Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI JANGAN AKTIF PAS DIAKHIR! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair, crack pair hanya untuk pelindung biar ga jadi 3 orang(?) tapi keknya gagal :v hati-hati referensi anime.

Genre: Humor sesat receh nista(?) Romance.. aneh.. BL(diakhir).

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan Review

RosyMiranto18

Hanya memperbaiki nama yang kebalik, dan prolog.

Yuan Shao, Kenshin, Yinglong: masih bisa susulan ini, lagipula Pa Lu Bu juga bakal membantu kami untuk lulus, bantu belajar maksudnya…

Jiang Wei: karena kami juga harus memikirkan kedepannya juga, kami tidak mau ada kejadian tidak diinginkan (ngangguk-ngangguk).

Zhong Hui: Bedakan dengan narsisnya orang kafir sama narsis gue key? (maksa)

Zhong Hui: gue emang punya kostum itu, tapi tuh anak bilangnya pertama kali menginjakkan kaki ke bumi bukan bulan.

Kenshin: ingat peraturannya? Semakin ngaco makin bagus nilainya.

Untuk chap ini mungkin Rosy-san harus melewati akhir dari cerita ini karena err.. demi kesehatan mata anda sendiri.

It's Mine

Chapter 9

Selamat Membaca

"Ehem, aku akan memulai berceritanya ya.."

Pada zaman sengoku…

"Pssst.. kok perasaan gue kaga enak ya?" Wen Yang nyikut Jiang Wei.

"Iye perasaan gue juga kagak enak, gue yakin dia pasti menang, tenks tu her otaknya yang rada sengklek itu."

"Sepertinya Xiàhóushì, akan bercerita lebih absurd dari yang tadi."

Perkataan Xiahou Ba mendapat anggukan setuju dari Wen Yang, dan Jiang Wei.

Ada dua mahluk mitologi china, dua mahluk itu adalah Qiongqi, dan Qinglong, kedua mahluk itu bertolak belakang seperti hitam, dan putih, Motochika, dan Mori SB. Setiap mereka bertemu, mereka berantem, saling menghujat satu lain, intinya tidak ada kata damai kalau mereka sudah bertemu, membuat manusia resah dengan kerjaan kedua mahluk itu, karena itu.. seorang… seorang pahlawan bertopeng kesiangan mendatangi mereka dengan kekuatan personanya Arsene, dan merubah mereka menjadi…

Xiahou Ji melirik layar di belakangnya. Sebelum Xiahou Ji kembali bercerita, ia ketawa dulu bentar.

Menjadi.. manusia, pahlawan bertopeng itu menamai kedua mahluk itu, Sima Yi, dan Zhuge Liang. Qiongqi, dan Qinglong menyukai nama mereka yang baru. Tapi, persona kedua dari pahlawan bertopeng itu muncul bernama Satanael, diliat dari namanya saja SATANael sebagai satan yang baek, dan benar dia memberikan mereka dua kondisi dimana mereka harus melawan kejahatan, dan ketidakadilan di Bumi sebagai Cure Cantik.

"Isshh, cukup eiyke berreinkarnasi jadi harimau bersayap, kok eiyke jadi Cure Cantik? Eiykekan cowok." protes Sima Yi."Situ tuh cocok jadi perempuan rambut panjang gitu.""Heelloow, yeiy ngaca dong, yeiy juga punya rambut panjang ditambah kumis, dan jenggot.""Setidaknya eiyke ga bermuka kek pemeran antagonis di sinet-sinet alay.""Bilang aja yeiy iri sama muka eiyke yang mulus.""Hmph, Ai ga mau kalo harus bekerja sama dengan yeiy." kata Zhuge Liang, doi memunggungi Sima Yi."Eiyke juga gamau sekelompok dengan yeiy."Mendengar suara yang bernada ala-ala Pegasus Maximiliyar membuat Satanael menggepplak wajah ancur kedua manusia itu tanpa perasaan.

Xiahou Ji menengok ke belakang, terus cengo bentar karena gambar yang muncul di layar adalah sepupunya. Xiahou Ji menelan ludah biar keliatan lebay.

