Warning: krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD!

Genre: Humor gopean

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan Review:

RosyMiranto18

Nezha: *tiba-tibamuncul* ada apa memanggilku?

Taigong Wang: emang ada yang mau sana Bapa gue yang udah bangkotan gitu? Emang bapa gue juga mau selingkuh sama siapa? Paman Ying- ehem Tante Tamamo?

Jiang Wei: bisa aja lho jeng ehem itu hanya nama samaran saat aku bekerja… itu juga saran dari yang punya kafe.

Jiang Wei: tenang itu hanya adik angkat key bukan bikin scara alami.

Iyaa punya well itu juga hasil patungan sama adek, plus sehabis maen itu di yutub banyak review jelek buat game DW9.

Aku baca ff itu tapi entah kenapa pas mau baca lagi asa gimana gitu.

Mayuzumi Chiharu

Jiang Wei jadi maid kakinya mulus okeh jadi jangan bayangkan doi pake baju maid trus kakinya buluan :v

Iya ini beda lagi ceritanya :v makanya saya aslinya niat publish cerita baru ga lanjutin disini :v

Tapi beneran kostum yang mengerikan buat ana :v roti sobek doi mah cuman pakeannya doang :v aslinya mah rata :v ntah ana seneng banget menghina chara satu itu.

Runningman Nthor ver

Selamat Membaca

Tepat jam 6 sore, 10 orang dikumpulkan di bunderan HI oleh Host, dan co-Host. Mereka adalah Tim Ungu-Hijau, dan Tim Merah-Tosca.

"Selamat sore menjelang malam, manteman." Sapa Kanetsugu pada ke 10 orang itu.

"Malemmm,"

"Gimana kabar kalian?" tanya Ranmaru.

"PANAS!" teriak Tim Ungu-Hijau,Ungu-Hijaukompak dan Tim Merah-Tosca kompak.

2 orang dari masih-masing tim yang berdiri ditengah mengacungkan tangan.

"Kenapa kami bajunya setengah-setengah gini?" tanya 2 orang itu barengan sambil menunjuk baju yang mereka pakai.

"Oh oh oh, soal itu… kalian kan nomaden pernah di Wei-Shu, dan Jin-Wu."

"Tapi si blonde unyil itu ga dihitung?" ZhugeDan nunjuk-nunjuk Xiahou Ba yang memakai pakaian berwarna tosca.

"No no no," Ranmaru menggoyangkan jari telunjuknya. "Kamukan pindah ke Wu, sementara Xiahou Ba pindah ke Shu."

"Kalian udah pada kepanasankan?"

Mereka semua ngangguk termasuk hostnya.

"Kalau begitu, ayo ikuti saya," Ranmaru berjalan beberapa langkah, dan ajaibnya mereka langsung ada di museum fatahillah. "yow, selamat datang di museum fatahillah!"

"Emm, kenapa ada dua gedung?"

Kanetsugu tertawa, "Itu duplikatnya, jadi kalian bisa ngancurin barang apapun disana."

"Tim Merah-Toska, ikut aku~" Ranmaru menarik tangan kanan Huasi, "jangan lupa tarik anggotanya ya~"

Setelah Ranmaru, dan Tim Merah-Toska pergi masuk ke museum.

"Kalian harus menemukan, MINIMAL, 5 duplikat senjata kalian di museum fatahillah."

"Duplikat?" Ma Dai mengangkat alisnya.

Kanetsugu mengangguk. "Iya kek yang beli paketan ver ikki tousen, tapi berwarna."

"Oke, oke, tapi senjatanya yang kita atau random?"

"Random, banyak bertebaran da," Kanetsugu menyeringai. "tapi, kalian cuman dikasih waktu 25 menit, buat nemuin 5 duplikat senjata itu."

"AYO!" baru saja Ma Chao menarik anggotanya dihentikkan oleh MC.

"Tapi, kalo kalian ketangkep sama tim Merah-Toska senjata yang diambil sama anggota yang tertangkap ga akan dihitung, daaaan kalian harus tau senjata siapa yang kalian ambil."

"JANGAN SAMPE ADA YANG KETANGKEP GAES!" teriak Ma Chao.

