Warning:krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Chap kali ini bikin kalian pusing tujuh keliling cuman gegara FENDEM YANG DIPAKSA DISATUKAN

Genre: Humor gopean, cross over gaje

Rate: T

Disclaimer: WO DW SW punya Koei, SB punya CAPCOM

Balesan review:

RosyMiranto18

Kai: fendem sebelah bisu Fuumanya susah diajak ngomong dikit-dikit ngilang yang itu mah -3-

Mitsuhide: asli mau tau? Itu adalah series tergila karena Date dan Masamune di satu padukan :v maksud ane di satuin gitu WO sama SB, series yang benar-benar bikin anda pusing tujuh keliling.

Shi: karena elu terlalu 'spesial' buat mampang di depan kamera makanya terlupakan.

Magoichi: ga akan terjadi apa-apa kok, lagipula si Nthor sarap tidak menganut crack pair :v

Karyawi(th)sata(n)

Episode 2: Ga GOBLOK Ga Rame

Selamat Membaca

Sudah baca judul episode kali inikan? Kalo sudah baca pasti taukan, Siapa yang bakal muncul di depan kamera kali ini, Iyaps mereka adalah anak kamar 99, dan 3.

Cklek

Pintu kamar 99 terbuka menampakkan seorang manusia berambut coklat dengan hakama merah keluar dari kamar.

"Apa lu nyorot badan gue yang wah?"

Karena elu yang pertama keluar dari kamar ini, begonya jangan dipelihara dong Ce.

"Ada apa ada apa?" Shi keluar kamar paksa, dan nubruk-nubruk temen sekamarnya.

"Keluarnya biasa aja napa?" protes Sun Ce.

"Ga bisa biasa, soalnya gue bakal mampang di depan kamera lagi."

"Manceman, we punya tebak-tebakkan." Hanbei loncat-loncat.

"Paan?"

"Harimau mati meninggalkan?"

"Taring."

"Kulit."

"Mata."

Hanbei geleng-geleng. "BUKAN!"

"GUE TAU! JAWABANNYA YA!"

"GUD MITSU!"

Tanda tanya muncul di kepala mereka.

"Harimau mati, meninggalkan?" ucap Hanbei ulang.

Mereka ngangguk.

"Nah tuh tau."

Mereka diem.

"Mba, mba," panggil Hanbei kepada seorang perempuan berambut putih yang berjalan di koridor.

"Siapa yang lu panggil mba, bocah?" si mba-mba itu balik badan, suaranya macho.

"Wayolo, kena damprat mba-mba terong,"

"Maaf mas abis pakean mas kimono bukan hakama." Hanbei sujud-sujud.

"Btw, mba-" Ce dipelototin sama mba-mba terong tersebut. "Eh ma-mas siapa?" tanya Sun Ce dengan muka bego.

"Takenaka Hanbei."

Mereka berwaw ria minus Hanbei merapal mantra.

"Bei, kamu berevolusi jadi terong-terongan?" Guo Jia noel-noel pundak Hanbei.

"KAGA MUNGKIN?! GUE BUKAN TERONG! GUE SHOTA!" sembur Hanbei pada teman-temannya terus lari entah kemana sambil berurai air mata

"Itu temen kalian kenapa?"

Mereka ngangguk-ngangguk beberapa detik kemudian mereka geleng-geleng.

"Yang bener yang mana?"

"Ga tau, mas." Guo Jia masih lanjut geleng-geleng.

Sun Ce ngangkat tangan kiri. "Lagi nyinet bu eh mas."

"Eh eh eh maen nyok ke kamar 3."

"Ngapain ke kamar 3?"

Alis Mitsunari naik turun. "Maen bareng Takakage, kan mayan tuh ngebully bocah 10 tahun."

"Lu korban SW stage play syuh,"

"Mending kita samperin si Hanbei, ciyan tuh bocah bisi tersesat terus di culik sama orang di kamar 10."

"Okelah hayu caw."

Sementara itu di kamar 3, disini rame calon-calon ayah minus Nezha yang belum mempunyai anak main sama anaknya Mori.

"Ayah minta uang,"

"Mau beli apa?"

"Mau beli buku baru! Buku yang di jual disini lucu-lucu!" ucapnya semangat.

"Tapi ditemenin sama Zhang He,"

"Aku gamau ditemenin sama om-om cabe,"

Ayahnya minta maaf ke Zhang He.

Zhong Hui yang masih herdrayeran nahan ketawa.

Zhang He langsung ngapus make-upnya . "Saya bukan om-om cabe kok." Suaranya berubah macho.

