Warning:kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Jarang-jarang ana buat chara utamanya cewe :v bismillah...

Genre: Romance angst, meybi? :"v en【手書き無双】みぃつけた!【戦国無双3】ver fenfic edit dikit(?)

Rate: K ples

Disclaimer: WO punya Koei, ini mah full SW :v

Balesan Review

RosyMiranto18

Sun Jian: peliharaan saya sudah harimau, cukup itu, kalo laba-laba nanti istana kesayangan saya kek istana berhantu kalo malem, biarkan Yoshitsune mengalahkan laba-laba aneh itu.

Taigong Wang: *ngelus dagu* itu kolam ajaib, yang banyak segala jenis ikan, yang gue tangkep sih.. gurame, salmon, kakap, lele, patin, makerel, dan yang terakhir hiu.

Zhao: *menghindar* haiyaa, imunisasi udahan woe! *buka buku khusus* Ramp berjalan/travelator adalah peralatan yang sanggup menghantarkan manusia ke tempat yang jaraknya cukup jauh dan relatif mendatar (sudut kemiringan yang kecil), biasanya suka ada di bandara nYing, eh maaf keceplosan.

Shi: *jarumnya nanclep di dahi, terus ngecabut jarumnya* sakit nYing!

Soal reqnya saya tunda dulu karena ada kesalahan teknis di otak saya, jadi bakal oe kerjain reqnya antara besok di hape, dan sekarang kalo oe males ngerjain pr, maafkan.

Mayuzumi Chiharu

walaupun ga bisa komen, setidaknya ngeripwu gaje cukup :v kasih api(flame) juga boleh kalo perlu.

Ngakak dimananya? :" saia baca ulang pas ngecek typo dll ga ngakak :"v

hayoo siapa mereka :v kalau anda bisa menebaknya anda akan mendapat piring plastik bergambar muka Nobunaga yang di close up.

Chap kali ini agak ajaib semoga ente kaga merasa aneh atau kebingungan :"

Ketemu!

Selamat Membaca

Malam yang indah di istana Odawara, seorang anak perempuan berambut coklat memakai yukata merah berdiri di tengah luasnya taman istana. Menatap indahnya langit malam yang penuh bintang, tetapi beberapa menit kemudian gerbang istana di jebol seseorang, lalu perempuan itu di serang oleh orang yang menyerang istana. Anak perempuan itu terbaring lemah, banyak darah keluar dari tubuhnya, seseorang datang menghampiri anak perempuan itu. Tangan anak perempuan itu menunjuk orang itu dengan senyum.

"Ketemu.. ayo kita main lagi.." tangannya terjatuh, kedua matanya tertutup secara perlahan.

Orang itu menunduk, perlahan air matanya jatuh. "Iya,"

5 tahun yang lalu...

"Ayo main petak umpet!" teriak seorang anak perempuan beryukata merah kepada seorang ninja yang sedang duduk manis di atas pohon.

"Hm." ninja itu mengangguk, kalau tidak di-iyakan anak itu bakal terus mengganggunya.

"Jankenpon!" tangan kecil anak itu mengeluarkan lima jarinya, sementara ninja itu mengeluarkan dua jari."Akan kuitung sampai 10." Anak berbalik ke belakang, lalu jongkok, dan menutup matanya dengan kedua tangannya. "1,2,3,4,5,6,7,8,9,10!" Anak itu membuka matanya, dan berbalik, mengangkat tangan kirinya yang sudah dikepal kuat, aku akan menemukan Fuuma dengan cepat, batinnya penuh semangat.

No matter how far you go...

no matter how much you hide...

no matter how small and quiet...

I will go and find you... will go and see you

Anak itu mulai berlari menyusuri jalan di hutan, mencari kesana-kemari ninja kesayangan Ujiyasu, mencari dibalik semak-semak, sampai mencari di kolong istana(?), dan belum ketemu juga. Anak itu masuk ke salah satu ruangan di istana, dan membuka lemari dengan keras, tidak ada. masuk ke dalam gudang yang gelap, juga nihil hasilnya.

"Sebenarnya Fuuma dimana?" gumam anak itu.

Anak itu keluar dari gudang, lalu mencari sang korban(?) di loteng istana, hasilnya nihil, tidak ada tanda-tanda dari sang korban. Anak itu kembali keluar istana, lalu anak itu menghampiri kolam ikan, anak itu ngeliat kolam itu, tidak ada apa-apa di kolam. Selanjutnya anak itu mencari sang korban di sumur, saat menoong ke dalam sumur, anak itu kepergok sama Ujiyasu, kepala anak itu dipukul, lalu di ceramahin.

"JANGAN MAIN DI DEKET SUMUR KAI!"

Dengan bibir di manyun-manyunin sambil bersumpah serapah Kai menjauhi sumur itu, saat kembali ke istana Kai menemukan Fuuma lagi tiduran di teras.Kai menggertakkan giginya, kesal.

