YANG BELUM NONTON BLEND S EPS 1 JANGAN BACA DULU INI! SOALNYA INI ADA YANG DILEWAT, DIUBAH DAN DI DI INTINYA BISA DIBILANG INI HORROR(TERHINANYA) VERNYA! UNTUK ORANG NORMAL SILAHKAN PERGI!
Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD ABIS!
Genre: Parodeh atau X-over dadakan?
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei
Balesan Review:
Rosy Miranto18:
Mitsunari: yosh! Yang bakal main di chap kali ini yang akan membalas ripyu. Kalo boleh, saya mau memaksa mereka menonton itu, itu ngebuat si Nthor ngakak ga karuan. Abis pas sih item putih :v
Sima Shi: Haha! Gue menangkan, makanya jangan adu pinter sama gue. (Ga lebih tepatnya dia ngalah sama orang kelewat pinter macam kamu).
Mitsunari: Masa? Anda yakin dengan jawaban anda? Ga mau ganti? Padahal udah dikasih klunya lho di warning :v
Shi: Kagak ngapain gue manggil elu udah sana sama Fengzhang aja geh, btw, kita tuh bukan imbisil situ aja kagak punya kata-kata yang bagus untuk muji kita. #nendang Huasi
Cao Pi: Saya waras pada waktunya, sesuai naskah yang dikasih sama yang ngaku-ngaku selingkuhan gue.
Date: yap, anim yang sempet mejeng di RCTI pagi-pagi, Lyrical Nanoha? Si Nthor kaga nonton itu, cuman nonton pretty cure itu juga cuma yang pertama banget sama Minky Momo yang ada di spacetoon dulu.
Si Tante: Kenapa lu panggil gue Bibi? SAYA COWOK LHO YA! Si Nthornya aja minta digibeng nyebut gue tante, soalnya ngetiknya di leptop, lagipula kalo ditambahin 'u' nanti kalian bisa nyebutin semua namanya.
Zhong Hui: soal rekues maaf kalau anda muntah-muntah karena ini, karena ini Blend S Nthor ver horror untuk orang normal.
Mayuzumi Chiharu:
Awas jangan salfok lagi XD
Terima kasih sudah menyukai chap yang menurut saya paling gaje,dan aneh itu, saya terhura, ga nyangka aja bisa bikin ketawa para pembaca(maksud lu?).
Itu juga karena saya baru maen DW8E waktu itu.
SELALU SEMANGAT SELAMA ADA IDE DAN KALIAN PARA PEMBACA SETIAKU~!
Blend S ngeri ver
Episode 1
Cast:
Mitsunari Isihida as Sakuranomiya Maika (sadis)
Zhong Hui as Hinata Kaho (tsundere)
Date Masamune as Hoshikawa Mafuyu(Imouto)
Zhang Chunhua as Akizuki Koyo
Cao Pi as Dino
MAAPIN! Abis kepikirannya gini ingin nangis w~ hobiku mengOOCkan chara tolong ingat itu. Semoga kalian tidak sakit mata, kejang-kejang dan penyakit lainnya, imajinasikan saja mereka cewe. Yang asli cewe cuman satu :v
Selamat Membaca
Disebuah rumah tepatnya di istana.. HEH! Gue sebut istana Oda aja ye? Oke, Ada seorang ehem, perempuan sedang menangisi sebuah surat penolakan kasar dari sebuah tempat kerja paruh waktu yang dia datangi, perempuan itu terus mencari tempat kerja paruh waktu, untuk bisa menabung agar rencananya kabur dari istana berhasil, kaya putri sinet aja elah. Sudah ke 99 kali dia ditolak, dan dia tetap tidak menyerah. Saat ia mendapat surat, ternyata tempat kemarin dia wawancara menolaknya juga!
Kami sedang tidak membutuhkan pekerja baru, MATI SANA!
Mitsunari duduk dipojokan memeluk kedua kakinya, untuk ke 100 kalinya dia di tolak.
"Apakah karena mataku ini?~"
"Kenapa aku tidak diterima~"
"Kenapa?"
"Kenapa?
"KENAPA?!" tanya Mitsunari sambil berurai airmata, mukul-mukul lantai keras saking kesalnya.