"Tuh sana, sama Kak.. He," Mori mengatakan kata 'kak' agak ragu.

Takakage melihat penampilan Zhang He dari atas sampe bawah, Takakage mengacungkan jempolnya pada Zhang He terus doi ngangguk-ngangguk. "Oke,"

Takakage pun keluar kamar dengan Zhang He, selama berjalan di koridor Takakage jalan penuh percaya diri bak dikawal sama kaisar.

Sesampainya mereka di tempat yang dituju(?), mereka ketemu Mori bishounen sama Motochika mah- ubanan. Ide sarap mampir ke kepala Takakage, Takakage kecil smirk.

"Ayah," Takakage kecil berlari ke Mori.

"Siapa kamu?" tanya Mori dingin.

"Ayah," Takakage kecil narik-narik celana kulot Mori.

"Mori, itu anakmu?"

"Gue belum kawin.. gimana mau punya anak?"

"Terus ini anak siapa?"

"Anaknya-"

Pletak

Kepala Zhang He tertabrak buku kecil berwarna pink norak punya Takakage.

"Ssst.." Takakage ngemut jempolnya, "Ayah.. gendong." Kedua tangan Takakage keatas.

"Ga, gue kaga punya anak macam lu."

Mata Takakage mulai berkaca-kaca terus ngemut jempolnya, akting bayi subur mode: on.

"Mori masa anak sendiri ga dianggep sih, kasian, jangan nangis dong nak." Motochika mulai panik.

Zhang He diem takut salah terus dilempar sama buku.

Mori masih menatap tajam Takakage.

"Digendong sama Kakak aja ya?"

Takakage ngangguk pelan. "Papah, gendong.."

Perasaan gue kagak enak…

Takakage digendong sama Motochika ubanan, lalu pandangan Takakage beralih dari Motochika ke Mori, dengan sengaja Takakage manggil Mori. "Mamah, aku haus."

.

.

"HUWAAA! MEREKA JAHAT MASA GUA DISAMAIN SAMA TERONG BALADO!" Hanbei lari melewati tigaan yang lagi diem gegara Takakage.

"HANBEI TUNGGU! ELU SHOTA KOK BUKAN TERONG!" Guo Jia berlari mengejar Hanbei diikuti Shi, Mitsunari, dan Sun Ce dibelakang persis Ibu Bebek beserta anak-anaknya yang mengejar anak tiri nemu di bawah jembatan.

"JANGAN LARI SENDIRIAN NANTI KALO ELU DICULIK GIMANA?!"

"SHOTA SW BERHENTI!"

"KALO ELU DICULIK! NANTI KITA KANGEN!"

"TANPA ELU KITA KAGA BISA MELEWATI KUNTILANAK BAYKLIN ITU!"

.

.

"Yang tadi paan?"

"Sinet lewat mas."

"Mamah, haus,"

"Udah di bilangin gue kaga punya anak macam lu."

"Mori, jangan gitu dong, lu sama anak ini agak mirip kok,"

"Mirip darimananya BE-GO." Mori menjitak Motochika.

"Lu kan rambutnya coklat terus dia blonde jadi ga terlalu jauh,"

"Hmph serah lu Chik," Mori membuang muka, "jadi lu mau apa?"

"Mau susu anget."

"Ayo,"

"YEAY!"

Hmhm.. berhasil memperbudak Ayah bishie Hahaha…Kecil-kecil otaknya udah kek gini gimana udah gedenya coba? btw, kalian mau tau Zhang He gimana? Dia beli cemilan, dan nontonin sinet Anak yang mau Tuker Ayah.

Daripada nonton sinet gaje mending balik lagi yuk ke sinet Bebek Tiri Malang.

Hanbei berlari terus tanpa arah, dan berurai air mata. Dibelakangnya ada Mamah Guo Jia, dan anak-anaknya mengejar.

"HANBEI! HATI-HATI!"

"DIEM KALIAN! KALIAN JAHAT!"

"HANBEI AWAS ADA CEWE DI DEPAN!"

Ckitt

Hanbei ngerem, menyisakan jarak 30 cm. Tiba-tiba cewe itu mengeluarkan sebuah cermin kotak setengah pecah(?), dari cermin itu keluar sinar.

"Weks silau."

"Jangan-jangan elu.. TAMAMO!"

"Hanbei! Nuooo!"

Setelah cahaya itu menghilang penghuni kamar 99, menghilang.

