Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN BIKIN BINGUNG! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, hati-hati crack pair, crack pair hanya untuk pelindung biar ga jadi 3 orang(?) agak nge x-over

Genre: Supernatural, Romance, Humor

Rate: T ples ples ples

Disclaimer: WO DW SW punya Koehi. Sousei no Omyouji punya Yashiaki Sukeno

It's Mine

Chapter 12

Selamat Membaca

Sekarang Xiahou Ba, dan Jiang Wei sedang berada di dalam toko elektronik pusat kota, sesudah Xiahou Ba mendapatkan game yang diinginkannya, mereka bertemu dengan dua orang laki-laki yang mereka kenal di lorong kosong, di lorong itu juga tidak ada toko yang buka.

"Xiahou Ba lama tak bertemu, apa kabar?" sapa laki-laki berambut blonde pada Xiahou Ba sambil tersenyum.

"Baik, Kak Takakage," Xiahou Ba membalas dengan senyuman juga.

"Kyō I-chan~ masih ingin menjadi omyouji sepertiku?" tanya laki-laki setinggi Xiahou Ba dengan nada jahil pada Jiang Wei.

Muka Jiang Wei memerah seketika. "Kak Hanbei, i-itukan hanya cita-citaku waktu kecil." jawab Jiang Wei gelagapan.

Melihat respon Jiang Wei, Hanbei tertawa pelan. "Hahahaha.. kalau kamu masih mau akan ku ajarkan, lagipula kamu punya bakat untuk itu." Hanbei melihat Xiahou Ba tajam. "Taka-chan, apa kamu merasakan apa aku rasakan?" suara Hanbei berubah serius saat bertanya pada Takakage.

"Berhentilah, memanggilku dengan embel-embel chan. Ya, aku merasakannya." Takakage mengeluarkan beberapa talisman dari kantung celananya.

Hanbei menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya. "Kalau begitu dari hari ini, dan setererusnya aku panggil kamu Tokujumaru, kalo aku memanggilmu dengan itukan, kita bisa lebih terlihat seperti suami istri."

.

.

Tiba-tiba dengan Jiang Wei memasang wajah kaget sambil menunjuk Hanbei. "AH! Jadi ini tunangan yang suka Kak Hanbei ceritain padaku waktu kecil?"

Hanbei tersenyum pada Jiang Wei. "Yup! Kami disebut Sousei no Omyouji, kami ditunangankan karena dari keluarga kami, kamilah yang terkuat. " wajah Hanbei kembali serius. "Apakah mereka berdua sedang di perjalanan?"

"Mereka sedang menuju ke sini."

Hanbei mengeluarkan selembar talisman. "Kita akan bertarung di Magano." Hanbei melempar sebuah talisman itu ke depan, seketika sekeliling mereka berubah menjadi tempat mengerikan yang kosong, dan banyak gedung yang rusak.

Takakage mengangguk. "Kalau begitu, aku akan mengulur waktu." Takakage berjalan mendekati Xiahou Ba. Perlahan jari telunjuk kanan Takakage mendekat ke dahi Xiahou Ba, tetapi tangan Xiahou Ba mencengkram kuat tangan Takakage.

"Kita bertemu lagi bocah." tiba-tiba suara, dan warna mata Xiahou Ba berubah. "Tanpa buku itu kau lemah, hmhm." Xiahou Ba melepaskan cengkraman tangan Takakage, dan meloncat mundur beberapa kali. "cih, aku sedang ada kontrak dengan bocah perempuan itu."

Takakage mengerutkan dahinya. "Bocah perempuan? Kau maksud itu adalah Xiahou Ji." Takakage menghela nafas. "Tidak mungkin dia menggunakan bukuku untuk memanggilmu." Takakage memasang wajah merendahkan. "Tapi kau dengan wujud seperti itu, kau lebih lemah, selemah roh banci perempatan yang saban hari aku temui di komplek."

Muncul perempatan di dahi Xiahou Ba. "JANGAN SAMAKAN GUE DENGAN BANCI-BANCI BEROTOT YANG SUKA GUE LIHAT DI DEPAN KOMPLEK!" Xiahou Ba mendengus. "Tapi, kalau kau mau mengeluarkanku, kamu harus membunuhnya."

Takakage menggigit bawah bibirnya. "Kita lihat saja nanti." Takakage menggunakan sebuah talisman berwarna hitam pada tangan kirinya. "Seisōgenpu." tangan kiri Takakage diselimuti armor berwarna berwarna merah tua. Jari-jarinya berubah menjadi kuku tajam berwarna seperti lava gunung.

.

Hanbei berjalan mendekati Jiang Wei. "Jiang Wei, kami membutuhkan darahmu, maukah kau memberikan sedikit darahmu?"

