Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair, crack pair hanya untuk pelindung biar ga jadi 3 orang(?) tapi keknya gagal :v
Genre: Humor, Romance
Rate: T ples ples ples
Disclaimer: WO punya Koei
Balesan Review
RosyMiranto18
Shi: (menghindar) eits kaga kena! (ketangkep) LEPASIN GUE! GUE MASIH INGIN KETEMU SAMA GRACIAA!
Lu Xun: WUT?! WAPARA TUH SIAPA YANG FOTO?! SIAPA?! (gebrak-gebrak meja) huh? Zhao Yun?
Nouhime: Itu rahasia, hmhmhm, hanya bisikan setan untuk membangunkan orang yang pingsan.
Wen Yang: lebih baik jangan, kalau kalian tidak mau melihat yang aneh-aneh, dan menikmati jurus-jurus mematikan milik Xiahou Ji yang kopipaste dari banyak anime.
Zhong Hui: si Nthor sukanya baca ret M yaoi, jadi kalo bikin yang lurus doi ga bisa, bekause doi belum pernah 'merasakannya', dan hampir ga pernah baca yang ff lurus kecuali itu genderbend.
Mayuzumi Chiharu
Nouhime: Saya akan melorotkan celana seragam Lu Xun, ga, becanda. Itu RA-HA-SIA.
Nganu.. ana jadi ngebayangin mereka foursome omegat :v Wen Yang sih melindungi keperjakaan Xiahou Ba, ga tau tuh kalo mereka berdua :v mungkin menghilangkan kali ye.
Kalo mau ngakak di kamar aja tutup pintu rapat-rapat atau ketawa bareng kunti di pohon aja(plak) kalo takut di marahin :v
It's Mine
Chapter 3
Selamat Membaca
"Aku ke Xiahou Ji dulu, ada suatu hal yang harus diomongin." Wen Yang melihat Zhong Hui, dan Jiang Wei secara bergantian. "elu berdua, awas aja." Wen Yang pergi dari ruangan.
"Ada yang mau?" Xiahou Ba ngacung-ngacungin sebungkus poki ke atas, "tinggal dua lagi."
"Ga, makasih." Jiang Wei berdiri dari duduknya, lalu berjalan ke toilet.
"Aku mau," Xiahou Ba menyodorkan bungkus poki di tangannya ke Zhong Hui, "bukan yang disitu." Zhong Hui menaruh buku yang dibacanya ke lantai. Zhong Hui mendekati Xiahou Ba, dan memotong setengah poki yang ada di mulut Xiahou Ba dengan mulutnya. "Terima kasih." katanya lalu kembali ke spotnya tadi, dan melanjutkan baca buku.
Muka Xiahou Ba tiba-tiba memerah, Xiahou Ba melanjutkan makan pokinya sambil menahan malu.
.
Tok tok tok
, Wen Yang mengetuk pelan pintu kamar Xiahou Ji, cklek, pintu terbuka, Xiahou Ji melihat Wen Yang bingung, lalu mempersilahkan Wen Yang masuk, setelah menutup pintu kamarnya Xiahou Ji bertanya. "Ada perlu apa?"
"Aku ingin menanyakan sesuatu."
"Apa? Oh silahkan duduk, boleh duduk di bawah, atau kasurku juga boleh."
Wen Yang duduk di karpet. "Kenapa Xiahou Ba pindah sekolah? Bukankah sekolah yang dia tempati itu sekolah elit?"
"Aahh.. soal itu," Xiahou Ji menggaruk pipinya dengan telunjuk. "tapi jangan bocorkan pada siapapun termasuk pada Zhongquan."
"Baik,"
"Kau ingat dengan kejadian siswa yang terbunuh mengenaskan di belakang sekolah saat SMP?"
Wen Yang mengangguk. "Aku masih mengingatnya, siswa yang terbunuh itu adalah siswa yang suka membulimukan?"
"Iya, dan di sekolah elit itu terjadi lagi hal serupa yang sama dengan waktu SMP, siswa yang terbunuh itu siswa yang suka membuli juga."
