Back with AU Gakuen! Tapi ini berbeda dengan AU Gakuen di chap awal-awal, jadi ini bukan flashback atau nyatu sama chap awal-awal, ini hanya murni ide baru dari otak saya.
Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair T-T jas bekause her apperance(?) -kumaha sih nulisnya?-
Genre: Humor, Romance
Rate: T ples ples ples
Disclaimer: WO punya Koei
Balesan Review
RosyMiranto18
Mitsunari: Ta-tapikan RPGnya beda! WAAA!
Da Ji: who the hell is Puspa Kurniawati?(sok sok inggris)
Jiang Wei: typo? Si Nthor udah 3x baca ulang cerita tidak menotice typo itu, yang si Nthor notis cuman typo pas ngetik nama Kanbei. lebih baik daripada kamu memuntahkan makananmu mending jangan membaca cerita ini.
Sima Shi: siapa Yang Huiyu?(pura-pura ga kenal) AKU SETIA SAMA GRACIA!
Gracia: Si Nthor ingin membuat sesosok karakter imut tapi sadis, jadi aku deh korban experimennya.
Wen Yang: Sekuhara itu sexual harassment kalo disebut dalam bahasa jepang SexuHara(Sekuhara).
Jiang Wei: Si Nthor itu selalu ngepublish chap baru sesuai cerita yang tamat duluan, soalnya itu saat masih tahap pengerjaan, doi ngerjain dua-duanya sekaligus. Soal perempuan berambut bob itu saya serahkan pada imajinasi reader masing-masing.
Tapi tadinya mau bikin ret M lagi :"( tapi saya tahan biarkanlah seperti itu.
Mayuzumi Chiharu
aku butuh pendapat tentang chap itu :" lama kelamaan saya merasa gagal kalo bikin fic straight pair :"v
Lama-lama keknya bukan trisum tapi cuman ZH x JW doang :v
Karena mereka kek yang bertolak belakang tapi suka saling membantu :v
kalo mereka maen sama ukenya, beneran trisum dong :v
Cakep iya, pinter iya, hampir menjurus perpek iya, tapi kena prenjon :v kan jarang gitu udah menuju perpek tapi di tolak.
It's Mine
Chapter 2
Selamat Membaca
Murid-murid di kelas duduk di bangkunya masing-masing setelah guru bernama Nouhime masuk ke dalam kelas.
"Anak-anak sekarang kita akan belajar perkembangan IPTEK di negara ini, ada yang bisa sebutkan teknologi apa saja?" tanya Nouhime pada murid-muridnya.
Muneshige mengangkat tangannya. "Bayi tabung,"
"Betul, Ibu mau nanya bayi tabung itu apa?"
"Bayinya dimasukin ke tabung gitu Bu?" tanya Sima Zhao dengan muka minta ditabok.
Nouhime memijit dahinya. "Bukan, Bayi Tabung itu.. suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita."
"Ooohh.."
Lu Xun mengangkat tangannya. "Bu, kalo misalnya LGBT itu nular ga?"
Nouhime terdiam. "Nular, jadi hati-hati ya."
"Bu, kalo misalnya cowo suka trap itu termasuk humu ga bu?" tanya Ling Tong sambil ngelirik teman sebelahnya.
"Selama kamu ga tau kalo itu trap it's okay wae, dan ingat yang tadi itu hanya teori Ibu saja."
Ling Tong nyengir terus nyikut Lu Xun. "Tuh Xun, mending lu ganti celana gih, kasian ada adek kelas yang nyariin kamu waktu itu,"
Lu Xun pasang muka bete. "Hush diem itu kan gue lagi kena hukuman gegara telat 1 menit,"
Nouhime ngeliatin Lu Xun, setelah ngeliatin Lu Xun beberapa detik Nohime teringat sesuatu. "Lu Xun jadi yang waktu itu kamu? Siswi yang ngaku-ngaku sebagai kembaran Lu Xun di kelas ini?"
Mau ga mau Lu Xun mengangguk, aibnya terbongkar sudah gegara teman seperjuangannya itu. "I-iya Bu, waktu itu saya lagi di hukum."
"Terus pas pulang kamu bikin Wen Yang digebuk sama Ibu-Ibu gegara kamu nangis?"
