Warning:krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Chap kali ini bikin kalian pusing tujuh keliling cuman gegara FENDEM YANG DIPAKSA UNTUK BERSATU!

Genre: Humor gopean, cross over gaje

Rate: T

Disclaimer: WO DW SW punya Koei, SB punya CAPCOM

Bales Review:

RosyMiranto18

Shi: kirain kalian ga tempe, kalau lu udah tau syukur deh

Kai: maksud anda dengan fuuma yang satu lagi yang mana? yang fendem sebelah atau bagaimana?

Mayuzumi Chiharu

Iyaps Fuuma x Kai :v becos jarangkan ada pair langka nyempil

Kirain tau siapa mereka ber3.. mau tau mereka bertiga siapa? mereka adalah jeng jeng jeng Zhong Hui, Xiahou Ba sama Jiang Wei~ :v yang nyasar di istana punya Om Nobu.

Chap kali maafkan kalau kamu pusing ga ngeunah gegara fendem yang disatukan :"v

Karyawi(th)sata(n)

Episode 1: Uji Nyali

Selamat membaca

Di lapangan yang luas berkumpul murid-murid berkebutuhan khusus, mereka sedang dikumpulin sama Nobunaga, Nobunaga mengumunkan kalau saat ini juga aka dadakan bakal ke onsen satu sekolaheun ples Fuuma minus Kiyomori, dan Orochi. Karena itulah sesudah bubar, anak-anak pada lari kalang kabut ke asrama. Guru? Mereka udah siap duluan, licik.

Ding Feng mendekatkan mic abal ke mulutnya. "KALO PADA UDAH SIAP LANGSUNG MASUK KE BIS!"

Nobunaga memainkan kumisnya yang udah berubah jadi curly. "Apakah karyawisata kali ini akan menarik seperti tahun kemarin?"

Lianshi menjentikkan jarinya, "PASTI!" ucapnya penuh semangat.

"Tapi tuan Nobunaga, ini bukan x-over gaje serie-" jari telunjuk buduk punya Nobunaga nempel di bibir seksi Mitsuhide.

"Ssstt.. jangan nyebut merek, kalo kamu nolak saya minta ganti kamu sama Mitsuhide putih."

Mitsuhide yang mau berkata-kata diem, terus ngelap bibirnya yang sudah terkena nista dengan lengan bajunya.

"Btw, kumis anda kok curly gitu sih?" tanya Nohime.

"Biar nanti kalian bisa bedain guwe," Nobunaga megang-megang kumisnya lembut.

"Kamsud?"

"Liat aja nanti."

"Sepertinya, semua siswa, guru yang lain dan para staff sudah masuk bis."

"Kalo begitu ayo berangkat."

Keempat guru ini pun masuk ke dalam bis khusus guru. Selama perjalan di bus khusus guru, pada adu panco, sekarang lagi Ding Feng vs Tadakatsu.

"TADAKATSU! LU KUDU MENANG ATAU GA GUE BAKAL BIKIN LU JADI KATSU GORENG!"

"DING FENG! JANGAN MAU KALAH SAMA KATSU BEROTOT! KALO LU KALAH GUE SURUH LU MAIN HOLAHOP NON STOP!"

Sementara di bus khusus murid, mereka ngegosipin kelicikan guru-guru mereka, dan tempat karyawisata kali ini.

"Kenapa sih kudu dadakan?" tanya Da Ji sambil hentak-hentakkin kaki ke lantai(?) bus.

"Karena gurunya minta digorok semua,"

"Eh, sebenernya kita mau kemana sih?" tanya Nezha.

"KATANYA ke onsen," jawab Nu Wa sambil mengendikkan bahu.

"Perasaan gue kaga enak,"

"Lu mau muntah?" Yuanji menyodorkan kantong muntah.

"Ga, cuman takutnya karyawisata kali ini jadi.. karyawithsatan."

"Tapi itu judul kali ini."

Zhao diem, mukanya pucet.

"Eh, eh, eh udah nyampe nieh!" Shi menggendong tasnya, lalu lari ke depan pintu bis.

Cepet banget…

Setelah bus parkir, warga CN gakuen turun dari bus, dan berjalan ke onsen yang disebut-sebut tadi pagi.

SELAMAT DATANG DI ONSEtan

"Silahkan masuk~" bocah mirip Nobunaga ver kecil menyambut warga CN. "satu kamar 5 orang, kunci kamarnya bisa diambil di Nouhime-sama~"

Warga CN minus Nohime langsung nengok ke Nohime. "Bukan saya yang pegang kuncinya suwer, ambil di dalem.

