Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair, crack pair hanya untuk pelindung biar ga jadi 3 orang(?) tapi keknya gagal :v
Genre: Humor
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei
It's Mine
Chapter 7
Selamat Membaca
"Apa yang kau lihat?! PERGI DARI SINI!" teriak seorang anak laki-laki pada perempuan yang sedang melihatnya dengan pandangan kasihan padanya."
Kenapa kamu melakukan itu padanya?.." tanya seorang anak perempuan yang tidak jauh darinya.
"KENAPA KATAMU?! Hmph, mereka sudah mengganggu kami," katanya sambil melepaskan cengkramannya dari rambut seorang murid laki-laki yang sudah babak belur.
"Tapi kamu tidak boleh membalaskan dendammu." kata perempuan itu.
"Cih, emang kau siapaku? Kau tidak berhak melarangku!" bentak laki-laki itu lagi, membuat perempuan itu melangkahkan kakinya ke belakang beberapa langkah.
BRUK!
Tiba-tiba laki-laki itu terjatuh membuat perempuan itu kaget. Selang beberapa detik setelah laki-laki itu terjatuh, salah satu teman sekelas laki-laki itu berlari ke arah temannya yang tiba-tiba terjatuh. Di rundung rasa penasaran, sedikit demi sedikit perempuan itu mendekat. Terdengar jelas di telinganya, teman laki-laki itu memanggil nama laki-laki itu dengan lantang.
"XIAHOU BA!"
Teriakan itu membuat Xiahou Ba tersadar dari pingsannya, dan menegakkan badannya. Tiba-tiba Xiahou Ji memeluk Xiahou Ba dari belakang. "Syukurlah, kamu tidak apa-apa.." kata Xiahou Ji, matanya berair karena khawatir tadi. Jiang Wei mengulurkan tangannya. Xiahou Ba meraih tangan Jiang Wei, dan bangkit.
"AYO KESINI!" teriak Gracia dari kejauhan, Gracia menyeringai. "Hati-hati kalau melangkah ya~ ada banyak jebakan.. hehehe."
Mereka sweatdrop, sejak kapan dia berada disana? Tanya mereka dalam hati.
Baru saja Xiahou Ba menginjakkan kakinya, tiba-tiba dari bawah beberapa tombak muncul. "?!" Xiahou Ba terkejut dengan tombak yang tiba-tiba muncul itu membuatnya terjatuh. "Untung saja tidak terkena itu." Xiahou Ba menghela nafas lega.
"Hehehe.. ternyata kau takut dengan yang seperti itu.." Gracia terkekeh pelan, kepalanya menengok ke arah kanan mendapati 4 orang sudah ada di tempatnya sekarang. "Ara, sejak kapan kalian sampai disini?"
"Kami mengikuti rempah-rempah makanan yang kamu jatuhkan sambil berlari," jawab Wen Yang.
Giliran Gracia yang sweatdrop karena melihat isi ruangan ini yang berantakan. Gracia kembali terfokus kepada pemuda di sebrang sana. "Zhongquan, kamu pasti udah bangunkan?" tanya Gracia sambil tertawa pelan.
"Cih, sudah kubilang berhenti memanggilku dengan nama itu." Xiahou Ba melepas kontak lens dari mata kirinya, dan membuang itu ke sembarang arah.
"Heee~ kontak lensku~ hiks.. hiks," Xiahou Ji di getok kepalanya sama Wen Yang, "sakitt.." rintihnya.
"Daripada khawatirin kontak lensmu itu, mending khawatirin sepupumu."
Gracia tertawa kecil, mendengar perkataan Wen Yang. "Tenang saja, selama ada aku, dan mereka," Gracia menunjuk Jiang Wei, dan Zhong Hui. "dia tak akan menjadi binatang buas hmhmhm..."
"Apa maksudmu?" Wen Yang melihat ke arah Jiang Wei, "Jiang Wei kau sudah tau soal ini?"
Jiang Wei mengangguk. "Waktu SMP aku satu eskul dengannya."
Gracia melirik Zhong Hui. "Shō Kai-san, apa kau masih mengingat kejadian waktu kita kelas 5 SD?"
"SD? Aku sudah melupakan hal yang sudah lama itu." jawabnya ketus.
"Ahh.. tidak seru, dalam mode ini aku bergantung padamu, Shō Kai-san."