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut istri Nobunaga itu bikin Wen Yang mengingat kembali kejadian itu lagi. Lu Xun panik, ternyata pas dia nangis di jalan pulang ada guru yang melihatnya. "Emm.. iya Bu."
"Transgender gih," suruh Nouhime tanpa pikir panjang.
Lu Xun blank seketika. Ling Tong mengecek keadaan Lu Xun dengan menoel noel pundaknya. Tidak ada reaksi dari Lu Xun. "Bu, Lu Xun mati gegara Ibu tanggung janab."
"Nanti juga balik lagi pas bel pulang berbunyi."
TENG TENG TENG
"Tuh udah bel, sebelum keluar kelas jangan lupa angkat kursi ke atas meja, dan sampahnya jangan lupa dibuang ya," Nouhime berdiri.
"BENTAR BU! Lu Xun masih belum sadar,"
Nouhime menyeringai, lalu berjalan mendekati bangku Lu Xun. Nouhime membisikkan sesuatu ke telinga Lu Xun.
Lu Xun tiba-tiba berdiri. "GA BU MAKASIH CUKUP WAKTU ITU AJA!"
"Tuh udah bangun, Ibu mau pulang."
"Tiati Bu,"
.
Pulang sekolah tiba! Murid-murid di sekolah langsung bubar dari kelas masing-masing, sebagian dari mereka berdoa agar tidak hujan, tetapi beberapa detik setelah bel di luar mulai hujan gerimis, inilah momen yang di tunggu-tunggu, bahan modus untuk cowo-cowo jomblo yang masih dalam tahap PDKT.
"Gracia-chan, pulang bareng yuk." tiba-tiba muncul kepala Masamune muncul.
Gracia mengangguk.
Masamune bingung. "Berdua?"
Gracia menggeleng pelan. "Aku sudah janji mau ke kafe deket sekolah sama Lu Xun, Ling Tong, Ina, dan Aya." jawab Gracia inosen sambil nunjuk satu per satu orang yang dia sebut tadi, "mau ikut?"
Masamune mengangguk pelan. Semangatnya hilang begitu saja, walaupun ga berdua, yang penting bareng Gracia-chan, lalu Masamune ngeliat Xiahou Ba. "Kamu anak baru, dicariin sama sepupu kamu tuh di luar,"
"Xiàhóushì sudah ada di luar?" Xiahou Ba menggendong tasnya, " Wen Yang ayo, katanya mau pulang bareng." Xiahou Ba berjalan keluar kelas, disusul Wen Yang, dan dua manusia sarap yang sempet berantem tadi.
"Ada yang bawa payung dua? Aku lupa bawa payung.."
"Sama aku aja, sepayung ber-" perkataan Masamune terputus oleh Gracia.
Gracia tersenyum. "Tidak, aku sepayung berdua sama Ina aja."
Ling Tong sama Lu Xun speechless. Aya tertawa kecil.
"YOSHA! AYO PULANG!" Gracia menarik Lu Xun, dan Ina keluar kelas dengan riang gembira, tanpa merasakan sakit hatinya Masamune.
Puk puk puk, pundak Masamune di tepuk sama Ling Tong pelan. "Suatu saat nanti, pasti cintamu akan terbalaskan Mun."
Masamune merespon perkataan Ling Tong dengan sekali anggukan , dan tatapan sedih yang terlukis di wajahnya.
.
Lima orang yang tadi udah duluan keluar kelas terjebak di teras sekolah karena hujan yang sangat deras. Xiahou ji melihat kesamping kanan. "Mau maksa atau nunggu hujan reda di sekolah?" tanyanya. Xiahou Ba menggaruk pipinya dengan telunjuk. "Sepertinya harus, di rumahkan tidak ada siapa-siapa hanya aku, dan kamu." jawaban Xiahou Ba membuat telinga dua manusia sarap di sebelah Wen Yang kedutan.
"Kalian hanya tinggal berdua?" tanya Wen Yang.
"Iya, minggu ini di rumah hanya ada aku, dan Xiàhóushì karena Ayahku sedang mengikuti kejuaraan Panahan, dan pamanku ikut dengan Ayah."