"Sudahlah tenang, Tuan Mitsunari." Kiyomasa datang menenangkan tuannya.
"GUA KAGAK BISA TENANG!" teriak Mitsunari ke Kiyomasa penuh napsu. "GUE.. GUE MAU KABUR KE LUAR NEGERI!
Kiyomasa duduk di depannya. "Tenang, Tuan Mitsunari. Tuan Mitsunari pasti akan mendapatkan kerja paruh waktu." Kiyomasa ngepuk-pukkin bahu Mitsunari.
"Benarkah itu Kiyomasa?" tanya Mitsunari matanya bercermin-cermin.
Kiyomasa ngeliat penampilan Mitsunari eneg. "I-iya,"
Atas dukungan Kiyomasa, Mitsunari semangat kembali, dan berniat untuk melamar kerja lagi, Mitsunari pun berdandan kembali. Rambutnya yang ga pernah disisir, disisir. Baju belelnya ganti jadi baju baru beli kemarin, Rambutnya diikat twintail bawah(?), Baju belelnya jadi seifuku(1) berwarna pink roknya panjang sampai mata kaki menutupi coretbulukakinyacoret kakinya yang putih mulus yang bisa bikin cewe-cewe ngiri, tak lupa Mitsunari membawa kipas kebanggan, dan tas belanja Ibu-Ibu berwarna pink mencrang.
Mitsunari pun ngabur dari istana dengan memanjat tembok istana penuh semangat, Mitsunari berjalan ke stasiun, sesampainya di stasiun Mitsunari mendapat informasi kalau kereta yang perlu dia naiki datang terlambat.
Kenapa sih.. Pas gue lagi buru-buru untuk wawancara, keretanya malah terlambat, syialan emang, mana kondekturnya? MANA YANG PUNYA KERETANYA?! Tak hajar kalau ketemu!
Daripada di tolak lagi, Mitsunari memilih opsi kedua lari ke tempat itu. Saat asik berlari bahu Mitsunari bertabrakan dengan tangan seorang laki-laki bersurai hitam legam yang biasa mejeng di iklan Sunbrader.
"Ma-maaf." Laki-laki itu membalikkan badannya. Mitsunari terpana, Laki-laki itu juga ikut terpana saat melihat Mitsunari.
"Ma-maaf!"
"Kalo lari liat liat jangan pake kaki aja, pake MATAnya juga," ucap laki-laki itu dingin. Mitsunari shock. Mitsunari lari meninggalkan laki-laki itu.
Gadis berambut senja layaknya sore hari...
Rambut hitam legam sehalus sutra! Dia pasti dari negara lain! Tapi kata-katanya nyelekit bruh.
Mungkin hari ini hari kesialanku.
Kata-katanya masih nanclep di hati!
-3-
Selesai wawancara Mitsunari sudah berpikir optimis kalau bakal gagal lagi, well emang gagal wawancara, sampe sana telat terus malah di tendang keluar.
Wawancara gagal lagi… syedih banget sih.
Mitsunari bercermin di kaca cafe, memeriksa matanya, membuat wajah-wajah aneh, nepuk-nepuk pipinya keras.
Di dalam kafe.
"Itu banci kenapa?" tanya seorang perempuan ikal sepunggung, tangannya gerak tapi cuman ngipas-ngipas sementara si sapu gerak sendiri.
"Saya punya cermin ngaca sono." Si wanita mengalihkan pandangannya dari perempuan ikal ke jendela kafe, "Tuh anak kenapa?"
"Diakan..." Laki-laki bersurai hitam lari keluar kafe. "ELU! ELU YANG LARI GA LIAT JALAN!"
Baru saja Mitsunari mempersiapkan kepalanya untuk dibenturkan ke kaca kafe, eh tercyduk sama orang yang baru dia temui pas di stasiun. "HAH?!" muka Mitsunari berubah pucet, njirr, gue salah apa mpe kudu ketemu dia lagi?
.-.
"Kenapa elu disini?" tanya laki-laki itu dingin.
"KO DINGIN GITU MUKA AJA YANG CAKEP! GUEKAN UDAH MINTA MAAF!"
"Manajer pemakan anggur, gimana kalau dia di pekerjakan disini?"