Seorang wanita beryukata hitam dihiasi bunga-bunga datang, wanita itu menembak ke arah atas.

Dor!

"Baris dengan rapih, baru bakal saya kasih kunci kamarnya, guru-guru terakhir ya,"

"Jangan-jangan ini Nou ver SB?"

"Iya kali tapi pakeannya lebih elegan Ibu Nohime,"

"Kalian berdua!" Nou menodong 2 manusia yang ngobrol tadi dengan pistol. "kalian sekamar sama siapa? Panggil."

"HANBEI! GUO JIA! MITSUNARI! SUN CE!" Shi ngelambain tangannya. Bah yang edan dibawa semua, tapi Mitsu edannya kadang-kadang.

Mereka yang dipanggil berjalan mendekati Shi. Nou memberikan kunci kamar pada Shi.

"Kalo kamu?" Nou nodong manusia sebelah Shi.

"Gue?" Dia mikir dulu bentar. "ZHAO! JIA XU! CAO PI! ZHOU YU!" yang ini seme semua, ga paedah.

"Lu, kenapa lu.."

"Suka-suka gue," Motochika kibas rambut.

"Heh Mot,"

"Ape manggil-manggil gue?" manusia ombre, dan manusia ubanan nengok ke Shi bersamaan.

"Lu yang ubanan, kenapa lu ngikut nengok ke gue?"

"Nama gue Motochika Chosokabe."

"Kenapa elu disini?"

"Karena gue kagak lagi di shikoku,"

"Weit.. Motochika Chosokabe?"

.

.

"WHAT?! INI KAN BUKAN-"

JDANG!

Kepala Shi terhantam oleh shamisen.

"JANGAN nyebut merek."

"TAPI KAGA USAH PAKE SHAMISEN SEGALA!"

Motochika kibas rambutnya lagi. "Suka-suka gue."

Nou memberikan kunci pada Motochika.

"Hi..hihi.. yang sudah mendapat kunci kamar silahkan masuk~" Manusia psycho plus maso keluar dari pintu(?).

"Gue lebih prefer Mitsuhide ver SW daripada kuntilanak jejadian." Bisik Motochika ke Shi.

"Kemana-mana juga gue gitu."

"Kalian~ sudah dapet kuncikan?"

"U-udah.."

"Silahkan masuk.. jangan memperpanjang antrian~"

Shi ples teman sekamarnya masuk sambil jalan nempel tembok takut sama kuntilanak putih, sementara Motochika en frens jalan seperti biasa tapi sambil merapal mantra.

"Hihihi…" kuntilanak putih tiba-tiba ketawa, ngebuat orang-orang disitu merinding, ya kecuali Nobunaga en frenslah, masa mereka takut sama kuntilanak? Apa kata istri-istrinya? Yang mereka takutin tuh tukang nagih listrik sama aer yang dateng ke sekolah, dan yang pasti mereka bakal sekamar plus Shingen-Kenshin.

"Ayah-ayah," Takakage kecil narik-narik baju Mori. "itu apaan? Kok rambut sadakonya putih?"

Ayahnya cuman ketawa garing. "Nak, itu sadakonya kebanyakan minum bayklin makanya gitu."

"Ohhh…" Takakage ngangguk-ngangguk.

Ini daftar kamar mereka(?):

Kamar 99

Sima Shi

Hanbei Takenaka

Guo Jia

Mitsunari Ishida

Sun Ce

Kamar 98

Motochika Chosokabe

Sima Zhao

Jia Xu

Cao Pi

Zhou Yu

Kamar 10

Cao Cao

Sun Jian

Liu Bei

Nobunaga Oda

Takeda Shingen

Kenshin Uesugi

Kamar 1

Yukimura Sanada

Masamune Date

Ma Dai

Ma Chao

Zhao Yun

Kamar 5

Azai Nagamasa

Kanetsugu Naoe

Guan Ping

Xun Yu

Fu Xi

Kamar 69

Taigong Wang

Magoichi Saika

Sun Wukong

Zhu Ran

Jiang Wei

Kamar 96

Musashi

Lu Xun

Gan Ning

Ling Tong

Zhong Hui

Kamar 7

Ranmaru Mori

Xiahou Ba

Liu Shan

Sun Quan

Keiji Maeda

Kamar 3

Mori Motonari

Takakage Kobayakawa

Nezha

Zhang He

Toshiie Maeda

Kamar 2

Hanzo Hattori

Kotaro Fuuma

Yoshitsune Minamoto

Benkei

Kamar super gede khusus cewe(siswa).