"Hooo begitu toh," kata Wen Yang sambil ngangguk-ngangguk. "bagaimana kalau aku menginap di rumahmu, AW!" tiba-tiba kaki Wen Yang diinjek sama Zhong Hui, Wen Yang keringetan takut kepalanya disambit pake buku yang ada di tangan Zhong Hui, "ma-maksudnya kita.." Wen Yang mengoreksi perkataannya tadi.
"Hmm.. kalau Wen Yang sih boleh, aku sudah mengenalnya dari SMP tapi..." Xiahou Ji melihat Zhong Hui, dan Jiang Wei dari atas sampai bawah. "oke, kalian boleh menginap asalkan tidak ribut, karena rumah kami ada di tengah-tengah."
"Baik nyonya."
"Kalau begitu persiapkan payung kalian,"
Mereka kecuali Xiahou Ji membuka payung mereka, lalu mereka kompakan ngeliat Xiahou Ji. "Xiàhóushì, jangan bilang kamu ga bawa payung.."
Xiahou Ji ketawa garing. "Hehe, iya." Xiahou Ji berjalan mendekati Wen Yang, "aku sepayung berdua sama Wen Yang aja."
Kalo gitu tadi gue kaga usah ngeluarin payung, batin mereka berdua sambil ngedelekin Xiahou Ji, padahal Zhong Hui, dan Jiang Wei tahu kalo Xiahou Ji itu bawa payung, siapa sih yang gatau Xiahou Ji, siswi paling rajin bawa payung sampe-sampe musim panas dia selalu bawa gapernah lupa.
Mereka pun pulang bersama dengan perasaan diantara senang, dan iri. Sesampainya di depan rumah Xiahou Ba. Zhong Hui, Wen Yang sama Jiang Wei pamit ke rumahnya mau ngambil seragam untuk besok karena katanya rumah mereka deket dari situ. Zhong Hui berjalan beberapa langkah ke depan, Jiang Wei jalan ke belakang beberapa langkah, Wen Yang menyebrang jalan dari situ. dan sampailah mereka di rumah masing-masing.
.
.
.
.
.
"Ternyata kita di satu komplek yang sama… dan ternyata kita tetanggaan." kata Jiang Wei, doi mulai panik, kalo gini ceritanya ga jadi nginepnya….
.
"SUMPAH DEMI APA?! JADI SELAMA INI GUE TETANGGAAN SAMA KALIAN?!" teriak Wen Yang terkejut.
.
"Ko, kita ga pernah ketemu ya pas berangkat sekolah?" tanya Xiahou Ji penasaran.
"Gue biasa berangkat jam setengah 7." kata Zhong Hui.
"Kalo aku sih jam 6." kata Jiang Wei.
"Jam 7 kurang, karena harus nunggu Zilong dulu." kata Wen Yang.
Xiahou Ji menyatukan kedua telapak tangannya. "Pantas saja, biasanya aku berangkat jam setengah 6." katanya sambil tersenyum.
Wen Yang, Zhong Hui, dan Jiang Wei mengo, lu ngapain aja di sekolah~ berangkatnya pagi amet bos.
Xiahou Ba cuman diem, doi baru pindah sekolah jadi gatau apa-apa.
"Jadi gimana? Kalian jadi nginep?" tanya Xiahou Ji untuk memastikan.
"JADI!" kata dua pemuda sarap dengan semangat berapi-api. Wen Yang ngangguk-ngangguk cepet, gue kudu melindungi kepolosan Zhongquan.
"Kalau begitu, kutunggu kalian~" Xiahou Ji dadah-dadah ke mereka sambil menarik Xiahou Ba ke dalem rumah.
.
"Bu, aku mau menginap di rumah temen ya," kata Jiang Wei pada Ibunya sambil menyampirkan seragamnya di tangan.
"Rumah teman kamu itu di mana?"
"Di samping kiri rumah kita Bu,"
"Katanya ada anaknya Om Xiahou Yuan ya, yang baru pindah itu?"
"Iya Bu."
"Yaudah kalo gitu, Ibu bolehin."
"YES! Makasih Bu."
"Sebelum itu makan dulu di rumah, dan gosok gigimu."
