Warning

: krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD!

Genre: Humor gopean

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan review

Mayuzumi Chiharu

Kalo belum cukup umur lebih baik lewatkan saja chap itu :v

Laba-labanya mengerti bahasa manusia, laba-laba yang terkena kutukan Kakek Zhang Jiao.

Ternyata anda sudah membacanya :v w kira belum ada yang baca ntu cerita nista. Imunisasi itu menyeramkan :v

Nieh chap selanjutnya, gaje sih. Yaudahlah gaje ini :v

Tau dah paan

Selamat Membaca

Di depan rumah, ada seorang anak lagi keliling rumah(?) yang naujubillah besarnya, anak itu duduk-duduk di rumput, menatap langit-langit.

"Oi, lagi ngapain?" panggil seorang berambut ikal pada si cebol, doi berdiri sok keren belakang si cebol.

"Lagi menatap langit," Jawab anak cebol itu.

"Ternyata kalian disini," seorang pemuda berambut coklat diikat datang menghampiri, lalu duduk di sebelah kanan si cebol.

"HEI TIGA SERANGKAI!"

Ketiga mahluk itu nengok kanan-kiri mencari orang yang manggil mereka.

"Siapa yang manggil?" tanya anak cebol.

"Tau deh," pemuda diikat menaikkan bahunya.

"Tapi suaranya rada cempreng gitu."

"Tapi kita tuh bukan anggota indische partij,"

"Yang bikin ini korban pixiv makanya gitu,"

"Kalian dipanggil AYAH TUH!" suara teriakan tadi terdengar kembali.

"Kok gue kenal ya suaranya?"

"Ayah?" si cebol nengok ke si ikal.

Si ikal nengok ke si cebol. "Emang kita punya Ayah?"

Pemuda diiket menaikkan alisnya. "Suaranya kek si artis kulit manggis."

"KALIAN JANGAN TRISOM MULU WOE!" orang manggil mereka daritadi berlari ke arahnya.

"Btw gaes, kita dimana?" tanya si ikal.

"DI ISTANA ODALAH MANG DIMANA LAGI?! ISTANA YANG PERNAH KEBAKARAN CUMAN GEGARA SEBATANG PETASAN?!" sembur si cebol ke si ikal.

"Selow ceb, jangan pake kuah baso."

"Jangan panggil gue cebol, gue punya nama."

"Ada artis kulit manggis dateng."

Manusia yang disebut sama si pemuda diiket dateng sambil ngos-ngossan, gimana ga ngos-ngossan, lari dari teras(?) istana ke tiga serangkai itu bagaikan dari Bandung-Jakarta, sebenernya sih itu ada travellatornya. Tukang nyiksa emang yang punya istana.

"Kalian dipanggil Ayah,"

"Ayah sopo?"

"Dedi Mitsuhide, kalian disuruh menghadap."

"Emang kite salah apa?"

Si artis kulit manggis mengangkat bahu. Si pemuda diiket ekor kuda menepuk kedua tangannya. "AHA! Mungkin karena plang itu." Si pemuda diiket ekor kuda nunjuk plang imut yang tertancap di tanah.

Si cebol mendekati plang itu, lalu membacanya. "Dilarang menginjak rumput, kalo menginjak sekali di push up 100 kali, menginjak berkali-kali di harakanan, kecuali sudah bilang ke yang punya, dan yang punya taman ini."

"Hah? Larangan macam apa tuh?"

Tiba-tiba Nobunaga sama Nohime lagi jalan-jalan keliling istana, terus ngeliat tiga serangkai sedang di tamannya.

"KALIAN! NGAPAIN DISITU?!"

Indische partij jejadian mempersiapkan ancang-ancang buat lari.

"Gue tanya sebelum lari, kenapa kalian ada di sini?"

"Kabur dari penjara bosqu," si cebol nyengir.

"Bapak tiri diajak makan malem sama Pa Nobu jadi gue ngikut mayan gretong, kamu sendiri?"

"Gue? Abis keluar dari kamar Nobunaga, nyari aib si Nobu."

"KALIAN! JANGAN LARI APALAGI ELU CEBOL!"

"EMANG GUE SALAH APA?!"

"TAHANAN LARI! TANGKAP!"

"LARI MANCEMAN!"

Mereka pun ngabur dari jeratan kakek-kakek bangkotan yang sayang banget sama kumisnya.

"BELOKK KANAN!"

"JANGAN! DISITU ADA TRAVELATOR!"

"KALO GITU TEMBUS TEMBOKKNYA!" Si cebol mengeluarkan siege spearnya.

