Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair, crack pair hanya untuk pelindung biar ga jadi 3 orang(?) tapi keknya gagal :v
Genre: Humor, Romance, Thriller
Rate: T ples ples ples
Disclaimer: WO punya Koei
Balesan Review
RosyMiranto18
Wen Yang, Zhong Hui, Jiang Wei: (pasang pose mikir) hmm… kami selalu menahannya kok, itukan, karena biasanya itu untuk penutupan, atau kalau si Nthor kehabisan ide, dia akan mengetik itu untuk mendapatkan idenya kembali.
Oke-oke, terima kasih sudah memberi penjelasan lagi, maaf kalau merepotkan.
Nene: Hmhmhm.. kalau tidak seperti tidak akan rame.
Xiahou Ji: kan si Nthor pernah bilang akhir-akhirnya ingin ada BDSM, MWAHAAHAHA! Dan yang akan mendapat alat itu masih rahasia. Mata Xiahou Ba memang bukan merah, mungkin kontak lens.. tanya pada orangnya saja~
Gracia: senjatakukan bukan seperti Xingcai, hanya gelang. Jadi untukku tamengku adalah orang yang paling enak untuk dihapus. Menyerang pertahanan terbaik.. hmhmhm..
Mayuzumi Chiharu
Kalo Lu Bu, nanti langsung the end dong cerita ini :v
Kali ini mereka akan melewati permainan yang dibuat oleh Lu Bu :v
Kalo Zhong Hui dibunuh, nanti yang nemenin Jiang Wei sama Wen Yang berantem siapa? :v
Serasi kalo sudah menyangkut menggebuk Zhong Hui :v
Siaaapp di prenjon ja yak :v
Mau kemana? Aku tanpamu, aku galau~(lebay mode)
dadah :v sampai ketemu lagi
Shi selalu ada di hatimu :v
It's Mine
Chapter 6
Selamat Membaca
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 pagi, Gracia, dan Ina sudah kembali dari acara mandinya, saat mereka kembali, mereka mendapati kelas sudah rapi seperti semula.
"Tunggu," Ina menepuk pundak Gracia pelan. "kita ga salah masuk kelas?" Gracia mundur beberapa langkah sampai di luar kelas, kepalanya mendongak ke atas, lalu Gracia melihat kembali ke Ina. "Hehehe, kita salah masuk kelas, ternyata ini kelasnya si Masmun." Gracia berjalan ke depan, lalu memasuki kelas sebelahnya. "INI BARU KELAS KITA!" teriaknya. Ina memijit dahinya. "Bentar lagi sekolah akan dibuka, ayo kita beres..kan.." Ina kaget dengan keadaan kelasnya sekarang.
Papan tulis copot dari paku, penghapus papan tulis loncat dari meja guru ke bagian belakang kelas, dinding kelas sebelah kanan sedikit retak, lilin yang harusnya ada di tengah-tengah kelas jadi ada di langit-langit kelas, jendela kelas terbuka sedikit, dan yang paling mengerikan itu futon mereka menghilang begitu saja dari tengah kelas. Lu Xun duduk mojok di kelas menjauh dari keempat teman sekelasnya itu.
"Gracia kayaknya kita salah kelas lagi..."
Gracia ngeliat isi kelas itu dengan seksama. "Tidak kok Ina, ini kelas kita, lihat saja ada Ciqian, Shiji, Boyue, Boyan, dan Zhongquan." kata Gracia sambil menunjuk lima orang itu. Gracia melihat keadaan kelas dengan tatapan takjub. "Kelas kita kek kena angin topan," kata Gracia tenang, lalu ia menengok ke arah Ina, "mereka ini yang bakal kena marah Pa Sima Yi." lanjutnya.
"Kayaknya mereka harus ke taman bermain punya Nobunaga-senpai, dan Pa Lu Bu, disana banyak sekali wahana yang cocok sama jelema(1) sarap kek mereka bertiga itu."
TING!
Tiba-tiba saja Gracia mendapatkan ide, "Hey-hey, besok pada free kan ya~ gimana kalau kita ke taman bermain, jarang-jarang kita main barengkan?" tanya Gracia dengan semangat.
Xiahou Ba langsung mengacungkan tangannya. "AKU IKUT!" melihat respon Xiahou Ba yang cepat membuat Wen Yang, Zhong Hui, dan Jiang Wei berpatisipasi dalam acara yang dibuat olehnya. Gracia menyeringai, Gracia dapat merasakan kalau rencananya kali ini akan berjalan dengan lancar.
"Ehem,"
Ke enam murid itu langsung melihat ke arah sumber suara, mereka melihat Sima Yi berjalan memasuki kelas.
"PAAA LIAT PA KELAS ANCUR LAGI KEK KEJADIAN LING TONG BERANTEM SAMA GAN NING PA!"
Sima Yi memperhatikan kelas dengan seksama. "Siapa yang melakukan hal ini?"
"Jelema sarap itu PA!" tunjuk Ina pada pelaku penghancuran kelas.