"Hmhmhm.." Tamamo tersenyum licik. "Ini akan menyenangkan." Tamamo membalikkan badannya. "Tidak baik mengintip, anak muda."

"Ada tamu tidak diundang ternyata," seorang perempuan membuka pintu kamarnya lalu keluar.

"Kau melihatnya."

"Tidak tidak, aku tidak melihatnya hanya.. mengintip."

"Kau mau apa?"

"Ayo bermain, aku akan membawa mereka kepadamu, dan kau mainkan cerminmu setelah sudah masuk semua, kau ubah isi cermin itu jadi seram, banyak hantu."

"Kayaknya menarik, baiklah.."

"Kalau begitu aku akan membawa beberapa orang lagi," Perempuan itu melihat 2 manusia dari kejauhan. "ahh kayaknya tidak usah…"

Tap tap tap

2 orang berjalan mendekati kedua perempuan itu.

Cring

Sekali lagi cermin itu mengeluarkan cahaya lagi, menyinari 2 orang di depan mereka.

"Siapa yang ngasih lampu sorot?!"

"Bukan lampu sorot om He, kita akan masuk cermin."

"Hah?!"

Satu banci macho, dan bocah blonde menghilang.

"Hmm.."

"Bagaimana kalau kita cek?"

"Baiklah,"

Di dalan cermin

"OMEGAT KITA DIMANA?!"

"Di dalem cerminlah goblok."

"Hiks.. hiks.."

"Manceman ada tamu,"

"Kakak-kakak berkebutuhan khusus, selamat siang." Sapa Takakage sksd.

"Anak sarap si Mori dateng," bisik Shi ke Mitsunari.

Mitsunari bales bisik. "Iya, sksd banget lagi iyuwh."

TAK!

Dahi Mitsunari di sentil sama Shi.

"Pliss dech Mit, jangan ketularan alaynya adek guee.." Shi protes sambil merem-melek.

"Elu juga jangan alay."

"Eh, eh, kok suasananya jadi serem ya?"

"Eh liat! Ada pocong loncat!" tunjuk Sun Ce norak.

"Kakak udah gede kok bego, dimana-mana juga pocong emang loncat mana ada pocong nges-hmbh hmbh." Mulut Takakage ditutup sama Zhang He karena kebanyakan bacot.

"Eh liat ada sumur, tapi.. perasaan gue kagak enak," Guo Jia ngelus dada.

Tiba-tiba dari dalam sumur keluar tangan, tangan itu pucet.

"WAAAA!" Shi sama Sun Ce udah teriak duluan.

"Kalian berdua payah, itu cuman kuntilanak bayklin yang numpang eksis sodara jauh ulermaru musuhnya Pa RT." Takakage senyum mengejek ke dua mahluk tak terdefinisikan itu.

"Oohh.." Shi sama Ce ngangguk.

Saat muncul kepala dari sumur, giliran Guo Jia sama Mitsunari yang teriak. Takakage sama Zhang He ngeliat kejadian itu datar.

"Om, mau pulang," Takakage menggunakan puppy eyes andalannya, dan mengemut jempolnya.

"Gimana caranya? Kita kan terperangkap disini."

"Bunuh si kuntilanak bayklin,"

"Eh eh eh itu SADAKONYA KELUAR WOEE!" Shi mulai panik.

"Tenang manceman,"

Sadako putih itu perlahan mulai keluar, Shi makin panik sekarang doi udah ngeggoyangin badanya Sun Ce cepet sampe dari mulut Sun Ce keluar busa sabun sanlaigh, beberapa detik kemudian sadako itu lari ke arah mereka cepet. Dengan gagah berani Takakage maju ke depan bak pahlawan kesiangan.

"BOCAH! Ngapain lu?"

"Hmph," Takakage smirk. "STOP!"

Sadako berhenti. "Minggir lu bocah,"

"Tidak bisa, kasian mereka udah berkaca-kaca matanya, kecuali Om He." Takakage membuka buku barunya. "Dan aku juga ingin pergi dari tempat nista ini."

Mitsunari ngangguk-ngangguk. "Masa ada keluarga bahagia," Mitsunari nunjuk nunjuk pohon gede yang lagi dihuni oleh pocong kuntilanak sama tuyul. "terus banyak kloningan terong balado, ngerii.." lanjutnya.

"HUWAAA!" Hanbei nangis lagi, teringat wujud dirinya yang lain.

Tak

Dahi Mitsunari di disentil sama Guo Jia, terus Guo Jia meluk Hanbei. "Cup cup cup udah udah, Kakak jangan gitu sama adek," ucapnya sambil mengelus kepala Hanbei lembut.