"Aku masih tidak tau maksudmu apa?"
"Kalau begitu lupakan," Gracia membalikkan badannya 180 derajat, lalu membuka pintu besar di depannya itu, "Zhongquan, ayo."
"Sudah kubilang berhenti memanggilku dengan nama itu," Xiahou Ba berdiri, dan mulai berjalan.
Gracia menoleh ke belakang. "Daripada aku panggil kamu Chiko(1)."
"DIAM!"
Gracia tertawa melihat respon Xiahou Ba.
Gracia jalan menuju ruang selanjutnya, ia berdiri di depan mereka, membalikkan badanya, ia mengangkat tangan kanannya ke atas, lalu mengayunkannya ke depan perut, dan sedikit membungkuk. "Selamat datang di, NOBUNAGA STUDIO PHOTO!"
"He?"
"Ini tempat pertama yang harus kalian lewati,"
"Studio foto?"
Gracia mengangguk. "Di sebelah kanan sudah lengkap ada kamera, beberapa gulung wallpaper dengan berbagai pose, disitu ada juga buat ganti kostum, dan aksesorisnya lengkap, hehe." Gracia mengedipkan sebelah matanya.
"Kau tidak?"
"Aku hanya sebagai pasangan foto saja, kalau perlu." jawabnya dengan senyum.
Mereka pun berjalan ke sebalah kanan, mereka ngeliat tuh gulungan dengan seksama, melihat pose yang tergambar di wallpaper, terus mereka minus Gracia geleng-geleng berjamaah setelah mengidentifikasi pose di wallpaper itu.
"Hayoo~ siapa yang mau pertama?" tanya Gracia, ia melihat para korban secara bergantian. "Gimana kalo.. Shō Kai-san saja?"
"He?" muka Zhong Hui langsung pucet, kaget tiba-tiba namanya disebut.
Gracia menggembungkan pipinya. "Habisnya kalau kita ga foto sebanyak 3 kali kita tidak akan bisa ke ruangan selanjutnya.."
"Ya gausah gue juga kali, mending Jiang Wei atau ga Xiahou Ji aja, dari tampang aja beda sama gue,"
"Gamau tau, harus ente," paksa Gracia.
"OGAH!"
"Harus.. demi memperbaiki nasib bangsa, dan negara."
"Negara, dan bangsa ga ada hubungannya dengan ini."
"Ada."
"Engga!"
"ADA!"
"Eh eh eh, aku menemukan ini, di tempat aksesoris," Xiahou Ba mengacungkan bando nekomimi, dan ekor kucing plus seragam sekolah perempuan dengan rok sepaha, Xiahou Ba ngeliat ke Zhong Hui, lalu menyeringai. "Gracia.. korban kali ini Zhong Huikan?"
"Hmhmhm." Gracia ngangguk penuh semangat.
Xiahou Ji tiba-tiba pingsan, Wen Yang panik, Jiang Wei senyum-senyum sendiri.
Xiahou Ba berjalan semakin dekat ke arah Zhong Hui, muka Zhong Hui makin pucet, badannya ditahan sama Gracia.
"LEPASIN GUE!"
"Gamau, ente harus foto tiga kali menggunakan itu,"
Zhong Hui geleng-geleng berkali kali. "Bù Bù Bù (2)." matanya sudah berair.
"LAKUKAN!" Gracia melepaskan cengkaramannya dari tubuh Zhong Hui, lalu menutup kedua matanya. Xiahou Ji masih pingsan. Wen Yang merasakan aura-aura ga enak, terus ngikutin Gracia, menutup matanya. Jiang Wei menutup matanya juga, tapi doi sambil merapal mantra, aku ga denger apa-apa, ga denger apa-apa.
"KENAPA HARUS DARI YANG ITU?!"
"SA-SAKIT BEGO!"
"JANGAN DI BUKA PAKSA NANTI SOBEK!"
"JANGAN LEPAS IKET RAMBUT GUE!"
Mendengar teriakan-teriakan tadi, Wen Yang jadi ingin nelpon polisi segera, karena ada tindak asusila yang direncanakan. Setelah adegan asusila tadi Xiahou Ji siuman, dan langsung pingsan lagi setelah melihat wujud Zhong Hui yang baru, dan dari hidungnya keluar darah. Wen Yang makin panik. Jiang Wei ketawa nista.
