Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU.
Genre: Humor Parody
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review:
RosyMiranto18
chapter 80-82
Xiahou Ji: Aku hanya penasaran dengan wujudnya *pasang tampang sepolos mungkin*
Xiahou Ji: Lebih tepatnya Satan yang haus dengan darah :v
Jiang Wei: lupakan saja, anggap aja aku anak angkat oke.
Ujiyasu: karena Nobunaga masuk ke dalam standar sampah masyarakat yang patut dibuang, nama itu mengrespirasi kita saat menjawab soal itu.
Xiahou Ba: game yang belum dirilis di dunia nyata tebak sendiri game apa itu. hampirr mirip dengan Zhang He hanya saja mereka berotot kek ade rai katanya sih itu temen-temennya Nobunaga sama Zhang He klo main.
Karena makin lama cerita ini makin ngaco drebel tapi bukan drebel.
chap 83-85
Hanbei: Alasan ya? hmmm... itu karena kami ingin! ... ingin membeli rumah baru, dan mengadakan laundri yang jarang ada di dunia nyata :v *alasannya kacau*
Takakage: *ketawa ala 90-an* kami belum membuat mesin cuci khusus untuk itu, hanya kalau misalnya mereka mau knalpot bersih tanpa noda aku akan memasukkan knalpot itu ke mesin cuci, dan diakhir dengan basahnya seluruh bajuku karena disiram Kanbei. sekian.
Kanbei: kan ga lucu kalo misalnya pake omegafebruari ntar disangkanya toko itu berasa AU AlphaOmega, maaf kalau anda ga ngerti lebih baik jangan ngerti.
Mereka sama-sama polos, jadi aku membuat mereka bareng sekali-kali.
Naotora: ular ini peliharaan mereka berlima, jadi aku selalu menejer, merawat ular biru ini. dan mereka menamai ular ini Orochi karena katanya, ular ini adalah orochi yang terlahir kembali sebagai ular biasa.
Cao Pi: aku sudah meminta mereka saat aku datang mengambil harus sudah kering, dan siap.
Bisa dibilang begitu, ya... rata-rata yang lulus dari sekolah itu 70% masuk RSJ, 10% kuliah, 20% kerja.
Iyaps, mahluk mini itu Hanbei.
Mayuzumi Chiharu
Zhong Hui sama Jiang Wei, kan emang bentrok gitu sifatnya tapi saling melengkapi :v (apasih?)
Hanbei: badankukan lentur~ ga kaya Kanbei kaku sampe-sampe mukanya juga ikut kaku :v
Jangan-jangan situ suka ngidol yaaa kek Hanbei~ hayo ngaku~ :v
Bukan Tempat Cuci Biasa
Selamat Membaca
Chapter 4: Hukuman, Rival baru, dan Kerja Sama
"Ngemandiin anjing ternyata susah juga, gue jadi kudu ganti hakama baru, untung syal yang menutupi wajah ganteng gue kaga basah." gumam Yoshitsugu sambil berjalan masuk ke dalam toko, saat masuk ke dalam toko, perasaan engga enak kembali datang ke Yoshitsugu.
"TAKATORA! LU KALAH MWAHAHA!"
"GUE BELUM KALAH!"
Mendengar kedua teriakan tadi yang sangat familiar di telinga Yoshitsugu, menambah perasaan Yoshitsugu makin ga enak, Yoshitsugu pun melangkahkan kakinya menuju halaman belakang. Yoshitsugu membelalakkan kedua matanya saat melihat halam hancur karena kedua teman sejawatnya.
"Kalian..."
"Tak, perasaan gue ga enak, kaya ada kupu-kupu beracun dateng."
"Mit, mending kita lari mencari perlindungan."
Perlahan mereka menurunkan vakum cleaner yang mereka pegang ke rumput, terus jalan pelan-pelan sambil melihat sekitar untuk berlindung dari amukan temen yang paling sabar diantara mereka.
"Mitsunari, Takatora." panggil Yoshitsugu dengan nada datar namun menyeramkan bagi Mitsunari sama Takatora.
Mendengar panggilan dari Yoshitsugu. Takatora sama Mitsunari diam di tempat, ingin berjalan lagi tapi takut.
"Kedua kasur ini kemana?"
Mitsunari nyikut Takatora.
"U-UDAH DIAMBIL!" jawab Takatora tanpa membalikkan badannya.
