Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair, crack pair hanya untuk pelindung biar ga jadi 3 orang(?) tapi keknya gagal :v

Genre: Humor, Romance, Thriller

Rate: T ples ples ples

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan Review

RosyMiranto18

Wen Yang, Zhong Hui, Jiang Wei: Sikap? Menahan apa? Aku tidak bisa menahan nafsu untuk tidak menghajar dia (saling tunjuk).

Memulai adanya permasalahan cerita? Maaf gara-gara ngetik chap ini otak saya yang tadinya lemot tambah lemot, tolong lebih dijelaskan lagi.

Wen Yang, Zhong Hui, Jiang Wei: lebih baik di tempelin jimatnya punyasi Kanetsugu daripada harus milih mereka.

Nene: hmm.. seingatku dia mengisi full air botol minumnya kiri-kira 500ml, satu buah diiris tipis. Tidak kok di dalam botol itu ada daun mintnya juga.

Xiahou Ji: pembunuh itu memiliki tinggi kira-kira 160cm, rambut cepak coklat, dan memiliki wajah imut yang mematikan.

Ranmaru: 25.. mungkin?

Mayuzumi Chiharu

Sekali-kali bikin Jiang Wei mesum gapapa kali ya :v abis kalo di gamekan doi fokus sama peperangan.

Yang kena kunai Nene cuman rambutnya doang nyaris mengenai pipi :v

Zhong Hui: pake perasaan gimana? Di kumur kumur gitu di mulut biar kerasa asemnya lemon itu?

Iyaapss, Xiahou Ba pembunuhnya.. hmm mungkin bisa dibilang mempunyai kepribadian ganda.

Sampe sekarang pun aku masih gatau Ranmaru laki-laki atau perempuan :v artwork di wikinya juga berubah.

Shi? :v ana disamain sama penyuka bakpao dari klan Jin, tapi gapapa, saya mengabdi pada kerajaan Jin :v

Shiro chan? Boleh sangat! Panggilannya lucu (tapi wujud aslinya ga lucu).

It's Mine

Chapter 5

Selamat Membaca

Bel pulang sekolah berbunyi, waktunya murid-murid pulang ke rumahnya. Dalam sekejap sekolah sepi begitu saja, kecuali kelas 2-1, didalam kelas masih ada Gracia, Lu Xun, Ina, Wen Yang, Xiahou Ba, Zhong Hui, dan Jiang Wei. Mereka disini karena ide Gracia untuk bermalam di sekolah, acaranya emang mendadak, jadi tadi mereka pulang dulu ke rumah untuk mengambil peralatan dan barang yang mereka butuhkan, dan langsung kembali lagi ke sekolah diam-diam. Sebenarnya Gracia mengajak mereka bermalam karena kasus pembunuhan tadi siang di gedung sekolah lama. Jam masih menunjukkan pukul 6 sore, sampai saat ini mereka masih bersembunyi dari penjaga sekolah.

Gracia keluar dari persembunyian. "Kalian boleh keluar, Pa Jia Xu sudah lewat,"

Ina keluar dari lemari. "Gracia, apakah ini tidak apa-apa?" tanya Ina agak ragu.

"Tidak apa-apa," Gracia melambaikan tangannya sambil tersenyum, "kalau terjadi apa-apa aku sudah mempersiapkan tameng," lanjut Gracia sambil menunjuk Zhong Hui, dan Jiang Wei. Ina menghela nafas. "Baiklah. Kalian yang cowo-cowo tolong pinggir-piggirin bangku, "titah Ina pada anak-anak cowo yang masih diam di tak bergerak dari spotnnya.

Setelah anak-anak cowo meminggirkan bangku-bangku, mereka mulai menggelar futon masing-masing, dan meletakkan sebuah lilin di tengah-tengah mereka. lampu kelas dimatikan. "Ada yang punya cerita hantu?" tanya Gracia sambil kipasan dengan kipas bulu.

"Bukannya kita mau keliling sekolah?" timpal Lu Xun.

"Ohh, kalo yang itu nanti aja sekarang masih setengah 7."

"Hoaaam.. tapi aku sudah mengantuk~" Lu Xun selimutan.

"Tidak rame.. kalau begitu aku juga tidur," kata Gracia ketus.

"Gracia.." Ina menggoyangkan badan Gracia pelan. "Haaah.. kalau begitu kita tidur saja."

Semua pun tertidur dengan nyenyak, tapi saat jam 9 malam, Zhong Hui terbangun dari tidurnya, Zhong Hui menegakkan badannya, lalu mengucek kedua matanya, kedua bola matanya melihat ke teman sekelasnya yang masih tidur, kecuali Xiahou Ba, Zhong Hui tidak melihat Xiahou Ba. Zhong Hui memutuskan untuk mencari Xiahou Ba sendirian, sebelum itu, Zhong Hui mengganti lilin yang sudah mencair dengan yang baru, dan mengambil senter di tasnya. Zhong Hui bangkit dari duduknya. Pencarian pun dimulai!

Zhong Hui berjalan keluar kelas, ia menyusuri lorong gelap sendirian, ia mengecek setiap kelas, dan ruangan yang dilewati, sampai toilet perempuan pun ia masuki. Zhong Hui menuruni tangga ke lantai satu, ia menengok ke pintu sekolah yang terbuka, ia berjalan keluar sekolah.

"Xiahou Ba," panggil Zhong Hui dari teras sekolah. Tidak ada respon. Zhong Hui melihat ke bawah, ada bercak darah membuat sebuah jejak, raut muka Zhong Hui berubah khawatir, perasaan takut menghampiri Zhong Hui, tapi ia juga khawatir dengan Xiahou Ba, mau tidak mau ia harus melanjutkan pencariannya. Zhong Hui berjalan mengikuti jejak darah yang ditinggalkan oleh sang pembunuh.