"Tapi kalau begitukan..."

"Darahmu itu istimewa, dengan darahmu itu, kami bisa memisahkan iblis yang ada dalam tubuh Xiahou Ba dengan cepat." kata Hanbei dengan senyum.

"Tapi kata Kaka-"

Hanbei jinjit, lalu menepuk pudak Jiang Wei pelan. "Itu sebenernya cuman bercanda haha, habis waktu kecil kamu gampang percaya banget sama perkataanku."

Jiang Wei manyun. "Menyebalkan,"

"Gomen, gomen. Bagaimana?"

"Baiklah,"

"Haaah.. haaah…" seorang gadis datang berlari mendekati Hanbei, dan Jiang Wei. "Hee~ ternyata Takakage-sama sudah bertarung dengan Zhongquan ternyata.. atau bisa ku sebut dengan Senneillon." gadis itu memeluk sebuah buku yang sudah usang, lalu gadis itu melihat ke sebelah kiri. "Hanbei-sama! Eh Kyō I? Hanbei-sama kenapa?" Gadis kaget setelah melihat Hanbei yang sedang mengambil darah Jiang Wei dari tangan kirinya.

"Sstt.."

"WOOF!"

"Huwa!" Gadis terlonjak kaget mendengar sebuah gonggongan anjing berjenis shiba inu dari belakang. "Sepertinya Shikigami Takakage-sama sudah sampai.." Gadis itu membalikkan badannya seratus delapan puluh derajat. "Kai, jangan mengagetkanku dong!"

Anjing itu berubah menjadi seorang remaja laki-laki berambut coklat keriting. "Gracia, cepat berikan itu pada Takakage-sama."

"Tapi kita juga perlu darahnya Kyō-chan!"

Remaja laki-laki itu menggeram pada Jiang Wei. "Shō Kai, berhentilah cemburu terhadap Jiang Wei, harusnya kamu bahagia, selama ini kau menjadi penjaga Xiahou Ba, tidak ikut dengan Takakage-sama.. oh! Dan mendapat bibir Xiahou Ba saat di kabin BIANGLALA!"

"Hn." Zhong Hui tidak menanggapi perkataan Gracia, dan berubah kembali menjadi anjing.

"ARGH! GUE GEMES BEUD SAMA NI SHIKIGAMI SATU!" tangan kanan Gracia mencubit sebelah pipi Jiang Wei dari belakang. "LAMA-LAMA GUE BILANG KE TAKAKAGE-SAMA TENTANG SIFAT ELU BIAR DIPECAT SEBAGE SHIKIGAMI!" Gracia mencubit pipi Jiang Wei lebih keras dua kali lipat dari sebelumnya.

"Sa-sakit.. Gracia tolong lepaskan.." rintih Jiang Wei, mendengar rintihan kesakitan dari Jiang Wei Gracia memutuskan untuk melepaskan cubitannya dari pipi Jiang Wei. "Hmph!"

"Gracia, ini darahnya," Hanbei memberikan sebuah tabung kecil berisi darah Jiang Wei pada Gracia.

"Aku akan menghentikkan pergerakkannya, kamu minumkan itu padanya." titah Zhong Hui.

Gracia mendengus. "Kamu tidak usah memberitahuku juga aku sudah tau!" sebelum Gracia berlari masuk ke dalam pertempuran, ia memakai talisman di kedua kakinya untuk menambahkan kecepatan berlarinya. "Idaten Fu." setelah memakai talisman itu mereka berdua berlari memasuki area pertempuran.

"Selamat bersenang-senang~" Hanbei dadah-dadah pada mereka.

"Hanbei-san, jadi sebenarnya Zhong Hui itu Shikigami?"

"Bukan, sebenernya dia adalah half-inugami yang diurus oleh Takakage, tetapi karena Gracia saat kecil menyebutnya Shikigami karena dia selalu ada di sisi Takakage, dia mempunyai kekuatan special yaitu memakan iblis, dan mengubah iblis itu menjadi kekuatannya." jelas Hanbei. Tiba-tiba muka Hanbei membuat Jiang Wei agak takut, lalu Hanbei menepuk punggung Jiang Wei pelan. "Congrats, ente harus bisa membahagiakannya ya."

"Heee?" muka Jiang Wei berubah pucet. "tapi tadi katanya..."

"Ahh.. kamu tetep gampang dibegoin ya dari dulu, tadi itu aku cuman bohong."

Saat itu juga Jiang Wei shock seketika karena tidak bisa menerima kenyataan.

.

"Takakage-sama! Aku sudah membawa bukumu," Gracia memberikan buku usang pada Takakage. "AYO KITA MINUMKAN DARAH JIANG WEI PADANYA!" Gracia berlari mendekati Xiahou Ba dengan cepat, melepas tutup tabung itu dengan mulutnya. "Kai, SEKARANG!"