"Bentar, tapi kenapa? Biasanya dia menyiksa atau membunuh korban karena orang itu menganggu orang-orang yang berharga untuknya."
"Aku tidak tau, tapi aku menanyakan tentang dia ke siswa sekolah itu, dia suka dibuli oleh sebagian siswa laki-laki di kelasnya."
Wen Yang mengelus dagunya. "Sepertinya dia melakukan itu untuk melindungi dirinya yang satu lagi."
Xiahou Ji mengangguk. "Wen Yang kumohon, tolong awasi dia, aku tidak mau hal itu terjadi lagi."
"Baik, aku akan mengawasinya." Wen Yang melirik sesuatu yang berbentuk seperti pelindung gigi. "Itu apa?" tunjuk Wen Yang pada benda itu.
"Itu S.C.M alat terbaru yang kubuat, hehe."
"S.C.M?"
"Hahaha, nanti juga kau akan tau," Xiahou Ji menarik keluar Wen Yang dari kamarnya.
Xiahou Ji meletakkan kedua tangan di dadanya, semoga saja, hal mengerikan itu tidak terulang lagi.
.
Wen Yang menuruni tangga, saat mau memasuki ruang keluarga langkahnya terhenti, tangannya menyentuh saklar lampu, Wen Yang mematikan, dan menyalakan lampu dengan cepat, mengecek kalau matanya tidak salah lihat dengan keadaan ruangan tersebut.
Berantakan. Kenapa ada penggorengan di lantai? Kenapa bean bag yang ada di dekat meja berpindah tempat? Dan.. KENAPA MEREKA BERTIGA SATU FUTON?!
Wen Yang menarik selimut yang sedang dipakai mereka, lalu mengangkat Zhong Hui, dan Jiang Wei, lalu meletakkan mereka di futon masing-masing, Wen Yang menghela nafas, dia kembali berjalan mendekati Xiahou Ba yang sudah tertidur lelap, menyelimuti kembali anak itu. Wen Yang mengelus kepala anak itu lembut. Setelah memastikan dua manusia sarap yang dia pindahkan tadi tertidur, Wen Yang mematikan lampu ruang itu.
"Wanjing!"
BRUK!
Wen Yang jatuh, kakinya dijegal saat dia hendak melangkah, untung mukanya nyium futon bukan nyium lantai. Wen Yang mengaduh kesakitan, akhirnya Wen Yang merangkak ke futonnya, dan langsung menyelimuti diri tetapi Wen Yang merasakan pantatnya itu dingin seperti menyentuh lantai, dia menggeser beberapa senti ke kanan, lalu tangannya meraba-raba futon.
"Gue dapet futon bolong.. digigit tikus ya.. makasih lho," gumamnya.
Akhirnya Wen Yang tidur di atas selimut, dan menikmati dinginnya malam tanpa selimut.
.
Pagi harinya, Xiahou Ji, dan Xiahou Ba sudah siap berangkat sekolah kecuali tiga orang yang masih tertidur.
"Xiàhóushì, daritadi aku sudah bangunkan mereka, tapi mereka tidak mau bangun,"
"Tidak mau bangun yaa~" Xiahou Ji menaikkan kedua lengan seragamnya. "Xiàhóushì TRIPLE KICK!" Xiahou Ji menendang perut Wen Yang dengan satu kaki. "GWAH!" Xiahou Ji melanjutkan tendangannya ke perut Zhong Hui. "OHOK!" kemudian Xiahou Ji menendang target terakhir. "ARGHHH! PERUT GUE!"
"Ayo bangun! KITA SUDAH TELAT!"
"APA?!" Mereka langsung lari kesana- kemari, dan berebutan kamar mandi.
"UDAH KALIAN MANDI BERTIGA AJA! XIAHOUSHI KICK!" Xiahou Ji menendang punggung mereka bertiga sekaligus ke dalam kamar mandi.