"Tim dibagi 2, Aku sama Ma Chao, dan Jia Xu sama Zhenji."

Jia Xu ngangkat tangan. "Btw, Xu Shu mau ngikut Shu atau Wei? Atau…" Jia Xu ngelirik lirik kameramen. Ma Chao yang penasaran ikut ngelirik ke kameramen.

"Oohh, NO! nanti doi enak cuman nyorot kite kite!" Ma Chao membentuk huruf X dengan tangannya.

"Aku sendiri aja."

Zhenji menatap Xu Shu dengan tatapan tidak percaya. "Aslian?"

Xu Shu mengangguk matanya agak berkaca-kaca.

"Jangan nangis," Zhenji mengelus elus punggung Xu Shu.

"A-aku ga nangis!"

"Jangan OOC Xu!" Jia Xu nepuk-nepuk bahu Xu Shu.

"Kalian," panggil Kanetsugu, Tim Ungu-Hijau nengok ke Kanetsugu. "kalian udah ngabisin waktu selama lima menit."

"Waktunya udah jalan?" tanya Ma Dai, Kanetsugu mengangguk.

"KALO GITU AYO BERPENCAR!" Ma Chao narik Ma Dai langsung lari ke gedung duplikat, dan Jia Xu menarik Zhenji untuk mengikuti Ma Chao, dan Ma Dai.

"Tu-TUNGGU!" Xu Shu menatap hape yang sudah ada hint tempat barang disumputkan. Xu Shu menghadap kamera, "itu kameramen, ga ngikutin mereka?"

"Nezha, sama Wukong udah kesana kok."

Mendengar jawaban si kameramen, Xu Shu hanya diam, setelah diem beberapa detik, Kanetsugu menyeret Xu Shu masuk ke gedung asli.

.

Kita puter balik waktu jadi 5 menit sebelum waktu dimulai, di suatu tempat di gedung duplikat fatahillah.

"Tugas kalian adalah menangkap Tim Ungu-Hijau dengan mencabut nametag di baju mereka." Jelas Ranmaru.

"Daaan, kita harus memakai bel macam Gan Ning?" tanya Zhou Yu sambil nunjuk orangnya.

"IYA!" jawab Ranmaru penuh semangat. "Gan Ning, silahkan bagi bagi lonceng yang ada di karung coklat itu."

Ga Ning membuka karung itu, dan ngasih gelang lonceng ke anggotanya.

Kring.. kring..

Xiahou Ba menggoyangkan gelang lonceng itu. "ini pakenya dikaki atau di tangan?"

"Kaki."

Setelah Tim Merah-Toska memakai gelang lonceng itu di kaki mereka berdiri.

"Oh, kalian hanya di kasih 25 menit untuk menangkap mereka."

"Sekarang ini teh?"

Ranmaru ngangguk.

"AYO! BERPENCAR GENGS!" teriak Huasi sambil ngacungin rapiernya.

"Emm.. ini.. kita bukan mau perang.." Xiahou Ba sweatdrop.

"CATATAN! JANGAN SAMPE TAWURAN YA!" teriak Ranmaru.

.

Balik lagi ke Xu Shu, dan Kanetsugu di museum fatahillah yang asli.

"Itu klunya dimana aja?"

Xu Shu melihat kembali ke layar hape. "Pertama, ada di deket patung," Xu Shu diem bentar, "disini banyak lho patung," Xu Shu menatap ragu etalase-etalase(?) itu. "jangan bilang, ada di dalem etalase?"

Kanetsugu mengangkat bahu, "Me don't know, gue kaga dikasih tau cuman prosedur eh produser yang tahu."

"Yaudah, deh yuk kita intipin semua,"

Kanetsugu mengangkat sebelab alisnya. "Yakin?"

"Abis di hpnya terketik di dalam etalase."

Saat mereka lagi ngeliatin patung-patung Xu Shu menemukan patung yang memakai pakaian Zhuge Liang.

"Itu liat ada manekin bercosplay jadi Om Zhuge," Xu Shu berlari mendekati patung itu, mukanya nempel sama kaca. "senjataanyua ada dibelakang patungnyuaa.."

"Ambil,"

"Gimana?"

"Pake senjata lu, tapi besinya panasin dulu."