Setelah mengikuti jejak darah itu, Zhong Hui sampai di sebuah taman di pusat kota yang tidak jauh dari sekolah, ia mematikan senternya. Dari kejauhan Zhong Hui melihat seseorang berdiri di bawah lampu taman, ia mengumpulkan keberanian untuk berjalan mendekat, semakin dekat ia dengan orang itu, semakin jelas juga ia melihat dua mayat yang bertumpuk, banyak tusukan di tubuh mayat itu.

Pembunuh itu melihat ke arah Zhong Hui. "Kau melihat apa yang kulakukan tadi?" tanya pembunuh itu dengan nada datar. Zhong Hui terkejut setelah melihat pembunuh itu. "Xi-Xiahou Ba?" perlahan Zhong Hui berjalan mundur. "ke-kenapa?"

"Xiahou Ba? Jangan panggil nama itu," Xiahou Ba menaruh telunjuknya di depan muulutnya. "dia sedang tertidur sekarang." Xiahou Ba memasukkan pisau penuh darah itu ke kantung celanya. "Aku hanya mencoba melindungi diriku sendiri, diriku yang satunya sangat lemah," Xiahou Ba berjalan perlahan mendekati Zhong Hui, mata merahnya yang menatapnya secara intens membuat kakinya lemas. "Jadi kau? Teman sekelasnya Xiahou Ba?" Xiahou Ba berhenti berjalan, sebelum tubuh Xiahou Ba terjatuh ke tanah, Zhong Hui berhasil menangkap tubuh mungil itu.

Xiahou Ba membuka matanya. "Aku dimana? Zhong Hui?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Xiahou Ba setelah terjatuh. Xiahou Ba mulai terisak, ia menangis. "Zhong Hui.. aku tidak menyakitimukan?" tanya Xiahou Ba. Zhong Hui memeluk erat Xiahou Ba. "Tidak, aku tidak apa-apa."

"Benarkah? Zhong Hui tidak takutkan pada ku? Tidak akan membencikukan?" isak Xiahou Ba. Zhong Hui menggeleng pelan. "Aku tidak akan pernah membencimu.." Zhong Hui menempelkan dahinya ke dahi Xiahou Ba beberapa detik. "Ayo kita kembali ke sekolah," Zhong Hui berdiri, lalu mengulurkan tanganya ke Xiahou Ba. "atau mau digendong?" tawar Zhong Hui dengan senyum mengejek. Xiahou Ba mendengus kesal, ia meraih tangan Zhong Hui, dan berdiri. "Aku bisa jalan kok."

Setelah membereskan mayat kedua mayat itu. Zhong Hui, dan Xiahou Ba pun kembali ke sekolah sambil berpegangan tangan.

"Xiahou Ba, sebenarnya dua mayat itu siapa?"

"Katanya sihh, pencuri yang mau masuk sekolah,"

"Bagaimana kamu bisa tau kalau itu pencuri?"

"Aku tidak tau, tanyakan pada diriku yang lain,"

.

Nitt Nit!

"Ugggh.." Gracia menggeplak hapenya dengan kasar, lalu menegakkan badannya. "hoaaam.." Gracia mengambil hapenya melihat jam di hapenya. Gracia kaget, "WWOOIII! BANGUNNN! MANDI! MANDI! GOSOK GIGI KALO PERLU GANTI SERAGAM!" teriak Gracia dengan volume max. "BANGUN! BA-BDWBHDUEGH!" mulut Gracia di bekep oleh Ina dengan cepat. "Ssstt.. kami sudah bangun kok, jadi tolong berhenti teriak nanti kita tercyduk sama Pa Jia Xu." Gracia mengangguk. Ina melepaskan tangannya dari mulut Gracia.

"Btw, itu yang tidur disebelahmu lucu deh tidurnya," Gracia tertawa kecil, lalu Gracia meraih tasnya, lalu berlari ke kamar mandi terdekat.

Ina menatap datar dua orang yang masih tertidur di sampingnya. "Kenapa mereka bisa kek gini?"

"Tidak tau," jawab Wen Yang, dan Jiang Wei mengendikkan bahunya, dengan cepat tangan mereka meraih sepatu mereka, mereka menggeplak kepala Zhong Hui dengan keras. "DASAR NARCISSUS MESOM!"

PLAK! PLAK!

"SAKIT BEGO!" si narcissus mesom terbangun dari tidurnya, diikuti Xiahou Ba

Ina melihat aksi Jiang Wei, dan Wen Yang hanya menghela nafas, Ina berdiri lalu mengambil tas ranselnya. "Aku duluan ya," Ina pergi meninggal mereka berempat.

Saat Wen Yang meraih tasnya, Jiang Wei, dan Zhong Hui melakukan hal yang sama terus mereka tatap tatapan. Wen Yang mencuri start duluan lari ke kamar mandi, dengan sigap Jiang Wei, dan Zhong Hui pun mengikuti Wen Yang.

"TUNGGU CHIKI! GUE MASIH DENDAM SAMA LU!"

Xiahou Ba hanya menatap datar kebiasaan ketiga temannya itu. "Hoaaam.." dengan santai Xiahou Ba menggendong tasnya, lalu berjalan menuju kamar mandi. Xiahou Ba menyeringai. "Menarik."

TBC

Ga nyangka… ana bisa ngetik beginian :v ana takjub, ga percaya kalo ini ketikan hasil sendiri, bahasanya keren juga ye tapi masih blepotan :v backsong memengaruhi chap ini omegat :v ga nyangka bikin ZHXB mpe kek gitu huahuahua :v ana jadi bingung akhirnya bakal prenjon atau malah jadian sama salah satu dari mereka :v

Makasih lho udah baca

see you next chapter~