"Udah? Zhao Yun bilang akan mengambil kedua kasur itu besok."
Takatora menelan ludahnya. "Sebenernyaaa..."
"Katakan dengan JUJUR."
Takatora sama Mitsunari tambah takut. "Kasurnya ada di atap toko." kali ini Mitsunari yang membuka mulutnya.
"Malam ini kuhukum kalian, aku harap kalian tidak akan melakukannya lagi."
Dua vakum cleaner yang digunakan oleh Takatora, dan Mitsunari kembali bunyi. Dari balik syalnya Yoshitsugu tersenyum, ia senang bisa menyiksa kedua temannya sampai memohon ampun padanya. Diam-diam Yoshitsugu psikopat ya.
"DUDUK!"
Bagai Kagom* yang menuyuruh Anjingyasha duduk, setelah diteriaki begitu Mitsunari sama Takatora langsung duduk di atas rumput, dipikiran mereka sekarang Yoshitsugu akan menyuruh mereka untuk harakiri di tempat.
"Tak, mungkin hidup kita hanya sampai sini."
"Semoga kita bertemu tempat lain."
Suara vakum cleaner semakin dekat, dan itu tandanya hukuman akan segera berlangsung.
NGINGGG!
Yoshitsugu menyedot rambut Mitsunari sama Takatora dengan vakum cleaner.
"GYAAAAA! AMPUN! NANTI PALA GUE PITAK!"
"JAMBUL KESAYANGAN GUE!"
Sepertinya Yoshitsugu menikmati menyiksa mereka berdua di malam ini, siksaan berhenti saat Oichi, dan Nagamasa datang mengecek. Dan di malam ini Yoshitsugu berasa jadi tokoh kakak tiri yang kejam, sementara Nagamasa sama Oichi jadi tokoh orang tua kandung yang baik hati.
.
Tiga orang dari toko Bukan Tempat Cuci Biasa masih bingung kenapa mereka berdiri di halaman depan RSJ di depan mereka ada panggung super megah, dan RSJ ini super berisik.
"Yah, kok kita ada disini?" tanya sang anak pada Ayahnya.
"Hanbei kemana ya Kanbei?" bukannya menjawab pertanyaan sang anak, sang Ayah malah bertanya pada pemain bekel internasional yang masih berdiri di sebelahnya dengan tatapan bete.
"..." Tidak ada jawaban dari Kanbei, dia hanya menatap ke arah panggung yang menyilaukan itu dengan tatapan bete.
Sebenernya di RSJ ini sedang ada konser, dan bisa ditebak dalang dari semua ini adalah Takenaka Hanbei, mahluk paling pendek dari mereka berempat, itulah kenapa mereka bertiga ada disini, kenapa Ling Tong sama Gan Ning engga? Insting mereka mengatakan minta izin pulang lebih cepat itu baik untuk hari ini. Hanbei sendiri ada di belakang panggung bersama Naotora Li selaku manager dari idol grup yang lagi ngonser malam ini.
"Yah, idol jaman sekarang ngonser ga kenal tempat ya." kata Takakage sambil melihat konser dari kejauhan.
"Nak, Ayah masih bingung kok mereka ngonser di RSJ?"
"Sebenernya ini gedung bekas RSJ, terus katanya gedung ini dibeli sama pendiri laundri ternama waktu seribu tahun lalu."
"Lebih tepatnya satu tahun yang lalu." koreksi Mori.
"Ternyata kalian ada disini."
Seorang laki-aki beryukata merah, berambut hitam pendek seleher berjalan mendekati mereka.
"Wen Yang? Kok kamu ada disini?" tanya Mori.
"Om, ini Naomasa bukan tiang listrik dari DW."
"Maaf, abis Nak Naomasa dari jauh mirip Wen Yang."
"Kalian ternyata suka ng-"
"Bukan. Kami hanya diseret sama Hanbei." Kanbei memotong perkataan Naomasa.
"Mas kenapa pake yukata?" tanya Takakage kepo.
"Hmm.. aku bingung mau pake baju apa terus disuruh kesini sama Ibu."
"Ohhh.."
Tiba-tiba Kanbei menjabat tangan Naomasa. "Tolong jaga Hanbei, nanti paketin aja lewat JNP ke toko laundri kita."
Takakage ikut-ikuttan menggenggam kedua tangan Naomasa. "Mas, kemungkinan si mini lagi bareng sama Tante Naotora, titip salam ya ke Tante."