"Ada korek g-"

Kring Kring Kring

Xu Shu mulai panik, doi lari di tempat, terus langsung sprint keluar gedung.

Kring Kring Kring

"Sate!"

"Ternyata tukang sate manteman bukan anggota tim merah-toska," Kanetsugu berjalan mendekati si tukang sate. "mang sate satu bungkus."

Kenapa ada tukang sate di dalem museum? itu masih misteri.

Di tempat Jia Xu, dan Zhenji berada

"Xu, itu tuh senjatanya ada di depan lift ada,"

"Mana?"

"Itu!" Zhenji narik Jia Xu sampe ke deket lift, saat mau ngambil senjata itu eh tapi malah masuk ke dalem lift. Pintu lift terbuka. "Ada 2 nih," orang di dalem lift tersenyum lebar.

"Zhenji lari!" Jia Xu ngedorong Zhenji menjauh. "PERGILAH!" atas suruhan Jia Xu, Zhen pergi dari TKP.

SREK

Nametag terlepas dari bajunya. "GYAAA!" teriak Jia Xu lebay.

Pletak

Setelah Gan Ning menjitak Jia Xu, Gan Ning menatap Jia Xu datar. "Biasa aja napa?"

"Hehe, abis gabut."

Tempat duo hijau lumut berada

"Dai, liat deh ituuu.." Ma Chao ngerangkul Ma Dai terus nunjuk sickle and chain yang tergantung di patung leher Hermes. Terus Ma Chao narik Ma Dai mendekati patung Hermes itu dan bisa melihat patung dari depan.

Dengan muka takjub melihat patung Hermes Ma Chao berkata, "Wih, liat Dai, patungnya jadi kek pake syal dari logam."

"Tapi Chao, yang kita cari itu duplikatnya dan itu kecil bukan yang asli."

Ma Chao berjalan ke belakang patung Hermes, "Biarin, yang penting senjata salah satu dari kita se DWverse," Ma Chao mengambil senjata itu secara perlahan, tiba-tiba kepala patung Hermes lepas, Muka Ma Chao berubah pucet. "gue pelan-pelan lho."

Kring.. Kring…

Prritt!

"BERHEHTI! KALIAN SUDAH BERTINDAK KRIMINIL!" teriak seorang pecinta shampo mensilk.

"LAARRII!" teriak Ma Chao terus lari ke dalem museum meninggalkan Ma Dai.

"TUNGGU!"

Kring.. kring…

Zhou Yu makin mendekat, Ma Dai masih terdiam di tempat. "CHOTTO TIME OUT! BITAN!"

"GA ADA BITAN!"

Saat mau di tangkep sama Zhou Yu, Ma Dai langsung lari ke arah penjara laki-laki berada. Karena Ma Dai lari ke arah sana Zhou Yu berhenti, dan memutuskan untuk menangkap Ma Chao.

Sementara itu Ma Dai yang berlari ke penjara laki-laki.

"Eniwan~ enibadi hir?"

Plok plok plok

"Eniwan~" Ma Dai nengok ke dalem penjara, engga ada orang. Ma Dai merinding, "terus yang tepuk tangan siapa?"

"Ssshh…"

"Siapa itu?" Ma Dai muter badan 360 derajat, setelah mengumpulkan keberanian Ma Dai masuk ke dalam penjara, di dalam penjara Ma Dai melihat dua orang laki-laki, lalu salah satu laki-laki itu menaruh telunjuknya di bibirnya.

"Sssh.."

Melihat itu Ma Dai langsung berlari sambil teriak.

"WAAAAAA!" Ma Dai terus lari sambil berteriak sampai dia menemukan Xiahou Ba berdiri di dekat penjara perempuan.

"Xiahou Ba jangan kesana! Itu berat, lebih baik kamu balik aja ke museum."

"Hah?"

Sehabis ngomong itu Ma Dai berlari lagi, Xiahou Ba berpikir dulu, kenapa jangan? Tanyanya dalam hati.

"Shhh.."

"SUARA APA ITU?!" teriak Xiahou Ba sambil memutar badan 360 derajat.

"Berhenti.."

"Sumveh, Huasi atau siapapun itu! GA LUCU!"

