?"
"Itu ujung kanan atas!"
"Lewat mana? Ketutup pohon gini."
"Intinya deket wahana ice age."
"Yaudah weh ke situ dulu."
Mereka pun jalan cepat ke wahana ice age. Sampe sana mereka ngeliatin plang arah wahana(?). Mereka mpe muterin badan 360˚ derajat.
"Coba weh jalan sini." Cao Pi nunjuk jalan di samping kiri wahana ice age.
Mitsunari pun langsung jalan cepat lagi.
"Itu tuh!" Cao Pi nunjuk wahana halilintar semangat.
"Ayo ngantrii!"
Mereka lari kesana. Mereka ngantri wahana halilintar satu setengah jam. Pas udah giliran Mitsunari, dan Cao Pi yang naik, mereka langsung duduk di kursi paling depan.
"Ini ga bisa dikeatasin lagi." Mitsu mulai panik.
"Turun yuk ah."
"Hayu."
"Silahkan bagi yang naik ni halilintar, teriak, berdoa, sumpah serapah, dan jangan lupa untuk tidak mencoba melepaskan keamanan yang sudah terpasang. Selamat debus ria MWAAHAHA!"
"SUMPEH ITU PA NOBU ATAU PA SIMA?!"
"Itu Pa Nobu," jawab Cao Pi datar terus ngeliat rel halilintar. "HEH! KUMIS LELE SIALAN! INI ADA ANAK BATURR! JANGAN DIBAWA-BAWA BUAT DEBUS!"
"Suka-suka Bapa." Nobunaga smirk. "selamat bersenang-senang."
Glek
Permainan dimulaii~
Roller coaster mulai berjalan naik.
"Istighfar Mit."
"Tuhan lindungilah aku."
"Yesus kuatkanlah aku."
Ohh.. yang duduk dibelakang kristen toh, Cao Pi ngangguk-ngangguk.
Roller coaster turun dengan cepat, muter lingkaran api.
"ARRRGHHH NOBUNAGA SYIALAN! GUEEE KEBAKAR! GUE KEBAKARR!"
"Istighfar MITTT! SI MITTSSUUU KEBAKARRR NJEERRR! ASTAGFIRULLOH!"
Jet coaster sudah melewati lingkaran api. Melewati rel kaya rantai DNA meliuk liuk. Pas meliuk ke kanan Mitsunari teriak lagi.
"AENGGG LABUH MAKKK AENGG LABUH!"
Cao Pi melirik Mitsunari, "SIII MITSUUU LABUHHH NJIRRR!" Cao Pi panik.
"MAKKK! MITSU LABUHHH!"
Melewati untaian DNA, rel selanjutnya melungker, setelah itu roller coaster berhenti.
"Haahh… udah."
Mereka turun tangga masih ngos-ngossan. "Katanya mau beli minum?"
Mereka jalan mendekati vending machine warna orange.
Mitsunari membuka dompetnya mengambil selembar 10 ribu.
"Ini masukinnya gimana?"
Tiba-tiba ada mas mas mendekati mereka. "Itu tinggal masukin aja."
Mitsunari memasukkan uang itu ke lubang, eh tuh uang keluar lagi. "Itu balikin aja uangnya terus masukin lagi." tiba-tiba emas emas dateng menghampiri Pi, dan Mitsu.
Dibaliklah tuh uang 10 rebu, dan tidak keluar lagi dari mesinnya.
"Mau minum apa?"
"Katanya mau the botolz."
"Oke." Mitsunari mencet tombol di bawah the botol(?).
Setelah mereka beli minum via vending machine mereka melanjutkan perjalanan mereka ke bus.
Cao Pi melihat langit. "Mit langitnya udah mendung, jalannn cepaaaattt!"