"Fuuma ayo main lagi!"Fuuma terbangun dari tidurnya, lalu melihat Kai beryukata merah di depannya. "Hm."

"Jankenpon!" Kai mengeluarkan kertas, Fuuma mengeluarkan batu. "Yeee MENANG! Fuuma tutup matanya, jangan mengintip."

"Iya,"

Kai berlari ke dalam istana, masuk ke ruang tamu, jalan di belakang Ujiyasu yang sedang sibuk baca koran, Kai membuka lemari, lalu masuk ke dalam situ. Beberapa menit kemudian Kai mendengar derap langkah, Kai tersenyum penuh kemenangan, saat derap langkah itu berhenti, Kai deg-deggan, takut ketahuan karena itu Kai menempelkan telinga sebelah kanan ke pintu lemari, saat mau mencoba mengintip sedikit, ada bunyi dari atas. Kai melihat keatas. Muka Kai berubah pucet.

To you that was the closest to me...

I hid it the most from you...

wanting to find you the quickest...

under this large sky, in the small heart

"WAAAA!"

karena teriakan cempreng Kai, membuat Fuuma, dan Kai di tendang keluar oleh Ujiyasu.

"JANKENPON!" Wajah Kai berubah sedih, "yaa.. kalah," Setelah menghitung sampai sepuluh, Kai berlari kedalam hutan, sudah mencari 10 menit tetapi belum ketemu juga, Kai terjatuh karena kakinya menabrak batu yang berukuran agak besar. Mata Kai mulai berkaca-kaca. Kai mencoba bangun, saat Kai menatap lurus ke pohon besar, ia melihat sedikit badan Fuuma, larilah Kai ke balik pohon itu.

"KETEMU!"

Keesokan harinya di ruang tamu istana, Kai melipat-lipat kertas origami, ia membentuk kertas itu menjadi shuriken, setelah shuriken kertasnya jadi, Kai mengambil kain secara acak dan menutup mukanya dengan kain itu.

Suara hentakan kecil di tatami, membuat Fuuma mengalihkan pandangan dari anjing peliharaanya, ke ninja jejadian.

"HIYAAA!" Kai melemparkan shuriken kertas ke arah Fuuma, shuriken kertas itu malah ditangkep sama anjing, Kai kesal, dan memarahi anjing itu.

Kai, dan Fuuma bermain petak umpet lagi, kali ini Kai mendapat giliran bersembunyi lagi, Kai berjalan, lalu Kai menemukan satu box berukuran besar, dua box kecil, dan dua buah gentong. Kai pun masuk ke dalam box besar, sambil tersenyum. Lama-kelamaan Kai tertidur di dalam box, saat terbangun Kai keluar dari box besar itu. Matanya membulat saat mendapati ia ada di pinggir laut, lalu berjalan ke dalam hutan untuk pulang.

"Pasti akan dimarahi oyakata-sama nanti..." gumamnya.

Saat sore hari tiba, Kai tersesat di dalam hutan, suara burung gagak mengagetkan Kai, dan seekor kucing yang keluar dari semak-semak.

"Aku dimana?"tanyanya ke diri sendiri sambil lanjut berjalan mencari jalan pulang. "ughh.." Kai bersender di sebuah pohon, dan melepas sendalnya, Kai melihat sela-sela jari kakinya berdarah. Kai menahan air matanya yang hampir keluar, ia mengusap matanya dengan tangan, lalu ia melihat sebuah bayangan yang sangat familiar. Kai berdiri, lalu melihat Fuuma berdiri di sebelah pohon yang ia senderi tadi. Kai berjalan mendekati Fuuma, ekspresi ketakutan terlihat jelas di wajah Kai.

"Ketemu," Fuuma berjongkok di depan Kai, jari telunjuk Fuuma mendekat menyentuh dahi Kai, lalu Fuuma tersenyum. Muka Kai agak memerah, lalu menangis sambil tersenyum.

No matter how far you go...

no matter how much you hide...

no matter how small and quiet...

it will never end

never forgotten

the first love "hide-and-seek"

Kai, dan Fuuma pun pulang ke istana Odawara, sampai di istana pipi Kai dicubit dengan keras oleh Ujiyasu.

End dengan gaje sangat… haha.. ha

Maapkeunn malah ngepublish ini :"v soalnya pas ngetik prolognya keinget malah keinget video yang ana temuin di yutub bersumber dari nico nico(kan prolognya udah keren masa isinya absurd :"( ), dan udah lama saya punya niat ngebikin Fuuma x Kai :v nama videonya ada di atas kalo mau nonton, maap kalo aneh bahasanya :" kalo ana bikin genre begini bahasa suka baku kagak ngeunah :v jadi, yang reqnya Rosy-san bakal ana kerjain antara sekarang dan besok, maaaf Banyak pr bosqu…

aahh kopas egen~

Terima kasih sudah membca chap aneh ini

see you next sutori~