Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH

Genre: Humor, Romance, BL atau Straight tergantung imajinasi reader :v

Rate: T ples ples ples

Disclaimer: WO punya Koei

Pairing: ShijiZhongquanBoyue slight MasmunGraciaZiyuan

Balesan Review

RosyMiranto18

Mitsunari: apakah harus di hukum?! (mencari perlindungan)

Hanbei: Aku lebih memilih kena bola bekel Kanbeu dari pada bola yang bisa bikin pemikiran jadu negatif(lari mondar mandir kek setrikaan)

Taigong Wang: GUE DIMAN?!

Mitsunari: Tapi kalo di game RPG Djinn itu angin -3- kalo elemen gue es nanti ga bervariasi.

Guan Xing: kalo sesuai sejarah si Nthor susah ngebayanginnya dari setiap OC punya Rosy-san cuman keinget wujud Huasi doang sampe sekarang. Bikin pair straight aja suka kacau gimana kalau sesuai sejarah?

Taigong Wang: maksudnya itu Nezha, kelinci berwarna coklat penyuka lotus.

Da Ji: yang pasti rubah itu aku~ hmhm menpermainkan bocah itu sangat rame hmhmhm...

Mayuzumi Chiharu

Ntu chap hasil mikir sambil manin rambut jadi gitu :v

Kali-kali bikin doi menderita gapapa kali ya selama menderita ga menyimpang :v

Sarannya patut dicoba tapi ana ga mau sakit pas lakbannya dilepas :v

It's Mine

Chapter 1

Selamat Membaca

"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru, daripada kalian ngebacot ga jelas mending kalian diem." Kata wali kelas mereka, lalu wali kelas mereka mempersilahkan murid baru masuk ke dalam kelas.

Kriet, pintu kelas terbuka menampakkan laki-laki berambut coklat dengan tinggi kira-kira 160 cm.

"Namaku, Xiahou Ba, salam kenal."

Ckitt

Dua buah kursi bergerak kebelakang, dua pemuda yang duduk di baris ketiga megacungkan tangannya. "Pak, duduknya di sebelah saya aja!" teriak kedua pemuda itu barengan.

Guru bernama Sima Yi, menepuk jidatnya pelan, semoga anak baru ini tidak mengundurkan diri karena mereka, batin Sima Yi dalam hati. "Xiahou Ba, kamu boleh duduk di bangku kosong yang terletak di antara mereka berdua."

Salah satu murid yang duduk di belakang pemuda yang mengacungkan tangan menghela nafasnya. "Mulai lagi, jangan sampe kegilaan mereka membuat perang kelas ke 3." kata seorang laki-laki dikuncir kuda berwarna coklat pada teman di sebelahnya.

"Kaya kamu ga pernah bertengkar sampe bikin dinding kelas bolong aja," kata cowo berkulit sawo mateng di sebelahnya.

"Diam, yang duluankan anak kelas sebelah."

Seorang perempuan twin tails menyolek bahu cowo sawo mateng itu. "Lu Xun jangan ngobrol, nanti masa depan kamu suram."

Cowo yang disebut Lu Xun sama perempuan tadi menengok ke belakang. "Tenang, aku udah pernah ngerasain ucapan tajam Pa Sima Yi kok, mending Gracia-chan berdoa nanti ga bakal ada korban prenjon."

Cewe twintails itu bingung. "Prenjon?"

"Kan elu udah ngeprenjonin Shi sama Masamune."

Mendengar itu Gracia hanya tersenyum inosen.

.

Saat bel istrirahat berbunyi seorang siswa berkuncir kuda berwarna coklat melancarkan aksi modusnya.

"Xiahou Ba," panggil pemuda di sebelah kanannya, Xiahou Ba menengok ke pemuda itu. "Kamu bawa bekel?"

Xiahou Ba menggeleng. "Tidak, jadi aku mau ke kantin."

"Mending makan bareng sama aku, tadi pagi aku mengambil makanannya agak banyak."

"Tapi-" perkataan Xiahou Ba terputus karena ada seorang siswa menyerang pemuda itu. Xiahou Ba bengong, lalu seorang siswa yang tinggi macem tiang listrik ngedatengin Xiahou Ba.

"Xiahou Ba, mau ke kantin?"

Xiahou Ba mengalihkan pandangannya dari kejadian tidak mengenakan ke siswa paling tinggi itu.

"Wen Yang? Ternyata sekolah disini kamu," Xiahou Ba mendongak ke atas. "gimana sepupu jauhmu itu udah sehat dari penyakit gapteknya?"

Wen Yang menggeleng. "Belum, terakhir aku ngasih dia mic pas aku ajak karokean malah kepala aku yang benjol."

Xiahou Ba tertawa kecil mendengar tuturan teman lamanya itu.

Xiahou Ba, dan Wen Yang pun ke kantin sambil ngobrol-ngobrol. 2 siswa yang berantem tadi berhenti, melihat targetnya ke kantin bareng tiang listrik sekolah.