Cao Pi, dan Mtsunari jalan cepat kek orang rusuh, baru jalan beberapa menit udah ujan semakin lama semakin deras, Cao Pi n Mitsu langsung lari riweuh sambil teriak-teriak kek cewe rempong, dan akhirnya mereka neduh di pinggiran wahana bombom car, dan sampe naek-naek kek monyet gegara dufan banjir, untung ada emas-emas baek nolongin tasnya Mitsu n Pi jadi tas mereka ga innalilahi gegara banjir. Setelah sudah mulai raat aka reda mereka berjalan lagi melewati gerimis tapi banyak dengan payung bunga-bunga, dan yogya kebanggaan mereka. Tidak sampai situ cobaan datang pada mereka, saat mau nyari bus mereka bulak balik melewati genangan yang agak dalam alias menyemplungkan seluruh sepatu.
"Pi mending beli sendal aja."
"Okelah."
Mereka mengalah dengan genangan air, dan lebih memilih beli sendal 25 rebuan untung melewati genangan air. Setelah sampai di bis mereka nunggu bus berangkat mpe jam 6.
"Keneh hayang starbak eungg.." si Mitsu ngidam starbak, dan udah diniatin pas ke jekardah beli strabak.
"Nanti di rest area."
"Kalo ada."
Saat perjalanan ke Rest area seperti biasa nyumpelin earphone di telinga terus molor, sampe rest area km 72, numpang ke wc di indoapril terus merantau mencari starbak. Mereka nemu starbak yang nyempil di belakang Nthor lupa lagi namanya. Akhirnya keinginan Mitsu tercapai, dan membuat Mitsu aneh adalah Cao Pi mesen green tea latte dingin sementara dari tadi mereka kedinginan di dalem bis.
Setelah mendapat pesanan masing-masing dari teras café starbak mereka lari takut ditinggalin bus. Sampe di bus ya kaya tadi lagi sambil menikmati kopi mahal, terus udah abis molor sampe nyampe Bandung.
"Sekian dari cerita gaje dari kita, selamat menempuh hidup~" Cao Pi n Mitsu dadah ke kamera hape jadul.
THE END
After syuting(?)
"WOIII! THORR! MAU LU APA?! MASA GUE TERSEPONA SAMA SI BLONDE PLEYBOY!" Pi narik kerah seragam batik gue.
"EHHH ABIS YANG GUE LIHATKAN COWO BUKAN CEWE!"
"TAPI KAGA USAHH NGIKUT ASLINYAA! GANTI KEK JADI OICHI KEK! Nagamasa ngedeathglare Pi.
"DAQIAO KEK!" Sun Ce menatap tajam Pi.
"JIA CHONG KEK!"
"NAPA NAMA GUE DIBAWA-BAWA?!" JC teriak tepat samping telinga Mitsu.
"Aduh telingan gue…"
"YANG CAKEP DIKIT NAPA?!"
"Pertama, kalo sama yang lain nanti mbak Zhenji ngamuk, kedua ingin aja, daripada sama Zhang He, Ketiga kalo mau kalian crossdress aja, kalo kalian mau nanti chapter ini di revisi jadi ada 2 versi."
"Ogah gue jadi cewe."
"Ya makanya terima aja ya nasib di sutradarai oleh gue."
"Iya, iya serah lu gue ngalah."
"Lagipula nanti si ikal juga ngerasain apa yang lu rasain tapi lebih gila lagi."
BRUSSH!
Semua pada ngeliat meja deket ruang ganti di studio, mereka ngeliatin si ikal arogan menyemburkan minumannya.
"GUE BAKAL MAIN DI CHAP SELANJUTNYA?!"
Gue ngangguk antusias. "iya judulnya Ra-ha-sia." Gue ngelempar skrip ke Zhong Hui.
Zhong Hui baca bentar terus ngebating tuh skrip keras. "GAK TERIMA GUEE!"
"Lu harus terima kalo ga, ga bakal gue kasih gaji bulanan kek biasa."
Zhong Hui langsung diem.
The real END
YAAKKK MINNA-SAMA! TERIMA KASIH UDAH BACA CERITA SANGAT GAJE INI! Dan aslinya ini emang bikin sebagian pas lagi di jalan pulang dari study tour ke jekardah, dan baru selesai huehue this is special series because I miss WO fandom, dan jangan lewatkan satu spesial chap lagi(belum di ketik sih)
SEE YOU AT SPECIAL CHAPTERR~!