"Sa..kit.."

tanpa aba-aba Xiahou Ba berlari. "WAAAAA!"

.

"WAAAAA!" Ma Dai teriak lagi karena saat sudah menjauh dari penjara, doi ketemu Huasi, sambil bawa paint brush nemu di atas tempat tidur tadi.

"Kembali kau!" Huasi mempercepat larinya.

"GAAAA!" Ma Dai tertangkap Huasi. "AAAA!"

"SSTTOPPP!" Ranmaru yang kebetulan lewat menghentikan aksi Huasi. "WAKTUNYA UDAH HABIS!"

"Tapi gue belum berhasil nyabut namenya Ma Dai..."

"Tapi waktunya sudah habis, tunggu lain kali saja, ya Huasi."

Dengan muka sedih, dan bibir manyun, Huasi ngangguk-ngangguk.

.

Mereka sudah berkumpul kembali di depan museum fatahillah.

"JADI SIAPA YANG MENANG?!" teriak Ma Chao, dan Huasi barengan.

"Yak, nanyanya biasa aja." Kanetsugu berdeham. "Silahkan untuk tim Wei-Shu untuk memperlihatkan senjata yang didapat, jangan lupa sebut yang nama yang memakai senjata itu."

Ma Chao menjatuhkan chain and sickle. "Punya Jia Xu."

Ranmaru sweatdrop. "Kan yang diminta duplikatnya.. well gepepe dah."

Zhenji memperlihatkan double blade trident sepanjang 10cm. "Punya Jiang Wei."

"Ini baru benar," Ranmaru ngangguk-ngangguk.

Jia Xu geleng-geleng. "Gue ketangkep sama si setan bajak laut dari Wu."

Ma Dai menjatuhkan paint brush miliknya yang dipinjem buat acara ini. "Punya Gue."

Xu Shu tidak menjatuhkan senjata tetapi menjatuhkan air mata. "Hiks.. hiks.."

Ma Dai juga matanya berkaca-kaca, lalu nge puk-pukkin punggung Xu Shu. "Sabar, pasti suatu saat dikasih kemudahan."

"I-iya.."

"Xu Shu, yu kenawai?" tanya Kanetsugu kepo.

Xu Shu geleng-geleng.

"Yak, tim Wei-Shu mendapatkan point 2,5."

"Huwai?"

"Bikause yu yu pada ga mengikuti apa yang kite minta."

Ma Chao manyun.

"Bagaimana tim Wu-Jin nametag siapa yang anda dapatkan?"

Gan Ning memperlihatkan nametag Jia Xu, dan Zhuge Dan memperlihatkan nametag punya Xu Shu.

"Skor Tim Wu-Jin adalah 2!"

"YANG MENANG ADALAH TIM WEI-SHU!"

"YEEE!" tim Wei-Shu berteriak bahagia.

Kanetsugu, dan Ranmaru tersenyum lebar, "Nah yang kalah bakal dapet hukuman, dan yang menang bakal dapet hadiah, ikut kami."

Mereka balik lagi ke bunderan HI yang sudah di kasih properti seperti meja dan kotak rahasia.

"Karena hari sudah malam, mari kita percepat, silahkan kalian duduk di meja sesuai warna kalian."

Gan Ning ngacungin tangan. "Ini yang ditutup apa?"

"Hmhmhm.. kalian boleh buka tutup saji di depan kalian."

Mereka kompakan buka, daaan jeng jeng jeng di meja tim Wu-Jin ada segelas air mencurigakan, sementara di meja tim Wei-Shu ada makanan yang sama mencurigakannya karena bentuknya yang tidak seperti makanan pada umumnya.

"Nah, kalian jangan menatap jijik yang di depan kalian.."

"Iya benar lebih baik kalian bersuyukur

Mendengar suara malaikat dari manusia korban pleyboy Magoichi, dan Guo Jia semua pada nengok.

"Ranmaru sama si Kanet mana? Kenapa tiba-tiba ada Joan sama Ina?"

"Mereka lagi istrirahat di belahan dunia sana,"

"Sebenernya ini air apa?" tanya Huasi sambil ngocek-ngocek air itu pake sendok.

