Warning: krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD!
Genre: Parody
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei
Pair: Taigong Wang x HumanNezha
Balesan Review:
RosyMiranto18
Beneran ana ga menganut crack pair :v kalo misalnya nemu pair aneh di pixiv ana selalu mencari hintnya 3 hari kemarin saya nemu Shi x Jiang Wei, ana main wo3 terus enabg ada conversation antara jiang Wei dan Shi, sama satu lagi ana nemu Shi x Zhong Hui sekarang ana masih nyari hintnya. :v
Mahou no Kagami
Selamat Membaca
Nezha berjalan jalan di desa yang ia tinggali, saat ia melewati toko cermin, ia melihat cermin berbentuk persegi panjang berdiri di pojok toko. Nezha merasa ada yang aneh dengan cermin itu, Nezha pun masuk ke toko itu.
"Paman, cermin itu berapa harganya?" tanya Nezha sambil menunjuk cermin itu.
"Ini cermin keramat, kami sedang membutuhkan seseorang yang ingin merawat cermin ini."
"Kalau begitu, aku mau merawat cermin itu Paman," ucapnya penuh semangat.
"Baiklah kalau begitu, karyawan saya akan membawakan cermin ini ke rumahmu." Paman itu mengusap kepala Nezha lembut. "YOSHITSUNE! Tolong bawakan cermin di pojok ke rumah anak ini."
Pria bersurai hitam panjang sepunggung menuruni tangga, pria itu seperti samurai. Pria itu mulai melapisi cermin itu dengan koran, dan selembar kain putih untuk menutupi cermin.
Nezha pun menunjukkan jalan ke rumahnya, sesampainya di rumah. Yoshitsune memberdirikan cermin besar di dinding dekat kasur.
"Terima kasih, paman."
"Kamu tinggal disini sendiri?"
Nezha mengangguk.
"Kalau begitu hati-hati, banyak orang mengincar cermin itu."
"Aku akan menjaga cermin ini, dan rumah dengan baik."
Yoshitsune keluar dari rumah, Nezha yang penasaran dengan cermin yang baru ia dapat. Nezha berkaca di depan cermin itu. Nezha ketuk cermin itu, setelah di ketuk beberapa kali olehnya. Nezha dikejutkan oleh orang berambut putih dengan hiasan rambut lambang yin, dan yang muncul dari cermin.
"Kau mempunyai mata yang berbeda dengan orang di sekitarmu."
Nezha mengangkat sebelah alisnya. "Kamu siapa? kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu."
"Namaku Taigong Wang, aku penyihir, aku menyegel arwahku di cermin ini."
"Kenapa kamu menyegel dirimu sendiri di cermin ini?"
"Banyak yang mengincarku karena kekuatanku."
"Lalu, kau bisa mengabulkan semua permintaanku?"
"Mungkin itu hadiah yang tepat untukmu karena sudah membangunkanku."
"Kalau begitu aku ingin tangan kiriku sembuh!"
Tangan Taigong Wang menembus cermin seakan tangannya keluar dari cermin, Tangan kanannya mengelus lembut tangan kiri Nezha, sementara tangan kirinya menopang tangan kiri Nezha.
"Sudah, coba gerakan."
Nezha menggerakkan tangan kirinya keatas-bawah cepat. Nezha tidak merasakan sakit lagi saat menggerakan tangan kirinya.
"Kau penyihir hebat!" Nezha takjub, lalu ia tertawa.
Taigong Wang tersenyum, "Kau ingin mempunyai teman?"
Nezha terkejut. "Ken-"
Taigong tertawa pelan. "Aku bisa membaca pikiranmu, kau di desa ini dikucilkankan?"
"Ti-tidak kok."
"Kau dikucilkan karena kau berbeda, half blood."
"DIAM!"
"Aku akan menjadi teman pertamamu kalau begitu."
Taigong Wang berjalan keluar dari cermin, lalu memeluk Nezha. "Ka-kau bisa keluar?"
"Aku bisa keluar karena permintaanmu, kalau bukan permintaanmu aku tidak akan bisa keluar, karena di dalam cermin ini adalah tempat tinggalku. Dunia yang berkebalikan dari duniamu"
"Kau tadi berkata kalau kamu menyegel dirimu sendiri."
"Aahh.. soal itu," Taigong Wang mengecup dahinya. "aku mengatakan itu biar cepat."
"A-APA YANG KAU LAKUKAN TADI?!"
Taigong Wang tertawa pelan, lalu tersenyum. "Itu tandanya kalau aku, dan kamu berteman."
Muka Nezha berubah merah. "Su-sudahlah, kembali sana ke dalam cermin!"
"Baiklah, pangeran."
"Hmph!" Nezha menyilangkan kedua tangannya.
"Sudah sana tidur, anak kecil ga baek tidur terlalu malam."
"Ini masih siang."
Taigong Wang menjentikkan jarinya, tiba-tiba langit menjadi gelap, matahari menghilang, bulan muncul menerangi gelapnya malam.
"Dasar, penyihir ubanan!"
"Lebih baik kau tidur sana, besok aku punya kejutan untukmu."
Nezha menaikkan alisnya, lalu jalan menuju futonnya yang masih terlipat rapih. "Serah dah." Nezha membuka(?) futonnya, terus berbaring di futonnya.
Keesokan harinya saat Nezha membuka matanya, dia mendapati kamarnya menjadi bagus, mewah bagaikan kamar di istana-istana. "Kamarku kenapa jadi begini?"
"Bagaimana? Keren bukan."
"Aku ga mau ini…" Nezha terdiam.
"Kamu marah? Kukira kau suka dengan ini.. karena hari ini adalah hari terakhirku, menemanimu disini."
Nezhan menunduk, "Jangan pergi.."
"Sudah waktunya aku pergi, maafkan."
Nezha berdiri, berjalan mendekati cermin, tangannya menyentuh cermin.
"Aku harus pergi."
"Jangan pergi."
"Jangan menangis,"
Jangan pergi…
If only you could've stayed with me forever,
even if you have no magic, I want to stay by your side
so one more time, let's meet somewhere
"Aku tidak akan melupakan ekspresi senyum, dan sedihmu." Taigong Wang menempelkan dahinya ke cermin. "jadi, jangan lupakan tentang diriku ya.."
Perlahan tubuh Taigong Wang di balik cermin memudar, saat tubuhnya mulai menghilang tubuhbya seakan keluar dari cermin, lalu mencium dahi Nezha.
Kok nyinet banget sih? Asa si Nthor ga suka nonton sinet, jijik bacanya.. naha sih si Nthor bisa ngetik beginian?!
Yaaa setelah tuh mahluk ubanan ngilang, si Nata de coco tetap terus menunggunya sampe tiap debu yang mampir ke ntu cermin di hilangkan oleh si Nata de coco. Akhirnya Nata de coco pun hidup sengsara meratapi nasib, dan menunggu si ubanan kembali di en. Saya narator cerita ini, Guan Ping, berterimakasih pada kalian semua yang menyempatkan membaca cerita gila ini.
End
maaf kalo ada kesalahan kopipaste