Kamar super gede khusus guru cewe.

Kamar super gede khusus guru cowo.

DAN kamar VVVVVIP khusus anak spexial, yes mereka kaga di pisah. Cewe cowonya disatuin cuy, kecuali Xun Yu yang dipindahkan ke kelas 3 aka akselerasi dadakan.

Ting Tong

"Untuk kamar nomor 69, dan 7 dimohon untuk ke kamar 10, sekian."

Yang merasa nomer kamar disebut ragu mau keluar, dan gamau menghadap Nobunaga en frens.

Tiba-tiba lampu di kamar 69 mati.

"WANJERRR! SIAPA YANG MANTIIN LAMPU!"

"GUE ADA DI KAMAR MANDI WOE! PERIH MATA GUE! GUE LAGI CUMUK YEUH!"

"MUKI!"

"XUNNN HELEP!"

"Siapa yang matiin lampu?"

"Gue lagi di karman ya, jadi jangan menuduh saia,"

"Kumaha Saekah? Kumaha?"

"Teu Wei, teuu~"

"Gue lagi pake aylainer, ga deket ceklekan lampu,"

"Apalagi gue, Gue udah tiduran di futon."

"Terus siapa?"

"Mending menghadap Nobunaga en frens gays, daripada kena damprat."

"Okelah, daripada gelap-gelapan sama kalian."

"WOII! JANGAN TINGGALIN GUE!" teriak Magoichi dengan volum max.

JDAK!

"Njerr, gue nambrak tembok!"

"Gancang!"

Setelah beberapa menit Magoichi ke jedak jeduk tembok di dalem,dan terpleset, akhirnya keluar dari kamar juga.

Sementara di kamar 7, mereka pada maen kartu remi cacangkulan, kaga rame ngeliat ke dalemnya kek bocah maennya, dan setelah ada pengumuman, mereka langsung ke kamar no 10 tanpa basa basi.

Saat sudah sampai di kamar 10, mereka duduk sopan.

"Bapa-Bapa sekalian ada apa memanggil kami?" Taigong membuka pembicaraan.

"Kami ingin kalian masuk uji nyali di onsen ini jam 7 malam, tapi masuknya lewat sini," Sun Jian mengangkat tatami ples sama lantai kayunya.

Mereka nengok tuh ke situ, gelap, itu yang mereka lihat di dalem situ eh tiba-tiba ada muka menyeramkan muncul dari situ, otomatis mereka jejerowokan.

"WAAA!"

"WANJER SAPA TU!" Keiji ngangkat meja otw mau di lempar.

Pas tuh mahluk keluar ternyata Fuuma yang mau melapor sesuatu pada Nobunaga en frens.

Mereka menghela nafas lega kecuali Magoichi sama Xiahou Ba yang ngelap matanya karena sempet nangis.

"Pspspsps…" bisik Fuuma pada telinga Cao Cao. Cao Cao ngangguk-ngangguk doang, terus berdeham ganteng.

"Kalian sebelum masuk sini, akan bermain dengan mereka,"

Ranmaru mengangkat sebelah alisnya. "Mereka?"

"Ya, mereka." Liu Bei menjetikkan jarinya.

Poof

Muncullah Date ver gede, Motochika ubanan, Nobunaga Pecinta dangdutz, Nagamasa berambut hitam, Hanbei berlipstik ungu dan Magoichi ver perempuan.

Taigong Wang mengo, antara shock sama takjub ngeliat wujud Hanbei macam terong di cabein.

"Hmm, si bocah 14 tahun udah berevolusi?"

"No! Gue bukan Date."

"Oh iya gue inget.. elu pernah maen bareng sama si bocah 14 tahun di sana." Zhu Ran ngangguk-ngangguk sok iye.

"Bukannya Cao Pi yang jadi kameramen ya? kok situ tau?"

"Wih, gue(ver SB)nya bohay gengs."

"WAH! Nobunaga ada dua," ucap Ranmaru takjub.

"Motochika yang ini kagak pernah ngamenkan?" Sun Wukong kedap kedip ga jelas.

"Nagamasa yang ini, rambutnya hitam, kaga jejadian sok bule kek yang SW. Hm, hm." Liu Shan ngangguk-ngangguk.