"Hah? Ngapain memperkerjakan banci lagi? Cukup satu."
"Cao Pi, sudahlah pekerjakan saja dia, kasian udah 100 kali dia ditolak."
Mitsunari terhura dengan kata-kata wanita di sebelah Cao Pi. "Apakah kalian mau menerimaku? Aku lupa. Namaku Mitsunari Ishida."
Udah tau dari dulu, keles, batin mereka bertiga.
"Kalo elu rela, melayani pelanggan aneh, ganti baju sana."
Beberapa menit kemudian, Mitsunari keluar dengan baju pelayan berwana pink, ih cucok duech.
"Kami belum memperkenalkan diri, gue Zhong Hui, pelayan disini, salam kenal." ucap perempuan yang berpakaian pelayan berwarna toska.
"Saya, Zhang Chunhua, staf dapur, senang berkenalan denganmu," ucap wanita itu tersenyum lembut cenderung seram.
"Lu bisa panggil gue Cao Pi, Gue bekerja membatu Tante Chunhua di dapur, dan manajer kafe ini." Cao Pi memandang Mitsunari rendah. "Semoga elu gajadi kek yang itu." nunjuk Zhong Hui.
"Ahh.." Mitsunari jijik liat gaya jalan Zhong Hui macam cewe.
"Sekarang, gue kudu ngapain?"
"Gue.. ingin lu jadi karakter sadis."
"Karakter sadis ya?.." Mitsunari shock lagi, WTF! Sadis?!
"Jangan shock gitu, di kafe ini semua karyawan punya karakter saat melayani pelanggan, sama seperti kafe maid atau butler, kalau karakter gue, tsundere," Zhong Hui buang muka. "a-aku bilang ini bukan karena aku peduli padamu."
Mitsunari melongo, banci sesungguhnya itu bukan Kojiro Sasaki ataupun Zhang He, but him.
"Lu bisa menjadi karakter sadis?"
"Gue harus bersikap kek gimana ke pelanggan?"
"Gue ingin LU melihat pelanggan dengan pandangan jijik, dan menghina mereka."
Untuk ketiga kalinya Mitsunari shock. "Merekakan pelanggan?!"
"Ada juga kok, yang suka digituin, makanya udah gue bilangin tadi."
Kling-kling
"Ada pelanggan tuh, sana sambut sama elu." Cao Pi menendang pantat Mitsunari. "Tugas pertama lu."
"Meja untuk dua orang."
Bagaimana ini? Guekan LAKI kok, kok, terus kenapa yang dateng harus Magoichi, sama Guo Jia?! Mitsunari gemeteran. "Kenapa kalian kesini?" tanya Mitsunari datar.
"Maaf," keluar air liur dari mulut masing-masing.
NJIRRR! MUKANYA HORROR! MEREKA EMANG PLAYBOY MESUM!
.
Gu-gue harus memberi saus di atas omurice… tangan gue gemeter, Mitsunari menekan botolnya kenceng.
CROT!
Sausnya kena muka Magoichi sama Guo Jia.
"Menjijikan.."
Dari hidung Guo Jia ngalir darah.
NJIRR! GUE SALAH APA DAPET PELANGGAN KEK GINI?!
.-.
Akhirnya keluar juga mereka dari sini.
"JANGAN KEMBALI KE SINI!"
Mitsunari jongkok, trauma menyerang Mitsunari.
"Mitsunari, sudah-sudah. Kamu bagus kok tadi."
"Lu melihat mereka macam sampah,"
"Itu pujian?"
"Bagaimana? Lu masih mau tetep bekerja disini atau gimana?"
Mitsunari ngangguk agak ragu. "Mohon kerja samanya~" Mitsunari natep Cao Pi serius. "Lu dari luar negeri ya?"
"Lu gatau gue dari mana gue tendang lu dari kafe."
Mitsunari ngangguk-ngangguk cepat. "Ta-tau kok."
"Bagus, btw jangan-jangan lu kerja buat kabur?"
"Ahh.. bukan kok, aku cuman mau belajar di luar negeri.. habis aku suka luar negeri." Mitsunari tersenyum manis.
Dari hidung Cao Pi keluar setetes darah. "Awas abis ini dicerein sama Zhenji," bisik Zhong Hui ke telinga Cao Pi.