Tiba-tiba kaki kanan Xiahou Ba digigit oleh Zhong Hui membuat Xiahou Ba susah bergerak. Sampai di depan Xiahou Ba, Gracia langsung meminumkan cairan itu dengan paksa. "Ayo minum ya~ agar hidup kita bisa kembali damai.. ya (ib)lis, ya~"

"SEKARANG GRACIA AMBIL IBLIS ITU DARI TUBUHNYA!"

Gracia menarik tangan kanannya ke belakang. "HIYAAAA!" Gracia menaruh telapak tangannya di dada Xiahou Ba, dan menariknya tangannya cepat seperti melepaskan sebuah kertas yang menempel. Setelah mencabut iblis itu dari tubuh Xiahou Ba. Tubuh Xiahou Ba ambruk seketika.

"KAI! MAKAN IBLIS ITU!"

"WOOF!"

"Fiuhh.. akhirnya pengusiran telah selesai." Gracia mengelap dahinya dengan sebuah kain yang ia comot dari kantong baju Jiang Wei tanpa ketahuan. "Takakage-sama sekarang waktunya, menyembuhkan luka dalam tubuh korban."

Takakage melangkahkan kakinya ke tempat Gracia, dan Xiahou Ba berada. Lalu Takakage jongkok, dan meletakkan sebelah tangannya di dada Xiahou Ba. "Abira, Unken, Sowako." saat merapalkan mantra itu, dari telapak tangan Takakage muncul cahaya berwarna putih kebiruan. "Sudah." Takakage berdiri, dan melempar kembali talisman untuk kembali ke dunia asli mereka. Takakage berjalan terhuyung-huyung ke Hanbei. "Haaah.. Han-chan~ aku cape~" Takakage memeluk Hanbei dari belakang.

"Menyingkirlah Tokujumaru, kamu itu berat.." Hanbei berusaha menjauhkan tubu Takakage dari dirinya.

"Kamu mau ngapain?"

"Diamlah, aku hanya ingin membangunkannya," Zhong Hui masih dalam wujud anjingnya menjilati wajah Xiahou Ba.

"Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan,"

"Ughhh.." Xiahou Ba mulai tersadar dari pingsannya. Xiahou Ba menegakkan badannya. "Aku dimana?" matanya melihat ke sekeliling lorong. "Gracia kenapa kamu ada di sini?"

"Hai~" sapa Gracia.

"WOOF!"

"Emang anjing boleh masuk ke sini ya?" tanyanya pada Gracia, tangannya sibuk mengelus kepala Zhong Hui.

"Boleh, kalau lagi darurat," jawab Gracia asal.

"Hoo begitu ya?"

Gracia meresponnya hanya dengan sekali anggukan sembari tersenyum.

Mendengar suara-suara khas suara Xiahou Ba masuk ke gendang telinga Jiang Wei. Jiang Wei tersadar dari shocknya. Jiang Wei berlari ke arah Xiahou Ba dengan wajah panik. Tetapi Jiang Wei saat sudah dekat beberapa senti dengan Xiahou Ba, ia seperti menabrak sesuatu.

"Gracia, kamu memasang barrier?"

Gracia menggeleng. "Anjing itu yang memasangnya, liat saja dia sedang menggeram padamu."

"Grrrr... WOOF!"

"GUE CALON MAJIKAN LU DI MASA DEPAN! JADI HILANGKAN!"

"DIAM KAU PENYIHIR HIJAU! Grrr..."

Jiang Wei ikutan menggeram. "Xiahou Ba.. kumohon buatlah dia menghilangkan pelindungnya."

"Tidak bisa, maafkan aku Jiang Wei, karena kelihatannya anjing ini membencimu."

"Awas kau, kan kubunuh kau," Jiang Wei menggeram lagi.

"Woof, coba saja kalau kamu bisa,"

"Sepertinya anak kita sudah mendapat majikan yang pas untuknya,"

"Anak? Sejak kapan itu jadi anak kita? Itu anak tetangga kita yang dulu."

"Tapi setelah Ibunya meninggalkan dia di urus sama kita."

"Kita?" Hanbei pasang wajah masam. "Elu kali yang ngurus, gue mah kagak. DAN MENYINGKIRLAH DARIKU! BERAT!"

"Baik-baik," Takakage berhenti melepaskan pelukannya pada Hanbei. "Ayo pulang, katanya hari ini, Ayahku, Om Yuan, dan Om Dun pulang."

"Benarkah?"

"Woof,"

"Kamu mau aku naik di punggungmu?"

Zhong Hui mengangguk.

.