Emm.. dan Satanael memberikan mereka seorang anak manusia untuk mereka urus, tujuan Satanael memberikan anak manusia itu pada mereka adalah agar mereka jadi keluarga sakinah mawadah warohmah di masa yang akan datang.

Gambar berganti lagi menjadi Sekigahara atau prefektur gifu.

Singkat cerita, kedua manusia yang selalu berselisih itu bekerja sama dalam memberantas kejahatan, walaupun di tengah-tengah pertempuran mereka selalu adu bacot dulu, dan sang anak jejadian menjadi penengah mereka. Mereka pun menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah yang tinggal di Sekigahara. The End.

"WWIHH GILE IDENYA SANGAT WAH!" Gracia tepuk tangan kenceng.

"Guru Kimia sama Biologi di bawa-bawa segala."

"Manceman aku mau nanya? Jadi menurut kalian yang menang siapa?"

"YA XIAHOU JILAH!" koor manusia-manusia di dalam ruangan itu termasuk Kenshin.

"Terima kasih, xie xie, arigatou." kata Xiahou Ji sambil bungkuk-bungkuk.

"Nah sekara-"

"Tunggu Gracia," Yinglong memotong perkataan Gracia, Yinglong berjalan ke tengah-tengah ruangan. "Ehem, ada yang tau lagu favorit Nobunaga?" tanyanya.

Wen Yang mengacungkan tangannya.

"Nyanyikan di depan, dan kami akan membuka pintu untuk ke ruang selanjutnya."

Muka Wen Yang berubah menjadi khawatir, perlahan mukanya memutih karena tatapan Jiang Wei, Gracia, Xiahou Ji, dan Zhong Hui yang penuh dengan rasa penasaran.

"Ayo, Wen Yang nyanyikan. SEMANGAT!" Xiahou Ba berusaha menyemangati Wen Yang.

Gracia bangkit dari duduknya, ia berjalan ke depan Wen Yang. "NYANYIKAN! KAMI PENASARAN!" Gracia menarik kedua tanga Wen Yang sepenuh tenaga agar Wen Yang berdiri, dan bernyanyi di depan.

"GA MAU!" tolak Wen Yang keras.

Gracia menatap tajam Wen Yang seakan matanya berkata -nyanyi-kaga-lu?!-atau-lu-mau-disiksa-sama-Xiahou-Ba-detik-ini-juga?-.

Glek

Wen Yang menelan ludahnya, tatapan Gracia membuat Wen Yang menyerah, dan rela menyanyikan lagu favorit Nobunaga. Wen Yang berjalan mendekati Yinglong.

"Kak, boleh langsung bagian itunya ga?" bisik Wen Yang.

"Boleh,boleh, itu adalah bagian yang paling Nobunaga sukai." Yinglong memberikan sebuah mic ke Wen Yang.

Wen Yang menjentikkan jarinya. "Myujikku(1)."

Intro lagu mulai terdengar, orang-orang di dalam ruangan itu takjub, tetapi rasa takjub mereka luntur seketika setelah mendengar Wen Yang mulai bernyanyi.

Dan dudidam aku padamu, I love you I can't stop loving you oh darling Jaran goyang menunggumu

Apa salah dan dosaku, sayang, cinta suciku kau buang-buangLihat jurus yang kan ku berikan, jaran goyang, jaran goyang

Sayang, janganlah kau waton serem, hubungan kita semula ademTapi sekarang kecut bagaikan asem, semar mesem, semar mesem

Seketika semua melongo, Wen Yang menyanyikan lagi itu dengan penuh penghayatan sampe muterin pergelangan tangan kanannya di atas kepala, dan berputar 360 derajat, walaupun dari luar kelihatannya Wen Yang bernyanyi dengan penuh penghayatan sebenarnya dalam hatinya ia merutuki dirinya sampai-sampai ia membatin, Apa dosaku Tuhan sampe kedapetan disuruh nyanyi lagu ini?!

Wen Yang berhenti bernyanyi, mukanya seperti orang menahan tangis.

"Kalian bisa melanjutkan ke ruangan selanjutnya, semoga kalian pulang dari sini tidak sakit mental, dan sakit telinga mendadak ya."