"Minggir lu Zhong Hui! TARGET GUE JADI KE KANTIN BARENG SI CIQI SEREBU LIMA RATUSAN SATU!" teriak siswa berseragam hijau, kedua tangannya mendorong siswa bernama Zhong Hui untuk menyingkir darinya.

"Siapa suruh modus duluan,"

"Elu cepetan berdiri, badan gue ntar pejet gegara elu dudukin!"

Lu Xun berdehem. "Awas, bukannya dapetin target tapi malah kaya dia," Lu Xun ngelirik lirik teman disebelahnya.

"OGAH BANGET! MASIH BANYAK CEWE DI DUNIA INI!" Zhong Hui berdiri, dan lari ke luar kelas disusul korban penyerangan tadi.

Tok tok tok

Sebuah tangan mengetok pintu kelas, orang tersebut mengintip ke dalam kelas. "Gracia-chan ada?"

Gracia mengangkat tangan kanannya.

"Ke kantin bareng yuk," ajak orang tersebut ke Gracia.

Gracia geleng-geleng. "Ga mau, maunya sama mereka," Gracia nunjuk dua orang di depannya.

"Naga picek, mending kalo udah jadi korban frenzon kaga usah modus lagi."

"Yang penting gue udah usaha buat dapetin hatinya Gracia-chan." Setelah mengatakan itu orang itu menghilang.

"Yok, Gracia ikut Boyan sama Gongji ke kantin."

Gracia mendekati Lu Xun. "Haii~"

.

Lu Xun, Ling Tong sama Gracia sudah nyampe kantin. Mereka melihat sekitar kantin mencari tonton yang asik walau harus nonton sambil berdiri ngalangin jalan. Ya sebenernya mereka ke kantin itu nyari drama romens gratisan seperti…

Manusia yang mereka identifikasi bernama Jiang Wei mendekati meja si Ciqian, dan Zhongquan. "Yang, saYang,"

"Panggil gue biasa aja jangan kek cowo jones, Boyue." Kata si Ciqi sewot.

"Iye-iye maap, boleh duduk disini?" tanya Jiang Wei sambil senyum. Wen Yang memperbolehkan Jiang Wei duduk. setelah Jiang Wei duduk dateng Zhong Hui sambil membawa semangkuk bubur, dan teh anget, lalu doi duduk di sebelah Wen Yang. Beberapa detik kemudian Shiji, dan Boyue saling menatap tajam.

.

"Gracia-chan," panggil seorang cowo berambut item seleher dengan seperempat topeng(?) menutupi muka bagian kirinya.

"Tuh Grac di panggil korban jangka Masamune," Lu Xun nunjuk ke sebelah kanan. Gracia nengok ke kanan.

"Eh ada Ziyuan, ada apa?" tanya Gracia dengan senyum manisnya.

Muka Shi memerah, terus megang dadanya. Terpesona, itu yang bisa mendeskripsikan keadaan Shi sekarang.

Kraus kraus

Ling Tong, dan Lu Xun mengalihkan pandangan dari si Ciqi dkk ke Gracia sambil makan popcorn hasil malak ke Zihuan. Lu Xun nyikut Ling Tong.

"Inikah yang namanya, walau friendzone tetap maju terus?" kata si Boyan.

"Bukan, Gracianya aja terlalu inosen." Bales si Gongji.

Mereka kembali fokus ke Gracia sama Ziyuan.

"Gracia-chan ini.. buat kamu, pasti belum makankan?" Shi memberikan sebungkus batagor pada Gracia. Gracia menerima batagor itu. "Terima kasih,"

"Sama-sama."

Bruk

Shi terjatuh, Lu Xun sama Ling Tong megang kedua pipinya terus ngescream. "Gracia.. telah membunuh anak Pa Sima.."

Gracia melihat si Boyan sama Gongji dengan senyum, "Ayo lanjut nontonnya, aku udah dapet makanan," Gracia mengacungkan batagor pemberian Shi.

"Sadiss.." hanya kata itu yang keluar dari mulut Boyan, dan Gongji.

.

"Kenapa lu disini?" tanya Jiang Wei ketus pada orang di depannya.

"Gue udah nyampe disini daritadi." Balesnya ga kalah ketus.

Si Ciqian sama Zhongda menggeser duduknya beberapa senti.

"Shiji, Boyue, jangan bertengkar disini."

"Suka-suka gue," kata mereka barengan.

Mereka kek bocah yang nemu barang yang sama tapi ga diboleh beli, ya ga sih? tanya Wen Yang pada dirinya sendiri.

"Xiahou Ba, pindah yuk," ajak Wen Yang.

Xiahou Ba mengangguk tapi rencana mereka tergagalkan karena 3 orang di seberang.

"WEN YANG SAMA XIAHOU BA MAU KEMANA?" teriakan Lu Xun mengawali rasa panik dalam diri Wen Yang, pasalnya waktu dulu si Ciqi pernah di gebuk gegara si Lu Xun nangis pas dijalan pulang.

"UDAH DUDUK SITU AJA LAGI RAME!" lanjut Ling Tong.