Sima Yi menghela nafas. "Wen Yang, Bapa kira kamu itu anak baik-baik, ternyata kamu sama mereka berdua sama aja, kalian ikut Bapa ke ruang guru." Sima ngeliat ke Gracia, "Sebelum Bapa ke ruang guru, Bapa mau bertanya, kenapa kalian sudah ada di sekolah jam segini? sekolahkan baru dibuka tadi, kenapa kalian udah ada di sekolah jam segini?"
"Kita manjat lewat jendela, Pa." jawab Gracia asal sambil menunjuk jendela kelas yang terbuka.
"Jangan melakukan hal yang aneh-aneh,"
"Bapa jangan khawatir, kita kan jelmaan setan semua." kata Gracia sambil senyum lebar. Sementara Ina geleng-geleng, mentidakkan perkataan Gracia.
"Terserah kalian, Ciqian, Shiji, Boyue, ikut Bapa ke ruang guru."
Gracia dadah-dadah."Selamat mendengarkan mantra Pa Sima Yi."
Setelah jelema sarap di giring ke pihak berwajib, menyisakan Gracia, Ina, Lu Xun dan Xiahou Ba. Mereka membenarkan posisi bangku ke semula.
"Gracia, aku ke toilet ya, ada barang yang ketinggalan."
"Oke~" sahut Gracia dengan riang.
"Ina, ikut dong~" Ina berhenti berjalan, lalu mengengok ke belakang, "situ mau crossdress lagi?"
"KAGAK! Handuk gue ketinggalan di kamar mandi." Ina, dan Lu Xun pun pergi ke kamar mandi.
Setelah itu entah kesambet apa Gracia melangkahkan kakinya ke arah Xiahou Ba, Gracia mengelus kepala Xiahou Ba pelan, lalu membisikkan sesuatu ke telinga Xiahou Ba. Setelah Gracia membisikkan beberapa kata, Xiahou Ba menoleh ke arah Gracia, mata merahnya muncul kembali. "Lama tak bertemu Tama." intonasi, dan suara berubah menjadi dingin dalam sekejap. Gracia tertawa kecil. "Hmhmhm.. aku tidak menyangka bisa berbicara denganmu lagi,"
"Jadi, kau memanggilku ada apa?"
Gracia menyentuh pipi Xiahou Ba lembut. "Aku ingin kau bekerja sama denganku untuk menghapus seseorang."
Xiahou Ba menaikkan sebelah alisnya. "Dan, orang itu siapa?"
"Orang itu bernama Oda Nobunaga,"
Xiahou Ba tersenyum, tetapi senyuman itu lebih terlihat seperti seringai. "Menarik, kenapa kau ingin mengahapusnya?"
"Karenanya, Ayahku masuk ke dalam rumah sakit, dan beberapa bulan ini Ayahku koma.. Ayahku tidak bisa mengajar lagi di sekolah ini."
"Baiklah,"
Tep
Pundak Gracia tiba-tiba di tepuk oleh seseorang, dengan cekatan Gracia mengelus kepala Xiahou Ba, lalu memutar badannya 180 derajat. Gracia melihat Ina yang terkejut karenanya.
"Ina, kamu menganggetkanku saja."
"Maafkan, aku kalau aku mengejutkanmu," Ina menggaruk lehernya yang tidak gatal, "aku hanya penasaran, sepertinya tadi ada pembicaraan serius."
"Hahaha, tidak ada kok," Gracia tertawa paksa, mencoba untuk menghilangkan rasa penasaran Ina.
"Kalian kenapa disini?"
Seketika keempat siswa di kelas mengengok ke arah sumber suara, oalah ternyata ada Jia Xu.
"Ada apa Pak?"
"Bukannya hari ini sekolah libur?"
"Eh?" hanya itu yang keluar dari mulut keempat murid kelas 2-1.
.
.
.
"Pa Sima Yi tidak memberitahu pada kalian kemarin? Hari ini hanya ada rapat guru tentang USBN minggu depan, jadi kalian di liburkan."
"APAA?!" teriak keempat murid itu saking kagetnya dengan perkataan Jia Xu. Jia Xu berjalan mendekati mereka, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. "Ini buat kalian, tiket masuk. Nobunaga-senpai menitipkan ini pada saya untuk kalian," setelah Jia Xu memberikan beberapa tiket itu, ia memutar badannya, dan berjalan keluar. "kata Nobunaga jangan lupa untuk membawa senjata kalian."
Gracia menghitung jumlah tiket yang diberikan oleh Jia Xu. "1.. 3, 4, 5, hanya lima?" Gracia melihat Ina dengan mata berkaca-kaca. "Jadi aku sendiri nih besok?"
"Habis, hanya ada lima tiket," Ina menepuk pundak Gracia, "kalo gini kamu kaya putri yang di kawal sama bodyguard ganteng,"
"Ganteng tapi mesum," tambah Gracia, dan begonya Ina mengangguk. "GGM, kecuali Xiahou Ba." Gracia melirik Xiahou Ba, imut tapi sadis kalo ini.