"Iya, makasih hiks… Kak Yinglong."

Pintu ketiga pun terbuka.

Oo ooh I am sorryKu tak akan love you lagiBiar ku putuskan saja

Ku tak mau hatiku terluka

Lebih baik ku cukupkan saja

Ku tak mau batinku tersiksa

Cari istri lagi!

Pintu ketiga terbuka sengat lebar, menampakkan penghuni ruangan itu. Mereka kaget saat melihat Lu Bu sama Nobunaga lagi karokean di dalam ruangan itu. Mereka saling lirik satu sama lain.

Xiahou Ji sweatdrop. "Jadi selama ini ketos sekolah kita itu… seperti ini?"

Gracia bengong sebentar. "Muka garang sih boleh tapi..."

Zhong Hui mengelus dadanya. "Untung mereka bukan siapa-siapa gue.."

"Yakin ini guru sama ketos sekolah? Bukan manusia pleboy yang nyasar kesinikan?"

"Ciqian, emang kamu ga pernah dengerin cewe-cewe yang suka gosip? Terkhir mereka ngomongin lagu kesukaan Kak Nobunaga sama Pa Lu Bu."

"Ini lagunya The Twelve Glasses of Tea ya?" tanya Xiahou Ba dengan polos.

Semua pada ngelirik ke Xiahou Ba. Xiahou Ba bingung diliatin secara intens sama mereka. "Eh? Aku salah ngomong ya?

"Sudahlah lupakan saja,"

Woo, woo jangan, jangan kau tak kenal cintaku

Jangan, jangan kau hiaukan pacarmu

Putuskanlah saja pacarmu

Lalu bilang I LOVE U padaku~

Wen Yang makin eneg ngedenger nyanyian kedua orang di depan mereka.

"Nobunaga-senpaii~" panggil Gracia dari kejauhan.

Xiahou Ji menengok ke belakang, berjalan kembali ke ruangan sebelumnya, meminta pertolongan pada Kenshin yang notabene sekelas sama Nobunaga.

"Kenshin-senpai~ tolong kami pliss.." Xiahou Ji melancarkan jurus cateyes no jutsu pada Kenshin. Membuat hati sekeras batu Kenshin mencair.

"Baiklah.." Kenshin berjalan mendekati Nobunaga yang lagi nari ala Ngenes Monaca dengan penuh semangat sampai bikin ruangan itu bergetar.

Cinta ini kadang-kadang tak ada logika

Ilusi sebuah hasrat dalam hati

Dan hanya ingin dapat memiliki

Dirimu hanya untuk sesaat

Ditepuklah pundak Nobunaga oleh Kenshin pelan. Nobunaga berhenti nyanyi, diikuti oleh Lu Bu. Nobunaga nengok ke Kenshin.

"Apa Shin? Gue masih asik nih karokeannya."

Kenshin menghela nafasnya. "Itu Gracia dkk udah dateng," kata Kenshin sambil menunjuk ke arah Gracia yang dadah dari kejauhan.

.

.

"Kenapa kamu ga bilang dari tadi?"

Untuk kesekian kalinya, Kenshin menghela nafasnya. "Kamu asik karokean sama Pa Lu Bu,"

Nobunaga nyengir. "Hehe," setelah bertindak seperti orang terinosen seruangan itu, Nobunaga mematikan TV, dan meletakkan mic di lantai. Lalu berdeham sok ganteng., Nobunaga mebalikkan badan ke belakang. "Gracia-chan~ akhirnya kamu dateng juga!" Nobunaga berlari ke arah Gracia.

"HEEYYA!"

JDAK!

Satu senti lagi Nobunaga berhasil memeluk Gracia tetapi Gracia mensmackdown dirinya lebih cepat. "NOBUNAGA-SENPAI HARUS TANGGUNG JAWAB SUDAH MEMBUAT AYAHKU KOMA?!"

Nobunaga bangkit. "Ayahmu? Koma? Ayahmu baik-baik saja, dia lagi main PS2 di balik pintu sebelah kanan." jawabnya dengan tenang sambil menunjuk pintu besi di sebelah kanan ruangan itu.