"Enyak, maafin Kakak." Mitsunari sungkem ke Guo Jia.

"Oke, bek tu masalah, Tidurlah kau SETAN BAYKLIN!" Takakage nimpuk kepala Mitsuhide pake bukunya.

"Arrghh!"

Poof

Mitsuhide menghilang, lalu digantikan dengan lubang dimensi.

"Itu udah kebuka, ayo pulang manceman."

"HANBEI MAU PULANG!"

"Cup cup cup iya iya besok pulang,"

Mereka pun keluar dari cemin, dan berada di dalem pemandian.

BYUR!

"Kok basah ya?" tanya Shi bego.

"WTF! SIAPE YANG MINTA KELUAR DISINI?! BASAH GUE!"

"HUWEEEE! ENYAK HANBEI BASAH!" Hanbei nangis lagi.

"Cup cup."

"Heh blonde edan ke dua setelah Guo Jia! Lu minta kesini?"

Mendapat tuduhan dari Shi, Takakage kesel, "Denger ya Anak sulung Sima Yi yang kece cetar badai ukulele, yang tadi itu lubang dimensi bukan pintu kemana aja, otomatis kita bakal mendarat secara rendem."

Greeg~

"Kalian ngapain? disini pakeannya masih begitu."

"Hachi! brrr... dingin bokk~!"

Semua ngeliatin Zhang He, Zhang He yang merasa dipelototin nanya. "Apa? liat-liat gue?"

Semua yang disitu geleng-geleng.

"Emm ano Dedi.. banyak kejadian gila yang kami lewati jadi kaya gini." Sun Ce nyengir lebar banget diikuti yang lain, mereka nyengir lebar berusaha terlihat inosen terus keluar dari pemandian.

"NYAH! Akhirnya balik lagi."

"Kapok-kapok."

"Untunglah besok pulang,"

"Hoaam.. Om, gendong, aku ngantuk ayo balik ke kamar."

Zhang He menggendong Takakage. "Teman-teman eike kembali dulu ke kamar yach bubay, muah." Zhang He cium jauh ke anak kamar 99.

Reaksi mereka macem-macem, Shi batuk- batuk hebat terus jadi batuk berdahak, Mitsunari blank, Hanbei nangis lagi makin keras dari sebelumnya, Guo Jia mendadak asma, Sun Ce bengong. Stelah Zhang He, dan Takakage pergi menjauh datang lah Keiji sama Hanbei.

"WOI KALIAN NAPA?! KAYA ABIS LIAT HANTU AJA!"

"Terong balado sama penggelar topeng monyet datang."

"Manteman udah bisa lari semua?"

"Belum Shi, Mitsunari masih buffering."

Setelah Ce ngomong, Mitsunari mulai sadar. "Ada apa?"

"Ada terong balado sama penggelar topeng monyet dateng."

"WUT?! TERONG BALADO DATENG?! NYAK AYO!" Mitsunari lari duluan ke kamar.

"Ayo anak-anak kita kembali ke kamar."

Mereka pun berlari mengikuti Mitsunari, mereka lari dengan kecepatan di atas rata-rata manusia lari, eh mereka emang bukan manusia ketang.

BRAK!

"HA!.. HA!.."

Sampe kamar mereka megap-megap, lalu terkapar di tatami, mereka pun tidur berjamaah, dan Guo Jia sebagai 'Ibu' tidur di tengah-tengah sementara si 'anak-anak' meluk punggung orang disampingnya.

Uluh yang punya ibu baru bahagia ye, Shi yang sebelahan sama Guo Jia mpe meluk erat terus senyam senyum gaje tau deh mimpi paan, dan Hanbei juga masih erat memeluk sang 'Ibu'.

Sementara itu di depan kamar VVVVIP terdapat dua orang sedang melototin cermin dengan muka kecewa.

"Yah.. udah selesai, ga rame."

"Kalau begitu aku mau kembali, dan siapa namamu?"

"Namaku? Sima Huasi, see you next time,"

Tamamo tertawa kecil. "Bye,"

Tamamo menghilang begitu saja. Dan Huasi masuk kembali ke dalam kamar seperti tidak terjadi apa-apa."

"Kemana aja lu Hus?"

"Hanya, berjalan-jalan saja."

The End

Haaa.. lebih enak ngetik ff daripada uprak sumveh :") makanya ai lanjutin egen :v ada yang mau beliin BD SW stage play? :v atau punya link donlod SB stage play?

Terima kasih sudah membaca ff gaje ini

See you next episode!