"Kami mau pulang duluan." lanjut Mori.
"Dadah!"
Mereka pun pergi dari RSJ itu ke rumah masing-masing, setelah mereka sudah jauh dari RSJ. Naomasa merekam ulang perkataan Kanbei di dalam otaknya
"Tolong jaga Hanbei, nanti paketin aja lewat JNP ke toko laundri kita."
"Paketin? Emang Hanbei barang?" dalam hati Naomasa masih bingung, dan bertanya-tanya dalam kepalanya.
Keesokan harinya, jam tujuh pagi Ling Tong sama Gan Ning menerima sebuah paket gede, di box itu ada tulisan JNP berwarna hitam tapi tidak ada tulisan untuk siapa paket itu dan dari siapa paket itu, lalu mereka memutuska untuk memberikan itu pada Mori, Mori bingung, lalu memanggil anaknya, dan bertanya apakah anaknya belanja onlen atau enggak. Ternyata paket itu bukan punya anaknya. Mori pun memanggil Kanbei, tetapi Kanbei tak kunjung muncul hanya teriakan dari halaman toko.
"BUKA AJA! SIAPA TAU ITU PERSONIL KITA YANG KEMAREN ABIS NGIDOL!"
Sesaat Mori berpikir, masa Naomasa beneran ngirim Hanbei lewat JNP? Saat paket itu mau dibuka, paket itu bergerak secara tiba-tiba, dan terbuka dengan sendirinya. Muncullah personil paling pendek di laundri sedang meregangkan badannya.
"Enak juga jalan-jalan keliling kota, hoaamm..."
Saat Hanbei muncul dari dalam box, selang berapa detik Kanbei muncul berjalan mendekat ke Hanbei. Hanbei sudah tau abis dia keluar dari box dia akan dijewer terus disuruh nyapu di halaman belakang.
"Kanbei, jangan jewer Hanbei dulu, gue punya info buat kalian."
Mendengar kata info Takakage jadi ikut ngumpul. "Info apa?"
"Ada rival baru lagi di kota ini!" kata Hanbei dengan semangat yang berapi-api.
"Pasti mereka yang menempati gedung bekas RSJ itukan?" tebak Kanbei.
"Iyap, dan pemilik laundri itu adalah idol grup PURIPURI MAX HEART!"
Takakage mengeluarkan aura membunuh. "Aku hanya ingin membangkrutkan laundri mereka sekarang juga, cukup mereka aja yang bikin pelanggan kita berkurang."
"OI KALIAN KELUARLAH DARI TOKO! KAMI INGIN BICARA!"
"Ka-Kanbei.. itu tetangga kita jangan main siram aja, mereka bukan kucing garong yang suka rebutan makanan sama Ling Tong." Mori berusaha mencegah Kanbei untuk tidak menyiram orang yang berteriak tadi. "Lebih baik kita keluar sekarang." Mori menurunkan ember cucian dari tangan Kanbei ke lantai.
Mereka pun keluar dari toko, menghadap tiga personil dari toko laundri seberang. Mitsunari maju ke depan selangkah kedua tangannya ia lipat di depan dada, aura penuh wibawa keluar dari tubuh Mitsunari.
"Mana dua personil tambahan kalian?" tanya Mitsunari masih dengan jiwa pemimpin.
"Masih di garasi bersihin mobil punya Liu Bei."
"Oke kalo gitu, gue tu de poin aja. Gue mau kita bekerja sama menjatuhkan laundri yang baru buka itu."
Hanbei maju ke depan, doi ngikutin pose Mitsunari tapi bedanya aura yang dikeluarkan Hanbei lebih kek bocah bukan pemimpin.
"Kalian sendiri, mana dua personil tambahan kalian?"
"Lagi siap-siap buka salon."
"Ternyata, pemikiran kita sama ya, kami dengan senang hati menerima tawaran itu," Hanbei mengacungkan jari telunjuk kanannya ke atas. "tapi sebelum itu, aku ingin kita battle dulu."
"Oke sapa takut."
"Perasaan Ayah ga enak." Mori mengutarakan isi hatinya kembali sebelum battle dimulai.