"SEMANGAT CEB!"

"KALIANN!" Nobunaga lari dengan kecepatan 180 km per detik, muka seremnya makin horror.

"HUWANJAI! CEPET CEB!"

Pemuda diiket kuda memperhatikan rumput, mecari perbedaan rumput asli, dan boongan.

"Sini, aku sudah menemukan jalan keluarnya."

"KALO GITU CEPET!" si ikal ngedorong pemuda diiket kuda keras. "Elu cepet lari, gue sama si cebol bakal ngikutin elu."

Pemuda diiket kuda mulai berlari, si ikal narik si cebol, jadilah kejar-kejaran kek tom n jeri.

"NAIKKIN SPEED KALIAN JADI 40 KM/MENIT MANTEMAN KITA KUDU MELEWATI TRAVELLATOR!"

"KATANYA LU UDAH BISA BEDAIN!"

"INI KITA DI KEPUNG SAMA TRAVELLATOR!"

"TURUNIN GUE!"

Mereka berdua menaikkan kecepatan mereka untuk melawan arah travellator, lari, lari, berlari terus untuk mencapai kebebasan.

"PERCEPATT!"

"TRAVELLATORNYA MAKIN CEPET!"

"Berasa ngeggunain tredmil," ucap si cebol

1 km sebelum tersentuh oleh pedang star wars milik Nobunaga, indische partij jejadian masih lari di tempat.

"Istriku, apakah senjata pinjaman dari si Saekah masih ada?" tanya Nobunaga lembut sambil lari.

"Tentu saja, ahh.. disini juga lagi ada Masmun." Nohime mengelus kepala Masmun lembut.

"GAES SIAGA SATU GAES! SI PICEK TIBA-TIBA MUNCUL!"

"Masamune, maukah kau membius mereka?" tanya Nohime lembut sambil tersenyum.

Masamune ngangguk, bekgron api-api muncul di belakang Masamune. Lalu mempersiapkan pistol khusus, Nohime memasukkan satu peluru ke dalam pistol Masamune.

DOR!

Jleb

Peluru berjarum itu nancep ke leher pemuda diiket kuda, membuat pemuda itu terjatuh, dan si ikal jatuh karena kejegal sama tubuh pemuda diiket kuda, si cebol kepalanya kepentok travelator.

"WADWOH!"

Mereka mulai mendekat ke Nobunaga, Nobunaga yang tadinya berlari jadi berjalan pelan, muka ganasnya berubah jadi muka kakek sugiono sambil ngacungin pedang star warsnya.

"Bangun!" si ikal ngegoyangin badannya pemuda diiket kuda keras.

"Hngg…" si pemuda diiket kuda masih teler.

30 cm lagi sebelum tertangkap. Si ikal panik. Si cebol lier kepentok travelator kepalanya.

"Hmhmhm.. HEYAAAA!" Nobunaga menerkam(menangkap) 3 manusia itu. "Tertangkap juga kalian." Nobunaga manggul si cebol, sementara kedua tangannya ngejinjing si ikal sama pemuda diiket kuda.

"Lepasin gua!"

"NUO! Kalian bertiga sudah berdosya."

"Dosa apa kita?"

"Elu," kepala Nobunaga belok(?) ke kanan. "yu, ngacak-ngacak kamar ai," kepala Nobunaga belok kiri. "kalo doi, nginjek taman gue, sementara si cebol tahanan gue yang lari."

Mereka berjalan mundur, wai? Bekause mereka masih berdiri di travellator.

Di ruangan Nobunaga.

Tok tok tok

"Kalian syudah berdosa, yu yu yu sekalian di penjara sampai gaji kalian Bapa tilep."

Tok tok tok

Bye, bye gajiku~ hiksu… batin si ikal sedih.

Pemuda diiket kuda masih pingsan.

Si cebol megangin kepalanya.

"Selamat anda mendapat piring cantik," Nouhime ngebawain piring sambil jalan bak model ke deket si ikal.

Si ikal ngambil piring cantik dari tangan Nouhime, terus ngelempar piring itu nafsu ke Nobunaga.

Set!

Set set set

Nobunaga membelah piring itu.

"MATI SANA DI PENJARA! MITSUHIDE TARIK NIH INDISCHE PARTIJ JEJADIAN KE PENJARA!"

"NUUOOO MAU FRIDEMM!"

End, gaje ye? Abis ide soalnya :")

Haaah maapkeun kalo gaje dan ngebosenin, abis ide saia :") eniwan ada ide? Ingin bikin humor romansa lagi tapi ga ada ide pair.