"Oke Bu."
.
"Zilong, ternyata kamu sudah pulang, aku tidak melihatmu."
Zhao Yun pasang muka keki. "Yaiyalah tadi pas aku lagi jalan ke rumah, Cìqiān sedang ngobrol dengan anak tetangga sebelah."
"Ohh, pantas saja aku tidak melihatmu masuk ke rumah, oh ya, aku nginep di rumah tetangga ya, kasih tau Pa Liu Bei nanti ya."
Zhao Yun ngangguk-ngangguk.
"Jangan sentuh alat elektronik apapun, kalo mau nonton tv atau menggunakan microwave dll minta tolong ke Pa Liu Bei, Pa Zhang Fei, Pa Guan Yu, atau anak-anaknya."
"Iya-iya bawel ah, situ juga jangan lupa gosok gigi, jangan kek tadi pagi gegara berangkat telat situ kagak sikat gigi, jorok tau, nanti jodoh ga dateng-dateng."
"Iya-iya."
.
Cklek, Zhong Hui masuk ke dalam rumahnya setelah membuka sepatunya, dan menaruh itu ke rak sepatu, Zhong Hui menaiki tangga menuju kamarnya, membawa seragam untuk besok. "Ahh iya, gosok gigi dahulu." gumamnya, Zhong Hui menuruni tangga, lalu berbelok ke kiri untuk gosok gigi. Setelah gosok gigi, Zhong Hui berjalan ke ruang keluarga yang bersatu dengan ruang makan serta dapur. Zhong Hui meletakkan seragamnya di meja, lalu berjalan menuju altar kecil(?) disitu ada foto Ibunya, dan beberapa dupa tertancap di sebuah vas kecil(?). Zhong Hui berdoa untuk Ibunya, lalu Zhong Hui mengambil seragamnya lagi, mematikan semua lampu, tidak lupa mengunci rumah.
.
Saat mereka keluar rumah, tanpa sadar mereka keluar barengan dari rumah. Mereka udah ada di depan rumah Xiahou Ba, Jiang Wei menekan bel rumahnya, setelah dipersilahkan masuk oleh Xiahou Ji dari dalam tanpa menyambut mereka layaknya pelayan di mansion-mansion. Jiang Wei sama Zhong Hui rebutan buka pintu, Wen Yang melihat mereka gemes akhirnya Wen Yang yang membuka pintu rumah.
"Bóyuē, Shìjì, berhenti berantem, ihhh lama-lama gue uyek-uyek muka lu pada."
Cklek, pintu terbuka, setelah menaruh sendal swelow berbagai warna di rak, mereka masuk ke ruang keluarga. Di dalam sana Xiahou Ji sudah menaruh beberapa futon di lantai. Xiahou Ji mengambil seragam dari tangan mereka.
"Aku taruh seragam kalian di kamar Xiahou Ba ya, kalau kalian membutuhkanku, aku ada di kamarku di lantai dua," Xiahou Ji pergi dari ruangan itu, menyisakan si chiki, si satu((S)hiji), Boyue, dan siswa SMA yang inosennya selangit.
"Xiahou Ba, boleh minta pokinya?"
Xiahou Ba menyodorkan bungkus poki ke Jiang Wei.
Jiang Wei manyun, dan mengambil satu batang poki, lalu memakannya penuh dengan kekecewaan. Wen Yang menghela nafas lega. Zhong Hui sendiri duduk di sofa dekat situ sambil baca buku yang dia ambil di lantai.
Mau tau usaha-usaha modus, dan aksi mereka nanti malam? Tunggu chap selanjutnya jangan pindah ke channel lain tetap di GilaTv.
TBC
haaaa… kok ana kepikiran di chap selanjutnya ret M yaaa T-T helep mi, ret M BDSM keknya enak di akhir-akhir keknya eh… :"( hmm tau ah, paling dari mingdep, bakal ada iklan chara DW, dan SW mengerjakan uraian soal USBN. yang pel pkn itu bener belajar PKN jadi belajar Biologi dadakan kecuali yang nyuruh transgender itu :v
Makasih lho udah membiarkan mata kalian tersakiti dengan cerita ini
See you next chapter~