"Ayo KANBEI!" dari dalam saku celananya Hanbei mengeluarkan dua mic, satu doi berikan ke Kanbei.
ware ga yuku michi wa hitotsu
tenka o tabene yuku koto
terate wo erabi wa shinai
doko he isogu? kaze no youni
Ternyata yang dimaksud Hanbei battle itubukan pa banyak-banyak pelanggan tapi battle nyanyi, ga mau kalah Mitsunari pun mengeluarkan penyanyi dangdut koplo ehem maksudnya kedua temennya yang suka duet nyanyi kalo mereka lagi mampir di tempat karokean.
nagaruru mizu ga wakareru gotoku
betsubetsu no michi oretachi wa yuku
yuruganu yume wo
oikakete susumuyue
Dari sisi lain, Yoshitsugu sama Takatora bernyanyi lagu bunsuirei, setelah mereka selesai bernyanyi, Hanbei mau ngelanjutin lagi nyanyi tapi udah di getok duluan sama Takakage, kesel doi kedua orang yang ngesok jadi pemimpin sama-sama sarap.
"OKE! LANJUTIN AJA PLIS PEMBAHASAN SOAL KERJA SAMA JANGAN NGELENCENG GINI!"
"Gitu deh yang belum pernah ngeluarin mini album mah."
Sekali lagi Hanbei digetok lagi sama Takakage. Nasib Mitsunari juga ga beda sama Hanbei, bedanya cuman kepala Mitsunari ngeluarin darah sedikit.
"Kami, pihak dari timur akan menerima aliansi dari barat."
"Aku senang dengan jawaban kalian." Mitsunari sama Hanbei pun berjabat tangan. Terus senyum. Hanya mereka yang tau senyuman masing-masing.
"GATTAI!"
"Hanbei ini bukan pawer renjes."
"Hmph liat saja."
Beberapa menit setelah itu, Toko laundri punya Mitsunari, Takatora, dan Yoshitsugu tiba-tiba masuk ke dalam tanah termasuk salon punya Oichi, membuat Takatora panik terus teriak-teriak nama Oichi sama Nagamasa beberapa kali. Toko laundri, dan salon itu muncul dari bawah tanah tepat di bawah toko laundri punya mereka.
"OI! OI! Kenapa garasi jadi naik gini!" teriak Ling Tong dari dalam garasi.
"Eh beneran, nurunin mobil punya Liu Bei gimana caranya nih?" Gan Ning mulai panik.
"Ohohoho," Hanbei ketawa ala tante-tante 90-an. "Tenang saja aku sudah menyiapkan lift untuk mobil maupun motor." Hanbei mengeluarkan sebuat remot dari dalem celana nya lalu menekan sebuah tombol merah.
"Hanbei, uang darimana kau membuat lift bawah tanah itu?" tanya Kanbei"
"Emmm, tabunganlah!"
"Bukannya kemarin tabungan kamu udah dipake buat kemarin?"
"..." Hanbei tidak menjawab pertanyaan Kanbei, Hanbei sedang menyiapkan mental untuk hukuman nanti.
"Pilih dikirim ke hutan Amazon atau tidur di dalem mesin cuci selama setahun?"
Hanbei pasang pose hormat pada Kanbei. "TIDUR DI DALAM MESIN CUCI SELAMA SETAHUN! PAK!"
"Bagus, bonus pas kamu tidur nanti mesin cuci bakal dalam mode mengeringkan."
"TIDAAAAAKK!"
Teriakan Hanbei menutup chapter kali ini, kasian Hanbei, semoga hukumanmu di ringankan oleh Kanbei suatu saat nanti, suatu saat engga sekarang. Sebenernya Mitsunari sama Hanbei yang membuat semua itu, dari pertama mereka mendirikan laundri untuk jaga-jaga. Jadi yang dapet perlakuan khusus bukan Hanbei doang tapi Mitsunari juga. Mitsunari cuman disuruh tidur di atas atap sama Yoshitsugu selama sebulan.
TBC
makin ancur aja nih cerita.
di chap ini ntah kenapa rasanya yang paling cape, mukgil rasanya haahhh… W MASIH BELUM KEPIKIRAN BUAT DI CHAP 9 ILYBYMC(ganti jadi Survive and…) ingin melanjutkan tetapi bingung buat pembukaan, oke smoga di ebay free shipping treasure box WO4, dimana pun itu! dan tokok itu harus bisa ngirim ke indo YEAH! w sudah cukup menderita lomba berhadiah autograph seiyuu anak-anak DW jangan buat aku menderita lagi cukup Hanbei aja yang menderita aku jangan.
Tenks buat yang udah baca~
see you next chapter~