Keesekokan harinya, Mitsunari melanjutkan kesehariannya eperti biasa diselingi kerja paruh waktu di kafe, sekarang Mitsunari bahagia sekali, 100 kali ditolak itu hanya permulaan, kerja keras itu tidak akan menghianati hasil. Tiap selesai jadi cinderella Nobunaga, Mitsunari langsung pergi diam-dia ke kafe.
Kling-kling
"He?" Mitsunari bingung, saat dateng ke kafe, baru masuk, malah ngeliat bocah bersurai coklat menduduki punggung Cao Pi, Cao Pi sendiri seperti menahan untuk tidak marah atau membekukan bocah bersurai coklat itu.
"Mitsu, bisa ambilin dualblade gue kagak?"
"Ada dimana ya, Mas?"
"Itu, di tempat payung sebelah kanan elu."
Mitsunari ngeliat ke kanan,lalu mengambil dualbladenya Cao Pi, Mitsu lempar ke Cao Pi. Sebelum Cao Pi menangkap dualbladenya Cao Pi mensmekdon bocah bersurai coklat itu.
"RASAKAN INI BOCAH!"
Bocah itu membeku. Seluruh kafe ikutan membeku.
"LU XUN MANA LU XUN?! KALO BISA SAMA ZHU RAN SEKALIAN! EMERJENSI!"
2 jam menunggu mencairnya es, untung si bocah bersurai coklat udah mencair duluan, jadi si menejer pemakan anggur ga akan masuk koran pikiran setan karena sudah membunuh bocah berumur 14 tahun. Selagi menunggu es mencair, bocah itu, dan Mitsunari mengganti baju.
"Jadi lu, karyawan baru itu." Mitsunari menggangguk. "Gue udah kuliah ya, bukan bocah 14 tahun yang disebut si Narator tadi, Nama Date Masamune."
Mitsunari ngelirik Zhong Hui, "Btw, Zhong Hui, itu elu darimana munculnya, gede amat." Mitsunari nunjuk dada Zhong Hui.
"… jangan bahas itu, jangan ingetin gue tentang suntikan yang di berikan Da Ji sebelum syuting." muka Zhong Hui berubah suram.
"Baiklah.. mending ayo keluar udahkan ganti bajunya? Haha."
-3-
Btw, karakternya si bocah 14 tahun paan?
Date menepuk kedua pipinya. "Selamat datang~ Kakak-kakak~" Date berlari menuju pintu kafe. "Kakak~ tunggu aku!"
Mitsunari pucet saat itu juga, njerr ngeri, dasar bocah.
"Oi, tolong isi ulang krim-"
Mitsunari berbalik badan. "Ha? Diem lu, dasar brengsek."
.
.
Mereka diem beberapa detik.
"Sana, isi ulang krim!" Cao Pi menendang Mitsunari keras.
"Gue salah apa? Mpe ditendang."
._.
Kling-kling
"Yay! Selamat datang, Kakak!"
.
"Hmph, A-aku tidak menunggumu, kok, tapi ada kursi kosong di pojok sana, jadi duduk sana."
.
"Jadi elu kembali lagi?" Mitsunari deg-deggan. "duduk saja, diam jangan ribut."
.
"Gue di kelilingi 3 banci..."
"Yang sabar, bentar lagi kok," Chunhua tetap setia tersenyum penuh arti.
.
Gue gayakin, bakal tahan kalau disuruh syuting beginian, kumohon next chap rekuesnya yang normal~ yang tidak membuat otak si Nthor kepikiran mpe begini.
Btw, gue jadi ingin nyoba karakternya si Date, Mitsunari muter badannya "Cao Pi. Oni." mukanya Mitsunari berubah menjadi muka merendahkan. "Chan."
Muncul perempatan di dahi Cao Pi, Cao Pi menendang pantat Mitsunari lagi. "MATI SANA!"
"MAAF!"
"Spageti untuk meja nomor 8." Zhong Hui berjalan melewati meja pelanggan yang membawa NDS.
"Ini gimana? Kok ga konek ke internetnya?" Zhong Hui lewat lagi.
"Mana-mana? Ko beneran ga bisa?"