"KALIAN BERDUA JANGAN BERTENGKAR MULU NANTI SI ANAK BARU DIAMBIL SAMA SI CIQI!" teriakan terakhir membuat Zhong Hui sama Jiang Wei menatap tajam Wen Yang. Wen Yang makin panik. "Ka-kagak, kalian salah pengertian!"

.

Ling Tong tersenyum puas. "Rame juga ngadu domba orang." Lu Xun menyikut Ling Tong. "Tiati, nanti elu yang diadu, di putusin nangis lu." Ling Tong mendengus. "Emang gue domba diadu."

"Grac, itu Si Shiuk dibiarin aja tergeletak di lantai?"

"Biarin aja, udah mati kali," kata Gracia watados, "itu si Jiang Wei mulai beraksi,"

Ayah sama anak sama aja.

Lu Xun, dan Ling Tong makin memperhatikan drama gratisan itu dengan fokus 10 kali lipat dari sebelumnya.

.

"Xiahou Ba," panggil Jiang Wei.

"Apa?" tanya Xiahou Ba dengan muka polosnya.

"Pulang bareng yuk,"

"Hayu," Jiang Wei senyum sumringah. "makin banyak makin rame!" tapi setelah mendengar kalimat selanjutnya kebahagiaan Jiang Wei luntur seketika.

"Pppfftt.." Zhong Hui menahan tawanya.

"Emang nanti kamu pulang sama siapa?"

"Sama Wen Yang, sepupuku Xiahou Ji dan kamu." Jawab Xiahou agak keras.

Mendengar pernyataan Xiahou Ba, Gracia tertawa jahat, 2 siswa di sebelah Gracia terdiam.

Déjà vu, si anak baru inosennya selevel sama Gracia…

Ling Tong nengok ke Lu Xun, "Yan, gue jadi inget insiden yang mirip dengan kejadian hari ini."

"Gracia-chan mau pulang bareng aku gak?" Lu Xun bertanya pada Ling Tong dengan nada, dan suara dimirip miripin sama Masamune.

"Maaf, aku udah janji pulang bareng sama Kak Magoicih." Jawab Ling Tong dengan nada ala-ala Gracia.

Mereka berpelukan terus nangis. Gracia masih ketawa jahat.

.

"Xiahou Ba, kenapa kamu ngeliatin terus mangkuk bubur ini? Mau?" Zhong Hui menyendokkan buburnya, lalu dia sodorkan sesendok bubur itu ke Xiahou Ba.

"Bo-boleh?" tanya Xiahou Ba.

Zhong Hui mengangguk. "Aaaa.."

"Am,"

Berasa nyuapin bocah 2 tahun, batinnya.

"Xiahou Ba itu ada sisa bubur di mulut," Jiang Wei menjilat sisi kanan bibir Xiahou Ba.

Sendok ditangan Zhong Hui bengkok seketika.

.

.

.

.

.

.

Wen Yang ngacungin hapenya, terus menelpon Sima Yi.

Tut tut tut..

"PA! JIANG WEI NGELAKUIN SEKUHARA KE MURID BARUUU!" teriak Wen Yang setelah mendengar kata 'halo' di hapenya.

Nit

Wen Yang menutup telepon, kembali memasukkan hapenya ke saku celana, si Ciqi berdiri dari duduknya berjalan ke belakang Xiahou Ba, menutup mata, dan telinga si anak baru dengan caranya.

"Jiang Wei… kalo mau bilang daritadi." Zhong Hui menyendokkan buburnya, Zhong Hui memasukkan sesendok bubur ke mulut Jiang Wei dengan paksa.

"Hmmmph.. mmphh!" Zhong Hui mengeluarkan sendok dari mulut Jiang Wei dengan paksa. "Arrgh.."

Zhong Hui menaruh kembali sendok itu ke mangkuk, terus pergi dari situ.

.

.

.

"MULUT GUE SAKIT BEGO!"

.

.

.

"Wen Yang, ada apa?" tanya Xiahou Ba, mata, dan telinganya masih di tutup Wen Yang.

"Engga ada apa-apa, mending balik yuk ke kelas."

Xiahou Ba mengangguk. Wen Yang menuntun Xiahou Ba ke kelas.

.

"Boyan, Gongji kenapa kalian nutupin mata sama telinga aku?"

Ling Tong menjauhkan kedua telapak tangan dari telinga Gracia. "Tadi ada adegan di atas umur."

Lu Xun menjauhkan kedua telapak tangannya dari mata Gracia. "Mending kita balik yuk ke kelas." Ajak Lu Xun kepada Ling Tong, dan Gracia.

"Yuk, tinggalin aja si Boyue di kantin," Gracia berjalan keluar kantin diikuti Lu Xun sama Ling Tong.

"KO GUE DITINGGAL?!"

Ya salah elu melakukan yang iya iya, mendong sono balik ke kelas, bel masuk udah bunyi.

TBC

KENAPA INI DULUAN YANG SELESAI! T-T padahal aku ngerjain yang straight duluan tapi di tengah2 feel bikin cerita yang itu ilang(yaiyalah bego). Jadi maafkan mengotori mata kalian dengan fic ini. :"v

Makasih lho udah baca

see you next chapter~