Malamnya di rumah Xiahou. Rumah yang tadinya damai kembali ramai setelah Takakage memarahi Xiahou Ji karena perbuatannya, dan diakhiri dengan Xiahou Ji yang berteriak minta tolong karena dihukum gantung terbalik semaleman oleh Takakage agar Xiahou Ji kapok dengan kelakukannya. Jam 10 malam, teriakan minta tolong dari kamar Xiahou Ji sudah menghilang, dan mereka kedatangan tamu, mereka adalah orang yang disebut Takakage tadi siang.

Cklek

"Xiahou Ba, Ayahmu sudah pulang.."

"Sstt.."

Ayahnya tersenyum lembut pada anaknya yang sudah tertidur di sofa.

"Hanbei, mana Takakage?"

"Sedang tidur Yah," jawab Hanbei sambil menunjuk ke langit-langit rumah.

Motonari mendongak ke atas. Ia melihat anaknya sedang tertidur di futon yang tertempel di langit-langit ruangan. "Haaah.. padahalkan disini masih banyak space."

Xiahou Yuan menepuk pundak Motonari pelan. "Biarkan saja, dari kecil dia memang unik,"

"Btw, Xiahou Ji mana?"

"Itu.. anu Om, Xiahou Ji nginep di rumah Yinping tetangga sebelah." jawab Jiang Wei bohong.

"Begitu, sekarang sudah malam lebih baik kita tidur."

.

Keesokan pagi tepatnya jam setengah 5, Xiahou Ji sudah di bebaskan dari hukumannya, walaupun muka masih pucet gegara digantung terbalik, dan jalan kek orang mabok. Xiahou Ji tetap berniat untuk ke sekolah.

"Xiàhóushì, kalau kamu masih pusing jangan dipaksakan ke sekolah,"

"Xiahou Ba, Xiahou Ji, kami berangkat duluan ya~ kami pamit."

Xiahou Ji mengangguk lemah.

"Hati-hati ya, Kak Hanbei, Kak Takakage!" Xiahou Ba dadah-dadah pada mereka berdua penuh semangat.

"Xiahou Ba.. anjing yang kemarin kemana?"

"Hm? Aku tidak tau, mungkin saja pulang ke rumah tetangga sebelah."

"Jiang Wei?"

"Dia pulang ke rumahnya, beberapa menit yang lalu."

"Hoo.. uurgh.. aku mandi duluan ya," Xiahou Ji berusaha berjalan mesuk ke dalam kamar mandi.

"Iya, hati-hati."

Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Xiahou Ji, dan Xiahou Ba sudah siap berangkat ke sekolah. Saat keluar dari rumah mereka melihat mobil limosin nangkring di depan rumah tetangga mereka.

Xiahou Ji berisul "Naks orang kaya dateng ngejemput pacarnya nih."

"Tapi yang keluar dari rumah bukan Zhao Yun sama Cao Pi, malah pacar kamu Xiàhóushì." timpal Xiahou Ba. "eh Wen Yang berjalan kesini,"

"Bukan pacar, babu." Xiahou Ji memperbaiki perkataan Xiahou Ba. "Mungkin tuh orkay lagi minta restu, kan keluarganya Zhao Yun banyak tuh ditambah sama anak-anak Pa Guan Yu."

"Mungkin kali ya, lebih baik kita berangkat, sudah telat."

"Xiahou Ba, tunggu aku!" teriak dua orang pemuda di depan pintu masing-masing. Terus sedetik kemudian mereka berdua saling menggeram satu sama lain.

"ANJING KAMPUNG JANGAN DEKET-DEKET CALON GUA!" teriak pemuda berseragam hijau.

Pemuda berseragam toska balas teriak. "ELU JUGA JANGAN DEKET- DEKET SAMA MAJIKAN GUA!"

Xiahou Ba sweatdrop dengan tingkah kedua pemuda itu. "Maa.. maa.. kalian jangan berantem, lebih baik kita berangkat bareng-bareng."

"Hmph!"

Xiahou Ji menghela nafas. "Kalau kalian berantem terus, kami akan berangkat duluan." Xiahou Ji menggandeng tangan Wen Yang sama Xiahou Ba, dan mulai berjalan.

"TUNGGU KAMI!"

END

haaaahh gaje yes :v nanti beneran ah ini bakal ana edit agar ni cerita menjurus ke arah yang lebih baek. Nyehehe keknya ini bakal diskontinyuu atau end ya. soalnya ana berhasil pindah fandom tanpa memainkan gamenya~ plus kalo misalnya ana bikin cerita tentang WO lagi bakal pisah sama yang ini. Dan karena fenfic suka susah dibuka ana bakal publish di blog juga, namanya sama shirousagi bye~

jadi profil tentang mereka di cerita ini bakal nysul dan gatau kapan bakal ana publish.

Makasih udah setia membaca cerita aneh ini.

See you next story~