"Uuughh.. kayaknya tahun ini gue ga bakal lulus dehh.."
"Hari ini kok gue engga punya motivasi buat belajar ya.."
"Apa minggu depan gue bolos aja ya.."
Tiba-tiba di kelas hawanya berubah menjadi berat, seperti aura-aura madesu yang menyebar ke seluruh penjuru kelas. Lu Xun melihat ke arah sumber suara mukanya berubah pucet. "Efek samping kata-kata Pa Sima Yi makin ngeri juga ya."
"Kalian, besok jadi ikut?" tanya Gracia.
"Gaaa, tiket masuk kesanakan mahal.."
"Nobunaga melakukan pemerasan pada pelanggan.."
"Kayaknya enggak deh, gue males.."
"Padahal Nobunaga-senpai sudah memberikan tiket gratis lho~" Gracia melambai-lambaikan lima tiket gratis di tangannya pada mereka.
Mendengar kata gratis keluar dari mulut Gracia, korban ceramahan Sima Yi melihat Gracia seperti melihat cahaya ilahi.
"Gratis?"
"Ga bohongkan?"
"Aslian?"
Gracia ngangguk-ngangguk. "Iya, tapi karena taman bermain ini sangat 'spesial' jadi kalian harus membawa senjata."
"Hah? Kita ga bakalan jadi tumbal buat bishamontenkan?"
Pletak
Gracia ngejitak kepala Jiang Wei. "Bishamonten ndasmu! Kenshin-senpai orang baek-baek tau," Gracia berdeham. "Jadi kalian ikut ga?"
"JADI DONG! DAPET TIKET GRATIS!" mereka bertiga langsung mengambil tiket dari tangan Gracia.
Ina menyikut pinggang Lu Xun. "Satu bulan yang lalu kamu sembuh dari efek samping itu dengan apa?" tanya Ina kepo. "Hmm.. itu, dikasih 5 bungkus petasan gratis buat tahun baruan." mendengar jawaban Lu Xun membuat Ina sweatdrop, sudah kuduga.
"Btw, mau pada pulang kapan?" tanya Xiahou Ba.
"Mungkin.. sekarang? Ayo Gracia," ajak Ina.
"AYO KITA PULANG!" Gracia menyeret Wen Yang, Zhong Hui, dan Jiang Wei keluar kelas. "Lu Xun, Ina, Xiahou Ba, tolong bawakan tas mereka ya~!"
"Haaah, enak sekali, dia memerintah kita," gumam Lu Xun.
Sepertinya aku pernah bertemu Gracia, tapi, dimana?
"Xiahou Ba ayo,"
"I-iya,"
.
Keesokan harinya, mereka berlima ketemuan di sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat tujuan mereka, Gracia tersenyum puas, rencananya kali ini tidak berantakan tetapi, Xiahou Ba datang bareng dengan sepupunya membuat Gracia agak khawatir takut kalau rencananya akan melenceng dari tujuan awal. Saat di jalan menuju teman bermain itu, Gracia jalan bersebelahan dengan Xiahou Ba, sementara Xiahou Ji berjalan bersebelahan dengan Wen Yang.
Gracia bertanya. "Xiahou Ba, kamu kenapa pake kontak lens?"
"Eh? Ti-tidak k-kok.." jawabnya agak terputus.
"Hmm.. sepertinya karena kemarin, seperempat dari badanmu di kendalikan olehnya ya?" tebak Gracia tepat sasaran.
"Eng- enggak kok."
"Kalo enggak, kenapa tangan bagian kirimu tegang begitu, seperti mencoba mengambil alih kembali tangan?" tanya Gracia, Gracia menyeringai. "tenang saja, aku tidak akan membiarkanmu hilang kendali, hmhmhm." Gracia berjalan ke paling depan. "KITA SUDAH SAMPAI~!"
Gracia sebagai tour guide jalan paling depan memimpin anak buahnya. "Kalian tidak lupa membawa tiketnyakan, berikan padaku, aku yang akan memberikannya," Gracia melihat Xiahou Ji. "kamu sudah membeli tiketnya?" Xiahou Ji mengangguk sambil tersenyum, lalu Xiahou Ji memberikan tiketnya pada Gracia.
Setelah melewati gerbang masuk.
"Siapkan kaki kalian untuk mendarat! Kita mendapat special treatment."
"Hah?!"
Mereka berlima kompakan melihat ke bawah.
"Apa ini?! Lubang?!"
"YIPPIEEE!"
"GYAAAAAA!"
Mereka terjatuh ke dalam lubang yang dibuat oleh Lu Bu, lubang ini adalah pintu masuk yang sebenarnya ke taman bermain ini, hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakan 'special stage' ini.
TBC
(1) orang
… kok jadi ngawur gini sih ceritanya.. melenceng dari plot aslinya?! Dan kenapa Gracia bisa tau soal Xiahou Ba?! Aku jadi bingung sendiri…
Makasih lho udah baca
see you next chapter~