"Udehh, BTP plis,"

Xiahou Ba ngacungin tangannya. "Jadi? Kita maen paan nih?"

"ToD."

"OKELAH SAPA TAKUT?!"

"Mana botolnya?"

"Nih," Nobunaga ngelempar tip-ex.

"Bah ini mah maennya macam anak sekolahan,"

Tip-ex pun di putar, giliran pertama jatuh kepada Magosatu Saekah.

"Trut or der?"

"Der."

Nobunaga mainin kumisnya, "Gue mau elu.. uji nyali duluan disitu."

Glek

"O-oke sapa takut," Magoichi pun berjalan masuk lewat tatami dengan sebatang lilin di tangannya.

"Nah manceman ayo kita liat cctv," Cao Cao memutar tembok sebelah kanan, di balik tembok itu ada komputer plus joystick buat ngegerakkin cctv.

Di kolong.

Magoichi jalan sambil nunduk, jalan terus lurus, lalu mengambil sebuah kertas.

"Jangan nengok, bolehnya muter, kalau anda nengok anda akan kena…" Magoichi nyipit-nyipitin mata mencoba untuk membaca kalimat terakhir.

"Mas…"

Magoichi mulai merindink.

"Mas, cakep deh," tangan pucet mencolek leher belakang Magoichi.

"NJERRR!"

JDAK!

"Aw.." Magoichi ngelus-ngelus-ngelus kepalanya.

"Mas, main yuk," tangan itu kembali, lalu mengelus telinga kanan Magoichi.

"OGAH GUA MAEN SAMA TERONG-TERONGAN!"

Di kamar 10

"Btw.. si terong di cabein mana?"

"Sedang bertugas," 2 Nobunaga smirk.

Di kolong

"Mas,"

"OGAH!" Magoichi berlari(jongkok) ke belakang menuju tempat masuk tadi."WAAA!"

"Mas," tangan itu nyolek pantat bohay Magoichi.

"AAAARRRGHH!" Magoichi lari makin kenceng sambil kejedak jeduk.

BRAKK!

Magoichi menabrak pintu bawah tanah, dan tatami kamar loncat ke atas. Sudah keluar dari lobang setan itu dengan muka Magoichi pucet parah.

"Hah.. hah…"

Anak kamar 69 ngeriung Magoichi.

"Ichih, lu kaga ngapa?"

"Itu, ada syaiton…" Magoichi terduduk lemas di tatami kamar.

"Selanjutnya?"

"KAGA!" teriak anak kamar 69, dan 7 barengan terus kabur.

"Kakanda, saya mau ngecek keadaan anak itu tadi, takutnya dia perlu diruqiyah."

"Silahkan,"

Dari lubang keluar Hanbei, sambil mainin tangan boongan. "Ga rame.."

"Tapi kalau mereka belum uji nyali semua, kamar 69 lampunya ga bakal nyala, kalau kamar 7 lampunya bakal mati nyala dengan sontrek ketawa Mitsuhide. MWAHAHA!" Nobunaga ketawa.

Masamune, dan Magoichi jalan mendekati kamera.

"SAKSIKAN!" EPISODE 2!"

"Ga GOBLOK ga rame, bye."

Masamune sama Magoichi dadah-dadah ples kisbe.

Kamar 69

"WANJERRR! LAMPUNYA KAGA MAU NYALA!"

JDAK!

"BWAHAHAHA! KIRIPIK MA ICHIH MANGFUS LU! JATUH MULU!"

"DIEM LU PADA!"

Kamar 7

"Sebenernya ni onsen lagi hemat atau belum bayar tagihan listrik sih? kok mati nyala mulu lampunya~" protes Saekah yang udah kembali normal kecuali mukanya, masih pucet.

"kenapa ada suara kuntilanak pecinta bayklin ketawa?"

"Judulnya.. karena kita ga uji nyali semua?"

Semua ngangguk mengiyakan perkataan Taigong Wang.

End gaje dan tidak berfaedah

Ahhhh akhirnyaaa se-le-se. Mungkin ini statusnya bakal hiatus bekause ai kepentok uprak, jadi kadang suka males pake z ngetik gegara uprak :"v maafkeun. Dan akhirnya ai bisa maen wo3u hari jumat tokped lope lope dah :v(curhatz) en kopas egen

terima kasih sudah baca ff sarap ini

see you next episode~