"Itu air got yang baru dimasak tadi." Kata Joan sambil tersenyum.

Muka tim Wu-Jin pada pucet.

"Kalo ini makanan apa?" kali ini Zhenji bertanya.

"Itu gepuk gosong yang digoreng sama Cao Cao tadi."

Mereka diem sebentar lalu membatin, ini keknya antara di sengaja sama emang ga bisa ngegoreng.

"Sebelum itu, kalian satu per satu memilih kotak yang ada di tengah-tengah ini, dimulai dari Gan Ning! Mau nomor berapa?"

"Nomor 3 deh," Joan membuka kotak nomor 3, dan mengambil barang di dalam situ.

"Gan Ning mendapat sendok makan, dan papa lemon." Joan menuangkan papa lemon ke sendok itu sampe penuh terus sendok itu dimasukkan ke dalam gelas di depan Gan Ning.

Glek

"Wanjerr, ini acara pembunuhan atau apa?"

"Hmhmhm.. giliran Zhou Yu, mau nomer berapa?"

"Satu boleh deh," Joan membuka kotak itu, dan tada Joan mendapat sendok nasi, dan garam satu bakul, lalu Joan menyendokkan garam itu dengan sendok nasi, dan memasukkan garam itu ke gelas Zhou Yu.

"Makasih lho, abis acara ini titip salam perpisahan ke Xiaoqiao ya." Zhou menitikkan air mata lebay, Joan hanya membalas dengan anggukan.

"Ya, korban selanjutnya~ Zhuge Dan."

"Nomer 3." Joan membuka kotak nomer 3, daaaan jerengjeng! Sweater virgin killer, dan sekotak teh saribau.

"Silahkan dipakai, gantinya bisa ditoilet."

"Gaboleh di dobel?"

Ina sama Joan kompakan menggeleng.

"Mau dipakein atau pake sendiri?" tanya Joan dengan nada menyeramkan.

Zhuge merebut switer itu dari tangan Joan. "PAKE SENDIRI AJA!" teriak Zhuge Dan, terus doi lari ke toilet terdekat.

"Selagi menunggu Zhuge Dan selesai ganti kita lanjut ke Huasi~ mau nomer berapa?"

"Nomer 10." Joan membuka kotak, daaann mengacungkan dua jeruk nipis.

"Untung aja ini yang normal…" gumam Huasi.

Plung plung

2 jeruk nipis itu langsung di masukin ke gelas Huasi tanpa diperas. "Aahh, disini ga ada jasa pemerasan, jadi jeruknya sekalian dimakan ya~" kata Joan sambil tersenyum ala setan.

"SEBENERNYA PRODUSERNYA SAPA SIH?!" protes Huasi.

"Hmmm siapa ya? Fu Xi? Yinglong? Who knows, ehem lanjut Xiahou Ba,"

"Mau nomer 9,"

Joan membuka kotak itu, Joan mengeluarkan sebuah lemon utuh, "Seperti yang saya bilang tadi disini ga ada jasa pemerasan jadi dimakan ya lemonnya,"

Xiahou Ba mengangguk, dan membatin, setidaknya berikan pisau untuk mempermudah

Joan menepuk pundak Ina, "Tolong jemput Zhuge Dan."

"Oke, oke."

Niiiiittt

Layar kaca menjadi hitam, di layar ada tulisan "Maaf ada kesalahan teknis silahkan nonton siaran ulangnya jam 12 tepat tengah malam agar mata keluarga penonton tidak tersakiti karena kegilaan sang produser, sekian terima kasih."

"APA-APAAN INI?! MASA TENGAH MALEM?!" teriak salah satu penonton di rumah.

"Sudahlah, kita nonton lagi aja jam 12." Seseorang disebelahnya menepuk nepuk punggungnya.

End

UYEEEE END JUGA NI CERITA! Maaf ya lama reqnya… perasaan aku aja atau emang Xiahou Ba, dan Hanbei itu emang yang paling kecil se WOverse? Daaan kenapa Junichi Miyake diganti :" padahal suara pleyboy Guo Jia udah pas ga diganti Cao Pi juga? wai Koei wai?!

Maafin ya kalau ana mengotori imajinasi kalian dengan switer syialan itu :v

See yo next chapter