"Eh?" Gracia mengambil selembar kertas lecek dari kantong roknya. "Tapi di surat yang kudapatkan Ayah koma di rumah sakit." kata Gracia sambil nunjuk-nunjuk tulisan di kertas itu.

"Itu aku bikin untuk membuat mu datang kesini."

"Jadi ini bohong?"

Lu Bu mengangguk. "Lebih tepatnya seperti itu, Gracia."

Tiba-tiba Xiahou Ba menepuk pundak Gracia, "Wah, Tama kau di prank sama kakak kelas." bisik Xiahou Ba pada telinga Gracia.

"HAJAR GRACIA! LU UDAH DI PRANK SAMA KAKAK KELAS!" teriak Wen Yang histeris.

"GRAC BUNUH AJA! DIA SUDAH MELAKUKAN PEMBOHONGAN!"

"Bohong itu lebih kejam daripada gibah."

"AYO! GRACIA PANGGIL MEGA ULTRA CHICKEN!(2)." pundak Xiahou Ji di tepuk sama Xiahou Ba.

"Xiahou Ji, ini bukan YGO abridged series."

"Hehe," Xiahou Ji nyengir inosen.

"Kenapa Nobunaga-senpai ngebohongin aku?" tanya Gracia, matanya berair.

"Abis.. Gracia ga pernah main ke sini lagi semenjak kamu naik ke kelas 2," jawab Nobunaga dengan nada-nada kecewa.

Zhong Hui nyikut Jiang Wei. "Yak, sinet alay mode on."

"Kek elu kagak pernah kek gitu aja." Jiang Wei menyeringai jahil. "Okuni kenapa kamu mutusin aku?" Jiang Wei memperagakkan kembali kejadian yang membuat Zhong Hui jadi alay waktu itu, tak lupa Jiang Wei memirip miripkan suaranya biar sama kek suara Zhong Hui.

Mendengar pertanyaan yang pernah keluar dari mulutnya waktu itu membuat Zhong Hui kesal. Diinjaklah kaki Jiang Wei seperti menginjak rem mobil.

"SAKIT!"

"Makanya jangan bawa-bawa masa lalu!"

"Di putusin karena ketahuan diam-diam suka sama yang shota, khikhikhi, kasian.." Jiang Wei ketawa jahil.

"DIEM LU!"

"Udah-udah, kalian jangan berantem mulu," lerai Lu Bu. "lebih baik kita menikmati kembang api dari bianglala."

Jiang Wei, dan Zhong Hui saling pandang, lalu mereka kembali melihat ke Lu Bu. "Bianglala?"

Lu Bu mengangguk. "Nobunaga boleh kutekan?"

"Silahkan, karena ini sudah waktunya untuk penutupan,"

Lu Bu berjalan beberapa langkah ke samping kanan, lalu menginjak lantai di daerah situ. "Selamat bersenang-senang." Lu Bu dadah-dadah ke mereka."

"WAAAAAAA! NOBUNAGA TANGGUNG JAWAB KALO KAMI PULANG-PULANG JANTUNGAN!"

"Kalian ga akan jantungan, trust me."

.

Mereka terlempar ke udara, dan mereka terpisah saat mendarat di bianglala. Saat di atas mereka merasa senang saat melihat kembang api yang sudah meledak di langit malam, tetapi perasaan takut, dan khawatir masih ada di dalam diri masing-masing.

.

"JIANGG WEI! KITA AKAN MENDARAT!"

CRASSH!

Gracia, dan Jiang Wei memecahkan kaca kabin bianglala, mereka melakukan pendaratan dengan sempurna.

"Ternyata sudah malam.." Gracia melihat langit malam dari kabin, Ia tersenyum lembut, lalu memejamkan matanya, syukurlah ternyata Ayahku baik-baik saja…

.

Saat masih di langit Xiahou Ji memeluk Wen Yang karena takut, akhirnya Wen Yang menggendong Xiahou Ji ala bridal. Dan mendarat dengan sempurna. Saat mendarat pun Xiahou Ji masih memeluk erat Wen Yang.

"Wǒ ài nǐ, Xiàhóushì." bisik Wen Yang pada telinga Xiahou Ji.