Hui nyamperin meja itu, ngerebut NDS merah yang bermasalah dengan koneksi itu. "Jangan datang kesini kalau cuman main game!" pelanggan yang duduk disitu meminta maaf.
"INI! Lihat apa yang kulakukan pada karaktermu! Gini lalu begini! Akan kuhubungkan pada internet! Dan selesai," Zhong Hui membalikkan NDSnya memperlihatkan apa yang dia perbuat(?). "sebagai tes kutambahkan kamu jadi temanku! Berterima kasihlah!"
"Gue udah gakuat~ apalagi ini, berat, boing-boing. AAARGHH!"
Mitsunari ngipasin kepala Zhong Hui yang udah ngepul. "Sabar, Zhong Hui, salahkan otak si Nthor."
Date ngeliatan Mitsunari sama Zhong Hui sinis.
"Jangan lihat gue gitu, Mas. Gamungkinkan situ iri? Lagipula gue rata kok, guekan laki." Mitsunari meraba dadanya, kok kenyel ya. "OMEGAT! Kok adaan?!"
Muka sinis Date ngilang, senyum jahat muncul. "Aku kasian sama kalian, berdoa sajalah bisa dikempesin lagi tu dada. Makanya punya muka tuh yang shota."
Mereka diem.
"Udah malem, pulang yuk!" ajak Date ke dua banci yang masih meratapi nasib.
"Awas lu Da Ji, gue siksa lu, sampe lu bilang cara ngempesin ini."
"Udah, udah Mitsu jangan dendam dong."
"GUE MAU PULANG! END-IN CEPETAN! GUE KAGAK MAU MAIN PUMP WALAU GUE UDAH LATIHAN BUAT MAEN BEGETUAN SEBELUM SYUTING! GUE LEBIH RELA PAKE ROK DARIPADA MPE DI SUNTIK! Hah..hah.."
"Iya, iya udah en kok." Date ngepuk-pukkin pungguk Hui.
CUT!
"Bagus kalian bagus!" Nobunaga ngacungin jempol.
"Kalian berdua transgender aja ya? Udah cocok," Cao Cao ngacungin jempol terus mimisan.
"Boleh juga," Cao Pi ditampar keras sama Mitsunari, "OGAH GUE JADI ISTRI ELU!"
"MANA DA JI?! MANA SI PAWANG ULER?!"
"Ada yang mau nenangin Hui? Sebelum ni studio ancur?" tanya Nobunaga pada orang-orang yang sempat jadi pelanggan kafe.
Semuanya nengok ke Jiang Wei. Jiang Wei bingung. "Kok aku? kenapa ga Deng Ai? Kan Deng Ai ada, di pixiv lebih banyak dia sama Deng Ai lho daripada sama aku."
"Tapi Bapa maunya kamu, kan kalo sama Xun Yu dia sama Guo Jia, udeh sana."
Jiang Wei nyamperin Zhong Hui, bukannya nenangin Jiang Wei malah meluk Zhong Hui, empuk ya Wei, empuk ya? WOI! Jangan lemparin pedang HUI! Gue cuman narator butuh uang untuk makan. Yang merasa innocent pada tutup mata, terus pada merapal mantra, "inimimpiinimimpi."
Nobunaga bersiul. "Tenang juga si Zhong Hui, jangan bayangin kalau si Hui ngusap-ngusap kepalanya Wei ya untuk orang normal kalian bakal merasakan sakit mata, dan mual-mual."
"Saya nyatakan chap kali ini end!"
END
Ga nyangka aku bakal dapet rekues anim yang belumku tonton(nunggu bisa ngebatch) jadi aku donlod dulu eps 1 ditonton dulu, jadi maaf ya kalau aneh ini juga baru pertama kali nge parodiin anime :v maaf kalau ga sesuai harapan, soalnya kalo ga gini, tanganku gatel huhu susah menahan hasrat terima kasih udah rekues, ada yang mau rekues lagi? Kalo ga ada next chap bakal grup WO ver facebook, nyehe. Tapi dengan senang hati kalo masih mau rekues tho tapi jangan salahhin kalau kalian mual-mual :"
Terima kasih sudah membaca cerita ini~
see you again~