Xiahou Ba sweatdrop. " Xiàhóushì, sebenernyakan ini masih jam setengah 6..."
Xiahou Ji merangkul Xiahou Ba. "Kalau mereka menginap disini, mereka juga harus mengikuti aturan kita, "Xiahou Ji tersenyum puas. "nanti kau harus mempelajari teknik itu ya~" Xiahou Ba hanya mengangguk.
Xiahou Ji berjalan ke ruang keluarga, mengambil tiga tas yang terletak di bawah meja makan. "Zhongquan, tolong buatkan roti selai stroberi selembar untuk mereka," pinta Xiahou Ji pada sepupunya.
Beberapa menit kemudian setelah, Xiahou Ba membuatkan roti untuk mereka, Xiahou Ji, dan dirinya berdiri di depan kamar mandi.
"BAJU SERAGAM GUE BASAH MONYET!"
"MENDING LU HANDUKAN DARIPADA JEBAR-JEBUR GAJE!"
"BAHU GUE MASIH ADA SABUNNYA TIANG LISTRIK!"
"YAUDAH CEPETAN NARCISSUS KW 2! GUE MAU PAKE CELANA!"
Xiahou Ji, dan Xiahou Ba saling pandang, sepertinya di dalam sana ada rame.
"Haaa.. haaa.." Nafas Wen Yang terengah-engah saat keluar dari kamar mandi, Wen Yang melihat kedua orang bermarga Xiahou dengan tatapan bingung. "kenapa kalian ada di depan sini?"
"Kepo, sesudah mendapat roti, langsung lari ke kesekolah ya, kita sudah telat." kata Xiahou Ji sambil memberikan tas slempang berwarna hitam kepada Wen Yang.
"Aaaa..." Xiahou Ba menyodorkan selembar roti ke mulut Wen Yang sambil jinjit. Wen Yang menggigit roti itu, dan langsung lari keluar rumah.
"GUE DULUAN YANG KELUAR VANGSYAT!"
Zhong Hui keluar dari kamar mandi, "Setelah mendapat roti, langsung susul Wen Yang~" Xiahou Ji memberikan tasnya.
"Aaaa.."
Dengan muka memerah Zhong Hui menggigit roti pemberian Xiahou Ba.
"Ayo, yang terakhir Jiang Wei," Xiahou Ji mengkalungkan tas slempang ke leher yang punya. Jiang Wei langsung merebut roti terakhir dari tangan Xiahou Ba. "semangat ya larinya~ sekarang giliran kita~" Xiahou Ji menarik tangan Xiahou Ba keluar rumah.
"Xiàhóushì, rumah tidak di kunci?"
"Pintu rumah sudah di ganti jadi yang otomatis terkunci,"
"Kuncinya?"
"Ada di kantong rokku."
.
Setelah sampai di depan gerbang sekolah, baru beberapa langkah melewati gerbang sekolah, tiba-tiba saja suhu di sekitaran gerbang sekolah menjadi dingin.
"Tiang listrik, lu ngerasa dingin kagak?" tanya Zhong Hui sambil mencoba mendekati Xiahou Ba.
"Iya," Wen Yang berdiri di tengah-tengah antara Xiahou Ba, dan Zhong Hui.
"Apa lu liat-liat?! Naksir?!" sewot Zhao Yun yang kesal karena tatapan intens sang pangeran dari Wei itu. "keluar dari mobil biasa aja, gausah pake acara natep gitu ke gue."
Detik itu juga mereka menoleh ke belakang. Beberapa senti di belakang mereka berdiri Cao Pi, dan Zhao Yun. Xiahou Ji bersiul. "Pangeran dari Wei dateng nich." karena ada tontonan menarik, mereka ga jadi ke kelas, dan malah mendekat beberapa langkah ke TKP.
"Kalo iya emang kenapa?" timpal Cao Pi sambil menyeringai.