"Wǒ yě ài nǐ, Cìqiān," balas Xiahou Ji pelan.

"Sudah Xiahou Ji, kita sudah mendarat dengan selamat," Wen Yang berjalan mendekati kaca kabin. "lihatlah kembang api di luar sana, mereka sangat cantik sekali seperti dirimu."

"Diam," Xiahou Ji memukul dada Wen Yang pelan, Xiahou Ji menempelkan mukanya ke dada Wen Yang untuk menyembunyikan muka yang memerah karena perkataan Wen Yang tadi.

Wen Yang tertawa pelan melihat reaksi Xiahou Ji. "Lebih baik kamu tidur, pasti kamu capekan?" Wen Yang mencium rambut coklat Xiahou Ji. Wen Yang kembali melihat kembang api, dan tersenyum.

"Terima kasih.."

"Sama-sama Putriku."

.

"UWAAA!"

BRAK!

"Urrghh.. pendaratannya sangat tidak mulus," keluh Zhong Hui, ia mengelus pantanya yang sakit akibat pendarataan tadi.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Xiahou Ba dengan nada datar, ia berdiri di depan Zhong Hui, lalu Xiahou Ba mengulurkan tangannya.

"Kau kembali lagi? Hmph." Zhong Hui meraihkan uluran tangan Xiahou Ba, dan menarik Xiahou Ba ke pelukannya. "Mata merahmu sangat indah." bisik Zhong Hui ke telinga Xiahou Ba. "Dan aku menyukaimu,"

Xiahou Ba menyandarkan kepala pada dada Zhong Hui, kedua tangannya balas memeluk Zhong Hui. "Jangan bilang seperti itu, semua orang membenciku, mereka hanya menyukainya."

"Aku tidak membencimu, aku menyukaimu."

"Diam," Xiahou Ba mengangkat kepalanya, melihat Zhong Hui dengan tatapan kosong. "Harusnya kamu mengatakan itu pada diriku yang satunya," Xiahou Ba menunduk. "tapi kalau kamu tidak berbohong, berciumanlah dengaku."

Zhong Hui menyentuh pipi Xiahou Ba lembut, perlahan muka Zhong hui mendekat. "Aku tidak menyukai sisimu yang imut, dan inosen itu, aku lebih suka sisimu yang ini."

Chu

Zhong Hui mencium bibir Xiahou Ba. "Sudah," Zhong Hui menyeringai jahil. "hoo, walaupun kamu terlihat menyeramkan, bisa malu juga."

"DIAM!"

Zhong Hui bangkit. "Mana imagemu yang menyeramkan itu?" Zhong Hui mengulurkan tangannya ke Xiahou Ba.

Xiahou Ba menepis uluran tangan Zhong Hui. "Hmph, sudah kubilang diam,"

"Bentar lagi turun, jangan kaya anak kecil, ayo berdiri."

"Sebelum itu, ubah aku dulu,"

"Baiklah." Zhong Hui mengelus kepala Xiahou Ba, dan membisikkan sesuatu ke telinganya.

"Zhong Hui?" Xiahou menengok ke kanan, dan kiri. "Kita sudah mendarat?"

"Sudah, walau enggak mulus."

Pintu kabin terbuka. Di luar sudah berdiri keempat temannya.

"AYO PULANG!" teriak Gracia, tangannya meninju langit.

Xiahou Ba melihat sepupunya yang tertidur dengan nyenyak di pangkuan Wen Yang. "Wen Yang maaf ya sudah merepotkanmu,"

"Tidak apa-apa,"

Akhirnya perjalan mereka di taman bermain ini pun berakhir dengan bahagia~

TBC

(1) Musik

(2) penyebutan winged dragon of Ra di YGO abridged series.

Waw… bibir Xiahou Ba udah ga suci lagi manceman :v bikin akhirnya itu bikin jangar udah kamar panas bikin endingnya kacau rasanya ingin keramas lagi… kok endingnyaa gini?! Dan itu.. itu ZXXB! Kudu istighfar 30 kali ini mah.. tapi ana bahagia bisa bikin scene WYXJ walaupun crackpair :v

Makasih lho udah baca cerita ini yang makin lama

See you next chapter~