"Ayo, berdiri di depan kamera, kameranya otomastis motret kalau posenya sudah sama kaya yang di wallpaper~"
"E-enggak mau!" tolaknya sambil menurunkan rok dengan kedua tangannya.
"Kawaii sugiru..(3)" Gracia mengacungkan jempol pada Xiahou Ba, VA sama karakternya sama-sama kawaii.
"Ayolah, Zhong Hui.. pfft, percepat."
"DIAM KAU BOYUE!"
Jiang Wei ketawa nista lagi.
"Kedua tangan dikepal, lalu letakkan tangan kanannya diatas kepala, sementara tangan kirinya dibawah dagu, lalu bilang nyan~" Gracia memberi arahan pada Zhong Hui yang masih malu-malu kucing.
Dengan tangan gemeteran, dan menahan malu, Zhong Hui mengikuti arahan yang di berikan oleh Gracia. "Nyan.."
"MANA EKSPRESINYA?! ULANG!"
Zhong Hui menarik nafas, lalu mengeluarkannya secara perlahan. "Nyan~" saat mengatakan itu mata kanannya ikut berkedip.
Ckrek!
"KAWAAIII SUGIRUUUU!" teriak Xiahou Ji yang sudah tersadar dari pingsannya, dari hidungnya masih keluar darah, ia mengacungkan jempolnya pada Gracia. Wen Yang yang mengeluarkan busa dari mulutnya. Jiang Wei memakai kacamata hitam hasil nemu di tempat aksesoris. Otak Xiahou Ba eror seketika.
"Mataku ternodai." hanya dua kata itu yang keluar dari mulut seorang Jiang Wei.
"TISSUE!" Xiahou Ji panik mencari tisu untuk mengelap darahnya.
Wallpaper secara otomatis berganti.
"Nah sekarang, kedua tangan letakkan pas dekat dengan pinggang, badan agak condong ke depan." Gracia memberi arahan lagi.
"Se-seperti ini?"
"YA! SEPERTI ITU! Senyum dengan tulus ke kamera, dan yang terakhir goyangkan pinggangmu ke kiri, dan ke kanan secara perlahan."
Ckrek
Ckrek
"YEAAHH! SELESAI!" Gracia mengembalikkan pakaian Zhong Hui kepada yang punya.
Aku merasa sudah tidak suci lagi.. batin Zhong Hui.
Puk
Jiang Wei menepuk pundak Zhong Hui. "Gimana rasanya punya uke agresif?"
Zhong Hui menguppercut Jiang Wei. "DIAM KAU!"
Kuharap aku bisa meminta foto itu pada Nobunaga-senpai.. batin Xiahou Ji yang berharap bisa mendapat foto nista itu, untuk apa? Untuk blackmail pastinya.
Setelah wujud Zhong Hui kembali ke semula, mereka berjalan ke pintu berikutnya. Sebelum itu Xiahou Ji, Xiahou Ba, Jiang Wei dan Gracia melihat Zhong dengan tatapan penuh dengan rasa penasaran sambil nunjuk ekor kucing, dan bando yang masih menempel di Zhong Hui.
"Itu kenapa ga di lepas?" tanya Gracia iseng.
Muka Zhong Hu memerah seketika.
"Pasti sakit ya?" bisik Xiahou Ji pada Zhong Hui.
"Nanti, aku akan menolongmu mencabut yang itu," tunjuk Xiahou Ba ke ekor kucing itu dengan polos.
"KAGAK USAH!"
"Udah ya jangan bahas ini lagi,"
"Iya mama Ciqian." kata mereka bertiga bersamaan.
Jiang Wei membuka pintu kedua.
Mata mereka langsung terfokus kepada tulisan gede di depan. "Are You Smarter Than a 12th Grader?"
Apakah mereka bisa melewati ruangan itu? Saksikan chapter selanjutnya hanya di GilaTV.
TBC
(1) Panah
(2) Tidak tidak tidak
(3) Lucu banget
Huahahahaha selesai dengan nistaaaa soal zhong hui pose begitu ana terinspirasi setelah nonton PSO2 sympathy live 2018 secara live di nico-nico, menistakan Zhong Hui enak juga ye, seiyuunya bikin ana mendapatkan ide untuk menistakan Zhong Hui :v mungkin kalo yang pose kedua kurang jelas maafkan.
Makasih lho udah baca chap sangat nista ini.
See you next chapter~