Wen Yang kaget. Xiahou Ji tepuk tangan. Zhong Hui, dan Jiang Wei mengo. Xiahou Ba pasang muka polos minta ditabok ala Liu Shan. Pernyataan Cao Pi tadi bagaikan mendengar bahwa ada berita kematian Guo Huai, Sima Zhao putus sama Wang Yuanji, atau warna kulit Jia Chong menjadi sawo matang.
"JANGAN BECANDA! GA LUCU TAU!" teriak Zhao Yun dengan wajah memerah.
"ZHAO YUN! LU JADIAN SAMA SI PANGERAN WEI ITU GUE PANCUNG LU SAMPE RUMAH!" Wen Yang ikut-ikuttan teriak karena doi ga mau sepupunya itu pacaran sama pangeran sok kul itu, cukup sepupunya aja yang gaptek, gausah nambah anggota keluarga yang aneh lagi.
Murid-murid disitu pada berbisik-bisik soal kejadian tadi.
"Pssst.. ada cowo kece mencyduk sepupunya yang pacaran dengan orang yang dibencinya."
"Hush, jangan ngomong yang aneh-aneh, mereka ga pacaran kok,"
Samar-samar Wen Yang mendengar bisikan murid sekitar. "SERAH KALIAN MAU JADIAN KEK! MAU KAGAK KEK! BODO AMAT GUA!" teriaknya lagi, lalu Wen Yang berjalan cepat menuju sekolah diikuti empat orang dibelakangnya.
Cao Pi meraih tangan kanan Zhao Yun, lalu mencium punggunng tangannya. "Ayo kita ke kelas, My Princess."
Zhao Yun menarik tangannya cepat. "U-URUSAI!" Zhao Yun lari mengejar sepupunya yang sudah duluan masuk ke dalam gedung sekolah.
.
Selama berjalan menuju kelas, dan sudah berpisah dengan Xiahou Ji, dan Zhao Yun di tengah-tengah perjalanan. Wen Yang masih sibuk mengumpat.
"Berhentilah mengumpat chiki seribu lima ratusan."
"Iya, harusnya sekarang penutupan cerita.."
Wen Yang menghela nafasnya. "Baik-baik, emang kalian mau menutup cerita bagaimana?"
Zhong Hui berpikir sebentar, "Xiahou Ba sini," panggil Zhong Hui.
"Hm?" Xiahou Ba berjalan mendekati Zhong Hui, lalu Zhong Hui mencium kening Xiahou Ba. Muka Xiahou Ba tiba-tiba memerah, dan langsung masuk ke dalam kelas.
BLETAK!
Zhong Hui di lempar tas sama Wen Yang. "DASAR NARCISSUS MESUM!" Jiang Wei mensmackdown Zhong Hui, dilanjut dengan aksi gebuk menggebuk satu sama lain. Kalo iri bilang aja iri mas, gausah saling gebuk gitu, nanti muka kalian ga cakep lagi.
"Ehem, Ciqian, Shiji, Boyue..." seakan mendengar bisikan setan mereka berhenti berantem. "BAPA HUKUM KALIAN LARI LAPANGAN 50 KALI GA BOLEH BERHENTI SEBELUM 50 PUTERAN!"
"I-IYA PAK!"
Cerita kali ini ditutup dengan Wen Yang, Zhong Hui, dan Jiang Wei yang sedang melakukan hukuman dari Pa Ujiyasu di lapangan.
TBC
HA-HA-HA :v CERITA CEM APA INI?! Maaf ya kalau aneh ya ;) saya ngetik chap ini dalam keadaan sakit hati gegara event w-force yang engga akan dijual dalam bentuk DVD! ADA DAISUKE KISHIO LAGI?!… cobaan apa ini? Seiyuu paporit gue ada di event itu semua, dan ana ga bisa kesana? Haaahh.. btw soal judul cerita kali ini kayaknya bakal diganti.. mungkin, soalnya waktu pembuatan chap satu ana bingung judulnya apa jadi gitu. ada yang punya ide?
Makasih lho udah baca cerita sarap ini.
See you next chapter~
